p-Index From 2021 - 2026
13.058
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jurnal Teknik Sipil Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa RUANG: JURNAL LINGKUNGAN BINAAN (SPACE: JOURNAL OF THE BUILT ENVIRONMENT) Innofarm Jurnal Inovasi Pertanian Mintakat: Jurnal Arsitektur Jurnal Kajian Bali Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana JMPM (Jurnal Material dan Proses Manufaktur) Journal of Economic Education Li Falah: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam JURNAL ILMIAH GEOMATIKA Jurnal Ekonomi Islam SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam IJEBD (International Journal Of Entrepreneurship And Business Development) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Arsitektur ZONASI JIKA: Jurnal Ilmu Keuangan dan Perbankan KEUDA : JURNAL KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH FIDUSIA : JURNAL KEUANGAN DAN PERBANKAN Jurnal STIE Semarang (Edisi Elektronik) Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH MANDAR: Management Development and Applied Research Journal Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik Al-Mal:Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam Quantum Teknika International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Jurnal Pendidikan Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Mashrof: Islamic Banking and Finance Indonesian Journal of Islamic Economics and Business Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Al-Mu'awanah Journal Compound : Improving the Quality of English Education Journal of Mechanical Design and Testing (JMDT) Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management Postgraduated Community Service Journal Architectural Research Journal Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Robust: Research of Business and Economics Studies Jurnal Abdi Daya POLICY, LAW, NOTARY AND REGULATORY ISSUES (POLRI) Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Publikasi Riset Mahasiswa Akuntansi Jurnal Karya Abdi Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) Indonesian Journal of Islamic Economics and Finance Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Journal of Economics and Social Sciences Indonesia Journal of Social Responsibility Review (IJSRR) Jurnal Ekonomi Islam Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Jurnal Teknik Mesin UDA Global Education Journal Abdimas Mandalika AT TARIIZ : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Jurnal Pengabdian Sosial Jurnal Inovasi Global JCAIP: Journal of Contemporary Applied Islamic Philanthropy Majapahit Journal of Islamic Finance dan Management Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah International Research Journal of Business Studies JoDENS: Journal of Digital Ecosystem for Natural Sustainability Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications Indonesian Journal of Islamic Psychology Open Access DRIVERset
Claim Missing Document
Check
Articles

Redesain Pasar Tradisional Mertasari Di Kabupaten Tabanan, Bali Made Adi Yuda Pramana; I Nyoman Warnata; Agus Kurniawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional sering kali membawa kesan citra buruk dan kumuh bagi estetika suatu wilayah. Begitu pula Kondisi Pasar Tradisional Mertasari yang bertempat di Desa Candi Kuning, Kabupaten Tabanan bercitra kumuh dan kurang tertata saat ini, sarana dan prasarana yang ada pada saat ini kurang memadai sehingga membuat pasar sepi pengunjung. Sepinya pengunjung merupakan masalah klasik yang harus dibenahi. Dari sekian banyaknya permasalah yang ada di Pasar tradional Mertasari ini, Redesain Pasar Tradisional Mertasari merupakan jawaban untuk memecahkan permasalahan secara arsitektural. Dengan tujuan untuk membenahi kondisi bangunan dan penataan kawasan pada Pasar Mertasari sehingga menaikkan minat masyarakat untuk berbelanja pada Pasar Tradisonal kembali meningkat dan tidak berkurang. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, metode ini dilakukan dengan cara mewawancarai secara langsung dengan orang yang berkompeten dibidangnya. Metode studi literatur, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mencari dan memilah data dari literatur terkait. Serta metode dokumentasi, merupakan metode yang dilakukan dengan mengambil gambar guna memperjelas dan memperkuat data teoritis dengan mengambil foto langsung ke objek. Konsep komersial akan menjadi daya tarik pada pasar ini. Arsitektur Industrial Tropis yaitu dengan penyesuaian kondisi iklim dengan topografi daerah setempat yang akan menjadi suatu solusi arsitektur pada wilayah Pasar Tradisional Mertasari.
Fasilitas Penunjang Literasi Berbasis Creative Hub di Kecamatan Ubud Gianyar, Bali I Wayan Wira Yudha Kristiawan; Agus Kurniawan; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.1.3482.11-20

