Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KERAPATAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK JAMBU AIR MADU DELI HIJAU lestawati, Lestawati; listiawati, agustina; warganda, warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47325

Abstract

Jambu air madu Deli Hijau ( Syzygium samarangense (Blume) Merr. &Perry)merupakan salah satu komoditi unggulan terbaru yang mulai banyak dikembangkanoleh petani hortikultura di daerah kota Pontianak. Metode perbanyakan vegetatif yangefektif dalam perbanyakan jambu air madu Deli Hijau yaitu menggunakan sambungpucuk.Bibit sambung pucuk setelah buka sungkup masih memerlukan pemeliharaanyang intensif, karena bibit yang disimpan pada tempat terbuka dengan intensitascahaya yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan sel dalam tanaman. Salahsatu cara untuk mendapa tkan intensitas cahaya yang optimal dapat dilakukan denganpemberian naungan, sehingga cahaya yang diterima oleh bibit akan optimal dan dapatmendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kerapatannaungan yang terbaik terhadap pertumbuh an bibit sambung pucuk jambu air maduDeli Hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Jl. Ampera, Komplek Permata Ampera,Kec. Pontianak Kota, Kalimantan Barat, selama kurang lebih 3 bulan. Metode yangdigunakan adalahmetodeRancangan Acak Lengkap (RAL), ter diri dari 5 perlakuan,5 ulangan dan 4 sampel. Perlakuann1 = tanpa naungan(kontrol),n1 = naungan 50%,n2 = naungan 60%, n3 = naungan 70%dann4 = naungan 80%. Variabel pengamatanyaitu,persentase bibit hidup (%), pertambahan panjang batang atas (cm), jumlah daun(helai), jumlah tunas (tunas) dan panjang tunas(cm).Hasil penelitian ini menunjukkanbahwakerapatan naungan berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kerapatan naungan yang terbaik untuk jumlah tunas dan dapat digunakan dalampembibitan jambu air madu Deli Hijau hasil sambung pucuk setelah buka sungkupadalah naungan 70%.Kata kunci: intensitas cahaya, jambu air madu deli hijau, naungan, sambung pucuk.
Evaluasi Kinerja Internet Kampus Universitas Tanjungpura dengan Analisis Quality of Service dan User Acceptance Test Herry Sujaini; Muanuddin -; Fitri Imansyah; Yus Sholva; Ferry Hadary; Eva Dolorosa; Andi Ihwan; Mochammad Meddy Danial; Silvia Uslianti; Purwaningsih -; Dwi Zulfita; Aktris Nuryanti; Rommy Patra; Yuline -; Stepanus Sahala Sitompul; Syaifurrahman -; Alhadiansyah -; Muhammad Yusuf; Achmadi -; Rachmawati -; Wendy -; Hamdani -; Syarif Hasyim Azizurrahman; Witarsa -; Endang Purwaningsih; Syamswisna -; Bistari -; Ade Mirza; Asep Nursangaji; Ratna Herawatiningsih; Kurnia Ningsih; Surachman -; Meiran Panggabean; Siti Hadijah; Rahmidiyani -; Priyo Saptomo; Memet Agustiar; Vivi Bachtiar; Afrizal -; Setia Budi; Yohanes Gatot Sutapa; Windhu Putra; Nurmainah -; Elly Suharlina; Zubaidah R; Erni Djun Astuti; Muhsin -; Riduansyah -; Agustina Listiawati; Imam Ghozali; Ade Elbani; Yulis Jamiah; Edy Suasono; Ismawartati -; Aswandi -; Uti Asikin; Siti Halidjah
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v9i1.63541

Abstract

Paper ini membahas tentang evaluasi kualitas layanan internet di Universitas Tanjungpura. Penulis menggunakan dua metode analisis, yaitu Quality of Service (QoS) dan User Acceptance Test (UAT) untuk mengukur kinerja internet di kampus Universitas Tanjungpura. Pada analisis QoS, penulis mengukur beberapa parameter kinerja internet, seperti throughput, delay, packet loss, dan jitter, untuk setiap fakultas di kampus. Hasil analisis menunjukkan bahwa throughput tertinggi berada di Fakultas Teknik (FT) dengan nilai rata-rata 87,90 MB, sementara delay dan packet loss terendah terdapat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan nilai rata-rata 0,16 ms dan 0,00% secara berturut-turut. Sementara itu, pada analisis UAT, penulis melakukan survei terhadap mahasiswa untuk mengetahui penggunaan internet di kampus dan kepuasan mereka terhadap layanan internet yang disediakan. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menganggap internet di kampus memadai dan lancar, serta sering digunakan untuk belajar dan mengakses media sosial.
UJI PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Agustina Listiawati; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani; Maulidi Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3118

