Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POLA KEMITRAAN PETANI PENANGKAR TERHADAP PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI USAHATANI BENIH PADI BERSERTIFIKAT DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH FR, Aeko Fria Utama; Nursan, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 3 (2023): Jurnal Agrimansion Desember 2023
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i3.1568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk:1) Mengetahui jenis input produksi yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra. 2) Mengetahui jumlah input produksi yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara Purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Jonggat Kabuapaten Lombok Tengah. Penentuan jumlah responden dalam penelitian ini dilakukan secara quota sampling yaitu dengan menetapkan sebanyak 60 responden yang terdiri dari 30 orang petani yang bermitra dan 30 orang petani yang tidak bermitra. Sedangkan untuk pemilihan responden dilakukan dengan metode proportional random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Jenis input produksi yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra adalah tidak berbeda. Varietas benih yang digunakan adalah situ bagendit. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, urea, ZA, NPK, dan ponska. Jenis pestisida yang digunakan adalah Matador dan Alika. 2) Jumlah input yang digunakan petani penangkar benih padi bersertifikat antara yang bermitra dan yang tidak bermitra adalah berbeda. Untuk penggunaan pupuk organik, hasil uji t signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 3,2417 lebih besar dari t-tabel 1,7033. Dalam penggunaan pupuk Ponska, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 2,0597 lebih besar dari t-tabel 1,6924. Dalam hal penggunaan Matador (pestisida), signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 3,4457 lebih besar dari t-tabel 1,7056. Demikian pula halnya pada tahap penanaman, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 1,6720 lebih besar dari t-tabel 1,6716. Sama halnya pada tahap pemupukan pertama, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 5,8784 lebih besar dari t-tabel 1,6896. Pada tahap pemupukan kedua, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 3,6170 lebih besar dari t-tabel 1,6741. Pada tahap penyemprotan, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 4,8492 lebih besar dari t-tabel 1,6860. Demikian pula pada tahap kegiatan pengairan, signifikan pada α = 0,05 dengan t-hitung 4,3418 lebih besar dari t-tabel 1,6896
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP GOLDEN MELON DENGAN SISTEM HIDROPONIK DI KAWASAN AGROWISATA GOLDEN MELON KABUPATEN LOMBOK BARAT Melina, Rizky; Fernandez, F.X. Edy; Nursan, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan pembelian dan tingkat kepuasan konsumen terhadap Golden Melon dengan sistem hidroponik di Kawasan Agrowisata Golden Melon Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Kebon Ayu yang dipilih secara purposive sampling. Penentuan responden dilakukan secara Quota Sampling yaitu sebanyak 30 responden. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara responden. Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian, konsumen termotivasi membeli Golden Melon karena kebiasaan keluarga, konsumen menikmati Golden Melon karena rasanya yang khas. Konsumen mendapatkan informasi mengenai Golden Melon dari sosial media dan memutuskan memiih Golden Melon karna kualitas buah. Konsumen melakukan kunjungan ke Agrowisata Golden Melon dengan direncanakan. Frekuensi kunjungan untuk pembelian sebanyak 2 kali dalam sebulan. Konsumen Golden Melon merasa puas karena keunggulan yang dimiliki yaitu rasa yang khas dan oleh karena itu semua konsumen berminat untuk kembali ke Agrowisata Golden Melon. Berdasarkan perhitungan dengan analisis Customer Satisfaction Index (CSI) diketahui bahwa tingkat kepuasan konsumen terhadap Golden Melon di Kawasan Agrowisata Golden Melon yaitu sangat puas dengan nilai persentase sebesar 90,42%. Sedangkan perhitungan dengan Importance Performance Analysis (IPA) diketahui bahwa nilai rata-rata tingkat kepentingan konsumen yaitu 4.55 dan nilai rata-rata tingkat kinerja 4.52 dengan tingkat kesesuaian sebesar 99,49 dengan atribut yang paling tinggi yaitu tekstur kulit dengan presentase 106,92%.
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN PROFITABILITAS USAHATANI RUMPUT LAUT DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Nursan, Muhammad; Yusuf, M; Husni, Syarif; FR, Aeko Fria Utama; Fadli, Fadli
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i2.891

