Claim Missing Document
Check
Articles

Inventory of Natural Orchid Species in Sungai Pelaik Melemba Village Corseving Area at Danau Sentarum National Park Batang Lupar District Kapuas Hulu Regency YERIKHO JIMMY KURNIAWAN; Agustina Listiawati; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28738

Abstract

ABSTRACT Inventory of natural orchid species (Orchidaceae) is activity to record the data whether there is the presence and absence of orchid itself and also to find out the current existing species and it has economic value to communities. Orchid is a potential biological plant. This flower that is well-know as wilderness gem is a flowering plant which has diverse types, both colors, shapes and all part of the plant. Diversity of these Orchids that in habitat in West Kalimantan will gradually come to extinction and scarcity if they are ignored. Therefore, it must take a real further preservation and expansion toward these Orchids. The purpose of this study is to inventory natural orcid species in Sungai Pelaik, Melemba Village, conserving area at Danau Sentarum National Park, Batang Lupar District, Kapuas Hulu Regency. The research method used was purposive sampling namely, which is a withdrawal sample technique done based on the objective or the problem of the study. The sampling technique uses the path method to explore the research area of 10 ha. The result of this study found 26 species of orchid, consists of 25 types of epiphytes and 1 type of terrestrial.Keyword: Inventory, Orchid, Kapuas Hulu Regency
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Phalaenopsis sp HASIL KULTUR JARINGAN eni kusmawati; Agustina Listiawati; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12068

Abstract

Phalaenopsis sp has attracted a lot of people due to the beauty of its shape and colorful flower. Media was needed to seed this orchid, in this research, is easy to find; for example moss, fern, kadaka, and coconut coir. The use of mycorrhizal was beneficial for the orchid growth. The purpose of this research was to obtain the best result in the provision of mycorrhizal inoculants and get the various of media that is the best for the growth of Phalaenopsis sp seed. The research was conducted on the sample terrain of Agriculture Faculty Universitas Tanjungpura. This research used two factors Complete Randomized Design (RAL). The first factors is the m1: fern; m2: moss; m3: kadaka; and m4: coconut coir. The second factors were two degree of mycorrhizal inoculants; k0: without inoculant, k1: 100g of mycorrhizal inoculant. The parameters observed were percentage of survived plants, number of leaves increase, leaves width increase, leaves lenght increase leaves clorofile, number of roots, roots length, and percentage of infected roots. The research results showed that mycorrhizal inoculant given apparent result towards the leaves width increase, leaves lenght increase, leaves clorofile, number of roots, roots length, and percentage of infected roots, the use of media given apparent results towards roots length and leaves clorofile variable. Media treatment and mycorrhizal inoculants that there are no interaction of all the variables of observation. The best result given by moss media, having the best average variables in number of roots, roots length, and percentage of infected roots.Keywords: inoculant, mycorrhizal, media, Phalaenopsis sp
PENGARUH PAKET NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA SECARA HIDROPONIK Murti Lestari; Agustina listiawati; nur arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19692

Abstract

Selada adalah salah satu tanaman hortikultura yang merupakan sumber vitaminn dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Ketersediaan lahan pada saat ini merupakan permasalahan utama yan menjadi penghambat kegiatan pertanian. Sefara teknis sistem hidroponik dapat digunakan sebagai cara budidaya dengan keterbatasan tersebut. Paket nutrisi untuk tanaman hidroponik dalam penelitian ini dapat merakit sendiri dan paket nutrisi yang memang sudah tersedia khusus untuk hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket nutrisi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016 sampai Juli 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel sehingga total pengamatan sebanyak 120 tanaman. Perlakuan tersebut adalah A (1/2 MS), B (MS), C (Good Plant), D (Hidrofarm Viggie A+B). Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paket nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil selada secara hidroponik memberikan pengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun, berat segar dan volume akar, sedangkan pada berat kering berpengaruh tidak nyata. Pemberian paket nutrisi Hidrofarm viggie mix A+B dan Good Plant merupakan paket nutrisi lebih baik dibandingkan paket nutrisi  lainnya. Kata Kunci : Paket Nutrisi, Hidroponik, Pertumbuhan dan Hasil, Selada.
INVENTARISASI DAN KARAKTERISASI TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN WISATA ALAM BUKIT SEBUBUS KALIMANTAN BARAT Erlangga Tungga Dewa; Agustina Listiawati; Darussalam -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.1179

