p-Index From 2021 - 2026
8.312
P-Index
This Author published in this journals
All Journal FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Halaqa : Islamic Education Journal TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Journal of Islamic Civilization Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan Jurnal Pendidikan dan Konseling Best Journal (Biology Education, Sains and Technology) AS-SABIQUN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islam Journal Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Al Ibtidaiyah: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement HEUTAGOGIA: Journal of Islamic Education NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Scientific Research, Education, and Technology Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Peradaban Journal of Religion and Society International Journal of Islamic Thought and Humanities Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Journal of Science and Education Research Jurnal Ilmiah Nusantara Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam SOCIAL EDU: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education As-Sulthan Journal of Education PAEDAGOGIE Immortalis Journal of Interdisciplinary Studies Edumaspul: Jurnal Pendidikan Makkah: Journal Of Islamic Studies Al Kindi Jurnal Pendidikan Islam Multidisipliner
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformation of the Role of Musyrif as Murobbi in Developing Moral Integrity and Discipline of Students at Al-Kaaffah Islamic Boarding School Kuningan Fauzi Nurjaman; M. Jadid Khadavi
Immortalis Journal of Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 1 (2026): January - March
Publisher : PT. Caesarindo Triloka Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67307/ijis.v2i1.88

Abstract

This study aims to analyze the transformation of the role of the musyrif as a murobbi (leader) in developing the moral integrity and discipline of students at the Al-Kaaffah Islamic Boarding School in Kuningan. The urgency of this research lies in the increasing challenges of developing student character amidst modernization, necessitating a more transformative and relevant development approach. The study used qualitative methods with a descriptive design to explore the direct experiences of musyrifs, students, and pesantren leaders. Data were obtained through participant observation, in-depth interviews, and documentation analysis. The results indicate that the transformation of the musyrif's role is realized through strengthening role models, intensive spiritual guidance, personal communication, and consistent enforcement of discipline. This role significantly influences the internalization of integrity values ​​such as honesty, responsibility, and obedience, while simultaneously enhancing discipline in learning activities and dormitory life. These findings provide a theoretical contribution to the study of pesantren character education, particularly regarding relationship-based and role-model-based development models. This study also emphasizes the importance of improving the capacity of musyrifs so that character development in pesantren can be more effective, adaptive, and sustainable.
Makna Literasi Digital Siswa pada Era Transformasi Pendidikan di MTS Al Hikmah Zahratun Nurhakiki; Siti Azizah; Zerlin Armida; Ahmad Dani; M. Jadid Khadavi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11861

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi digital siswa meskipun mereka telah mengenal dan memiliki akses terhadap berbagai perangkat teknologi digital. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan teknologi dengan kemampuan siswa dalam memanfaatkannya secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. Dalam praktiknya, siswa masih cenderung menggunakan teknologi untuk aktivitas non-edukatif, seperti hiburan dan media sosial, sementara pemanfaatannya sebagai sarana pembelajaran belum optimal. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung, kurangnya pengawasan, serta rendahnya pemahaman mengenai etika digital menjadi tantangan utama, khususnya di lingkungan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna, manfaat, dan tantangan literasi digital siswa di MTS Al Hikmah, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran serta peran guru dan lingkungan sekolah dalam mendukung pengembangan literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi literasi digital siswa secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran berbasis student centered melalui pemanfaatan media digital, seperti smartphone dan internet, sebagai sumber belajar. Literasi digital juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian, kreativitas, serta keterampilan siswa dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara efektif. Meskipun demikian, keterbatasan fasilitas, pengawasan, dan pembinaan masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui kerja sama antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa agar pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat berlangsung secara optimal dan bertanggung jawab.
Implementasi Pendidikan Inklusif dan Relevansinya Terhadap Sikap Toleransi di SDN Gunung Tugel 1 Nurin Nadia Usakinah; Novika Febriyanti; Nur Aisa Eka Rahayu; Achmad Akbar Qamaru Zaman; M. Jadid Khadavi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan inklusif dan relevansinya terhadap pengembangan toleransi di kalangan siswa di SD SDN Gunung Tugel 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa, yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Penelitian menunjukkan bahwa sekolah tersebut berusaha mendorong pendidikan inklusif, memberikan kesempatan belajar yang sama kepada semua siswa, tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, atau emosional mereka.Implementasi pendidikan inklusif juga berkontribusi pada peningkatan interaksi sosial, toleransi, empati, dan kesadaran di antara siswa di lingkungan sekolah. Namun, implementasi pendidikan inklusif di SD SDN Gunung Tugel 1 masih menghadapi beberapa tantangan, seperti ketersediaan sumber daya pendukung yang terbatas, metode pengajaran yang belum sepenuhnya adaptif, Penting bagi guru untuk meningkatkan keterampilannya agar bisa mendukung siswa dengan kebutuhan khusus secara lebih baik. Kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua sangat penting agar pendidikan inklusif berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu untuk meningkatkan fasilitas, menawarkan pelatihan berkelanjutan kepada guru, dan melakukan evaluasi permanen untuk memastikan bahwa implementasi pendidikan inklusif lebih efektif dan menciptakan lingkungan belajar yang adil dan inklusif bagi semua siswa.
Spektrum Epistemologi Kritik Hadis Kontemporer: Analisis Komparatif Metodologi Takhrīj al-Hadis al-Albani dan Muqbil bin Hadi al-Wadi‘i Tofan Rinaldi; Muhammad Jadid Khadavi
Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Maret : Moral : Jurnal kajian Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/moral.v3i1.1983

