Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK VANDA (Vanda sp) ASAL KULTUR JARINGAN eni septiarni; agustina listiawati; sri rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12234

Abstract

Komoditas hortikultura, terutama tanaman hias anggrek merupakan kebutuhan manusia dalam memenuhi kepuasaan estetika. Banyak permintaan terhadap anggrek Vanda sp akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi bibit yang memadai. Belum banyak penelitian tentang media yang memenuhi syarat pertumbuhan anggrek Vanda sp, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan inokulan mikoriza yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu m1 media arang kayu, m2 pakis, m3 serbuk gergaji dan m4 sabut kelapa dan faktor kedua adalah inokulasi mikoriza (C) yang terdiri dari 2 taraf yaitu c1 tanpa inokulan mikoriza dan c2 dengan inokulan mikoriza 100 g. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase hidup, jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase akar terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara media dan inokulan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Tanaman dengan pemberian mikoriza tumbuh lebih baik dari pada tanaman tanpa pemberian mikoriza. Perlakuan media yang baik adalah media pakis dan serbuk gergaji, dengan penambahan inokulasi mikoriza 100 g. Kata kunci : Anggrek vanda, kultur jaringan, media tanam, mikoriza
EFFECT OF PLANT GROWTH REGULATOR CONCENTRATION AGAINST THE GROWTH OF CROWN SHOOT OF THE PINEAPPLE ON PEAT LAND Gustami Gustami; Warganda Warganda; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28558

Abstract

ABSTARACTEfforts to multiply pineapple plants to date have not been many that use buds that come from the crown (Crown), seeds that come from this crown can produce more than one bud. the crown require hormones for optimal growth, one of which is by using superior plant hormones that play a role in stimulating the growth of pineapple seeds from the crown. The aim of this study was to find the best concentration of ZPT for the growth of pineapple seedlings from the crown on peat land. This research was carried out in a farm owned by a farmer, Jl. Parit Haji Mukhsin 2, with a study period of 3 months starting from 15 2018 January to 15 April 2018. The design used in this study was a Randomized Block Design (RBD) with 6 levels of ghost hormone treatment and each treatment there were 4 replications, each replication there were 3 samples. The treatment in question is h0 = without giving superior plant hormones, h1 = superior plant hormone concentration 3 ml / l, h2 = 5 ml / l superior plant hormone concentration, h3 = 7 ml / l superior plant hormone concentration, h4 = plant hormone concentration 9 ml / l superiority, and h5 = 11 ml / l superior plant hormone concentration. The variables observed in this study were height increase in plants, increase in the number of leaves, chlorophyll leaves, dry leaves and leaf area. The administration of superior plant hormones 11 ml / l can to increase the growth of the variable number of leaves and dry weight of the plant.Keywords:Black Plant Hormone, Peat Land, Pineapple   
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON DI TANAH GAMBUT WALKIS WALKIS; SETIA BUDI; AGUSTINA LISTIAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.464 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26212

Abstract

PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK NPK TERHADAPPERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELONDI TANAH GAMBUTWalkis (1, Setia Budi (2, Agustina Listiawati (31) Mahasiswa Fakultas Pertanian, dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpua Pontianake-mail :walkiskis50@gmail.com  ABSTRAKBudidaya melon di tanah gambut dihadapkan pada kendala, salah satunya seperti pH dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Abu kayu dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pH dan memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk majemuk mengandung unsur N, P, dan K  yang bermanfaat untuk hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh interaksi antara abu kayu dan pupuk NPK pada tanaman melon di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu faktor abu kayu (k) dengan 3 perlakuan yaitu k1 = 14,07 ton/ha,  k2 = 18,70 ton/ha, k3 = 23,32 ton/h dan faktor pupuk NPK dengan 3 perlakuan yaitu a1 = 200 kg/ha, a2 = 300 kg/ha, a3 = 400 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi, klorofil daun, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah, berat buah per tanaman, berat buah per petak dan kadar gula. Hasil penelitian penunjukkan bahwa pemberian abu kayu 14,07 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon di tanah gambut, namun tidak terjadi interaksi antara abu kayu dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon di tanah gambut. Kata kunci: Abu Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Tanaman Melon.
Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Anggrek Cattleya sp Robert Anggoro; Agustina Listiawati; Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair yang terbaik terhadap pertumbuhan anggrek Cattleya sp pada masa vegetatif. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot, sebagai anak petak konsentrasi pupuk (K), 3 taraf perlakuan dan petak utama frekuensi (F), 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman, sehingga dihasilkan 81 satuan percobaan. Perlakuan tersebut adalah konsentrasi, k1= 1 ml/l air, k2= 3 ml/l air, k3= 5 ml/l air dan frekuensi f1= 2 hari sekali, f2= 3 hari sekali f3= 4 hari sekali. Variabel yang diamati iyalah pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun, pertambahan panjang daun, pertambahan jumlah tunas, pertambahan jumlah akar.Hasil penelitian diketahui bahwa interaksi  pemberian POC super bionik dengan konsentrasi dan frekuensi yang berbeda memberikan pengaruh nyata pada pertambaahan panjang daun, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun, pertambahan jumlah tunas dan pertambahan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian  POC Super bionik dengan konsentrasi 1 ml/liter air dan frekuensi 4 hari sekali memberikan pengaruh terhadap pertambahan panjang daun pada  pertumbuhan  tanaman anggrek Cattleya sp.  Kata Kunci: Cattleya sp, frekuensi dan konsentrasi, pupuk organik cair, super bionik
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Wardania Wardania; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63073

