Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODEL PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN (AGROSILVOPASTURA-PERIKANAN-TRIGONA APIKULTUR) DI KAWASAN BENDUNGAN BINTANG BANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Muhammad Nursan; Dahlanuddin Dahlanuddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1613

Abstract

Kawasan Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal melalui sistem pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model pertanian terpadu yang mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pertanian terpadu berkelanjutan berbasis agrosilvopastura yang terintegrasi dengan perikanan dan trigona apikultur. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian pustaka dengan memanfaatkan data sekunder dari berbagai buku, artikel ilmiah, dan laporan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa dari aspek lingkungan, model agrosilvopastura–perikanan yang terintegrasi dengan lebah trigona di Kawasan Bendungan Bintang Bano Kabupaten Sumbawa Barat berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan menjaga kelestarian lingkungan. Dari aspek ekonomi, model ini mampu meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi usaha dari tanaman, ternak, ikan, dan produk lebah trigona, sehingga meningkatkan stabilitas pendapatan serta menekan biaya produksi melalui penerapan konsep zero waste. Dari aspek sosial, model ini mendorong partisipasi masyarakat, meningkatkan keterampilan petani, serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Kendala penerapan model ini meliputi keterbatasan pengetahuan petani, keterbatasan modal, resistensi terhadap perubahan dan rendahnya tingkat adopsi inovasi. Oleh karena ini, strategi yang diperlukan dalam penerapan model yaitu melakukan integrasi antar-komponen usaha melalui pemanfaatan limbah dan hasil samping secara sirkular, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan, penyediaan akses pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan kebijakan pemerintah.
Pemberdayaan Peternak Kambing Peranakan Etawa (PE) Melalui Integrasi Tanaman–Ternak untuk Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan di Desa Genggelang, Lombok Utara M. Yusuf; Aeko Fria Utama FR; Sab’ul Masani; IGN Aryawan Asasandi; Efendy; Muhammad Nursan; Taslim Sjah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15456

Abstract

Empowering Etawa crossbred (PE) goat farmers through crop-livestock integration is a sustainable strategy to increase productivity and income. This system synergizes the use of crop waste as feed and livestock manure as organic fertilizer, thereby increasing efficiency, reducing production costs, strengthening household economic resilience, and supporting the sustainability of the Genggelang Village agroecosystem, North Lombok. This community service program aims to: (1) increase the knowledge and skills of PE goat farmers through the implementation of a crop-Etawah crossbreed goat (PE) integration system, which is oriented towards increasing productivity and business efficiency, and strengthening group capacity; (2) provide hands-on practical examples and technical assistance in PE goat management, so that farmers not only understand the concept but are also able to implement it independently; (3) strengthen partnerships and build synergies between the Faculty of Agriculture, University of Mataram, and the farming community in the development and implementation of agricultural technology innovations. The method used was a community development approach based on adult learning, involving 15 farmer group members as participants. The results of the activity indicate that (1) there was an increase in the knowledge and skills of farmers through the implementation of a crop-Etawah crossbreed goat (PE) integration system, which is oriented towards increasing productivity and business efficiency. (2) This program can strengthen the group's managerial capacity in optimizing local potential, and (3) collaborative communication between academics and farmers/breeders in developing PE goat-based agriculture.
PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN (AGROSILVOPASTURA- APIKULTUR TRIGONA) DI DESA SEDAU KECAMATAN NARMADA, LOMBOK BARAT Muhammad Nursan; Wayan Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1677