Abstract

The study of takhrij al-hadith plays a crucial role in hadith scholarship, involving the tracing of transmission sources and evaluating the authenticity of sanad and matn through systematic analysis. In contemporary studies, differences in scholars’ approaches have led to variations in hadith classification and epistemological orientation. However, comparative research examining methodological criticism, epistemological foundations, and operational procedures of modern takhrij remains limited. This study aims to critically compare the methodologies of Muḥammad Nāṣiruddīn al-Albānī and Muqbil bin Hādī al-Wādiʿī, focusing on their evaluation of sanad and matn. Using a qualitative approach with an integrative literature review, this research analyzes primary works and relevant academic sources. The findings reveal three main epistemological patterns: independent reasoning through cross-narration, methodological caution based on classical authority, and a shared reliance on jarḥ wa taʿdīl. These differences influence hadith classification and reflect varying depths of criticism. The study shows that contemporary hadith criticism forms an epistemological spectrum rather than a strict methodological divide. It also highlights implications for religious practices, including the Megengan tradition in Java, which adapts to socio-economic contexts, and enriches comparative studies in hadith methodology.
Assistance In Prayer Practices For Dyslexic Students At The Integrated Islamic Junior High School Permata Probolinggo Hanifah Nurul Shodiqoh; M Jadid Khadavi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10835

Abstract

This research aims to analyze the process of accompanying prayer practices for dyslexic students at Islamic Junior high school Permata at Probolinggo City. Dyslexia, as a learning disorder that affects reading and writing abilities, often presents additional challenges in carrying out religious practices, including prayer. This research employs a qualitative approach with data collection through observation, interviews, and documentation of the mentoring program implementation. The results show that the implemented mentoring program successfully improved the understanding and skills of dyslexic students in performing prayers. Mentoring was conducted using dyslexia-friendly methods such as the use of visual materials, step-by-step instructions, and consistent emotional support. Students showed significant improvement in performing prayers independently and gained benefits in terms of self-confidence and spiritual involvement. This study concludes that mentoring strategies tailored to the needs of dyslexic students can enhance the quality of their worship. These findings recommend the implementation of similar approaches in other schools to support students with special needs and reinforce the importance of adapting teaching methods in the context of religious practices
Strategi Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Siswa Di MAN 2 Probolinggo Pingki Hidayatul Mala; M Jadid Khadavi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.12874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa di MAN 2 Probolinggo. Dalam konteks pendidikan agama, kemampuan menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu aspek penting yang harus dimiliki siswa, terutama di sekolah-sekolah berbasis Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di MAN 2 Probolinggo menerapkan berbagai strategi, antara lain penggunaan metode talaqqi, muraja'ah (pengulangan hafalan), serta pemberian motivasi spiritual dan emosional. Selain itu, guru juga memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi hafalan Al-Qur’an untuk memudahkan siswa dalam proses menghafal. Faktor-faktor seperti lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan orang tua, dan jadwal pembelajaran yang terstruktur juga berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa. Oleh karena itu, sinergisitas antara strategi pembelajaran yang tepat, dukungan lingkungan, dan pemanfaatan teknologi dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa di MAN 2 Probolinggo
Peran Kepala Sekolah SDN Triwung Kidul 1 dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi Naila Cahaya Fitri; Alvivatus Nirmatus Sholeha; Abdurrahman; M. Jadid Khadavi
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i2.449

Abstract

Penelitian ini melihat peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Penelitian ini berfokus pada pertumbuhan cepat teknologi digital, yang membutuhkan inovasi dalam proses belajar mengajar di sekolah, sehingga lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari strategi, peran, dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis, berfungsi sebagai pemimpin, manajer, pengawas, dan pendorong untuk mendukung penerapan pembelajaran berbasis teknologi. Sekolah memiliki direktur yang bertugas membuat kebijakan, menyediakan sumber daya teknologi, serta membantu meningkatkan kemampuan para guru melalui pelatihan dan dukungan. Selain itu, direktur sekolah melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan teknologi dapat diimplementasikan dengan efektif.Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi dapat dicapai dengan memperkuat infrastruktur, meningkatkan kompetensi guru, serta mendorong budaya sekolah yang mendukung penggunaan teknologi. Komunikasi yang jelas, kerja sama yang keras antar anggota sekolah, serta evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus adalah faktor-faktor penting yang mendukung keberhasilan dalam penerapan. O pemimpin sekolah memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan penggunaan teknologi dalam pendidikan serta peningkatan kualitas belajar secara keseluruhan.
Hijab, Identitas, dan Religiusitas: Konstruksi Makna dan Praktik Keberagamaan Mahasiswi di Kampus Islam Agatha Lola Margareta; M Jadid Khadavi
Peradaban Journal of Religion and Society Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjrs.v4i2.327

