Claim Missing Document
Check
Articles

Back-Matter Vol 12, No 3 (2017) Briawan, Dodik
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 12 No. 3 (2017)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.147 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2017.12.3.iii-ix

Abstract

Back-Matter Vol 12, No 3 (2017)
Preferensi dan Frekuensi Konsumsi Makanan Tradisional dan Cepat Saji pada Remaja di Provinsi Bali Mufidah, Amna; Briawan, Dodik; Heryatno, Yayat
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2024.8.2.18136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan preferensi dan frekuensi konsumsi makanan tradisional dan cepat saji pada remaja di Provinsi Bali. Desain penelitian ini adalah cross-sectional menggunakan data Pengaruh Perkembangan Teknologi Pangan dan Modernisasi terhadap Perilaku Konsumsi Pangan di Perkotaan dan Perdesaan 15 Provinsi di Indonesia dengan subjek 384 remaja. Uji beda independent sample t-test dan ANOVA dilakukan untuk menguji perbedan preferensi makanan tradisional dan cepat saji menurut karakteristik subjek. Hasil menunjukkan, terdapat perbedaan pada preferensi dan frekuensi konsumsi antara makanan tradisional dan cepat saji dengan skor keduanya tinggi pada makanan cepat saji dibandingkan makanan tradisional (p<0,05). Namun, berdasarkan kelompok pangan, preferensi makanan lebih tinggi pada makanan tradisional menurut kelompok ikan serta frekuensi konsumsi menurut kelompok ikan, telur, snack, dan minuman non susu. Terdapat perbedaan yang signifikan pada preferensi konsumsi makanan tradisional berdasarkan jenis kelamin, usia, tempat tinggal, dan pendapatan ayah (p<0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan frekuensi konsumsi makanan tradisional berdasarkan usia (p<0,05). Perbedaan signifikan juga ditemukan pada preferensi makanan cepat saji berdasarkan usia serta frekuensi konsumsi makanan cepat saji berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pendapatan ayah (p<0,05).
Relationship between menopausal status, fat intake, and fiber intake with women cholesterol level Heldi, Ilza Wahyuni; Dewi, Mira; Briawan, Dodik
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 2, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(2).140-148

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kadar kolesterol yang tinggi disebabkan oleh berbagai faktor antara lain asupan lemak dan status menopause. Wanita menopause rentan mengalami kadar kolesterol tinggi karena pada wanita pascamenopause terjadi penurunan produksi hormon estrogen yang berfungsi mengatur metabolisme lipid. Asupan lemak yang tinggi mempengaruhi kadar kolesterol. Namun mengonsumsi asupan serat yang cukup dapat mengontrol kadar kolesterol agar tetap stabil. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai hubungan antara asupan lemak dan serat dengan kadar kolesterol. Namun, hanya sedikit yang melakukan penelitian pada wanita, terutama mengenai status menopause. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status menopause, asupan lemak, dan asupan serat dengan kadar kolesterol wanita di indonesia.Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek perempuan berusia 15-54 tahun di 10 provinsi di Indonesia. Kadar kolesterol darah diperoleh dari pengukuran darah kapiler dan asupan lemak dan serat diperoleh dari wawancara dengan metode SQ-FFQ yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terampil. Status menopause diperoleh dari wawancara yang dilakukan oleh enumerator terlatih yang menanyakan riwayat menstruasi dalam satu tahun. Klasifikasi status menopause dibedakan menjadi belum menopause, pra menopause, dan pasca menopause. Hasil : Dari total 606 subjek, 122 subjek mempunyai kadar kolesterol tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara status menopause dengan kadar kolesterol (p<0,05) dengan tingkat korelasi r=0,013. Dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan lemak dan asupan serat dengan kadar kolesterol (p>0,05) dengan tingkat korelasi masing-masing r=0,060 dan r=0,297.Kesimpulan : Status menopause mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kadar kolesterol. KATA KUNCI : asupan lemak; asupan serat; kadar kolesterol; status menopause; wanita ABSTRACT Background : High cholesterol levels are a risk factor for cardiovascular disease. High cholesterol levels are caused by various factors including fat intake and menopausal status. Menopausal women are susceptible to high cholesterol levels because in postmenopausal women there is a decrease in the production of the hormone estrogen which functions to regulate lipid metabolism. High fat intake affects cholesterol levels. However, consuming sufficient fiber intake can control cholesterol levels so that they remain stable. Many studies have been conducted on the relationship between fat and fiber intake and cholesterol levels. But, only a few have studied in women, especially regarding menopausal status.Objectives : The aim of this study was to determine whether there is a relationship between menopausal status, fat intake and fiber intake with cholesterol levels in Indonesian women.Methode : The design of this study was cross sectional with female subjects aged 15-54 years in 10 provinces in Indonesia. Subject selection will be carried out using purposive sampling methode. Blood cholesterol levels were obtained from capillary blood measurements and fat and fiber intake were obtained from interviews using SQ-FFQ method conducted by skilled health workers. Menopausal status was obtained from interviews conducted by trained enumerators who asked about menstrual history within one year. The classification of menopausal status is divided into not yet menopausal, pre-menopausal, and post-menopausal.Result : Of the total 606 subjects, 20,1% subjects had high cholesterol levels. The average fat intake of the subjects was 47.5 g or 75%. The average fiber intake of the subjects was 12.5 g or 42.6%. There is a significant relationship between menopausal status and cholesterol levels (p<0.05) with a correlation level of r=0.013. And there was no significant relationship between fat intake and fiber intake and cholesterol levels (p>0.05) with correlation levels of r=0.060 and r=0.297 respectively.Conclution : Menopausal status has a significant effect on cholesterol levels. KEY WORDS: cholesterol level; fat intake; fiber intake; menopausal status; women Received: 06 Jan 2025; Revised: 26 July 2024; Accepted: 26 Jan 2025; Available online: 30 Mar 2025; Published: 30 Mar 2025
METODE SKOR KONSUMSI PANGAN UNTUK MENILAI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Anita Christina Sembiring; Dodik Briawan; Yayuk Farida Baliwati
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 38 No. 1 (2015)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v38i1.4419.31-40

