This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Journal of Nonformal Education Jurnal Ilmiah Pangabdhi JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Penelitian Pendidikan Geografi Jurnal Geosains dan Teknologi SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Journal of Civic Education PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Kewarganegaraan JURNAL PENDIDIKAN IPS Empiricism Journal International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research, and Technology (IJSET) Journal of Innovation Research and Knowledge Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Jambura Journal Civic Education Jurnal Pepadu Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral (Journal of Geology and Mineral Resources) MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Civic Education Law and Humaniora : Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi CONSTITUO: Jurnal Riset Hukum Kenegaraan dan Politik SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
Claim Missing Document
Check
Articles

Tradisi Maulid Adat Sebagai Pelestarian Civic Culture di Bayan Lombok Utara Febrian, Alfan Didit; Dahlan, Dahlan; Sawaludin, Sawaludin
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.45638

Abstract

AbstractThe custom maulid tradition is a tradition that is regularly held by the Bayan community of North Lombok district in commemoration of the birthday of the great prophet Muhammad SAW. The implementation of the customary maulid tradition consists of several series of processions which have their own value in the formation of the cultural character of the community. This study aims to find out how the series of processions for the adat maulid tradition and what values are contained in the procession so that it becomes a form of preserving civic culture in the adat maulid tradition in the village of Bayan, sub-district, Bayan, North Lombok district and to identify supporting and inhibiting factors for the implementation of customary maulid tradition activities. This research is a type of qualitative research using ethnographic methods. Data collection techniques use observation techniques, interview techniques and documentation techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the adat maulid tradition is carried out every year as a form of citizen identity and in each process it still preserves civic culture values such as social values, economic values, and religious values.------------------AbstrakTradisi maulid adat merupakan .sebuah tradisi.yang.diselenggarakan secara rutin oleh.masyarakat Bayan kabupaten Lombok Utara dalam memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW. pelaksanaan kegiatan tradisi maulid adat terdiri dari beberapa rangkaian prosesi yang memiliki nilai tersendiri dalam pembentukan karakter kebudayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana rangkaian prosesi tradisi maulid adat dan nilai apa saja yang terkandung dalam prosesi tersebut sehingga menjadi bentuk pelestarian civic culture pada tradisi maulid adat di desa Bayan kecamatan Bayan kabupaten Lombok utara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan tradisi maulid adat. penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi maulid adat dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk identitas warga negara dan pada setiap prosesnya masih melestarikan nilai civic culture seperti nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai religius
Pengembangan Digital Citizenship Melalui Pojok Baca Digital di Masyarakat Karang Bedil Kota Mataram Utomo, Muhamad Dwi; Ismail, M.; Sawaludin, Sawaludin; Sumardi, Lalu
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.48274

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to provide an understanding to the public to be smart in choosing positive news that does not contain fake news and increases literacy. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study use a qualitative approach with descriptive methods because this research describes objects, phenomena, and social conditions that occur in the Karang Bedil community through POCADI services. The development of digital citizenship through POCADI is therefore as follows: 1. Digital citizenship involves understanding the risks associated with technology and how to protect oneself online. This also includes respecting the rights of others and using technology responsibly. 2. Digital citizenship aims to enable people to utilize technology properly in accordance with applicable ethics and norms. The concept of this coaching is for the development of society to reduce the time to use technology to make the organization productive for both children and adults. Digital citizenship aims to ensure that everyone can use digital media, technology, and responsible Digital citizenship coaching.-----------------AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih berita yang sifatnya positif, tidak mengandung berita bohong dan meningkatkan literasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena dalam penelitian ini menggambarkan objek, fenomena atau kondisi sosial yang terjadi di masyarakat Karang Bedil melalui layanan POCADI. Maka pengembangan Kewarganegaraan digital melalui POCADI adalah sebagai berikut: 1. Kewarganegaraan digital melibatkan pemahaman risiko yang terkait dengan teknologi dan cara melindungi diri sendiri secara online. Ini juga termasuk menghormati hak orang lain dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. 2. Kewarganegaraan digital bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik sesuai etika dan norma yang berlaku. Konsep pembinaan ini adalah untuk pengembangan masyarakat untuk mengurangi waktu untuk menggunakan teknologi agar masyarakat produktif baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Tujuan kewarganegaraan digital adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dapat menggunakan media digital, teknologi, dan bertanggung jawab Pembinaan kewarganegaraan digital.
Penguatan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Bank Sampah Inges (Studi Kasus Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Lombok Timur) Mahmudi, Muhammad Alpan Rasyid; Ismail, M.; Sawaludin, Sawaludin; Alqadri, Bagdawansyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 21 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i2.61208