Abstract

Edamame soybean is a vegetable with high commercial value in Indonesia, especially after the popularity of edamame as a snack. Soybeans originating from Japan contain antioxidants and isoflavones. The purpose of this study was to determine the best interaction between goat manure and NPK on the growth and yield of edamame soybeans on alluvial soil. The design used in this study was a completely randomized factorial design consisting of 2 treatment factors. The first factor was goat manure (B) which consisted of 3 treatment levels, namely b1 = 10 tons/ha, b2 = 20 tons/ha, b3 = 30 tons/ha while the second factor was NPK fertilizer (P) which consisted of 3 levels treatment, namely p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 400 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times with each repetition consisting of 4 sample plants. The variables observed in this study were plant height, root volume, plant dry weight, number of productive branches, number of fresh pods, fresh pod weight, number of filled pods, number of empty pods. Observational data were analyzed statistically using analysis of variance (F test at 5% level), if the F test showed a significant effect of each treatment it was followed by an Honest Significant Difference Test at 5% level. The results showed that the interaction of goat manure at a dose of 10 tons/ha and NPK at a dose of 200 kg/ha was effective in increasing the growth and yield of edamame soybeans on alluvial soilsINTISARI Kedelai edamame merupakan sayuran dengan nilai komersial tinggi di Indonesia, terutama setelah populernya edamame sebagai makanan ringan. Kedelai yang berasal dari Jepang ini mengandung antioksidan dan isoflavon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi terbaik antara pupuk kandang kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 400 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong segar, bobot polong segar, jumlah polong isi, jumlah polong kosong. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F pada taraf 5%), apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang kambing dosis 10 ton/ha dan NPK dosis 200 kg/ha efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN Alocasia baginda ASAL RHIZOME Dian Asmarawati; Agustina Listiawati; Asnawati Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3507

Abstract

Alocasia baginda is an endemic Alocasia of Kalimantan that has the potential to be developed into a superior ornamental plant. Plant propagation from rhizome cutting is constrained by dormancy, so it needs to be overcome by the use of growing media and GA3. The aims of this research was to obtain the appropriate composition of growing media and GA3 concentration for the growth of Alocasia baginda from a rhizome. The research was conducted at the Paranet House, North Pontianak District, Pontianak City, from November 2022 - April 2023. This research used a split-plot design in a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. The first factor is the composition of the growing media mixture of charcoal husk, bamboo leaf humus, and malang sand as the main plot with 3 levels. The second factor is the concentration of GA3 as a subplot with 3 levels, from these two factors, 9 treatment combinations were obtained and was repeated 3 times. The result showed The composition of the husk charcoal planting media: bamboo leaf humus: poor sand (2: 1: 1) is a suitable planting media composition for the growth of Alocasia baginda from rhizome, because it is able to accelerate the time of emergence of shoots and produce more roots. GA3 concentration of 5 ppm produced the fastest time of bud emergence, the highest number of buds and leaves, as well as a greater number of roots. The interaction between the composition of growing media 3:1:1 and GA3 concentration of 5 ppm produced the highest number of leaves. Keywords: Growing media composition, GA3 Concentration, Alocasia baginda INTISARIAlocasia baginda merupakan Alocasia endemik Kalimantan yang berpotensi dikembangkan menjadi tanaman hias unggul. Perbanyakan tanaman dari pemotongan rimpang terkendala dormansi sehingga perlu diatasi dengan penggunaan media tanam dan GA3. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi GA3 yang sesuai untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang. Penelitian dilaksanakan di Rumah Paranet Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak pada bulan November 2022 – April 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam campuran arang sekam, humus daun bambu, dan pasir malang sebagai petak utama dengan 3 taraf. Faktor kedua adalah konsentrasi GA3 sebagai anak petak dengan 3 taraf, dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi media tanam arang sekam : humus daun bambu : pasir malang (2:1:1) merupakan komposisi media tanam yang cocok untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang, karena mampu mempercepat waktu kemunculannya. tunas dan menghasilkan lebih banyak akar. Konsentrasi GA3 sebesar 5 ppm menghasilkan waktu munculnya tunas tercepat, jumlah tunas dan daun terbanyak, serta jumlah akar lebih banyak. Interaksi antara komposisi media tanam 3:1:1 dan konsentrasi GA3 5 ppm menghasilkan jumlah daun terbanyak. Kata Kunci: Komposisi Media Tumbuh, Konsentrasi GA3, Alocasia baginda
PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG JAGUNG DAN MOLASE PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Gustian Gustian; Agustina Listiawati; Tantri Palupi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3172