Abstract

Improving community livelihoods can be done through employment in the marine and fisheries sector. One of the strategic commodities to be developed is seaweed. Seaweed is widely used as a processed ingredient for food, cosmetics, and medicine. East Lombok Regency is one of the largest seaweed development areas in West Nusa Tenggara, even one of its areas is called Seaweed Village. The method of determining the location using purposive sampling and the method of determining the sample with incidental sampling. This study aims to determine the benefits and profitability of seaweed farming in Jerowaru District, East Lombok Regency. Based on the results of the study, the average profit obtained was Rp 55,283,003 per long line per year, where the average total revenue was Rp 65,630,000 per long line per year and the average total cost was Rp 10,676,582 per long line per year. Then the profitability analysis is calculated with NPM (Net Profit Margin) and ROI (Return Of Invesment), where the NPM value is 534.29% and the ROI value is 83.23%, meaning that seaweed farming is feasible. Keywords: Profit, Profitability, Seaweed
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN BUDIDAYA DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Nursan, Muhammad; Husni, Syarif; Yusuf, M; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Rakhman, Amry
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1093

Abstract

Salah satu wilayah ekonomi khusus Indonesia berada di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. KEK Mandalika ini selain sebagai kawasan industri dan pariwisata juga sebagai wilayah pengembangan untuk komoditas-komoditas perikanan budidaya di Provinsi NTB. meskipun demikian pengembangan komoditas perikanan budidaya di KEK Mandalika belum dilakukan berdasarkan prioritas keunggulan wilayah masing-masing selain itu, strategi pengembangan komoditas belum komperehensif sehingga produktivitas usaha perikanan budidaya masih rendah dan belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor internal dan eksternal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya, 2) merumuskan strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif (mixed method). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor internal pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya yaitu 5 kekuatan dan 4 kelemahan. Faktor eksternal meliputi 4 peluang dan 3 ancaman. Alternatif strategi pengembangan komoditas unggulan perikanan budidaya di KEK Mandalika Kabupaten Lombok Tengah meliputi strategi SO, ST, WO, dan WT.
SALURAN DAN EFISIENSI PEMASARAN TEMBAKAU VIRGINIA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Septiadi, Dudi; Nursan, Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1118

Abstract

The issue of price variability has become an interesting debate in the Virginia tobacco economic chain. The existence of marketing institutions in the Virginia tobacco economic chain, on the one hand, provides price certainty for farmers, on the other hand, if the marketing chain is longer, the distribution of profits obtained by farmers will be smaller. This research aims to analyze marketing channels and marketing efficiency of Virginia tobacco farming in Central Lombok Regency. The method used in this research is the descriptive method. Virginia tobacco marketing channel analysis uses a descriptive analysis approach, while Virginia tobacco marketing efficiency uses marketing margin, farmer's share and profit distribution analysis. The results of the research show that there are 2 types of marketing channels for Virginia tobacco in Central Lombok Regency, namely Marketing Channel I: Farmers - Collectors - Wholesalers; and Marketing Channel II: Farmers – Wholesalers. Marketing channels I and II of Virginia tobacco in Central Lombok Regency are declared to be efficient because the farmer's share value is 95% with a margin of IDR 2,333 and the profit distribution value is 1 in marketing channel I; and the farmer's share value is 100% in marketing channel II.. Keywords : Channels, Marketing, Tobacco, Virginia.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI DI DESA KARANG SIDEMEN KECAMATAN BATUKLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Taropi, Marina; Sudjatmiko, Dwi Praptomo; Nursan, Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1008

