Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA USIA LANJUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKOPOSO KABUPATEN MESUJI Damayanti, Septiyana; Amirus, Khoidar; Aji Perdana, Agung
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12371

Abstract

Abstrak: Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Bukoposo Kabupaten Mesuji. Lansia merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita gizi kurang. Kondisi tersebut diperburuk dengan ditemukannya penyakit degeneratif yang diderita. Diketahui bahwa dua pertiga dari seluruh penyakit yang diderita lansia ternyata berhubungan erat dengan gizi, dimana 30-50% faktor gizi berperan penting dalam mencapai dan mempertahankan keadaan sehat yang optimal pada lansia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik menggunakan pendekatan Cross-Sectional, teknik yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat hubungan antara asupan gizi dengan status energi dengan p-value=0,000. Terdapat hubungan antara aktifitas fisik dengan status gizi lansia dengan p-value=0.009 dan tidak terdapat hubungan antara riwayat penyakit dengan status gizi dengan p-value=0,844. Faktor dominan pada penelitian adalah asupan energi dengan nilai OR sebesar 22,675 kali terhadap status gizi pada lansia, yang berarti bahwa variabel asupan energi merupakan variabel dominan yang mempengaruhi status gizi lansia. Saran untuk tempat penelitian agar memberikan edukasi lebih lanjut tentang asupan energi harian bagi para lansia untuk memenuhi angka kecukupan energi dan protein berdasarkan rata-rata kebutuhan orang dewasa yang ditentukan oleh usia, jenis kelamin dan berat badan seseorang adalah 1600 kkal energi untuk wanita di atas 60 tahun dan 2050 kkal untuk laki-laki diatas 60 tahun, sedangkan angka kecukupan protein untuk wanita dan laki-laki diatas 60 tahun adalah 50 gram dan 60 gram.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Kumala, Indra; Farich, Achmad; Yanti, Dhiny Easter; Hermawan, Dessy; Amirus, Khoidar
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12192

Abstract

Abstrak :  Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien yang Terpasang Kateter Di Ruang Rawat Inap Penyakit dalam RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK Provinsi Lampung. Infeksi nosokomial merupakan masalah global, ada sekitar 9% lebih dari 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia. Terdapat 40% dari seluruh infeksi nosokomial merupakan infeksi saluran kemih (ISK) dan 80% dari ISK terjadi sesudah pemakaian alat, terutama akibat kateterisasi. Jenis penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan metode penelitian observasional analitik dan pendekatan case control, bertempat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dilaksanakan Maret-Agustus 2023, dengan melibatkan 100 pasien di ruang rawat inap penyakit dalam. Pemilihan sampel dengan purposive sampling. Analisis data univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia pasien (p=0.001, OR=4.27), prosedur pemasangan kateter (p=0.000, OR=7.38), lama hari kateter terpasang (p=0.000, OR=33.41), dan perawatan indwelling (p=0.000, OR=6.0) merupakan faktor kejadian ISK, sedangkan variable jenis kelamin (p=0.28) bukan menjadi faktor. Variabel perawatan indwelling kateter merupakan yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISK. Ketiga variable yang berhubungan dengan kejadian ISK hanya mampu menjelaskan 2,22% atas variable dependent. Disimpulkan variable usia, prosedur pemasangan kateter, lama hari kateter terpasang, dan perawatan indwelling merupakan faktor kejadian ISK, sedangkan variable jenis kelamin bukan merupakan faktor. Variabel perawatan indwelling kateter merupakan yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISK. Ketiga variable yang berhubungan dengan kejadian ISK hanya mampu menjelaskan 2,22% atas variable dependent.
Edukasi Dan Penjaringan Kasus Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Akhmalbih, Muhamad; Ismunarti, Diah; Dekotyanti, Trivira; Muhani, Nova; Amirus, Khoidar; Aryawati, Wayan
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v4i1.6170