Abstract

This study examines the relationship between hijab usage and religiosity among female students at the Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo. It aims to explore the correlation between wearing the hijab and various aspects of religious behavior, including worship practices, understanding of religious values, and social interactions. Employing a qualitative approach with a descriptive phenomenological design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and social media documentation involving students from various academic programs and hijab styles (square hijab, pashmina, and khimar). Informants were purposively selected based on their consistent hijab-wearing behavior, involvement in religious activities, and active presence on social media. The findings indicate that the hijab serves not only as a symbol of Islamic identity but also as an indicator of religiosity. Khimar users, typically from religious family backgrounds and pesantren education, demonstrated greater consistency in religious practices and understanding. In contrast, pashmina and square hijab users tended to be more responsive to social media trends while maintaining modesty. Religious education—particularly within the Islamic Education Department—played a significant role in strengthening religious commitment and influencing the choice of shari'a-compliant hijab styles. Social media also contributed to shaping Islamic identity through da'wah content and Muslim fashion trends. This study concludes that hijab style reflects a complex interaction between social norms, religious values, and individual agency. Islamic identity is dynamically constructed through the internalization of values and the influence of socio-cultural environments. Penelitian ini mengkaji hubungan antara penggunaan hijab dan religiusitas dalam perilaku keberagamaan mahasiswi di Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo. Tujuannya adalah memahami korelasi antara pemakaian hijab dengan praktik ibadah, pemahaman nilai agama, dan interaksi sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi media sosial terhadap mahasiswi dari berbagai program studi dan gaya hijab (segi empat, pashmina, khimar). Informan dipilih secara purposive berdasarkan konsistensi berhijab, keterlibatan keagamaan, dan aktivitas media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hijab berfungsi sebagai simbol identitas keislaman sekaligus indikator tingkat religiusitas. Pengguna khimar umumnya berasal dari latar keluarga religius dan pendidikan pesantren, menunjukkan konsistensi dalam ibadah dan pemahaman agama. Sementara itu, pengguna pashmina dan segi empat lebih adaptif terhadap tren media sosial namun tetap menjaga kesopanan. Pendidikan agama, khususnya di Prodi PAI, memperkuat komitmen beragama dan pemilihan hijab syar’i, sedangkan media sosial membentuk identitas keislaman melalui konten dakwah dan fesyen Muslimah. Temuan ini menunjukkan bahwa gaya berhijab merupakan hasil interaksi kompleks antara norma sosial, nilai agama, dan agensi individu. Identitas keislaman dibentuk secara dinamis melalui proses internalisasi nilai dan pengaruh lingkungan sosial.
A Comparative Hermeneutic Study of Al-Ghazali’s Tazkiyat al-Nafs and Bandura’s Self-Regulation Theory: Toward an Integrative Model of Islamic Character Education Muhammad Irfandi Cahyo Utomo; Ahsan Hakim; Khoiriyyah Khoiriyyah; Jadid Khadavi
Immortalis Journal of Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 3 (2026): July - September
Publisher : PT. Caesarindo Triloka Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67307/ijis.v2i3.137

