Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF MEDIA COMBINATION TO THE GROWTH OF Coelogyne pandurata ORCHID ON ACLIMATED STAGES RISKA MASYURA; ASNAWATI ASNAWATI; AGUSTINA LISTIAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26475

Abstract

Acclimatization is a stage of conditioning the plan of multiplication through invitro to invivo environment. The success of acclimatization depends on the growth media that is appropriate to the type and nature of orchids. This study aims to find the best combination of growth media acclimatization of Coelogyne pandurata orchids. The study was conducted at the shelter house Green Villa of the Faculty of Agriculture of University of Tanjungpura Pontianak for 4 months. It was starting from August 11th, 2017 to December 10th, 2017. The study used a Completely Randomized Design (RAL), consisting of 6 treatment levels, 4 replicates and each treatment unit consisting of 4 plants. Observational variables included live percentage, number of leaves, leaf length increase, number of buds, and number of root, root length and environmental observation. The results showed that the combination treatment of growth media for the growth of Coelogyne pandurata orchid had significant effect on the number of shoots and had no significant effect on the percentage of live, number of leaves,  the increase of leaf length, number of root and root length. Based on the research, it can be concluded that all combinations media provide live percentage of more than 80% and the combination of coconut fiber and fern gives the best result the number of  buds that is 2,56 buds.Keywords: Acclimatization, Coelogyne pandurata Orchid, Combination of Media.
PENGARUH BOKASI BATANG PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Atirsa Kitri; Maulidi Maulidi; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62091

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura tergolong sayuran rempah yang banyak dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Selain itu bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, minyak atsri, bawang goreng bahkan sebagai obat untuk menurunkan kadar kolesterol, tekananan darah, gula darah dan mencegah penggumpalan darah. Sebagai komoditas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat maka perlu diupayakan untuk produksi bawang merah, satu diantaranya dengan pemanfaatan lahan PMK sebagai areal tanam bawang merah. Tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersedian bahan organik tanah dan unsur hara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan PMK adalah dengan pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian bokasi batang pisang dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah PMK. Penelitian dilaksankan pada lahan di Jl. Milenium Perumahan Grand Arfiz No.34a Sungai Ambawang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama yaitu bokasi batang pisang dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi interaksi terhadap pemberian bokasi batang pisang dosis 320 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha pada variabel berat kering angin umbi per umbi yaitu 7,81 g.
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK PHONSKA TERHADAP HASIL TANAMAN MENTIMUN DI TANAH GAMBUT Tri Indra Wijaya; Agustina Listiawati; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2574

Abstract

Tanah gambut dalam pemanfaatannya sebagai lahan pertanian banyak dijumpai kendala dan hambatan, salah satunya seperti pH dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Abu kayu dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan pH dan memperbaiki kesuburan tanah, sedangkan pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S yang bermanfaat untuk hasil tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi abu kayu dan pupuk phonska serta dosis yang terbaik terhadap hasil mentimun di tanah gambut. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah dengan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (a) dan faktor pupuk phonska (p). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan, faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 6,82 ton/ha abu kayu, a2 = 11,12 ton/ha abu kayu, a3 = 15,35 ton/ha abu kayu, Faktor kedua pupuk phonska terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 300 kg phonska/ha, p2 = 400 kg phonska/ha, p3 = 500 kg phonska/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat rata-rata buah per tanaman, diameter buah per tanaman, produksi per petak dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu kayu 6,82 ton/ha, 11,12 ton/ha, 15,35 ton/ha dan pupuk phonska 300 kg/ha, 500kg/ha memberikan pengaruh yang sama pada tanaman mentimun yang ditunjukan dengan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata, diameter buah dan berat per petak. Pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah buah, berat buah, berat rata-rata buah per tanaman, pemberian abu kayu dengan dosis 11,12 ton/ha dan pupuk phonska 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel diameter buah pertanaman, sedangkan abu kayu dengan dosis 15,35 ton/ha dan 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi pada variabel berat per petak. Kata kunci : Abu Kayu, Mentimun, Pupuk Phonska, Tanah Gambut.
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Paphiopedilum hookerae PADA FASE REMAJA ARTI PURNAMA SARI; AGUSTINA LISTIAWATI; DINI ANGGOROWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.644 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26569