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis faktor lingkungan internal dan eksternal usahatani kopi dan (2) merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Analisis data yang terkumpul menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh faktor internal berupa kekuatan terdiri dari: (1) Kualitas kopi bagus, (2) Tempat penanaman kopi memenuhi syarat tumbuh, (3) Perawatan tanaman kopi mudah, (4) Masa produksi kopi jangka panjang, dan (5) Produksi kopi tinggi. Adapun faktor internal berupa kelemahan terdiri dari: (1) Kopi yang dijual tidak disortir sebelum dijual, (2) Waktu panen yang tidak merata, (3) Pemanenan masih dilakukan secara manual, (4) Kurangnya modal, dan (5) Kurangnya penguasaan teknologi unggul. Adapun faktor eksternal berupa peluang terdiri dari: (1) Harga kopi relatif stabil, (2) Lokasi usahatani termasuk daerah wisata, (3) Tenaga kerja banyak tersedia di lokasi, (4) Permintaan pasar meningkat, dan (5) Potensi lahan budidaya masih besar. Faktor eksternal berupa ancaman terdiri dari: (1) Serangan hama dan penyakit pada tanaman, (2) Kondisi cuaca tidak menentu, (3) Keterbatasan penyuluh pertanian, dan (4) Adanya pesaing yang mengembangkan usahatani kopi. Strategi pengembangan usahatani kopi di Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah yang utama difokuskan pada: (1) Peningkatan produksi kopi dengan memperluas areal tanam, (2) Peningkatan kualitas kopi untuk memenuhi permintaan wisatawan, dan (3) Perluasan jaringan pemasaran kopi.
Peningkatan Ekonomi Petambak Garam Melalui Penerapan Teknologi Geomembran di Desa Sondosia Kecamatan Bolo Kabupaten Bima M Yusuf; Muhammad Nursan; Anwar Anwar; Fadli Fadli; Aeko Fria Utama FR; Rifani Nur Sindy Setiawan; Anna Apriana Hidayanti; Eka Nurminda Dewi Mandalika; Dudi Septiadi
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i1.1462

Abstract

The purpose of this service activity is to: (1) improve the knowledge and skills of the farmers relating to: (a) technical aspects and socio-economic aspects of geomembrane technology; (b) Management of salt farming with the development of geomembrane technology (2) knowing the response of salt farmers regarding geomembrane technology (3) establishing relationships between universities and the community. Implementation of activities carried out using the andragogy method through counseling and demonstrations to the target group. The results of the activity show that: (1) this activity has been able to increase the knowledge and skills of salt farmers especially relating to: (a) technical aspects and socioeconomic aspects especially related to improving the community's economy, especially salt farmers through the development of geomembrane technology; (b) Management of salt farming using geomembrane technology shows good results, is healthy and environmentally friendly; (c) group management ability in efforts to take advantage of existing potential is good; (2) The response of salt farmers to extension activities is quite high; (3) This activity has increased communication between tertiary institutions, especially UNRAM, and the community.
Analisis Efisiensi Pemasaran Usaha Budidaya Jamur Tiram Putih di Kota Mataram Aeko Fria Utama FR; Muhammad Nursan; Amry Rakhman
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 4 No. 2 (2024): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v4i2.1213

Abstract

One of the factors that can influence the success of the mushroom business can be seen from the marketing channels and marketing efficiency of the oyster mushroom cultivation business. This research aims to analyze channel profits and marketing efficiency of white oyster mushroom cultivation businesses in Mataram City. The method used in this research is a descriptive method, collecting data obtained using survey and interview techniques. The unit of analysis is the oyster mushroom cultivation business in Mataram City. The determination of the area in this study was determined by "purposive sampling" in Mataram City. The determination of respondents was carried out by census, meanwhile. The data analysis used is marketing channel analysis and marketing efficiency. The research results show that the average profit obtained is IDR. 12,790,868 per area of cultivated land, during one production process. The marketing channel for white oyster mushrooms in Mataram City consists of two channels, channel I is a direct marketing channel, namely producers directly to final consumers and marketing channel II, namely farmers - retailers - final consumers. The marketing channel for white oyster mushrooms in Mataram City is considered efficient, because the producer share value in marketing channel I is 100% and marketing channel II is 80% with a marketing margin of Rp. 5,000/Kg so that marketing channels I and II are said to be efficient because they are greater than 60%
MANGROVE FOREST ECOTOURISM MANAGEMENT AND DEVELOPMENT EFFORTS IN SOUTH LEMBAR VILLAGE, WEST LOMBOK REGENCY Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita; Husni, Syarif; Yusuf, M.; Nursan, Muhammad
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1175

