Claim Missing Document
Check
Articles

REST AREA DAN BUDIDAYA JAMUR TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Rakha Fawwas Ramadhan; Suryo Tri Harjanto; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan dibangunnya jalan tol Pandaan – Kota Malang, Kemudian dilanjutkan pembangunan dua pintu gerbang tol menuju Kota Malang dan bandara Abdurrahman Saleh, memberi dampak baik langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Desa Ampeldento saat ini salah satunya meningkatnya pertumbuhan umkm masyarakat Desa Ampeldento ditambah dengan sebagaian besar masyarakat Desa Ampeldento ini sendiri bermata pencaharian sebagai petani jamur yang belum memiliki wadah untuk mempromosikan prodak mereka lebih jauh, sehingga dengan adanya peluang ini maka perancangan Rest Area dan juga pembuatan budidaya jamur dirasa dapat memecahkan permasalahan yang sedang di hadapi oleh Desa Ampeldento tersebut. dengan adanya perencanaan Rest Area ini selain memfasilitasi pengguna jalan untuk beristirahat di harapkan dapat mewadahi mata pencaharian petani jamur yang berada di desa ampeldento dan juga memajukan pendapatan Desa Ampeldento ini sendiri, selain itu penerapan tema arsitektur kontemporer yang di aplikasikan pada perancangan pembuatan Rest Area ini ditujukan supaya Rest Area ini dapat berkembang secara dinamis, untuk metode perancangan yang di gunakan yaitu melalui survey lapangan dan literature.
PERANCANGAN RUMAH SUSUN DI KOTA BLITAR TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Al Aziz Nur Muhammad; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah rumah yang ada di Kota Blitar sejumlah 33.000 dengan jumlah kepala keluarga lebih dari 40.000. Dengan perbandingan jumlah rumah dan kartu keluarga tersebut terdapat permasalahan kurang ketersediaanya unit hunian bagi masyarakat Kota Blitar. Selain kurangnya ketersediaan rumah juga terdapat permasalahan lingkungan berupa kurangnya lahan terbuka hijau. Dalam peraturannya minimal dalam satu kota memiliki 18% ruang terbuka Hijau yang harus tersedia. Dalam penganalisaan permsalahan tersebut diharapkan hadirnya arsitektur dapat memberikan solusi berupa produk desain. Dalam prosesnya perlu adanya kejelasan metode kerja yang digunakan. Pada kasus ini metode yang dilalui dengan menganalisa data dan studi serta menentukan tema yang ydigunakan sebagai rambu-rambu dalam melakukan perancangan. Tema atau pendekatan yang digunakan pada penyelesaian masalah ini merupakan asitektur neo-vernakular, tema ini dipilih karena memiliki ciri dan karakter yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Setelah proses Analisa permasalahan tersebut muncullah judul berupa perancangan rumah susun di Kota Blitar dengan tema arsitektur neo-vernakular. Desain yang diharapakan dapat memberikan solusi berupa fasilitas hunian yang layak bagi manusia, lingkungan dan tidak meninggalkan nilai-nilai kedaerahan yang sudah ada sebagai wujud menghargai dan melestarikannya.
TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN KAPAL FERRY SOFIFI DI - HALMAHERA DENGAN TEMA GREEN ARCHITECTURE Takdir Jabir; Breeze Maringka; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 01 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan merupakan salah satu simpul jaringan transportasi Disitulah transportasi laut bertemu dengan transportasi darat Pelabuhan mutlak diperlukan untuk sebuah provinsi kepulauan. Salah satu pelabuhan yang ada di pulau Halmahera adalah Pelabuhan Penumpang Ferry. Pelabuhan ini berfungsi sebagai tempat berlabuhnya transportasi laut antara Pulau Halmahera dengan pulau-pulau lain di Maluku Utara. Pelabuhan Sofifi merupakan gate/gerbang untuk memasuki 2 pulau yang ada di Maluku Utara. Alhasil desain pelabuhan penyeberangan bertujuan untuk menghubungkan aktivitas transportasi masyarakat. Rekayasa hijau adalah cara untuk menangani pekerjaan dengan konsekuensi merugikan yang tidak signifikan bagi kesejahteraan manusia dan iklim. dengan memanfaatkan bahan dan metode bangunan yang ramah lingkungan dalam upaya menjaga bumi, air, dan udara. Memanfaatkan energi dan sumber daya alam, menanggapi kondisi tapak bangunan, memperhatikan pengguna bangunan, dan meminimalkan penggunaan sumber daya baru adalah bagian dari konteks Arsitektur Hijau dalam sebuah desain. Hasil dari perancangan terminal penumpang pelabuhan kapal ferry Sofifi adalah menyediakan fasilitas terminal yang layak dan nyaman sesuai standar perancangan terminal, lingkungan masyarakat, lingkungan budaya dan lingkungan alam. Penggunaan tema green architecture mampu menyelesaikan masalah pemanasan global dan ramah terhadap lingkungan.
