p-Index From 2021 - 2026
4.865
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Komunikasi Pembangunan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Forum Pasca Sarjana International Journal of Science and Engineering (IJSE) Jurnal Ilmu Komunikasi KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Regional and City Planning Jurnal Tataloka Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Neo Societal Jurnal Penelitian Karet ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Journal of Regional and Rural Development Planning Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Forest and Society Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI Jurnal Pendidikan dan Konseling Agro Bali: Agricultural Journal Jurnal Sosiologi Dialektika Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Jurnal Kependudukan Indonesia Jurnal Ekonomi Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Society
Claim Missing Document
Check
Articles

SUSTAINABLE STRATEGY FOR THE POTENTIAL OF KELAPAN MARINE TOURISM THROUGH THE DEVELOPMENT OF COMPONENT 4A IN BANGKA SELATAN DISTRICT Falih Nasrullah; M. Parulian Hutagaol; Lala M. Kolopaking
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jieb.v20i1.13541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen 4A dan strategi pengembangan komponen 4A yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Fasilitas Penunjang pada wisata bahari Pulau Kelapan. Pulau Kelapan memiliki banyak obyek wisata bahari yang potensial dan Pulau Kelapan merupakan bagian dari Kawasan Super Prioritas Pariwisata Andalan di Provinsi Bangka Belitung. Namun, potensi wisata bahari di Pulau Kelapan belum dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kondisi komponen obyek wisata bahari memiliki banyak kendala, seperti keterbatasan prasarana, kurangnya promosi, sarana dan prasarana penunjang masih sangat terbatas. Akibatnya, sektor pariwisata belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan fakta dan secara nyata, melalui teknik pengumpulan data wawancara observasi dan dokumentasi informan penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata bahari di Pulau Kelapan belum optimal, masih banyak yang perlu dikembangkan pada masing-masing komponen tersebut.
Strategy for Increasing Village Owned Enterprises Performance in Kebumen Regency Nanang Annas Furkoni; Lukman M. Baga; Lala M. Kolopaking
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 11 No 01 (2023): Jurnal Managemen Agribisnis
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2023.v11.i01.p14

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) merupakan salah satu alat yang digunakan oleh desa untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan desa. Ketika BUM Desa berperforma baik diharapkan masyarakat dan desa terkena efeknya yaitu menjadi sejahtera dan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang dapat digunakan oleh BUM Desa di Kabupaten Kebumen untuk meningkatkan performanya. Perumusan strategi dilakukan dengan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal BUM Desa, kemudian dengan menggunakan matriks SWOT dan digambarkan melalui arsitektur strategi. Hasil penelitian menggambarkan alternatif strategi yang dapat dilakukan BUM Desa agar performanya semakin meningkat misalnya penambahan layanan BUM Desa dan kerja sama dengan pihak lain, pembuatan sistem informasi terpadu, pengembangan kapasitas dan kompetensi pegawai BUM Desa, serta pencadangan sisa laba bersih.
URBANISASI DI KOTA BALIKPAPAN: FORMASI SOSIAL KELUARGA PENDATANG MISKIN DI KOTA BALIKPAPAN A. Nurul Mutmainnah; Lala M Kolopaking; Ekawati Sri Wahyuni
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 14 No 1 (2015): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v14i1.45

Abstract

Abstract This aims of study to explain urbanization in Balikpapan  and poverty faced by poor migrant families through social processes and social formations that they experienced. The research method used is the method mix or combination of qualitative and quantitative methods. This study also uses primary data through surveys, in-depth interviews, field diaries and secondary data by dokumentation and articles related to the research. Urbanization in Balikpapan is inseparable by entry of poor families from various regions in Indonesia. Ethnic solidarity apparently affected relations of production, in which poor families are bound migrants in ethnic groups and used as cheap labor in production activities. Modes of subsistence and commercial production of social formation forming families of poor immigrants. Lack of capital and the role of market mechanisms in production activities make poor migrant families are in position of the working class with low incomes and experiencing poverty. Keywords: family poor immigrant, social process, social formation, modes of production,  production relationsAbstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan urbanisasi di kota Balikpapan dan kemiskinan yang dihadapi keluarga pendatang miskin melalui proses sosial dan formasi sosial yang mereka alami. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data primer  melalui wawancara mendalam dan catatan harian lapangan. Data sekunder yang digunakan adalah dokumentasi dan artikel yang berkaitan dengan penelitian untuk menjelaskan urbanisasi di kota Balikpapan. Urbanisasi di kota Balikpapan tidak terlepas dari masuknya keluarga miskin dari berbagai wilayah di Indonesia yang ingin mencari kerja. Solidaritas dan kerjasama sesama etnis merupakan salah satu bentuk proses sosial yang dialami keluarga pendatang miskin. Moda produksi subsisten dan komersil menjadi pembentuk formasi sosial keluarga pendatang miskin. Kurangnya modal dan peran mekanisme pasar dalam kegiatan produksi membuat keluarga pendatang miskin berada dalam posisi kelas pekerja dengan pendapatan rendah dan mengalami kemiskinan. Kata kunci: keluarga pendatang miskin, proses sosial, formasi sosial, moda produksi   
Multilevel Governance dalam Penguatan Peluang Kerja dan Usaha di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Stera Triastuty; Lala Kolopaking; Djuara Lubis
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 11 No. 3 (2023): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/11202347517