Abstract

Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman flora yang cukup tinggi, salah satu diantaranya tumbuhan paku. Tumbuhan paku mempunyai keindahan dari susunan dan bentuk daunnya yang menarik dan bervariasi sesuai dengan jenisnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan karakterisasi tumbuhan paku yang ada di kawasan wisata alam bukit Sebubus Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Wisata Alam Bukit Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas pada ketinggian 0-125 m dpl dengan lama penelitian mulai 18 Pebruari 24 Pebruari 2012. Penelitian ini terdiri dari 3 jalur pengamatan dimana pada jalur I yaitu pada ketinggian 10-50 m dpl, jalur II yaitu pada ketinggian 50-100 m dpl dan pada jalur III yaitu pada ketinggian 100-125. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode stratified sampling. Rata-rata jenis tumbuhan paku yang ditemukan pada tiap lokasi penelitian hampir sama, hal ini dikarenakan secara keseluruhan lokasi penelitian mempunyai topografi dan kondisi lingkungan yang hampir sama walaupun terdapat sedikit perbedaan dari jenis tumbuhan paku yang ada pada tiap lokasi penelitian. Secara keseluruhan tumbuhan paku yang ditemukan pada tiga lokasi penelitian berdasarkan ketinggian tempat dan habitat di Kawasan Wisata Alam Bukit Sebubus Kalimantan Barat. Hasil penelitian diperoleh 26 genus dan 35 spesies tumbuhan paku yang terdiri dari 13 famili. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Asplenium 2 jenis, Blechnum 2 jenis, Lindsaea 2 jenis, Lygodium 2 jenis, Pteris 2 jenis, Selliguea 2 jenis, Selaginella 2 jenis, Tectaria 2 jenis dan Vittaria 2 jenis.Kata kunci : Inventarisasi dan Karakterisasi, Tumbuhan Paku, Bukit Sebubus
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Cymbidium finlaysonianum Lindl. SECARA IN VITRO Rafi Adista Putra; ASNAWATI ASNAWATI; AGUSTINA LISTIAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28243

Abstract

       Kerusakan alam yang disebabkan oleh penebangan dan konversi lahan mengakibatkan kelestarian habitat anggrek Cymbidium finlaysonianum di alam semakin berkurang. Teknik in vitro merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam perbanyakan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung pada 13 September sampai 22 Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan BAP. Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, 2,0 ppm. Variabel yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah akar. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA dan BAP secara umum memberikan pertumbuhan yang sama pada anggrek Cymbidium finlaysonianum pada semua variabel pengamatan. Konsentrasi NAA yang efektif untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm. Konsentrasi BAP yang terbaik untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm.Kata kunci : Anggrek, BAP, Cymbidium finlaysonianum, in vitro, NAA
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI DECANTER SOLID DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY PADA TANAH PMK Ery Susanto; Agustina Listiawati; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57835

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media pembibitan memiliki beberapa kendala seperti tingkat kesuburan rendah. Kendala ini bisa di atasi dengan pemberian bahan organik seperti bokashi decanter solid. Penambahan magnesium juga dibutuhkan di main nursery, karena magnesium berfungsi dalam proses fotosintesis dan berbagai reaksi enzimetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik antara pemberian bokashi decanter solid dan pupuk magnesium terhadap pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kalimantan Barat pada tanggal 26 Oktober 2021 sampai 26 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi decanter solid yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 27 ton/ha, 83 ton/ha dan 139 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk magensium yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 220 kg/ha, 420 kg/ha, dan 620 kg/ha, sehingga ada 9 kombinasi perlakuan. Variabel pengamatan meliputi : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, jumlah pelepah daun, volume akar dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara bokashi decanter solid dan pupuk magnesium pada variabel pertambahan tinggi tanaman 2, 3, dan 4 bulan setelah tanam. Pemberian dosis bokashi decanter solid 83 ton/ha dan pupuk magnesium 420 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK.
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL Anik Dwi Aryanti; Surachman Surachman; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67541