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan, keterbatasan akses pasar, dan degradasi lingkungan menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat pertanian di Desa Sedau. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu pendekatan pertanian terpadu berkelanjutan yang mampu mengintegrasikan antar komponen usahatani secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis prospek dan merumuskan strategi pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura dan apikultur Trigona di Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA 2020, dengan korpus analisis sebanyak 30 artikel terseleksi dari 309 artikel awal melalui tahapan identification, screening, dan eligibility assessment. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pertanian terpadu berbasis agrosilvopastura dan apikultur lebah Trigona di Desa Sedau menunjukkan peluang yang baik untuk dikembangkan. Kondisi agroekosistem yang sesuai, didukung oleh ketersediaan sumber pakan lebah yang melimpah, menjadi modal utama dalam penerapan sistem ini. Integrasi berbagai komponen usaha tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan produktivitas lahan, tetapi juga mampu memperluas sumber pendapatan petani serta memperkuat keberlanjutan usaha pertanian. Strategi pengembangan diarahkan pada penggunaan spesies Trigona yang adaptif, penyediaan sumber pakan secara terintegrasi, penguatan kelembagaan komunitas, dan pengelolaan sistem secara adaptif berbasis data. Model integrasi Agrosilvopastura–Apikultur lebah Trigona dapat menjadi pendekatan inovatif dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Desa Sedau.
KEMAMPUAN PETANI MENGELOLA INPUT PRODUKSI DAN RISIKO USAHATANI CABAI BESAR DI PULAU LOMBOK, INDONESIA Muhamad Siddik; Muhammad Nursan; Lalu Wiresapta Karyadi
JURNAL AGRIMANSION Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Agrimansion April 2026
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v27i1.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan petani mengelola input produksi dan risiko usahatani cabai besar di Pulau Lombok. Penelitian menggunakan metode eksplanatif, lokasi penelitian ditentukan secara bertingkat berdasarkan ketinggian tempat dan sentra produksi cabai besar. Petani yang dijadikan responden sebanyak 90 orang, dipilih secara random. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terstruktur, , observasi lapangan, survai virtual dan studi literature. Data produksi dan input produksi dianalisis secara deskriptif kuantitatif; risiko usahatani dianalisis dengan coefisien variasi. Kemampuan petani mengelola input produksi dan risiko usahatani dianalisis menggunakan regresi model type Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum petani cabai besar di Pulau Lombok mampu mengelola input produksi dan risiko usahatani secara teknis; namun belum mampu mengelola secara ekonomi, karena petani tidak mampu mengendalikan dan memprediksi harga input dan harga output yang ditentukan oleh mekanisme pasar. Input produksi yang belum mampu dikelola secara teknis dan ekonomi adalah bibit dan ajir. Bibit cabai penggunaan berlebihan; sedangkan ajir penggunaannya sebagian tidak tepat waktu.
Co-Authors Ade Dwi Sasanti Aeko Firia Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Aeko Fria Utama FR Ahmad Jufri Ahmadi, Fadlika Akhmad Syafruddin Akhyar, Ramaulvi Muhammad Amiruddin Amrussalam Amrussalam Amry Rakhman Amry Rakhman Anas Pattaray Andi Iva Mundiyah Anisah Resty Ulfiyah Anna Apriana Hidayanti Anna Apriana Hidayanti Antonindo, Anton Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Apriana, Anna Apriani, Ari Ardhana Reswari Utami Ary Apriyani ASASANDI, IGN ARYAWAN Asri Hidayati Asri Hidayati, Asri Ayu, Candra Azizah Ulfa Azmi Afriansyah Baiq Saopi Nadiawati Cadra Ayu Candra Ayu Candra Ayu Cornelius Sopar Nababan Dahlanuddin Dahlanuddin Dahlanuddin Dahlanuddin Deni Irawan Dipokusumo, Bambang Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Dudi Septiadi Efendi, Efendy Efendy Efendy, Efendy Eka Numinda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eka Nurminda Dewi Mandalika Eko Supriastuti Fadli Fadli Fadli Fadli Fadli FADLI FADLI Fadli Fadli Fadli Fadli Fahrullah Fahrullah Fauzan Fahrussiam Fernandez, F.X. Edy Fria Utama FR, Aeko Guswulandari, Guswulandari Halimatus Sa’diyah Handayanti, Anna Apriana Heri Heryanto Holyness Nurdin Singadimedja I G N Anom I Gusti Ngurah Aryawan Asasandi I Ketut Budhastra I Ketut Widnyana I Putu Eka Indrawan Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim IGN Aryawan Asasandi Irwan Mahakam Lesmono Aji Ishmah, Laili Zatil Johan Wahyudi Julianto, T. B. Ketut Budastra L Wiresapta Karyadi L. Sukardi L. Sukardi Lalu Sukardi M Yusuf M Yusuf M Yusuf M Yusuf M. Yusuf M. Yusuf M. YUSUF M. Yusuf M. Yusuf M. Yusuf M. Yusuf Mandalika, Eka Nurminda Dewi Mardiana Mardiana Melina, Rizky Muhamad Emil Rachman Muhamad Siddik Muhammad Yusuf Muji Rahayu Muji Rahayu Nabilah, Sharfina Ni Luh Sri Supartiningsih Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Niechi Valentino Nurrachman Nurrachman Nurtaji Wathoni Nurtaji Wathoni Pande Komang Suparyana Pande Komang Suparyana Putu Eka Pasmidi Ariati Rakhman, Amry Revita Syefti Palmi Rifani Nur Sindy Setiawan Rika Andriati Sukma Dewi Rinda Desan Rizka Amalia Sab’ul Masani Satrijo Saloko Septiadi, Dudi Setiawan, Rifani Shelly Sylvia Agustina Sofiati Wardah Sopiandi Sopiandi Sri Mulyawati Sri Wahyuni Sudjatmiko, Dwi Praptomo Sukarne Sukarne Sulaimansyah Suparmin Supartiningsih, Sri Supriastuti, Eko Surya Febrianti Sutaryono, Yusuf Akhyar Syarif Husni Syarif Husni Syarifuddin Syarifuddin Tajidan, Tajidan Tamara Donna Shaifarahma Tarmizi Tarmizi Taropi, Marina Taslim Sjah The Best Akbar Esa Putra Utama FR, Aeko Firia Utama FR, Aeko Priya Wathoni, Nurtaji Wayan Wangiyana Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Widyanti, Ni Made Zea Mita Wirajaya Kusuma Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro, Wuryantoro Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi Yuansa Aneswari Yusuf Akhyar Sutaryono Yusuf, Muhammad - zeamita Zulkarnaen