Abstract

White oyster mushroom is a plant that is currently widely cultivated. However, in Indonesia, especially in West Kalimantan, its productivity is still very narrow to fulfill market demand. Efforts that can be made to increase the production of white oyster mushrooms can be done by adding nutrients in the form of corn flour and molasses to the white oyster mushroom baglog media. This study aims to obtain the best media composition for the growth and yield of white oyster mushrooms. The design used in this study was a completely randomized design field experiment with nine levels of combination treatment of corn flour and molasses. each treatment was repeat with three replicaty, each replication consisted of four baglog samples. combination of corn flour (%) and molasses (ml) namely p1 = 90% basic material +10% corn flour + 10 ml molasses; p2 = 90% basic material + 10% corn flour + 20 ml molasses; p3 =90% basic material + 10% corn flour + 30 ml molasses; p4 = 85% basic material + 15% corn flour + 10 ml molasses; p5 = 85% basic material + 15% corn flour + 20 ml molasses; p6 = 85% basic material + 15% corn flour + 30 ml molasses; p7 = 80% basic material + 20% corn flour + 10 ml molasses; p8 = 80% basic material + 20% corn flour + 20 ml molasses; and p9 = 80% basic material + 20% corn flour + 30 ml molasses. Variable observed included age from harvest, the diameter of the hood, number of hoods per baglog, and fresh weight per baglog. The results showed that the combination of  20% corn flour + 10 ml molasses gave the best yield to increase fresh weight per baglog and harvesting age.INTISARISalah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkkan produksi jamur tiram putih adalah dengan cara menambahkan nutrisi berupa tepung jagung dan molase pada media baglog jamur tiram putih tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi tepung jagung dan molase. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel baglog. Kombinasi tepung jagung (%) dan molase (ml) yang dimaksud yaitu : p1 = 90% bahan dasar + 10 % tepung jagung + 10 ml molase; p2 = 90% bahan dasar + 10 % tepung jagung + 20 ml molase; p3 = 90% bahan dasar + 10% tepung jagung + 30 ml molase; p4 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 10 ml molase; p5 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 20 ml molase; p6 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 30 ml molase; p7 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 10 ml molase; p8 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 20 ml molase; dan p9 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 30 ml molase. Variabel yang diamati meliputi umur mulai panen, diameter tudung, jumlah tudung, dan berat segar per baglog. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi 20% tepung jagung + 10 ml molase memberikan hasil yang terbaik untuk berat segar per baglog dan umur mulai panen.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN APLIKASI TEPUNG CANGKANG ALE-ALE [Meretrix spp.] PADA TANAH GAMBUT Dwi Zulfita; Agustina Wilu Listiawati; Rahmidiyani Rahmidiyani; Surachman Surachman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3116

