Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KERAPATAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK JAMBU AIR MADU DELI HIJAU lestawati, Lestawati; listiawati, agustina; warganda, warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu air madu Deli Hijau ( Syzygium samarangense (Blume) Merr. &Perry)merupakan salah satu komoditi unggulan terbaru yang mulai banyak dikembangkanoleh petani hortikultura di daerah kota Pontianak. Metode perbanyakan vegetatif yangefektif dalam perbanyakan jambu air madu Deli Hijau yaitu menggunakan sambungpucuk.Bibit sambung pucuk setelah buka sungkup masih memerlukan pemeliharaanyang intensif, karena bibit yang disimpan pada tempat terbuka dengan intensitascahaya yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan sel dalam tanaman. Salahsatu cara untuk mendapa tkan intensitas cahaya yang optimal dapat dilakukan denganpemberian naungan, sehingga cahaya yang diterima oleh bibit akan optimal dan dapatmendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kerapatannaungan yang terbaik terhadap pertumbuh an bibit sambung pucuk jambu air maduDeli Hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Jl. Ampera, Komplek Permata Ampera,Kec. Pontianak Kota, Kalimantan Barat, selama kurang lebih 3 bulan. Metode yangdigunakan adalahmetodeRancangan Acak Lengkap (RAL), ter diri dari 5 perlakuan,5 ulangan dan 4 sampel. Perlakuann1 = tanpa naungan(kontrol),n1 = naungan 50%,n2 = naungan 60%, n3 = naungan 70%dann4 = naungan 80%. Variabel pengamatanyaitu,persentase bibit hidup (%), pertambahan panjang batang atas (cm), jumlah daun(helai), jumlah tunas (tunas) dan panjang tunas(cm).Hasil penelitian ini menunjukkanbahwakerapatan naungan berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kerapatan naungan yang terbaik untuk jumlah tunas dan dapat digunakan dalampembibitan jambu air madu Deli Hijau hasil sambung pucuk setelah buka sungkupadalah naungan 70%.Kata kunci: intensitas cahaya, jambu air madu deli hijau, naungan, sambung pucuk.
Evaluasi Kinerja Internet Kampus Universitas Tanjungpura dengan Analisis Quality of Service dan User Acceptance Test Herry Sujaini; Muanuddin -; Fitri Imansyah; Yus Sholva; Ferry Hadary; Eva Dolorosa; Andi Ihwan; Mochammad Meddy Danial; Silvia Uslianti; Purwaningsih -; Dwi Zulfita; Aktris Nuryanti; Rommy Patra; Yuline -; Stepanus Sahala Sitompul; Syaifurrahman -; Alhadiansyah -; Muhammad Yusuf; Achmadi -; Rachmawati -; Wendy -; Hamdani -; Syarif Hasyim Azizurrahman; Witarsa -; Endang Purwaningsih; Syamswisna -; Bistari -; Ade Mirza; Asep Nursangaji; Ratna Herawatiningsih; Kurnia Ningsih; Surachman -; Meiran Panggabean; Siti Hadijah; Rahmidiyani -; Priyo Saptomo; Memet Agustiar; Vivi Bachtiar; Afrizal -; Setia Budi; Yohanes Gatot Sutapa; Windhu Putra; Nurmainah -; Elly Suharlina; Zubaidah R; Erni Djun Astuti; Muhsin -; Riduansyah -; Agustina Listiawati; Imam Ghozali; Ade Elbani; Yulis Jamiah; Edy Suasono; Ismawartati -; Aswandi -; Uti Asikin; Siti Halidjah
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No 1
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v9i1.63541

Abstract

Paper ini membahas tentang evaluasi kualitas layanan internet di Universitas Tanjungpura. Penulis menggunakan dua metode analisis, yaitu Quality of Service (QoS) dan User Acceptance Test (UAT) untuk mengukur kinerja internet di kampus Universitas Tanjungpura. Pada analisis QoS, penulis mengukur beberapa parameter kinerja internet, seperti throughput, delay, packet loss, dan jitter, untuk setiap fakultas di kampus. Hasil analisis menunjukkan bahwa throughput tertinggi berada di Fakultas Teknik (FT) dengan nilai rata-rata 87,90 MB, sementara delay dan packet loss terendah terdapat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan nilai rata-rata 0,16 ms dan 0,00% secara berturut-turut. Sementara itu, pada analisis UAT, penulis melakukan survei terhadap mahasiswa untuk mengetahui penggunaan internet di kampus dan kepuasan mereka terhadap layanan internet yang disediakan. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menganggap internet di kampus memadai dan lancar, serta sering digunakan untuk belajar dan mengakses media sosial.
UJI PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Agustina Listiawati; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani; Maulidi Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3118

