Articles
MANAJEMEN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI RUMPUT LAUT
Hermalena, Leffy;
Melinda Noer;
Novizar Nazir;
Rika Ampuh Hadiguna
JURNAL REKAYASA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37037/jrftsp.v12i2.172
Rantai pasok agroindustri memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan rantai pasok lainnya. Pertanian rumput laut berkembang cepat terutama pada industri makanan yang menjadi pemimpin pasar produk rumput laut bernilai tinggi. Rantai pasok rumput laut menghadapi masalah yang kompleks, seperti ketidakstabilan ketersediaan rumput laut yang menyebabkan ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Kualitas yang buruk dapat berdampak negatif pada penurunan kepuasan pelanggan jangka panjang. Fluktuasi harga rumput laut juga sangat mempengaruhi profitabilitas yang mengakibatkan hilangnya keuntungan. Keberlanjutan rumput laut untuk kebutuhan masa depan menekankan pentingnya manajemen rantai pasok yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengetahuan tentang manajemen rantai pasok mencakup konsep, metodologi dan objek penelitian. Metode penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah supply chain management belum menjangkau pengembangan kawasan sentra produksi produk turunan untuk memenuhi ketersediaan bahan baku secara keberlanjutan. Kesimpulannya supply chain management pada agroindustri rumput laut akan berpengaruh kepada pengembangan kawasan sentra produksi, peningkatan kemampuan sumber daya pelaku rantai pasok agroindustri rumput laut, dan ketersediaan bahan baku berupa produk turunan secara berkelanjutan. Kata kunci: agroindustri, rumput laut, supply chain management
Supply Chain Management Agroindustri : Sebuah Literature Review
Deperiky, Dedet;
Santosa, Santosa;
Hadiguna, Rika Ampuh;
Nofialdi, Nofialdi
INVENTORY: Industrial Vocational E-Journal On Agroindustry Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/inventory.v1i1.17
Agroindustry needs further attention from the relationship between supply chain actors to improve efficiency in terms of partnerships and the application of modern technology today. Supply chain management in agroindustry emphasizes a management approach to a network of facilities and distribution channels that includes procurement of materials, production, and delivery of agroindustry products to end consumers. The research methodology used is the Systematic Literature Review (SLR) method, which is the literature review method that identifies, evaluates, and interprets all findings on a research topic, to answer research questions. The results of the study imply that in order to manage the agroindustry supply chain the entire supply chain structure must be well understood by focusing more on the quality of external relations with supply chain actors and who focus actor on partnership, trust and sustainability in conducting agroindustry supply chain activities. Agroindustry managers must investigate why they must manage, what must be managed and how to manage agroindustry supply chains. To explore the agroindustry supply chain that a manager must integrated the system, examine the nature, linkages and dependencies between business operations in the agroindustry supply chain. Suggestions from researchers that this four-step approach to meeting sustainability must be implemented in the agroindustry supply chain, and optimalized or later all organizations will adopt the SCM concept in achieving competitive advantage.
Transformasi Benih: Optimalisasi Peran Penangkar benih untuk Pembangunan Nagari Berkelanjutan di Sumatera Barat
Masruri, Masruri;
Hadiguna, Rika Ampuh;
Suliansyah, Irfan;
Henmaidi, Henmaidi
JURNAL TERAPAN PEMERINTAHAN MINANGKABAU Vol 4 No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sumatera Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33701/jtpm.v4i1.4224
In the realm of agricultural development, the governance of seed production plays a crucial role in ensuring food security and sustainable rural development. This study delves into the characteristics and challenges encountered by seed breeders in West Sumatra, Indonesia, as they endeavor to improve seed governance for village development. Through a qualitative research approach, insights were gleaned from 25 seed-breeding farmer groups, shedding light on the intricate dynamics of seed production at the grassroots level. The backdrop of this research is framed against the backdrop of global concerns regarding food security and the pivotal role played by local communities in addressing these challenges. West Sumatra, with its rich agricultural heritage and vibrant farming communities, serves as an ideal setting to explore the complexities of seed governance in the context of village development. The findings of this study illuminate the nuanced challenges faced by seed breeders, ranging from financial constraints to resource limitations and pricing pressures. Moreover, it underscores the importance of collaborative efforts involving companies, farmers, and government agencies in devising sustainable solutions to enhance seed governance. By addressing these challenges, not only can the resilience of local farming communities be strengthened, but it also contributes to broader goals of sustainable rural development and food security. This research serves as a timely contribution to the discourse on agricultural governance and underscores the need for concerted efforts at the stakeholder level to achieve tangible progress in village development.
