p-Index From 2021 - 2026
12.452
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknoin Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) LaGeografiA PREMISE: Journal of English Education and Applied Linguistics Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Anglo-Saxon : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Edukasi: Jurnal Pendidikan Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) Edulingua: Jurnal Linguistiks Terapan dan Pendidikan Bahasa Inggris Jurnal Keperawatan Abdurrab JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu ENGLISH EDUCATION: JOURNAL OF ENGLISH TEACHING AND RESEARCH JURNAL PENELITIAN EKONOMI DAN AKUNTANSI (JPENSI) PROJECT (Professional Journal of English Education) Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Elsya : Journal of English Language Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Journal of English Language Teaching and Learning (JETLE) Language and Education Journal JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Journal of English Education Program (JEEP) Lingua Susastra Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Journal of English Language and Education DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Journal of Education Research Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Indonesian Journal of Research and Educational Review (IJRER) UC Journal: ELT, Linguistics and Literature Journal Jurnal Riset Teknik Industri Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of English Teaching Greensphere: Journal of Environmental Chemistry Jurnal Basicedu Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Tamaddun Journal of Scientific Research, Education, and Technology Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia TELL - US JOURNAL Surya Informatika IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Nusantara Journal of Multidisciplinary Science International Journal of Educational Best Practices At-Thufail : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini International Journal of Education, Vocational and Social Science English Education: English Journal for Teaching and Learning Argopuro : Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Daring Melalui Whatsapp Dalam Capaian Kehadiran, Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar di Masa Pandemi Sriyanti, Sriyanti; Indrawari, Karliana; Munawaroh, Ayu
Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2022): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/ej.v5i1.415

Abstract

The purpose of this study was to determine learning, student learning experiences and learning activities and online learning outcomes through WhatsApp, This type of research uses qualitative research. data collection with the method of observation, interviews, and documentation. The results of the study show that online learning at the PAI Study Program, Muhammadiyah University of Palembang uses the WA application, Google meeting, zoom, and google classroom. lecturer in PAI Study Program Achievement of student attendance in online learning from 100 percent, 90 percent, even 80 percent. active in learning. Learning outcomes are said to be good by showing that students know, understand, like, and are satisfied during the learning process.
Pengukuran Risiko Kerja pada Aktivitas Pengangkatan dan Pemindahan Bahan Baku Menggunakan Metode KIM LHC dan KIM ABP Nur Fadlilah Aisya Kesuma, Tasya; Aviasti; Sri Rejeki, Yanti
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8792

Abstract

Abstract. Manual material handling is an activity that is mostly carried out by humans, in which there are activities such as lifting, pushing, and other material handling that are carried out without tools. Work that is done manually with a heavy workload, wrong work postures, and high repetition of work without adequate tools can increase the risk of musculoskeletal disorders. PT. Gradient is a company engaged in the manufacture of plastic products. The problem that occurs is that the moving and lifting activities are carried out manually by the operator, with the weight of the load being lifted up to 30 kg. The moving and lifting activities should be carried out 10–12 times per day. At the time of observation, it can only be done 8–9 times; this is because the operator takes a break during working hours. Based on interviews with operators, rest is used to unwind and reduce soreness. Therefore, this study aims to identify and measure work risks using the Key Indicator Method with Respect to manual Lifting, Holding, and carrying of Loads and the Key Indicator Method for Awkward Body Postures. Occupational risk assessment using the KIM LHC method shows a score in the range of 55–79; this score is in the classification of increasing substantially. The results of KIM ABP's work risk measurement showed a score of 41 with a slightly increased classification. Abstrak. Manual material handling merupakan aktivitas yang banyak dilakukan oleh manusia, didalamnya terdapat aktivitas seperti mengangkat, mendorong, dan penanganan material lainnya yang dilakukan tanpa alat bantu. Pekerjaan yang dilakukan secara manual dengan beban kerja yang berat berat, postur kerja salah dan pengulangan pekerjaan yang tinggi tanpa alat bantu yang memadai dapat menyebabkan terjadinya risiko musculoskeletal disorder. PT. Gradient adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan produk plastik. Permasalahan yang terjadi terdapat aktivitas pemindahan dan pengangkatan yang dilakukan secara manual oleh operator dengan berat beban yang diangkat mencapai 30 kg, aktivitas pemindahan dan pengangkatan seharusnya dapat dilakukan 10-12 kali per hari. Pada saat pengamatan hanya dapat dilakukan 8 – 9 kali, hal ini dikarenakan operator melakukan istirahat pada jam kerja. Berdasarkan wawancara dengan operator, istirahat digunakan untuk melepas lelah dan mengurangi rasa pegal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur risiko kerja menggunakan Key Indicator Method with Respect to manual Lifting, Holding, Carrying of Loads dan Key Indicator Method – Awkward Body Postures. Penilaian risiko kerja menggunakan metode KIM LHC menunjukan skor pada rentang 55 – 79, skor tersebut berada pada klasifikasi meningkat secara substansial. Hasil pengukuran risiko kerja KIM ABP menunjukan skor 41 dengan klasifikasi sedikit meningkat.
Pengukuran Risiko Kerja Menggunakan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) di Penggilingan Padi H. Ondo Ciwaruga Febrianti, Delia; Achiraeniwati, Eri; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8837

