Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN DAYA INGAT SISWA SD MELALUI METODE SIMULASI Alensiana Ayuti Ratna Ndasi; Santi Endu; Fransiska Angelina Dhoka; Hendriana Audogsia Mawa; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1507

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan, terlihat dari beragamnya metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Selain metode pembelajaran, media pembelajaranpun mengalami kemajuan seiring dengan kemajuan teknologi. Masalah siswa dalam proses pembelajaran salah satunya adalah rendahnya daya ingat dalam memahami materi pelajaran. Faktor yang mempengaruhi daya ingat pada siswa tidak hanya pada cara belajar yang efektif saja, melainkan dengan metode pengajaran yang digunakan. Faktor kesulitan belajar pada siswa pun perlu diperhatikan oleh guru sebagai pandangan untuk menciptakan proses pembelajaran yang menarik, kreatif yang disegani oleh siswa sehingga siswa menjadi tertarik dan mengikuti proses pembelajaran yang akibatnya dapat meningkatkan daya ingat siswa. Maka dari itu, guru mengupayakan metode yang meningkatkan daya ingat siswa agar siswa dapat memahami pembelajaran. Metode tersebut adalah metode simulasi. Pemaparan metode simulasi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana tahap – tahap dalam interaksi pada proses pembelajaran. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan daya ingat siswa SD melalui metode simulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan metode simulasi sebagai upaya untuk meningkatkan daya ingat siswa. Hasil penulisan ini menunjukan bahwa untuk penerapan metode simulasi terdiri dari beberapa tahapan yaitu : 1) persiapan simulasi, 2) pelaksanaan simulasi, 3) penutup simulasi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 3 SD PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI METODE DISKUSI Luxcya Martir Wona; Maria Ines Pare; Cristina Marlinda Deme; Aprilia Io; Alexandra itu; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1524

Abstract

Pada Kurikulum 2013 pendidikan di Sekolah Dasar berpusat pada siswa (Student Center), yang artinya mengharuskan siswa untuk aktif dan berpikir kritis. Namun, kenyataannya pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa masih cenderung rendah pada pembelajaran IPA, hal ini disebabkan karena guru masih menerapkan metode konvensional. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam pembelajaran IPA. Tujuan yang dapat dilakukan yaitu, dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah metode diskusi. Metode diskusi ini merupakan metode berbasis penemuan sendiri dalam pengetahuannya, sehingga siswa menjadi lebih aktif dan berpikir kritis dalam memecahkan sebuah masalah. Penulisan ini menggunakan metode studi literatur (Library Research), yaitu dengan menganalisis berbagai literatur terkait Metode Diskusi sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri jurnal hasil penelitian terdahulu, yang relevan dengan topik pembahasan sebagai sumber data. Kemudian dilakukan analisis data, dengan cara analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, metode diskusi ini efektif diterapkan pada pembelajaran IPA karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENGAKTIFKAN PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 3 SD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Christina Ngadha; Benyamin Nanga; Maria Goreti Gowa Ledu; Maria Isabela Dhiu; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1532

Abstract

Proses pembelajaran dengan kualitas yang kurang mendukung peserta didik untuk mampu mengerjakan dan berpikir secara kritis akan berdampak pada kurangnya disiplin peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan tujuan pembelajaran yang sudah disiapkan akan tidak berjalan maksimal atau tidak tercapai. Maka dari itu, pendidik menerapkan metode untuk mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berpikir secara kritis agar dalam proses pembelajaran dapat terarah. Metode yang digunakan adalah metode diskusi. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode diskusi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif,dalam artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan metode diskusi sebagai upaya dalam meningkatkan keaktifan peserts didik. Dengan menggunakan metode diskusi dapat memberikan informasi bagaimana proses dari tahap metode ini dan interaksi yang terjadi didalamnya. Sehingga para peserta didik mampu mengikuti proses pembelajaran dengan aktif seperti berani dalam bertanya dan mampu menjawab pertanyaan. Penggunaan metode diskusi digunakan untuk masalah keaktifan para peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA SD KELAS RENDAH Yolenta Varista Te'a; Viorentina Meo Soro; Maria Oktaviani Pio; Yosefani Una; Fransiskus. A Tini; Yakub Lere Kaka; Yosefina Uge Lawe; Yohanes Vianey Sayangan
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1534