Abstract

ABSTRACTThis study is aimed to test food consumption score (FCS) methods to assess the food insecurity in households at risk in the city of Bogor. The design of research is cross-sectional with number of respondents as much as 98 households. Food consumption score (FCS) describes the sum of all scores of eight food groups by multiplying the weight and frequency of each food group. The level of nutritional adequacy is measured by nutrientadequacy ratio (NAR) and the mean adequacy ratio (MAR). Sensitivity and specificity analysis are performed to determine the cut off point most appropriate from FCS to identify households at risk of food insecurity(sensitivity) and household food security (specificity). Spearman correlation test results showed that there are significant relationship between FCS and MAR (r = 0,548) and between FCS and percent RDA of energy (r =0,282). Cut off point 89 for minimal score is able to identify food-insecure households (MAR <77 percent) with 82 percent sensitivity and 82 percent specificity, and to identify TKE <70 percent with 70 percent sensitivity and67 percent specificity. FCS can be used to identify food insecurity in household at risk by using a cut-off point that has been modified.Keywords: food consumption score, food security, householdABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji coba metode food consumption score (FCS) untuk menilai ketahanan pangan pada rumah tangga yang berisiko rawan pangan di Kota Bogor. Desain penelitian potong lintang denganjumlah responden sebanyak 98 rumah tangga. Food consumption score (FCS) menjelaskan jumlah semua skor dari delapan kelompok pangan dengan cara mengalikan bobot dan frekuensi dari masing-masing kelompok pangan. Tingkat kecukupan gizi diukur dengan nutrient adequacy ratio (NAR) dan mean adequacy ratio (MAR). Analisis sensitivitas dan spesifisitas dilakukan untuk menentukan cut-off point yang paling tepat dari FCS untuk mengidentifikasi rumah tangga yang berisiko rawan pangan (sensitivitas) dan rumah tangga yang tahan pangan (spesifisitas). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara FCS dan MAR (r=0,548) dan ada hubungan yang signifikan antara FCS dan tingkat kecukupan energi (TKE)(r=0,282). Cut-off 89 untuk skor minimal FCS mampu mengidentifikasi rumah tangga yang rawan pangan (MAR<77%) dengan sensitifitas 82 persen dan spesifisitas 82 persen dan mampu mengidentifikasi TKE kurang dari 70 persen dengan sensitivitas 70 persen dan spesifisitas 67 persen. FCS dapat digunakan untuk mengidentifikasi ketahanan pangan pada rumah tangga yang berisiko rawan pangan dengan menggunakancut-off yang telah dimodifikasi. [Penel Gizi Makan 2015, 38(1): 31-40]Kata kunci: food consumption score, ketahanan pangan, rumah tangga
PROPORSI DAN FAKTOR RISIKO SINDROM METABOLIK PADA PEKERJA WANITA DI PABRIK GARMEN DI KOTA BOGOR Siti Aisyah Solechah; Dodik Briawan; Lilik Kustiyah
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 37 No. 1 (2014)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v37i1.4005.21-32

