Claim Missing Document
Check
Articles

MALARIA PADA MASA KEHAMILAN Selfi Renita Rusjdi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 36, No 2 (2012): Published in August 2012
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.641 KB) | DOI: 10.22338/mka.v36.i2.p173-178.2012

Abstract

AbstrakMalaria merupakan penyakit tropis yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan disebarkan melalui gigitan nyamuk. Diperkirakan 219 juta penduduk dunia terinfeksi malaria dan sebanyak 660.000 diantaranya meninggal setiap tahun. Penyakit ini dapat menyerang semua individu tanpa membedakan umur dan jenis kelamin dan tidak terkecuali wanita hamil. Wanita hamil termasuk golongan yang rentan untuk terkena malaria sehubungan dengan penurunan imunitas di masa kehamilan. Malaria pada kehamilan dapat menimbulkan berbagai keadaan patologi pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Pada ibu hamil, malaria dapat mengakibatkan timbulnya demam, anemia, hipoglikemia, udema paru akut, gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada janin yang dikandung oleh ibu penderita malaria dapat terjadi abortus, lahir mati, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian janin. Keadaan patologi yang ditimbulkan ini sangat tergantung pada status imunitas, jumlah paritas dan umur ibu hamil.Kata Kunci :malaria, kehamilan, patologi, imunitasAbstractMalaria is one of topical diseases caused by parasite called Plasmodium and transmitted by mosquito bite. In 2010 an estimated 219 million cases of malaria occurred worldwide and 660,000 people died every year. Malaria can occur in most population and it is not depended on age and sex even pregnant women would be suffer from this disease. Pregnant women are particularly vulnerable to malaria as pregnancy reduces a woman’s immunity to malaria. It can cause fever, maternal anaemia, hypoglicemia, acute pulmonary udema and even death. For the unborn child, maternal malaria increases the risk of spontaneous abortion, stillbirth, premature delivery and low birth weight, a leading cause of child mortality. The pathology is depended on imunity, number of pariety dan age of pregnant women.key word : malaria, pregnancy, pathology, immunityTINJAUAN PUSTAKA
IDENTIFIKASI BLASTOCYSTIS HOMINIS SECARA MIKROSKOPIS DAN PCR PADA SAMPEL FESES DI LABORATORIUM RSUP. Dr. M. DJAMIL PADANG Eka Nofita; Nora Harminarti; Selfi Renita Rusjdi
Majalah Kedokteran Andalas Vol 37, No 1 (2014): Published in May 2014
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.067 KB) | DOI: 10.22338/mka.v37.i1.p26-31.2014

Abstract

AbstrakPenelitian ini untuk mengetahui keberadaan Blastocystis pada feses secara mikroskopisdan dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Sampel penelitian didapat dariRumah Sakit. Dr. M. Djamil Padang selama satu bulan pengumpulan. Semua sampel yangterkumpul diperiksa untuk mendeteksi Blastocystis dengan pemeriksaan mikroskopis langsungdan PCR. Sampel tinja yang terkumpul 61 dan didapatkan 13 (21,3%) positif mengandungBlastocystis dengan pemeriksaan mikroskopis langsung dan sebanyak 20 (32,8%) positifdengan pemeriksaan PCR. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan PCR dapat mendeteksiBlastocystis lebih sensitif dibandingkan dengan pemeriksaan mikroskopis langsung.AbstractThis study determined the presence of Blastocystis in faeces microscopically and by usingPolymerase Chain Reaction (PCR). Samples were collected from hospital Dr. M. DjamilPadang for a month. All samples were examined for detecting Blastocystis by direct microscopicexamination and PCR. The total number of fecal samples collected was 61. It is foundthat 13 (21.3%) of the samples were tested positive for Blastocystis by direct microscopicexamination and 20 (32.8%) were positive by PCR. This study demonstrated that PCR candetect Blastocystis more sensitive than the direct microscopic examination.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASCARIASIS PADA MURID SEKOLAH DASAR Atikah Mardhika Ihsan; Selfi Renita Rusjdi; Siti Nurhajjah
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 2 (2015): Published in September 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.683 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i2.p80-88.2015