Abstract

AbstractThis research aims to describe the implementation of the Inges Waste Bank program, how to strengthen the character of caring for the environment through the Inges Waste Bank program, and the supporting and inhibiting factors for the Inges Waste Bank program. This research uses qualitative research with a case study type, in which the author investigates in detail related to a program which occurs following the reality of the research object. The research techniques used in this research are interviews, observation and documentation. The data analysis technique used is the data analysis technique according to Milles and Huberman which consists of three stages, namely data condensation, data display, and drawing conclusions. This research shows that the Inges waste bank program has 3 activities: educating the public about waste, making crafts and compost from waste, exchanging waste for wifi vouchers. Now Dasan Lekong Village is the cleanest village in Selotim. It can be concluded that the existence of the Inges waste bank program can improve the environmentally caring character of the people of Dasan Lekong Village.-------------------AbstrakTujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi program bank sampah inges, bagaiamana penguatan karakter peduli lingkungan melalui program bank sampah inges serta faktor pendukung dan penghambat program bank sampah inges. Penelitian ini mengguankan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus (case study), yang dimana penulis menyelidiki secara mendetail terkait dengan suatu program yang di mana terjadi sesuai dengan kenyataan pada objek penelitian. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data menurut Milles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahapan yakni kondensasi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa dalam kegiatan program bank sampah inges ini memiliki 3 kegiatan yaitu: Edukasi masyarakat tentang sampah, membuat kerajinan dan kompos dari sampah, menukarkan sampah dengan voucher wifi. Kini Desa Dasan Lekong menjadi desa terbersih selotim. Dapat di simpulkan bahwa adanya program bank sampah inges ini dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan masyarakat Desa Dasan Lekong.
PELAKSANAAN TRADISI PEDAK API DAN NILAI-NILAI KARAKTER YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA (Studi Di Dusun Salut Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur) Husnul Hotimah; Lalu Sumardi; Sawaludin, Sawaludin; Mustari, Mustari; Camellia, Camellia
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.9005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi pedak api dan nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya pada Masyarakat sasak di Dusun salut. Jenis pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi, menggunakan sumber data informan penelitian. Sementara analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: proses pelaksanaan tradisi pedak api (1) Tahap persiapan pedak api meliputi dan penyiapan alat dan bahan; ( 2) Tahap pelaksanaan meliputi doa, mengayunkan bayi di atas perapian, menyiram perapian, menggendongkan bayi ke Sembilan anggota keluarga, memasangkan gelang, sembek; (3) Tahap penutup meliputi begibung dan pemberian seserahan (andang-andang). Terdapat nilai-nilai karakter dalam proses pelaksanaan tradisi pedak api: (1) Nilai Religius, yang ditandai dengan pembacaan doa-doa saat pembukaan acara dan setiap kegiatan saat proses pelaksanaan pedak api; (2) Nilai karakter tanggung jawab tercermin dari sikap tanggung jawab orang tua memberikan rasa aman dengan mengadakan tradisi pedak api serta memberikan nama yang baik; (3) Nilai karakter cinta tanah air yang tercermin dari sikap Masyarakat sasak di Dusun Salut yang masih melestarikan tradisi pedak api; (4) Nilai karakter peduli sosial tecermin dari sikap Masyarakat sasak Dusun Salut saling tolong menolong saat ada pelaksanaan tradisi pedak api
Sosialisasi Urgensi Akreditasi Sekolah pada MA dan MTs Unwanul Falah NW Paok Lombok Zubair, Muh.; Sawaludin, Sawaludin; Fauzan, Ahmad; Alqadri, Bagdawansyah
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i1.3915