Abstract

Keterbatasan wawasan dan keilmuan akan dapat mengkerdilkan pola pikir masyarakat, dikarenakan rendahnya kemampuan berliterasi dan minat baca. Minimnya fasilitas yang memadai menjadi faktor rendahnya minat baca. Perpustakaan merupakan sebuah fasilitas penunjang literasi non-formal yang berperan membuat pikiran masyarakatnya berkembang maju dan kreatif. Ubud terkenal dengan wisata alam dan seni budayanya namun ironinya, sektor pendidikannya tidak diimbangi dengan tersedianya fasilitas penunjang untuk meningkatkan literasi. Selain itu, Ubud terkenal akan seni menjadikannya sebagai salah satu titik tumbuh dari berbagai gerakan kesenian dan memiliki berbagai para pegiat maupun komunitas disegala aspek industri kreatif. Akan tetapi sulitnya menemukan fasilitas Creative Hub yang mampu mewadahi untuk meluapkan kekreativitasannya. UWRF kegiatan tahunan dalam peningkatan literasi dan kreatif yang setiap tahunnya mengalami 10% peningkatan kunjungan. Hal ini, menjadikan penulis untuk merancang fasilitas penunjang literasi berupa perpustakaan yang berbasis Creative Hub di Kecamatan Ubud dengan menggunakan konsep Flexibility Education in Creativity. Perancanaan fasilitas yang dirancang selain berusaha agar dapat memberikan suasana baru bagi penggunanya secara khusus dirancang dapat fleksibel dan mendukung kekreativitasan, tidak hanya sebatas ilmu formal tetapi dapat juga mewadahi kegiatan kreativitas dan kolaboratif dengan ruang-ruang kreatif. Pemanfaatan energi alami yang efisien dan optimal merupakan aspek rancangan Green Architecture untuk menunjang dari fungsi bangunan yang dirancang.
Perencanaan Dan Perancangan Pasar Seni Tradisional Dengan Fasilitas Creative Hub Di Gianyar, Bali. I Made Ari Saputra Ari Saputra; I Gede Surya Darmawan; Agus Kurniawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 2 (2021): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional art market is part of the supporting facilities for the tourism sector. In its role, the traditional art market acts as a forum for UKM to play a role in the trading industry. The traditional art market is a traditional market whose commodities sell handicraft goods from UKM with the sales method applying the traditional system, namely by bargaining. Gianyar Regency, Bali has potential in the industrial, tourism and trade sectors. Based on the results of observations on the development of facilities, the convenience and arrangement of stall and traders are not so good that it affects the convenience of visitors, plus the development of modern souvenir shops, it can be seen from the decreasing interest of visitors from the traditional art market. As a traditional art market where UKM take shelter, it is necessary to develop the potential of UKM and artists in traditional art markets, restore the comfort and interest of visitors in the art market, and provide good facilities in its future development, a new idea and design is needed, namely an art market that has Facilities that can develop the potential of UKM and local artists are the Art Market which is equipped with Creative Hub facilities and applies architecture that is close to art itself, adaptive and dynamic architectural designs to time and conditions.
KONSERVASI FASADE BANGUNAN KOLONIAL Agus Kurniawan; Rumawan Salain; Ciptadi Trimarianto
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 2 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.97 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2015.v02.i02.p02