Abstract

AbstrakKejadian Ascariasis masih tinggi di Kota Padang, terutama pada anak usia sekolah dasar. Banyak faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian Ascariasis ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ascariasis pada murid Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional study yang dilakukan pada 122 murid SDN 25 dan 28 Purus, Kota Padang pada bulan Desember 2013. Faktor-faktor yang diteliti antara lain higienitas perorangan, tingkat pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, tempat tinggal, dan tingkat penghasilan orang tua. Hubungan antar variabel dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid yang positif Ascariasis sebesar 34,4%. Kejadian Ascariasis ditemukan pada murid yang higienitas perorangan kurang baik sebesar 52%, tingkat pengetahuan ibu yang rendah sebesar 34,9%, sanitasi lingkungan yang kurang baik sebesar 29,3%, dan tingkat penghasilan orang tua yang rendah sebesar 37%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara higienitas perorangan (p=0.06), pengetahuan ibu (p=1), sanitasi lingkungan (p=0,35), dan tingkat penghasilan orang tua (p=0,59) dengan kejadian Ascariasis. Kesimpulan: Kejadian Ascariasis pada pada murid SDN 25 dan 28 Purus, Kota Padang tahun 2013 tidak berkaitan dengan higienitas perorangan, pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, dan tingkat penghasilan orang tua.AbstractThe prevalence of Ascariasis is still high in Padang, especially at primary school age children. There are many factors contribute to the high incidence of this Ascariasis. The purpose of this study was to know the factors that associated with the incidence of Ascariasis in primary school. This study uses an analytical design method of cross -sectional study on 122 students in 25 and 28 primary school Purus, Padang in December 2013. The factors studied include personal hygiene, level of maternal knowledge, sanitary living environment, and the level of parental income. The relationship between all variables was analyzed by Chi-Square test. The results showed that students were positive Ascariasis was 34.4%. Ascariasis incidence in poor individual hygiene students was 52%, a low level of maternal knowledge was 34,9%, poor environmental sanitation was 29,3%, and a low level of parental income was 37%. Statistical analysis showed there was not significant relationship between the individual hygiene (p=0.06), the level of maternal knowledge (p=1), environmental sanitation (p=0,35), and the parental income (p=0,59) with Ascariasis. Conclusion: Ascariasis incidence in 25 and 28 primary school Purus, Padang in 2013 was not associated with individual hygiene, the level of maternal knowledge, environmental sanitation, and the parental income.
Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Health Sains Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v2i3.136

Abstract

Penyakit keganasan dapat terjadi karena pengaruh kondisi lingkungan dan fisiologi. Beberapa studi epidemiologi dan laporan kasus memperlihatkan bahwa terdapatnya hubungan antara infeksi parasit dengan karsinogenesis. Terdapat beberapa organisme yang tergolong ke dalam parasit yang sangat erat kaitannya dengan penyakit keganasan antara lain; Schistosoma sp, Strongyloides stercoralis, Plasmodium sp, Chlonorchis sinensis, Opistorchis viverrini, Trypanosoma cruzi. Organisme ini membajak celluler pathways untuk memanipulasi epigenom sel host, organel, signaling pathway dan program epigenetik. Pencarian literatur dilakukan dengan metode kualitatif pada bulan November 2020-Januari 2021 dengan menggunakan data sekunder. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui Infeksi Parasit, Hubungannya Dengan Karsinogenesis. Tulisan ini membahas tentang epidemiologi dan mekanisme infeksi parasit menginduksi terjadinya penyakit keganasan (karsinogenesis). Kesimpulan dari penulisan ini adalah hubungan antara infeksi parasite dengan karsinogenesis telah banyak dibuktikan. Schistosoma haematobium, Opistorchis viverrini dan Chlonorchis sinensis mempunyai potensi karsinogeik yang lebih tinggi dibandingkan Opistorchis felineus dan Schistosoma.
Karakteristik dan Klinis Pasien Toksoplasmosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2016 – 2020 Selfi Renita Rusjdi; Egi Defiska Mulya; Rahmatini Rahmatini
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v5i1.9317