Abstract

Abstract. . Work facilities that do not pay attention to ergonomic principles will cause wrong work postures and result in the risk of musculoskeletal disorders (MSDs). Musculoskeletal disorders (MSDs) can be minimized with an ergonomic application. Difficulties at the rice mill H. Ondo workers perform awkward movements such as lifting, closing and standing with sacks. For 8 hours, the frequency of lifting is 22 times/day. These conditions will pose a risk of musculoskeletal disorders (MSDs). The aim of the research is to identify workers' complaints, find out work risks and design work facilities to minimize work risks. The research method used is quantitative method. Quick Exposure Checklist (QEC) method for assessing work risk. The results of the work risk assessment using the Quick Exposure Checklist (QEC) method on the work element lifting sacks filled with rice to the milling area resulted in an exposure score of 42.5% and the work element putting rice into the hopper was 47% with a classification that needed further research, while for the work element lifting sacks filled with rice to the hopper with an exposure score of 52.1% with calculations needing further research and changes to be made. Efforts to reduce work risk are improving the operator's work posture by providing suggestions for assistive device designs. Abstrak. Fasilitas kerja yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi akan menyebabkan postur kerja yang salah dan mengakibatkan risiko muskuloskeletal disorders (MSDs). Muskuloskeletal disorders (MSDs) dapat diminimalisasi dengan adanya aplikasi ergonomi. Permasalahan di penggilingan padi H. Ondo pekerja melakukan gerakan yang janggal seperti gerakan mengangkat, membungkuk dan berdiri dengan membawa karung Selama 8 jam, frekuensi pengangkatan 22 kali/hari. Kondisi tersebut akan mengakibatkan risiko muskuloskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi keluhan pekerja, mengetahui risiko kerja dan merancangan fasilitas kerja untuk meminimasi risiko kerja. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Metode Quick Exposure Checklist (QEC) untuk menilai risiko kerja. Hasil penilaian risiko kerja menggunakan metode Quick Exposure Checklist (QEC) pada elemen kerja mengangkat karung berisi padi ke area penggilingan menghasilkan exposure score 42,5% dan elemen kerja memasukkan padi ke dalam hopper adalah 47% dengan klasifikasi perlu penelitian lebih lanjut, sedangkan untuk elemen kerja mengangkat karung berisi padi ke atas hopper dengan nilai exposure score sebesar 52,1% dengan klasifikasi perlu penelitian lebih lanjut dan dilakukan perubahan. Upaya mengurangi risiko kerja yaitu memperbaiki postur kerja operator dengan memberikan usulan rancangan alat bantu.
Usulan Pola Shift Kerja Berdasarkan Pengukuran Beban Kerja Fisik dengan Menggunakan Metode 10 Denyut Irawan, Melia Fitri; Achiraeniwati, Eri; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8922