Abstract

Tuberkulosis adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium. Terdapat 5 bakteri yang berkaitan erat dengan infeksi TB: Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium microti and Mycobacterium cannettii. Mycobacterium tuberculosis, hingga saat ini merupakan bakteri yang paling sering ditemukan, dan menular antar manusia melalui rute udara Tujuan dari kegiatan ini ialah mengetahui tingkat pengetahuan dari masyarakat mengenai tuberkulosis. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah berupa penyuluhan yang terdiri dari presentasi dan tanya jawab, praktik etika batuk dan pengambilan dahak, serta evaluasi menggunakan kuessioner. Hasilnya ditemukan 10 orang memiliki tingkat pengetahuan tentang TB yang baik dan 8 orang memiliki pengetahuan tentang TB yang tidak baik.
DETERMINAN PERILAKU DALAM PENCEGAHAN PENULARAN TUBERCULOSIS (TB) PARU Firdayunsari, Firdayunsari; Amirus, Khoidar; Sari, Nurhalina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v13i2.2416

Abstract

Banyaknya kasus TB paru di wilayah Lampung Timur, Puskesmas Labuhan Maringgai menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan puskesmas lainnya sebesar 105 kasus. Namun jika dilihat dari data kunjungan rutin ke RSUD Sukadana kasus TB paru sebesar 217 kasus lebih besar jika dibandingkan dengan puskesmas yang ada, oleh karena itu sangatlah penting untuk melakukan penelitian di RSUD sukadana. Jenis penelitian kuantitatif, dengan mengunakan desain Cross sectional . Populasi penelitian ini adalah seluruh suspek TB paru bulan Agustus di RSUD Sukadana tahun 2023. Sampel dihitung dengan menggunakan perhitungan metode lameshow didapatkan sebanyak 100. Analisa data univariat, bivariat dengan chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan penularan TB paru dengan baik 59,0%, pendidikan dasar dan menengah 56,0%, sikap positif 63,0%, pengetahuan kurang baik 58,0%, mendapatkan dukungan keluarga yang tidak baik 56,0%, mendapatkan dukungan petugas kesehatan dengan tidak baik 64,0%. Ada hubungan pendidikan (p-value =0,023), sikap (p-value =0,033), pengetahuan (p-value =0,000), dukungan keluarga (p-value =0,007), dukungan petugas kesehatan (p-value =0,026). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan TB paru di RSUD Sukadana tahun 2023 adalah pengetahuan dengan (CI 95%, p-value =0,000 dan OR=8,189). Penelitian ini menyarankan perlu adanya edukasi dan kesadaran melakukan yang komprehensif tentang TB paru, termasuk cara penularan, gejala awal, langkah-langkah pencegahan, dan pentingnya pengobatan yang tepat.
Pengaruh Pemberian Jus Jeruk (Citrus) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Evayanti, Lely; Amirus, Khoidar; Maternity, Dainty
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i1.1115