Abstract

Mutu pendidikan merupakan tolak ukur yang menjadi sebuah prestise pada setiap lembaga. Setiap lembaga atau pelaksanaa pendidikan memiliki kewajiban untuk mengukur mutu melalui program akreditasi. Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok akan menghadapi masa pengajuan akreditasi sekolah, sehingga dibutuhkan sosialisasi Akreditasi Sekolah untuk dapat mempertahankan peringkat akreditasi yang dimiliki oleh sekolah. Kelayakan satuan pendidikan mengacu pada standar nasional pendidikan, karena standar nasional pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan Akreditasi diharapkan menjadi pendorong dan dapat menciptakan suasana kondusif bagi perkembangan pendidikan serta memberikan arahan dalam melakukan penjaminan mutu sekolah/madrasah yang berkelanjutan, guna mencapai mutu yang diharapkan. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak pengelola Pondok Pesantren Unwanul Falah NW Paok Lombok dan pihak Universitas Mataram yang telah bekerjasama untuk terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
Sosialisasi Undang-undang Narkotika dan Bahayanya Bagi Generasi Muda di Desa Janggawana Lombok Tengah Zubair, Muh.; Alqadri, Bagdawansyah; Sawaludin, Sawaludin
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Bahaya Narkotika kepada generasi muda di Desa Janggawana Kabupaten Lombok Tengah. Program pengabdian ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya narkotika, melalui sosialisasi Undang-undang narkotika, sehingga melalui program ini dapat mencegah penyalahgunaan narkotika di masa yang akan datang. Kegiatan sosialisasi ini didasari oleh meningkatnya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda di kota maupun di desa baik sebagai pengguna maupun sebagai pengedar narkoba. Berdasarkan data terkini di seluruh dunia, jumlah pengguna narkoba telah meningkat menjadi 296 juta orang, bertambah 12 juta dari tahun lalu. Ini setara dengan 5,8% populasi global berusia 15-64 tahun. Di Indonesia, survei nasional 2023 tentang penyalahgunaan narkotika menunjukkan angka 1,73%, yang berarti sekitar 3,3 juta warga Indonesia usia 15-64 tahun terlibat. Hasil survei juga mengindikasikan adanya kenaikan yang cukup besar dalam penggunaan narkoba di kalangan remaja dan dewasa muda berusia 15-24 tahun. Hal ini menandakan situasi "Darurat Narkotika" di Indonesia. Untuk menanggulangi permasalahan di atas penting dilakukan, sosialisasi bahaya narkotika. Kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang UU Narkotika, dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dengan tim penyuluh dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Melalui sosialisasi ini, para peserta tidak hanya dibekali dengan informasi mengenai aspek hukum terkait narkotika, tetapi juga diberikan pemahaman mendalam tentang bahaya dan dampak negative jangkapanjang dari penyalahgunaan zat-zat terlarang tersebut. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan di kalangan generasi muda, sehingga mereka memiliki keteguhan hati dan kemampuan untuk menolak segala bentuk godaan atau tekanan yang berkaitan dengan penggunaan narkoba.
Membangun Warga Negara yang Baik (Good Citizen): Sosialisasi Anti-Narkoba di MA Bustanul Wa’izhin NW Janggawana Sawaludin, Sawaludin; Sawaludin; Haslan, Muhammad Mabrur; Zubair, Muh.; Alqadri, Bagdawansyah; Tripayana, I Nengah Agus; Artina, Fitriah; Pertiwi, Melisa
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rj4sgj23

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata bagi generasi muda, termasuk di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses edukasi. Kondisi ini menuntut adanya intervensi berbasis pendidikan kewarganegaraan untuk membangun good citizen. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Membangun Warga Negara yang Baik (Good Citizen): Sosialisasi Anti-Narkoba di MA Bustanul Wa’izhin NW Janggawana” dilaksanakan pada 06 September 2025 dengan melibatkan 25 siswa. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba bagi kesehatan, kehidupan sosial, dan masa depan; membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan bebas narkoba; dan menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta mendukung pembelajaran. Metode kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (perancangan materi, koordinasi, dan perizinan), pelaksanaan (ceramah, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan banner), serta evaluasi (observasi, respons peserta, dan kuesioner pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: pengetahuan jenis narkoba naik dari 35% menjadi 88%, pemahaman dampak kesehatan dan sosial dari 40% menjadi 92%, serta pengetahuan konsekuensi hukum dari 30% menjadi 85%. Pada aspek sikap, komitmen menjauhi narkoba meningkat dari 50% menjadi 90% dan kesediaan mengajak teman sebaya dari 45% menjadi 76%. Luaran kegiatan meliputi peningkatan pemahaman siswa, media kampanye berkelanjutan, pembentukan agen perubahan, publikasi artikel ilmiah minimal Sinta 5, serta naskah akademik. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa strategi sederhana, partisipatif, dan kontekstual efektif dalam membentuk warga negara yang baik (good citizen) sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
IMPLEMENTASI PROGRAM SABTU BUDAYA SEBAGAI PENGUATAN CIVIC CULTURE SAJIDA, DEANA; HERIANTO, EDY; BASARIAH, BASARIAH; SAWALUDIN, SAWALUDIN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3221