Abstract

Abstract. Shift workers often experience complaints such as back pain, muscle aches, neck pain, fever, colds, drowsiness and often lose focus in doing their jobs. CV. Kezka Diastama is a company that produces headscarves by implementing a 6-6-6 work pattern (6 working days in the morning shift, 6 working days in the afternoon shift and 6 working days at night shift). Companies experience 6.22% of defective products, while company standards set 1%–2% defects. The highest defects occurred at the laser cut work station by 4.12%, during the night shift by 2.9%. The night shift can reduce the ability to work because working at night is very easy to get tired because the rest time is used for work. Another cause, the job demands that require operators to pursue product targets to finish on time. This condition causes complaints conveyed by operators such as back pain, muscle and neck pain, fever, colds, drowsiness and loss of focus. The aim of the study is to propose improvements to work patterns at laser cut workstations. The research method used is the quantitative method using the 10 pulse method. The results of the measurements are used to calculate energy consumption and %.Cardiovascular (CVL). The results of energy consumption measurements in the morning shift and evening shift show the operator's workload in the moderate category and for the night shift in the heavy category. The percentage of %CVL operators is in the range of 30-60% which states that all operators need improvement. Proposed improvements change the 6-6-6 work pattern to a 2-2-2 work pattern. This change in work shift patterns is expected to reduce the number of product defects produced. Abstrak. Pekerja shift sering mengalami keluhan seperti, sakit punggung, nyeri otot, nyeri leher, demam, masuk angin, mengantuk dan sering kehilangan fokus dalam melakukan pekerjaannya. CV. Kezka Diastama perusahaan yang memproduksi kerudung dengan memberlakukan pola kerja 6-6-6 (6 hari kerja shift pagi, 6 hari kerja shift sore dan 6 hari kerja shift malam). Perusahaan mengalami produk cacat sebanyak 6,22%, sedangkan standar perusahaan menetapkan kecacatan 1%–2%. Kecacatan tertinggi terjadi pada stasiun kerja laser cut Sebesar 4,12%, pada shift malam sebesar 2,9%. Shift malam dapat menurunkan kemampuan bekerja karena bekerja pada malam hari sangat mudah lelah karena waktu istirahat digunakan untuk bekerja. Penyebab lain, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan operator mengejar target produk selesai tepat waktu. Kondisi ini menyebabkan keluhan yang disampaikan oleh operator seperti, sakit punggung, nyeri otot dan leher, demam, masuk angin, mengantuk dan kehilangan focus. Tujuan penelitian memberikan usulan perbaikan pola kerja pada stasiun kerja laser cut. Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif mengggunakan metode 10 denyut. Hasil dari pengukuran digunakan untuk menghitung konsumsi energi dan %.Cardiovaskular (CVL). Hasil pengukuran konsumsi energi pada shift pagi dan shift sore menunjukkan beban kerja operator pada katagori sedang dan untuk shift malam pada katagori berat. Persentase %CVL operator berada dalam rentang 30-60% yang menyatakan bahwa seluruh operator memerlukan perbaikan, Usulan perbaikan merubah pola kerja 6-6-6 menjadi pola kerja 2-2-2. Perubahan pola shift kerja ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kecacatan produk yang dihasilkan.
Analisis Beban Kerja Mental Operator pada Bagian Pengantongan Semen dengan Metode National Aeronautics And Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) Aprilia, Nurul Suci; Nugraha; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9096

