Claim Missing Document
Check
Articles

Artikel Reviu: Dampak Salinitas pada Kesuburan Tanah serta Respons Fisiologi Tanaman Mani Yusuf; Maya Sari Rupang; Jefri Sembiring; Anwar Anwar; Nurhening Yuni Ekowati; Yosehi Mekiuw; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.555

Abstract

Produktivitas tanaman menurun akibat pengaruh cekaman abiotik, terutama salinitas. Salinitas menimbulkan gangguan fisiologis dan biokimia pada tanaman, termasuk perubahan pada fotosintesis, penyerapan air, serta respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh salinitas terhadap kesuburan tanah dan respon fisiologis tanaman. Kajian dilakukan melalui pendekatan literatur reviu terhadap 51 referensi yang terdiri dari jurnal internasional, prosiding, dan buku yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk artikel reviu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam di tanah menyebabkan kerusakan struktur tanah, menurunkan konduktivitas hidrolik, mengganggu ketersediaan hara, dan menekan aktivitas mikroba tanah. Secara fisiologis, salinitas menurunkan rasio K⁺/Na⁺, menghambat fotosintesis, mengurangi penyerapan air, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang merusak sel tanaman. Pada fase perkecambahan, salinitas menurunkan laju respirasi melalui penghambatan glikolisis dan aktivitas enzim-enzim kunci seperti heksokinase (HK), fosfofruktokinase (PFK), dan piruvat kinase (PK). Sementara itu, pada fase vegetatif dan generatif, gangguan respirasi meluas ke tingkat mitokondria melalui penurunan efisiensi rantai transpor elektron, sintesis ATP, dan peningkatan ROS. Secara keseluruhan, salinitas terbukti menurunkan kesuburan tanah dan efisiensi metabolisme tanaman, yang berimplikasi langsung terhadap penurunan pertumbuhan dan hasil.
Edukasi Kebun Sehat untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Transmigrasi di Kampung Jaya Makmur Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Nurhening Yuni Ekowati; Anwar Anwar; Jefri Sembiring Sembiring; Abdul Rizal; Fredy Fredy; Adrianus Adrianus; Maya Sari Rupang Rupang; Riez Kifli Kolewora; Suarni S
Lebah Vol. 19 No. 4 (2026): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mengelola ekosistem gambut di Kampung Jaya Makmur. Kelompok ini dibentuk sejak tahun 2024 dan telah melaksanakan berbagai jenis kegiatan budidaya tanaman baik tanaman jagung, padi, kacang tanah maupun tanaman lainnya dengan tanam monokultur. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Jaya Makmur pada bulan Tanggal 22 September - 22 November 2025 dengan peserta 2o orang. Tahapan kegiatan ini yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Penyuluhan tentang Penerapan Inovasi Kebun Sehat Berbasis Zero Waste Plus, 3) Pendampingan Budidaya Tanaman Sayur dan Obat” dengan Desain Arsitektur Pertanaman, 4) Pelatihan Manajemen Pemasaran Tanaman Sayuran dan Obat Organik, 5) Monitoring dan Evaluasi Program. Kegiatan ini melibatkan mitra secara aktif baik dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan kebun sehat berbasis zero waste plus serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya kelompok TK-PPEG Mekar Jaya di Kampung Jaya Makmur dengan rata-rata peningkatan sebesar 40% dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Ember Herba SEKULEJA (Serai, Kunyit, Lengkuas, Jahe) dan Biopori pada Kelompok Tani Orang Asli Papua Anwar Anwar; Ade Yuni Sahruni; Parjono Parjono; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.211