Abstract

Toksoplasmosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini mempunyai hospes definitif berupa hewan golongan felidae terutama kucing dan hospes perantara berupa manusia dan hewan berdarah panas. Infeksi parasit ini dapat terjadi secara vertikal yaitu dari ibu hamil dan menyebabkan terjadinya toksoplasmosis kongenital.  Transmisi horizontal parasit ini dapat terjadi dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi ookista atau kista jaringan pada daging yang kurang matang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan klinis pasien toksoplasmosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2016 - 2020. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Sampel pada penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis toksoplasmosis di  RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2016  -  Desember 2020. Semua populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 27 sampel. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan pasien toksoplasmosis terbanyak pada tahun 2017  sebanyak 17 orang (63,00%),  rentang usia terbanyak 26 - 45 tahun (51,85%) dan berjenis kelamin laki - laki (66,67%). Keluhan utama yang sering terjadi yaitu penurunan kesadaran (33,34%), gejala klinis yang sering terjadi yaitu kejang (16,27%). Klinis toksoplasmosis yang banyak yaitu toksoplasmosis serebri (66,67%). Faktor Komorbid toksoplasmosis terbanyak yaitu HIV (55,56%). Kesimpulan: Pada penelitian ini jumlah pasien didapatkan sebanyak 27 orang dan yang terbanyak tahun 2017, rentang usia terbanyak 26 - 45 tahun, keluhan utama terbanyak penurunan kesadaran, gejala klinis terbanyak kejang, klinis terbanyak toksoplasmosis serebri, dan faktor komorbid terbanyak HIV.Kata kunci: faktor komorbid, gejala klinis, keluhan utama, klinis toksoplasmosis, toksoplasmosis
Hubungan Derajat Obesitas dengan Kadar LDL pada Mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Andalas Angkatan 2016 Meska Amelia Putri; Yustini Alioes; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.479 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i2.352

Abstract

Obesitas merupakan akumulasi lemak di dalam tubuh akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi. LDL adalah lipoprotein yang membawa kolesterol ke jaringan perifer yang jika kadarnya tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Hal ini secara tidak langsung akan berpengaruh pada fungsi kognitif akibat dari penyakit yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat obesitas dengan kadar LDL pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2016.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu sebanyak 35 orang. Derajat obesitas perifer didapat dari perhitungan indeks massa tubuh. Obesitas sentral didapat dari pengukuran lingkar pinggang. Kadar LDL didapat dari pemeriksaan darah vena fossa cubiti secara spektrofotometri. Analisa data menggunakan uji statistik Pearson correlation.Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan derajat obesitas perifer dan obesitas sentral dengan kadar LDL didapatkan nilai p berturut-turut, yaitu 0.857 dan 0.359 (p>0.05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan antara derajat obesitas dengan kadar LDL pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2016.Kata kunci : IMT, Obesitas perifer, Obesitas sentral, LDL
Edukasi dan Skrining Penyakit Cacingan pada Siswa SDN 10 Kelurahan Lambung Bukit Eka Nofita; Hasmiwati Hasmiwati; Adrial Adrial; Nurhayati Nurhayati; Selfi Renita Rusjdi; Husnil Wardiyah; Nuzulia Irawati
Warta Pengabdian Andalas Vol 29 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.29.2.81-86.2022