Correlations between Local Institutional Capacity and Community Conservation Partnerships in Lore Lindu National Park Massiri, Sudirman Daeng; Hamzari; Pribadi, Hendra; Golar; Hamka; Akhbar; Naharuddin
Media Konservasi Vol. 29 No. 1 (2024): Media Konservasi Vol 29 No 1 January 2024
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.29.1.13-26

Abstract

The Community Conservation Partnership (CCP) is a policy option for ensuring the sustainability of conservation functions while improving the local community's economy. The critical issue in implementing this policy is local institutional capacity. This study aimed to describe the correlation between local institutional capacity and the performance of community conservation partnerships in LLNP. This study was carried out in 10 villages that had established conservation partnership agreements with LLNP managers. This research adopted a quantitative descriptive method. This study revealed that CCP performance was significantly dependent on local institutional capacity. The CCP programme improved the function of conservation areas, but did not boost the local economy significantly. Trust and financial capacity are the essential organisational and management capacities that strongly correlate with CCP performance. The performance of CCP was more strongly correlated with the organisational and management capacity of the local institution than with individual capacity. The individual capacity of the local institution that strongly correlated with CCP performance was only the technical capacity in forestry. Therefore, strengthening capacity at organizational and management levels, such as building trust, communications, and funding support for local institutions, is crucial for improving and sustaining conservation partnerships.
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE AT-TAHQIQ TERHADAP KEMAMPUAN PELAFALAN MAKHARIJ AL-HURUF PESERTA DIDIK KELAS I MIN KABUPATEN GOWA Aris, Nurwahidah; Hamka; Munirah
Primer Edukasi Journal Vol 4 No 01 (2025): Januari 2025
Publisher : Prodi PGMI IAI Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56406/jpe.v4i01.461

Abstract

This research aims to describe 1) Analyzing the form of application of the at-Tahqiq method in class I MIN Gowa Regency, 2) Analyzing students' ability to pronounce makharij al-huruf hijaiyah after implementing the at-Tahqiq method, 3) Analyzing whether the at-Tahqiq method is effective on the ability to pronounce makharij al -Hijaiyah letters in class I MIN Gowa Regency. Data collection methods were carried out through observation and interviews. The research results obtained are 1) The form of applying the at-Tahqiq method in class I MIN Gowa Regency in learning the pronunciation of hijaiyah letters, namely by providing examples of how to pronounce or pronounce the hijaiyah letters properly and correctly, then students are given the opportunity to imitate or re-pronounce them in accordance with examples slowly repeated, 2) Students have shown very good progress as indicated by students being able to pronounce the hijaiyah letters according to the place where the letters come out, 3) The use of the at-Tahqiq method is considered effective in learning the pronunciation of makharijul hijaiyah letters in class I students at MIN Gowa Regency because In applying the at-Tahqiq method, students are able to pronounce the hijaiyah letters well and correctly.
