p-Index From 2021 - 2026
7.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ProNers IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching) JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) MarIslands Window of Health : Jurnal Kesehatan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Teorema: Teori dan Riset Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Sketsa Bisnis Manuju : Malahayati Nursing Journal Journals of Ners Community Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Journal of Maternity Care and Reproductive Health Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara TANJUNGPURA JOURNAL OF NURSING PRACTICE AND EDUCATION MAHESA : Malahayati Health Student Journal Jurnal Fokus Manajemen Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Keperawatan BSI Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Innovative: Journal Of Social Science Research TOFEDU: The Future of Education Journal Carmin: Journal of Community Service JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK, STISIPOL RAJA HAJI Komunita: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Social Work and Science Education Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PERILAKU CUCI TANGAN DAN PENGGUNAAN APD PERAWAT TENTANG RISIKO PENYEBARAN INFEKSI NASOKOMIAL Sari, Ceria Permata; Maulana, Muhammad Ali; Fauzan, Suhaimi; Mita, Mita; Neri, Ervina Lili; Wahyarti, Heni
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v15i2.364

Abstract

Abstract Background: Hospital is one of the health services demanded according to standards by the community. But hospitals also have a high risk of infection, both due to treatment and medication. Of the many health workers, nurses are one who plays a role in the quality of service. In improving quality, nurses' behavior needs to be considered as a form of hospital prevention against infection. Measures that can prevent infection by washing hands and using PPE properly. Objective: Knowing the description of hand washing behavior and the use of nurses' personal protective equipment about the risk of spreading nasocomial infections. Method: Descriptive research using quantitative descriptive methods with total sampling techniques and using univariate test analysis. The subjects of this study were 67 respondents. Data collection was carried out by observation method regarding hand washing behavior and the use of nurses' personal protective equipment in hospitals.Results: The results of the study of 59 respondents studied found that 30 nurses behaved obediently (50.8%) while nurses who did not comply with the moment of hand washing amounted to 29 people (49.2%). With respondents who had a handwashing step behavior adhering to six steps amounted to 31 people (52.5%), while nurses who did not comply with six steps of hand washing amounted to 28 people (47.5%). While respondents who had compliant behavior in the use of PPE amounted to 34 people (57.6%), while nurses who did not comply in the use of PPE amounted to 25 people (42.4%). Conclusion: Inpatient nurses in hospitals have the majority of behaviors that comply with hand washing and the use of PPE (personal protective equipment) Keyword: Personal Protective Equipment; Hand Washing; Nasocomial Infection; Behavior Abstrak Latar Belakang : Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh rumah sakit harus mematuhi standar yang diharapkan oleh Masyarakat.. Namun fasilitas kesehatan tersebut juga memiliki resiko tinggi terhadap infeksi, baik karena perawatan maupun pengobatan. Dari banyaknya petugas kesehatan, perawat ialah salah satu yang berperan dalam mutu pelayanan. Dalam meningkatkan mutu, perilaku perawat perlu diperhatikan sebagai bentuk dari pencegahan rumah sakit terhadap infeksi. Tindakan yang dapat mencegah terjadinya infeksi dengan cuci tangan serta penggunaan APD dengan benar. Tujuan : Mengetahui Gambaran Perilaku Cuci Tangan dan Penggunaan Alat pelindung diri Perawat Tentang Risiko Penyebaran Infeksi Nasokomial. Metode : Studi deskriptif dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, teknik total sampling, serta analisis uji univariat pada 67 responden. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi mengenai perilaku cuci tangan dan penggunaan Alat pelindung diri perawat di Rumah sakit.Hasil : Hasil penelitian dari 59 responden yang diteliti didapatkan 30 orang perawat berperilaku patuh (50.8%) sedangkan perawat yang tidak patuh terhadap momen cuci tangan berjumlah 29 orang (49.2%). Dengan responden yang memiliki perilaku langkah cuci tangan patuh terhadap enam langkah berjumlah 31 orang (52.5%), sedangkan perawat yang tidak patuh terhadap enam langkah cuci tangan berjumlah 28 orang (47.5%). Sedangkan responden yang memiliki perilaku patuh dalam penggunaan APD berjumlah 34 orang (57.6%), sedangkan perawat yang tidak patuh dalam penggunaan APD berjumlah 25 orang (42.4%). Kesimpulan : Perawat rawat inap yang ada di Rumah Sakit memiliki perilaku mayoritas patuh terhadap cuci tangan maupun penggunaan APD (alat pelindung diri) Kata kunci: Alat Pelindung Diri; Cuci Tangan;Infeksi Nasokomial;Perilaku;
PERILAKU CARING PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Nurwianti, Ismaniar; Mita, Mita; Putri, Triyana Harlia
ProNers Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.961 KB) | DOI: 10.26418/jpn.v5i2.46161

