Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi Pesondo dalam Pengobatan Pada Masyarakat Kulisusu Kabupaten Buton Utara Irawati; Rahmat Sewa Suraya; La Ode Marhini; Samsul
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/xy945h09

Abstract

Pesondo adalah kebiasaan yang dilakukan ketika anak tertua-yang berusia sekitar tujuh tahun-mencapai usia tertentu. Tujuan penelitian ini yaitu  untuk mendeskripsikan proses, tahapan, fungsi, serta nilai yang terdapat dalam tradisi pesondo dalam pengobatan pada masyarakat Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualiatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Pesondo melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap awal penentuan waktu, tahap pelaksanaan yang berlangsung selama dua hari, hari pertama berupa pembuatan pakanama dan hari kedua merupakan inti pelaksanaan tradisi serta tahap akhir berupa pembacaan doa. Tradisi ini memiliki beberapa fungsi penting dalam konteks pengobatan, antara lain fungsi religi sebagai bentuk penghambaan kepada Tuhan, fungsi sosial yang mempererat hubungan masyarakat, serta fungsi sebagai sarana komunikasi baik antaranggota komunitas maupun melalui simbol-simbol ritual. Selain itu, tradisi Pesondo juga mengandung berbagai nilai yang berkontribusi pada pembentukan karakter masyarakat, yaitu nilai komunikatif, nilai religi, nilai tanggung jawab, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai keingintahuan, dan nilai kejujuran.
Tradisi Kapopanga Pada Etnik Muna di Desa Lombu Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat La Tiara; Rahmat Sewa Suraya; Agus Rihu
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/mq1hkr58

Abstract

Kapopanga merupakan ritual adat masyarakat Muna yang berfungsi sebagai proses negosiasi dengan penghuni pohon atau hutan (jin) sebelum pembukaan lahan atau penebangan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual kapopanga serta fungsi tradisi kapopanga pada masyarakat Muna di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi kapopanga terdiri atas empat tahap, yaitu pengecekan lokasi, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan ritual, dan tahap kasolo. Tradisi kapopanga memiliki fungsi religi sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan upaya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan makhluk gaib, serta fungsi sosial dalam mempererat hubungan antarwarga, memperkuat gotong royong, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Ritual Maduai Lepa  Pada Suku Bajo di Desa Tondasi Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat Sartika Ningsih; Rahmat Sewa Suraya; Agus Rihu
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/d1rd0n61

Abstract

Ritual maduai lepa adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat suku Bajo untuk memohon keselamatan dan keberkahan kapal yang akan di turunkan. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan prosesi Ritual maduai lepa dan menganalisis fungsi  Ritual maduai lepa  Pada Suku Bajo di Desa Tondasi Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual maduai lepa memiliki beberapa tahapan yaitu: Proses Ritual Maduai Lepa, Penentuan Waktu dan Tempat (keluarga bermusyawarah, Persiapan Kehadiran Pelaku Ritual (Sando), Persiapan Alat dan Bahan, Tahap Pelaksanaan Ritual Maduai Lepa, Penataan Bahan-Bahan Ritual Oleh Pelaku Ritual (Sando), Pembacaan Doa dan Mantra Khusus Oleh Pelaku Ritual (Sando), Mendorong Kapal Kelaut Pemilik Kapal dan Masyarakat Mendorong Kapal Yang Diarahkan Ke Laut Secara Bersama-sama, Adapun fungsi dari ritual maduai lepa ini terlihat pada fungsi yang ada pada materi atau benda-benda ritual seperti Fungsi Telur Mentah ( antillo), Fungsi Air (boe), Fungsi Rokok, Fungsi Daun Sirih (luppi), Fungsi Daun lebar (daong bagal/muware), Fungsi Tali (ingka) ,dan Fungsi Kayu (pilara). Dari benda-benda tersebut memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masyarakat suku Bajo
Ritual Mo’oli dalam Mencari Orang Hilang  Pada Masyarakat Tolaki Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe Alvira Olivia Saputri; Rahmat Sewa Suraya; Irma Magara; La Ode Muhammad Sardin Sardin; Taufiq Said
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/eca90j61

