p-Index From 2021 - 2026
6.187
P-Index
This Author published in this journals
All Journal STUDIA ISLAMIKA Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam AL-Fikr ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam Info-Teknik JICSA Jurnal EMT KITA Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Anterior Jurnal Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) Ulumul Syar\'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JURNAL CRANKSHAFT Riwayah : Jurnal Studi Hadis Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Jurnal hukum IUS PUBLICUM Jurnal Ahsana Media : Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian ke-Islaman Empiricism Journal Andalas International Journal of Socio-Humanities Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Journal of Innovation Research and Knowledge Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Dedikasi Madani : Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Diagnosa: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Keperawatan Bahtsuna: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Ta'bir Al-'Arabiyyah Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Jurnal Wicara Desa Arba: Jurnal Studi Keislaman Studia Islamika Scientific Journal for Nation Building Adi Widya : Jurnal Pendidikan Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Empiricism Journal

Survei Kriteria Rumah Sehat di Kawasan Kampung Bugis: Tantangan dan Solusi Kesehatan Lingkungan Mujiburrahman, Mujiburrahman; Sofyandi, Arif
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2523

Abstract

Perumahan warga yang tidak memenuhi persyaratan rumah sehat akan mempengaruhi kualitas kesehatan dari masyarakat tersebut, masalah kesehatan yang akan ditimbulkan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberclosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), diare dan penyakit lainnya. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskriptif suatu keadaan secara obyektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi perumahan di wilayah kampung Bugis, kecematan Ampenan, Kota mataram, NTB. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan form persyaratan rumah sehat menurut Kemenkes RI No.829/Menkes/ SK/VII/1999 tentang persyaratan kesehatan permukiman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga kampung Bugis. Sampel dalam penelitian ini adalah adalah 15 orang. Lokasi penelitian di kampung Bugis. Hasil dari penelitian, penilaian rumah sehat ini adalah ditinjau dari 3 aspek ialah komponen rumah, sanitasi dan perilaku penghuni dari 15 rumah tersebut semuanya termasuk kategori tidak sehat. Survey of Criteria for Healthy Homes in the Bugis Village Area: Environmental Health Challenges and SolutionsAbstractResidential housing that does not meet the requirements for healthy housing will affect the quality of health of the community, resulting in health problems such as acute respiratory infections (ARI), tuberculosis (TBC), dengue hemorrhagic fever (DHF), diarrhea and other diseases. The approach to this research is quantitative descriptive. Quantitative descriptive is research carried out with the main aim of creating an objective picture or description of a situation. This research was conducted to determine the description of housing conditions in the Bugis village area, Ampenan sub-district, Mataram City, NTB. The instrument in this research was to use the healthy house requirements form according to the Indonesian Ministry of Health No.829/Menkes/SK/VII/1999 concerning residential health requirements. The population in this study were all residents of Bugis village. The sample in this study was 15 people. Research location in Bugis village. As a result of the research, the assessment of healthy houses is seen from 3 aspects, namely house components, sanitation and the behavior of the occupants of the 15 houses, all of which fall into the unhealthy category.
Peran Petugas Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rasana’e Timur Kota Bima Tahun 2025 Niatullah, Nini; Hayati, Zaharatul; Antiyani, Rini; Mujiburrahman, Mujiburrahman
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ksr1nr69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat kronis dan multidimensional di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, prevalensi stunting nasional mencapai 21,5%, masih jauh dari target nasional sebesar 14%. Kondisi ini menunjukkan bahwa stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga mencerminkan keterbatasan efektivitas layanan kesehatan primer dalam menjangkau determinan sosial, perilaku, dan lingkungan secara terintegrasi, terutama pada tingkat wilayah mikro. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran petugas kesehatan dalam pencegahan stunting pada layanan kesehatan primer berbasis wilayah mikro di wilayah kerja Puskesmas Rasana’e Timur, Kota Bima, tahun 2025. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan memposisikan petugas kesehatan sebagai aktor institusional lokal yang menjembatani kebijakan nasional dengan praktik promotif dan preventif yang kontekstual serta berbasis keluarga. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain eksploratif-tematik, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi terhadap petugas kesehatan yang terlibat langsung dalam program stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas kesehatan memiliki peran strategis sebagai pelaksana teknis sekaligus aktor adaptif, inovatif, dan berjejaring dalam pencegahan stunting, dengan dampak nyata pada wilayah spesifik. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting sangat bergantung pada kapasitas adaptif petugas kesehatan dalam mengintegrasikan data, inovasi lokal, dan jejaring komunitas, sehingga kebijakan stunting perlu diarahkan pada penguatan layanan primer berbasis wilayah. The Role of Health Care Workers in Stunting Prevention in the Work Area of the Rasana'e Timur Public Health Center, Bima City 2025 Abstract Stunting remains a chronic and multidimensional public health problem in Indonesia, including in West Nusa Tenggara Province. According to the 2023 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the national prevalence of stunting reached 21.5%, which is still far above the national target of 14%. This condition indicates that stunting is not merely a reflection of nutritional deficiencies, but also highlights limitations in the effectiveness of primary health care services in addressing social, behavioral, and environmental determinants in an integrated manner, particularly at the micro-regional level. This study aims to analyze the role of health workers in stunting prevention within a micro-area–based primary health care context in the working area of Rasana’e Timur Primary Health Center, Bima City, in 2025. The study offers novelty by repositioning health workers as local institutional actors who bridge national policies with contextual, family-based promotive and preventive practices. A descriptive qualitative approach with an exploratory thematic design was employed, utilizing in-depth interviews, participant observation, and document review involving key health workers directly engaged in stunting interventions. The findings indicate that health workers play a strategic role not only as technical implementers but also as adaptive, innovative, and networked local institutional actors, producing tangible impacts in specific areas. The study concludes that the effectiveness of stunting reduction is largely determined by the adaptive capacity of health workers to integrate data, local innovations, and community networks; therefore, stunting policies should prioritize strengthening primary health care actors and mainstreaming area-based approaches as a sustainable strategy to achieve national targets.