p-Index From 2021 - 2026
14.696
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Jurnal Penelitian Agama IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal INSANIA PIONIR: Jurnal Pendidikan Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Edukasia Islamika Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Ijtima'iyya: Journal of Muslim Society Research TARBIYA ISLAMIA : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan JURNAL PENELITIAN Jurnal Dedikasi Pendidikan Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Konseling Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Bada'a: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Journal of Innovation in Educational and Cultural Research AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia IJORER : International Journal of Recent Educational Research Dharmas Education Journal (DE_Journal) Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan JURNAL PENDIDIKAN IPS Merdeka Indonesia Jurnal International JUrnal Riset Ilmu Pendidikan Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Ijtimā`iyya: Journal of Muslim Society Research IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Jurnal Penelitian Agama Jurnal Kependidikan Solidaritas: Jurnal Pengabdian Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan International Journal of Education and Literature (IJEL) YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar Journal of Innovation and Research in Primary Education Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Penelitian International Proceedings of Nusantara Raya Journal International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL) Jurnal Kajian Pendidikan dan Psikologi Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Lensa Pendas Jurnal Cendekia Ilmiah Journal of Islamic Education Research At-Tadris: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Rural Communities as Agents Forming Religious Character in Education: A Socio-Cultural Perspective Fahmi, Itmamul; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5773

Abstract

This study examines in depth the process of religious character formation in rural communities through a socio-cultural approach. In the context of Indonesian society, rural environments have great potential as agents of religious education due to strong communal ties, preservation of local culture, and high participation in religious practices. This article highlights the strategic role of the family as a primary socialization agent, religious figures as informal leaders who provide spiritual and moral guidance, and Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools (pesantren) and madrasahs (madrasahs) as centers for the internalization of religious values. Furthermore, local cultures such as mutual cooperation (gotong royong) and deliberation (musyawarah) also serve as vehicles for the instillation of contextual moral values. Through a qualitative approach and literature review, it was found that the integration of formal and non-formal education, social control based on religious norms, and the wise use of digital media can strengthen the formation of religious character in the younger generation. This study emphasizes the importance of religious character education that is adaptive to current developments, while remaining rooted in traditional values and religious moderation. The results of this study provide a conceptual contribution to the development of community-based character education models in addressing global challenges and moral crises. However, it is important to note that social media also has a significant impact on the education and socialization process of the younger generation.
Integration of Religion and Education: A Conceptual Analysis of Islamic Values within the Framework of the Sociology of Education Barid, Hamam Aqil; Ningsih, Tutuk
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 1 : Al Qalam (January 2026 - Special Edition: Islamic Studies)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i1.5772

Abstract

This paper examines the integration of Islamic education and the sociology of education perspective as a response to the crisis of dehumanization in modern education. Modern education, which tends to emphasize cognitive and instrumental aspects, has neglected the spiritual and moral dimensions of humankind. Through the approaches of classical sociologists such as Émile Durkheim and Talcott Parsons, as well as the thoughts of Muslim scholars such as Hasan Langgulung, Syed Muhammad Naquib al-Attas, and Abdurrahman an-Nahlawi, this article demonstrates that Islamic education offers a holistic educational model. By making tawhid (Islamic unity) the foundation, morality the goal, and worship the integration of knowledge and practice, Islamic education can shape perfect human beings who are not only intellectually intelligent but also morally, spiritually, and socially sound. This conceptualization positions Islamic education as a humanistic, transformative, and relevant alternative solution in addressing global challenges.
Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan Ramadani, Fauzan; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7738

Abstract

Bullying masih menjadi persoalan serius dalam pendidikan Indonesia dan kerap dipahami sebagai perilaku menyimpang individu. Artikel ini bertujuan menganalisis bullying sebagai praktik kekuasaan dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault, Max Weber, dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi relevan terkait perundungan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi ketidaksetaraan kekuasaan yang dilegitimasi oleh struktur hierarkis sekolah, budaya senioritas, ketimpangan status ekonomi, norma gender, serta dominasi simbolik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bullying sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dinormalisasi dalam budaya sekolah, bukan sekadar perilaku individual. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pencegahan bullying yang bersifat struktural dan berbasis pendidikan karakter, dengan menekankan penguatan relasi pedagogis yang adil, reformasi budaya sekolah, serta kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap konteks sosial Indonesia.
Permainan Tradisional sebagai Praktik Pendidikan dan Kebudayaan dalam Proses Sosialisasi Anak di Masyarakat Pedesaan Himmawati, Aulia; Ningsih, Tutuk
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8480