Abstract

One of the primary health problems still found in Lambung Bukit Village is the high stunting rate. The incidence of stunting is influenced by many factors, one of which is intestinal worm infection (Helminthiasis). Worms that live in the intestine will interfere with the absorption of food and suck the blood of their host, causing malabsorption, malnutrition and growth disorders, which can cause stunting. Therefore, genuine efforts are needed to eradicate this helminthic disease. Department Parasitology of Medical Faculty, the Andalas University, conducted community service activities at SDN 10 Lambung Bukit to reduce intestinal worm infections in children by providing counselling, detection and treatment, and follow-up on treatment success. The counselling activity was attended by 88 students and eight teachers, with 59 samples of faeces collected. From the stool examination results, none of the worm eggs was found, but four students were positive for intestinal protozoa. Furthermore, treatment was given to these four students. Through this activity, it was expected to increase students' awareness of maintaining personal hygiene so that to reduce the incidence of helminthiasis, and help to reduce stunting rates.
Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Sayur Kubis (Brassica Olerace) yang Dijual Pedagang Makanan di Jalan Adinegoro – Prof. Dr. Hamka, Kota Padang Fathoni Akbar; Selfi Renita Rusjdi; Linosefa Linosefa
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v5i2.9315

Abstract

Soil Transmitted Helminths (STH) adalah istilah yang merujuk kepada parasit cacing nematoda usus yang memerlukan tanah untuk menjadi bentuk infektif. Salah satu cara masuk telur ataupun bentuk infektif dari STH kedalam tubuh manusia melalui sayuran mentah yang dikonsumsi secara langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontaminasi telur STH pada sayur kubis (Brassica oleracea) yang dijual oleh pedagang makanan di sepanjang Jalan Adinegoro – Prof. Dr. Hamka Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi observasional dan sampel yang dipilih adalah total sampling disepanjang lokasi penelitian, dan didapatkan sampel sebanyak 30 buah kubis. Pada sampel dilakukan pemeriksaan dengan metode sedimentasi. Hasil pemeriksaan dilihat dengan menggunakan mikroskop. Analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini ditemukan satu sampel terkonfirmasi positif oleh cacing tambang pada stadium larva filarifom.Kata Kunci: Soil Transmitted Helminths, kubis, kontaminasi
Hubungan Jenis Kelamin Terhadap Kebugaran Jasmani Siswa SD Negeri 13 Sungai Pisang Padang Fadhilati Sabrina; Afriwardi Afriwardi; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.032 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i1.305

Abstract

Background: Physical fitness is the ability of a human being to perform everyday activities without experiencing a major exhaustion in performing all tasks properly. Gender is one of the most important variables that also differentiates the level of physical fitness. Men are deemed to have a higher physical fitness rate than women. In the time of pre-puberty, elementary school students who are aged 10 to 12 years old or who are in 4th and 5th grade are considered. At this age, the hormones of these female or male students are not yet involved, so that the physical fitness level of women is almost the same as that of men. Objective: This study aims to discuss the association between gender with physical fitness Methods: This research is an observational study with a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a total sampling technique of of 4th and 5th grade elementary school students 13 Sungai Pisang, Bungus Teluk Kabung District, Padang. Research was conducted from January 2020 to March 2020. Results: Chi square statistical test found that there was no significant relationship between gender and the level of phsysical fitness (p = 0,238) Conclusion: The conclusion of this study is that there is no significant relationship between gender and the level of physical fitness
Gambaran Fungsi Kognitif pada Pasien Keganasan Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang Zakiya Ifana Putri; Restu Susanti; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 3 (2021): September 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v2i3.477