Abstract

Background: Hypertension occurs in the age group of 31-44 years (31.6%), ages 45-54 years (45.3%), ages 55-64 years (55.2%). From the prevalence of hypertension of 34.1% it is known that 8.8% are diagnosed with hypertension and 13.3% of people diagnosed with hypertension do not take medication and 32.3% do not regularly take medication. One herbal treatment using citrus juice (Citrus sinensis) Orange juice is also considered a good source of essential nutrients such as vitamin C, folate, and potassium. Vitamin C has recently been found to protect endothelial and LDL cells from intra-oxidative stress and extracellular.Pourpuse: To know the effect of citrus juice on blood pressure reduction in seniors with hyperthesis at UPTD Inpatient Health Center Able Poned Totomulyo.Methods: Types of quantitative research, research design methods (quasi experimental) with post pretes approach with control group Population in this study are 30 seniors with hypertension, sampling techniques using purposive samplin, univariate data analysis and bivariate using t-tests.Result: The average systolic blood pressure after intervention was 130.67 While diastolic blood pressure after intervention was 99.33, a group that was not given orange juice from 15 study respondents, achieved a mean score or average blood pressure score after intervention of 137.67 diastolic blood pressure after intervention of 107.33. T test obtained p value 0,000 < α (0.05) means H0 is rejected and Ha is accepted.Conclusion: there were effect of citrus juice on the decrease in blood pressure in the elderly with hyperthesis in uptd Inpatient Health Center Able Poned Totomulyo.Suggestion: As an information material for health workers to give orange juice for 7 days with a dose of 500 ml 1 day once to the elderly who have high blood pressure. Keywords: Citrus Juice, Blood Pressure, Elderly ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Dari prevalensi hipertensi sebesar 34,1%  diketahui bahwa sebesar  8,8% terdiagnosis hipertensi dan 13,3% orang yang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat serta 32,3% tidak rutin minum obat. Salah satu pengobatan herbal menggunakan jus jeruk (Citrus sinensis) Jus jeruk  juga dianggap sebagai sumber yang baik dari nutrisi penting seperti vitamin C, folat, dan potasium. Vitamin C baru-baru ini telah ditemukan untuk melindungi sel-sel endotel dan LDL dari stres oksidatif intra dan ekstraseluler.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus jeruk (citrus) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertesni di UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Totomulyo.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian metode (quasi eksperiment) dengan pendekatan pretes post with control group Populasi dalam penelitian ini adalah 30  lansia dengan hipertensi, teknik sampling menggunakan purposive sampling, analisa data univariat dan bivariat menggunakan t-tes.Hasil: Rata-rata tekanan darah sistolik setelah intervensi sebesar 130,67. Sedangkan tekanan darah diastolik setelah intervensi sebesar 99,33,  kelompok yang tidak diberi jus jeruk dari 15 responden penelitian, diperoleh hasil nilai mean atau nilai rata-rata tekanan darah setelah intervensi sebesar 137.67 tekanan darah diastolik setelah intervensi sebesar 107.33. uji t didapat p value 0,000 < α (0,05) artinya H0 ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian jus jeruk (citrus) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertesni di UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Totomulyo.Saran: Sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan agar memberikan jus jeruk selama 7 hari dengan dosis 500 ml 1 hari satu kalikepada lansia yang mengalami tekanan darah tinggi. Kata Kunci: Jus Jeruk (citrus), Tekanan Darah, Lansia
Progressive Muscle Relaxation As An Effort To Reduce Pain Intensity In Cervical Cancer Sufferers Adelia, Martha; Mariza, Ana; Amirus, Khoidar; Lathifah, Neneng Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.17966

