Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BOKASI PAITAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Meningai, Meningai; Listiawati, Agustina; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99273

Abstract

Tanaman lobak (Rhaphanus sativus L.) adalah sayuran berumbi asal Asia Barat dan Eropa, dengan varietas putih paling umum dikonsumsi. Umbinya kaya zat dan vitamin, sehingga dibudidayakan sebagai sayuran dan obat. Tanah podsolik merah kuning (PMK) memiliki kendala seperti struktur menggumpal, agregat tidak stabil, permeabilitas rendah, miskin unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg) dan mikro (Zn, Mo, Cu, B), serta bahan organik. Bokasi paitan digunakan untuk memperbaiki kerusakan tanah akibat pupuk anorganik dan meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah PMK. Penelitian bertujuan menentukan dosis terbaik bokasi paitan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan lobak di tanah PMK. Lokasi penelitian di Jalan W.R. Supratman Pontianak selama ±4 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: bokasi paitan (30, 40, 50 ton/ha) dan pupuk NPK (300, 400, 500 kg/ha). Setiap kombinasi diulang 3 kali dengan 4 sampel tanaman, total 108 tanaman. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, berat segar dan kering umbi, diameter, serta panjang umbi. Hasil menunjukkan interaksi signifikan antara bokasi paitan dan pupuk NPK terhadap berat kering tanaman. Kombinasi bokasi 40 ton/ha dan NPK 500 kg/ha menghasilkan berat kering tertinggi, serta efisien pada variabel umbi lainnya.
Pengaruh Tepung Cangkang Kerang Hijau dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah Gambut Amanda, Tasya; Listiawati, Agustina; Zulfita, Dwi
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i2.91395

Abstract

The Impact of Green Mussel Shell Powder and KNO3 Fertilizer On the Growth and Yield of Edamame Soybean In Peat Soil. In Indonesia, edamame soybeans are a healthy and nutritious food choice, utilized as a new business opportunity in the soy-based food and beverage industry. Peat soil, as a planting medium, faces low pH levels, limiting nutrient availability. Green mussel shell flour can serve as an alternative material to neutralize soil acidity in peat soil because it contains calcium carbonate, which neutralizes peat soil acidity. This study aims to determine the best interaction dose of green mussel shell flour and KNO₃ fertilizer on the growth and yield of edamame plants in peat soil. The research was conducted in Southeast Pontianak District, Pontianak City, West Kalimantan. This research took place from August 2024 to November 2024. The design used in this study was a Factorial Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatments. The first factor was green mussel shell flour (K), consisting of 3 treatment levels: 0.84 tons/ha, 1.64 tons/ha, and 2.44 tons/ha, while the second factor was KNO₃ fertilizer (P), consisting of 3 treatment levels: 300 kg/ha, 450 kg/ha, and 600 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times. The variables observed in this study included: plant height, root volume, plant dry weight, number of productive branches, number of pods per plant, pod weight per plant, number of empty pods per plant, and number of filled pods per plant. The results showed an interaction between the application of green mussel shell flour and KNO₃ fertilizer on the root volume and dry weight of edamame soybeans in peat soil. The application of green mussel shell flour at a dose of 0.84 tons/ha and KNO₃ fertilizer at a dose of 300 kg/ha, as well as the application of green mussel shell flour at a dose of 2.44 tons/ha and KNO₃ fertilizer at a dose of 300 kg/ha, showed an efficient dose on root volume, which was 21.33 cm3, and plant dry weight, which was 26.71 g/plant.adalah Rancangan Acak Lengkap Fakrorial (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan. Faktor pertama yaitu tepung cangkang kerang hijau (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0,84 ton/ha, 1,64 ton/ha, dan 2,44 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk KNO₃ (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 300 kg/ha, 450 kg/ha, dan 600 kg/ha. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sample, sehinga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variable yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman, jumlah polong hampa pertanamna, dan jumlah polong isi pertanaman.  Hasil penelitian menujukan bahwa Terjadi interaksi antar pemberian tepung cangkang kerang hijau dan pupuk KNO3 terhadap volume akar dan berat kering tanaman kedelai edamame pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang kerang hijau dengan dosis 0,84 ton/ha dan pupuk KNO3 dengan dosis 300 kg/ha serta pemberian tepung cangkang kerang hijau dengan dosis 2,44 ton/ha dan pupuk KNO3 dengan dosis 300 kg/ha menunjukkan dosis efisien terhadap terhadap volume akar yaitu 21,33 cm3 dan berat kering tanaman yaitu 26,71 g/tanaman.
PENGARUH TRIAKONTANOL DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Ghivari, Haikal; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100941