Abstract

Pemanfaatan pekarangan pada Kelompok Tani Musamus di Kampung Yanggandur belum optimal, terutama untuk budidaya tanaman herba dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pemanfaatan pekarangan berbasis Ember Herba SEKULEJA dan biopori sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya tanaman serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan pada tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui survei awal, sosialisasi, pembagian brosur, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi diterapkan menggunakan ember 35 liter, pipa PVC 4 inci sebagai komponen biopori, rak sederhana, media tanam berbasis sumber daya lokal, serta tanaman serai, kunyit, lengkuas, dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 150 unit Ember Herba Biopori SEKULEJA dengan 600 tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, rempah, dan herbal. Penerapan teknologi juga mengubah pekarangan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang budidaya yang lebih produktif sekaligus menyediakan sarana pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan mitra dalam praktik pembuatan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan biopori meningkatkan kapasitas teknis serta mendukung kemampuan pengelolaan secara mandiri. Model ini berpotensi dikembangkan melalui pemeliharaan rutin, perbanyakan bibit, penambahan unit, dan replikasi pada pekarangan masyarakat lainnya. Integrasi Ember Herba SEKULEJA dan biopori dapat menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan produktivitas pekarangan serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.
Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Ember Herba SEKULEJA (Serai, Kunyit, Lengkuas, Jahe) dan Biopori pada Kelompok Tani Orang Asli Papua Anwar Anwar; Ade Yuni Sahruni; Parjono Parjono; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.211

Abstract

Pemanfaatan pekarangan pada Kelompok Tani Musamus di Kampung Yanggandur belum optimal, terutama untuk budidaya tanaman herba dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pemanfaatan pekarangan berbasis Ember Herba SEKULEJA dan biopori sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya tanaman serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan pada tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui survei awal, sosialisasi, pembagian brosur, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi diterapkan menggunakan ember 35 liter, pipa PVC 4 inci sebagai komponen biopori, rak sederhana, media tanam berbasis sumber daya lokal, serta tanaman serai, kunyit, lengkuas, dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 150 unit Ember Herba Biopori SEKULEJA dengan 600 tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, rempah, dan herbal. Penerapan teknologi juga mengubah pekarangan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang budidaya yang lebih produktif sekaligus menyediakan sarana pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan mitra dalam praktik pembuatan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan biopori meningkatkan kapasitas teknis serta mendukung kemampuan pengelolaan secara mandiri. Model ini berpotensi dikembangkan melalui pemeliharaan rutin, perbanyakan bibit, penambahan unit, dan replikasi pada pekarangan masyarakat lainnya. Integrasi Ember Herba SEKULEJA dan biopori dapat menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan produktivitas pekarangan serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.
SINERGITAS PUPUK HAYATI  BIOFRESH PLUS DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK NPK DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DI TANAH ULTISOL Anwar Anwar; Andi Khaeruni; Vit Neru Satrah; Tri Endrawati; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/r9g9kv06