Abstract

ABSTRACTMany studies on metabolic syndrome (MetS) in Indonesia were conducted but the study on female workers was scarce. The aim of this study was to obtain the proportion of MetS and its risk factors. Study design was cross-sectional and a number of 59 female workers aged 25-49 years at garmen factory in Bogor, West Java was pregnant or breastfeed women participated in this study. Collected data included blood pressure, serum level of triglyceride, high density lipoprotein (HDL), fasting blood glucose, activity, food consumption, anthropometry (weight and height) and social economic.The results showed that the proportion of MetS was 18,6 percent and family size was the significant risk factor for MetS (p<0.05; OR for family size = 6.286; 95% CI: 1.270 -31.102). Physical activity level and nutrient adequacy were not shown as risk factors. This result implied that controlling family size might be important to reduce prevalence of MetS among female workers in Indonesia.Keywords: metabolic syndrome, proportion, risk factors, female workersABSTRAKPenelitian mengenai sindrom metabolik (SM) telah banyak dilakukan di Indonesia tetapi penelitian yang berfokus pada pekerja wanita masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh proporsi SM dan faktor-faktor risikonya. Penelitian berdesain potong lintang ini dilakukan pada 59 pekerja wanita berusia 25-49 tahun di pabrik garmen Bogor, Jawa Barat yang tidak sedang hamil atau menyusui. Data yang dikumpulkan termasuk tekanan darah, kadar trigliserida, profil lemak (HDL), gula darah puasa, aktivitas, konsumsi makanan, antropometri (berat dan tinggi badan) dan data sosial ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi SM pada pekerja wanita sebesar 18,6 persen dan besar keluarga agaknya merupakan faktor risiko SM yang signifikan (p<0,05; OR untuk besar keluarga = 6,286; interval kepercayaan 95%: 1,270-31,102). Tingkat aktivitas fisik dan kecukupan zat gizi tidak terlihat sebagai faktor risiko SM. Hal ini menunjukkan bahwa agaknya pengontrolan besar keluarga dapat menjadi langkah penting untuk menurunkan proporsi SM pada pekerja wanita di Indonesia. [Penel Gizi Makan 2014, 37(1): 21-32].Kata kunci: sindrom metabolik, proporsi, faktor risiko, pekerja wanita
KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA MINYAK IKAN LELE DAN MINYAK IKAN LELE TERFERMENTASI (FATTY ACID CONTENTS AND PHYSICO-CHEMICAL CHARACTERISTICS OF CATFISH OIL AND FERMENTED CATFISH OIL) Iskari Ngadiarti; Clara M Kusharto; Dodik Briawan; Sri Anna Marliyati; Dondin Sayuthi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 36 No. 1 (2013)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v36i1.3398.82-90