Abstract

Permainan tradisional merupakan praktik budaya yang dekat dengan anak-anak di masyarakat pedesaan. Permainan tradisional tidak hanya sebagai hiburan namun juga memiliki nilai budaya seperti nilai gotong royong, kerjasama, disiplin, kebersamaan, sportivitas, toleransi, empati, dan nilai pendidikan dilihat dari aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran permainan tradisional sebagai nilai budaya dan pendidikan sebagai praktik sosialisasi anak di masyarakat pedesaan. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, dengan teknik dokumentasi dan dianalisis melalui reduksi, data display, dan triangulais data. Hasil temuan menunjukkan jika permainan tradisional dapat menjadi ruang belajar sosialisasi anak dengan perasaan gembira dan tanpa menggurui. Anak-anak melakukan interaksi sosial, komunikasi, internalisasi nilai budaya dan pendidikan. Meskipun tantangan modernisasi dan teknologi hadir sehingga dibutuhkan upaya revitalisasi dari stake holder pendidikan, pemerintah, dan masyarakat agar permainan tradisional tetap dapat berkontribusi terhadap kemampuan sosial anak dan nilai budaya toleransi, gotong royong, disiplin, empati, jujur, dan menghargai tetap dapat diwariskan sebagai karakter bangsa Indonesia.
Peran Lembaga Pendidikan dalam Membentuk Transformasi Sosial Prespektif Sosiologi Pendidikan Jati, Mushthofa Hidayat; Ningsih, Tutuk; Yahya, Slamet
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga pendidikan dalam membentuk transformasi sosial ditinjau dari perspektif sosiologi pendidikan. Pendidikan dipandang sebagai institusi sosial yang berfungsi tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai, norma, dan budaya yang berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, di mana data diperoleh melalui analisis literatur, buku, dan jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan memiliki peran strategis sebagai agen sosialisasi, mobilitas sosial, dan inovasi budaya. Melalui proses pendidikan, individu tidak hanya mengalami peningkatan kapasitas intelektual, tetapi juga kesadaran sosial yang mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat. Pendidikan juga berfungsi sebagai mekanisme reproduksi nilai yang menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi sarana perubahan menuju tatanan sosial yang lebih adaptif dan inklusif. Dengan demikian, pendidikan memiliki posisi sentral dalam membentuk struktur sosial yang dinamis, berkeadilan, dan berorientasi pada kemajuan peradaban manusia.
Problematika Pendidikan Karakter di Tengah Arus Modernitas Wahid, Abdur; Ningsih, Tutuk; Yahya, M. Slamet
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8654

Abstract

Pendidikan karakter merupakan inti dari fungsi pendidikan yang bertujuan membentuk pribadi berakhlak, beretika, dan bertanggung jawab sosial, namun di era modernisasi digital fungsi ini menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral, meningkatnya individualisme, serta kesenjangan sosial-digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis problematika pendidikan karakter di tengah arus modernisasi digital melalui perspektif sosiologi pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data diperoleh dari literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi digital memperlemah kontrol sosial, menggeser nilai kolektif menjadi pragmatis, serta menimbulkan reproduksi sosial akibat ketimpangan akses teknologi. Analisis teori Durkheim, Marx, dan Mead menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dipandang sebagai mekanisme sosial yang terintegrasi dengan perubahan masyarakat modern. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kultur sekolah melalui pembiasaan positif dan keteladanan guru, kolaborasi Tri Pusat Pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, pengembangan literasi digital beretika, serta peningkatan kompetensi guru sebagai teladan moral dan agen literasi digital. Dengan sinergi nilai religius, sosial, dan digital, pendidikan karakter diharapkan mampu menjadi benteng moral yang menyiapkan generasi muda adaptif menghadapi arus modernitas.
Peran Guru dalam Menanamkan Nilai Religius dan Nasionalis Melalui Pembelajaran IPS Nurjanah, Siti; Tutuk Ningsih
Intelektualita Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v14i2.30976

