p-Index From 2021 - 2026
15.342
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Ekonomi Modernisasi AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Mimbar Sekolah Dasar Profesi Pendidikan Dasar Jurnal Penelitian Humaniora PENA SAINS Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika Al Ishlah Jurnal Pendidikan Taman Cendekia : Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Basicedu International Journal of Elementary Education Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Educatif: Journal of Education Research Jurnal Absis : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Sekolah Dasar (JSD) JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Eduproxima : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Didaktika: Jurnal Kependidikan Buletin Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovasi Kurikulum TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Penamas: Journal of Community Service Jurnal Cakrawala Pendas Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Basicedu Prosiding University Research Colloquium Educatif: Journal of Education Research Profesi Pendidikan Dasar Jurnal Analisis Pendidikan Sosial Tintamas: Jurnal Pengabdian Indonesia Emas Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Daun Kering untuk Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan pada Peserta Didik di Sekolah Dasar Khoiri, Faruq Fathin; Hidayati, Yulia Maftuhah
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan daun kering untuk menanamkan karakter peduli lingkungan di SD Muhammadiyah 3 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan teknik tragulasi data. Data penelitian menunjukkan bahwa SD Muhammadiyah 3 Surakarta merupakan sekolah yang sudah menerapkan karakter peduli lingkungan. Akan tetapi belum berjalan dengan baik karena masih banyak peserta didik yang belum menyadari akan pentingnya peduli terhadap lingkungan. Hasil dari penelitian ini yaitu dengan adanya pemanfaatan daun kering yang dijadikan prakarya memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa dalam berkarya dapat memanfaatkan media dari bahan yang dianggap hanya sebagai sampah, padahal media tersebut bisa menjadi karya seni yang sangat estetis dan bernilai jual tinggi dan peserta didik menjadi lebih peduli terhadap lingkungan.
Keefektifan Model Demonstrasi dengan Media Screencast O Matic untuk Meningkatkan Sikap Nasionalisme dan Hasil Belajar PKn Anggraini, Pratiwi Dian; Hidayati, Yulia Maftuhah
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas metode demonstrasi dengan media screencast o-matic untuk meningkatkan sikap nasionalisme dan hasil belajar PKn. Sikap nasionalisme merupakan nilai yang penting harus ditanamkan pada generasi muda saat ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif praeksperimental dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan  kuesioner untuk penilaian sikap nasionalisme dan tes untuk penilaian hasil belajar. Analisis data yang digunakan adalah uji paired sample t tes untuk menganalisis pengaruh model demonstrari dengan media screencat-o-matic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap nasionalisme dan hasil belajar siswa sebelum dengan sesudah pembelajaran berbeda signifikan, ditunjukkan dengan nilai p<0.05. Sikap nasionalisme sebelum pembelajaran tergolong rendah sedangkan sesudah pembelajaran menjadi tergolong tinggi. Hasil belajar siswa sebelum pembelajaran belum tuntas KKM klasikal sedangkan sesudah pembelajaran siswa sudah tuntas KKM klasikal. Dari hasil ini maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran metode demonstrasi dengan media screencast o-matic efektif digunakan untuk meningkatkan sikap nasionalisme dan hasil belajar PKn.
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Video Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dwita, Erma Gus; Hidayati, Yulia Maftuhah
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3145

Abstract

Pada penelitian kali ini mempunyai sebuah tujuan untuk menggambarkan model dari sebuah proses belajar-mengajar Problem Based Learning berbasis video pembelajaran guna mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa kelas III di SD Negeri Dukuh 2. Penelitian kali ini memakai jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Subjek yang akan dipakai ialah siswa kelas III SD Negeri Dukuh 2 sebanyak 24 siswa serta guru wali kelas III. Hasil dari penelitian kali ini ialah model belajar Problem Based Learning berbasis video pembelajaran terdapat pada sintaks orientasi perserta didik pada masalah, dibuktikan bahwa ada penayangan video pada sintaks tersebut. Dengan diterapkannya model belajar Problem Based Learning berbasis video pembelajaran terbukti bahwa siswa pada saat memecahkan masalah khususnya matematika mengalami peningkatan. Pemecahan masalah bermanfaat bagi siswa dalam melihat kaitannya pada pembelajaran lain. Maka model belajar-mengajar Problem Based Learning berbasis video pembelajaran guna mengembangkan kemampuan memecahkan masalah matematika sangat cocok karena menantang siswa untuk menganalisis suatu masalah.
Studi Eksplorasi Industri Mebel Mojolaban dan Integrasinya dalam Materi Matematika Sekolah Dasar Kurniawan, Arma; Hidayati, Yulia Maftuhah
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3342