Abstract

Ritual Mo’oli secara etimologi dalam Bahasa Tolaki “Mo’oli” berati membeli. Namun secara Bahasa dapat diartikan sebagai “upaya kompromistis dengan makhluk-mahluk astral penguasaan wilayah gaib”. Ritual Mo’oli dilakukan ketika ada korban hilang. Seperti orang tenggelam dikali, korban kecelakaan yang dimana tempat korban kecelakaan itu dianggap sangat keramat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang   dan untuk mengetahui bagaimana makna ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang Pada Masyarakat Tolaki di Desa Tabanggele Kecamatan Anggalomoare Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik Purposive. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual Mo’oli dalam mencari orang hilang memiliki beberapa tahapan yaitu: Memberi informasi kepada Sando (dukun), persiapan material/bahan ritual, tahap pelaksaan ritual Mo’oli, kunjungan ke tempat orang hilang, pelepasan bahan, tahap akhir. Adapun makna dari ritual Mo’oli yaitu : Makna telur sebagai bentuk permohonan izin kepada penghuni gaib yang diyakini mendiami perairan, dengan harapan agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan, Makna Pisang sebagai gigi buaya dalam pelaksanaanya, Makna Uang sebagai pembelinya kebutuhan penghuni seperti kita manusia kita pergi belanja, Makna daun sirih (Obite), pinang (Ineya), kapur sirih (Ineri), rokok (Po’ombiya) sebagai mengambut tamu, Makna Ayam sebagai pengganti orang yang hilang, dan Makna Beras Ketan sebagai makanan penghuni di air.
Makanan Tradisonal Sokko Pada Suku Bugis di Kelurahan Punggaluku Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan Muhktia Nur Fadilla; Rahmat Sewa Suraya; Shinta Arjunita Saputri; Wahyu Rustiani Komang
LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 No 2, Desember 2025
Publisher : Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Univeritas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/pnyp7r74

Abstract

Sokko adalah makanan tradisional khas Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis, yang terbuat dari beras ketan.. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan proses pembuatan makanan tradisional Sokko dan untuk menganalisis makna simbolik makanan tradisional Sokko pada pernikahan Suku Bugis di Kelurahan Punggaluku Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualiatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional dibuat dengan proses sebagai berikut: proses perendaman, proses pemerasan santan kelapa, proses membuat bumbu dari bahan alami, proses pengukusan dan proses penyajian makanan tradisional sokko pada pernikahan. Makanan tradisional sokko juga bukan hanya sebagai proses teknis, tetapi juga memiliki makna sebagai simbol pembersihan diri dan niat sebelum menjalani kehidupan berumah tangga. Selain itu, makaan ini juga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur yang dapat mempererat hubungan kekeluargaan menjaga nilai-nilai sosial dan budaya dalam masyarakat.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BULETIN PURBAKALA EDISI DESEMBER 2023 Salniwati Salniwati; Faika Burhan; Rahmat Sewa Suraya; Sandy Suseno; Komang Wahyu Rustiani; I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan; Jaimun Jaimun; Visthalya Thevistha; Nurul Hikmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.42947

Abstract

Tujuan kegiatan penegbdian ini yaitu untuk mendeskripsikan tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan Buletin Purbakala Edisi Desember 2023 dan mendeskripsikan Buletin Purbakala Edisi Desember 2023 yang dihasilkan oleh peserta kegiatan. Metode pengabdian ini dilakukan dengan 3 (tiga) tahapan yaitu tutorial, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi tutorial tentang konsep jurnalistk, produk jurnalistik, konsep buletin dan tata cara pembuatan buletin serta pembentukan tim redaksi. Tahap selanjutnya adalah pelatihan desain cover bulletin, desain layout, penentuan tema dan topik, tata cara menarasikan isi rubrik dan penyusunan daftar pustaka.  Tahap terakhir adalah pendampingan yang merupakan tindaklanjut pelatihan yang meliputi pendampingan finalisasi desain cover Buletin Purbakala Edisi Desember 2023, desain dan inovasi tampilan gambar, menarasikan gambar dalam rubrik, serta penyusunan daftar pustaka dengan style dan font tertentu. Selanjutnya, buletin yang dihasilkan oleh peserta kegiatan berupa buletin ilmiah dengan tema, “Arkeologi Islam” dan topiknya, “Memahami Jejak Peradaban Islam: Penelusuran Arkeologi Islam di Sulawesi Tenggara”. Buletin yang dihasilkan juga dilengkapi dengan cover, tim redaksi, desain layout, rubrik, narasi rubrik, halaman, dan daftar pustaka. Kegiatan pengabdian ini membawa dampak positif, baik dalam bidang ilmiah, skill maupun psikologis yang berupa dorongan dan antusias untuk berkarya, khususnya pada generasi muda yang merupaka peserta kegiatan.
PEMANFAATAN MEDIA PENYIARAN SEBAGAI SARANA REVITALISASI TRADISI LISAN: STUDI KASUS TURKI Shinta Arjunita Saputri; Rahmat Sewa Suraya; Nurtikawati Nurtikawati; Komang Wahyu Rustiani; La Ode Marhini; Sitti Utami Rezkiawaty K; Dian Trianita Lestari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.57861

