Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Ekstrak Kulit Bawang Merah (Allium cepa. L) & Kulit Bawang Putih (Allium sativum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Pada Pus Luka Penderita Diabetes Melitus Raudah, Siti; Huzaimah, Huzaimah; Berliana, Berliana; Fitriani, Nisa Ayu; Wulandari, Maya
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v4i2.1660

Abstract

Salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai obat antara lain bawang merah (Allium cepa L) dan bawang putih (allium sativum). Ternyata kulit bawang merah dan bawang putih berpotensi dikembangkan untuk pengobatan anti kanker karena mengandung fitokimia. Kulit bawang merah mengandung senyawa flavonoid, saponin, terpenoid dan alkaloid, sedangkan bawang putih mengandung senyawa organosulfur (allicin) yang meiliki sifat sebagai antidiabetes, antibakteri, dan antimikrobal. Diabetes millitus merupakan penyakit hiperglikemia atau kadar gula darah yang meningkat diatas normal. Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu efek dari gula darah yang tiggi dan menjadikan tempat yang optimal untuk pertumbuhan bakteri, Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang sering di temukan pada ulkus gula darah yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk melihat aktivitas antibakteri ekstrak kulit bawang merah dan bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococus aureus. Metode: Ekstrak kulit bawang merah dan kulit bawang putih menggunakan pelarut metanol dan etil asesat, dibuat dengan 4 perlakuan yaitu konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pengujian ekstrak pada bakteri Staphylococus aureus dengan metode difusi. Hasil: Uji aktivitas antimikroba kategori kuat pada ekstrak kulit bawang merah menggunakan pelarut etil asetat dan metanol yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus berturut turut pada konsentrasi 50% dan 100%. Sedangkan ekstrak kulit bawang putih menggunakan pelarut etil asetat dan metanol tidak menunjukkan zona hambat dengan kategori kuat. Kesimpulan: Ekstrak kulit bawang merah menggunakan pelarut metanol dan etil asetat memiliki aktivitas antimikroba terhadap Staphylococus aureus.
English Teachers’ Perception at Junior High School Level on The Implementation of Kurikulum Merdeka in Banjar District Raudah, Siti; Noor, Pajrian; Najmiah, Lailatun
Linguistics and ELT Journal Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v12i2.27697

Abstract

Curriculum revisions are nothing new in Indonesia. Three curricular revisions have occurred throughout last two decades. Finally, the post-Covid-19 emergency curriculum was changed to Independent Curriculum, which purportedly streamlines K13. Merdeka Curriculum is only one year old, of course it still requires adjustments, especially in implementation. For this reason, researchers decided to examine teachers' perceptions (as the front guard of education) regarding the Independent Curriculum which focuses on implementation in teaching English at junior high school level in Banjar Regency, including regarding obstacles in implementation. This research uses descriptive qualitative with interviews as the data collection method. The type of interview used was semi-unstructured in-depth interview with 7 English teachers in 4 Junior High Schools in different sub-districts in Banjar District which implemented Merdeka Curriculum as respondents, determined using purposive sampling method. Following the investigation, respondents acquired 9 positive and 8 negative perceptions. According to the teacher's perception, Independent Curriculum has evolved to the times with usage of digital media/internet as a learning ied, making learning resources more abundant, there are also fun projects students can do, Aside from that, this curriculum is thought to be more supportive of students by using terms like student center, positive discipline, and differentiation approach, which allows teachers to provide more opportunities for students develop themselves by understanding them personally and providing comfortable environment. The obstacles encountered are mostly related to the facilities, teacher readiness, and increasingly limited time due to large number of tasks that teachers must complete as result of this curriculum..
Penguatan Ketrampilan Literasi dalam Mewujudkan Iklim Inklusivitas melalui Buku Cerita dan Sosiodrama Sulistyarini, Wahyu Dewi; Aidillah, Muhammad Rafli; Sulistyorini, Candra; Raudah, Siti
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dalam mewujudkan iklim inklusifitas perlu adanya pendidikan karakter bagi anak untuk meningkatkn rasa kepedulian, kerjasama, menghargai perbedaan dan empati terhadap sesamanya. Dengan adanya Pendidikan inklusif, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental dan social atau meiliki kecerdasan dan atau bakat Istimewa untuk memperoleh Pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Tujuan: meningkatkan ketrampilan literasi dalam mewujudkan iklim inklusivitas di Sekolah Dasar melalui buku cerita dan sosiodrama. Metode: Program ini dijalankan melalui 6 tahapan yaitu; 1) sosialisasi, 2) penyusunan naskah dan alur cerita anak dan sosiodrama, 3) persiapan dan Latihan drama, 4) intervensi membaca buku cerita anak dan penampilan sosiodrama, 5) pendampingan dan evaluasi dan ke 6) keberlanjutan program. Hasil: dua buku yang disusun adalah Ulur Ular Nagana dan Siti terbang Tinggi dan terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan (p 0.008), sikap ((p 0.009) dan perilaku (p 0.004) setelah dilakukan pembacaan buku cerita dan sosiodrama bersama. Simpulan: Program ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada anak-anak sekolah dasar tentang nilai-nilai inklusivitas, seperti toleransi, kesetaraan, dan empati. Pendekatan kreatif melalui buku cerita dan sosiodrama memperkaya pengalaman belajar anak-anak, meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan kerjasama.
SOSIALISASI OLAHRAGA TRADISIONAL SUMPITAN BAGI PELAJAR MTSN 2 KOTA BANJARMASIN Abdilah, Adam Satria; Helyati, Helyati; Baktiansyah, Baktiansyah; Embron, Faisal; Rahmadi, Muhammad; Noorliansyah, Noorliansyah; Iqbal, Muhammad; Raudah, Siti
PKM Maju UDA Vol 5 No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i3.5293