Abstract

Abstract The city of Singaraja is an old town in Bali that has a complex numerous cultural heritage, including the Dutch corridor. It was built after Durch imperialism invaded Bali in 1846. Moreover, the colonial government also constructed public facilities, such as offices, commercial buildings, public services, and houses. Since the city was targetted as a tourist destination by local government, the area has been significantly modified; even some public facilities have been demolished. The study aims to determine the façade typology of colonial buildings and their evolution. Certain causal factors have already been identified. The objective of the study is to determine conservation policy for this corridor. Theories of conservation and spatial restructuring have been used to inform data analysis and synthesis. The research suggests three major typologies of such facades.These arethe original facade (Type A), a partial change (Type B), and a complete change (Type C). Demographic  factors, physical environment, and new cultural elements are considered as determining factors that encourage changes to Type B and Type C; whereas new elements occur in Type A. Consequently, techniques for physical conservation, preservation, restoration, and reconstruction are suggested. Whenever possible, restoration is supported by finance and policy initiatives. The study concludes that old buildings need to be supported by government intervention: legal protection and penalties, loans and subsidies, adaptively-reused development, and appropriate planning. Keywords: conservation, colonial building’ façade, the Dutch Line AbstrakKota Singaraja merupakan salah satu kota lama yang memiliki beberapa peninggalan budaya, di antaranya Jalur Belanda. Pemerintah Kolonial Belanda membangun jalur ini setelah menguasai Bali pada tahun 1846. Sepanjang jalur ini, Belanda membangun fasilitas kota, seperti perkantoran, perdagangan, fasilitas pelayanan umum, dan rumah-rumah dinas. Sejak Kota Singaraja dicanangkan sebagai obyek pariwisata oleh Pemerintah setempat, kawasan ini mengalami banyak perubahan, bahkan terjadi penghancuran bangunan-bangunan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tipologi fasade bangunan kolonial dan sejumlah perubahan yang terjadi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan sejumlah rekomendasisebagai upaya pendekatan konservasi pada fasade bangunan kolonial di Jalur Belanda di Kota Singaraja. Analisa data dilakukan melalui pendekatan teori konservasi dan teori bentuk, sedangkan metode yang digunakan adalah sequential explanatory. Studi ini menghasilkan tiga kategori fasade: fasade bangunan masih asli (Tipe A), fasade yang telah mengalami perubahan sebagian (Tipe B), dan fasade yang sudah berubah total (Tipe C). Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fasade pada kategori B dan C adalah faktor pertambahan penduduk, lingkungan alam fisik, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Pada kategori A, faktor yang mempengaruhi adalah adanya penemuan baru. Metode dan teknik konservasi secara fisik menggunakan preservasi, restorasi, dan rekonstruksi, sedangkan metode nonfisik dilakukan secara restorasi dalam konteks intangible. Penelitan ini menyatakan bahwa bangunan kuno perlu lebih diberdayakan melalui mekanisme legal protection (perlindungan hukum) dan penalties (hukuman), pinjaman dan subsidi, dan adaptively-reused development. Kata kunci: konservasi, fasade bangunan kolonial, Jalur Belanda
Balinese Traditional House Architecture in Era 4.0 in Bukian I Wayan Suky Luxiana; I Wayan Parwata; Agus Kurniawan
Architectural Research Journal Vol. 1 No. 2 (2021): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2524.633 KB) | DOI: 10.22225/arj.1.2.2021.52-57

Abstract

Architecture is the art of designing buildings which are a microcosm of the universe. Traditional Balinese architecture is an embodiment of local wisdom in Bali which is inherited from generation to generation. In traditional Balinese architecture there is harmony between humans and creators, humans with humans and humans with nature. The background of this research is to identify the traditional Balinese architecture residence at 4.0 in Bukian. The purpose of this research is to find a formula or benchmark in building a traditional house using International Atropomometry. This makes it easier to build traditional houses due to the lack of Undagi in Bali. The method used is a quantitative method by making a sample house master plan to identify it with a flow chart. The results or conclusions of the natah pattern use the Tri Hita Karana concept, the barrier or floor uses the 1,0.8,0.6,0,4,0.2 approach. The approach in building a traditional house is SL= O+R+J+U.
Perencanaan Fasilitas Wisata Kopi Arabika Sebagai Sarana Edukasi di Kintamani I Made Artha Mahendra; Agus Kurniawan; I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.10.1.5410.171-179