Abstract

Budidaya tanaman kubis bunga pada tanah gambut menghadapi masalah pH tanah yang rendah dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan pH tanah dengan pemberian abu sekam padi dan pupuk magnesium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi abu sekam padi dan pupuk magnesium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 5 September – 7 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Abu Sekam Padi yang terdiri dari 3 taraf dosis perlakuan diantaranya a1: 5 ton/ha, a2: 15 ton/ha, dan a3:25 ton/ha dan faktor kedua adalah Pupuk Magnesium dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya m1: 50 kg/ha, m2: 100 kg/ha, dan m3: 150 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut didapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian ini adalah tidak terjadi interaksi antara pemberian abu sekam padi dan pupuk Magnesium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Pemberian pupuk Magnesium dosis 50 kg/ha setara dengan 1,2 g/polybag merupakan dosis yang efesien untuk menunjang pertumbuhan tanaman kubis bunga yaitu volume akar. Pemberian abu sekam padi 15 ton/ha setara dengan 360 g/polybag memberikan hasil yang baik pada hasil kubis bunga yaitu berat segar bunga. 
RESPONS PERTUMBUHAN ANGGREK Macodes petola TERHADAP KONSENTRASI PUPUK HIDROPONIK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF KULTUR JARINGAN Aisyah AISYAH; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati, M.P.
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44026

Abstract

Upaya perbanyakan anggrek yang dapat dilakukan salah satunya adalah kultur jaringan. Penggunaan media alternatif pupuk hidroponik belum banyak dilakukan, terutama untuk menanam anggrek secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi terbaik pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan bagi pertumbuhan tanaman anggrek Macodes petola. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak selama 4 bulan sejak bulan September 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 4 taraf konsentrasi pupuk hidroponik, setiap perlakuan terdapat 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 100 unit percobaan, adapun perlakuannya terdiri dari v0: MS, v1 : 1 ml/l, v2: 3 ml/l, v3: 5 ml/l, dan v4: 7 ml/l. Variabel yang diamati antara lain waktu muncul tunas pertama (MST), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai), dan jumlah buku per tunas (buku). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan mampu menyamai pertumbuhan sub kultur anggrek Macodes petola pada media MS. Konsentrasi pupuk hidroponik 3 ml/l menghasilkan jumlah tunas yang tertinggi sebanyak 2,10 tunas pada eksplan kultur jaringan anggrek Macodes petola.
PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL Yuspiatuti Yuspiatuti; Agustina Listiawati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10496

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih Pada Media Serbuk Gergaji Fransiskus Darma Putra; Ir. Agustina Listiawati, MP; Ir. Warganda, MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51494

Abstract

Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jamur tiram putih membutuhkan banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana semakin banyak zat nutrisi yang tersedia maka hasil dan pertumbuhan jamur tiram akan semakin maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 Mei 2021 - 15 Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi POC dengan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel.. Konsentrasi POC p0 = tanpa POC, p1 = POC 5%, p2 = POC 10%, p3 = POC 15%, p4 = POC 20% dan p5 = POC 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen panen dengan waktu terbaik yaitu pada pemberian POC dengan konsentrasi 10% dengan rerata 19,25 hari, berat basah pemberian POC dengan konsentrasi 20% memberikan hasil terbaik yaitu dengan rerata 111,15 g, dan diameter tubuh buah pemberian POC dengan konsentrasi 5% memberikan hasil terbaik dengan rerata 10,34 cm.
PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP KECEPATAN TUMBUH BIBIT NANAS ASAL SETEK BATANG PADA MEDIA TANAM PMK Yohanes Ronaldi; Agustina Listiawati; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61996