Abstract

Permasalahan yang ada pada pelajar di Kota Banjarmasin salah satunya adalah lebih menyukai bermain sosial media daripada bermain olahraga tradisional, sehingga banyak pelajar yang tidak kenal dengan olahraga tradisional yang ada di masyarakat, salah satunya olahraga tradisional sumpitan. Dengan adanya permasalahan tersebut maka Guru PJOK MTsN 2 Kota Banjarmasin bekerjasama dengan Askar Sumpit Kota Banjarmasin mengadakan sosialisasi olahraga tradisional sumpitan. Sosialisasi ini diarahkan kepada pelajar MTsN 2 Kota Banjarmasin kelas VIII A tahun ajaran 2023/2024 semester ganjil yang berjumlah 29 orang, dengan rincian 12 siswa dan 17 siswi. Sosialisasi ini dilakukan oleh Askar Sumpit Kota Banjarmasin di halaman MTsN 2 Kota Banjarmasin pada tanggal 16 Oktober 2023. Tujuan dari sosialisasi ini adalah mengenalkan dan melestarikan olahraga tradisional sumpitan agar tetap eksis di kalangan pelajar. Metode dari sosialisasi ini adalah ceramah dan demonstrasi, dengan langkah-langkah mengenalkan peralatan sumpitan, dan mempraktikkan cara bermain sumpitan yang benar. Hasil dari sosialisasi ini sangat membantu para pelajar mengenal olahraga tradisional sumpitan dalam meningkatkan pemahaman dan mempraktikkan cara bermainnya yang dibimbing secara langsung oleh Pengurus Askar Sumpit Kota Banjarmasin.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR CAMAT AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA. Raudah, Siti; Sarnubi, Muhammad Said
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2025): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/3794ny50

Abstract

The problems found at the Central Amuntai District Office are the lack of attention and ability of employees in the form of providing information to visitors, so that there is often a misunderstanding between visitors and service employees, lack of accuracy and awareness in providing good service and helping visitors who need help, and lack of. This research uses a Quantitative approach with a causal associative type and explains systematically. The data collection techniques used are observation, questionnaires and documentation. Data sources were taken using the Slovin formula and sampling techniques totaling 75 respondents. The results showed that the results that the Service Quality variable (X) had a significant effect on the Community Satisfaction variable (Y) at the Central Amuntai Sub-District Office, HSU Regency. This can be seen from the level of satisfaction as evidenced by the simple linear regression analysis Y = 22.294 + 0.089 X, which means that every one increase in Service Quality has an effect of 0.089 on Community Satisfaction, so there is an influence between variable X and variable Y. Meanwhile, from the results of the t test calculation, namely the tcount of 2, 438 compared to the t table (db = 73) which is 2, 379 with a significant level of 0.01, this means that tcount> t table, Ha is accepted and Ho is rejected and Ha1 is accepted. means that there is a positive and significant influence between Service Quality on Community Satisfaction at the Central Amuntai Sub-District Office of Hulu Sungai Utara Regency.
EFEKTIVITAS SAPTA PESONA DI OBJEK WISATA CANDI AGUNG KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Malkhan, Ibnu; Raudah, Siti; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.919