Abstract

In Indonesia, Arabica coffee is one of the best coffees that is often enjoyed by everyone. Arabica coffee is also not only enjoyed, but starting from cultivation to becoming the best coffee beans in Indonesia and even abroad. Until now, coffee biscuits have become very popular among the public because they have great opportunities and high competitiveness in national and even international marketing. Of all types of Arabica coffee in Indonesia and even internationally, Kintamani Arabica coffee beans have a unique difference when compared to other types of coffee, Kintamani Arabica coffee has its own competitive advantage. Kintamani Arabica coffee comes from an area with a minimum elevation of approximately 900 meters above sea level. However, in its current development, Arabica coffee is still lacking in education, both in terms of Arabica coffee cultivation and in terms of presentation. Because the unique taste needs to be packaged as well as possible so that the characteristic taste of Arabica coffee is not lost. Therefore, the purpose of this plan is to develop Arabica coffee tourism as a means of education for both the community, the public and foreign countries. The research method used is a qualitative method to analyze theory and collect data. The results of the research are in the form of programs and concepts for planning and designing Arabica coffee tours as a means of education.
PKM DENGAN TIM PENGEMBANGAN DESA WISATA DALAM PERENCANAAN MASTERPLAN INFRASTRUKTUR EKOWISATA DI DESA BESANG KAWAN, KELURAHAN SEMARAPURA KAJA I Nengah Sinarta; Kadek Candrayana; Agus Kurniawan
JURNAL ABDI DAYA Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : JURNAL ABDI DAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1743.885 KB)

Abstract

Tourism plays a role in accelerating the process of economic transformation in rural areas. Village communities who initially worked as farmers were gradually able to learn to develop services to support tourism in a village. The momentum of tradition, culture and environmental exoticism can be packaged as village tourism products attractive to visitors from outside the region. Efforts to increase the number of tourist villages as an effort to move the village economy are also carried out in several villages in Bali Province. One of the village plans that will be developed as an ecotourism-based village is Besang Kawan Village which is included in the administrative area of ​​Semarapura Kaja Village. The problems faced by Partners in this case the village development team in Semarapura Kaja Village are the lack of tourism supporting infrastructure and the not yet maximized potential of Besang Kaja Village as an ecotourism village. Based on the initial survey and discussions conducted with the leaders and community of Besang Kawan Village, it is known that the village has potential in the form of religious tourism objects (Tirta Celempung Temple) and landscapes in the form of rice fields. Based on the documentation of the survey results above, information is obtained that currently, in Besang Kawan Village, there is tourism potential, and the existing infrastructure is still relatively minimal. As an initial step in the development of Besang Kawan Village as a tourist village, a jogging track is proposed that crosses the potentials of Besang Kawan Village. This jogging track will cross residential areas and rice fields. The length of the jogging track is 1878m. The design of this jogging track is paving block pavement which enhances the aesthetics of the track. At a distance of every 300m will be equipped with a rest area so that visitors can rest.
KONSEP REVITALISASI KAWASAN PANTAI MERTASARI SEBAGAI DAERAH EKOWISATA Agus Kurniawan; Nuri Arthana Nyoman
JURNAL ABDI DAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.1 Tahun 2022
Publisher : JURNAL ABDI DAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2262.983 KB)