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman daerah tropis yang tumbuh di Kalimantan Barat pada lahan gambut. Perbanyakan tanaman nanas secara setek batang masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan proses pertumbuhannya sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan bibit dalam waktu singkat, sehingga memerlukan hormon auksin dan sitokinin untuk mempercepat pertumbuhan setek asal batang nanas. Salah satu tanaman yang banyak mengandung auksin dan sitokinin adalah air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa yang terbaik terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam PMK. Penelitian ini dilaksanakan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pemberian konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel setek tanaman sehingga total tanaman keseluruhan berjumlah 120 unit setek tanaman. Variabel yang diamati yaitu waktu muncul tunas, persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi air kelapa memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam Podsolik Merah Kuning.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK PELENGKAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK Vanda sp ASAL KULTUR JARINGAN Acinake Acinake; Agustina Listiawati; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17470

Abstract

ABSTRAK   Anggrek Vanda merupakan salah satu genus anggrek yang banyak diminati dan sangat populer di berbagai kalangan. Pemeliharaan bibit anggrek menjadi tanaman dewasa masih banyak menemukan kendala karena bibit yang masih kecil sangat sensitif terhadap lingkungannya dan bibit tersebut sangat membutuhkan suplai unsur hara yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pemberian Pupuk Pelengkap Cair (PPC) dapat memenuhi kebutuhan unsur hara bibit Anggrek Vanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair terhadap pertumbuhan bibit Anggrek hasil persilangan Vanda sanderiana dengan Vanda Coerolea asal kultur jaringan. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 tanaman. Total keseluruhan diperoleh 100 sampel tanaman. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi PPC , k1 : 0,1%, k2: 0,2%, k3 : 0,3%, k4 : 0,4% dan k5 : 0,5%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah : persentase anggrek hidup (%), pertambahan jumlah daun (helai), panjang daun (cm), jumlah akar (helai) dan panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair memberikan memberikan respon yang baik terhadap pertambahan jumlah daun dan jumlah akar, namun memberikan respon yang sama terhadap pertambahan panjang daun, pertambahan panjang akar dan persentase anggrek hidup terhadap pertumbuhan bibit Anggrek hasil persilangan Vanda sanderiana dengan Vanda coerolea asal kultur jaringan. Pada penelitian ini tidak ditemukan konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair Grow Quick S yang terbaik tetapi konsentrasi efektif untuk pertumbuhan bibit Anggrek hasil persilangan Vanda sanderiana dengan Vanda coerolea asal kultur jaringan adalah pemberian Pupuk Pelengkap Cair konsentrasi 0,1 %.   Kata kunci : Anggrek Vanda, Kultur Jaringan, Pupuk Pelengkap Cair
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda AA Sudharmawan, AA Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adriantono Adriantono Adrianus Aping Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Aisyah Aisyah Akhira Nurfansyah Zed Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan ANDIKA ANDIKA Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anik Dwi Aryanti ARTI PURNAMA SARI Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati . Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati S.Hut., M.Si Asnawati, * Aswandi - Atirsa Kitri Basuni Basuni Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Christin Clarissariyani Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dea Maulidia Dian Asmarawati Dini Anggorowati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dwi Zulfita dwi zulfita Edy Suasono Eleos Eleos Elly Suharlina eni kusmawati eni septiarni Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti Ery Susanto etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti F.X Widadi Padmarsari Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Fransiskus Darma Putra Gustami Gustami Gustian Gustian Hadary, Ferry Hamdani - Haniya, Jihan Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra Indra Indra Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Inpurwanto Inpurwanto Ir. Setia Budi, MMA Ir. Warganda, MMA Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi KASIM PURNAMA YUSUF kurniawati, atika lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mariana Mariana Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Meiran Panggabean Memet Agustiar Meningai, Meningai mita elfini Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ningsih, Kurnia NORMALA NORMALA Nur Arifin NUR ARIFIN Nurbaiti R Nurmainah - pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Rachmawati Rafi Adista Putra Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Susana Rini Wahyuni RISKA MASYURA Robert Anggoro Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra RUSADI, IDRUS ARDI Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta Saulifah Dzulianningsih sawati, ely Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indah Lestari Tri Indra Wijaya Ummu Mardhiyyaturrosyidah Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS WALKIS Wardania Wardania Warganda Warganda Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia YERIKHO JIMMY KURNIAWAN Yohanes Gatot Sutapa Yohanes Ronaldi Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti Zubaidah R