Abstract

Permasalahan adalah belum tercapainya tujuan dari dasar sapta pesona karna banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, dalam agenda kegiatan di Objek Wisata Candi Agung belum sepenuhnya terlaksana dan tidak adanya pengawasan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pertama, target belum sesuainya target sapta pesona yang membuat banyak keluhan para pengunjung. Kedua, kesesuaian Sasaran belum efektif dikarnakan sangat minimnya keamanan di wisata Candi Agung, dan kelalaiannya dalam pengawasan didalam wisata Candi Agung. Ketiga, sosialisasi hanya dilaksanakan untuk petugas wisata dan belum melaksanakan untuk para pengunjung wisata Candi Agung itu sendiri agar menambah pemahaman masyarakat. Keempat, dari segi sarana dan prasarana yang masih sangat kurang memadai dan harus diperbaiki. Adapun indikator yang sudah baik Adalah : Satu, Tujuan Program. Kedua, Kerja Sama. Ketiga, Koordinasi. faktor- faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong atau pendukung adalah : Faktor Penghambat yaitu kurangnya kebersihan dan juga keamanan dalam Wisata Candi Agung dan Faktor Pendorong atau Pendukung yaitu adanya anggaran yang untuk pengembangan wisata juga dipergunakan sebagaimana mestinya untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada diwisata. Untuk Kepala Dinas agar lebih giat lagi dalam pelaksanaan sosialisasi. Untuk pegawai agar lebih mendalami lagi ilmu ataupun pengetahuan bidang pekerjaannya.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fachri, Fachri; Raudah, Siti; Herlinda, Sri Agusmila Aneta
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.920

Abstract

Permasalahannya permasalahannya adalah Beberapa pegawai yang tidak menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan waktu, Kurangnya evaluasi yang dilakukan oleh Kepala Baian Umum dan unsur pimpinannya dan Kurangnya perencanaan RKA yang telah disusun. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dan fokus pada dampak Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai. Populasi penelitian ini berjumlah 33 orang sehingga Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelayanan publik pada Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara berpengaruh signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji t variabel kualitas pelayanan nilai t hitung 2.793 lebih besar dari t tabel 1.988. Maka hipotesis diterima, artinya ada pengaruh variabel pengawasan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi dihasilkan nilai R2 (R Square) adalah sebesar 0,450 hal ini berarti kualitas pelayanan publik dipengaruhi oleh kinerja pegawai hanya sebesar 45.0% dan sisanya 53,9% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam variabel penelitian ini. Disarankan kepada Kepala Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara agar melakukan pengawasan secara langsung agar dapat mengurangi sedikit beban pegawai yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan cara meningkatkan meningkatkan efektivitas pengawasan, pimpinan harus secara intensif memeriksa hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dan Pegawai Kantor Sekretraiat Daerah Kabupaten Balangan agar lebih memperhatikan kinerja serta lebih proaktif dalam penyelesaian pekerjaannya dengan cara meningkatkan kedisiplinan pegawai dan berupaya untuk membangkitkan rasa hormat pegawai kepada berbagai peraturan yang berlaku didalam organisasi
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DALAM MENGATASI STATUS GIZI ANAK DI DESA MURUNG PANTI HILIR KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nida, Hayatun; Raudah, Siti; Mahdalina, Mahdalina
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.927