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa Program Studi Tradisi Lisan mengenai cara tradisi lisan direpresentasikan melalui media penyiaran modern seperti program televisi. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kuliah tamu virtual yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penyiaran. Melalui studi kasus Turki, mahasiswa mempelajari bagaimana cerita rakyat dan legenda direpresentasikan dalam program siaran secara profesional, kreatif, dan relevan dalam konteks kontemporer. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam pemanfaatan media penyiaran sebagai media revitalisasi tradisi-tradisi lisan. Sebelum kegiatan dilakukan, sebagian besar mahasiswa hanya memahami tradisi lisan dari perspektif teoretis tanpa gambaran konkret tentang penerapannya dalam media penyiaran. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan namun juga termotivasi untuk ikut serta dalam upaya pelestarian budaya melalui media penyiaran yang inovatif dan berkelanjutan.
Co-Authors A.A. Ngurah Anom Kumbara Abdul Alim Abdul Rahman adrita adrita Agfar, Yasmi Agus Rihu Agus Rihu Agus Rihu Agus Rihu` Akhmad Marhadi Akhmad Marhadi Alfi Seftiawan Alias Alias Alias Alias Alias, Alias Almarsaban Almarsaban Almarsaban, Almarsaban Alvira Olivia Saputri Andi Sinarwati Arfan Arfan Arif Wicaksono Arman Arman Ashmarita, - Ayyuh S Ayyuh S Ayyuh S Ayyuh S Baehaqi Basri, La Ode Ali Basrin Melamba Bilal Akbar Muhammad Arsad Boymin Damhuri Damhuri Dessiria Devianti, Devianti Dian Trianita Lestari Elmy Selfiana Malik Erens Elvianus Ekoodoh Ervania Ervania Faika Burhan Feni Feni Firmayanti Firmayanti Hamnianti Hamnianti Handriyani Sulastri Hapsah, Wa Ode Sitti Hazlan Heniman Heniman Herlina Haluru Hilwa Salsabila I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan I Ketut Suardika I Nyoman Darma Putra I Nyoman Suarka Ida Bagus Gde Pujaastawa Ida Juliani iman saputra Irawati Irawati Tapasi Irfan Rahmad Husain Irma Magara Irma Magara Jaimun Jaimun Jalil, Abdul Jers, La Ode Topo Kadek Arni Suwedawati, Gusti Ayu Kiki Reski Wulandari Komang Wahyu Rustiani La Ino La Niampe La Niampe La Niampe La Niampe La Niampe La Ode Ali Basri La Ode Alwi La Ode Dirman La Ode Dirman La Ode Marhini La Ode Marhini La Ode Marhini La Ode Muhammad Ruspan Takasi La Ode Muhammad Sardin Sardin La Ode Tarsani La Ode Topo Jers La Ode Topo Jers La Ode Usman La Tiara lala andriani lestari Laras Mahardika Laxmi Laxmi Laxmi, Laxmi Lili Darlian lisna yani Lita Irnasari Meldawati Melisa Mirna Yanti Muh Roy Muhamad Hidayat Muhammad Alkausar Muhammad Olland Efendi Muhammad Olland Efendi Muhktia Nur Fadilla Mursin Musyarafatul Musyarafatul Naswati Naswati Ni Made Wiasti Nirmalasari Nirmalasari Nur Iman Nur Kisa Nuria, Siti Nurtikawati Nurtikawati Nurtikawati, Nurtikawati Nurul Hikmah Ottman, Olsen Paramitha, Ni Made Ayu Susanthi Pradnya Pradnyan, I Gusti Made Swastya Dharma Putri Purnama Sari Putri Yani Putu Titah Kawitri Resen Rommy Rio Kauntu Rosnon, Mohd Roslan RR. Ella Evrita Hestiandari Rudy Kurniawan Rustiani, Komang Wahyu Safitri, Elsa Mayora Saldin S Salniwati Samsul Samsul Sandy Suseno sandy suseno Sarman Sarman Sartika Ningsih Shinta Arjunita Saputri Shinta Arjunita Saputri Shinta Arjunita Saputri Sidik, Wa Ode Islamia Siti Nurhalisa Sitti Utami Rezkiawaty K Sofia Sofia, Sofia Sri Wulandari Suseno, Sandi Suseno, Sandy Syahrun , Syahrun Syahrun, Syahrun Syahrun, Syahrun Syam sumarlin Taufiq Said Titin Hartini Topo Jers, La Ode Visthalya Thevistha Wa Eni Wa Ode Sifatu Wa Ode Siti Hafsah Wa Ode Sitti Hafsah Wa Ode Sitti Hapsah Wa Ode Suharti Wahyu Rustiani Komang Wilda Wilda Yasmi Agfar Yusrifani Yusrifani Zulfa Zulfa Zulfa Zulfa