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam menanamkan nilai religius dan nasionalis melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MI Ma’arif NU Penolih. Metode yang digunakan yakni dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan utama yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Madrasah berperan aktif dalam mengintegrasikan materi IPS dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, baik melalui pendekatan tematik, keteladanan dalam berperilaku, maupun kegiatan reflektif yang melibatkan siswa secara langsung. Dengan demikian,  pembelajaran IPS dirancang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter religius dan nasionalis siswa secara holistik. Melalui materi sejarah nasional, keragaman sosial budaya, dan materi ekonomi yang diintegrasikan dengan  nilai-nilai keislaman, mampu membentuk karakter relligius dan nasionalis siswa secara holistik. Hal ini menjadi bukti bahwa pembelajaran IPS berbasis keislaman dapat memperkuat identitas keagamaan sekaligus kebangsaan peserta didik di era modern
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu di Madrasah Ibtidaiyah Ningsih, Tutuk; Aziz, Mursida; Sutrimah, Sutrimah; Listianingsih, Nur; Elfinda, Azkia Khoerul
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 26 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.115 KB) | DOI: 10.24090/insania.v26i2.5244

Abstract

One of the competencies of teachers in the 21st century is pedagogical competence. This competence is one of the important factors in determining the success of teachers in carrying out teaching and learning activities. This study aims to analyze the pedagogical competence of teachers in integrated thematic education at Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif 04 Gentasari. This research is field research using a qualitative approach. Data collection uses three techniques, namely: field observation, direct interviews with informants, and documentation. After the data is collected, the data is analyzed by reducing, presenting, and verifying the data. The result of this research is that the teacher has met the standard of pedagogic competence. This is indicated by the understanding and analysis that educators get from students. The fulfillment of the standard of teacher pedagogical competence is evidence of the achievement of educators in providing for the needs of students. Educators' pedagogical competences include implementing learning, planning and conducting learning assessments, analyzing the findings of the evaluation to identify the level of learning mastery, and using the results to improve the quality of learning programs. The development carried out in learning at MI Ma'arif 04 Gentasari has a good system. In addition, it is also supported by competent educators to provide well-established teaching to students.
Linguistic Habituation as a Hidden Curriculum in Islamic Moral Education: Polite Speech and the Formation of Adab Annabil, Zidan; Ningsih, Tutuk; Yahya, Slamet; Hammam, Muhammad
Journal of Islamic Education Research Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teaching Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v7i1.535

Abstract

This study examines the cultivation of Islamic moral education through linguistic habituation grounded in local wisdom, and positions polite speech as a hidden curriculum for the formation of adab within the pesantren environment. It specifically explores the pedagogical role of everyday linguistics practices in shaping students’ moral dispositions beyond formal religious instruction. A qualitative case study was conducted in an Islamic boarding school, involving 18 purposively selected informants, including a kyai, three ustadz, two administrators, and twelve santri. Data were collected through prolonged participant observation, in-depth semi-structured interviews, and analysis of institutional documents. Trustworthiness was ensured through source and method triangulation, member checking and iterative thematic analysis guided by an interactive analytical model. The findings indicate that polite language, particularly the habitual use of Javanese Krama Inggil, functions not as explicit linguistic instruction but as a culturally embedded moral practice integrated into daily life. Such linguistic habituation fosters verbal politeness, emotional self-control, humility (tawadhu’), and respect toward teachers and peers, thereby cultivating an orderly, low-conflict, and socially harmonious communicative climate. Language thus operates as a mechanism of moral self-regulation functioning as an implicit moral infrastructure that shapes students’ character through continuous interaction. The novelty of this study lies in reconceptualizing language as a core pedagogical instrument and hidden curriculum within Islamic moral education, rather than merely as a communicative or cultural medium. This study contributes theoretically by integrating Islamic moral pedagogy, virtue ethics, and hidden curriculum theory, while practically proposing a context-sensitive model of adab formation adaptable to diverse Islamic educational settings.
Rethinking Muslim Family Education in the Society 5.0 Era: An Islamic Educational Framework in Global Perspective Syahfrudin, Arif; Ningsih, Tutuk; Yahya, Slamet
Journal of Islamic Education Research Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Education Research
Publisher : Faculty of Education and Teaching Training, Islamic State University of Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jier.v7i1.536