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator utama dalam aspek pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pasien yang memiliki tingkat kepuasan tinggi terhadap pelayanan keperawatan di rumah sakit menentukan keputusannya untuk berkunjung di lain waktu pada masa mendatang. Berdasarkan banyaknya tinjauan mengenai adanya konsep caring dan kepuasan pasien, maka peneliti tertarik untuk melakukan literature review demi mengkaji hubungan caring dengan kepuasan pasien, serta konsep caring dan kepuasan pasien itu sendiri. Tujuan: Mengetahui perilaku caring perawat terhadap tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Metode: Metode yang digunakan adalah penelusuran database elektronik pada PubMed, Google Scholar, dan Science Direct dengan rentang periode publikasi tahun 2015 "“ 2020. Hasil: Delapan artikel dipakai dalam review. Seluruhnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Indikator perilaku caring yang dibutuhkan sebaiknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perawatan pasien yang ada. Kesimpulan: Perilaku caring perawat sangat esensial untuk dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien karena berdampak positif pada kondisi kesehatan pasien. Kata Kunci : Nursing care, Nurse caring, dan Patient satisfaction
Overview of Work Stress Among Nurses in Hospitals Prima, Irenne Agil; Pramana, Yoga; Mita, Mita
ProNers Vol 9, No 1 (2024): July
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v9i1.78989

Abstract

Background: Work stress is a critical issue in nursing that can impact productivity, performance, and overall well-being. Understanding the levels and factors associated with work stress among nurses can help in developing effective management strategies.Objective: To describe the levels of work stress and their association with demographic and professional characteristics among nurses in a hospital in West Kalimantan.Methods: This quantitative, descriptive cross-sectional study was conducted from May 12 to 14, 2023, involving 85 nurses working in inpatient wards. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using descriptive statistics with SPSS software.Results: Most respondents (75.3%) experienced normal levels of work stress, while 23.5% reported mild stress, and 1.2% experienced moderate stress. The majority of respondents were female (76.5%), aged 26"“35 years (77.6%), had 1"“5 years of work experience (51.8%), and held a D3 nursing degree (82.4%). Nurses with shorter work experience and practical education demonstrated better stress management, while high workloads and longer tenures were associated with increased stress levels.Conclusion: The findings indicate that the majority of nurses experienced manageable work stress levels, attributed to effective coping strategies and adaptability. Institutions should implement targeted interventions, such as workload management and wellness programs, to support nurses' mental health and job satisfaction. Further research is recommended to explore additional factors influencing work stress in diverse nursing populations
GAMBARAN DEPRESI, CEMAS, DAN STRES SELAMA PERKULIAHAN DARING PADA MAHASISA KEPERAWATAN Maulidia, Ika Rahmawandini; Mita, Mita; Adiningsih, Berthy Sri Utami
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v6i2.65121

Abstract

Latar Belakang: Perubahan metode pembelajaran menjadi sistem daring dan hybrid ini bertujuan untuk membatasi penyebaran virus, namun dampak psikologis terkait perubahan ini belum banyak dikaji khususnya pada mahasiswa kesehatan. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pada dampak psikologis dari perkuliahan daring pada kelompok mahasiswa. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran depresi, cemas, dan stres perkuliahan daring pada mahasiswa keperawatan Untan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Responden penelitian ini berjumlah 165 orang yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa keperawatan untan mengalami kecemasan dengan kategori sangat berat sebanyak 82 orang, mengalami depresi dengan kategori sedang sebanyak 48 orang dan mengalami stres dengan kategori sedang sebanyak 45 orang. Kesimpulan: Terdapat gambaran depresi cemas dan stress dalam berbagai tingka_tan pada sampel penelitian ini. Skor paling tinggi yaitu cemas (49,7%) dengan kategori sangat berat, tingkat depresi (29,1%) dengan kategori sedang, sedangkan responden dengan tingkat stres (28,5%) dengan kategori sedang.
Gambaran Beban Kerja Perawat Selama Masa Pandemi COVID-19: Literature Review Nuruliza, Fira; Mita, Mita; Putri, Triyana Harlia
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v6i1.84489