Abstract

Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara mengalami stunting yang terus meningkat dari tahun ketahun. Angka stunting tertinggi di dominasi oleh Kecamatan Babirik, Danau Panggang, dan Paminggir. Melihat hal tersebut pemerintah gencar melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting, salah satunya di desa Murung Panti Hilir Kecamatan Babirik. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Babirik, angka stunting di desa ini selalu meningkat setiap tahunnya. Untuk mengurangi angka tersebut, maka desa ini menjalankan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program PMT dalam Mengatasi Status Gizi Anak di Desa Murung Panti Hilir Kecamatan Babirik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Kualitatif tipe deskriptif dengan 13 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas program PMT dalam mengatasi status gizi anak cukup efektif diukur melalui model Campbell J.P dalam (Dyah Mutiarin & Arif Zaenudin, 2014: 96-97) yaitu: Pertama Sub-variabel Keberhasilan Program indikator Kemampuan Petugas dalam Melaksanakan Program kurang sesuai dan Mekanisme Program cukup sesuai. Kedua Sub-variabel Keberhasilan Sasaran indikator Kebijakan Organisasi untuk Mencapai Tujuan cukup sesuai dan Prosedur untuk menentukan sasaran sudah sesuai. Ketiga Sub-variabel Kepuasan Terhadap Program indikator Pemenuhan Kebutuhan Program dan Kualitas Pelayanan cukup sesuai. Keempat Sub-variabel Tingkat Input dan Output indikator Hasil Program kurang sesuai dan Dampak Program cukup sesuai. Kelima Sub-variabel Pencapain Tujuan Menyeluruh indikator Tepat Sasaran sudah sesuai dan Target Program cukup sesuai. Adapun faktor pendorong program ini adalah kerjasama dan dukungan multisektor serta penyuluhan atau edukasi kepada masyarakat. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, pola asuh orang tua yang salah, menu PMT yang tidak lengkap dan kurang disukai sasaran; dan minimnya dana untuk melaksanakan program.
IMPLEMENTASI PENGADUAN DAN PERMINTAAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA DINAS PERTANAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BALANGAN Nor, Hazizah; Raudah, Siti; Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.930

Abstract

Permasalahan yang ada adalah Penurunan lingkungan hidup pada Kabupaten Balangan, Kurangnya Pengawasan yang dilakukan Dinas Pertanahan Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan dan Kurangnya sarana dan prasarana dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini. Pertama, koordinasi sudah baik,. Kedua, sosialisasi sudah baik. Ketiga, kerjasama sudah baik. Keempat, jumlah petugas belum baik. Kelima, sumberdaya finansial kurang baik. Keenam, fasilitas belum baik, wewenang sudah baik. Kedelapan, target kurang baik. Kesembilan, jadwal pelaksanaan sudah baik. Kesepuluh, SOP sudah baik. Kesebelas, tanggung jawab sudah baik. Faktor penghambat adalah kurangnya jumlah petugas menangani pengaduan, kurangnya anggaran dalam pengaduan dan capaian kinerja yang kurang. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya penerimaan pengaduan offline dan online, adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam sosialisasi, adanya bukti pengaduan masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, pengaduan yang sesuai dengan hari kerja dan pengaduan yang sesuai dengan tahapan. Kepala Dinas agar menambahkan petugas atau pegawai pada lingkungan hidup sehingga dalam pengaduan dilakukan secepat mungkin dengan cara merekrut pegawai yang sesuai dengan keahlian dan bidangnya tersebut. Kepada pegawai agar dalam meningkatkan kinerja yang dilakukan terkait dalam pengaduan masyarakat dan lebih respon cepat dalam penanggulangan pengaduan tersebut dan Masyarakat agar diharapkan semua masyarakat ikut serta dalam mengatasi masalah sehingga teratasi dengan mudah
IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR PADA PRODI ADMINISTRASI PUBLIK DI SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hermansyah, Hermansyah; Raudah, Siti; Barkatullah , Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.931