Abstract

Latar Belakang: Kemoterapi pada pasien keganasan payudara dapat menyebabkan gangguan kognitif. Sebuah studi menjelaskan bahwa terdapat 65% pasien dengan keganasan payudara mengalami gangguan kognitif akut dan 60% dari mereka mengalami penurunan kognitif terlambat Objektif: Mengetahui gambaran fungsi kognitif pada penderita keganasan payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sebanyak 44 orang. Penelitian ini berlangsung dari Maret 2020-Januari 2021. Hasil: Sebanyak 75% subjek penelitian mengalami gangguan kognitif. Gangguan kognitif paling banyak ditemukan pada kelompok usia pertengahan dan pada tingkat pendidikan rendah, yaitu 100%. Gangguan kognitif mulai ditemukan pada kemoterapi kedua, paling banyak ditemukan pada kemoterapi ketiga dan keempat (18,2 %). Gangguan kognitif terjadi pada semua obat kemoterapi dan paling banyak ditemukan pada penggunaan obat kombinasi CAF. Kesimpulan: Gangguan kognitif terbanyak ditemukan pada usia pertengahan dengan tingkat pendidikan yang rendah, pada subjek yang menjalani kemoterapi yang ketiga dan keempat, serta pada pemberian terapi kombinasi 5-Flourouracil-Doxorubicin-Cyclophosphamide
Co-Authors Abdiana Abdiana Abdiana Abdiana Adrial Adrial Adrial Adrial, Adrial Afriwardi Afriwardi Agung Hidayat, I Gusti Putu Ahmad Raffi Yustian Aisyah Nilakesuma Aiwi Japanesa Alvarino Alvarino Ananda, Gita Putri Asril Zahari Atikah Mardhika Ihsan Avit Suchitra Azura, Rahla Beni Indra, Beni Daan Khambri Daryatri, Aviranti Salsabila Deddy Saputra Defrin, Defrin Desmawati Desmawati Dharma, Fitri Yeni Diandra K., Puti Reno Dwi Fitria Nova Efrida Efrida Egi Defiska Mulya Eka Nofita Eka Putri Eliza Anas Elmatris Sy Fachzi Fitri Fadhilah, Maisarah Fadhilati Sabrina Fadila, Zurayya Fadrian, Fadrian Fajria Khalida Fathiyyatul Khaira Fathoni Akbar Firdawati Firdawati Fitri Julianti gabriel septian hendra Hafni Bachtiar Hanum, Fathiya Juwita Harminarti, dr Nora Harun Harnavi Hasmiwati Hendra, Gabriel Septian Henny Mulyani Husna Yetti Husni Husni Husnil Wardiyah Ida Rahma Burhan Ida Rahmah Burhan Ilmiawati, Ilmiawati Intan, Shinta Ayu Irena Fathin Amelia Irvan Medison Izzati, Ruhilda Johar, Muhammad Nur Alif Kaltsum, Nilam Fa'izah Kaltsum, Nilam Faizah Lestari, Rahmi Lili Irawati Linosefa Linosefa Mahata, Liganda Endo Maisarah Fadhilah Malinda Meinapuri Masnadi, Nice Rachmawati Meska Amelia Putri Miftah Irramah Mohamad Reza Mufiidah, Muthia Muhammad Arifudin Muhammad Nur Alif Johar Murizal, Thanya Amoret Alya Mutia Utami Netti Suharti, Netti Nice Rachmawati Masnadi Nilam Faizah Kaltsum Nisrina Harmi Sari Nora Harminarti Noverika Windasari Noza Hilbertina, Noza Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuzulia Irawati Puti Reno Diandra K. Putri, Salsa Utami Rahmaddiansyah, Refa Rahmadian, Rizki Rahmatini . Refa Rahmaddiansyah Restu Susanti Rifa, Farras Zahra Rikarni Rikarni Rita Hamdani Rizki Rahmadian Rosfita Rasyid Rustam, Rony Sarianti Br Simbolon Satiya, Selin Faysa Selin Faysa Satiya Siti Aisyah Siti Aisyah Siti Nurhajjah Sri Shinta Agustin Sukri Rahman Swandi, Khairfani Syamel Muhammad Taufik Rachman Utami Mayfa Rahmania Utami, Mutia Vini Jamarin Wirsma Arif Harahap Wirsma Arif Harahap Wulan Prisilla Prisilla Wulandari Wulandari Wulandari Wulandari Yanwirasti Yanwirasti Yuniar Lestari Yuniar Lestari Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis Yustian, Ahmad Raffi Yusticia Katar Yustini Alioes Zakiya Ifana Putri Zelly Dia Rofinda Ziqri, Muhammad Fathi Naufal