Abstract

Pantai Mertasari berlokasi di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, merupakan Daya Tarik Wisata (DTW) pesisir. Desa Adat Intaran selaku pengelolanya sejak tahun 2014. Pengelola Wisata Pantai Mertasari sebagai mitra dapat memberikan masukan ide atau gagasan terkait pengembangan, desain, dan kualitas fasilitas penunjang wisata pantai yang diharapkan sesuai dengan kemampuan pendanaan pelakasanaan kontruksi yang mereka siapkan nantinya. Selain itu keterlibatan warga juga dibutuhkan dalam pencarian data yang dibutuhkan dalam perencanaan seperti data ukuran site, batas kepemilikan site, dan lainnya. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi mitra di lapangan adalah permasalahan aksesibilitas dan parkir, perdagangan dan fasilitas nelayan, ruang terbuka publik, lapangan terbuka dan taman, fasilitas penunjang rekreasi. Solusi permasalahan aksesibilitas dan parkir yaitu dengan melengkapi jalan dengan fasilitas aktifitas bersepeda, menata kembali jalur pedestrian tepi pantai. Solusi permasalahan perdagangan dan fasilitas nelayan yaitu dengan menata kembali tempat perdagangan kuliner yang ada dan membangun bale kelompok nelayan. Solusi permasalahan ruang terbuka publik, lapangan terbuka dan taman yaitu dengan menata ruang terbuka hijau publik dilengkapi fasilitas untuk rekreasi lansia dan menata landmark kawasan. Solusi permasalahan fasilitas penunjang rekreasi yaitu dengan mengembangkan tempat rekreasi anak dan rekreasi outbound, mengadakan fasilitas untuk pengamanan aktifitas pantai dan dermaga wisata.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGELOLA PANTAI MERTASARI DALAM PENGEMBANGAN RANCANGAN REVITALISASI KAWASAN PANTAI MERTASARI SEBAGAI DAERAH EKOWISATA Agus Kurniawan; Nuri Arthana; Kadek Windy Candrayana
JURNAL ABDI DAYA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : JURNAL ABDI DAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Adat Intaran mengelola Pantai Mertasari yang merupakan Objek Wisata (DTW) pesisir sejak tahun 2014. Berada di Desa Sanur Kauh yang berada di Kecamatan Denpasar Selatan. Sebagai mitra, Pengelola Wisata Pantai Mertasari dapat memberikan saran atau masukan. tentang rancang bangun, pengembangan, dan kualitas sarana penunjang wisata pantai, yang harus disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan pelaksanaan pembangunan yang akan mereka persiapkan nanti. Selain itu, diperlukan pula kontribusi kelompok masyarakat dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam menyusun, misalnya, informasi ukuran lokasi, titik batas kepemilikan lokasi, dan lain-lain. Masalah aksesibilitas dan parkir, perdagangan dan fasilitas perikanan, ruang terbuka publik, lapangan dan taman terbuka, dan fasilitas pendukung rekreasi adalah beberapa masalah yang dihadapi mitra di lapangan. Menata ulang jalur pejalan kaki pesisir dan pemasangan fasilitas untuk kegiatan bersepeda di jalan akan mengatasi masalah aksesibilitas dan parkir.Th Pembangunan bale kelompok nelayan merupakan solusi dari permasalahan fasilitas nelayan. Penataan ruang terbuka hijau publik dengan fasilitas rekreasi lansia dan landmark kawasan merupakan solusi dari permasalahan ruang terbuka publik, lapangan terbuka, dan taman. Pembangunan bale kelompok nelayan tempat rekreasi outbond dan rekreasi anak, serta fasilitas kegiatan pantai yang aman dan dermaga wisata merupakan solusi dari permasalahan fasilitas penunjang rekreasi.