Abstract

ABSTRACT Catfish oil and fermented catfish oil have not been developed and commercially produced as catfish derived products. Various processing of catfish oil will change both the composition and physico-chemical characteristics. The objective of this study was to identify the composition of fatty acids and physico-chemical characteristics of both catfish oil (MIL) and fermented catfish oil (MILT). Results showed that fatty acid composition of catfish oil was MUFA (36.12%)> PUFA> (32.43%)> SFA (31.45%), while the composition of fermented catfish oil was MUFA (42.96%)> SFA (42.32%)> PUFA (15.39%). The fermentation process with lactic acid bacteria increased the content of stearic acid but decreased the content of linoleic acid and linolenic acid. Physical and chemical characteristics of MIL and MILT were almost similar, they indicated oxidation process, based on melting point, viscosity, and thiobarbituric acid values. Therefore, in the production of catfish oil or fermented cat fish oil, it is necessary to add spices and/or nutrient as antioxidants sources. Keywords: catfish oil, PUFA, MUFA, SFA and CLA  ABSTRAK Minyak ikan lele (MIL) dan minyak ikan lele terfermentasi (MILT) sebagai produk turunan dari ikan lele masih belum banyak dikembangkan dan diproduksi secara komersial. Berbagai proses pengolahan minyak dapat mengubah komposisi dan karakteristik fisiko-kimia minyak ikan lele. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komposisi asam lemak dan karakteristik fisiko-kimia dari minyak ikan lele (MIL) dan minyak ikan lele terfermentasi (MILT). Komposisi asam lemak pada MIL secara berurutan adalah MUFA (36,12%) > PUFA (32,43%) > SFA (31,45%), sedangkan setelah difermentasi menjadi MILT terjadi perubahan yaitu MUFA (42,96%) > SFA (42,32%) > PUFA (15,39%). Jenis asam lemak jenuh yang mengalami peningkatan  pada MILT adalah asam lemak stearat, sedangkan asam lemak tidak jenuh ganda yang mengalami penurunan adalah asam linoleat dan linolenat yang menyebabkan kadar asam arakidonat dan CLA meningkat. Karakteristik fisiko-kimia MIL dan MILT hampir sama yaitu menunjukkan terjadinya proses oksidasi yang didasarkan pada nilai viskositas, titik cair, dan bilangan TBA. Oleh karena itu, untuk mengurangi proses oksidasi lemak, didalam pengolahan kedua minyak ini perlu ditambahkan bumbu atau zat gizi kaya antioksidan. [Penel Gizi Makan 2013, 36(1):82-90] Kata kunci: minyak ikan lele,  PUFA, MUFA, SFA, CLA
KEBIASAAN MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK REMAJA OBES: STUDI KASUS PADA MURID SMU KORNITA BOGOR (FOOD HABIT AND PHYSICAL AACTIVITY OF OBESE ADOLESCENTS: A CASE STUDY AT SMU KORNITS BOGOR) Tetty Herta; Dodik Briawan
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 34 No. 2 (2011)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v34i2.3104.

Abstract

ABSTRACT The aim of this study was to explore food habit, physical activity of the obese adolescents and their views on obesity by involving interviews with obese adolescents, their mothers and their closed friends. Four obese adolescents aged 16-17 years from senior high school Kornita Bogor participated in this study. The results showed obese adolescents have unhealthy food habit and physical activity. All subjects knew the interaction their daily food habit and physical activities with their body size. Although they know the negative interaction obesity with health, but obese adolescents felt enjoy with their body size. Keywords: Food habit, physical activity, obese adolescents   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi kebiasaan makan dan aktivitas fisik remaja yang obes serta menggali pandangan mereka tentang obesitas. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap subjek, ibu dan teman akrabnya serta melalui observasi. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dari siswa SMU sebanyak empat siswa obes berusia 16-17 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja obes memiliki kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang kurang sehat. Semua subyek penelitian mengaku tahu adanya pengaruh negatif obesitas terhadap kesehatan, namun mereka merasa biasa saja dengan ukuran tubuhnya yang obes. [Penel Gizi Makan 2011, 34(2): 138-146]   Kata kunci: Kebiasaan makan, aktivitas fisik, remaja obes
NON-FOOD RISK FACTORS OF ANEMIA AMONG CHILD-BEARING AGE WOMEN (15-45 YEARS) IN INDONESIA (FAKTOR RISIKO NON-MAKANAN TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA PEREMPUAN USIA SUBUR [15-45 TAHUN] DI INDONESIA) Dodik Briawan; Hardinsyah Hardinsyah
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 33 No. 2 (2010)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v33i2.3114.