Abstract

Matematika merupakan ilmu yang mengkaji tentang bentuk, besaran, satuan, dan konsep-konsep yang berkaitan satu sama lain. Menurut sebagian peserta didik matematika dianggap pelajaran yang sulit dipahami karena matematika yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari berbeda dengan budaya matematika yang diajarkan di Sekolah. Etnomatematika dikategorikan sebagai cara seseorang menilai budaya matematika yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Etnomatematika dapat ditemukan disekitar lingkungan kehidupan sehari-hari peserta didik, salah satu contohnya adalah usaha kerajinan mebel. penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kerajinan Mebel Zaken Kecamatan Mojolaban kabupaten Sukoharjo dan integrasinya dalam materi matematika Sekolah Dasar. Jenis penelitian dalam penulisan artikel ini adalah jenis kualitatif, kemudian untuk desain penelitian yaitu deskriptif dan teknik penyajian studi analitik. Menggunakan 3 teknik pengumpulan data yaitu berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara interaktif dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat dua jenis kajian matematika dalam kerajinan mebel yaitu beberapa aktivitas matematika seperti aktivitas merancang (designing), menghitung (counting), dan mengukur (measuring). sementara itu integrasi kerajinan mebel dalam Kompetensi Dasar Matematika terdapat pada Kelas IV, V, dan VI Sekolah Dasar
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Audiovisual Berbantuan Powerpoint dalam Meningkatkan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Nadyanti, Aprilia; Hidayati, Yulia Maftuhah
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media audiovisual yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan media layanan informasi di sekolah dasar. Subjek pada penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas VI sekolah dasar di Kota Surakarta yang berjumlah 5 guru dan 25 siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara pada guru kelas VI dan penyebaran angket analisis kebutuhan oleh guru dan siswa kelas VI untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa akan media audiovisual dikelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan siswa kelas VI sekolah dasar di Kota Surakarta membutuhkan media audiovisual yang memiliki tampilan media yang menarik seperti pemilihan huruf yang tepat dengan presentase, terdapat gambar atau ilustrasi yang dapat mendukung penjelasan materi kesehatan reproduksi, adanya suara dalam media saat menjelaskan materi, terdapat animasi pendukung saat materi kesehatan reproduksi disampaikan. Memiliki cakupan materi sesuai dengan kompetensi dasar dan luas akan tetapi terbatas yang disesuaikan dengan usia peserta didik dan terdapat contoh soal dan latihan soal yang termuat dalam media audiovisual yang menjadi tolak ukur apakah siswa memahami materi setelah menggunakan media audiovisual.
Analisis Buku IPAS Kelas IV Kurikulum Merdeka Ditinjau dari Miskonsepsi Budiwati, Rini; Budiarti, Ani; Muckromin, Ali; Hidayati, Yulia Maftuhah; Desstya, Anatri
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi buku ajar ilmiah kelas IV Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek 2021 yang mengandung kesalahpahaman. Metodologi yang dipergunakan pada riset ini adalah deskriptif kualitatif, dan alat/media yang dipergunakan untuk pengumpulan data adalah lembar pengamatan dan prosedur dokumentasi. Buku ajar IPAS Kelas IV Kemendikbud Tahun 2021 dijadikan sebagai sumber data kajian. Menggunakan metode analisis data dalam penelitian ini mengarah kepada tingkatan misidentifiction, overgeneralization, oversimpelfications, obselete concept and term dan under generalizations. Kategori misidentifivation kesalahan identifikasi dan kesalahan penjelasan proses muncul jika penjelasan topik dalam buku berbeda dengan buku referensi. Kategori overgeneralization jika gagasan itu hanya menggambarkan sebagian dari item atau masalah IPA. Kategori oversimpelfications Jika penjelasan buku acuan tentang suatu pokok bahasan lebih teliti dari pada penjelasan dalam buku teks. Kategori obselete concept and term Jika pengertian dijelaskan terlalu luas (tanpa menyebutkan pengecualian), bahkan ketika dijelaskan dalam buku referensi atau literatur lain, akan ada grafik tanpa deskripsi potongan. Kategori under generalizations jika frase baru diperkenalkan di buku referensi, namun istilah nama yang digunakan untuk mengilustrasikan subjek di buku teks adalah istilah yang sudah ketinggalan zaman. Berlandaskan pertimbangan riset, didapatkan hasil bahwasannya ada materi miskonsepsi pada Buku IPAS Kurikulum Merdeka untuk siswa, kategori misidentification tidak ada, kategori overgeneralization  terdapat 1 konsep yaitu tentang fotosintesis, kategori oversimpelfications terdapat 4 konsep ialah bagian tubuh tumbuhan, penyerbukan, gaya otot, dan gaya gravitasi.
Analisis Nilai Karakter Kerja Keras dan Kreatif dalam Film Negeri 5 Menara Isalvi Pangistika; Yulia Maftuhah Hidayati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91732