Abstract

The progress of development and tourism in East Lombok Regency results in a need for labour and demands the mindset of society to be able to keep up with changes. Institutions of local communities such as pesantren (Islamic boarding school) and non-formal educational institutions provide services to the community for increasing competence. The community encourages the society to play a role in filling job and business opportunities and maintaining local wisdom. Community activities attract other actors from various levels, both government and private, to offer collaboration as an instrument to achieve goals. The community’s expectation of collaboration is synergizing, not delegating bureaucratic affairs. This approach offers an inclusive and participatory relationship within the Multilevel Governance (MLG). This study uses a qualitative approach with a constructivism paradigm. Data collections was carried by observation, interview, and documentation. The aim of the research is to see how the community's expectations of the MLG approach are in strengthening job and business opportunities and how the community's SOAR strategy analysis maintains the sustainability. The results of the study show that the awareness of the actors in carrying out their roles and authorities creates a conducive environment for the community to be independent. The strategy SOAR analysis is in the OA quadrant, advantage of opportunities to achieve expectations by developing partnerships that create participatory dialogue to strengthen accessibility and support local potential
Livelihood Diversity of Rural Communities Without Legal Access to Forest Resources: The Case of Kerinci Seblat National Park in Bengkulu Province Widiono, Septri; Wahyuni, Ekawati Sri; Kolopaking, Lala M.; Satria, Arif
Forest and Society Vol. 8 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/fs.v8i1.30947

Abstract

Kerinci Seblat National Park in Bengkulu, Indonesia, was gazetted by the Indonesian government, and its overlaps with forests occupied by most indigenous communities made their farming activities in the area illegal. People were prohibited from accessing and expanding their farming areas in the national park, threatening their livelihoods. The livelihood diversity index (LDI) and livelihood asset index (LAI) were used to explore the livelihood systems of these communities. This study also examines the effect of livelihood assets on livelihood diversity and analyzes livelihood strategy choices using Giddens’ structuration theory. A quantitative survey combined with in-depth interviews was conducted in two villages with different land types: wetlands (rice fields) and drylands (farmlands). This study found that the communities diversified their livelihoods into eight types of livelihood strategies. Almost all livelihood indicators were different, and the differences in livelihood asset indicators affected the LDI. As a process of structuration, communities have diversified their livelihoods into farm (e.g., annual and perennial crops), off-farm (e.g., farm wages), and non-farm (e.g., services and government transfer) activities. Rural households have modified their social and physical structures to secure their livelihoods by optimizing agricultural intensification technologies or by seeking non-agricultural income. Households decide whether to specialize or diversify their livelihoods based on factors such as the area of cultivated land, number of crops cultivated, distance of the farming location from the house, total household income, non-farm income, and reciprocal relationships.
EWIRAUSAHAAN SOSIAL DAN TARAF HIDUP MASYARAKAT TUNAGRAHITA (Kajian di “Kampung Idiot” Desa Karangpatihan, Jawa Timur) Nurfiani, Sari; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kapasitas lembaga  kewirausahaan sosial lokal dengan taraf hidup masyarakat tunagrahita di Desa Karangpatihan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif yang melibatkan responden warga tunagrahita. Rumah Harapan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga tunagrahita dengan usaha keset kain perca (73,3%) meskipun indeks taraf hidup mereka paling rendah di masyarakat. Temuan ini didukung uji kuantitatif yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara kapasitas lembaga Rumah Harapan dan taraf hidup warga tunagrahita. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor internal dan eksternal yang mendorong Rumah Harapan. Sehingga penting untuk menemukan sosok wirausahawan sosial karena pendekatan komunitas tidak akan berhasil. Persoalan sosial tidak hanya bisa diselesaikan dengan memberi ‘bantuan’ tetapi  memberikan kompetensi atau kemampuan melalui pendekatan komunitas.Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, lembaga, kesejahteraan masyarakat======ABSTRACTThis research aimed to analyze the correlation between the capacity of social entrepreneurship institutions with the living standard of mental-retardation people in Karangpatihan Village. The method used a quantitative method and supported by qualitative data that involved mental-retardation people as respondent. Rumah Harapan was able to improve the economic and social welfare of the mental-retardation people through rags doormat business (73.3%). These research found were supported by a quantitative test that indicates a significant correlation between the capacity of Rumah Harapan and the standards of living of mental-retardation people. This condition was inseparable from the existence of internal and external factors that encouraged Rumah Harapan. It is necessary to figure the social entrepreneur. Without an entrepreneurial-minded individual, the community approach did not work. In addition, social problems could not only be complemented by providing 'ministration' but also driving competencies or capabilities through a community approach.Keyword : community empowerment, community welfare,  institution
Kewirausahaan Sosial dan Taraf Hidup Masyarakat Tunagrahita Nurfiani, Sari; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