Penerapan Standar Bangunan Tahan Gempa Dalam Detailed Engineering Design Di Sumatera Barat
Prihantony, Des Indri;
Afrizal, Afrizal;
Hadiguna, Rika Ampuh;
Ophiyandri, Taufika
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 16 No. 3 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/jrs.16.3.166-177.2020
Penerapan standar bangunan tahan gempa menjadi faktor penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di daerah rawan gempa seperti Sumatera Barat. Penerapan tersebut tidak hanya pada saat konstruksi saja tapi juga sudah harus dimulai sejak tahap perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perencanaan teknis bangunan di Sumatera Barat mematuhi standar bangunan tahan gempa yang ditetapkan oleh pemerintah. Metode yang dipergunakan adalah dengan melakukan penghitungan ulang beberapa dokumen perencanaan bangunan publik yang dibuat dalam 10 tahun terakhir dan membandingkannya dengan standar Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat pemenuhan standar perencanaan bangunan tahan gempa di Sumatera Barat hanya berada di kisaran angka 40,54 sampai 62,16 persen saja. Meskipun secara umum perencanaan-perencanaan tersebut telah memenuhi standar jarak dan diameter sengkang, namun panjang tekukan, panjang penyaluran pembesian, luas tulangan tekan minimum dan luas tulangan tarik minimum tidak terpenuhi. Hal ini sekaligus dapat mengindikasikan bahwa pengalaman gempa besar Padang tahun 2009 yang diikuti oleh kampanye pemerintah tentang bangunan ramah gempa tidak memberikan pengaruh yang signifikan bagi penerapan standar bangunan tahan gempa dalam perencanaan teknis bangunan gedung di Sumatera Barat.
Balanced Scorecard dan Pengukuran Kinerja Pemerintahan Daerah: Tinjauan Sistematis terhadap Implementasi dan Isu Penelitian
Satria, Trinda Farhan;
Hadiguna, Rika Ampuh;
Henmaidi;
Arief, Ikhwan
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 24 No. 1 (2024): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36275/j611ac61
Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji secara kritis penerapan Balanced Scorecard (BSC) dalam pengukuran kinerja pemerintah daerah. Di tengah meningkatnya pengawasan terhadap efisiensi sektor publik, tinjauan ini menyintesis literatur terkini untuk menilai adaptasi, hasil, tantangan, dan manfaat penerapan BSC dalam pemerintahan daerah. Berdasarkan kumpulan data 1.891 studi, yang sebagian besar bersumber dari Scopus dan Web of Science milik Clarivate, tinjauan ini menggunakan metodologi kuantitatif dan kualitatif, termasuk analisis tematik dan eksplorasi tren. Temuan utama mengungkapkan peningkatan fokus akademis pada BSC, pendekatan metodologis yang beragam mulai dari studi kasus hingga analisis empiris, dan wawasan tematik dalam pelaksanaan praktis BSC. Tinjauan ini menyoroti kemampuan beradaptasi dan efektivitas BSC dalam berbagai konteks pemerintah daerah, sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam implementasi dan kontekstualisasi. Secara teoritis, hal ini berkontribusi terhadap literatur pengukuran kinerja dengan memberikan gambaran komprehensif tentang penerapan BSC di sektor publik. Secara praktis, laporan ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan administrator dalam mengoptimalkan strategi pengukuran kinerja. Studi ini menggarisbawahi pentingnya BSC dalam meningkatkan pengukuran kinerja pemerintah daerah dan memberikan arahan untuk penelitian di masa depan, dengan menekankan perlunya studi longitudinal dan integrasi teknologi.