Abstract

Edamame soybean is a vegetable with high commercial value in Indonesia, especially after the popularity of edamame as a snack. Soybeans originating from Japan contain antioxidants and isoflavones. The purpose of this study was to determine the best interaction between goat manure and NPK on the growth and yield of edamame soybeans on alluvial soil. The design used in this study was a completely randomized factorial design consisting of 2 treatment factors. The first factor was goat manure (B) which consisted of 3 treatment levels, namely b1 = 10 tons/ha, b2 = 20 tons/ha, b3 = 30 tons/ha while the second factor was NPK fertilizer (P) which consisted of 3 levels treatment, namely p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 400 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times with each repetition consisting of 4 sample plants. The variables observed in this study were plant height, root volume, plant dry weight, number of productive branches, number of fresh pods, fresh pod weight, number of filled pods, number of empty pods. Observational data were analyzed statistically using analysis of variance (F test at 5% level), if the F test showed a significant effect of each treatment it was followed by an Honest Significant Difference Test at 5% level. The results showed that the interaction of goat manure at a dose of 10 tons/ha and NPK at a dose of 200 kg/ha was effective in increasing the growth and yield of edamame soybeans on alluvial soilsINTISARI Kedelai edamame merupakan sayuran dengan nilai komersial tinggi di Indonesia, terutama setelah populernya edamame sebagai makanan ringan. Kedelai yang berasal dari Jepang ini mengandung antioksidan dan isoflavon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi terbaik antara pupuk kandang kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame di tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah pupuk kandang kambing (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2 = 20 ton/ha, b3 = 30 ton/ha sedangkan faktor kedua adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = 200 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 400 kg/ha. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong segar, bobot polong segar, jumlah polong isi, jumlah polong kosong. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F pada taraf 5%), apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang kambing dosis 10 ton/ha dan NPK dosis 200 kg/ha efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN Alocasia baginda ASAL RHIZOME Dian Asmarawati; Agustina Listiawati; Asnawati Asnawati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3507

Abstract

Alocasia baginda is an endemic Alocasia of Kalimantan that has the potential to be developed into a superior ornamental plant. Plant propagation from rhizome cutting is constrained by dormancy, so it needs to be overcome by the use of growing media and GA3. The aims of this research was to obtain the appropriate composition of growing media and GA3 concentration for the growth of Alocasia baginda from a rhizome. The research was conducted at the Paranet House, North Pontianak District, Pontianak City, from November 2022 - April 2023. This research used a split-plot design in a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. The first factor is the composition of the growing media mixture of charcoal husk, bamboo leaf humus, and malang sand as the main plot with 3 levels. The second factor is the concentration of GA3 as a subplot with 3 levels, from these two factors, 9 treatment combinations were obtained and was repeated 3 times. The result showed The composition of the husk charcoal planting media: bamboo leaf humus: poor sand (2: 1: 1) is a suitable planting media composition for the growth of Alocasia baginda from rhizome, because it is able to accelerate the time of emergence of shoots and produce more roots. GA3 concentration of 5 ppm produced the fastest time of bud emergence, the highest number of buds and leaves, as well as a greater number of roots. The interaction between the composition of growing media 3:1:1 and GA3 concentration of 5 ppm produced the highest number of leaves. Keywords: Growing media composition, GA3 Concentration, Alocasia baginda INTISARIAlocasia baginda merupakan Alocasia endemik Kalimantan yang berpotensi dikembangkan menjadi tanaman hias unggul. Perbanyakan tanaman dari pemotongan rimpang terkendala dormansi sehingga perlu diatasi dengan penggunaan media tanam dan GA3. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh komposisi media tanam dan konsentrasi GA3 yang sesuai untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang. Penelitian dilaksanakan di Rumah Paranet Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak pada bulan November 2022 – April 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam campuran arang sekam, humus daun bambu, dan pasir malang sebagai petak utama dengan 3 taraf. Faktor kedua adalah konsentrasi GA3 sebagai anak petak dengan 3 taraf, dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi media tanam arang sekam : humus daun bambu : pasir malang (2:1:1) merupakan komposisi media tanam yang cocok untuk pertumbuhan Alocasia baginda dari rimpang, karena mampu mempercepat waktu kemunculannya. tunas dan menghasilkan lebih banyak akar. Konsentrasi GA3 sebesar 5 ppm menghasilkan waktu munculnya tunas tercepat, jumlah tunas dan daun terbanyak, serta jumlah akar lebih banyak. Interaksi antara komposisi media tanam 3:1:1 dan konsentrasi GA3 5 ppm menghasilkan jumlah daun terbanyak. Kata Kunci: Komposisi Media Tumbuh, Konsentrasi GA3, Alocasia baginda
PENGARUH KOMPOSISI TEPUNG JAGUNG DAN MOLASE PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Gustian Gustian; Agustina Listiawati; Tantri Palupi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3172