Abstract

Cabbage is one of the vegetables that have development prospects because it has high economic and social value. The demand is increasing, both domestically and abroad. At this time most of the flower cabbage plants are still imported from outside the region and are still rarely cultivated by farmers in West Kalimantan. This study aims to obtain the best dose of ale-ale shell flour for growth and yield of cauliflower on peat soil. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) which consisted of one treatment factor, namely the factor of giving ale-ale shell flour (A) which consisted of 5 levels of treatment and each treatment consisted of 3 replications. The treatments in question were: a1 : giving ale-ale shell flour as much as 144.34 g/polybag, a2 : giving ale-ale shell flour as much as 171.51 g/polybag 3: giving ale-ale shell flour as much as 228.68 g/ polybag, a4 : provision of ale-ale shell flour as much as 285.85 g/polybag, a5 : provision of 343.02 g/polybag shellale-ale flour. Observational data were analyzed statistically using analysis of variance (F test at 5% level), if the F test showed a significant effect from each treatment, then Duncan's multiple distance test at 5% level. The results showed that the administration of ale-ale shell flour at a dose of 285.85 g/polybag was the best for the growth and yield of cauliflowerINTISARIKubis  bunga  merupakan  salah  satu sayuran yang memiliki prospek pengembangan     karena   mempunyai     nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Permintaannya    semakin    meningkat,    baik didalam negeri maupun di  luar negeri. Pada saat sekarang  ini sebagian besar tanaman kubis bunga masih didatangkan dari luar daerah  dan masih jarang diusahakan oleh petani di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis tepung cangkang ale-ale yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu faktor pemberian tepung cangkang ale-ale (A) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari  3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : a1 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 144,34 g/polybag ,  a2 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 171,51 g/polybag 3 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 228,68 g/polybag, a4 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 285,85 g/polybag, a5 : pemberian tepung cangkangale-ale sebanyak 343,02 g/polybag. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F taraf 5%), apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cangkang ale-ale takaran 285,85 g/polybag terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut.
PENGARUH KOMPOS SERBUK SABUT KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ishak Dianisius; Agustina Listiawati; Inpurwanto Inpurwanto
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v12i2.60050

Abstract

This study aims to determine the effect of composted coconut coir dust on growth and yield of cayenne pepper on red yellow podzolic soil. This research was conducted in the experimental farm of the Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak, started from February to July 2014. This study used a field experiment with completely randomized design consisting of single factor i.e composted coconut coir dust, with six level treatments: S1 (800 g/polybag); S2 (900 g/polybag); S3 (1000 g/polybag); S4 (1100 g/polybag); S5 (1200 g/polybag); dan S6 (1300 g/polybag), consists of 4 replications, with 3 plant samples each. The variables observed in this study include, plant height (cm), number of fruit per plant (fruits), the fruit biomass per plant (g), total dry biomass (g), and root volume (ml). The results showed that the application of composted coconut coir dust here not a significanlly affected plant height, number of fruit per plant, the fruit biomass, total plant dry biomass, and root volume.
Pertumbuhan Anggrek Hitam pada Simulasi Cekaman Kekeringan Menggunakan Polietilen Glikol secara In Vitro: Black Orchid Growth in Simulated Drought Stress Using Polyethylene Glycol in Vitro Asnawati Asnawati; Mahmud Mustaqim; Agustina Listiawati
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol. 10 No. 2 (2023): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/daun.v10i2.5338

Abstract

The black orchid plant has a beauty at the flowers with the characteristic black labellum. In its natural habitat, black orchid plants require high humidity for optimal growth. The purpose of this study was to examine the growth response of black orchids to drought stress using polyethylene glycol in vitro. This research was conducted at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University from October to January 2023. The design used in this study was Completely Randomized Design which consisted of one factor, namely polyethylene glycol concentration. The polyethylene glycol concentrations tested were 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25% (mg/l). The variables observed were the time of shoot emergence, root emergence time, number of shoots, increase in the number of leaves, number of roots, and leaf color morphology. The results showed that the addition of polyethylene glycol at the level of 0-25% in in vitro culture media as a drought stress simulation had no significant effect on the variables of shoot emergence time, root emergence time, number of shoots, increase in number of leaves, and number of roots. Meanwhile, for the morphological variable of leaf color, the treatment with a concentration of 25% showed early symptoms of drought.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Tarigas, Adrianus Banyu; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i3.78500

