Kerusakan lingkungan hidup dan eskalasi krisis iklim di Indonesia menempatkan perempuan pada posisi yang paling rentan sekaligus memicu lahirnya agensi ekologis yang khas di tingkat akar rumput. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam gerakan konservasi berbasis agama di Indonesia melalui lensa ekofeminisme dalam perspektif Islam modern. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui jenis riset kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, kajian ini membedah rekonstruksi teologis terhadap tafsir keagamaan yang antroposentris dan bias gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Islam modern memberikan basis legitimasi yang kokoh bagi kepemimpinan ekologis perempuan dengan mengintegrasikan prinsip kekhalifahan yang inklusif dan pilar pelestarian lingkungan ke dalam hukum Islam. Kontribusi rill yang dipelopori oleh organisasi perempuan Islam di Indonesia, seperti 'Aisyiyah, Muslimat, dan Fatayat NU, terbukti bukan sekadar aksi sosial-domestik biasa melainkan bentuk artikulasi politik kewargaan ekologis yang sah di ruang publik. Melalui program tata kelola sampah mandiri, advokasi ruang hidup, hingga jaringan pesantren hijau, perempuan muslim berhasil mentransformasikan teologi hijau menjadi tindakan penyelamatan ekosistem yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kepemimpinan ekologis perempuan menjadi prasyarat mutlak yang menentukan keberhasilan resiliensi iklim demi mewujudkan kemaslahatan umat di masa depan. Kata Kunci: Ekofeminisme, Pemikiran Islam Modern, Peran Perempuan, Konservasi Berbasis Agama