This research aimed to analyze the correlation between the capacity of social entrepreneurship institutions with the living standard of mental-retardation people in Karangpatihan Village. The method used a quantitative method and supported by qualitative data that involved mental-retardation people as respondent. Rumah Harapan was able to improve the economic and social welfare of the mental-retardation people through rags doormat business (73.3%). These research found were supported by a quantitative test that indicates a significant correlation between the capacity of Rumah Harapan and the standards of living of mental-retardation people. This condition was inseparable from the existence of internal and external factors that encouraged Rumah Harapan. It is necessary to figure the social entrepreneur. Without an entrepreneurial-minded individual, the community approach did not work. In addition, social problems could not only be complemented by providing 'ministration' but also driving competencies or capabilities through a community approach.Keywords: community empowerment, community welfare, institution ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kapasitas lembaga  kewirausahaan sosial lokal dengan taraf hidup masyarakat tunagrahita di Desa Karangpatihan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif yang melibatkan responden warga tunagrahita. Rumah Harapan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga tunagrahita dengan usaha keset kain perca (73,3%) meskipun indeks taraf hidup mereka paling rendah di masyarakat. Temuan ini didukung uji kuantitatif yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara kapasitas lembaga Rumah Harapan dan taraf hidup warga tunagrahita. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor internal dan eksternal yang mendorong Rumah Harapan. Sehingga penting untuk menemukan sosok wirausahawan sosial karena pendekatan komunitas tidak akan berhasil. Persoalan sosial tidak hanya bisa diselesaikan dengan memberi ‘bantuan’ tetapi  memberikan kompetensi atau kemampuan melalui pendekatan komunitas.Kata Kunci:  kesejahteraan masyarakat, lembaga, pemberdayaan masyarakat
PENGEMBANGAN LEMBAGA UNIT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN BAHAN OLAH KARET DI SUMATRA SELATAN Alamsyah, Aprizal J; M. KOLOPAKING, Lala; P. LUBIS, Djuara
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 41, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v41i2.883

Abstract

Keberadaan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan olah karet rakyat (UPPB) di wilayah sentra produksi karet rakyat akan sangat mendukung peningkatan mutu bahan olah karet rakyat (bokar) di tingkat petani dan memberikan posisi tawar harga yang tinggi kepada petani. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi respons petani karet terhadap empat komponen lembaga (sistem norma, personel, peralatan fisik, dan kelakuan berpola), mengetahui komponen kelembagaan yang memengaruhi pelembagaan sistem norma UPPB, dan menganalisis dinamika kelembagaan terkait perkembangan UPPB di kalangan petani karet. Kajian ini menggunakan paradigma konstruktivisme untuk mengungkap realitas sosial masyarakat yang diteliti. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kegiatan UPPB, wawancara mendalam dengan petani karet rakyat dan para stakeholder dengan cara purposive sampling, diskusi terfokus, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data kualitatif, triangulasi, dan analisis induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa petani karet tidak memberikan respons positif terhadap keberadaan UPPB, komponen personel lebih berpengaruh terhadap respons pelembagaan, dan pengembangan UPPB mengalami kegagalan. Pengembangan UPPB membutuhkan komitmen para pihak untuk menjamin peningkatan kapasitas sumber daya petani karet dan stabilitas bagian harga tinggi yang diterima UPPB melalui kolaborasi pemangku kepentingan yang berkelanjutan.
Analisis Keberlanjutan Pelaksanaan Program Gerbangku Di Kabupaten Merauke Balagaise, Ancelina; Hartoyo, Sri; Kolopaking, Lala M
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v11i1.52686