Abstract

Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang menampilkan visual dinamis disertai narasi yang dibawakan oleh pemerannya, yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada para penontonnya. Selain itu, film juga bisa dijadikan salah satu media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter kerja keras dan kreatif dalam film Negeri 5 Menara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain analisis isi. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai pendidikan karakter dalam film Negeri 5 Menara. Nilai pendidikan karakter yang dianalisis adalah kerja keras dan kreatif. Film ini juga bisa dijadikan sebagai media untuk penanaman karakter anak di rumah dengan pengawasan orang tua.
ANALYSIS OF KURIKULUM MERDEKA IN SEKOLAH PENGGERAK Ali Muckromin; Anam Sutopo; Yulia Maftuhah Hidayati; Choiriyah Widyasari
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.5445

Abstract

Education cannot be limited by space and time as Ki Hajar Dewantara said: "anyone can become a teacher and anywhere can be a class". Education will continue to experience development along with the changes or progress of the times. Since the beginning of independence until now, the curriculum in Indonesia has undergone 12 changes, the first Curriculum 1947; the second Curriculum 1952; the third Curriculum 1964; the fourth Curriculum 1968; the the fifth Curriculum 1975; the sixth curriculum CBSA 1984; the seventh Curriculum 1994; the eighth Curriculum 1999; the ninth Curriculum 2004 (CBSA); the tenth Curriculum 2006 (KTSP); the eleventh Curriculum 2013; And the twelfth “Kurikulum Merdeka” (2022). None other than the occurrence of various kinds of changes that are for the sake of realizing the goals of national education. The curriculum is also a very important organ in the body of education and has a very important role in determining the progress of education in Indonesia. This study aims to analyze the strengths and weaknesses of the “Kurikulum Merdeka” in primary drive schools, Wonosamodro District, Boyolali Regency. The method in this research is qualitative through a case study approach. The research shows the following results: there are several advantages of the “Kurikulum Merdeka” in “Sekolah Penggerak”, including: (1) Improving the quality of learning outcomes within 3 years; (2) Improving the ability and qualifications of school principals and educators; (3) Acceleration of school digitization (received 16 chromebooks); (4) Ability to act as a catalyst for change in other educational units; (5) Accelerating the achievement of Pancasila student profiles; (6) receive intensive assistance; (7) Obtaining additional budget in the form of BOS Performance for 3 years with a nominal value of Rp80,000,000,-/year. The weaknesses are (1) in terms of implementing the curriculum it cannot be fully implemented; (2) lack of human resources and an unstructured system (shortage of PAI & PJOK teachers); (3) The facilities and infrastructures that are less adequate. Pendidikan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara: “Siapapun bisa menjadi guru dan dimanapun bisa menjadi kelas”. Pendidikan akan terus mengalami perkembangan seiring dengan perubahan atau kemajuan zaman. Sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, kurikulum di Indonesia telah mengalami 12 kali perubahan, yang pertama Kurikulum 1947; Kurikulum kedua tahun 1952; Kurikulum ketiga tahun 1964; Kurikulum keempat tahun 1968; Kurikulum Kelima 1975; kurikulum keenam CBSA 1984; Kurikulum ketujuh tahun 1994; Kurikulum kedelapan tahun 1999; Kurikulum Kesembilan 2004 (CBSA); Kesepuluh Kurikulum 2006 (KTSP); Kurikulum Kesebelas 2013; Dan yang kedua belas “Kurikulum Merdeka” (2022). Tidak lain adalah terjadinya berbagai macam perubahan demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Kurikulum juga merupakan organ yang sangat penting dalam tubuh pendidikan dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kemajuan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan “Kurikulum Merdeka” di sekolah dasar berkendara Kecamatan Wonosamodro Kabupaten Boyolali. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut: terdapat beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka dalam “Sekolah Penggerak”, antara lain: (1) Meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dalam waktu 3 tahun; (2) Peningkatan kemampuan dan kualifikasi kepala sekolah dan pendidik; (3) Percepatan digitalisasi sekolah (menerima 16 chromebook); (4) Kemampuan menjadi katalisator perubahan pada satuan pendidikan lainnya; (5) Percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila; (6) mendapat pendampingan intensif; (7) Memperoleh tambahan anggaran berupa BOS Kinerja selama 3 tahun dengan nilai nominal Rp80.000.000,-/tahun. Kelemahannya adalah (1) dari segi implementasi kurikulum belum dapat dilaksanakan secara maksimal; (2) kurangnya sumber daya manusia dan sistem yang tidak terstruktur (kekurangan guru PAI & PJOK); (3) Sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Eco-literacy components on Kurikulum Merdeka: 5th-grade elementary school’s IPAS textbook analysis Kartika Nofiyanti; Yulia Maftuhah Hidayati
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64029