Abstract

The Culture Saturday program is a co-curricular activity used in schools to promote culture-based learning. The purpose of this study is to explain the Saturday Culture programme's implementation as a reinforcement of Civic Culture, which may be both helpful and difficult, as well as the influence it has. This research takes a qualitative approach to case study research. Data collecting strategies include observation, interviews, and documenting. Results can be obtained from the data, among other things. (1) the form of implementation of the Saturday Culture program as a strengthening of Civic Culture in the State Primary School 1 Masbagik is Gatra Gatra Gymnastics, Theatre or Drama Activities, Creation Dance Activities, and Classroom Cleaning and Environmental Activities; (2) the supporting factors, including the competence of teachers to implement the Saturday Cultural program, the support and cooperation between teachers and staff, the availability of the venue of The challenges include the guidance of the school's Saturday Culture program, the participation of some students and teachers in the implementation of the Saturday Culture programme, and (3) the impact on the academic field on the learning of pupils and non-academic pupils on the discipline, activity, participation, or controversy of the pupils in the conduct of the cultural Saturday program. ABSTRAKBudaya yang Program Sabtu adalah kegiatan co-curricular yang digunakan di sekolah untuk mempromosikan pembelajaran berbasis budaya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan implementasi program Saturday Culture sebagai penguatan budaya sipil, yang dapat bermanfaat dan sulit, serta pengaruhnya. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif untuk penelitian studi kasus. Strategi pengumpulan data termasuk pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dapat diperoleh dari data, antara lain. (1) bentuk implementasi program Budaya Sabtu sebagai penguatan Budaya Sipil di Sekolah Dasar Negara 1 Masbagik adalah Gimnastik Gatra Gatra, Aktivitas Teater atau Drama, Kegiatan Tarian Kreatif, dan Kelas Pembersihan dan Kegiatan Lingkungan; (2) faktor-faktor pendukung, termasuk kompetensi guru untuk menerapkan program Kebudayaan Sabtu, dukungan dan kerjasama antara guru dan staf, ketersediaan lokasi Tantangan-tantangan tersebut meliputi bimbingan program Budaya Sabtu sekolah, partisipasi beberapa siswa dan guru dalam implementasi program Kebudayaan Sabtu, dan (3) dampak pada bidang akademik pada pembelajaran siswa dan siswa non-akademik pada disiplin, aktivitas, keterlibatan, atau kontroversi siswa dalam pengelolaan program budaya Sabtu.
Perbandingan Model Pendidikan Karakter Berbasis Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Meningkatkan Karakter Peserta Didik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram Sumardi, Lalu; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin; Maulidiya, Baiq Fina; Basariah, Basariah; Edi, Maria Grace Putri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4045

Abstract

Pendidikan karakter menjadi domain penting dalam dunia pendidikan yang posisinya sejajar dengan aspek pengetahuan dan keterampilan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai jalur pendidikan formal awal memiliki peran penting dalam menumbuhkembangkan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan karakter berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui praktik terbaik di MTs Negeri 1 Mataram dan SMP Negeri 2 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model analisis interaktif (Miles, Huberman, & Saldana, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa P5 efektif meningkatkan soft skills peserta didik seperti disiplin, kerja sama, kolaborasi, kreativitas, serta kepedulian sosial. MTs Negeri 1 Mataram menekankan tema kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan, dan suara demokrasi, sementara SMP Negeri 2 Mataram fokus pada kewirausahaan, kebinekaan, dan kebugaran jasmani. Keterbatasan dana (MTs Negeri 1 Mataram) dan rendahnya partisipasi siswa akibat penjadwalan yang kurang tepat (SMP Negeri 2 Mataram) menjadi tantangan utama. Upaya perbaikan dilakukan melalui evaluasi reflektif, penyesuaian jadwal, dan rencana integrasi P5 secara berkelanjutan dalam kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan model pendidikan karakter berbasis P5 yang aplikatif dan adaptif terhadap konteks sekolah.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Pengemis di Kota Mataram Lina Rahmayani; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3597