Implementasi Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan pada Pembelian Bahan Olahan Karet dari Pemasok
Luthvina, Ridha;
Hadiguna, Rika Ampuh;
Jonrinaldi, Jonrinaldi
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 3 No 1 (2019): Tapis : Jurnal Penelitin Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32332/tapis.v3i1.1469
The need for high-quality crumb rubber in West Sumatra tends to increase. However, the amount and quality of rubber from suppliers belong to weak caused by the bad monitoring systems, the supply cannot be met properly, and there is a lot of shrinkage in rubbers purchased by the company. Therefore this research was carried by implementing the Decision Support System (DSS) which was expected to help facilitate supplier data searches and evaluate the supplier's performance. The first stage in this research was designing DSS included the use of Unified Modeling Language (UML) diagram and database design. Next, built an applicable software using Personal Home Page (PHP), My Structured Query Language (MySQL), and Apache. An advantage of DSS designed was to accommodate differences and changes in rubber supplier assessment criteria according to the consideration of each crumb rubber industry in West Sumatra. There were 3 of 11 main crumb rubber criteria assessed. The results of these 3 criteria were obtained highest weight, namely Dryness (0.18), cleanliness (0.15), and consistency of quality (0.10). While the previous performance obtained the lowest weight (0.05). This meant that the criteria of dryness, cleanliness, and consistency of quality, will be the main considerations for companies in ranking and evaluating suppliers who work with companies.
MANAJEMEN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI BAWANG MERAH DI NAGARI ALAHAN PANJANG: PROFIL DAN IDENTIFIKASI MASALAH
Deperiky, Dedet;
Santosa, Santosa;
Hadiguna, Rika ampuh;
Nofialdi, Nofialdi
Jurnal Daya Saing Vol. 7 No. 1 (2021): Kinerja Ekonomi, Perilaku Keuangan, dan Penguatan UMKM di Era Transformasi Digi
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/dayasaing.v7i1.626
Makalah ini dilakukan untuk mengkaji profil dan permasalahan rantai pasok agroindustri bawang merah di Nagari Alahan Panjang Kabupaten Solok. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara, ceramah, FGD dan pendampingan penyuluh pertanian dalam konsep rantai pasok. Kerangka kerja tersebut menyarankan bahwa profil dan praktik masalah dalam sistem manajemen rantai pasokan dicirikan oleh tiga faktor berbeda: (1) organisasi rantai pasokan, (2) struktur rantai pasokan (3) manajemen kepercayaan, yang memungkinkan pelaku rantai pasokan untuk secara efektif mencocokkan pasokan dengan pengiriman barang tepat waktu. Pertanyaan pentingnya adalah apakah praktik kolaboratif mengarah pada kinerja operasional yang lebih baik atau tidak. Sebuah studi review digunakan untuk menilai hubungan antara praktek kolaboratif dan kinerja operasional. Hasil tinjauan menunjukkan dampak positif yang signifikan dari faktor kunci praktik kolaboratif pada organisasi rantai pasokan, (2) struktur rantai pasokan, dan (3) kepercayaan manajemen. Temuan menunjukkan berbagi informasi, sinkronisasi keputusan, dan menyelaraskan insentif merupakan penentu penting kinerja operasional. Studi ini menunjukkan bahwa anggota rantai pasokan perlu memahami peran dan model faktor kunci sukses dari praktik kolaboratif yang dapat dirancang ulang untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan.