Abstract

The existence of mangrove forest ecotourism has a positive impact on the development of Lembar Selatan Village. Therefore, it is necessary to make efforts to manage and develop ecotourism so that the resources owned can be maximally utilized by the surrounding community. This utilization certainly aims to preserve nature and improve the welfare of the community. The purpose of this study was to determine the management and development efforts that have been carried out by the community and the government in the mangrove forest ecotourism area in Lembar Selatan Village. The research method was carried out with a descriptive qualitative approach. The sampling method was carried out purposively and the number of respondents was 4 respondents. The results showed that the community and related governments have made several management efforts including hygiene management, asset management, financial management and promotional activities. While development efforts made include: development of area, infrastructure, and ecotourism management.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BAWANG MERAH DENGAN SISTEM BAGI HASIL DI KECAMATAN WERA KABUPATEN BIMA Ishmah, Laili Zatil; Ibrahim, Ibrahim; Nursan, Muhammad
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1612

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui jenis sistem bagi hasil usahatani bawang merah yang diterapkan di Kecamatan Wera Kabupaten Bima; (2) Untuk mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Kecamatan Wera Kabupaten Bima; (3) Untuk mengetahui kendala usahatani bawang merah dengan sistem bagi hasil di Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unita analisisnya adalah ushatani bawang merah dengan sistem bagi hasil di Desa Hidirasa dan Desa Ranggasolo Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Penentuan jumlah sampel responden menggunakan “quota sampling” yaitu dengan menetapkan 30 orang dan penentuan jumlah sampel responden masing-masing desa menggunakan “proportional sampling” yaitu 16 sampel responden dari Desa Hidirasa dan 14 sampel responden dari Desa Ranggasolo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara survey yaitu wawancara langsung dengan responden dengan alat bantu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, analisis pendapatan, analisis kelayakan, dan analisis kendala. Hasil penelitian ini yaitu rata-rata biaya produksi usahatani bawang merah sebesar Rp. 20.065.885/LLG atau Rp. 87.242.979/Ha. Rata-rata produksi bawang merah yaitu 2.705 Kg/LLG atau 11.761 Kg/Ha, rata-rata harga jual Rp. 15.933 dan rata-rata pendapatan Rp. 23.033.781/LLG atau Rp. 100.146.876/Ha. Semua responden menggunakan sistem mrapat (80:20) pada usahatani bawang merahnya. Rata-rata R/C Ratio usahatani bawang merah yaitu 2,1. Kata kunci: Bawang merah, Bagi hasil, Kelayakan. ABSTRACT This research aims to (1) find out the type of onion farming profit-sharing system implemented in Wera District, Bima Regency; (2) determine the feasibility of shallot farming in Wera District, Bima Regency; (3) identify the obstacles to shallot farming using a profit-sharing system in Wera District, Bima Regency. This research uses a descriptive method. The unit of analysis is shallot farming with a profit-sharing system in Hidirasa Village and Ranggasolo Village, Wera District, Bima Regency. The number of sample respondents was determined using "quota sampling," with 30 people selected, and the number of sample respondents for each village was determined using "proportional sampling," with 16 sample respondents from Hidirasa Village and 14 sample