Abstract

White oyster mushroom is a plant that is currently widely cultivated. However, in Indonesia, especially in West Kalimantan, its productivity is still very narrow to fulfill market demand. Efforts that can be made to increase the production of white oyster mushrooms can be done by adding nutrients in the form of corn flour and molasses to the white oyster mushroom baglog media. This study aims to obtain the best media composition for the growth and yield of white oyster mushrooms. The design used in this study was a completely randomized design field experiment with nine levels of combination treatment of corn flour and molasses. each treatment was repeat with three replicaty, each replication consisted of four baglog samples. combination of corn flour (%) and molasses (ml) namely p1 = 90% basic material +10% corn flour + 10 ml molasses; p2 = 90% basic material + 10% corn flour + 20 ml molasses; p3 =90% basic material + 10% corn flour + 30 ml molasses; p4 = 85% basic material + 15% corn flour + 10 ml molasses; p5 = 85% basic material + 15% corn flour + 20 ml molasses; p6 = 85% basic material + 15% corn flour + 30 ml molasses; p7 = 80% basic material + 20% corn flour + 10 ml molasses; p8 = 80% basic material + 20% corn flour + 20 ml molasses; and p9 = 80% basic material + 20% corn flour + 30 ml molasses. Variable observed included age from harvest, the diameter of the hood, number of hoods per baglog, and fresh weight per baglog. The results showed that the combination of  20% corn flour + 10 ml molasses gave the best yield to increase fresh weight per baglog and harvesting age.INTISARISalah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkkan produksi jamur tiram putih adalah dengan cara menambahkan nutrisi berupa tepung jagung dan molase pada media baglog jamur tiram putih tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media terbaik untuk pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap dengan sembilan taraf perlakuan kombinasi tepung jagung dan molase. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel baglog. Kombinasi tepung jagung (%) dan molase (ml) yang dimaksud yaitu : p1 = 90% bahan dasar + 10 % tepung jagung + 10 ml molase; p2 = 90% bahan dasar + 10 % tepung jagung + 20 ml molase; p3 = 90% bahan dasar + 10% tepung jagung + 30 ml molase; p4 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 10 ml molase; p5 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 20 ml molase; p6 = 85% bahan dasar + 15% tepung jagung + 30 ml molase; p7 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 10 ml molase; p8 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 20 ml molase; dan p9 = 80% bahan dasar + 20% tepung jagung + 30 ml molase. Variabel yang diamati meliputi umur mulai panen, diameter tudung, jumlah tudung, dan berat segar per baglog. Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi 20% tepung jagung + 10 ml molase memberikan hasil yang terbaik untuk berat segar per baglog dan umur mulai panen.
PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN APLIKASI TEPUNG CANGKANG ALE-ALE [Meretrix spp.] PADA TANAH GAMBUT Dwi Zulfita; Agustina Wilu Listiawati; Rahmidiyani Rahmidiyani; Surachman Surachman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3116