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling banyak ditemukan, baik di negara sedang berkembang maupun negara maju. Kelompok masyarakat yang rentan di antaranya ibu hamil dan perempuan usia subur (PUS). Identifikasi faktor risiko diperlukan dalam penajaman program mengatasi anemia. Tujuan: Menganalisis perbedaan karakteristik antara kelompok anemia dan non-anemia, serta faktor risiko non-pangan terhadap anemia defisiensi-besi pada kelompok PUS. Metode: Analisis data sekunder dari Survei Kesehatan Nasional (SURKESNAS) 2001. Kriteria sampel adalah PUS berusia 15-45 tahun dengan sampel darah dan diukur kadar hemoglobin (Hb). Sebanyak 4.893 sampel memenuhi syarat analisis, yang diperoleh dari 13.000 sampel. Analisis faktor risiko anemia menggunakan regresi logistik. Hasil: Rata-rata hemoglobin, indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar pinggul, dan tingkat pendidikan lebih rendah pada perempuan anemia dibandingkan dengan non-anemia defisiensi-besi (p<0,01). Indikator lain seperti umur, tinggi badan, rasio lingkar pinggang/pinggul, pendapatan, aktivitas fisik, status merokok, kebiasaan minum minuman beralkohol, dan status perkawinan tidak berbeda di antara kedua kelompok. Peubah status perkawinan, tingkat pendidikan, IMT, dan tekanan darah diastol berhubungan nyata dengan kejadian anemia defisiensi-besi (p<0,01). Analisis regresi logistik menunjukkan, kelompok PUS dengan IMT >18,5 cenderung tidak anemia (OR=0,6) dibandingkan kelompok dengan IMT <18,5 (p=0,00). Kelompok PUS dengan IMT <25,0 berpeluang untuk menjadi anemia sebesar 1,3 dibandingkan PUS >25,0 (p=0,01). Kesimpulan: Ukuran antropometri berhubungan dengan risiko terjadinya anemia defisiensi-besi. PUS dengan IMT tinggi cenderung tidak anemia defisiensi-besi. [Penel Gizi Makan 2010, 33(2): 102-109] Kata kunci: anemia defisiensi-besi, perempuan usia subur, faktor risiko, indeks massa tubuh
Ecological analysis of infectious diseases, healthcare access, and socioeconomic factors on stunting prevalence in West Sumatra Indonesia El Zenitia Villa Rinjani; Dodik Briawan; Lilik Kustiyah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i4.2029

Abstract

Stunting is a condition of growth failure characterized by height below the expected standard for their age. The prevalence of stunting in West Sumatra has fluctuated above 20% between 2021 and 2023, highlighting its status as a public health issue. Unaddressed stunting in early childhood can adversely affect learning capacity and elevate the risk of non-communicable diseases later in life. This ecological study analyzes factors associated with stunting prevalence in West Sumatra using secondary data from 2021 sourced from the Health Office, Social Office, Central Bureau of Statistics, and the National Population and Family Planning Board across 19 districts/cities. The dependent variable was stunting prevalence, while the independent variables included acute respiratory infections (ARI), vitamin A supplementation, antenatal care (ANC), family planning, poverty, families at risk of stunting, and Conditional Cash Transfer (CCT) beneficiaries. Statistical analyses using Pearson and Spearman tests identified significant positive associations between stunting prevalence and ARI percentage (p=0,020), poverty level (p=0,023), and CCT beneficiaries (p=0,028). Conversely, ANC coverage showed a significant negative association with the prevalence of stunting (p=0,021). In conclusion, the prevalence of stunting in West Sumatra in 2021 is influenced by various factors, including ARI, poverty levels, PKH beneficiaries, and ANC coverage.
Peningkatan Kapasitas Kader melalui Program Royco Nutrimenu-Edufamily: Mendukung Pencegahan Stunting di Kota Bogor Briawan, Dodik; Riany, Yulina Eva; Ekayanti, Ikeu; Herawati, Tin
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.316-324