Abstract

Latar Belakang : Kanker serviks merupakan masalah global penyakit tidak menular yang menyebabkan nyeri hingga kematian pada wanita. Nyeri merupakan keluhan yang sering dialami oleh pasien kanker serviks. Berdasarkan pra-survei yang dilakukan peneliti terhadap pasien kanker serviks, 70% mengalami nyeri kanker. Salah satu terapi komplementer yaitu Relaksasi Otot Progresif merupakan teknik untuk menurunkan ketegangan otot dengan proses yang sederhana dan sistematis.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PMR terhadap nyeri kanker pada pasien kanker serviks.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperimen dengan metode one group pretest – posttest. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Juli 2024 terhadap 43 responden dari populasi 75 pasien nyeri kanker serviks, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner penilaian nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale. Data diolah dengan menggunakan uji statistik analisis univariat dan bivariat yang kemudian dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skala nyeri sebelum PMR sebesar 5,07 (nyeri sedang), sedangkan rata-rata skala nyeri sesudah PMR menurun menjadi 3,74 (nyeri ringan). Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan relaksasi otot progresif terhadap penurunan nyeri pada pasien kanker serviks (p-value=0,000).Kesimpulan : Oleh karena itu, disarankan bagi tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan penggunaan PMR sebagai salah satu intervensi dalam manajemen nyeri pada pasien, khususnya pada pasien kanker serviks. Kata Kunci : Relaksasi Otot Progresif, Nyeri, Kanker Serviks, Pasien, Efek ABSTRACT Backgrounds : Cervical cancer is a global problem of non-communicable diseases that cause pain to death in women. Pain is a complaint that is often experienced by cervical cancer patients. Based on a pre-survey conducted by researchers on cervical cancer patients, 70% experienced cancer pain. One of the complementary therapies, namely Progressive Muscle Relaxation, is a technique to reduce muscle tension with a simple and systematic process.Purpose : The purpose of this study is to determine the effect of PMR on cancer pain in cervical cancer patients.Methods : The type of research is quantitative research with  a Quasy experiment  research design with the one group pretest – posttest method. This study was conducted in February – July 2024 on 43 respondents from a population of 75 cervical cancer pain patients, data was collected using a pain assessment questionnaire using the Numeric Rating Scale. The data was processed using statistical tests of univariate and bivariate analysis which was then carried out hypothesis tests using the Wilcoxon test.Results : The research result showed that the average pain scale before PMR was 5.07 (moderate pain), while the average  pain scale after decreased to 3.74 (mild pain). The results of the statistical test revealed a significant influence  of progressive muscle relaxation on reducing pain  in cervical cancer patients (p-value=0.000).  Conclusion : Therefore,  it is recommended that healthcare professionals consider  using PMR as one of the interventions in pain management in patients, especially for cervical cancer patients. Keywords : Progressive Muscle Relaxation, Pain, Cervical Cancer, Patient, Effect  
Analisis Pengelolaan Linen di Instalasi Laundry Retika, Nelya; Samino, Samino; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 1 (2021): Edisi Manajemen rumah sakit
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i1.80

Abstract

Analysis of Linen Management in The Laundry Installation of The Pringsewu General Hospital  Background: Laundry installation is one of the non-medical supports that have an important role as the person in charge in providing linen services to hospital patients, especially inpatients. An increase of 0.5% of hospitalized patients were found to have new infections. 15 kg of dirty linen produced every day is still mixed with infectious and non-infectious linen, inadequate linen management human resources (HR), linen management officers do not use complete Personal Protective Equipment (PPE) when doing work, linen transportation does not use special trolley, clean linen does not meet the quantity and quality. Purpose: To analyze linen management in the Laundry Installation of Pringsewu Hospital. Methods: Qualitative research with descriptive analysis. Purposive sampling informant retrieval technique. There are 4 informants including 1 key informant and 3 main informants. Data collection techniques are observation, in-depth interviews, literature studies, and document review. Results: The education level of linen managers is from elementary to junior high school and has not received special training, the number of employees is 3 people, funds are insufficient so that the facilities are still incomplete, and the application of standard operating procedures (SOP) is not optimal. Conclusion: The management of linen in the laundry installation has not run optimally. This can be seen from human resources, completeness of facilities, funds, and application of SOP.  Keywords: Linen management; Patients; Laundry installation Pendahuluan: Instalasi laundry merupakan salah satu penunujang non medik yang memiliki peran penting sebagai penanggungjawab pada penyediaan layanan linen terhadap pasien rumah sakit, terutama pasien rawat inap. Ditemukan 0.5% kenaikan pasien rawat inap mendapat infeksi baru. Linen kotor yang dihasilkan per hari 15 kg masih tercampur linen infeksius dan non infeksius, sumber daya manusia (SDM) pengelola linen belum memadai, petugas pengelola linen tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat melakukan pekerjaan, pengangkutan linen tidak menggunakan troli khusus, linen bersih  belum memenuhi kuantitas dan kualitas. Tujuan: Untuk menganalisis pengelolaan linen di Instalasi Laundry RSUD  Pringsewu. Metode: Penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengambilan informan purposive sampling. Terdapat 4 informan meliputi 1 informan kunci dan 3  informan utama. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, studi literatur, dan  telaah dokumen. Hasil: Tingkat pendidikan SDM pengelola linen yaitu SD sampai SMP dan tidak mendapat pelatihan khusus, jumlah tenaga sebanyak 3 orang, dana belum mencukupi sehingga sarana masih belum lengkap, dan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) belum optimal. Simpulan: Pengelolaan linen di instalasi laundry berjalan belum optimal. Dapat dilihat dari SDM, kelengkapan sarana, dana, dan pelakasanaan SOP.    
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Hamil di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Adli, Mulki; Hermawan, Dessy; Amirus, Khoidar
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i4.16015