Development strategy of human resource competency in the preservation field Sudiarti, Leni; Hamka; Rivai, Firman Hadi
Record and Library Journal Vol. 9 No. 2 (2023): December
Publisher : D3 Perpustakaan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/rlj.V9-I2.2023.268-282

Abstract

Background of the study: The Center for Preservation and Media Transfer of Library Materials of the National Library of Indonesia (PNRI) is also responsible for restoring various types of collections. It is necessary to increase and develop competence in handling these collections, considering the various conditions and types of library materials. Preservation of the physical and information needed to make the collection last longer. Purpose: To formulate the strategies for improving and developing the competence of preservation human resources in this unit. Findings: Based on the SWOT analysis, this unit is in quadrant I, meaning that it has great strengths and opportunities to improve and develop competencies. The recommended strategies are: a) facilitating staffs to gain knowledge through education, training, comparative studies, workshops and other conservation events, b) facilitating Preservation Human Resources certification, c) development of managerial and sociocultural competencies, for Head of Working Group, Sub Head of Working Group and staff who are also members of the facilitators/teachers, d) establish various preservation SOPs, e) work closely with the Education and Training Center to accommodate preservation staff training needs, f) create plans for improving and developing well-structured resources, g) sharing knowledge independently among preservation staff. h) Massive socialization of Preservation Performance Competency Standards (SKKNI) to preservation human resources, so that the standards can become a reference for preservation human resources in their work. Conclusion: Competency improvement and development is needed so that preservation activities at the National Library of Indonesia can run even better, so that they can be more beneficial in society.
GALERI KARYA DISABILITAS TUNA DAKSA 2D DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Nadya Marissa Prameswari; Lalu Mulyadi; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun banyak yang menganggap penyandang disabilitas sebagai kelompok terpisah, sebenarnya sejumlah di antara mereka memiliki bakat seni yang luar biasa. Karya-karya seni mereka diharapkan dapat dipamerkan dan diperdagangkan di dalam dan luar negeri. Pendirian fasilitas ini bertujuan untuk menjadi wadah apresiasi permanen di Kota Malang, yang dapat menampung karya-karya seni yang dihasilkan oleh seniman penyandang disabilitas. Selain itu, upaya ini juga melibatkan relokasi acara Jogja International Disability Art Biennale yang diadakan dua tahun sekali di R.J. Galeri Katamsi, Yogyakarta. Semua langkah ini didukung oleh Pemerintah Kota Malang yang bertekad menjadikan kota lebih inklusif terhadap penyandang disabilitas. Dalam metodologi desain, terdapat tiga tahap utama: Memahami, Menjelajahi, dan Mewujudkan. Konsep sirkulasi menjadi dasar dalam merencanakan tata letak ruangan guna memaksimalkan pergerakan, sambil memperhatikan kenyamanan pengunjung. Selain itu, pemilihan skema warna earth tone bertujuan menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Bangunan ini juga dilengkapi dengan fasilitas seperti blok guiding, rampa dengan kemiringan 6°, dan titik pendaratan setiap 9 meter, serta lift. Diharapkan bahwa fasilitas ini mampu memberikan solusi berkelanjutan terhadap berbagai tantangan yang ada.
KAMPUNG NELAYAN DI KOTA JAYAPURA TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR Putri Safira Nur Andini; Gaguk Sukowiyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Nelayan Hamadi Jayapura ialah sebuah perkampungan yang mayoritas penduduk suku Bugis yang bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Kampung nelayan ini terletak di Kelurahan Hamadi, distrik Jayapura Selatan, Jayapura Papua yang merupakan pusat perdagangan ikan terbesar di Kota Jayapura. Tujuan perancangan adalah untuk mengetahui kriteria rancangan yang sesuai dengan kebutuhan, kesehatan, dan kesejahteraan di kampung nelayan Hamadi serta menerapkan rancangan tema arsitektur neo-vernakular kedalam bangunan hunian kampung nelayan Hamadi. Tema arsitektur neo-vernakular digunakan perancangan ini dengan menerapkan pola tipologi arsitektur Bugis dengan menerapkan bentuk, tatanan ruang, material, ornament yang di transformasikan dalam tampilan yang kontemporer. Hasil rancangannya berupa 3 type hunian berjumlah 50 unit dan fasilitas penunjang seperti masjid, balai warga, TPI, galangan perahu, tambak, dermaga, mercusuar dan ruang komunal. Untuk kondisi lahan di atas laut maka menerapkan struktur panggung yang mencirikan bentuk arsitektur tradisional Bugis yang menggunakan tiang kayu sebagai penopang dinding dan atap. Didapat kriteria rancangan yang dapat digunakan dan sesuai dengan kebutuhan dari kampung nelayan serta dihasilkan rancangan arsitektur neo-vernakular mengikuti khas penduduk masyarakat Bugis pada bangunan hunian kampung nelayan Hamadi.