Abstract

The study was conducted to analyze eco-literacy components in Kurikulum Merdeka, especially those contained in IPAS textbooks for grade 5th elementary school students, to facilitate the development of students' environmental literacy skills. The method for this study uses a qualitative approach, with data collection using content analysis techniques. Test the validity of the data using an expert judgment approach. The research finding that the six components of eco-literacy have been included in Kurikulum Merdeka, in the IPAS textbook for grade 5th elementary school students. There are many Cognitive Knowledge components and Knowledge of Environmental Issues components in books, but the Affection components, Ecological and Natural History knowledge components, Socio-political Knowledge components, and Environmentally Responsible Behavior (ERB) components still receive less attention. The results of this study from the analysis of eco-literacy components suggest that there should be further study and development regarding eco-literacy-based learning media to support eco-literacy education in Indonesia. AbstrakKajian ini dilakukan guna menganalisis komponen ekoliterasi pada Kurikulum Merdeka, terutama yang termuat dalam buku teks Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V Sekolah Dasar, sehingga dapat memfasilitasi pengembangan kecakapan literasi ekologi siswa. Jenis metode kajian ini adalah pendekatan kualitatif dimana teknik pengumpulan datanya menggunakan desain analisis isi (Content Analysis). Metode keabsahan data yang digunakan adalah penilaian ahli (Expert Judgement). Hasil kajian ini menunjukkan bahwa enam komponen ekoliterasi telah termuat pada Kurikulum Merdeka, yaitu di dalam buku teks IPAS siswa kelas V Sekolah Dasar. Komponen Pengetahuan Kognitif serta Komponen Pengetahuan terhadap Masalah dan Isu Lingkungan merupakan komponen yang banyak ditemukan di dalam buku teks. Namun, komponen Afeksi, Pengetahuan Ekologi dan Sejarah Alam, Pengetahuan Sosial-Politik, serta Komponen Perilaku Bertanggung Jawab terhadap Lingkungan masih belum banyak mendapatkan perhatian. Hasil dari kajian tentang analisis komponen ekoliterasi ini menyarankan adanya kajian dan pengembangan lebih lanjut terkait media pembelajaran berbasis ekoliterasi untuk mendukung pendidikan literasi lingkungan di Indonesia.Kata Kunci: Buku teks; ekoliterasi; Kurikulum Merdeka; Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Summative assessment planning in the Kurikulum Merdeka on two-dimensional figure materials Mar&#039;atu Sholikhah; Yulia Maftuhah Hidayati
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65594