Abstract

Hipertensi pada kehamilan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian maternal. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada wanita hamil di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2023. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan rancangan penelitian case control dengan instrument berupa lembar observasi rekam medis. Adapun responden penelitian ini sebanyak 150 case dan 150 control dan analisis datanya menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 ibu hamil yang menderita hipertensi pada kehamilan sebanyak 35 orang (23.3%) berusia < 20 tahun atau > 35 Tahun, 76 orang (50,7%) dengan paritas Primigravida atau Grandemultigravida, 77 orang (51,3%) obesitas dan 78 responden (52.0%) ada riwayat hipertensi. Sedangkan dari 150 ibu hamil yang tidak menderita hipertensi pada kehamilan sebanyak 19 orang (12,7%) berusia < 20 tahun atau > 35 Tahun, 48 orang (32,0%) dengan paritas Primigravida atau Grandemultigravida, 35 orang (23,3%) obesitas dan 47 responden (31.3%) ada riwayat hipertensi. Rumah Sakit dapat melakukan edukasi pada ibu hamil yang sedang melakukan ANC untuk menjaga berat badan dalam rentang normal serta berolahraga secara teratur. 
Penerapan Hygine Sanitasi Penjamah Makanan pada Pedagang Kaki Lima di Wilayah Kerja Puskesmas Metro Romadon, Fiqri Ardiansyah; Amirus, Khoidar; Sary, Lolita; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i4.16159

Abstract

Rendahnya sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima berdampak pada kesehatan pembeli. Wilayah kerja Puskesmas Metro menempati urutan pertama dengan jumlah TPP terbanyak di Kota Metro, Lampung tetapi hanya 6,13% TPP yang memenuhi higiene sanitasi makanan. Pengetahuan dan sikap menjadi faktor yang dapat menyebabkan rendahnya sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penerapan higiene sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima di wilayah kerja Puskesmas Metro. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional , dengan populasi berjumlah 225 pedagang kaki lima di wilayah kerja Puskesmas Metro, Lampung secara purposive sampling sehingga diperoleh 179 sampel. Analisis menggunakan uji chi-square dengan hasil yang diperoleh bahwa penerapan jamaah makanan sudah baik 51,4%, pengetahuan baik 87,2% dan sikap positif 54,7%. Terdapat hubungan pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi penjamah makanan pada pedagang kaki lima dengan nilai ρ–value 0.031, OR = 2.736 (CI 1.066-7.022) artinya pengetahuan yang baik 2.736 kali akan menerapkan higiene sanitasi yang baik, dan terdapat hubungan sikap dengan penerapan higiene sanitasi Penjamah makanan pada pedagang kaki lima dengan nilai ρ–value 0,001 OR = 2,871 (CI 1,540-5,352) berarti sikap positif sebesar 2,871 kali akan menerapkan higiene sanitasi yang baik. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada penjamah makanan untuk melengkapi peralatan kebersihan pribadi seperti menggunakan masker dan sarung tangan plastik serta diharapkan agar tidak berbicara dan merokok saat sedang mengolah makanan karena hal tersebut dapat mengakibatkan kontaminasi makanan.
Efektivitas Pemberian Air Rebusan Jahe Merah terhadap Penurunan Intensitas Dismenorea pada Remaja Putri di MTS Darul Falah Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampung Utara Lestari, Wiwin; Mariza, Ana; Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.11614