PKM BADAN PELESTARIAN PUSAKA INDONESIA (BPPI) DALAM PEMETAAN KAWASAN SUBAK SELAT Cok Agung Yujana; Agus Kurniawan; Putu Gede Suranata
JURNAL ABDI DAYA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Daya Vol.2 No.2 Tahun 2022
Publisher : JURNAL ABDI DAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the interesting natural attractions to visit in Bali is Balinese terraced rice fields and an agricultural irrigation system known as subak. Subak as an irrigation system, the subak system is continuously undergoing a transformation process because its environment influences it. UNESCO recognition is Cultural Landscape of Bali Province: Subak as Manifestation of Tri Hita Karana Philosophy. The meaning of UNESCO's recognition is that the philosophy of Tri Hita Karana (THK) is developing in Bali. At present, the rice field area managed by subak has decreased due to land conversion. Several rice fields have now changed their function to become residential, industrial, tourist facilities, and other uses. As an effort to prevent the degradation of subak conditions, the government has made various efforts but has not been able to overcome land conversion. This effort must be assisted by all elements of society so that subak consistency is maintained in Bali. One agency that focuses on subak conservation efforts is the Indonesian Heritage Preservation Agency (BPPI). BBPI routinely conducts subak schools through the Bali International Field School for Subak (BIFSS) activities. BBPI as a partner in this PKM publishes various books related to subak conservation. Education about subak is one of the efforts to preserve subak. The implementation of this collaboration involves FTP's involvement in the BIFSS 2021 activities, which will take place in December 2021 in Subak Selat, Karangasem Regency. From the discussions carried out, in an effort to preserve subak, a Map of the Subak Strait Area is needed, including mapping of paddy fields and irrigation infrastructure. This map forms the basis for the strategy for preserving and developing the Subak Strait as a tourist attraction as well as efforts to increase the value of Subak.
Co-Authors ', Nuraini Abdul Wahab Fahrub Abdulloh, M Adam, Faris Abyan Adelya, Nurrizqiani Adiartha, Made Arya Adib Fachri Adinda, Reychel Celara Agung Lanang Pradnyana Agus Rahayu Agustinus Salle, Agustinus ahmad habibi Akbar, Muhamad Ikhsan Akbar, Muhammad Fauzi Aldri Frinaldi Alief Rakhman Setyanto, Alief Rakhman Amin Pujiati Amrina, Dania Hellin Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Istri Puspita Sari Andy Satria Any Eliza Ari Andayani Arifin, Barmawi Ariyani Indriastuti, Ariyani Arsad, Nuraini Arthana, I Nyoman Nuri Arthana, I Nyoman Nuri Arya Mahendra, Sabin Asriani Asriani, Asriani Audia, Nanda Audiyah, Tita Aura Titania Cintoko Gayatri Badru, Anang Bayu Prabandono Buulolo, Nahazisokhi Chairuddin Chairuddin Ciptadi Trimarianto Cok Agung Yujana Daratullaila Daratullaila, Daratullaila Darma Yasa, I Wayan Davinsa, Daril Andrean Diah Mukminatul Diah Mukminatul Hasimi Didik Harnoko, Eko Eko Prasetyo Nugroho Eleganta, Florent Reno Endriani, Endriani Fachry Abda El Rahman Fadholi, Fadholi Fairus, Fairus Faturrahman, Ichsan Febrianti, Hellen Firdayana, Sunita Fitri Rohmatilah, Luk Luki Fitriawan Syahadat, Edy Ganang, Gabriel Ginting, Lestari Imala Hadi Purnomo Halid, Nur Hatidjah Awaliyah Hanif Hanif