Abstract

Abstrak Guru memiliki peran penting dalam membuat pelajaran di dalam kelas tidak membosankan. Peran guru tidakk hanya sebagai pemaparan informasi atau ilmu tetapi juga sebagai pemaparan informasi atau ilmu tetapi juga sebagai evaluator sehingga siswa dikelas banyak yang aktif dalam pembelajaran dan proes pembelajaran tidak cenderung pada guru.Guru juga harus sebagai mediator,fasilitator,dan insiator,untuk siswa dalam menangani keterbatasan sumber belajar. Pembelajaran IPA di sekolah lebih menekankan penguasaan kemampuan dasar kerja ilmiah atau keterampilan proses IPA, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Pembelajaran yang serba instan pada saat ini akan mempengaruhi disiplin belajar dan respon mereka selama pembelajaran semakin menurun. Siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif.Maka dari itu, guru harus dapat mengupayakan metode yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa agar dapat memahami pembelajaran dengan baik.Metode yang harus digunakan tersebut adalah Metode Demonstrasi. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metide demonstrsi guna meningkatkan keaktifan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif di mana data dikumpulkan melalui kajian literatur, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan menerapkan metode demonstrasi pada saat pembelajaran. Pemaparan metode demonstrasi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana htahap -tahap dalam metode ini dan interaksi yang terjadi didalamnya agar dapat memenuhi indikdtor keaktifan belajar berupa semangat mengikuti pembelajaran, berani bertanya, berani menjawab pertanyaan, dan berani mempresentasikan hasil belajar melalui interaksi yang ada.Penggunaan metode demonstrasi efektif digunakan sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dan mendukdung pencapaian tutjuan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji, guru hendaknya terus mengembangkan metode demonstrasi dalam kegiatan pembelajaran dan guru juga perlu meningkatkan kemampuan dalam menyajikan pembelajaran dengan menerapkan metode-metode yang inovatif agar siswa memiliki pengalaman baru dan termotivasi untukmengikuti pembelajaran terlebih khusus pada mata pelajaran IPA SD Kelas Rendah. Kata Kunci : Peran Guru, Keaktifan Belajar Siswa, Metode Demonstrasi. Abstract The teacher has an important role in making lessons in the class not boring. The role of the teacher is not only as a presentation of information or knowledge but also as a presentation of information or knowledge but also as an evaluator so that many students in the class are active in learning and the learning process does not tend to the teacher. The teacher must also act as a mediator, facilitator and initiator, for students in deal with limited learning resources. Science learning in schools places more emphasis on mastering basic scientific work skills or science process skills, so that learning is more meaningful. Instant learning at this time will affect learning discipline and their response during learning will decrease. Students become inactive and learning objectives cannot be achieved effectively. Therefore, teachers must be able to seek methods that can increase student learning activity so they can understand learning properly. The method that must be used is the Demonstration Method. This writing aims to determine the application of the demonstration method to increase student learning activity. The research method used is a descriptive qualitative research method in which data is collected through a literature review. This article aims to examine the teacher's role in increasing student learning activeness by applying the demonstration method during learning. The presentation of the demonstration method can provide an overview of how the stages in this method and the interactions that occur in it so that it can fulfill the indicators of learning activity in the form of enthusiasm for participating in learning, daring to ask questions, daring to answer questions, and daring to present learning outcomes through existing interactions. The use of the demonstration method effectively used as an alternative solution to increase the activeness of student learning and support the achievement of learning objectives. Based on the results of the research studied, teachers should continue to develop demonstration methods in learning activities and teachers also need to improve their abilities in presenting learning by applying innovative methods so that students have new experiences and are motivated to take part in learning, especially in science subjects in elementary low grades. Keyword’s : teacher’s role, student’s learning activities, demonstration method. Sejarah Artikel Diterima: ….. Direview: ….. Disetujui: ……. 7
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGIMPLEMENTASIKAN METODE TANYA JAWAB DI KELAS III Maria Julita Lulu; Chatarina Derici Menge; Adriana Wea Sopo; Fransiska Poang; Maria Iko; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1537