Abstract

Abstract. Production activities certainly can’t be separated from various resources. One of the resources that plays an important role is workers. In order to work optimally, workers need attention. One of the concerns that companies can give is to pay attention to the workload. Based on interviews with 10 workers in the packing section, including 6 workers in three rotary inline packer machines, 2 workers in chute, and 2 workers in loading channels. Some of the symptoms experienced by workers such as feeling lethargic, often sleepy, dizzy, not concentrating, losing passion to work, experiencing fever, dizziness and heart rate. Based on the symptoms of fatigue experienced by workers, it can be indicated that operators experience some complaints that are felt mentally, so there is a formulation of the problem in this study, namely "How to classify the level of mental workload of operators in the packing section at PT.ISemenIJawaISCG?"The data collection and processing technique used is the NASA-TLX method, to determine the level of operator workload and design the number of operators. The results obtained that there are cement bagging operators in shift 1 and shift 2 on average obtain a mental workload value exceeding 80 which means it is in the very high category. Abstrak. Kegiatan produksi tentunya tidak lepas dari berbagai sumber daya. Salah satu sumber daya yang berperan penting adalah pekerja. Agar dapat bekerja dengan maksimal, pekerja memerlukan perhatian. Salah satu perhatian yang bisa diberikan perusahaan adalah dengan memperhatikan beban kerja. Berdasarkan kegiatan wawancara kepada 10 orang pekerja di packing section, diantaranya 6 orang pekerja di tiga mesin rotary inline packer, 2 orang pekerja di chute, dan 2 orang pekerja di loading channel. Beberapa gejala yang dialami pekerja seperti perasaan lesu, sering mengantuk, pusing, tidak konsentrasi, kehilangan gairah untuk bekerja, mengalami demam, pusing dan heart rate. Berdasarkan gejala kelelahan yang dialami pekerja, dapat diindikasikan bahwa operator mengalami beberapa keluhan yang dirasakan secara mental, sehingga terdapat perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana klasifikasi tingkat beban kerja mental operator pada packing section di PT.ISemenIJawaISCG?” Adapun teknik pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan yaitu metode NASA-TLX, guna mengetahui tingkat beban kerja operator dan merancang jumlah operator. Hasil yang diperoleh, bahwa terdapat operator pengantongan semen di shift 1 dan shift 2 rata-rata memperoleh nilai beban kerja mental melebihi 80 yang artinya masuk dalam kategori tinggi sekali.
Perancangan Fasilitas Kerja pada Stasiun Kerja Jahit di Konveksi Gamis Agustin, Deandra Shifayanti; As'ad, Nur Rahman; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9309

Abstract

Abstract. Work facilities are one of the most important aspects of the company. The comfort of work facilities must be a focus for companies that still use much human labor so that their production activities can run well and reduce work risks. PT X is a company engaged in the textile and apparel industry. Based on observations made at the convection I of PT X, the production results of robe products often did not reach the predetermined targets. This is due to the large number of products that do not meet standards or are considered to have defects. There are two types of defects in robe production, defects that cannot be repaired and defects that can be repaired through re-stitching. This sewing repetition process results in accumulation at the sewing workstation and will directly result in increased operator working time outside of regular working hours or overtime. This can trigger complaints that will be experienced by operators. Based on the distribution of the Nordic Body Map questionnaire, it was found that operators complained of pain in parts of the body, namely the neck, shoulders, upper and lower back. Work risk analysis is carried out using the Loading on The Upper Body Assessment (LUBA) method. The analysis results of all work elements are in categories II to IV, meaning that postural correction and corrective action must be considered. Postural correction improvement can be done by redesigning the current work facilities. After the repair work facility is designed, the results of work risk testing for repaired facilities are in categories I to II; the work risk after the repair is more negligible compared to the current work facility. Abstrak. Fasilitas kerja merupakan salah satu aspek terpenting bagi perusahaan. Kenyamanan fasilitas kerja harus menjadi fokus bagi perusahaan yang masih banyak menggunakan tenaga manusia agar kegiatan produksinya bisa berjalan dengan baik dan mengurangi resiko kerja. PT X merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di industri tekstil dan pakaian jadi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di konveksi PT X, capaian hasil produksi produk gamis sering tidak mencapai target yang sudah ditentukan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya produk yang tidak memenuhi standar atau dianggap memiliki kecacatan. Terdapat dua jenis kecacatan pada hasil produksi gamis, yaitu kecacatan yang tidak dapat diperbaiki dan kecacatan yang dapat diperbaiki dengan cara penjahitan ulang. Proses pengulangan jahit ini mengakibatkan penumpukan di stasiun kerja jahit dan secara langsung akan mengakibatkan bertambahnya waktu kerja operator diluar jam kerja normal atau lembur. Hal tersebut dapat memicu terjadinya keluhan yang akan dialami oleh operator. Berdasarkan penyebaran kuesioner Nordic Body Map diketahui bahwa operator mengeluhkan rasa sakit pada bagian tubuh yaitu leher, bahu, punggung atas dan bawah. Analisis risiko kerja dilakukan dengan menggunakan metode Loading on The Upper Body Assessment (LUBA). Hasil analisis seluruh elemen kerja berada pada kategori II hingga IV yang berarti koreksi postural dan tindakan korektif harus dipertimbangkan. Perbaikan koreksi postural salah satunya dapat dilakukan dengan perancangan ulang fasilitas kerja saat ini. Setelah fasilitas kerja perbaikan dirancang, hasil pengujian risiko kerja untuk fasilitas yang sudah diperbaiki berada pada kategori I hingga II risiko kerja setelah perbaikan lebih kecil bila dibandingkan dengan fasilitas kerja saat ini.
Perancangan Ulang Fasilitas Kerja Ergonomis pada Stasiun Kerja Pemeriksaan di PT. X Nurrohman, Muhammad Farhan; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9333