MODEL MIXED INTEGER LINIER PROGRAMMING UNTUK PERENCANAAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA PEKANBARU
Tanjung, Lailatul Syifa;
Hadiguna, Rika Ampuh;
B.A, Alexie Herryandie
Jurnal Daya Saing Vol. 7 No. 3 (2021): Dinamika Kinerja, Keuangan, dan Perilaku Konsumen pada Berbagai Sektor Bisnis d
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35446/dayasaing.v7i3.713
Masalah sampah merupakan masalah yang sangat memprihatinkan di suatu daerah. Hal ini dikarenakan sampah merupakan salah satu indikator yang dapat memberikan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan sekitar jika tidak ditangani dengan baik. Model alokasi lokasi merupakan model yang dapat digunakan untuk menentukan suatu fasilitas guna meminimalkan biaya distribusi. Jika dikaitkan dengan permasalahan sampah, maka model alokasi lokasi dapat digunakan untuk menentukan lokasi dan jumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang optimal sehingga dapat meminimalkan biaya pengangkutan sampah. Pada penelitian ini dirancang model alokasi lokasi pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru dengan tujuan untuk menekan biaya pengangkutan sampah dengan mempertimbangkan parameter biaya pembukaan TPS dan keputusan pembukaannya. Penentuan nilai optimal dari setiap tujuan ditentukan oleh pengambil keputusan sehingga diselesaikan dengan menggunakan pendekatan Mixed Integer Linear Programming. Berdasarkan hasil penelitian telah diperoleh model alokasi lokasi dengan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dengan output model berupa pembukaan TPS baru dengan biaya pengangkutan sampah yang minimum. Pencarian solusi atau keluaran model dibantu oleh Software Lingo 18.0. Model yang dirancang dapat menjelaskan perubahan output jika terjadi perubahan parameter yang meliputi jumlah sumber sampah, biaya transportasi dan biaya tetap pembukaan TPS. Model tersebut dapat diimplementasikan dalam perencanaan pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru dengan menggunakan data yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Model Penilaian Pemasok Bahan Olah Karet (Bokar)
Ridha Luthvina;
Rika Ampuh Hadiguna;
Jonrinaldi Jonrinaldi
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 18 No. 2 (2019): Published October 2019
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/josi.v18.n2.p186-198.2019
Crumb rubber industry only depends on one main raw material that is called Bahan Olah Karet (Bokar). Based on the observation of several crumb rubber factories in West Sumatera, the company still uses an unsystematic way of choosing the suppliers of bokar. The weakening of the supplier’s supervision system causes bokar that received by the company, in terms of quality and quantity are not met properly. The way to solve these issues is to develop a fuzzy model for supplier assessment of bokar. The first step is the identification of criteria using FDM. Then developing a mathematical model. This research has been successfully developed a mathematical model where FAHP is used to determine the weight of supplier assessment criteria, combined with signed distance at the defuzzification stage. While FTOPSIS is used to obtain suppliers ranking. Through the survey using FDM, we obtain 6 main criteria and 18 subcriteria which relevant to the conditions of the crumb rubber industry in West Sumatera.
Model Kebijakan Perkebunan Nilam di Pasaman Barat dengan Pendekatan Sistem Dinamis
Dina Rahmayanti;
Rika Ampuh Hadiguna Hadiguna;
Santosa Santosa;
Novizar Nazir
Jurnal Optimasi Sistem Industri Vol. 18 No. 1 (2019): Published April 2019
Publisher : The Industrial Engineering Department of Engineering Faculty at Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (944.934 KB)
|
DOI: 10.25077/josi.v18.n1.p65-74.2019
This study aims to design a model by providing several policy alternatives that are useful to assist the government in determining appropriate policies in increasing patchouli oil production from the supply aspect. The supply to be studied is patchouli plantations. The plantation is one of the important aspects affecting patchouli oil production. The choice of alternatives is based on testing alternative policies on a computerized model. Patchouli plantation models are made in line with real systems using system dynamics. From the results of the study, there are several policy alternatives that can be taken by the government, policies related to land expansion and conversion, policies related to increasing agricultural production, policies related to human resource improvement, policies related to agricultural equipment assistance and policies related to the use of superior seeds in plantations.