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan dengan prospek pengembangan yang baik di Kalimantan Barat, terutama pada tanah aluvial yang kaya endapan mineral dan mendukung pertumbuhan tanaman. Triakontanol sebagai ZPT diketahui berpotensi meningkatkan produktivitas melalui stimulasi pertumbuhan akar, sedangkan pupuk NPK menyediakan nutrisi esensial bagi perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi triakontanol dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak dari 26 Agustus–17 Oktober 2024 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga taraf triakontanol (0,01; 0,03; 0,05 ppm) dan tiga dosis NPK (200; 400; 600 kg/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, komponen hasil, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara triakontanol dan NPK terhadap tinggi tanaman 7 MST, berat polong, dan berat 100 biji. Triakontanol berpengaruh terhadap tinggi tanaman 6 MST, sedangkan NPK berpengaruh terhadap umur berbunga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi perlakuan tertentu mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau pada tanah aluvial serta memberikan kontribusi dalam pengelolaan pemupukan dan penggunaan ZPT pada budidaya kacang hijau.
In Vitro Shoot Induction of Nepenthes sp. Using BAP and NAA on Half-Strength MS Medium: Induksi Tunas Nepenthes sp. Secara In Vitro dengan Aplikasi BAP dan NAA pada Media ½ MS Cordy Renantasyah; Asnawati; Agustina Listiawati
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 15 No 1 (2026): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v15i1.3983

Abstract

Perbanyakan tanaman Nepenthes sp. secara masih menghadapi berbagai kendala, seperti laju pertumbuhan yang lambat dan tingkat keberhasilan perbanyakan yang rendah, sehingga diperlukan metode perbanyakan alternatif melalui teknik kultur in vitro . Keberhasilan kultur in vitro sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat pengatur tumbuh, khususnya auksin dan sitokinin, yang berperan dalam mengatur arah pertumbuhan jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi interaksi BAP dan NAA yang terbaik terhadap induksi tunas Nepenthes sp . secara in vitro pada media ½ MS. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Periode penelitian dari bulan Oktober 2025-Januari 2026. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 2 sampel, setiap botol ditanami 1 eksplan. Jumlah unit percobaan yaitu 9 x 3 x 2 menjadi 54 eksplan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi interaksi BAP dan NAA memberikan pengaruh yang sama terhadap induksi tunas Nepenthes secara in vitro pada media ½ MS. Kata kunci: BAP, in vitro, Induksi Tunas, NAA, Nepenthes.
Pertumbuhan Aklimatisasi Bibit Tiga Varietas Krisan pada Beberapa Persentase Naungan Rizky Hasanan; Agustina Listiawati; Asnawati
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v5i1.8703

Abstract

Chrysanthemum is an ornamental plant widely cultivated in Indonesia, with various varieties that have unique and attractive characteristics. Each variety responds differently to changes in light intensity. Providing shade can help regulate the light intensity received by chrysanthemum seedlings during the acclimatization stage. This study aimed to determine the best shade percentage for the acclimatization growth of three chrysanthemum varieties. The research was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, for three months, from October to December 2024. The experiment used a Split Plot Design (Split Plot) with a Randomized Block Design (RBD), consisting of two factors: shade percentage and variety. There were three levels of shade and three chrysanthemum varieties, resulting in nine treatment combinations. Each treatment was repeated three times, with each replication consisting of three sample plants, resulting in 81 experimental units. The shade percentages used were 25% (n1), 50% (n2), and 75% (n3), and the varieties tested were Xanne (v1), Suciyono (v2), and Pinka Pinky (v3). Observed variables included plant survival rate, plant height, stem diameter, internode length, number of internodes, number of flower primordia, leaf color changes, along with supporting data such as temperature, humidity, and light intensity. The results showed that 50% shade was effective in promoting plant height and the number of flower primordia in the three varieties: Xanne, Suciyono, and Pinka Pinky. The Suciyono variety exhibited good vegetative and generative growth under all shade percentages.
Pengaruh Bokashi Ampas Tahu dan Inokulan Rhizobium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Tanah Podsolik Merah Kuning Asrari, Ryanda; Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol. 2 No. 2 (2026): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) adalah komoditas tanaman pangan utama di Indonesia yang berperan penting dalam ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi yang terbaik dari pemberian bokashi ampas tahu dan inokulan Rhizobium terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu dosis Bokashi Ampas Tahu (b) dengan 3 taraf, yaitu: b1 = 10 ton, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha dan dosis Inokulan Rhizobium (i) dengan 3 taraf, yaitu: i1 = 5 g/kg benih, i2 = 10 g/kg benih, i3 = 15 g/kg benih. Setiap interaksi perlakuan diulang sebanyak 4 kali, menghasilkan 36-unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga tanaman, persentase bintil akar efektif, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, dan berat per 100 biji. Hasil penelitiancmenunjukkan bahwa interaksi antara bokashi ampas tahu 10 ton/ha dan inokulan Rhizobium 5 g/kg benih merupakan dosis interaksi yang efektif dan efisien serta interaksi antara bokashi ampas tahu 20 ton/ha dan inokulan Rhizobium 5 g/kg benih merupakan dosis interaksi yang terbaik terhadap volume akar.
INVENTARISASI DAN KARAKTERISASI TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN WISATA ALAM BUKIT SEBUBUS KALIMANTAN BARAT Dewa, Erlangga Tungga; Listiawati, Agustina; -, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 1 No. 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.1179