Abstract

 PENGARUH  JENIS MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK  Paphiopedilum hookerae PADA FASE REMAJA Arti Purnama Sari1), Agustina Listiawati2) dan Dini Anggorowati2)1)Mahasiswa 2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Email: arti.purnamasari@gmail.com ABSTRAKAnggrek Paphiopedilum hookerae memerlukan media yang cocok untuk pertumbuhannya sebagaimana di habitat alaminya. Budidaya anggrek ini secara ex-situ dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis media tumbuh yang sesuai dengan sifat hidup anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mencari media tanam yang terbaik bagi pertumbuhan anggrek Paphiopedilum hookerae pada fase remaja. Penelitian dilaksanakan di Bengkayang selama 5 bulan mulai tanggal 15 Oktober 2017 sampai 20 Februari 2018. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 4 sampel, dengan jumlah total keseluruhan populasi adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah : A = Cacahan Pakis B = Lumut C = Sabut Kelapa D = Akar Kadaka E = Arang Kayu dan menggunakan media dasar serasah daun. Variabel pengamatan meliputi pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun, pertambahan panjang daun, pertambahan jumlah akar dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis media tanam untuk pertumbuhan anggrek Paphiopedilum hookerae berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun dan pertambahan panjang daun. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media lumut memberikan hasil terbaik pada pertambahan jumlah daun yaitu 1,70 helai dan pertambahan panjang daun  yaitu 2,04 cm serta media sabut kelapa memberikan hasil terbaik pada pertambahan lebar daun yaitu 0,56 cm. Kata Kunci: Anggrek Paphiopedilum hookerae, Fase Remaja, Jenis Media
THE EFFECT OF TYPE ORGANIC SUPPLEMENTS ON THE GROWTH ORCHID Phalaenopsis hybrid SUBCULTURE IN MS MEDIA mita elfini; asnawati .; agustina listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36787

Abstract

Culture media is one of the main factors that determine the success propagation with in vitro culture. Basic media in vitro culture such as Murashige and Skoog (MS) with the addition of complex organic compounds can increase plantlet growth in tissue culture.This study aims to determine the effect of the addition various types organic supplements to MS media on the growth of Phalaenopsis hybrid sub-culture in vitro. This study began from 14 August to 14 December 2018 in the Biotechnology Laboratory, Agriculture Faculty, Tanjungpura University.The methodology that was in study used Completely Randomized Designed (CRD) consisted of 6 treatments, 4 treatments and each replications there were 4 plant sample. The treatment is as follows : U= MS; V= MS+ Coconut Water Supplement; W= MS+Beans Sprout Supplement; X=MS+Carrot Supplement; Y= MS+ Aloe Vera Supplement and Z= MS+ Tomatoes supplement  for each treatment 100 ml / L of organic supplements were added. The variable observed in this study were increment number of leaves (sheet), increment number of root (sheet), Number of shoots ( Shoots) and time formed budding (Weeks after planting). The research showed that provision of a type various organic supplements on MS media has not been able to improve the growth of the hybrid Phalaenopsis orchid subculture on all observed variables.  Key Words :In Vitro, Media Murashige and Skoog (MS), Orchid, Organic supplement, Phalaenopsis hybrid.
INVENTARISASI ANGGREK ALAM DI HUTAN LINDUNG GUNUNG RAYA DESA TEMAJUK KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Akhira Nurfansyah Zed; Agustina Listiawati; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.39628

Abstract

An inventory is needed to assess the biodiversity in a particular area. An inventory of orchid diversity is a data collection and recording in a place where there are orchid species in the area with varying species diversity. This study aims to discover the diversity of orchid species in the Gunung Raya Conservation forest in Temajuk Village, Paloh District, Sambas Regency. The method used is observation with a limit of 10% of the area of Gunung Raya Conservation Forest which is 120 ha,The data collection technique is completed by exploring Gunung Raya Conservation Forest by observing along the traversed path. This research was divided into three forest types, i.e. coastal forest, valley forest and hilly forest. Based on the results of orchid research found, there are 5 types in coastal forests, 15 types in valley forests and 34 types in hilly forests, a total of 19 genus orchids were found, namely Arides, Agrostophyllum, Anoectochilus, Appendicula, Bulbophyllum, Coelogyne, cymbidium, Dendrobium, dendrochilum, Oberonia, Eria, Flickingeria, Liparis, Luisia, Nephelaphyllis, Trichochogil, Podochil Trichotosia, and Vanda. The most frequent orchids found at the research location were Bulbophyllum orchids. Keywords : Inventory, Orchid, Temajuk Village, Protected Forest Gunung Raya
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK TOMAT TERHADAP PERTUMBUHAN SUB KULTUR ANGGREK Dendrobium singkawangense PADA MEDIA ½ MS SECARA IN VITRO Dea Maulidia; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48396