Abstract

Summative assessment is part of Kurikulum Merdeka which is expected not to be put aside because it has an important influence in determining students' final grades or grade promotion. This research aims to analyze summative assessment planning in Kurikulum Merdeka on plane material. The research method used is qualitative. There are three subjects of this research, namely the school principal, mathematics teacher, and homeroom teacher. Research data collection techniques are interviews and documentation. The data that has been collected is analyzed, starting with data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the research analyzed the planning of summative assessment of scope material, namely the teacher gave questions about the area perimeter of triangles and parallelograms, the area of rectangles, trapezoids, and kites, while the assessment technique used essays. In the mid-semester summative assessment, the teacher gives questions about the area perimeter of a triangle, the area parallelogram, the area square, and the perimeter of a rectangle. In the end-of-semester summative assessment, the teacher gave questions about the area of the perimeter of a square and rectangle, the area of a trapezoid, the area of a triangle, and the perimeter of a parallelogram. The assessment techniques used are multiple-choice, essay, and essay questions. AbstrakAsesmen sumatif menjadi bagian dari kurikulum merdeka yang diharapkan untuk tidak dikesampingkan dikarenakan Asesmen Sumatif memiliki pengaruh penting dalam menentukan nilai akhir atau kenaikan kelas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang perencanaan asesmen sumatif dalam kurikulum merdeka pada materi bangun datar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif. Subyek penelitian ini ada tiga yaitu kepala sekolah, guru matematika dan wali kelas. Teknik pengumpulan data penelitian ialah wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis data mulai dari reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menganalisis tentang perencanaan Asesmen sumatif lingkup materi yaitu guru memberi soal tentang luas keliling segitiga dan jajargenjang, luas persegi panjang, trapesium dan layang-layang sedangkan teknik penilaian menggunakan essay. Asesmen sumatif tengah semester, guru memberikan soal tentang luas keliling segitiga, luas jajargenjang, luas persegi dan keliling persegi panjang. Asesmen sumatif akhir semester, guru memberi soal tentang luas keliling persegi dan persegi panjang, luas trapesium, luas segitiga, dan keliling jajargenjang. Teknik penilaian yang digunakan yaitu pilihan ganda, essay dan soal uraian.Kata Kunci: Asesmen sumatif: bangun datar; Kurikulum Merdeka; rencana asesmen
Co-Authors Abdullah, Harits Achmad Fathoni Aditya Rini Kusumaningpuri agus supardi Agustina Wahyuningsih Agustina, Vika Nurmia Ahmad Muhibbin Ahsanu, Rizkika Aiman, Ummu Aldila Nur Rohmah Alfauziah Rahmadani Alfiati Intan Nurjannah Ali Muckromin Alkhasanah, Nuraini Anam Sutopo Anatri Desstya Andri Wicaksono Andri Wicaksono, Andri Andy Ariyanto Angga Eko Novanto Anggraini, Pratiwi Dian Ani Budiarti Antara, Setiya Anton Adi Suryo Kusuma ANWAR, MUHFIK Aprilia Nadyanti Ardhiansyah, Wildhan Arief Setyo Nugroho Arifin, Achmad Januar Aristiyani, Alfi Ariyanto, Andy Arma Kurniawan Arum Susilowati Arum, Sekar Mustika Asri Darwanti Astri Herawati Astri Herawati, Astri Atik Puji Astuti