Abstract

Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam mempunyai berbagai masalah yang dapat menjadi penghambat bagi pertumbuhan tanaman. Pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dapat membantu memperbaiki permasalahan yang terdapat pada tanah alluvial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik dari pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada bulan Oktober "“ Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, terdapat 3 ulangan dan terdapat 5 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama dosis tepung cangkang telur, c0 = tanpa tepung cangkang telur, c1 = 0,6 ton/ha, c2 = 1 ton/ha dan faktor kedua dosis pupuk kandang ayam, a1 = 5 ton/ha, c2 = 10 ton/ha, c3 = 15 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian tepung cangkang telur dengan dosis 1 ton/ha dan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meingkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.
Studi Pertumbuhan Bibit Anggrek Hitam Pada Kondisi Cekaman Kekeringan Menggunakan PEG Redenta Manalu, Cristi; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.18304

Abstract

Populasi anggrek hitam kian menurun setiap tahunnya yang disebabkan oleh fenomena alam maupun aktivitas manusia yang merambah hutan dan kegiatan eksploitasi anggrek secara besar-besaran. Pelestarian dan budidaya tanaman anggrek hitam di luar habitat aslinya mengalami kendala karena cekaman kekeringan akibat ketersediaan air yang tidak mencukupi. Anggrek hitam memerlukan  kondisi lingkungan dengan kelembapan yang cukup tinggi untuk pertumbuhan yang  optimal. Salah satu senyawa kimia yang umumnya digunakan untuk membantu melihat pengaruh cekaman kekeringan pada tanaman adalah PEG. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh   konsentrasi PEG yang dapat ditolerir oleh anggrek hitam pada fase pembibitan yang diaplikasi pada berbagai konsentrasi sebagai simulasi cekaman kekeringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (kelompok adalah jumlah daun), yaitu konsentrasi PEG dengan 5 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan adalah 100. Adapun konsentrasi PEG yang diberikan adalah p0: 0% (kontrol), p1: 5%, p2: 10%, p3:15%, p4: 20%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu, persentase jumlah bibit hidup (%), persentase pengurangan jumlah daun (%), pertambahan panjang akar, pertambahan tinggi tanaman, dan warna daun akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit anggrek hitam tidak tahan terhadap cekaman kekeringan melalui pengujian dengan PEG mulai dari konsentrasi 5% hingga 20%.
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake, Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adrianton Adrianton Afrizal - Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan Andika Andika Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anggoro, Robert Anggorowati, M.Sc, Ir. Dini Aping, Adrianus Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati, * Asrari, Ryanda Aswandi - Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Budi, Setia Budi Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Clarissariyani, Christin Cordy Renantasyah Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dian Asmarawati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dodi, Donatus Dwi Aryanti, Anik Dwi Zulfita dwi zulfita Dzulianningsih, Saulifah Edy Suasono Eleos Eleos elfini, mita Elly Suharlina Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti Fatinah, Anisa Fitri Ferry Hadary Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Ghivari, Haikal Gunawan Gunawan Gustami Gustami, Gustami Gustian Gustian Hadi, Irfan Setia Hamdani - Haniya, Jihan Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra, Indra Indra Inpurwanto Inpurwanto Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi Kitri, Atirsa KURNIAWAN, YERIKHO JIMMY kurniawati, atika kusmawati, eni Lestari, Tri Indah lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mardhiyyaturrosyidah, Ummu Mariana Mariana MASYURA, RISKA Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Maulidia, Dea Meiran Panggabean Melsy, Clara Francini Memet Agustiar Meningai, Meningai Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ngaing, Rhalmundus Sain Ningsih, Kurnia NORMALA, NORMALA Nur Arifin, Nur Nurbaiti R, Nurbaiti Nurmainah - Nurul Hafizah Padmarsari, F.X Widadi Pertiwi, Suciaty Pratama, Yoshafat Andika pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Putra, Rafi Adista Rachmawati Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi REZA FAHLEVI rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Wahyuni Rizky Hasanan Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra Ronaldi, Yohanes RUSADI, IDRUS ARDI S.Hut., M.Si, Asnawati Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati SARI, ARTI PURNAMA Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta sawati, ely septiarni, eni Setia Budi Setia Budi Sholva, Yus Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Surya, Muhammad Rasta Susanto, Ery Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indra Wijaya Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Uslianti, Silvia Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS, WALKIS Wardania, Wardania Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy WI, INPURWANTO Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia Yeti Rohayeti Yoga, Kristian Yohanes Gatot Sutapa yolla, nove neranda nadesta Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti, Yuspiatuti YUSUF, KASIM PURNAMA Zed, Akhira Nurfansyah Zubaidah R