Articles
PRODUK OLAHAN MAKANAN DARI JAGUNG; PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS PGRI SEMARANG DI DESA KARANGMALANG WETAN
Ariestika;
kartinah, kartinah;
Huda, Choirul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 3 No. 4 (2024): ABDIMAS PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/patikala.v3i4.1342
Desa Karangmalang wetan yang mayoritas penduduk bercocok tanam dan menggantungkan hidup mereka dari hasil bumi atau pertanian, salah satu jenis tanaman yang tersedia banyak disana adalah tanaman jagung. Fokus program kegiatan adalah: PKM Kelompok PKK Desa Karangmalang Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal ini adalah: (1) Terciptanya produk berupa aneka olahan makanan dari Jagung (2) Bertambahnya ketrampilan ibu Rumah Tangga untuk membuat aneka olahan dari Jagung. aneka olahan Jagung dalam berbagai inovasi seperti contohnya: brownies. Kegiatan ini diikuti oleh empat puluh peserta dari kalangan ibu-ibu Rumah Tangga yang merupakan pengurus RW serta anggota tergabung dalam Dasa Wisma (DaWis) di lingkungan desa Karangmalang. Hasil pendampingan menunjukkan 100% peserta dapat membuat olahan makanan dari jagung. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat menunjang perekonomian keluarga masing-masing apabila ditekuni. Program berikutnya yang direncanakan adalah membantu warga terutama ibu-ibu pelaku ekonomi kecil ini dalam mengurus PIRT untuk produk mereka
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika pada Materi Garis dan Sudut Kelas VII Sekolah Menengah Pertama
Rosdianah, Rosdianah;
Kartinah, Kartinah;
Muhtarom, Muhtarom
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4458
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami siswa serta faktor penyebab kesulitan siswa dalam  belajar materi garis dan sudut. Subjek penelitian ini adalah  siswa kelas VII I SMP Negeri 3 Brebes sebanyak 2 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket faktor penyebab kesulitan, tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan siswa dengan kesulitan prinsip dan keterampilan (skill) disebabkan oleh (1) kemampuan siswa dalam memahami prinsip masih rendah; (2) Kurangnya ketelitian dalam memahami permasalahan yang diberikan; (3) Siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal dan tidak mengoreksi kembali jawaban yang sudah ditulis; sedangkan siswa dengan kesulitan konsep, prinsip dan keterampilan (skill) disebabkan oleh (1) Kemampuan siswa dalam memahami konsep masih rendah; (2) Kurangnya pemahaman siswa terkait prinsip; (3) Kurangnya ketelitian dalam memahami permasalahan yang diberikan; (4) Siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal dan tidak mengoreksi kembali jawaban yang sudah ditulis; dan (5) Siswa menganggap materi garis dan sudut terlalu sulit, sehingga menimbulkan perasaan malas untuk mengulang materi yang telah di ajarkan.  Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar  pada siswa dengan jenis kesulitan prinsip dan keterampilan (skill) dengan persentase indikator minat sebanyak 23%, kebiasaan belajar 20%, konsentrasi 33% dan motivasi sebanyak 23%, kemudian siswa  dengan jenis kesulitan konsep, prinsip dan keterampilan (skill) persentase indikator minat sebanyak 27%, kebiasaan belajar 24%, konsentrasi 25% dan  motivasi sebanyak 24%.Â
Efektivitas Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) Melalui Pendekatan Saintifik dan Open-Ended Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa
Khasanah, Iva;
Supandi, Supandi;
Kartinah, Kartinah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i2.7400
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dengan pendekatan saintifik dan open-ended terhadap kemampuan representasi matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Randublatung Tahun Ajaran 2020/2021. Dengan menggunakan cluster random sampling terpilih sampel yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen 1, kelas VII B sebagai kelas eksperimen 2, dan kelas VII C sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan kemampuan representasi matematis siswa kelas eksperimen TTW dengan pendekatan saintifik, TTW dengan pendekatan Open-ended, dan kontrol (2) kemampuan representasi matematis siswa kelas eksperimen TTW dengan pendekatan saintifik lebih baik daripada kelas konvensional (3) kemampuan representasi matematis siswa kelas eksperimen TTW dengan pendekatan Open-ended lebih baik daripada kelas konvensional (4) tidak ada perbedaan kemampuan representasi matematis siswa dengan TTW dengan pendekatan saintifik dan TTW dengan pendekatan Open-ended (5) ada pengaruh keaktifan terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas eksperimen TTW dengan pendekatan saintifik (6) ada pengaruh keaktifan terhadap kemampuan representasi matematis siswa kelas eksperimen TTW dengan pendekatan Open-ended (7) kemampuan representasi siswa kelas eksperimen TTW dengan pendekatan saintifik dan eksperimen TTW dengan pendekatan Open-ended mencapai KKM. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Wrtite (TTW) dengan pendekatan Saintifik dan Open-ended lebih baik daripada pembelajaran konvensional.