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a symptom of pain or discomfort in the lower abdomen during menstruation so that it can interfere with daily activities, which is most often found in young and reproductive women in Indonesia. Dysmenorrhea is also a complaint that is often found in young women. In Indonesia, the incidence of menstrual pain in 2018 was 107,673 people (64.24%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary menstrual pain and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary menstrual pain. Research objective: to determine the effectiveness of giving Red Ginger boiled water to reduce the intensity of dysmenorrhea in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency in 2023. The type of research used was pre-experimental with a one-group pre-test and post-test design approach. Research population The population in this study were all young women in grades VII, VIII, IX at Mts Darul Falah in the 2023 academic year. The sample in this study was 37 people. Analysis using the Wilcoxon test. The result are the average level of dysmenorrhea before administration of red ginger boiled water (zingibers officinale) in young women was 3.65 with a standard deviation of 0.716. Minimum 3 (mild pain) and maximum 5 (moderate pain). The average level of dysmenorrhea after red ginger cooking (zingibers officinale) in young women was 1.65 with a standard deviation of 0.484. Minimum 1 (mild pain) and maximum 2 (mild pain). There is a significant difference between giving ginger concoction to the level of dysmenorrhea pain in young women at Mts Darul Falah, Abung Tengah District, North Lampung Regency p value 0.000 (<α 0.05). Suggestion of the study, it is suggested to use red ginger for dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhea, Red Ginger, Young Women   ABSTRAK Dismenore merupakan suatu gejala rasa sakit atau rasa tidak enak diperut bagian bawah pada masa menstruasi sampai dapat menggangu aktifitas sehari-hari yang paling sering ditemui pada wanita muda dan reproduktif di Indonesia dismenore juga merupakan keluhan yang sering ditemukan pada wanita usia muda. Di Indonesia angka kejadian nyeri haid tahun 2018 sebanyak 107.673 jiwa (64,24%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami nyeri haid primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami nyeri haid sekunder. Tujuan penelitian : untuk mengetahui efektivitas pemberian air rebusan Jahe Merah terhadap penurunan intensitas dismenorea  pada remaja putri  di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment dengan pendekatan one group pre test and post test desaign. Populasi penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Remaja Putri kelas VII, VIII, IX di  Mts Darul Falah tahunajaran 2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang. Analisa menggunkan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui Rata-rata Tingkat Disminore sebelum Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 3.65 dengan Standar Deviasi 0,716. Minimal 3 (Nyeri ringan) dan maksimal 5 (nyeri sedang). Rata-rata Tingkat Disminore Sesudah Pemberian Air Rebusan Jahe Merah (zingibers officinale) pada remaja putri 1,65 dengan Standar Deviasi 0,484. Minimal 1 (Nyeri ringan) dan maksimal 2 (Nyeri ringan). Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian ramuan jahe terhadap tingkat nyeri disminore pada remaja putri di Mts Darul Falah Kecamatan Abung Tengah   Kabupaten Lampung Utara  p value 0,000 (<α 0,05) . Disarankan untuk memanfaatkan jahe merah untuk dismenore. Kata Kunci: Disminore, Jahe merah, Remaja Putri