Abstract

Latar belakang: Covid-19 menimbulkan banyak dampak global diantaranya permasalahan kesehatan, ekonomi serta juga permasalahan psikologis. Bertambahnya kasus Covid-19 menyebabkan perawat sebagai petugas kesehatan garda terdepan semakin tertekan dikarenakan meningkatnya beban kerja. Diperlukannya strategi yang tepat untuk perawat sebegai tenaga kesehatan di garda terdepan didalam mengangani kasus Covid-19 ini agar tetap bisa menjalankan perannya dengan optimal. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat selama masa pandemi covid-19 Metode: Temuan ini menggunakan metode literature review, adapun sumber yang didapat melalui pencaharian menggunakan databased akademik ialah CiteseerX, ScienceDirect, PubMed serta juga ProQuest. Hasil: Ditemukan ada 8 artikel yang terpilih terkait beban kerjaperawat selama masa pandemi covid-19. Kesimpulan: beban kerja perawat ialah salah satu yang terjadi akibat banyaknya tugas yang perlu diimplementasikan. Beban kerja selama masa pandemi Covid-19 ini dibagi menjadi dua ialah beban kerja fisik serta juga mental. Faktor yang mempengaruhi atau menghambat perawat selama masa pandemi Covid-19 ialah tingginya tuntutan tugas kerja semakin meningkat didikarenakankan adanya pandemi Covid-19.
MEDIA YANG EFEKIF UNTUK EDUKASI CUCI TANGAN MENGGUNAKAN SABUN PADA ANAK USIA SEKOLAH : LITERATURE REVIEW Triana, Heti; Fradianto, Ikbail; Mita, Mita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 6, No 2 (2024): December
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v6i2.72843

Abstract

Background:  One of the programs to achieve development goals in the health sector is Clean and Healthy Behavior. The PHBS activities include Hand Washing with Soap. The Hand Washing with Soap program is the initial prevention of disease transmission due to germs and bacteria that stick to the hands and between the fingers.  Purpose:  This study aims to determine the effective media for education on washing hands with soap for school-age children. Methods:  using  A literature review to know effectivity media for education on hands washing with soap for school-age children. Good media is media that can encourage its target to achieve a healthy lifestyle. Results:  It was found that there were seven articles regarding effective media for education on washing hands with soap for school-age children.  Conclusion:  The students' handwashing skills with soap improved after health education using video media was higher than using the lecture method.      Latar Belakang: Salah satu program untuk mencapai tujuan pembangunan dibidang kesehatan adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Adapun kegiatan PHBS   diantaranya adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Program CTPS adalah pencegahan awal dari adanya penularan penyakit yang sering terjadi akibat kuman dan bakteri yang menempel ditangan serta sela-sela jari. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media yang efektif untuk edukasi cuci tangan pakai sabun pada anak usia sekolah. Metode:Penelitian ini merupakan literature review, dengan database yang digunakan seperti researchgate, google scholar, science direct dengan total   artikel sebelum di screening sesuai kriteria sebanyak 59,037. Dari berapa artikel yang diidentifikasi, sebanyak 7 artikel yang di review dan dianalisa berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Dari 7 artikel yang yang di analisis semuanya efektif untuk edukasi cuci tangan pakai sabun pada anak usia sekolah. Kesimpulan: Media yang efektif seperti  video, game, dan funhandwashing dapat digunakan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kemampuan anak pada usia sekolah untuk melakukan cucitangan pakai sabun.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA Cantika, Cici; Mita, Mita; Pramana, Yoga
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada anak di bawah lima tahun. Ancaman paling parah yang ditimbulkan oleh diare adalah dehidrasi. Seseorang dengan diare mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan tubuh. Setiap tahun diare membunuh sekitar 525.000 pada balita. Kejadian diare dapat dihindari jika seorang ibu memiliki pengetahuan yang baik tentang diare karena pengetahuan baik yang dimiliki ibu tentunya akan mempengaruhi perilakunya ketika melakukan pencegahan serta penanganan penyakit diare pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang diare pada balita di kecamatan Pontianak Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Adapun Subjek pada penelitian ini berjumlah 94 ibu di wilayah kerja Puskesmas Khatulistiwa Pontianak Utara. Hasil menunjukan bahwa dari 94 reponden, ibu yang pengetahuan baik merupakan kategori yang paling banyak dimiliki oleh ibu yaitu berjumlah 73 orang (78%), kategori pengetahuan cukup berjumlah 21 orang (22%). Pentingnya peningkatan pengetahuan ibu tentang diare merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pelayanan kesehatan guna menurunkan angka kejadian serta mencegah komplikasi diare pada balita.
Hubungan Durasi Tidur dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Tanjungpura saat Pandemi Covid-19 Mentari, Delia; Mita, Mita; Righo, Argitya
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14425