Abstract

Tujuan program Kampus Mengajar adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, khususnya di daerah yang membutuhkan, melalui partisipasi aktif mahasiswa. Terdapat beberapa permasalahan dalam Implementasi Penyelenggaraan Program Kampus Mengajar di STIA Amuntai yang sudah berjalan hampir 5 tahun ini, antara lain sebagai berikut: ketidaksesuaian bidang studi administrasi publik dengan kebutuhan pengajaran di sekolah; program di daerah terpencil terkendala oleh masalah infrastruktur seperti akses transportasi dan jaringan internet dan Belum maksimalnya evaluasi dari pihak kampus kepada mahasiswa setelah selesainya program Kampus Mengajar. Mengkaji bagaimana Implementasi Penyelenggaraan Program MBKM Melalui Program Kampus Mengajar pada Prodi Administrasi Publik di STIA Amuntai dan faktor-faktor mempengaruhinya yang menjadi tujuan utama penelitian ini. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Serta metode dokumentasi, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Dua belas informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menyediakan data. Kondensasi data dan menampilkan data, serta membuat kesimpulan dan memverifikasinya, merupakan bagian dari analisis data. Triangulasi, memeriksa atau menganalisis contoh-contoh negatif, menggunakan bahan referensi, melakukan member check, meningkatkan ketekunan, dan memperpanjang pengamatan adalah bagian dari uji kredibilitas. Implementasi Penyelenggaraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Melalui Program Kampus Mengajar Pada Prodi Administrasi Publik di STIA Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang sudah baik yaitu: Pertama, transmisi. Kedua, sumber daya manusia atau petugas. Ketiga, komitmen. Keempat, dukungan. Kelima, wewenang. Keenam, koordinasi. Ketujuh, prosedur rekrutmen. Adapun indikator yang masih belum berjalan dengan baik yaitu: Pertama, konsistensi, Kedua, sasaran. Ketiga, fasilitas. Disamping itu ada faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Penyelenggaraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Melalui Program Kampus Mengajar Pada Prodi Administrasi Publik di STIA Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara terbagi dua, yaitu: faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorongnya adalah Dukungan Penuh dari Pihak Kampus, Fleksibilitas Program MBKM, dan Kesempatan Mengasah Soft Skills. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Kebijakan Kemendikbudristek yang membolehkan semua jurusan untuk ikut Program Kampus Mengajar, dan Kebijakan Kemendikbudristek yang menempatkan penugasan ke tempat terpencil.
Co-Authors ., Nadira Abdilah, Adam Satria Aidillah, Muhammad Rafli Aisyi, Rehadatul Amalia, Risna Amelia, Ria Andi Putra Andreani, Rini Anjani, Anjani Anjasmari, Ni Made Musiyani Anshari, M. Ridha Apriliani, Halimah Arif Budiman Arpandi, Arpandi Asiah Asiah Assyarif, Taslim Azkia, Nurul Baktiansyah, Baktiansyah Barkatullah , Barkatullah Barkatullah, Barkatullah Beny Rahman Hakim Berliana Berliana Buti Styawan Damayanti, Firda Dharma, Agus Surya Embron, Faisal Fachri, Fachri Fahmi, Yusran Fauziah, Melly Diva Fitriani, Nisa Ayu Fitriyana, Annisa Hafidah, Hafidah Haji Ahmad Makie Handayani, Ramona Hariadi , Joko Helyati, Helyati Heri Nuryanto, Heri Herlinda, Sri Agusmila Aneta Herlinda, Sri Agusmila Anetha Hermansyah Hermansyah Hermina, Rina Husaini, M. Huzaimah Huzaimah Jelita, Teya Permata Jiki Romadoni Joriska, Delia Okta Junaidin, Junaidin Kamil Kamil Kamil Kamil, Kamil Karsina, Karsina Khoirul Anam KHOIRUL ANAM latifah . Latifah ., Latifah Lewa, Octavia Fransiska Rosario Liestiany, Elly Lyswiana Aphrodyanti M. Arsyad, M. Mahdalina, Mahdalina Maldin, Siska Amelia Malkhan, Ibnu Marthapati, Nurhasanah Marzuki Mawardani, Maya Tamara mawardhani, maya tamara Mawarti, Mawarti Maya Wulandari Melisa Budipramana, Melisa Mey, Ananda Miftahul Jannah Muhammad Alwan Maulana MUHAMMAD FAHMI Muhammad Iqbal Muhammad Kamil Nadira . Najmiah, Lailatun NETI EKA JAYANTI Neti Eka Jayanti Nida, Hayatun Nida, Khairun Noorliansyah, Noorliansyah Noormilasari, Noormilasari Noorrahman, Moh. Fajar Nor Hadi Nor, Hazizah Nordiansyah, Nordiansyah Nurhayati Nurhayati Nurubay, Dayang Nisyrina Nurwijayanti Pajrian Noor Praptomo, Agus Joko Pratiwi, Ayu Rizky Puspitasari, Dwi Ida Rahmadi, Muhammad Rahman, Marisa Pajariah Septiani Rahmi, Amelia Nor Ramuna, Ramuna Raudatussifa, Raudatussifa Risna Amalia Robaiti, Ida Rut, Laurika Ananta Salsabila, Zulfa Zahra Saprul , Muhammad Sarifah, Norlaila Sarnubi, Muhammad Said Say’ah, Say’ah Selamat Riadi Setiawan, Irza Shufiatie, Erna Simarmata, Nada Farisya Sinaga, Hakim Siti Fatimah Zahara Sulistyarini, Wahyu Dewi Sulistyorini, Candra SUMIATI Susanto, Zaenal Adi Syaiful, Hendra Tri Putri, Deby Kania Trisha, Dedra Urahmah, Nida Utami, Rinda Aulia Wahid, Rifky Saldi A. Wardhana, Agung Satria Wydiamala, Erida Yuliani, Novi Dwi Yulianti, Lysa