Abstract

The growing complexity of contemporary educational challenges indicates that character education requires not only the transmission of moral values but also the development of internal mechanisms that enable individuals to regulate their thoughts, emotions, and behaviors consistently. However, existing approaches to character education often separate spiritual-moral foundations from psychological mechanisms of self-regulation, creating a conceptual gap between ethical orientation and behavioral regulation. This study aims to critically examine and comparatively interpret Al-Ghazali’s concept of tazkiyat al-nafs and Albert Bandura’s theory of self-regulation in order to formulate an integrative model for Islamic character education. Employing a qualitative library research design through philosophical hermeneutic and comparative analysis, this study examines the primary works of Al-Ghazali and Bandura along with relevant scholarly literature on moral education and self-regulated learning. The findings demonstrate that both perspectives acknowledge human agency and emphasize internal processes of reflection, evaluation, and behavioral transformation. Nevertheless, Al-Ghazali conceptualizes self-regulation within a spiritual-ethical framework based on purification of the soul, muhasabah, mujahadah, and moral orientation toward God, whereas Bandura explains self-regulation through cognitive and social mechanisms involving self-monitoring, self-judgment, self-reaction, and self-efficacy. This study proposes an integrative conceptual model of Islamic character education in which tazkiyat al-nafs provides the spiritual and ethical foundation, while self-regulation mechanisms provide the psychological pathway for translating values into consistent behavior. The proposed framework contributes to the development of contemporary Islamic character education by connecting classical Islamic ethics with modern educational psychology in a reflective, adaptive, and transformative approach.
PRAKTEK IBADAH BERJAMAAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEDISIPLINAN DANSIKAP TANGGUNG JAWAB SISWA DI MTS SUNAN GIRI Naili Zakiyah; Abdul Kodir; Abdul Karim; M. Jadid Khadavi
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the importance of congregational worship practices as a strategy for developing students' character, particularly discipline and responsibility. MTs Sunan Giri consistently implements Duha and Dhuhr congregational prayers as part of its character education program. This study aimed to describe the implementation of congregational worship practices, analyze their impact on students' discipline and sense of responsibility, and identify the supporting and inhibiting factors affecting the program. A qualitative approach with a case study design was employed. The research participants consisted of the principal, an Islamic Education teacher, and students selected through purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using an interactive analysis model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that congregational worship practices effectively fostered students' discipline by encouraging punctuality, adherence to school regulations, and consistency in performing religious obligations. The program also contributed to improving students' responsibility toward both academic and religious duties. Its successful implementation was supported by the principal's commitment, teachers' exemplary behavior, adequate worship facilities, and a strong religious culture within the school. However, several obstacles were identified, including students' low self-awareness, lateness in participating in activities, and limited support from their families. Therefore, congregational worship practices can be considered an effective strategy for strengthening character education in Islamic junior secondary schools.
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Hamid Abdul Jalal Abdul Karim Abdul Kodir Abdul Mahfud Abdullah Abdullah Abdurrahman Achmad Akbar Qamaru Zaman Achmad Farishy Firmansyah Afkarina, Naura Agatha Lola Margareta Agustiarini Eka Dheasari Ahmad Dani Ahmad Fuad Abdul Baqi, Ahmad Fuad Abdul Ahmat Nizar Ahmat Nizar Ahsan Hakim Aisyah Nayla Faza Akhmad Syahri Alvivatus Nirmatus Sholeha Aminatus Sholihah, Siti Azizatul Ilmi Bagus Cahyanto Benny Prasetiya Cahyaning Tiyas, Mutiah Choirun Nisa' Devy Habibi Muhammad Dien Fauzia Rokhmi Dinawisda, Nimatul Eka Sastra Wijaya Evi Hosnawiyah Faisal Faliyandra Fatimatus Zahro Fauzi Nurjaman Fitria Anggraeni Gafur, Abd Hadi Pratama Putra Hani Nafi'ah Rachmawati Hanifa Hanifah Nurul Shodiqoh Hasbullah Marzuki, M. Hidayat, Sofian Huda, Mufti Miftahul Ika Widia Ningsih Indiarti, Kinanti Irhamatul Milla Irma Mila Karimah Islam, Izul Jennah, Rodiatul Julia Setiowati Kahar, Musdhalifah Kelly, Estalita Khoiriyyah Khoiriyyah Khoridatul Bahiyah Kusuma Wardhani, Maharani Lisun Ibnu Fajar Mahendra Datta, Dicky Mala, Pingki Hidayatul Mardiana Mardiana Mardiana Mardiana Maulida, Ifa Md Noor Hussin Mohammad Subhan Muhamad Arif Muhammad Irfandi Cahyo Utomo Muqarrobin, Tamman Firdaus Mutaqin, Mohammad Toha Imammul Nadiah Yusfi Nabilah Naila Cahaya Fitri Naili Zakiyah Naura Afkarina Nensa Widiawati Sukma Novika Febriyanti Nufus, Lailatun Nur Aisa Eka Rahayu Nur Aisyah Rizqullah Nur Kholila Nur Khosiah Nur Masfufatul Izzah Nurin Nadia Usakinah Nuryami Pingki Hidayatul Mala Putri Susanti, Anindya Rahma El Yunusiah Rifqi Khairul Anam Rika Purnamasari Risma Cahyani Pratama Putri, Nur Shodiqoh, Hanifah Nurul Sinta Ma’sumah Siti Azizah Siti Nurhaliza S.R Sodik, Muhammad Sufiya Supandi Supandi syarqi, fia Tiyas, Mutiah Cahyaning Tofan Rinaldi Ulil Hidayah Urniwana, Siti USWATUN HASANAH wahid, M. Rohul Ulum Wardatun, Putri Alfia Wardhani, Maharani Kusuma Wicaksono, Jihan Nabila Wulandari, Tyas Septiana Yulina Fadilah Zahratun Nurhakiki Zerlin Armida