Abstract

Anggrek Dendrobium singkawangense merupakan anggrek spesies asli Kalimantan Barat, seiring dengan rusaknya hutan tempat habitat anggrek maka populasi anggrek alam semakin berkurang bahkan mendekati kelangkaan. Usaha yang dilakukan dalam menekan kehilangan populasi dengan melakukan perbanyakan, salah satunya adalah teknik kultur jaringan. Penggunaan bahan organik ekstrak tomat sebagai bahan alternatif yang praktis dan ekonomis dinilai mampu menggantikan zat pengatur tumbuh dan nutrisi dari bahan kimia murni dalam memenuhi kebutuhan unsur hara makro dan mikro pada media Murashige dan Skoog (MS). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak tomat yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium singkawangense pada media ½ MS secara kultur in-vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan yaitu pemberian konsentrasi ekstrak tomat yang terdiri dari 0, 50 g/L, 100 g/L, 150 g/L, dan 200 g/L  pada media ½ MS. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali yang terdiri dari 4 sampel per ulangan. Setiap botol terdapat 1 planlet. Jumlah unit percobaan yaitu 100 botol. Variabel yang diamati adalah waktu muncul akar (mst), waktu muncul tunas (mst), jumlah akar (helai), jumlah tunas (tunas), dan pertambahan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan secara umum pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium singkawangense pada berbagai perlakuan konsentrasi ekstrak tomat pada media ½ MS dapat tumbuh sama baik dengan media MS penuh.
Respon Pertumbuhan Aglaonema dud anjamani Pada Berbagai Komposisi Media Tanam Indra Indra Indra; Agustina Listiawati Listiawati; Setia Budi Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42371

Abstract

Aglaonema membutuhkan media tanam yang baik untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal. Medianya harus porous, gembur dan berpori agar akar yang baru mampu menembus media untuk mencari makanan. Pertumbuhan dan kualitas Aglaonema  dipengaruhi oleh  beberapa faktor, salah satunya media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari komposisi media tanam yang terbaik terhadap pertumbuhan Aglaonema dud  anjamani. Penelitian ini dilaksanakan di Screen house Laboratorium Ekofisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak dari tanggal 16 Februari sampai dengan 15 Mei 2020. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 taraf perlakuan komposisi media tanam dengan 3 ulangan. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah perbandingan komposisi media tanam (arang sekam:cocopeat:zeolit) menggunakan perbandingan volume v1:v2:v3 mulai dari perbandingan  2:1:2, 2:2:1, 2:2:2, 3:1:2, 3:2:1, 3:2:2, 4:1:2, 4:2:1, 4:2:2. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), lebar daun (cm), panjang daun (cm) dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komposisi media tanam arang sekam, cocopeat, zeolit menunjukkan pertumbuhan panjang daun Aglaonema dud anjamani sama baiknya. Komposisi media tanam arang sekam, cocopeat dan zeolit dengan perbandingan 2:2:1, ditinjau dari segi efesiensi dan ekonomis lebih baik dibandingkan dengan perlakuan komposisi media tanam lainnya. Kata Kunci : Aglaonema dud anjamani, Komposisi Media Tanam  
PENGARUH KOMPOS AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALLUVIAL Nurbaiti R; Agustina Listiawati; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos ampas tahu yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial.Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UniversitasTanjungpura Pontianak. Waktu pelaksanaan dari tanggal 21 Februari sampaitanggal 14 April 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yangterdiri dari 6 taraf perlakuan pemberian kompos ampas tahu yaitu, a1 (3,2 kg/petaksetara dengan 10 ha-1), a2 (6,4 kg/petak setara dengan 20 ton ha-1), a3 (9,6 kg/petaksetara dengan 30 ton ha-1), a4 (12,8 kg/petak setara dengan 40 ton ha-1), a5 (16,0kg /petak setara dengan 50 ton ha-1) dan a6 (19,2 kg/petak setara dengan 60 ton ha-1). Setiap petak percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman dan masing-masingperlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian iniadalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari setelahsemai), umur panen (hst), jumlah buah per tanaman (buah), bobot buah pertanaman (g), bobot per buah (g), diameter buah (cm), hasil per petak (kg). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kompos ampas tahu mampu meningkatkanpertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah Alluvial. Dosis kompos ampastahu yang efektif untuk diberikan pada tanaman tomat adalah 9,6 kg/petak setaradengan 30 ton ha-1.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Rohima Rohima; Ir. Agustina Listiawati, MP; Ir. Setia Budi, MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44006