Profil Kemampuan Problem Posing Pada Materi Aritmatika Sosial Ditinjau Dari Perbedaan Kemampuan Matematis
Puspitasari, Nesa Bunga;
Kartinah, Kartinah;
Nugroho, Aryo Andri
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 5 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i5.7750
Tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan problem posing materi aritmatika sosial di tinjau dari perbedaan kemampuan matematis. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji kredibilitas untuk menguji keabsahan data. Dimana dalam uji kredibilitas tersebut menggunakan triangulasi. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi data, dimana dalam triangulasi ini peneliti mengguanakan metode yang sama dengan waktu yang berbeda. Uji kredibilitas data dilakukan dengan membandingkan data pada tahap pertama dan tahap kedua dan seterusnya dari hasil tes dan wawancara. Hasil yang dicapai peneliti bahwa anak dengan kemampuan matematis tinggi dapat secara kreatif dan inovatif dalam membuat soal serta menyelesaikan soal. Anak dengan kemampuan matematis sedang dapat membuat pertanyaan dan menyelesaikan soal dengan perbedaan bahwa anak kemampuan matematis tinggi dapat menyelesaikan soal dengan metode singkat dan anak berkemampuan sedang menyelesaikan soal berdasarkan konsep. Sedangkan, anak berkemampuan matematis rendah hanya dapat membuat soal secara sederhana dan mampu menyelesaikan tanpa ada modifikasi soal.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas X dalam Mengerjakan Soal Cerita pada Siswa Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert
Juliansa, Muhammad Fahmi;
Kartinah, Kartinah;
Purwosetiyono, FX. Didik
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4459
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam mengerjakan soal cerita pada siswa tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu SMA di Kabupaten Jepara . Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 1. Guna mengetahui tingkat pemecahan masalah matematika siswa , maka dilakukan dengan memberi tes pemecahan masalah matematika yang berbentuk soal cerita dan wawancara. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan tipe kepribadian introvert cenderung dapat memecahkan masalah dengan empat tahapan secara urut, yaitu: (1) Memahami masalah; (2) Merencanakan penyelesaian; (3) Melaksanakan rencana; (4) Memeriksa kembali. Sedangkan siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert cenderung kurang mampu memecahkan masalah dengan hanya dua tahapan yang tercapai, yaitu : (2) Merencanakan penyelesaian; dan (3) Melaksanakan rencana.
Profil Pemahaman Konsep Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Menurut Tahapan Polya Ditinjau dari Perbedaan Jenis Kelamin
Monikasari, Fika;
Sugiyanti, Sugiyanti;
Kartinah, Kartinah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 5 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/imajiner.v3i5.7805
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemahaman konsep siswa kelas VII dalam pemecahan masalah matematika menurut polya ditinjau dari perbedaan jenis kelamin pada pokok bahasan bilangan pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu sebanyak 4 orang siswa kelas VII SMP N 2 Dempet yang dipilih berdasarkan nilai ulangan harian bilangan pada kelompok sedang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa tes tertulis dan wawancara. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah: a) Profil pemahaman konsep siswa laki-laki dalam pemecahan masalah menurut tahapan Polya yaitu : mengumpulkan fakta – fakta dengan menyebutkan hal – hal yang diketahui dan ditanyakan, mengidentifikasi sifat-sifat sesuai dengan konsepnya dengan mengetahui mana yang contoh dan bukan contoh dari permasalahan yang diberikan, menjelaskan langkah – langkah strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah, menyajikan konsep bilangan pecahan dalam bentuk representasi matematika, mengaplikasikan konsep atau algoritma pada bilangan pecahan, belum tepat dalam membuat kesimpulan pada jawaban yang sudah diperoleh. b) Profil pemahaman konsep siswa perempuan dalam pemecahan masalah menurut tahapan Polya yaitu : mengumpulkan fakta – fakta dengan menyebutkan hal – hal yang diketahui dan ditanyakan, mengidentifikasi sifat-sifat sesuai dengan konsepnya dengan mengetahui mana yang contoh dan bukan contoh dari permasalahan yang diberikan, menjelaskan langkah – langkah strategi yang digunakan dalam pemecahan masalah, menyajikan konsep bilangan pecahan dalam bentuk representasi matematika, mengaplikasikan konsep atau algoritma pada bilangan pecahan, membuat kesimpulan sesuai dengan langkah penyelesaian, membuktikan kebenaran dengan memeriksa kembali jawaban dan memastikan solusi yang diperoleh sudah benar karena langkah yang digunakan sudah benar.