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Achmad Farich Adelia, Martha Adli, Mulki Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana AHMAD ANSORI Akhmad Kheru Dermawan Akhmalbih, Muhamad Aknes Yulyanto Alharomain, Eko M. Atiq Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Ambar Budi yanto Amin, Muslim Amir Sariffudin Andoko Andoko Anisa, Zahra Anita Anita Aprianita Aprianita Apriwesa, Teloe Ardana, Veronika Ardiansyah, Deni Ari Budianto Arlindova, Ardinda Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan ashari, Hernandi Astriana Astriana Aulyya Rahmah Awaliyah, Kharismatul Beauty, Belinda Apriannanti Belinda Apriannanti Beauty Bernika Mutiara Chanita Sari Manulang Christin Angelina Febriani Christin Angelina Febrianti Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Damayanti, Septiyana Dekotyanti, Trivira Delima Selviyani Putri Deni Ardiansyah Desi Paramita Desna Sari Putri Dhini Easter Yanyi Diah Adelia Emilda Diah Astika Winahyu Dias Dumaika Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwi Nuryani, Dina Dwi Ruth Rahayuning Asih Budi Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Sari Siregar, Fitri Eka Yuliana Eka Yuliana Ekasari, Fitri Eko Purnanto Eliza Eka Nurmala Elsa Rizki Lilian Nofita Sari Elva Nuryanti Eni Herleni Ermasari, Anissa Evayanti, Lely Farah Ulya Suryadana Farich, Achmad Fatma Helna Fazirah, Aldy Febriani Putri, Devita Febriani, Christin Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Ferizal Masra Fina Apriliana Firdayunsari, Firdayunsari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Gunawan Irianto Hafiratul Fitri Usfa Hardini Ariningrum Hasbie, Neno Fitriyani Heni Herdanela Henindita Anggra Swastika Henri Setiawan Hermawan, Dessy Hikmah Ifayanti Iing Lukman Ika Sudirahayu Indra Kumala Indriyani, Annisa Irianto, Torry Duet Iskandar, Fryiska Fauziah Islalia, Indah Ismunarti, Diah Ita Paramitha Karbito Karbito, Karbito Lathifah, Neneng Siti Lestari, Wiwin Lolita Sari Lolita Sary Luci Andriani Majid, Ijlal Manulang, Chanita Sari Mariawati Mariawati Mariza, Ana Marleza Adriyani Marliyana Marliyana Masdiana Masdiana Maternity, Dainty Meika Sari, Ida Maya Meliyana, Rossy Milanisa Nur Azizah Mira Puspita Mislianti Mislianti Mochammad Aulia Febriansyah Monica Ramadayanti, Desty Muhani, Nova Nani Soleha Nelya Retika Niputu Sudiadnyani Nova Muhani Nova Muhani Nova Muhani Nova Nur Aziyah Zamil Nur Maya Sari Nurdin, Ambia Nurfazira, Nurfazira Nurhalina Sari Pangaribuan, Betseba Natalia Prayoga Yushananta Prihantoro Prihantoro Purnama, Ade Sinta Putri, Desna Sari Putri, Ratna Dewi Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramadhani, Andesta Retika, Nelya Retnaningsih, Agustina Ridwan Ridwan Ririn Wulandari Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Romadon, Fiqri Ardiansyah Saeffurqon Saeffurqon Safitri, Devi Nilam Laila Safitri, Erna Samino Samino Samino Samino Samino Samino Saputri, Firdha Azzahra Saradiah Mariana Natapradja Sari, Fitri Eka Selviyani Putri, Delima Siti Mariam SITI MARIAM Sri Wulandari Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Suri, Biantara Susilawati, Susilawati SUWITO SUWITO Swastika, Henindita Anggra Taufiqqurokhim, Taufiqqurokhim terta, Riesca lavenia trio pranoto Trisia Dira Yuniar Trisna Nur Aqilla Fadia Haya Usfa, Hafiratul Fitri Uswatul Hasanah, Uswatul Vera Lesmana Vivi Septiana Wahyu Karhiwikarta Wahyudi, Rega Welly Rizkianti Winahyu, Diah Astika Yahdhiani Nurindahsari Yanti, Dhiny Yanti, Dhiny Easter Yulendasari, Rika Yuli Yandara Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yulyani, Vera Yuniar Herdarini Utami Yuniar, Trisia Dira Yuviska, Ike Ate Zaenal Abidin Zatalini, Nabila Zitunah, Zitunah