Abstract

National soybean demand reaches 2.3 million tons per year, but domestic production is only around 800,000–900,000 tons with farmer productivity of 0.6–2.0 tons/ha, still below the potential of 2–3 tons/ha. Low yields are primarily influenced by inappropriate fertilization techniques, especially since most land in Southeast Sulawesi is nutrient-poor Ultisol. Productivity can be increased through a combination of biofertilizers, balanced inorganic fertilizers, and superior varieties. The effectiveness of biofertilizers is optimal when supported by local organic materials such as manure or agricultural waste, for example through the application of Biofresh. The purpose of this study was to determine the synergistic effect of Biofresh Plus biofertilizer and NPK inorganic fertilizer dosages on the productivity of several soybean varieties in Ultisol land. The research design used a split-plot design with the main factor being soybean varieties (Argomulyo, Anjasmoro, Dering-1, and Dena-1), and subplot factors in the form of fertilizer combinations: A1 (Biofresh + bokashi), A2 (Biofresh + bokashi + 25% NPK), A3 (Biofresh + bokashi + 50% NPK), and A4 (100% NPK). The treatment was repeated three times, resulting in 48 treatment units. The observed variables included the number of productive branches, the number of pods per plant, the weight of seeds per plant, the weight of 100 seeds, and the yield (ton ha⁻¹). The results showed that the synergy of biofresh, bokashi, and inorganic NPK fertilizers on various soybean varieties significantly affected the number of productive branches, the number of pods, the weight of seeds per plant, and the yield per hectare. The Dering-1 (Q3A3) variety treated with Biofresh, bokashi, and 50% of the recommended NPK dose provided the highest productivity, namely 2.40 tons ha⁻¹. Keywords: Plant Productivity, Soybeans Varieties, Biofresh, NPK, Ultisol
Co-Authors Abda Abda Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Achmad, Diska Bintayani Ade Ramadani Ade Yuni Sahruni Adrianus Adrianus Ahmad Basrun Ahmad Basrun Ali Bain Alvirna Wati Amiluddin Indi Ananda, Siti Hadrayanti Andi Khaeruni Andi Marwan Arianto Andi Murlina Tasse Anindyaningrum Zainal Putri Anwar Anwar Apriliyan Yusuf Ardiansyah Ardiansyah AS Aku, AS Asis Surajat Asma Bio Kimestri Astriana Napirah Barus, Rizki Al Khairi Budiman Budiman Deki Zulkarnain Denvy Meidian Daoed Desak Ayu Melita Ari Sintia Diana Sri Susanti Dicky Virgianto Sewangi Dicky Virgianto Sewangi Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Erfin Erfin Fachriza, Riza Fadilla, Zahra Jinan Fadli Ma'mun Pancar Fahmi, Katren Tika Fazlur Ibnul Salam Fian Rahma Wati Firman Nasiu Fredy Fredy Fredy Fredy Fuji Astuty Auza Ginting, Nina Maksimiliana Hajar Hajar Hamdan Has Harapin Hafid H. Hasniar Hasniar Hasniar Hasniar, Hasniar Husna Husna I Kadek Jefri Ibrahim, Anita Mustika INDRAYANI INDRAYANI Irine Ike Praptiwi, Irine Ike Irma wati Iska Fariska Jamaludin . Jefri Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Kemistri, Asma Bio Kiki Asmaul Husnah Kiki R Hasana La Ode Arsad Sani La Ode Ba’a La Ode Ba’a La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu La Ode Sahidin Mani Yusuf Maya Sari Rupang Maya Sari Rupang Rupang Mega Ayu Yusuf Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Meygi Caecarika Putri Ilahude Minayanti Minayanti Muh Ardiansyah Muh. Haidir Hakim Muh. Haidir Hakim Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala MUKRIMIN MUKRIMIN Murni Nia Musdalifah, Nurul Nanang Hardiana Natsir Sandiah Nongtit, Nikodemus Nur Santy Asminaya Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurcholis Nurcholis Nurhayu Nurhayu Nurhayu Nurhening Yuni Ekowati Nurlia, Sitti Pamungkas, Wiyan Afriyanto Pancar, Fadli Ma'mun PARJONO Parjono Parjono Passali, Daud A Peni Patriani Puput Sabrina Qalbi Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putra, Don Jaya Putu Budi Sriastini Putu Nara Kusuma Prasanjaya Rachmawati Hasid Rahman Rahman Rahman Rahmanpiu, Rahmanpiu Restu Libriani Riez Kifli Kolewora Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul RR. Ella Evrita Hestiandari Rupang, Maya Sari Sabila, Wa Ode Winda Winda Nur Salam, Fazlur Ibnul Salomina sambolinggi, Salomina Salwati Salwati Samsida Samsida Samsul Alam Fyka Saujiman Okta Dewa Sen Muliana Suarni S Sufardiman Sufardiman Sulfiar, Ahmat Endang Two Surahmanto Suriani, Wa Ode Suryadi Pinang Syam Rahadi Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin TAKDIR SAILI Tambing, Titin Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Tri Endrawati Vit Neru Satrah W. Kurniawan Wa Ode Mulyana Wa Ode Winda Winda Nur Sabila Wahida Wahida Wati, Alvirna Yesti Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus Zahra Jinan Fadilla