Abstract

ABSTRACT Asthenopia is eye fatigue because the eye muscles are forced to work hard, especially when they have to see close objects for a long time, one of the causes of asthenopia is lack of sleep or rest. Symptoms of asthenopia divided into three parts: ocular symptoms, visual symptoms and extraocular symptoms. This research aims to identify the correlation between sleep duration with asthenopia incidence. This research is correlational and uses a cross sectional approach. The research sample was obtained using purposive sampling method with a sample of 203 students who were Nursing student of UNTAN consisting of the class 2018, 2019, 2020 and 2021. Data collection used Visual Vatigue Index (FVI) questionnaire. Spearman rho correlation test was used for statistical tests. The results of univariate analysis showed that 47.3% of respondents had insufficient sleep duration (<7 hours/day), 50.2% normal sleep duration (7-9 hours/day) and 16.3% excessive sleep duration (>9 hours/day). Then 2.5% of respondents did not experience asthenopia and 71.4% of respondents had asthenopia. The results of the bivariate test showed that there was a relationship between sleep duration with asthenopia incidence in Nursing students during COVID-19 pandemic (p=0,009). There is a relationship between the sleep duration with asthenopia incidence in Nursing students during COVID-19 pandemic. Keywords: Sleep Duration, Asthenopia, Nursing Students  ABSTRAK Astenopia merupakan kelelahan mata karena otot mata dipaksa bekerja keras terutama saat harus melihat objek dekat dalam waktu yang lama, salah satu penyebab astenopia adalah kurangnya tidur atau istirahat. Gejala astenopia dapat berupa gejala okuler, gejala visual dan gejala ekstraokuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan durasi tidur dengan kejadian astenopia. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan bersifat korelasional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 203 orang mahasiswa Program Studi Keperawatan UNTAN yang terdiri dari angkatan 2018, 2019, 2020 dan 2021. Pengambilan data menggunakan kuesioner Visual Vatigue Index (FVI). Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman rho. Hasil analisis univariat didapatkan 47,3% responden memiliki durasi tidur kurang (<7 jam/hari), 50,2% durasi tidur normal (7-9 jam/hari) dan 16,3% durasi tidur berlebih (>9 jam/hari). Kemudian 2,5% responden tidak mengalami astenopia dan 71,4% responden mengalami astenopia. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara durasi tidur dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Program Studi Keperawatan saat pandemi COVID-19 (p=0,009). Terdapat hubungan antara durasi tidur dengan kejadian astenopia pada mahasiswa Program Studi Keperawatan saat pandemi COVID-19. Kata Kunci: Durasi Tidur, Astenopia, Mahasiswa Keperawatan
EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SEMATA KABUPATEN SAMBAS Rahmawati, Nadia; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Wendari, Annisa; Kurniati, Vina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.2889-2893

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana ukuran bayi lebih pendek dibandingkan usianya akibat kekurangan gizi pada ibu dan anak. Hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan, sikap, perilaku dan dukungan ibu terhadap gizi pada bayi. Salah satu perilaku kesehatan yang membantu mencegah terjadinya stunting pada balita adalah dengan mensosialisasikan nutrisi yang baik terutama pada ibu hamil. Metode yang digunakan dengan ceramah dan diskusi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait nutrisi yang baik dalam upaya mencegah stunting. Selain nutrisi, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet fe (zat besi) agar terhindar dari anemia yang menjadi salah satu penyebab stunting. Sasaran dalam edukasi ini adalah 30 ibu-ibu hamil yang datang ke Posyandu. Hasil dari kuesioner yang diisi oleh ibu hamil sebelum dan sesudah mendapatkan edukasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebesar 20,67 mengindikasikan bahwa edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman mereka tentang stunting. Bagi tenaga kesehatan, memberikan penyuluhan kesehatan adalah salah satu metode yang efisien untuk mencegah stunting pada anak. Agar mencapai hasil yang lebih maksimal, penyuluhan kesehatan sebaiknya dilakukan secara terus-menerus melalui ceramah yang informatif serta demonstrasi praktik pemberian makanan bergizi dan perawatan kesehatan ibu hamil. Dengan pendekatan ini, informasi penting dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, membantu meningkatkan kesadaran dan penerapan langkah-langkah pencegahan stunting.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan Tindakan Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tinombo Mita, Mita; Rahman, Abdul; Kindang, Ismundandar Wahyu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25837