Abstract

Abstrak Dunia pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan, terlihat dari beragamnya metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Selain metode pembelajaran, media pembelajaran mengalami kemajuan seiring dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, kajian ini dilator belakangi oleh kelakuan siswa yang masih dianggap kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru, dikarenakan munculnya rasa bosan, dan rasa malas. Terkadang siswa juga cenderung merasa malu untuk bertanya kepada guru ketika terdapat permasalahan dalam proses pembelajaran. Kualitas pembelajaran yang serba instan akan mempengaruhi disiplin belajar, dan respon mereka selama pembelajaran, siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif. Maka dari itu guru mengupayakan metode yang meningkatkan prestasi belajar siswa agar siswa dapat memahami pembelajaran. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode tanya jawab dapat memberikan gambaran tentang bagaimana interaksi yang terjadi didalamnya dapat memenuhi indikator keaktifan belajar, berupa semangat mengikuti pembelajaran, berani bertanya, berani menjawab pertanyaan. Penggunaan metode Tanya jawab efektif dugunakan sebagai alternatif, solusi untuk masalah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS III SD Yovita Maria Pawe Pawe; Angela Mersi Yitu; Maria Yefilmat Ndana; Heribertus Agaptus Wea; Yosefina Uge Lawe; Maria Desidaria Noge
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1543

Abstract

ABSTRAK Di era perkembangan zaman dan kemajuan teknologi mempengaruhi kualitas belajar siswa cenderung menurun. Hal ini juga dapat mempengaruhi pembelajaran di kelas menjadi kurang efektif dan menyenangkan. Tujuan pembelajaran yang sudah di buat oleh guru tidak akan tercapai. Maka upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif dan menyenangkan guru memilih metode yang tepat dalam pembelajaran IPA kelas III SD. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dimana metode demonstrasi di kenal sebagai metode yang dapat melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran. Siswa dihadapkan langsung dengan masalah yang terjadi dan mendemonstrasikan permasalahan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, artikel ini bertujuan untuk mengkaji tentang cara meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang menyenangkan dengan menggunakan metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA dapat memberikan gambaran dan menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dimana siswa menjadi semangat dalam mendemonstrasikan permasalahan yang terjadi, berani bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami.
PENERAPAN METODE DEMOSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 3 SD DALAM PEMBELAJARAN IPA Maria Stefania Odje; Antonia Ripo Meo; Marselina Yolanda Bupu; Fransiska Saveriana Ndek; Yovita Awu Awu; Rifaldus Wogo; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1546

Abstract

Abstrak Kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran ipa membawa dampak pada guru. Penerapan metode yang digunakan guru harus sesuai dengan karakteristik siswa atau kondisi siswa agar sistem dalam pembelajaran dapat sejalan dan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Siswa menjadi tidak aktif dan tujuan pembelajaran belum bisa tercapai dengan efektif. Maka dari itu guru mengupayakan metode yang menigkatkan keaktifan siswa agar siswa dapat memahami pembelajaran. Metode tersebut adalah metode demonstrasi. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, jurnal ini bertujuan untuk mengkaji tentang penggunaan metode demonstrasi sebagai upaya untuk menigkatkan keaktifan siswa. Pemaplaran metode demonstrasi dapat memberikan gambaran tentang bagaimana tahap-tahap dalam metode ini dan interaksi yang terjadi didalamnya dapat memenuhi indikator keaktifan belajar berupa semangat mengikuti pembelajaran berani bertanya, berani menjawab pertanyaan, dan berani mempresentasikan hasil belajar siswa di depan kelas melalui interaksi yang ada. Penggunaan metode demonstrasi efektif digunakan sebagai alternatif, solusi untuk masalah, keaktifan siswa dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa untuk penerapan metode demonstrasi terdiri dari beberapa tahap yaitu 1). menyampaikan materi pembelajaran, 2).mengarahkan diskusi, 3). menjalankannya diskusi, 4). menutup diskusi.
PENGGUNAAN METODE DISKUSI UNTUK MENGAKTIFKAN SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Veronika Yuliana Beku; Nasarius Sensius Bate; Yosefa Kafasin Owa Owa; Maria Yunita Lajo; Algiana Yuliamat Rasapril Jaun; Yosefina Uge Lawe
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v2i1.1553