Abstract

Cabbage is one of the vegetables that have development prospects because it has high economic and social value. The demand is increasing, both domestically and abroad. At this time most of the flower cabbage plants are still imported from outside the region and are still rarely cultivated by farmers in West Kalimantan. This study aims to obtain the best dose of ale-ale shell flour for growth and yield of cauliflower on peat soil. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) which consisted of one treatment factor, namely the factor of giving ale-ale shell flour (A) which consisted of 5 levels of treatment and each treatment consisted of 3 replications. The treatments in question were: a1 : giving ale-ale shell flour as much as 144.34 g/polybag, a2 : giving ale-ale shell flour as much as 171.51 g/polybag 3: giving ale-ale shell flour as much as 228.68 g/ polybag, a4 : provision of ale-ale shell flour as much as 285.85 g/polybag, a5 : provision of 343.02 g/polybag shellale-ale flour. Observational data were analyzed statistically using analysis of variance (F test at 5% level), if the F test showed a significant effect from each treatment, then Duncan's multiple distance test at 5% level. The results showed that the administration of ale-ale shell flour at a dose of 285.85 g/polybag was the best for the growth and yield of cauliflowerINTISARIKubis  bunga  merupakan  salah  satu sayuran yang memiliki prospek pengembangan     karena   mempunyai     nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Permintaannya    semakin    meningkat,    baik didalam negeri maupun di  luar negeri. Pada saat sekarang  ini sebagian besar tanaman kubis bunga masih didatangkan dari luar daerah  dan masih jarang diusahakan oleh petani di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis tepung cangkang ale-ale yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu faktor pemberian tepung cangkang ale-ale (A) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari  3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah : a1 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 144,34 g/polybag ,  a2 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 171,51 g/polybag 3 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 228,68 g/polybag, a4 : pemberian tepung cangkang ale-ale sebanyak 285,85 g/polybag, a5 : pemberian tepung cangkangale-ale sebanyak 343,02 g/polybag. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F taraf 5%), apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari masing-masing perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cangkang ale-ale takaran 285,85 g/polybag terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut.
PENGARUH KONSENTRASI KINETIN DAN NAA TERHADAP INDUKSI TUNAS DAN AKAR PADA STEK BATANG NENAS Eleos Eleos; Chairani Siregar; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3720

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi Kinetin dan NAA yang terbaik untuk menginduksi tunas dan akar pada stek batang nenas. Penelitian ini dilakukan dipekarangan milik masyrakat di Jl. Perdamaian, Kota Baru, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, yang dilaksanakan dari tanggal 6 Februari 2012 sampai dengan tanggal 4 Mei 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dua faktor yaitu konsentrasi kinetin terdiri atas 6 taraf dan NAA terdiri atas 6 taraf, diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel stek batang nenas. Perlakuannya adalah konsentrasi kinetin yakni 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm. Konsentrasi NAA yakni 0 ppm, 0,5 ppm, 1,5 ppm, 2,5 ppm, 3,5 ppm dan 4,5 ppm. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu waktu terbentuknya tunas (hari), persentase terbentuknya tunas (%), persentase terbentuknya akar (%), jumlah tunas (helai), jumlah akar (helai), dan persentase stek yang hidup (%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan dengan menggunakan konsentrasi 1 ppm kinetin dan 1,5 ppm NAA memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tunas dan akar pada stek batang nenas. Kata kunci : Kinetin, NAA, Induksi Tunas, Akar, Stek Batang Nenas
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN Coelogyne dayana (Rchb) DENGAN TEKNIK KULTUR JARINGAN ANDIKA ANDIKA; AGUSTINA LISTIAWATI; NUR ARIFIN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14403

Abstract

Coelogyne dayana (Rchb.) merupakan salah satu anggrek spesies yang berpotensi mengalami kepunahan. Keberadaan Coelogyne dayana dapat dipertahankan melalui perbanyakan dengan teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi berbagai konsentrasi NAA dan BAP pada media VW bagi pertumbuhan eksplan Coelogyne dayana menggunakan eksplan tunas anggrek hasil kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung dari September hingga Desember 2015. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu NAA dan BAP masing-masing terdiri dari 4 taraf (0,0 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm). Variabel yang diamati adalah waktu terbentuk akar, jumlah akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi NAA dan BAP yang efektif terhadap pertambahan jumlah daun anggrek Coelogyne dayana adalah tanpa NAA dan tanpa BAP. Perlakuan tanpa NAA memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah akar, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Pemberian NAA 1,5 ppm memberikan nilai rerata tertinggi terhadap jumlah akar (5,77 helai), jumlah tunas (3,25 tunas) dan pertambahan jumlah daun (8,71 helai). Perlakuan BAP 0,5 ppm memberikan hasil yang efektif terhadap jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun. Perlakuan tanpa BAP memberikan hasil yang efektif dan nilai rerata terbaik terhadap waktu terbentuk akar (17,86 HST), jumlah akar (6,26 helai) dan waktu terbentuk tunas (30,85 HST).Kata kunci: Coelogyne dayana, BAP, NAA, kultur jaringan, VW.
INVENTARISASI TUMBUHAN ANGGREK ALAM DI SUB DAS SIBAU TAMAN NASIONAL BETUNG KERIHUN KECAMATAN PUTUSSIBAU UTARA KABUPATEN KAPUAS HULU Adrianus Aping; Agustina Listiawati; F.X Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28974

