Background: Tuberculosis (TB) remains a major public health problem due to its high transmission rate and low public knowledge regarding prevention and control measures. Limited awareness and inadequate preventive behaviors contribute to the continued spread of tuberculosis. Health education is an important promotive and preventive strategy to increase public knowledge and encourage appropriate preventive behaviors regarding tuberculosis. Purpose: To improve knowledge and preventive behaviors related to tuberculosis in the community. Method: This community service activity was conducted on January 24, 2026, at the Village Office within the Palapa Community Health Center (Puskesmas) jurisdiction. Forty participants included the general public, families at risk of tuberculosis, and health cadres. The community service activity was implemented using an educational and participatory approach. Participants' activities during discussions and practical sessions were observed to assess their level of engagement and understanding, while also gathering their feedback on the material and delivery methods. The evaluation was presented in descriptive form, describing respondents' level of understanding of the material presented based on direct observations and interviews during the educational activity. Results: 40 participants actively participated in the counseling and discussion sessions. All participants attentively followed the material presented, covering the definition of tuberculosis, its causes, transmission, signs and symptoms, prevention efforts, the importance of early detection, cough etiquette, the implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), and adherence to treatment until completion. This demonstrated positive changes in community knowledge, attitudes, and behavioral tendencies toward tuberculosis prevention, including steps that can be implemented to prevent the spread of the disease. Conclusion: Health education on tuberculosis (TB) within community service activities has been proven to improve community knowledge, attitudes, and behaviors related to disease prevention. Participants understood the definition, causes, signs and symptoms, transmission methods, and the importance of early detection and adherence to tuberculosis treatment. Thus, this program contributed to reducing the risk of transmission and improving public health. Suggestion: Tuberculosis education activities are expected to be conducted on a continuous and scheduled basis to strengthen public knowledge and understanding of how to prevent complications and transmission, so that the benefits of these activities will be felt by the wider community. Keywords: Health education; Preventive behavior; Public health promotion; Tuberculosis Pendahuluan: Tuberculosis (TBC) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama karena tingkat penularannya yang tinggi dan rendahnya pengetahuan masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan dan pengendalian. Kesadaran yang terbatas dan perilaku pencegahan yang kurang memadai berkontribusi pada terus berlanjutnya penyebaran tuberkulosis. Edukasi kesehatan merupakan strategi promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendorong perilaku pencegahan yang tepat terhadap tuberkulosis. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan terkait tuberkulosis pada masyarakat. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 24 Januari 2026 di Kantor Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Palapa, dengan 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, keluarga berisiko tuberkulosis, dan kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Aktivitas peserta selama diskusi dan praktik diamati untuk menilai tingkat keterlibatan dan pemahaman, sekaligus mengumpulkan tanggapan mereka mengenai materi dan metode penyampaian. Evaluasi disajikan dalam bentuk deskriptif mengenai tingkat pemahaman responden terhadap materi yang disampaikan berdasarkan observasi dan wawancara langsung selama kegiatan edukasi dilaksanakan. Hasil: Mendapatkan 40 peserta yang aktif terlibat dalam sesi penyuluhan dan diskusi. Seluruh peserta secara tertib mengikuti kegiatan dengan menyimak materi disampaikan meliputi pengertian tuberkulosis, penyebab, cara penularan, tanda dan gejala, upaya pencegahan, pentingnya deteksi dini, etika batuk, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kepatuhan pengobatan hingga tuntas. Menunjukkan adanya perubahan positif pada pengetahuan, sikap, dan kecenderungan perilaku masyarakat terhadap pencegahan tuberkulosis seperti langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk mencegah penyebaran penyakit. Simpulan: Penyuluhan kesehatan tentang tuberkulosis (TBC) dalam kegiatan pengabdian masyarakat terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit. Peserta memahami pengertian, penyebab, tanda dan gejala, cara penularan, serta pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan tuberkulosis. Dengan demikian, program ini berkontribusi dalam menurunkan risiko penularan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saran: Diharapkan kegiatan penyuluhan tuberkulosis sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal untuk memperkuat pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk mencegah komplikasi dan penularan sehingga kegiatan penyuluhan akan dirasakan manfaatnya pada masyarakat yang lebih luas.