PENGEMBANGAN MEDIA PUZZLE PANCASILA DI KELAS I SDN PANGGUNG LOR BERDASARKAN GAYA BELAJAR KINESTETIK
Rahmawati, Indriani Nur;
Kartinah, Kartinah;
Prayitno, Muhammad;
Susilowati, Deny
JURNAL SINEKTIK Vol 7 No 1 (2024): Juni : Jurnal Sinektik
Publisher : FKIP, PGSD, Universitas Slamet Riyadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33061/js.v7i1.8685
The purpose of this research is to find out feasible of the puzzle Pancasila media in class I at SDN Panggung Lor based on kinesthetic learning styles. The development of the puzzle Pancasila media uses R&D methods. The development stages adapted the 4D model from Thiagarajan, that is Define, Design, Develop, and Disseminate. Methods of data collection in this reseach using observation, interviews, and questionnaires. The overall results of the feasibility test of this development research produced the puzzle Pancasila media product with the details of (1) media expert test obtained very feasible criteria with a result of 93.88%, (2) the material expert test obtained very feasible criteria with a result of 93.13%, (3) student responses obtained very feasible criteria with a result of 95%. Based on these results, the Puzzle Pancasila media is very feasible for use in SDN Panggung Lor.
PENGEMBANGAN ANIMOVIE KIMBOO: THE OWL WISE DI KELAS V SDN PEDURUNGAN KIDUL 01
Cahyani, Reni;
Kartinah, Kartinah;
Siswanto, Joko;
Mulyani, Mulyani
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 13, No 2 (2023): Malih Peddas, Volume 13, Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/malihpeddas.v13i2.15501
Mengembangkan media Animovie Kimboo: The Owl Wise di kelas V SDN Pedurungan Kidul 01 adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RD). Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini dikembangkan dengan mengadaptasi model ADDIE yaitu Analyze (menganalisis), Design (merancang), Development (mengembangkan), Implementation (mengimplementasikan) dan Evaluation (mengevaluasi). Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan pengisian angket. Analisis data digunakan untuk menilai masing-masing aspek yang terdapat pada angket. Peneliti memberikan angket kepada ahli materi pembelajaran dan ahli media pembelajaran sebagai validasi produk, sedangkan cara pemberian skor angket dan pengambilan data menggunakan skala Likert dan Guttman. Keseluruhan hasil uji kelayakan penelitian pengembangan ini menghasilkan produk media Animovie Kimboo: The Owl Wise dengan rincian (1) Hasil validasi penilaian media sebesar 94% dengan kriteria sangat layak. (2) Hasil validasi ahli materi sebesar 91,5% dengan kriteria sangat layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak untuk dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan; Video Animasi; Animovie; ADDIE
Pola Pembentukan Hubungan Sosial Emosional di Lingkungan Sekolah Dasar
Lesmoyo, Yoga Adistya Sri;
Kartinah, Kartinah;
Sukamto, Sukamto;
Rini, Azrie Setyo
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i4.5949
Paradigma sekolah yang baik tidak lagi diukur dari seberapa indah bangunannya, namun lebih pada kemampuan lembaga pendidikan tersebut untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik. Hal tersebut tidak akan dapat terwujud jika guru dan sekolah tidak berkomitmen untuk bersama-sama membangun interaksi positif dengan peserta didik. Pendidikan Sosial dan Emosional menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan di SD Islam Al Madina. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan tentang pola pembentukan hubungan Sosial Emosional di lingkungan Sekolah Dasar Islam Al Madina Semarang. Metode Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, melalui metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pola pendidikan sosial emosional di SD Al Madina meliputi: (1) memberikan keteladanan; (3) pembiasaaan kegiatan rutin yang baik/positif; dan peningkatan kolaborasi dan aktifitas peserta didik. Salah satu contoh kegiatan memberikan keteladanan adalah keteladanan guru dalam aktif menyapa peserta didik, membaca Al Qur’an oleh guru dan respon cepat (simpati) guru terhadap ekspresi emosi peserta didik. Kesimpulan penelitian menemukan bahwa pendidikan sosial emosional tidak hanya dilakukan melalui pemberian pengetahuan, namun juga memberikan teladan, pembiasaan dan memberikan ruang kepada peserta didik untuk aktif, mengenali, berinteraksi, berkolaborasi dengan setiap elemen sekolah.
PENERAPAN MEDIA RODA PUTAR PADA MATERI HAK DAN KEWAJIBAN DI JALAN RAYA DI SDN KARANGREJO 01
Nisa, Afrila Choirun;
Kartinah, Kartinah;
Suyoto, Suyoto;
Rochajati, Siti
Journal Prakarsa Paedagogia Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/jpp.v6i1.9870
This study aims to determine the application of rotary wheel media to the learning outcomes of class III students at SDN Karangrejo 01 Semarang on the material rights and obligations on the highway. This research uses quantitative methods. The data collection technique in this study was by giving pre-test and post-test questions to class III students. The sample of this research was class III students at SDN Karangrejo 01, totaling 26 students consisting of 10 female students and 16 male students. The results of student learning completeness at the time before the application of the rotary wheel media were 15 students with an average class value of 65.38 then after the application of the rotary wheel media on the material rights and obligations on the highway there was an increase of 7 students with an average class value of 81, 54.