Abstract

Indonesia still faces various challenges that hinder the development of high-quality human resources in the future, one of which is nutrition and health. Stunting is an unresolved nutritional problem. This study aimed to improve cadres’ knowledge and skills as a step toward preventing stunting. This study used a pre-post intervention design to analyze changes in cadres’ knowledge, attitudes, and skills after participating in the Royco Nutrimenu-Edufamily training program. The methods used included socialization and training on stunting, complementary feeding (MPASI), and counseling skills. The data were collected using an online questionnaire. The activity was carried out in July 2023, involving 100 cadres from 10 villages in Bogor City: Situ Gede, Bubulak, Margajaya, Balumbang Jaya, Sindang Barang, Gunung Batu, Loji, Curug, Pasir Kuda, and Semplak. The materials covered were 1) The dangers and prevention of stunting; 2) The importance of MPASI for child growth and development; 3) The Royco Nutrimenu MPASI program; and 4) Tips on becoming a counselor. After training, each cadre provided education and MPASI cooking demonstrations to mothers with children aged 6‒24 months. Each cadre educated 10 mothers, for a total of 1000 mothers. The results showed an increase in cadres’ knowledge and skills after the training. In addition, cadres were able to transfer the knowledge and skills they acquired.
Co-Authors . Hartoyo A'immatul Fauziyah Abdul Razak Thaha Abdul Razak Thaha Abdul Salam Abdul Salam Adriyani, Ari Agus Triwinarto Aisyah Fathul Jannah alfiah alfiah Alfiah, Elma Ali Khomsan Ali Rosidi Amelia, Leily Amelia, Leily Andi Imam Arundhana Andri Susanti Anggiruling, Dwikani Oklita Anita Christina Sembiring Anna Febritta Intan Sari Ari Adriyani Aris Sulaeman Aslis Wirda Hayati Baiq Fitri Rahmiati Betty Yosephin Simanjuntak Budi Iman Santoso BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Cesilia M Dwiriani Clara M Kusharto Dadang Sukandar Daus, Firdaus Firdaus Dewi Permaesih Dewi, Mira Dewi, Mira Dewi, Mira Dian Herawati Dias Indrasti Dondin Sayuthi Drajat Martianto DWI HASTUTI Dyah Umiyarni Purnamasari Eko Hari Purnomo El Zenitia Villa Rinjani Elvandari, Milliyantri Elvira Syamsir Emmy S Karsin Eneng Nunuz Rohmatullayaly Ermita Arumsari Erni Rukmana Ernis Asanti Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Evy Damayanthi Fahim M. Taqi Farida Dwi Rokhmah Fasli Jalal Fauziah, A'immatul Febiani Riskika Fitrah Ernawati Galih Purnasari Hadi Riyadi Hanifah Nuryani Lioe Hardinsyah Heldi, Ilza Wahyuni Heldi, Ilza Wahyuni Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarif Hidayat Syarif Husnul Mar&#039;ah I Gusti Bagus Wiksuana Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikeu Tanziha Imas Destiara Iriyani Harun Irmaida Irmaida Irman Hermadi Iskari Ngadiarti Jus'at, Idrus Karlina Nurcahyo Kartika Annisa Khomsan, Khomsan Kudang Boro Seminar Leily Amalia Leily Amelia Leily Amelia Lilik Kustiyah Lilik Kustiyah Lilik N Yuliati Lilis Nuraida Linda Riski Sefrina Listyani Hidayati Listyani Hidayati M Muchtar M. Aries, M. M. Taqi, Fahim Madaniyah, Siti MADE ASTAWAN Mar'ah, Husnul Marhamah . Mei Rini Safitri Mewa Ariani Migi Barunawati Miskiyah, Ainiyah Mohamad Yulianto Kurniawan Mohamad Yulianto Kurniawan Mufidah, Amna Muhamad Rizal Martua Damanik Muhammad Rivai Muhilal . Muhilal ., Muhilal Nadiyah Nadiyah Nasution Nasution Netta M. Putri Ni Made Putria Sukma Febriyani Nida Nadia Rifsyina Nita Yulianis Nunung Cipta Dainy Nur Hikmawaty Syarifuddin Nuradhiani, Annisa Nuri Andarwulan Nurpratama, Widya Lestari Nurul Muslihah Oktaviana Purnamasari Paramitha Rachma Pramita Ariawati Putri Pranita, Rani Fitri Pudji Muljono Purwiyatno Hariyadi Pusparini Pusparini Pusparini Pusparini Pusporini Pusporini Pusporini, Pusporini Putri Putri, Putri Putri, Dini Rizkiani Putri, Pramita Ariswati Putri, Pramita Ariswati Putri, Widya Ayu Kurnia Rahmaniya, Liya Putri Rahmasari, Nisya Cesaryani Rahmasari, Nisya Cesaryani Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ratu Diah Koerniawati Refdanita Refdanita Refdanita, Refdanita Rekyan Hanung Puspadewi Rezzy Eko Caraka Rimbawan , Rokhmah, Farida Dwi Sedayu, Tyas Rara Siti Aisyah Solechah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madaniyah Sri Anna Marliyati Sri Mustika Srirezeki, Yulia Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Surlitah, Sutemy Sutanti, Yeti Syifa, Nisa Hidayatus Tetty Herta Tin Herawati Tiurma Sinaga Tjahja Muhamdri Tonny C Maigoda Tonny C Maigoda Tyas Permatasari Tyas Permatasari Tyas Rara Sedayu Vera Uripi Vitria Melani, Vitria Widya Ayu Kurnia Putri Wilda Yunieswati Wirawanti, Ika Wirya Woro Riyadina Woro Riyadina Yayat Heryatno Yayuk Farida Baliwati Yekti H Effendi Yekti Widodo Yekti Widodo Yosepha Mextiany Ganella Gurang Yulina Eva Riany Yuni Pradilla Fitri Zulaikhah ., Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah, Zulaikhah Zulhadiman