Abstract

Fenomena keberadaan pengemis di Kota Mataram masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Meskipun pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis, praktik mengemis masih sering dijumpai di berbagai titik strategis kota. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam implementasi kebijakan, baik dari sisi penegakan, pembinaan, maupun partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penanggulangan pengemis di Kota Mataram berdasarkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 serta dampaknya terhadap ketertiban sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri dari aparat pelaksana (Satpol PP dan Dinas Sosial), tokoh masyarakat, dan pengemis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dilaksanakan melalui penertiban dan razia rutin, pengembalian pengemis ke keluarga dan masyarakat, pemberian bantuan sosial dan pembinaan keterampilan, serta rehabilitasi sosial melalui penampungan sementara. Implementasi kebijakan ini berdampak pada berkurangnya jumlah pengemis di titik strategis, meningkatnya kesadaran masyarakat, dan adanya upaya pemulihan sosial, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulannya, kebijakan ini berkontribusi terhadap ketertiban umum dan kesejahteraan sosial, namun masih memerlukan optimalisasi.
Co-Authors - Afrizal Adawiah, Radiatul Ahmad Fauzan Ahmad Hidayat Al Firman, Al Firman Alfirman, Alfirman Alfiyan, Arif Nur Alivia, Neta Alqadri, Bagdawansyah Andika, Deri ANDINI, MEINDA SRI Anita, Vira Aprilia, Nuning Arisona Arisona Arisona Arisona, Arisona Arya Ramadhana, Muhammad Aulia, Weko Indira Romanti Aulya Wardani, Winda Auvia, Sirrul Bagdawansyah Alqadri, Bagdawansyah Alqadri Bahir, Nitrawati Basariah Basariah, Basariah Basyariah, Basyariah Batrisyia Azizah Sudiarta, Najwa Cahyani, Mega Camellia Camellia, Camellia Candra , Candra Chatarina Umbul Wahyuni Dahlan Dahlan Daniel Kurniawan Diva Rahman Edi, Maria Grace Putri Edy Herianto Febri, Adam Muhamad Febrian, Alfan Didit FITRIAH ARTINA, FITRIAH Fitriani Fitriani FITRIANI, NOVA Fitriani, Sani Golok Jaya, La Ode Muhammad Halija, Sitti Hamid, Fanul Haraty, Syamsul R. Harisma Buburanda, Harisma Hasan, Erzam S. Haslan, M. Mabrur Haslan, Muhammad Mabrur Hasria Hasria, Hasria Hayani, Yuma Herman, Boi Hermawan, Ilman Hidayat, Ahmad Wahyu Hudori, Ahmad Husnul Hotimah I Nengah Agus Tripayana . Ida Usman Ido, Irfa Ido, Irfan Inayatullah, Nur Indra Wahyu, Indra INDRAYANI INDRAYANI Indriasary, Anita Insani, Wa Ode Nur Ismail, M ISNAINI, LISA SHOPIA Jahidin Jahidin Jauhari, M Khairul Hafiz Jaya, Rio Irhan Mais Cendra Jayawarsa, A.A. Ketut Jufri Karim Julianti, Nur Rizqi Jumrawati, Jumrawati Juningtias, Karmila Rahma Khanim, Khairil Kurniawansyah, Edy La Ode Ngkoimani, La Ode Lalu Sumardi Lestari, Aprilia Lina Rahmayani Lukman Yunus, Lukman M. Ismail Mahmudi, Muhammad Alpan Rasyid Manzili, Rizka Masri Masri Maulidiya, Baiq Fina Maylani, Annisa Mohammad Ismail Mohammad Mustari, Mohammad Muammar Khaddafi Mudmainna, Jamiatul Muh.Zubair, Muh.Zubair Muhammad Ismail Muhammad Mabrur Haslan Mujahidittauhid, Ahyan Muliddin Mustari Mustari Mustari, Mohamad Muttaqin, zedi Ningsih, Ika Juwita Novianti, Delsy Nurgiantoro, Nurgiantoro Nurhilalia, Nurhilalia Nurjumiati Nurjumiati NURUL HIDAYAH Nusriah, Ld. Asyravil Maolana Oktaviana, Anisa Okto, Ali Pebriani, Suli Pertiwi, Melisa Rafsenja, Ulfah Rahmansah, Esti Ratna Ratna Resmin, Masrandi Restele, La Ode Risma Sari, Risma Risma, Napassanaye Rispawati, Rispawati Rivando, Candan Riyanto, Andra Ade Romanti Aulia, Weko Indira Royani, Nispia Rustam Hasyim, Rustam Saban Rahim Sahira, Emilia SAJIDA, DEANA Salihin, La Ode M. Iradat Salihin, La Ode Muhammad Iradat Samsul Hadi Saputri, Nurmala Saputu, Muh. Sumitran Sara Septiana Satriaa, Teguhh60 Sawaludin Sayfulloh, Usman Hamid Septiana, Elyn Solly Aryza Suci Cahyati Suharni Suharni Sumardi, Lalu Syafira, Andini Tahir, Tahir Tinggi Nalu, Syarifah Ucok, Rahmat Uswatun Hasanah Utomo, Muhamad Dwi Wahyudin Noe, Wahyudin Weka Widayati, Weka Winata, Aliahardi Yohanis, Lingke Yuliatin yuliatin Yuliatin Yuliatin Yuyun, Yuyun Zakaria, Rendi Zaki, Muhamad Zubair , Muh Zubair , Muh. Zubair, M Zubair, Muh.