Abstract

Anggrek alam merupakan anggrek yang belum mengalami persilangan yang masih hidup alami di habitat aslinya. Tujuan dari penelitian ini untuk menginventarisasi spesies anggrek di Sub DAS Sibau Taman Nasional Betung Kerihun Kecamatan Putussibau Utara  Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 09-11 April 2018 dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode purposive. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik line transect berseling. Berdasarkan hasil penelitian, secara keseluruhan ditemukan 7 genera anggrek yang terdiri dari 24 spesies, Adapun spesies anggrek yang ditemukan adalah 3 spesies Appendicula, 1 spesies Arundina, 7 spesies Bulbophylum, 7 spesies Coelogyne, 4 spesies Dendrobium, 1 spesies  Grammatophyllum dan 1 spesies Malaxis. 21 spesies anggrek merupakan tipe epifit dan 3 spesies anggrek merupakan tipe teressterial.  Anggrek yang paling banyak ditemukan di tempat penelitian adalah Genus Coelogyne dan Bulbophyllum.  Kata kunci : Bulbophyllum, Coelogyne, Pohon Inang, Vegetasi
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Yeni Oktavia; Dini Anggorowati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49257

Abstract

ABSTRAKTerung (Solanum melongena)  adalah jenis sayuran yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Pemanfaatan tanah Aluvial sebagai media tumbuh untuk budidaya terung gelatik dihadapkan pada sejumlah kendala, seperti kesuburan yang bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya dengan ketersediaan unsur hara yang umumnya rendah. Upaya mengatasi kekurangan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil  terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Gang Asia Jaya, Jalan Harapan Jaya Kota Baru Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan konsentrasi Pupuk Organik Cair yaitu p1 = 1 ml/liter; p2 = 2 ml/liter; p3 = 3 ml/liter; p4 = 4 ml/liter; p5 = 5 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 2 mst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun,volume akar, waktu berbunga, berat kering tanaman, tinggi tanaman 3 mst, tinggi tanaman 4 mst , jumlah buah pertanaman, berat per buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada pemberian Pupuk Organik Cair Hormon Tanaman Unggul dengan konsentrasi 3 ml/liter menghasilkan tinggi tanaman terung gelatik sebesar 7,43 cm. Kata Kunci: Aluvial, Pupuk Organik Cair, Terung Gelatik
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda AA Sudharmawan, AA Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adriantono Adriantono Adrianus Aping Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Aisyah Aisyah Akhira Nurfansyah Zed Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan ANDIKA ANDIKA Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anik Dwi Aryanti ARTI PURNAMA SARI Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati . Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati S.Hut., M.Si Asnawati, * Aswandi - Atirsa Kitri Basuni Basuni Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Christin Clarissariyani Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dea Maulidia Dian Asmarawati Dini Anggorowati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dwi Zulfita dwi zulfita Edy Suasono Eleos Eleos Elly Suharlina eni kusmawati eni septiarni Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti Ery Susanto etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti F.X Widadi Padmarsari Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Fransiskus Darma Putra Gustami Gustami Gustian Gustian Hadary, Ferry Hamdani - Haniya, Jihan Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra Indra Indra Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Inpurwanto Inpurwanto Ir. Setia Budi, MMA Ir. Warganda, MMA Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi KASIM PURNAMA YUSUF kurniawati, atika lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mariana Mariana Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Meiran Panggabean Memet Agustiar Meningai, Meningai mita elfini Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ningsih, Kurnia NORMALA NORMALA Nur Arifin NUR ARIFIN Nurbaiti R Nurmainah - pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Rachmawati Rafi Adista Putra Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Susana Rini Wahyuni RISKA MASYURA Robert Anggoro Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra RUSADI, IDRUS ARDI Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta Saulifah Dzulianningsih sawati, ely Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indah Lestari Tri Indra Wijaya Ummu Mardhiyyaturrosyidah Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS WALKIS Wardania Wardania Warganda Warganda Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia YERIKHO JIMMY KURNIAWAN Yohanes Gatot Sutapa Yohanes Ronaldi Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti Zubaidah R