Abstract

Abstract. X is one of the industries engaged in clothing convection. Based on observations made, PT. X could not reach the production target of 18,000 pcs/month. This is due to operator workstation examination when doing his job often take breaks to stretch the muscles resulting in a longer production time. The purpose of this study is to identify complaints on the operator's body parts, measure the operator's work risk level at the inspection work station, and make proposals for work facility design to reduce work risk using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire measurement method and the Occupational Repetitive Action (OCRA) method. Based on the results of NBM measurements experienced by operators occur in several parts of the body such as the neck, shoulders, upper back and lower back with values ranging from 3-8. Based on the results of work risk analysis using the OCRA method, it shows a score of 74.73 for the right hand and 71.11 for the left hand, so it is categorized as high because it exceeds the number 9 which means that the work risk is in the red-high classification, improvements are needed in the examination work facility. Redesign of the examination table work facility with added storage that serves to facilitate operators. The proposal can change the work attitude of the operator who originally bent and bowed to stand tall and avoid circular movements. These work facilities are then modeled into CATIA for work risk analysis. The results of the analysis stated that the OCRA score on the proposed work facility obtained was in the range of 5.47 for the right hand and 5.20 for the left hand. Based on these results, it can be concluded that there is a decrease in the risk of operator work in doing their work. Abstrak. X merupakan salah satu industri yang bergerak dalam bidang konveksi pakaian. Berdasarkan observasi yang dilakukan, PT. X tidak dapat mencapai target produksi yaitu sebanyak 18.000 pcs/bulan. Hal ini disebabkan oleh operator stasiun kerja pemeriksaan pada saat melakukan pekerjaannya sering beristirahat untuk melakukan peregangan otot sehingga mengakibatkan waktu produksi menjadi lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keluhan pada bagian tubuh operator, mengukur tingkat risiko kerja operator pada stasiun kerja pemeriksaan, dan membuat usulan rancangan fasilitas kerja agar dapat mengurangi risiko kerja menggunakan metode pengukuran kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan metode Occupational Repetitive Action (OCRA). Berdasarkan hasil pengukuran NBM yang dialami operator terjadi pada beberapa bagian tubuh seperti leher, bahu, punggung atas dan punggung bawah dengan nilai rentang 3-8. Berdasarkan hasil analisis risiko kerja menggunakan metode OCRA menunjukan skor 74,73 untuk tangan kanan dan 71,11 untuk tangan kiri, sehingga dikategorikan tinggi dikarenakan melebih angka 9 yang artinya risiko kerja berada pada klasifikasi red-high, diperlukan perbaikan pada fasilitas kerja pemeriksaan. Perancangan ulang fasilitas kerja meja pemeriksaan dengan ditambahkan tempat penyimpanan yang berfungsi untuk memudahkan operator. Usulan tersebut dapat merubah sikap kerja operator yang semula membungkuk dan menunduk menjadi berdiri tegap dan menghindari gerakan memutar. Fasilitas kerja ini kemudian dimodelkan kedalam CATIA untuk dianalisis risiko kerjanya. Hasil analisis menyebutkan bahwa skor OCRA pada usulan fasilitas kerja yang didapat berada pada rentang nilai 5,47 untuk tangan kanan dan 5,20 untuk tangan kiri. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya penurunan pada resiko kerja operator dalam melakukan pekerjaannya.
Usulan Perbaikan Budaya Kerja Berdasarkan Metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) pada Gudang Bahan Baku di PT.Sygma Examedia Arkanleema Addiba'i, Sidiq Ahmad; Supena, Agus Nana; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9407