Abstract

Gerakan Pembangunan Kampungku (Gerbangku) merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke sebagai terobosan untuk mengangkat derajat kehidupan masyarakat yang masih terisolasi, baik ekonomi, kesehatan, infrastruktur dan pendidikan, terutama untuk masyarakat asli Papua yang tinggal di kampung-kampung. Kendala utama dalam perkembangan pembangunan yakni belum meratanya akses layanan pendidikan serta masih rendahnya kualitas SDM khususnya pada wilayah kampung yang mayoritas penduduk asli Papua. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi dan evaluasi pembangunan pendidikan melalui pelaksanaan program Gerbangku; dan (2) menganalisis status keberlanjutan program pembangunan daerah dengan konsep Gerbangku berdasarkan dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi pendidikan, dimensi sosial-budaya, dimensi kelembagaan, dan dimensi teknologi infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis pembangunan berkelanjutan dengan konsep program Gerbangku di Kabupaten Merauke terlihat bahwa status keberlanjutan untuk dimensi ekologi termasuk dalam status cukup berkelanjutan (61,24%), dimensi ekonomi kurang berkelanjutan (45,38), dimensi pendidikan kurang berkelanjutan (44,26%), dimensi sosial cukup berkelanjutan (56,05%), dimensi kelembagaan cukup berkelanjutan (53,07%), dan dimensi teknologi cukup berkelanjutan (52,10%).
Strategi Penguatan Kelembagaan Program Perbaikan Gizi Masyarakat Di Kabupaten Bogor Miza, Teuku Iqbal; Kolopaking, Lala M; Hakim, Dedi Budiman
Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen Pembangunan Daerah. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jurnal_mpd.v11i2.52697