Abstract

Minimnya pemahaman sang ibu mengenai buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang masih banyak yang beranggapan sebagai buku catatan kesehatan. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan alat komunikasi dan media informasi yang penting bagi tenaga kesehatan, ibu balita, keluarga dan masyarakat. Peningkatan implementasi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) didukung oleh pemerintah pusat sebagai salah satu program peningkatan kesehatan ibu dan anak. Fungsi dari peneliti melakukan penelitian yaitu guna membuktikan adanya hubungan tingkat pengetahuan tentang buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan tindakan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tinombo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah populasi pada penelitian ini yaitu 240 ibu hamil dengan jumlah sampel 53 ibu hamil, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang buku KIA yang kurang berjumlah 24 responden (45,28%), dan sebagian besar mempunyai tindakan negatif yaitu sebanyak 29 responden (54,71%). Hasil penelitian dari 53 responden menggunakan uji Chi-Square dan didapatkan nilai p=0,048 (P<0,05). Ada hubungan tingkat pengetahuan tentang buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan tindakan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Tinombo. Bagi Puskesmas Tinombo agar dapat memantau ibu hamil dalam tindakannya dan pengetahuannya tentang buku KIA.
Co-Authors Abdul Rahman Adiningsih, Berthy Sri Utami Aditya Syamputra, Agam Agung Krisdianto, Muhammad Agustian, Ardi Aini Nurul Alfiya, Siti Ali Maulana, M. Anggraeni Aprianti, Diana Annafiatuzakiah Annafiatuzakiah Aprizal, Wahyu Arafat, Yasir Arief Andriyanto Arief Andriyanto, Arief Arisanti Yulianda, Nita Aryanti, Rahmi Audrelia, Cheryl Azizah, Imroatul Azizul Kamaludin, Muhammad budi manfaat, budi Budiharto, Ichsan Cantika, Cici Clara Ritawany Sinaga Delima Fajar Liana Dika Putri, Uray Weza Azalia Dini Septiany, Anisha Effendi, RY. Eni Pertiwi, Kusuma Ervina Lili Neri Esty Elvinda Fadilah, Rizki Faisal Kholid Fahdi Fauzan, Suhaimi Febrianty, Dwi Fharadila, Annisa Eka Filahanasari, Eka Firly, Firly Fitriani, Dina Fitriani, Yessi Fradianto, Ikbail Fradianto, Ikbal Fujiana, Fitri Gabby Novikadarti Rahmah Guntur Perkasa, Zurrich Halimah Halimah Hanafi Hanafi Hanna Hanna Haulaini, Shahiroh Hesi Eka Puteri Ihsanudin Khairul Hafsar Kindang, Ismundandar Wahyu Krisdianto, Muhammad Agung Kurniati, Vina Kusuma, Adhi Laila Fitriani Laili, Mahsiani Mina Laita, Inda Tande Lestari, Lidia Maharani, Fauziyah Mahyarudin, Mahyarudin Mamay Maysaroh, Mamay Mandjar, Sherlla Merlinda Laurencia Maulana, M. Ali Maulana, Muhammad Ali Maulidia, Aqilah Maulidia, Ika Rahmawandini Meisa, Meisa Meliani, Arsi Mentari, Delia Mohlisin, Mohlisin Muh Fahri, Muh Muhammad Luthfi Munadi, Hasan Murtilita, Murtilita Nadeak, Irma Dolsye Maria Nadia, Priska Liz Najini, Robby Nera Umilia Purwanti, Nera Umilia Novaliyosi Novaliyosi Noviani, Nabila Fitri Novikadarti Rahma, RA Gabby Novikadarti Rahma Nur Anisa Nurahayu, Nada Westy Nurlela Nurlela Nurma Izzati Nurmainah Nurmainah Nurmayani, Weni Nuruliza, Fira Nurwianti, Ismaniar Pepriyana, Adiya Prima, Irenne Agil Putri, Widiya Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Athiyyah Nur Rahmaniza, Rahmaniza Rahmat Putra Perdana Rahmawati, Nadia Rahmi, Dian Ramadhan, Alvian Righo, Argitya Rofirullah, Fazrul Romsih, Oom Safitri, Nadila Saifudin, I Made Moh. Yanuar Sapar Sapar Saputra, Agus Sari, Ceria Permata Selpiani, Emerentiana Setiandika Igasi, Teguh Simanjuntak, Daddy Deo Gilbert Pamungkas Sri Wahyuni Sukarni Sukarni Sulistianingrum, Ratih Syam, Syifa Subhiyati Tafwidhah, Yuyun Tetty, Tetty Theodora, Cindy Tri Wahyuningtyas, Tri Triana, Heti Triyana Harlia Putri Uhtafiyah, Uhtafiyah Umiyanah, Umiyanah Venezuela, Fanny Wahyarti, Heni Wati, Risma Wendari, Annisa Wendy Widiyastini, Kiki Rizki Yoga Pramana Yopi Nisa Febianti Yulanda, Nita Arisanti Yunita, Evia