EKOWISATA HUTAN JATI di DESA ALAS RAJAH, MADURA TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Khansa’ Ade Taqiyyah; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Alas Rajah merupakan salah satu desa yang berada di Bangkalan, Madura. Potensi alam yakni area perbukitan yang mempunyai kawasan hutan jati, dapat dimanfaatkan untuk melindungi kawasan lingkungan desa dan pengembangan edukasi yang dapat dikembangkan melalui rancangan ekowisata. Tema pada rancangan adalah arsitektur tropis yang diambil berdasarkan kenyamanan thermal pada area tapak dan juga untuk mengkolaborasikan bentuk bangunan yang ada di lingkungan sekitar desa, dimana arsitektur tropis dituntut peka terhadap kebutuhan iklim (panas, curah hujan, kelembaban, curah hujan). Metode pada perancangan ini adalah analogi langsung dan personal diikuti dengan pengumpulan data berupa studi literatur, survey lapangan, dokumentasi dan analis. Struktur bangunan menggunakan pondasi footplat, rangka kaku, dan struktur atap kayu. Utilitas yang menjadi prioritas adalah kebutuhan air bersih, listrik dan sampah. Dengan adanya Ekowisata Hutan Jati di Desa Alas Rajah ini diharapkan dapat membantu terwujudnya program kerja daerah dan Desa Alas Rajah.
WISATA WATERPARK DAN HOTEL DI DESA BATANGAN KABUPATEN BANGKALAN TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Agung Setya Wahyudi; Gaguk Sukowiyono; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 7 No 02 (2023): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten sebagai tujuan transit utama dari Pulau Jawa melalui Selat Madura. Hal tersebut membuat Kabupaten Bangkalan sering sekali dikunjungi untuk perdangan maupun wisata sehingga dibutuhkannya sebuah sarana penunjang seperti hotel sebagai fasilitas akomodasi. Kabupaten Bangkalan memiliki sebuah desa yaitu Desa Batangan ,dimana terdapat sebuah potensi besar seperti sumber air berupa sumur bor yang belum dimanfaatkan sehingga dibutuhkan sebuah objek yang dapat memanfaatkan air dan menjadi daya tarik wisata, seperti Waterpark. Untuk beradaptasi dengan kondisi iklim sekitar Wisata Waterpark dan Hotel, Metode perancangan yang digunakan yaitu pendekatan konsep arsitektur tropis dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara,dokumentasi,dan internet. Konsep arsitektur tropis ini memaksimalkan penghawaan angin dengan bukaan dan mengurangi paparan sinar matahari dengan memberi secondary skin ,sehingga bangunan pada tapak dapat beradaptasi dengan iklim sekitar.