Harly Widayanti, Baiq Harnoko, Eko Didik Haryanto, Agung Haryanto, Agung Hasballah Hasballah Hasni, Ullya Hernawati RAS Hidayat , Abdul Choliq Himawan, Lava Hisan, Fariz Primadi Hoirun Nisa, Desi Nabila I Gede Soemantaranatha Eka Putra Wiratenaya I Gede Surya Darmawan I Made Ari Saputra Ari Saputra I Made Artha Mahendra I Made Bramastya Utama I Made Mardika I Made Panji Raditya Dikarasta I Nengah Sinarta I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Warnata I Putu Angga Setiawan I Putu Yudi Prabhadika I Wayan Parwata I Wayan Runa I Wayan Suky Luxiana I Wayan Wira Yudha Kristiawan Ilmalana, Selma Imanullah, Andika Iqbal Chailani, Muchammad Irawan, I Wayan Putra Irmanda, Muhammad Irnayuli Sitepu, Irnayuli Jan Setiawan Jaya, Kadek Merta jefri Heridiansyah Joko Utomo Julianti Julianti, Julianti Junaidi, Listya Devi Kadek Dwiki Purnama Kadek Windy Candrayana Karimah, Al Izzati Kirana, Kesha Gde Adibhakta kokanda, kurniawan Komalasari Komaria, Desi Krisnata, Hindi Chandra Kurniawan , Muhammad Leo Saputra Lili Adi Wibowo Linggasani, Made Anggita Wahyudi Lumbantoruan, Dedy R. Made Adi Yuda Pramana Made Riska Mahayani Made Suryanatha Prabawa Mahendra, Kadek Dwi Yoga MAHMUDAH, RIFA'ATUL Maliyana Ulfa, Maliyana Manuel Maniquin , José Maritin, Ni Putu Indra Maryani Maryani Maulana, Idham Maulifah, Elia Metia, Elta Misrita, Misrita Mochamad Edris Muhammad Ardiansyah Muhammad Fuad Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Isrul Muhammad Khafid Muhammad Kurniawan Mustagfirin Muzain, Ahmad Riza Muzzammil, Faisal Nasution, Nandrah Afiati Ndiva, Shahnaz Tanzilla Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Ni Putu Yesi Irayani Nilma, Nilma Ningtyas, Dara Cipta NS, Yudit Cahyantoro Nujmatul Laily Nuri Arthana Nuri Arthana , I Nyoman Nuri Arthana Nyoman Nurmaya , Ema Nurwarsih, Ni Wayan Nurwarsih, Ni Wayan Olu, Sanju La Prakosa, Taji Harya Pramestu, Rilo Abdi Prapanca H, Nikolaus Alun Prasetyo, Hoedi Prayoga, Anggie Prayoga, Hendsan Bhinar Purnama Sari, Riezky Purwanto Purwanto Putra W, Baruna Arya Putri, Airin Putri, Septia Rahma Putriani, Dewi Putu Gede Suranata Putu Lina Prawisti Putu Rumawan Salain R, Bobby Muhammad Rabbani, Gian Rasyid Ridha Refliaty, Refliaty Respati, Bambang Restie Utami, Zathu Rinanto, Andhy Rini Mastuti Rismanto Rismanto Rismawati, Nofita Rosydalina Putri S, Cahyanto Onky sabilla, Shifa Safitri, Desiana Safitri, Desiyana Saltar, La Ode Salwanisa, Nabila Samodra, Yudha Saragih, Berlin Sari, Yetri Martika Sastrawan, Wirya Satyadi, Hakim Saumi, Fazrina Senastri, Ni Made Jaya Sholeah, Diah Aska Sholihah, Alfiatus Sidabutar, Parma Simatupang, Apriani Suherman, Suherman Sukendi Sukendi Sulikah Sulikah Sumardi . Sunardi Sunardi Supaijo Suparto Wijoyo Suprayogi, Andika Suputra, I Gusti Ngurah Made Dharma Suryawan, Dewa Ketut Susilo, Rinto Syarif, Hazas Taib, Zulkifli Taliwuna, Dian Christiani Tjokorda Gede Dalem Suparsa Triyanto, Aripin Ulfah, Ghina Ulul Azmi Mustofa, Ulul Azmi Ulva, Sitti Marya Umi Rojiati Untung Sudadi Utari, Cokorda Istri Arina Cipta Vicrihadi, Ariel Wahyu Maharta, I Kadek Wahyuningsih Usadiati Waluyo, Arya Kesumo Wandira, I Wayan Mariyana Wicaksana, Gde Bagus Andhika Winderson Wiratama, Alexander Satya Wiratama, Pandu Wirawan, Aryo Wirya Sastrawan, I Wayan Wulansuci, Rohmah Yapsenang, Dodi Yati, Mimi Yudi Achnopa Yulistia Devi Yundy Hafizrianda, Yundy Yuniarman, Ardi Zahra, Ainisa Zen Maulana Ihsan