Abstract

Abstract. Focusing on work effectiveness and efficiency is the most essential in any production process. In order to achieve effective and efficient results, it is necessary to address the factors that contribute to delays, especially in the raw and auxiliary materials warehouse. The waiting time in this crucial area significantly impacts the overall production process. This research centres on PT Sygma Examedia Arkanleema, a company engaged in printing. The company was experiencing problems in meeting production targets due to delays caused by the disorganised condition of the raw and auxiliary materials warehouse. The absence of a proper storage system, mixed materials, lack of a fixed location, and poor warehouse hygiene all contributed to these delays. As a result, employees spend more time searching for raw materials, affecting the production schedule. Losses arising from waiting time during raw material picking need to be eliminated immediately. The appropriate solution is to improve the warehouse conditions by adopting the 5S methodology, which includes Sorting (Seiri), Set in Order (Seiton), Shining (Seiso), Standardize (Seiketsu), and Sustain (Shitsuke). Implementing the 5S work culture concept promises many benefits. Abstrak. Fokus pada efektivitas dan efisiensi kerja adalah yang terpenting dalam setiap proses produksi. Dalam rangka mencapai hasil yang efektif dan efisien, perlu dilakukan penanganan terhadap faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan, terutama di gudang bahan baku dan bahan penolong. Waktu menunggu di area yang strategis ini secara signifikan berdampak pada proses produksi secara keseluruhan. Penelitian ini berpusat pada PT Sygma Examedia Arkanleema, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Perusahaan ini mengalami masalah dalam memenuhi target produksi karena keterlambatan yang disebabkan oleh kondisi gudang bahan baku dan bahan penolong yang tidak teratur. Tidak adanya sistem penyimpanan yang tepat, bahan yang tercampur, tidak adanya lokasi yang tetap, dan kebersihan gudang yang buruk, semuanya berkontribusi terhadap keterlambatan ini. Akibatnya, karyawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari bahan baku, sehingga mempengaruhi jadwal produksi. Kerugian yang timbul dari waktu tunggu selama pengambilan bahan baku perlu segera dihilangkan. Solusi yang tepat adalah dengan meningkatkan kondisi gudang dengan mengadopsi metodologi 5S, yang meliputi Pemilahan (Seiri), Penataan (Seiso), Pembersihan (Seiso), Pemantapan (Seiketsu), dan Pembiasaan (Shitsuke). Menerapkan konsep budaya kerja 5S menjanjikan banyak manfaat.
Pengukuran Risiko Kerja menggunakan Assessment Of Repetitive Task (Art) pada Stasiun Kerja Rotary di PT. Goenoeng Poetri Lestari Yoga Pratama Suwandi; Nur Rahman As'ad; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10026

Abstract

Abstract. Musculosceletal Disorders (MSDs) are a common problem that often arises in workers who do repetitive work. PT. Goenoeng Poetri Lestari is a wood industry, which produces Veneer, Plywood and Blockboard. The process of making veneer requires the operator to move it from the top of the conveyor to the pallet which is located at ankle level. This can result in dangerous work risks if carried out over a long period of time. The research method used is a quantitative method, with data collection through direct observation in the field. The measurement method used is Assessment of Repetitive Task (ART). ART is used to measure work risk for each operator for each work element. Work risk assessment using ART was carried out for both work elements. The work elements are taking the veneer and lowering the veneer. The work element of taking veneers for four operators received a score of 29 (high work risk). The work element of lowering the veneer received a score of 30 (high work risk) for the four operators. Abstrak. Musculosceletal Disorder (MSDs) menjadi permasalahan umum yang seringkali timbul pada pekerja yang melakukan pekerjaannya secara berulang. PT. Goenoeng Poetri Lestari merupakan industry kayu, yang memproduksi Veneer, Plywood, dan Blockboard. Proses pembuatan veneer mengharuskan operator untuk melakukan pemindahan dari atas konveyor ke atas palet yang terletak sejajar dengan mata kaki. Hal tersebut dapat mengakibatkan risiko kerja yang berbahaya apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung ke lapangan. Metode pengukuran yang digunakan yaitu Assessment Of Repetitive Task (ART). ART digunakan untuk mengukur risiko kerja pada setiap operator untuk masing-masing elemen kerja. Penilaian risiko kerja menggunakan ART dilakukan untuk kedua elemen kerja. Elemen kerja tersebut yaitu mengambil veneer dan menurunkan veneer. Elemen kerja mengambil veneer untuk empat orang operator mendapatkan skor sebesar 29 (risiko kerja tinggi). Elemen kerja menurunkan veneer mendapatkan skor 30 (risiko kerja tinggi) untuk keempat orang operator.
Pengukuran Risiko Kerja pada Aktivitas Penanganan Material Secara Manual menggunakan Metode Key Indicator Method (KIM) dan Risk Assessment Of Pushing And Pulling (RAPP) Yossy Putri Al Ghani; Yanti Sri Rejeki
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10120