Abstract

Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman flora yang cukup tinggi, salah satu diantaranya tumbuhan paku. Tumbuhan paku mempunyai keindahan dari susunan dan bentuk daunnya yang menarik dan bervariasi sesuai dengan jenisnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan karakterisasi tumbuhan paku yang ada di kawasan wisata alam bukit Sebubus Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Wisata Alam Bukit Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas pada ketinggian 0-125 m dpl dengan lama penelitian mulai 18 Pebruari – 24 Pebruari 2012. Penelitian ini terdiri dari 3 jalur pengamatan dimana pada jalur I yaitu pada ketinggian 10-50 m dpl, jalur II yaitu pada ketinggian 50-100 m dpl dan pada jalur III yaitu pada ketinggian 100-125. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode stratified sampling. Rata-rata jenis tumbuhan paku yang ditemukan pada tiap lokasi penelitian hampir sama, hal ini dikarenakan secara keseluruhan lokasi penelitian mempunyai topografi dan kondisi lingkungan yang hampir sama walaupun terdapat sedikit perbedaan dari jenis tumbuhan paku yang ada pada tiap lokasi penelitian. Secara keseluruhan tumbuhan paku yang ditemukan pada tiga lokasi penelitian berdasarkan ketinggian tempat dan habitat di Kawasan Wisata Alam Bukit Sebubus Kalimantan Barat. Hasil penelitian diperoleh 26 genus dan 35 spesies tumbuhan paku yang terdiri dari 13 famili. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Asplenium 2 jenis, Blechnum 2 jenis, Lindsaea 2 jenis, Lygodium 2 jenis, Pteris 2 jenis, Selliguea 2 jenis, Selaginella 2 jenis, Tectaria 2 jenis dan Vittaria 2 jenis.Kata kunci : Inventarisasi dan Karakterisasi, Tumbuhan Paku, Bukit Sebubus
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN DI TANAH GAMBUT Wijaya, Tri Indra; Listiawati, Agustina; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2574

Abstract

Tanah gambut dalam pemanfaatannya sebagai lahan pertanian banyak dijumpai kendala dan hambatan, salah satunya seperti pH dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Abu kayu dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pH dan memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S yang bermanfaat untuk hasil tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi abu kayu dan pupuk phonska serta dosis yang terbaik terhadap hasil mentimun di tanah gambut. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (a) dan faktor pupuk phonska (p). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan, faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 6,82 ton/ha abu kayu, a2 = 11,12 ton/ha abu kayu, a3 = 15,35 ton/ha abu kayu, Faktor kedua pupuk phonska terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 300 kg phonska/ha, p2 = 400 kg phonska/ha, p3 = 500 kg phonska/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata buah per tanaman, diameter buah per tanaman, produksi per petak dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu 6,82 ton/ha, 11,12 ton/ha, 15,35 ton/ha dan pupuk phonska 300 kg/ha, 500kg/ha memberikan pengaruh yang sama pada tanaman mentimun yang ditunjukan dengan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata, diameter buah dan berat per petak. Pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata buah per tanaman, pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel diameter buah pertanaman, sedangkan abu kayu dengan dosis 15,35 ton/ha dan 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel berat per petak. Kata kunci : Abu Kayu, Mentimun, Pupuk Phonska, Tanah Gambut.
PENGARUH KONSENTRASI KINETIN DAN NAA TERHADAP INDUKSI TUNAS DAN AKAR PADA STEK BATANG NENAS Eleos, Eleos; Siregar, Chairani; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3720