Abstract

Abstract The use of inappropriate learning methods can result in mathematics learning not being able to attract students' attention. This can cause students to be less active, low student learning outcomes and learning objectives cannot be achieved effectively. Therefore, as a teacher, you must be able to choose the right method that can increase student activity so that students can understand learning well. The method used is the discussion method. The purpose of this writing is to find out the application of the discussion method in learning elementary school mathematics. This article aims to analyze the use of the discussion method to increase the activity of 2nd grade elementary school students. The use of the discussion method can provide an overview of how the methods and interactions that occur can meet the indicators of active learning in the form of motivation and enthusiasm for participating in learning activities. The use of the discussion method is very well used for student activity problems and supports the achievement of learning objectives
PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MEMBANTU SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA WAE IA DALAM MEMAHAMI MATERI PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Maria Patrisia Wau; Maria Desidaria Noge; Ermelinda Yosefa Awe; Yosefina Uge Lawe; Efrida Ita; Falentina Kedhi; Ermelinda Mbagha; Daniela Densi Dhiku
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i1.1476

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberi bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar di desa Wae Ia pada masa pandemi covid 19 agar memperdalam pemahaman materi pembelajaran selain online learning. Metode pelaksanaan dilakukan di sekolah dan dilanjutkan dengan kegiatan kunjungan rumah dalam bentuk bimbingan belajar dan penugasan dengan waktu pelaksanaan dilakukan selama bulan September dan Oktober 2021 pada hari Senin-Jumad, pukul 08.00-11.00 wita. Lokasi kegiatan dilaksanakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan. Peserta kegiatan adalah siswa-siswa sekolah dasar sejumlah 10 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah dengan bimbingan belajar dapat meningkatkan tingkat pemahaman materi oleh siswa sekolah dasar.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA DAN IPA BERBASIS HIGHER ORDER THINGKING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SD DI KECAMATAN GOLEWA BARAT Yohanes Vianey Sayangan; Yosefina Uge Lawe; Dek Ngurah Laba Laksana; Melkior Wewe; Natalia Rosalina Rawa; Maria Yuliana Kua; Yohana Rasdiyanti
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.74