Abstract

Abstract. Manual material handling activities are considered to have the potential to cause accidents or work risks, because in this activity there will be direct contact between the load and the human body. Based on manual material handling activities carried out by CV. Tasifa Jaya which produces various kinds of meatballs, there is manual handling that does not comply with recommendations such as repeated lifting of loads exceeding the lifting limit, namely more than 10 kg to 20 kg. This research aims to determine the work risks at kneading work stations, including the work element of lifting the meat container to the kneading machine and lifting the flour container to the kneading machine which is measured using the Key Indicator Method (KIM) method, as well as the work element of pulling the dough container to the molding workstation which is measured using the Risk Assessment of Pushing and Pulling (RAPP) method. The measurement results for the work element of lifting the meat container to the kneading machine and lifting the flour container to the kneading machine were at level 2 or slightly increased intensity, while for work element of pulling the dough container to the molding workstation has 1 level of low risk, 6 levels of medium risk and 1 level of high risk. Abstrak. Aktivitas penanganan material secara manual dinilai dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan atau risiko kerja, karena pada aktivitas ini akan terjadi kontak langsung antara beban dan tubuh manusia. Berdasarkan aktivitas penanganan material secara manual yang dilakukan oleh CV. Tasifa Jaya yang memproduksi berbagai macam bakso, terdapat penanganan material secara manual yang tidak sesuai standar rekomendasi seperti pengangkatan beban secara berulang melebihi batas angkat yaitu lebih dari 10 kg hingga 20 kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kerja pada stasiun kerja pengadonan, diantaranya terhadap elemen kerja mengangkat wadah daging ke mesin pengadonan dan mengangkat wadah tepung ke mesin pengadonan yang pengukurannya menggunakan metode Key Indicator Method (KIM), serta elemen kerja menarik wadah hasil adonan ke stasiun kerja pencetakan yang pengukurannya menggunakan metode Risk Assessment of Pushing and Pulling (RAPP). Adapun hasil pengukuran elemen kerja mengangkat wadah daging ke mesin pengadonan dan mengangkat wadah tepung ke mesin pengadonan yaitu pada level 2 atau intensitas agak meningkat, sedangkan untuk elemen kerja menarik wadah hasil adonan ke stasiun kerja pencetakan yaitu 1 tingkat risiko rendah, 6 tingkat risiko sedang dan 1 tingkat risiko tinggi.
Co-Authors 10070216099, Randi Meina 10070217056, Kafil Radhwa Hakim 10070217078, Insan Manggala Putra 10070217090, Sofa Alek Sulaeman 10070219063, Shofa Putri Reida A.M., M. Dzikron Aaf Saefurrohman Aaf Saefurrohman, Aaf Addiba'i, Sidiq Ahmad Ade Hilman Fajar Afandi Afandi Agung Hidayat, Agung Agustin, Deandra Shifayanti Ahmad Firman Alifatunisya Putri Rahayuningtias Amzana, Nurus Ana Andriani, Ana Angelica, Angelica Anggita, Windy Ayu Anggriani, Widia Anis Septiani Anis Septiani Annisa, Tiara Anugrah, Ridho Aprilia, Nurul Suci Apriska, Cyntia