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi Kinetin dan NAA yang terbaik untuk menginduksi tunas dan akar pada stek batang nenas. Penelitian ini dilakukan dipekarangan milik masyrakat di Jl. Perdamaian, Kota Baru, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, yang dilaksanakan dari tanggal 6 Februari 2012 sampai dengan tanggal 4 Mei 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dua faktor yaitu konsentrasi kinetin terdiri atas 6 taraf dan NAA terdiri atas 6 taraf, diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel stek batang nenas. Perlakuannya adalah konsentrasi kinetin yakni 0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm dan 5 ppm. Konsentrasi NAA yakni 0 ppm, 0,5 ppm, 1,5 ppm, 2,5 ppm, 3,5 ppm dan 4,5 ppm. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu waktu terbentuknya tunas (hari), persentase terbentuknya tunas (%), persentase terbentuknya akar (%), jumlah tunas (helai), jumlah akar (helai), dan persentase stek yang hidup (%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan dengan menggunakan konsentrasi 1 ppm kinetin dan 1,5 ppm NAA memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan tunas dan akar pada stek batang nenas. Kata kunci : Kinetin, NAA, Induksi Tunas, Akar, Stek Batang Nenas
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN STEK DAUN NENAS yolla, nove neranda nadesta; Listiawati, Agustina; wi, Inpurwanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6274

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Pupuk organik berperan dalam pertumbuhan tanaman, salah satunya adalah untuk pembentukan tunas-tunas baru pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi yang terbaik dari pupuk organik cair yang mengandung BAP untuk pertumbuhan setek daun nenas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor, terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi pupuk organik cair, diulang sebanyak 4 kali serta setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Perlakuan S1 (0,2 ppm), S2 (0,3 ppm), S3 (0,4 ppm) , S4 (0,5 ppm), S5 (0,6 ppm) dan S6 (0,7 ppm). Variabel yang diamati adalah waktu terbentuknya tunas (hari), jumlah tunas, persentase terbentuknya tunas (%), tinggi tunas (cm), persentase terbentuknya akar (%), dan panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh tidak nyata terhadap waktu terbentuknya tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, persentase terbentuknya akar, dan panjang akar, tetapi berpengaruh nyata terhadap persentase terbentuknya tunas. Konsentrasi pupuk sebesar 0,2 ppm, 0,3 ppm, 0,4 ppm, 0,5 ppm, dan 0,6 ppm memberikan hasil terbaik pada variabel persentase terbentuknya tunas sebesar 100 %. Kata kunci : Pupuk Organik Cair, Nenas, Setek Daun
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake, Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adrianton Adrianton Afrizal - Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan Andika Andika Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anggoro, Robert Anggorowati, M.Sc, Ir. Dini Aping, Adrianus Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati, * Asrari, Ryanda Aswandi - Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Budi, Setia Budi Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Clarissariyani, Christin Cordy Renantasyah Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dian Asmarawati Dini Anggorowati diyani, Rahmi Dodi, Donatus Dwi Aryanti, Anik Dwi Zulfita dwi zulfita Dzulianningsih, Saulifah Edy Suasono Eleos Eleos elfini, mita Elly Suharlina Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti Fatinah, Anisa Fitri Ferry Hadary Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Ghivari, Haikal Gunawan Gunawan Gustami Gustami, Gustami Gustian Gustian Hadi, Irfan Setia Hamdani - Haniya, Jihan Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra, Indra Indra Inpurwanto Inpurwanto Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi Kitri, Atirsa KURNIAWAN, YERIKHO JIMMY kurniawati, atika kusmawati, eni Lestari, Tri Indah lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mardhiyyaturrosyidah, Ummu Mariana Mariana MASYURA, RISKA Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Maulidia, Dea Meiran Panggabean Melsy, Clara Francini Memet Agustiar Meningai, Meningai Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ngaing, Rhalmundus Sain Ningsih, Kurnia NORMALA, NORMALA Nur Arifin, Nur Nurbaiti R, Nurbaiti Nurmainah - Nurul Hafizah Padmarsari, F.X Widadi Pertiwi, Suciaty Pratama, Yoshafat Andika pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Putra, Rafi Adista Rachmawati Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi REZA FAHLEVI rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Wahyuni Rizky Hasanan Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra Ronaldi, Yohanes RUSADI, IDRUS ARDI S.Hut., M.Si, Asnawati Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati SARI, ARTI PURNAMA Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta sawati, ely septiarni, eni Setia Budi Setia Budi Sholva, Yus Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Surya, Muhammad Rasta Susanto, Ery Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indra Wijaya Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Uslianti, Silvia Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS, WALKIS Wardania, Wardania Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy WI, INPURWANTO Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia Yeti Rohayeti Yoga, Kristian Yohanes Gatot Sutapa yolla, nove neranda nadesta Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti, Yuspiatuti YUSUF, KASIM PURNAMA Zed, Akhira Nurfansyah Zubaidah R