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi guru Matematika dan IPA SD Barat tentang cara menyusun dan mengembangkan soal berbasis Higher Order Thingking (HOT). Kegiatan pendampingan dilakukan di SDN Sobo, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada. Jumlah peserta yang terlibat adalah 22 guru SD yang berasal dari 11 SD se-Kecamatan Golewa Barat. Dalam kegiatan pengabdian ini, digunakan beberapa metode antara lain: pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilakukan dengan teknik ceramah, diskusi, dan tanya jawab mengenai penyusunan soal berbasis HOT. Sedangkan pendampingan dilakukan untuk memberikan keterampilan dalam mengembangkan soal berbasis HOT dan mengubah soal soal yang biasa menjadi soal HOT. Hasil kegiatan pendampingan adalah pemahaman guru dalam mengembangkan soal berbasis HOT mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari produk soal-soal berbasis HOT yang telah disusun oleh guru
Co-Authors Adong, Yordanius Adriana Wea Sopo Agustin Palmarista Bela Agustina Mogi Alensiana Ayuti Ratna Ndasi Alexandra itu Algiana Yuliamat Rasapril Jaun Algiana Yuliamat Rasapril Jaun Alvensiana Ayuti Ratna Ndasi Alwisia Meo Ana Fortunata Longa Anastasia Range Andi Nafsia Angela Mersi Yitu Angeliani Permata Liu Antonia Jelaha Antonia Ripo Meo Aprilia Io Arnoldus Yansen Watu Awe, Ermelinda Yosefa Baka, Maria Yasinta Bali, Yohanes Fromantius Bate, Nasarius Sensius Bebhe, Agustina Beka, Dionisia Beku, Veronika Yuliana Bela, Agustin Palmarista Benyamin Nanga Bergita Raga Beru, Martha Yuliani Bhaya, Maria Imakulata Prihartini Bhena, Maria Melania Oktaviana Bhoki, Emirensiana Bhoko, Vinsensia Bolo, Maria Oliva Bozu, Monika Brigita Siwu Ceme, Margareta Chatarina Chatarina Derici Menge Christina Ngadha Cristina Marlinda Deme Daniela Densi Dhiku Deghe, Marselinus Dek Ngurah Laba Laksana Dek Ngurah Laba Laksana Deme, Cristina Marlinda Desidaria Noge, Maria Dhema, Ludgardis Noe Dhema, Yuliana Dhera, Maria Magdalena Dhey, Kristanti Afriliana Dhiu , Maria Anjelina Dhiu, Ludgardis Maria Dhiu, Lusia Florida Dhiu, Maria Isabela Dhoka, Fransiska Angelina Dimas Qondias Dopo, Trivonia Dua, Tarsisius Donbosko Dugo Towary, Maria Y. Deu Dungan , Kristiani Edelbertus Wede Efrida Ita Elisabeth Tantiana Ngura Elisantinia Endu Emiliana Wae Endu, ElisantiNia Endu, Santi Ermelinda Mbagha Ernesta Menge ESTIANA NESI Falentina Kedhi Ferdinandus Bate Dopo Ferdinandus, Maria Suzana Feto, Wilhelmus Fono Fole, Fransisika Fransisika Fono Fole Fransiska Angelina Dhoka Fransiska Poang Fransiska Saveriana Ndek Fransiskus Tonda Fransiskus Xaverius Dolo Fransiskus. A Tini Gensiana Mawa Gheme, Selviana Harti, Maria Dolfina Hendriana Audogsia Mawa Hendriana Audogsia Mawa Heribertus Agaptus Wea Ida Bagus Putu Arnyana Inda, Fransiska Kabrini Inggo, Maria Srimaya Io, Aprilia Irmina Marince Itu itu, Alexandra Itu, Irmina Marince Itu, Maria Alexandra Jaun, Algiana Yuliamat Rasapril Jelaha, Antonia Kae, Ester Rosadalima Kaka, Philipus Wungo Kaka, Yakub Lere Karolus Dhena Karunia, Yustina Kata, Fransiska Klara Pare Klau, Angelina Eno Koe, Magdalena Kristanti Afriliana Dhey Kristina Kedhi Kua, Maria Yuliana Laba Laksana, Dek Ngurah Laba Laksana, Dr. Dek Ngurah Lajo, Maria Yunita Laksana, Dek Ngurah Laba Lalo, Libertus ledu, Maria Goreti Gowa Libertus Lalo Linung, Flaviana