Abstract

Gizi buruk-kurang merupakan masalah yang dihadapi oleh pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah. Kekurangan gizi dapat menyebabkan kematian dan penyakit infeksi serta berdampak pada perkembangan intelektual, produktivitas dan tumbuh kembang anak. Dalam upaya penanggulangan gizi buruk-kurang peran stakeholder sangat penting. Dengan adanya UKBM dapat membantu tugas pemerintah dalam menjalankan program perbaikan gizi masyarakat yang bertujuan melakukan pencegahan dan penanggulangan gizi buruk-kurang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis implementasi kebijakan Perbaikan Gizi masyarakat; dan 2) merumuskan strategi penguatan kelembagaan Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa masalah gizi buruk-kurang dapat dilakukan pencegahan dengan melakukan penyuluhan, membuka konsultasi dan pemeriksaan baik pada kegiatan di puskesmas maupun posyandu. Untuk penanggulangan gizi buruk-kurang pemerintah bekerjasama dengan masyarakat atau kelompok masyarakat. Peran puskesmas dalam menjaring informasi dari kader posyandu bertujuan untuk mendektesi kasus gizi buruk-kurang. Petugas kesehatan juga aktif mendatangi keluarga yang mengalami masalah gizi serta melakukan pemantauan kondisi atau perkembangannya. Usaha dalam mencapai indikator SPM, perlu adanya kerjasama yang sinergi lintas SKPD dalam perbaikan gizi masyarakat.
Co-Authors ,, Turasih A. Faroby Falatehan A. Nurul Mutmainnah A. Nurul Mutmainnah, A. Nurul Afifah, Khaulah Agus Lukman Hakim Agus Setiyono Ahmad Makky Ar-Rozi, Ahmad Makky Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Aida Vitayala S. Hubeis Akhmad Fauzi Alamsyah, Aprizal J Ambarita, Ervan Amongjati, Sri Anom Ananda Bahri Prayudha ANDIKA SAPUTRA Andilolo, Imanuella R Andilolo, Imanuella Romaputri Andilolo, Imanuella Romaputri Anis Fahri Anis Fahri Arif Satria Ario Damar Arya H Dharmawan Arya Hadi Dharmawan Asep Muslim Astuti, Nuraini Budi August Ernest Pattiselanno Azraq, Ramdhani Azwar Hadi Nasution Baba Barus Balagaise, Ancelina Bambang Juanda Bambang Uripno Bambang Uripno Bambang Uripno Bandjar, Sitti Bulkis Baransano, Michael Albert Bebby Olivianti Budi Sahabu, Budi Casdimin, Casdimin Catrina Ratu Tunggal Agung Coster, Tinnike Damayanti, Elia Dedi Budiman Hakim Dewa Ayu Kirana Puspita Dewi Sudira Dita Pratiwi Dita Pratiwi Djuara Lubis Djuara P Lubis Dodik R Nurrochmat Dodik Ridho Nurrochmat Dwi Rachmina Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Dwiki Faiz Sarvianto Dyah Ita Mardiyaningsih, Dyah Ita Eka Chandra Kusuma Eka Intan Kumala Putri Eka Purna Yudha Ekawati Sri Wahyuni Eko Wahyono Eko Wahyono, Eko Elly Purnamasari Elok Mulyoutami Endriatmo Soetarto Endriatmo Sutarto Endriatmo Sutarto Endriatmo Sutarto Eno Suwarno Eriyatno . Erliza Noor Ernan Rustiadi Ervizal A. M. Zuhud Ervizal AMZU Evy Damayanthi Faiz Sarvianto, Dwiki Falih Nasrullah Fauzia Gunadi, Hanifah Firda Fenny Salomina Jensanura Asyerem Firlia Minang Puty Fitri Amalia Rizki Fredian Tonny Nasdian Gamin Gamin Gamin Gamin, Gamin Hadaya, Qonita Hadi S Alikodra Hadi S. Alikodra, Hadi Hana Indriana Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Harianto Hartoyo Hartoyo Hasim Henny Apriyanty Henny Apriyanty, Henny Hermanto Siregar Heru Purwandari Ibnu Phonna Nurdin, Ibnu Phonna Ichwan Nurofik Idqan Fahmi Ikma Citra Ranteallo IPB, DGB Irwan Abdullah Irwan Irwan Irwan Irwan Ivanovich Agusta Iyep Saefulrahman Izzah, Kholilah Dzati Kartodihardjo, Hariadi Kasila, Morni Khairil Anam, Khairil Khaulah Afifah Kholilah Dzati Izzah Kooswardono M Kooswardono M, Kooswardono Kusumastuti, Ayu Candra Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman M. Baga Lukman M. Baga M Agus Setiadi M. Bambang Pranowo M. Bambang Pranowo M. Parulian Hutagaol M. Parulian Hutagaol Ma'mun Sarma Martina Herliana Matheus Mika Gideon Rumbiak Meilandi, Irman Meredian Alam Meredian Alam Michael Albert Baransano Michael Albert Baransano Miza, Teuku Iqbal Morni Kasila Muchamad Zaenal Arifin, Muchamad Zaenal Muhammad Firdaus Nahrowi Nanang Annas Furkoni Nasution, Azwar Hadi Nurfiani, Sari Oktariza, Wawan Palinggi, Sandryones Pandelaki, Tirza Pudji Muljono Purwiyatno Hariyadi Puspita, Ni Putu Rekha R Margono Slamet R Margono Slamet, R Margono R. Margono Slamet Ramadhan, Muhammad Aqsyal Reinhardt Nielsen, Martin Rilus Kinseng Rina Mardiana Rizaldi Boer Sadu Wasistiono Saharuddin Saharuddin . Sakaria J Anwar Sampean, Sampean Sari, Nelly Purnama Selna Adesetiani Septiani, Mutiara Dwi Septianto, Marzuqo Septri Widiono Soedomo, Sudarsono Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Sri Purwaningsih, Sri Stera Triastuty Subair - Subair Subair Sudradjat Sujimin, Sujimin Sumarti M. C., Titik Sumiati Suria Darma Tarigan Syafril, Muhammad Maulana Thita Moralitha Mayza Titik Sumantri Titik Sumarti Triana Pertiwi Tyas Retno Wulan Ulfah Juniarti Siregar Vitayala S. Hubeis, Aida Wahyudi, Bobby Werenfridus Taena Wijayanto, Fery Yonvitner - Yunianingrum Yunianingrum Yunianingrum, Yunianingrum Yusman Syaukat Zessy Ardinal Barlan Zuhud, Ervizal A. M.