Abstract

This study aims to reconceptualize Muslim family education in the Society 5.0 era by examining the interaction between Islamic educational values, digital transformation, and contemporary global educational discourse. The study addresses a critical gap in the literature, as existing research on digital parenting often emphasizes technical or behavioral control while giving limited attention to the integration of moral, spiritual, and character dimensions that are central to Islamic education. Therefore, this research seeks to develop an integrative framework that aligns spiritual formation, character education, and digital competence within the family context. Methodologically, this study employs a qualitative Systematic Literature Review. Peer reviewed publications on Muslim family education, character development, and digital parenting published between 2020 and 2026 were systematically selected and analyzed using thematic analysis to identify conceptual trends, theoretical gaps, and recurring patterns. The findings reveal a significant structural and pedagogical transformation in Muslim families, shifting from traditional caregiving roles toward multidimensional educational functions as primary educators, value based digital companions, and moral role models. Islamic values remain the ethical foundation of parenting but are increasingly enacted through dialogical communication, reflective mediation of technology use, and collaboration with schools and communities. Three interrelated dimensions of effective family education are identified, namely spiritual intelligence, emotional intelligence, and digital intelligence, which collectively foster morally grounded, emotionally mature, and digitally responsible children. This study contributes theoretically by extending Islamic family education discourse into the Society 5.0 paradigm, conceptually by proposing a holistic integrative model of family based character education, methodologically by synthesizing fragmented interdisciplinary research through a systematic review, and practically by providing strategic guidance for parents, educators, and policymakers in strengthening value oriented digital parenting in technologically mediated societies.
Co-Authors Ade Putra Agung Prasetio, Toni Amalia, Rina Rizki Anggita Isty Intansari Annabil, Zidan Ardy Wiyani, Novan Arif Hidayat Aziz, Mursida Azizul Muchtar Barid, Hamam Aqil Basiran, Basiran Basuni, Abas Firdaus BS, Abdul Wachid Chasanah, Maghfirotul Chasanah, Maghfirotun Darmiyati Zuchdi DARYANTI DARYANTI Desi Wijayanti Dewi Herlisti, Risma Edi Setiawan Elfinda, Azkia Khoerul Emiliya Fatmawati Fahmi, Itmamul Faiz Muahad Faradisa, Meliya Fatkhatul Mar'ah Fatmawati, Emiliya Ferdi Ikhsan, M. Alifian Gautam Kumar Jha Ghofaro, Muhammad Sholekhudin Guntur Danang Sulistyawan Hammam, Muhammad Hartono Hartono Hayati, Fika Husna Herisnawan, Diky Himmawati, Aulia Imam Sugiarto inarotul umiyah Irfan Yulianto Isna Nur Istiqomah Isnaeni, Yuni Ita Maulana Zakiyah Jati, Mushthofa Hidayat Jawaz, Yazid Abdul Qadir Jiamelatun Jumiati Jumiati Kartika Sari Khusaini Ali, Fadlil Kusfatun Yuliani Lestiarini, Yeni Listianingsih, Nur M Slamet Yahya, M Slamet M. Slamet Yahya, M. Slamet Ma'shum, Muhammad Labib Maharyati, Usri Mahfuzhi, Harits Mei Zulfiani Muchtar, Azizul Muflihah Muflihah Muhamad Hasan Taofik Muhamad Slamet Yahya Mukaromah, Nisaul Mukharoh, Laela Mutaqin Mutaqin Nahariyah, Ika Rahayu Lulu Novan Ardy Wiyani Novan Ardy Wiyani Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Hikmah Nur Khikmah, Nur Nur Siti Nur Laely Nurhakim Oktaviani, Atiko Nur Pamungkas, Apit Paryati Paryati Permana, Wahid Bayu Prayoga, Hendhi Priambodo, Adityo Rian Puji Rahayu Pujiyanti Pujiyanti Rahma, Annisa Auwla Rakhmat, Rakhmat Ramadani, Fauzan Ridlo, Fauzan Rini, Ambar Rintati Megawati Riyadi, Rachman Rodiyatun Rofiq Hidayat Rosyadi, Muhammad Firman Sabarhati, Susi Safitri, Muthia Dewi Saiful Hamdi Salim Wazdy Samsudin Samsudin Saputro, Noto Sari, Sofa Mei Ika Sarip Setiana, Nuning Setiawan, Arief Wahyu Setyawan, Alif Sidqi, Ahmad Kasyifan Siti Marjiyah Siti Nur Laely, Nur Siti Nurjanah SITI NURJANAH Siti Zubaidah Sofati, Siti Sugiastuti, Sugiastuti Sulistiyani, Inayatul Mardhiyah Indah Supriyono Supriyono Sutrimah - Sutrimo Purnomo Syahfrudin, Arif Tarsini, Tarsini Teguh Wibowo Tiwan Umiyah, Inarotul Wahid, Abdur Wahyu Nurlinawati Wahyuningsih, Esti Wananda, Yosa Wardani, Alipi Wazdy, Salim Widuri, Lilis Yahya, Muhamad Slamet Yahya, Slamet Yuli Hana Puji Utami Yustika , Kus Risti Zamroni Zamroni