Augustin, Azzahra Nadia Azminudin Latif Azzahro Hazima, Atika Bambang Sumardjoko Bektiningsih Bektiningsih Budi Murtiyasa Budiarti, Ani Budiwati, Rini Cahya Nurul Huda Cahya Nurul Huda Cahyaning Fitria Prihutami Choiriyah Widyasari CHOIRUN NISA Damar Yusuf Faizal Desi Rahmawati DEWI, LISTIANA Dias Aziz Pramudita Diaz, Alfina Mutiara Djalal Fuadi Dwita, Erma Gus Elmira Tita Ulima Endang Fauziati Erma Gus Dwita Ernawanto, Yoni Fadhlulloh, Muhammad Yusuf Faruq Fathin Khoiri Fathoni, A. Fatiya Nuzuli Mufti Fatmi Rohmah Nur Hidayati Ferdianto, Juli Fidyastuti, Nita Fita Rahmawati Fita Rahmawati Fitri Handayani Fitri Handayani Fitri Puji Rahmawati Fitri Rahmawati, Anisa Gumgum Gumilar Hakiky, Nur Handayani, Ratnawati Hariyanto Hasyda, Suryadin Heni Setyowati Heny Tri Muthmainnah Heshinta, Linda Hidayati, Miftachul Honest Ummi Kaltsum Huda, Cahya Nurul Huda, Maskur I Istiqomah Ika Candra Sayekti Ikhsan Maulana Ilham Basir Nur Muhammad Indaryati, Oktavia Nur Indria Adi Kuncoro Indriasari, Pipit Saraswati Irfani Salsabilla Irmanopaliza, Ade Isalvi Pangistika Isna Febrianto Isnaini, Yusrika Firda Istiqomah, I Jamaluddin Ahmad Juniarsih, Winda Kamila, Shafa Joyce Putri Kartika Nofiyanti Khoiri, Faruq Fathin Khoirunisya, Vina Khotimah, Nur Ahlul Khrisna Adhi Pradana Kuncoro, Indria Adi Adi Kurniawan, Arma Kus Suryandari Kusuma, Anton Adi Suryo Kusumaningpuri, Aditya Rini Kusumawardani, Wiratri Nurul Ayu Laili Etika Rahmawati Laksono, Wisnu Cahyo Lastiadi Muhtadin Listiana Dewi Ma'rifatul Jannah Maharsiwi, Dwi Moqsa Mahmudah, Mutiara Hisda Mahya, Yogi Muthohir Zuhad Mar&#039;atu Sholikhah Markhamah Maulana, Ikhsan Maulida, Dini Wardani Mauly Halwat Hikmat Meggy Novitasari Mimin Vera Dwi Priyantini Minsih Mita Yuliana Muckromin, Ali Mufti, Fatiya Nuzuli Muhamad Taufik Hidayat Muhammad Fajar Kurniawan Muhammad Noor Kholid Muhammad Yusuf Fadhlulloh Murfiah Dewi Wulandari Mustofiyah, Lilik Muthmainnah, Heny Tri Nadyanti, Aprilia Nafiah Nur Shofia Rohmah Ningsih, Prapti Octavia Nunuk Nurcahyani Adiyastuti Nuqthy Faiziyah Nur Hakiky Nur Rohmah, Aldila Nuraini Alkhasanah Nuraini Alkhasanah Nurul Afifah Nurur Rubingah Pina Indah Sayekti Prapti Octavia Ningsih Pratiwi Dian Anggraini Purnomo Puspitasari, Ratna Kusuma Qorimah, Esti Nur Qorinasari, Dian Rahmadani, Alfauziah Rahmawati, Syavira Salsabila Ramadhan, Aldy Tri Ratnasari Diah Utami Ratnawati Handayani Retno H Rikana Sulistyaningrum Rini Budiwati Rini Untari Rini Untari Roisma, Rossa Rosyida, Alifia Rubingah, Nurur Rusnilawati Ryan Peby Andriani Safitri, Sylviana Ika Santosa, Yoga Tegar Sapruddin, Aisyara Zalzabila Sari Sitepu, Melyani Setiadi, Arief Setiawan, Wahyu Adi Shofia Rohmah, Nafiah Nur Siti Lestari Wahyuningsih Siti Nurjanah SITI NURJANAH Siti Samsiyah Siti Samsiyah Siti Samsiyah Siti Samsiyah Siti Syamsiah Siti Syamsiah Siti Syamsiah Siti Syamsiyah Sri Sutarni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulastri Sulistyaningrum, Rikana Sumini Sumini Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Sundari Sutama Sutama Syamsiyah, Siti Tadzkiroh, Ummi Tantri Fitrianingtyas Titik Septiani Titik Septiani, Titik Trisna Andarwulan Ulima, Elmira Tita Umam, Muhammad Misbahqul Vika Nurmia Agustina Vitri Astuti Wa Ode Nisra Wafrotur Rohmah Wahyu Warastuti Wibosono, Muhammad Exsel Wimpy Winda Juniarsih wiwin kurniyanti Wulandari, Diana Rizki Avita Yusrika Firda Isnaini Yustina Neny Hastuti Yustri Mindaryani