Arif Kurnia Fajar As'ad, Nur Rahman Asad, Nur Rahman Asvio, Nova Aulia Singa Zanki Aviasti Ayuda, Sri Azhar, Bayu Chandra Fauzi Chatarina Muryani Chaznin R.M Chaznin R.M, Chaznin Clarry Sada Cornelia Cornelia Dara Ayu Nianty Dewi Novita Dewi Shofi M. Dewi Shofi M., Dewi Dewi Shofi Mulyati Dharmawan, Azhari Diad, Januardi Dila Fitri Diva Sabrina Aziezah Dwi Setyowati Eka Fajar Rahmani Ekadenti, Aulia Endang Prastyaningsih Endang Susilawati Endang Susilawati Eni Rosnija Eri Achiraeniwati Eusabinus Bunau Fajri, Adz Dzaa Riaat Faraditha, Uzla Aulia Febriani, Intan Wahyu Febrianti, Delia Febrianto, Muhammad Yusuf Fenilinas Adi Artanto Hadi, Azwar Hadiwinarto Hadiwinarto Hardiansyah Hardiansyah Hidayati Amila Soliha Hilda Syaidatul Ulfah Hilda Syaidatul Ulfah, Hilda Syaidatul Ida Nursanti Ikhsanudin Ikhsanudin Ikhsanudin Ikramunnisa, Erica Iksan, Muhammad Verill Imam Subiyanto Indah Octaviani Indahsari, Fernanda Ega Indrawari, Karliana Indriyasari, Indriyasari Irawan, Melia Fitri Istiara, Febriyantina Iyan Bachtiar Jefri Khairunnas Jefri Khairunnas, Jefri Jihan Idzni Hanifah Jihan Idzni Hanifah Jihan Idzni Hanifah Khoirunnisak L, Intan Dian Lisa Apriliana Luwandi Suhartono M. Dzikron Madania, Pawitra Mahardika, Surya Mahdi, Imam Mahisa, Refka Darmayanthi Putri Maria Yunniosa Aska Putri mashari . Megista, Hilda Meilsa Santri Meldasari, Juwita Mohamad Satori Muh Edvans Edvans Muhammad Dzikron Muhammad Dzikron Muhammad Irvan Muhammad Reza Muhammad Rizqi Ramadhan Muhammad Zainuddin Munawaroh, Ayu Munawir, Ahmad Neneng Rika Nurmalasari Nina Resiana Novi Dyah Ayu Putri Novika Adi Wibowo Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha Nugraha, Bayu Dwiyanto Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna Nur Fadlilah Aisya Kesuma, Tasya Nur Hikmah Nur Rahman As'ad Nur Rahman As'ad Nur Rahman As'ad Nur Rahman As’ad Nurlita, Andini Tiara Nurrohman, Muhammad Farhan Nursikin OKTAVIANA, MIMBAR Pardede, Rita Sariana Pardoyo Pardoyo Purwandari, Elce Purwiyanti, Purwiyanti Putra, Andreas Dandy Putri, Fadhilah Nur Islami Melinia Putri, Syalwa Annisa Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu Apriliaswati Rahayu Apriliaswati Rahmadina, Cut Anandea Ramadhan, Tio Ramli, Nor Fazlin Mohd Razaq, Yusuf Regina Regina Restari, Trismayanti Endang Retno Mawarini Sukmariningsih Ricky Gunawan Riosepriyatna, Riosepriyatna Rita Anggraini Rulitawati, Rulitawati Saifudin Saifudin Salsabila, Dhea Arinda Samsiyah, Ike Fitri Selamat Setyani, Erin Dwi Sihombing, Erni Simanullang, Jhosua Enrico H. Situmorang, Benny HL Sriatun Sriatun Sudarsono Sudarsono Suhartana Suhartana Suhartina Suhartina, Suhartina Sujatmiko, Riyadi SUMARNI Sumarni Sumarni Supena, Agus Nana Surastina, Surastina Surmiyati Surmiyati Surmiyati Syarif Husin Tasya Kalista Alsadila Putri Taufik, Beatrice Ellen Tengku Riza Zarzani N Theresia Nova, Jesika Tirani Hikmah Nur Ulfah Tubagus Achmad Darodjat urai salam Wahyuni, Eka Putri Wardah Wardah Wardah Widi Pratama Winie Hannifah Yani, Fitri Hidayatul Yeki, Dominikus Yoga Pratama Suwandi Yohanes Gatot Sutapa Yuliana Yossy Putri Al Ghani Yulia Rachmawati Yuliana, Yohanes Gatot Sutapa Yunita, Ita Zuhri Zuhri, Zuhri Zulirfan, M