respondents from Ranggasolo Village. Data collection was carried out through a survey, involving direct interviews with respondents using a questionnaire tool. The data analysis included cost analysis, income analysis, feasibility analysis, and obstacle analysis. The results of this research show that the average production cost of shallot farming is IDR 20,065,885/LLG or Rp. 87,242,979/Ha. The average production of shallots is 2,705 Kg/LLG or 11,761 Kg/Ha, with an average selling price of IDR 15,933 and average income of Rp. 23,033,781/LLG or Rp. 100,146,876/Ha. All respondents use the mrolimo (80:20) system in their shallot farming. The average R/C Ratio for shallot farming is 2.1. Keywords: Red Onion, Profit Sharing, Feasibility
Co-Authors Ade Dwi Sasanti Aeko Firia Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Ahmad Jufri Ahmadi, Fadlika Akhmad Syafruddin Akhyar, Ramaulvi Muhammad Amiruddin Amrussalam Amrussalam Amry Rakhman Amry Rakhman Anas Pattaray Andi Iva Mundiyah Anisah Resty Ulfiyah Anna Apriana Hidayanti Anna Apriana Hidayanti Antonindo, Anton Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Apriana, Anna Apriani, Ari Ardhana Reswari Utami Ary Apriyani ASASANDI, IGN ARYAWAN Asri Hidayati Asri Hidayati, Asri Ayu, Candra Azizah Ulfa Azmi Afriansyah Baiq Saopi Nadiawati Cadra Ayu Candra Ayu Candra Ayu Cornelius Sopar Nababan Dahlanuddin Dahlanuddin Dahlanuddin Dahlanuddin Deni Irawan Dipokusumo, Bambang Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Efendi, Efendy Efendy Efendy, Efendy Eka Numinda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eko Supriastuti Fadli Fadli Fadli FADLI FADLI Fadli Fadli Fadli Fadli Fadli Fadli Fahrullah Fahrullah Fauzan Fahrussiam Fernandez, F.X. Edy Fria Utama FR, Aeko Guswulandari, Guswulandari Halimatus Sa’diyah Handayanti, Anna Apriana Heri Heryanto Holyness Nurdin Singadimedja I G N Anom I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi I Ketut Budhastra I Ketut Widnyana I Putu Eka Indrawan Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim IGN Aryawan Asasandi Irwan Mahakam Lesmono Aji Ishmah, Laili Zatil Johan Wahyudi Julianto, T. B. Ketut Budastra L Wiresapta Karyadi L. Sukardi L. Sukardi Lalu Sukardi M Yusuf M Yusuf M Yusuf M Yusuf M. YUSUF M. Yusuf M. Yusuf M. Yusuf M. Yusuf M. Yusuf M. Yusuf Mandalika, Eka Nurminda Dewi Mardiana Mardiana Melina, Rizky Muhamad Emil Rachman Muhamad Siddik Muhammad Yusuf Muji Rahayu Muji Rahayu Nabilah, Sharfina Ni Luh Sri Supartiningsih Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Niechi Valentino Nurrachman Nurrachman Nurtaji Wathoni Nurtaji Wathoni Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Putu Eka Pasmidi Ariati Rakhman, Amry Revita Syefti Palmi Rifani Nur Sindy Setiawan Rika Andriati Sukma Dewi Rinda Desan Rizka Amalia Sab’ul Masani Satrijo Saloko Septiadi, Dudi Setiawan, Rifani Shelly Sylvia Agustina Sofiati Wardah Sopiandi Sopiandi Sri Mulyawati Sri Wahyuni Sudjatmiko, Dwi Praptomo Sukarne Sukarne Sulaimansyah Suparmin Supartiningsih, Sri Supriastuti, Eko Surya Febrianti Sutaryono, Yusuf Akhyar Syarif Husni Syarif Husni Syarifuddin Syarifuddin Tajidan, Tajidan Tamara Donna Shaifarahma Tarmizi Tarmizi Taropi, Marina Taslim Sjah The Best Akbar Esa Putra Utama FR, Aeko Firia Utama FR, Aeko Priya Wathoni, Nurtaji Wayan Wangiyana Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Widyanti, Ni Made Zea Mita Wirajaya Kusuma Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro, Wuryantoro Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi Yuansa Aneswari Yusuf Akhyar Sutaryono Yusuf, Muhammad - zeamita Zulkarnaen