Co-Authors Abdul Rosyid Achmad Naufal Firmansyah Adam Malik Adek Gandhi Himawan Sugiharto Adhi Widyarthara Adin Abhirama Adnan Putra Pratama Agung Setya Wahyudi Agustira Ahmad Nur Sanjaya Ahmad Yani Ahmad Zamroni Ahna Dhia Athari Aisyiyah Rifqi Krisdiyanti Akhbar Al Aziz Nur Muhammad Al Hanif, Muhammad Fikri Albani, Muhammad Yusuf Alessandro Pareira Saputra Wula Ali Imran Almas Ilham Lubis Amar Rizqi Afdholy Amir, Ridwan Andi Giantoro Andrew Putra Pratama Yahya Angelina Larosa Az-Zahra Prayitno Anggraeni, Fadillah Nur Ari Fikri Efendi Aris, Nurwahidah Atik Andhayani Aziz, Emmi Baharuddin, Rhamdhani Fitrah Bambang Joko Wiji Utomo Basri Br Pangaribuan, Asima Diary Breeze Maringka Budi Fathony Budi Setiawan Bun Yamin M. Badjuka Camilo Laura Anunciação Da Silva Campizio Zabrino A.C.N.M Cindy Ayu Lestari Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Deodato Zolla Vidal Do Carmo Da Silva Desnora Sahriaty Siregar Dewa Oka Suparwata Dian Rizky Suryo Basuki Dika Ridlwansyah Dini Andriyani Dungga, Meriyana Fransisca Edy Wibowo Kurniawan Eka Sustri Harida Eko Debby Prasustiawan Emmi Azis Eril Esti Kusuma Wardani Faisal Daut Faizma Fani Dwi Ananda Farah Juniati Meutianingrum Farida Aryani Farida Aryani Fatahillah, Fajrin Fatmawati Fatmawati Feri Fadli, Feri Ferolica Krizia Fredyanto Mangalik Gaguk Sukowiyono Gatot Adi Susilo Golar Golar H. Sandi Hadrianti Haji Darise Lasari Haeril Hakim, Ahmad Hamsyah Hamzari Hamzari harahap, Nenni Hairani HARMILAWATI Hasriani Muis Haswiah Taswing Heickal Muhammad Aqil Biladt Hendra Pribadi Hendrowidarto Heriyanti Herlina, Herlina Rasjid Hesti Syafitri Husmul Beze, Husmul I Gusti Bagus Partha Saputra Ika Agustina ILHAM Imelda Albertin Amin Imelda Tumulo Indra Haryanto Ali Indra Satriani Irfanni Wahyu Nurdyanto Irna Rufaida Arma Jarot Wahyono Jasman Joao Paulo C. Gomes Julian Achmad Karnendra, Devona Golda Khairani Hasibuan Khansa’ Ade Taqiyyah Kurniafasari, Zakiyah Lalu Mulyadi Lisnawati, Andi Lubis, Rosmalina Lugica M. Atta Bary M. Sofian Hafiz M.Revy Revanza Marwati Mas’Aril Chajar Haram Maxedo Novami Dahlia Tenggara Mayanti, Lisa Meilisa Mentari Akbarani Mika Debora Br Barus Moh. Syahru Romadhon Sholeh Muh Galuh Samputra Dinata Muh. Jabir Muhammad Afifi Rahman Muhammad Akmal Muhammad Alimuddin Muhammad Farid Muhammad Yamin Muhammad Yany Mujibu Rahman Munirah MUSTAMIN IDRIS Nabilah Qothrun Nada Nadhira Putri Eka Rahmania Nadya Marissa Prameswari Naharuddin Naharuddin Naibaho, Netty Maria Nugroho, Fandi Numarini, Eva Nur Asiah Jamil Nasution Nur, Kherayani Nurghina Akifah Nurmarini, Eva Pauzan, Muhammad Permana Putra, Mirsandy Ponardi Pratama, Mochammad Akbar Eka Putri Churil Aini Putri Safira Nur Andini Rahman, Nur Azizah Rahmawati Raisya Aurelia Azzahra Rakha Fawwas Ramadhan Ramdiana Resny Mulyani Rezkhy Akbar Rifai Rezaena Nur Faizi Rifki Riva Grahito Renaldy Rivai, Firman Hadi Rosdaniah Rudi Ade Saputra Rudito Sabrina Hazimi Sahiruddin Sahirudin Salsabil Zahiyah Adiski Salsabila, Alya Mistiara Salusu, Heriad Daud Sandi Sari, Siti Anna Satrama Satunggale Kurniawan Shamad, Ishaq Simplisius Suhardi Durhubin Sofia Hadi Nurjanah Sri Winarni St. Herlinda Sudiarti, Leni Sudirman Daeng Massiri Sukira, Nova Sulfanita, Andi Suryo Tri Harjanto Syauqi Maulana Fathoni Takdir Jabir Takwin Taufik Waja Ajo Tumartony T. Hiola Tuti Khairani Wahdeni Wildan Arief Setya Wulandari, Pramesti Wulandari Yam Febrian Norga Yamin, Muh Yulia Irwina Bonewati Yulianto Yusuf Zamroni, Ahmad Zelin Velania Devi Ziliwu, Tehenasokhi