Abstract

Peningkatan produksi kedelai edamame perlu dilakukan karena tingginya permintaan kedelai di Indonesia setiap tahunnya, upaya peningkatan produksi dapatdilakukan pada tanah aluvial dengan pemberian pupuk organik cair limbah ikan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cairlimbah ikan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame padatanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jalan Reformasi, KotaPontianak. Penelitian berlangsung dari tanggal 9 April – 14 Juni 2020. Metode yangdigunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 6 taraf perlakuanyaitu p1 (30 ml/l); p2 (60 ml/l); p3 (90 ml/l); p4 (120 ml/l); p5 (150 ml/l); p6 (180 ml/l). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdiri dari 4 sampeltanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman minggu ke-2, 3, dan 4, volumeakar, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, dan jumlahpolong isi per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagaikonsentrasi pupuk organik cair limbah ikan mampu mempengaruhi hasil volume akardan berat kering tanaman, namun pada tinggi tanaman, umur berbunga, jumlahpolong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman diperoleh pertumbuhan yangsama baiknya.
Co-Authors - Maulidi, - ., Dody ramanda AA Sudharmawan, AA Achmad Mulyadi Achmadi Achmadi Acinake Acinake Ade Elbani Ade Mirza Adriantono Adriantono Adrianus Aping Afrizal - Agus Hariyanti Agus Hariyanti Aisyah Aisyah Akhira Nurfansyah Zed Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Amanda, Tasya Ambarsari, Dwi Putri Andi Ihwan ANDIKA ANDIKA Andriani, Titi Anelia, Yuni Anelia Anik Dwi Aryanti ARTI PURNAMA SARI Asep Nursangaji Asnawat, Asnawat Asnawati . Asnawati Asnawati ASNAWATI ASNAWATI Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati Asnawati S.Hut., M.Si Asnawati, * Aswandi - Atirsa Kitri Basuni Basuni Basuni, Basuni Bistari Budi, MMA, Ir. Setia Candera, Raden Chairani Siregar Cholik, Abdul Christin Clarissariyani Darussalam - Darussalam Darussalam, Darussalam Dea Maulidia Dian Asmarawati Dini Anggorowati Dini Anggorowati diyani, Rahmi dwi zulfita Dwi Zulfita Edy Suasono Eleos Eleos Elly Suharlina eni kusmawati eni septiarni Erlangga Tungga Dewa Erni Djun Astuti Ery Susanto etriadi, etriadi Eva Dolorosa Evi Gusmayanti Evi Novianti F.X Widadi Padmarsari Fitri Imansyah Fitri, Kurnilah Ary Fitriady, Teddy Akbar Fransiskus Darma Putra Gustami Gustami Gustian Gustian Hadary, Ferry Hamdani - Haniya, Jihan Henny Sulistyowati Herry Sujaini Imam Ghozali Indra Indra Indra Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri Inpurwanto Inpurwanto Ir. Setia Budi, MMA Ir. Warganda, MMA Ishak Dianisius Ismawartati - Jayanti, Meylani Dwi KASIM PURNAMA YUSUF kurniawati, atika lestawati, Lestawati LUCKY, MAYLANI Mahmud Mustaqim Marbun, Tiurida Mariana Mariana Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi Maulidi, Maulidi Maulidi Meiran Panggabean Memet Agustiar Meningai, Meningai mita elfini Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muhammad Yusuf Muhsin Muhsin Murti Lestari Nagari, Angelic Kusuma Ningsih, Kurnia NORMALA NORMALA Nur Arifin NUR ARIFIN Nurbaiti R Nurmainah - pratiwi, iin Prihartomo, Dwi Priyo Saptomo Purwaningsih - Rachmawati Rafi Adista Putra Rahmidiyani - Rahmidiyani Rahmidiyani Ratna Herawatiningsih Redenta Manalu, Cristi rianda, mayu arya Riduansyah - Rini Susana Rini Susana Rini Wahyuni RISKA MASYURA Robert Anggoro Rohayeti, MMA, Ir. Yeti Rohima Rohima Rohmad Rohmad, Rohmad Rommy Patra RUSADI, IDRUS ARDI Safitri, Dwi Desri Sahwaldi, Sahwaldi Santoso, Eka Rahmawati Sari, Rinda Sari, Siska Ida Paninta Saulifah Dzulianningsih sawati, ely Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Setia Budi Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Halidjah SRI RAHAYU Stepanus Sahala Sitompul Surachman - Surachman Surachman Surachman Surachman Susiani Susiani, Susiani Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tantri Palupi Tarigas, Adrianus Banyu Tatang Abdurrahman, Tatang Tati Hartati Tri Indah Lestari Tri Indra Wijaya Ummu Mardhiyyaturrosyidah Uti Asikin Vivi Bachtiar WALKIS WALKIS Wardania Wardania Warganda Warganda Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN Wasi’an, Wasi’an Wendy Windhu Putra Witarsa - Yeni Oktavia YERIKHO JIMMY KURNIAWAN Yohanes Gatot Sutapa Yohanes Ronaldi Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci Yuline - Yulis Jamiah Yulise Vitri Indrawati, Urai Suci Yuspia tuti, Yuspia Yuspiatuti Yuspiatuti Zubaidah R