Abstract

Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret – 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman.  Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa   setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman  dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa  8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.
PENGARUH SLUDGE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING KASIM PURNAMA YUSUF; agustina listiawati; setia budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sludge serta dosis yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil cabai pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 3 Juni 2016 –  9 Oktober 2016                   di Jl. Wonodadi 2 Gg. Permata Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini  menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari lima taraf perlakuan dan lima ulangan. Setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian Sludge dengan dosis:        s1 = 10 ton/ha, s2 = 20 ton/ha, s3 = 30 ton/ha, s4 = 40 ton/ha, dan s5 = 50 ton/ha. Variabel yang diamati dalam  penelitian ini adalah  meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (gram), umur berbunga (hari), berat buah pertanaman (gram), jumlah buah pertanaman (buah) dan berat perbuah (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian  Sludge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), berat buah pertanaman (gram) dan berat perbuah (gram). Pemberian Sludge sebanyak 10 ton/ha merupakan dosis yang efektif.   Kata kunci : Cabai, Sludge, Tanah Podsolik Merah Kuning
PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP PERTUMBUHAN SAMBUNG PUCUK TANAMAN JAMBU AIR CITRA Adriantono Adriantono; Agustina Listiawati; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap pertumbuhan jambu air citra. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi jalan Tanjung Raya 2 Gg. Haji Gani Kabupaten Kubu Raya selama 3 bulan. Metode yang digunakan  dalam penelitian ini  adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan  Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan, 5 ulangan dan terdapat 4 tanaman sampel yaitu: p1 (panjang entris 5 cm), p2 (panjang entris 10 cm), p3 (panjang entris 15 cm), p4 (panjang entris 20 cm) dan p5 (panjang entris 25 cm). Variabel yang diamati adalah: Persentase Tanaman Hidup (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai), Panjang Tunas (cm). Pada penelitian ini tidak ditemukan panjang entris yang terbaik untuk pertumbuhan sambung pucuk tanaman jambu air citra. Tetapi panjang entris yang efektif ditunjukan oleh pertumbuhan sambung pucuk dengan menggunakan panjang entris 10 cm.
PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP PADA FASE SEEDLING ANGGREK Cattleya sp Tri Indah Lestari; Setia Budi; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.777 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28232

Abstract

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang banyak diminati oleh masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan anggrek Cattleya sp pada fase seedling salah satunya dengan perbaikan teknik pemeliharaan tanaman, khususnya pemilihan media tanam dan konsentrasi pupuk.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara media tanam dan konsentrasi pupuk Growmore yang terbaik pada fase seedling anggrek Cattleya sp. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah media tanam (M) yang terdiri dari 3 jenis yaitu A: Pakis, B: Sabut Kelapa, C: Arang Kayu dan faktor kedua adalah konsentrasi pupuk pelengkap  (p) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1: 1 g/l, p2: 2g/l, p3: 3g/l. Perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Total keseluruhan diperoleh 81 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan panjang daun (cm), pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan lebar daun (cm), pertambahan jumlah akar (helai) dan pertambahan panjang akar (cm). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media tanam sabut kelapa merupakan media tanam terbaik untuk pertumbuhan anggrek Cattleya sp. Konsentrasi 1 g/l sampai 3 g/liter memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan anggrek Cattleya sp. Kata kunci: Cattleya sp, Media Tanam, Pupuk Pelengkap
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda AA Sudharmawan, AA Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adriantono Adriantono Adrianus Aping Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Aisyah Aisyah Akhira Nurfansyah Zed Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan ANDIKA ANDIKA Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anik Dwi Aryanti ARTI PURNAMA SARI Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati . Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati S.Hut., M.Si Asnawati, * Aswandi - Atirsa Kitri Basuni Basuni Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Christin Clarissariyani Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dea Maulidia Dian Asmarawati Dini Anggorowati Dini Anggorowati diyani, Rahmi dwi zulfita Dwi Zulfita Edy Suasono Eleos Eleos Elly Suharlina eni kusmawati eni septiarni Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti Ery Susanto etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti F.X Widadi Padmarsari Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Fransiskus Darma Putra Ghivari, Haikal Gustami Gustami Gustian Gustian Hadary, Ferry Hamdani - Haniya, Jihan Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra Indra Indra Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Inpurwanto Inpurwanto Ir. Setia Budi, MMA Ir. Warganda, MMA Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi KASIM PURNAMA YUSUF kurniawati, atika lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mariana Mariana Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Meiran Panggabean Memet Agustiar Meningai, Meningai mita elfini Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ningsih, Kurnia NORMALA NORMALA Nur Arifin NUR ARIFIN Nurbaiti R Nurmainah - pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Rachmawati Rafi Adista Putra Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Susana Rini Wahyuni RISKA MASYURA Robert Anggoro Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra RUSADI, IDRUS ARDI Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta Saulifah Dzulianningsih sawati, ely Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indah Lestari Tri Indra Wijaya Ummu Mardhiyyaturrosyidah Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS WALKIS Wardania Wardania Warganda Warganda Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia YERIKHO JIMMY KURNIAWAN Yohanes Gatot Sutapa Yohanes Ronaldi Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti Zubaidah R