Lobo, Yanuarius Sebastianus Loda, Theresia Lodo, Noni Stephana A Longa, Viviana Meo Lopa, Sebastiana Beo Lulu, Maria Julita Luna, Yohana Yosefa Luxcya Martir Wona Manggus, Meliana Yosefa Mara Oktaviani Pio Maria Angela Marici Tanggo Maria Bate Maria Dela Yona Maria Desidaria Noge Maria Desidaria Noge Maria Desideria Noge Maria Goreti Gowa Ledu Maria Iko Maria Ines Pare Maria Isabela Dhiu Maria Julita Lulu Maria Lidwina Teku To Maria Oktaviani Pio Maria Patrisia Wau Maria Patrisia Wau MARIA PATRISIA WAU Maria Stefania Odje Maria Stefania Weo Maria Y. Deu Dugo Towary Maria Yasinta Ytu Maria Yefilmat Ndana Maria Yunita Lajo Maria Yunsiana Ninu Mario Antonius Basan Marselina Dua Marselina Pau Marselina Yolanda Bupu Marselinus Deghe Marsianus Aristo Tangi Martina Simplisia Baghe Martir , Luxcya Mawa, Hendriana Audogsia Mego, Maria Yasinta Meka, Marsianus Melkior Wewe Melkior Wewe Meme, Yosefina Owa Menge, Catharina Derici Meo, Alwisia Meo, Antonia Ripo Meo, Katarina Miding, Maria Kristianti MOGI, AGUSTINA Mogi, Theresia Moi, Maria Alfiana Moi, Maria Aquinda Monika Bozu Mude, Alfridus Mugi, Ermelinda Nanga, Benyamin Nari Sae, Floranida Naru, Deiflora Meo Nasarius Sensius Bate Natalia Rosalina Rawa Natalia Rosalina Rawa Ndana, Maria Yefilmat Ndasi, Alensiana Ayuti Ratna Ndek, Fransiska Saveriana Ndoang, Tanti Irwanti Ndola, Maria Roliastri Y Ndoya, Maria Karmelita NESI, ESTIANA Ngadha, Christina Ngeo, Matilde Ngurah Mahendra Dinatha Ninu, Maria Yunsiana Noni Stephana Ariany Lodo Nono , Ulrikus Nono, Ulrikus Nurwijayanti Nuwa, Aprilia Ayuni Io Odje, Maria Stefania Owa, Yosefa Kafasin Owa, Yosefa Kafasin Owa Paba, Maria Skolastika Pae, Yolenta Ule Pare, Klara Pare, Maria Ines Pase, Yohana Pau, Marselina Paula Maria Bhoko Pawe, Yovita Maria Pawe Pelipus Wungo Kaka Pio, Maria Oktaviani Poang, Fransika Prisko Yanuarius Djawaria Pare Putu Budi Adnyana Qondias , Dimas Raga, Maria Yosefina Resi, Marselina Rewang, Maria R. Jein Rewo, Josep Marsianus Ria, Fransiskus Xaverius Rifaldus Wogo Ripo, Frumensia Rolince Menge Ruba, Yunita Rufina Sae, Floranida Nari Santi Endu Sego, M. Ignasia S. Selo, Maria Kristina Sito, Maria Anisiata Siwu, Brigita Sopo, Adriana Wea Soro, Viorentina Meo Suparmi, Ni Wayan Susik, Dolina Saltilitas Ta'i, Yasinta Tai, Yasinta Tanggo, Maria Angela Marici Tanggu, Ariance Te'a, Yolenta Varista Teku, Maria Selviana Tensa, Kristina Petra Theresia Yasintha Mau Ti'a, Edeltrudis Tini, Fransiskus Aloysius Tini, Fransiskus. A Tua, Maria Esterina Una, Yosefani Una, Yosefania Uta, Alexander Veronika Yuliana Beku Vinsensia Bhoko Vinsensius Meo Azi Viorentina Meo Soro Viviana Meo Longa Wa'e, Emiliana Wae, Emiliana Watu, Arnoldus Yansen Watu, Maria Fransiska Wau, Maria Patrisia Wea, Heribertus Agapitus Wea, Heribertus Agaptus Wea, Raymunda Yosefina Wea, Rosadalima Wede, Edelbertus Wele, Maria Ancelina Weo, Maria Stefania Wero, Lidwina Wewe, Melkior Wilibaldus Bhoke Wona, Luxcya Martir Wona, Maria Hilda Wungo Kaka, Pelipus Wunu, Mathilde Dhiu Yakub Lere Kaka Yanuarius Sebastianus Lobo Yitu, Angela Mersi Yohana Rasdiyanti Yohanes Mite Oli Yohanes Vianey Sayangan Yolenta Varista Te'a Yordanius Adong Yosefa Kafasin Owa Owa Yosefani Una Yovita Awu Yovita Awu Awu Yovita Maria Pawe Yovita Maria Pawe Pawe Ytu, Maria Yasinta Yudit Menge Yuliana Dhema Yuliana Soli Zembang, Anastasia Z