Articles
Rumah Adat Melayu Atap Lontik Riau
Lia Anggraini;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.686 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.105
Arsitektur melayu memiliki tipologi yang sangat banyak, diantaranya rumah melayu Limas di Pekanbaru, rumah Lontiak di Kampar, rumah Begonjong di Gunung Toar, rumah beratap Layar dan Bersayap di Sentajo, rumah Melayu Peranakan (campuran etnis China) di Bagan Siapiapi dan Selat Panjang, serta beberapa tipikal rumah melayu di daerah lainnya. Rumah Lontiak Melayu Majo merupakan salah satu bangunan tradisional yang ada di kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Teori tentang arsitektur Melayu dan ornamen bangunan Melayu sebagai background knowledge dengan didukung informasi yang diperoleh dari sumber-sumber dan pelaku kegiatan di dalam lingkup penelitian. Objek pengamatan dalam penelitian ini adalah rumah Melayu Atap Lontik. Pengumpulan data melaui tinjauan pustaka dan kajian literatur serta melihat teori-teori dan konsep rumah melayu. Rumah Lontik disebut juga Rumah Lancang atau Pencalang. Nama Lontik diberikan menurut bentuk perabung atapnya yang lentik ke atas, sedangkan nama Lancang atau Pencalang karena bentuk hiasan kaki dindingnya berbentuk perahu atau Pencalang. Susunan ruangan pada rumah Lontik berjumlah tiga, sesuai dengan ungkapan alam nan tigo yaitu tata pergaulan dalam kehidupan masyarakat. Pertama pergaulan antara sesama warga kampung yang disebut alam berkawan, terbatas pada tegur sapa dilambangkan dalam ruangan muka, kedua alam bersanak yaitu pergaulan antar kaum kerabat dan keluarga. Dilambangkan dengan ruang tengah dan ketiga alam semalu yaitu kehidupan pribadi dan rumah tangga yang dilambangkan dengan ruang belakang.
Mengenal Sejarah Berdirinya Objek Wisata Geosite Sipincur dan Daya Tariknya Bagi Masyarakat Luas Kabupaten Humbang Hasundutan
Rosita Manalu;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.362 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.107
Daya tarik Wisata Geosite Sipincur Kabupaten Humbang Hasundutan memang tidak bisa dipungkiri dimana sebelum memasuki wisata ini kita sudah disuguhkan oleh pemandangan alam yang sejuk dan indah dengan berbagai macam hiasan serta ukiran nama objek Wisata Geosite Sipincur sebagai daya tarik untuk membuat para pengunjung berfoto dan menjadi daya tarik yang makin membuat pengunjung penasaran dengan pemandangan indah lainnya yang didalam tempat Wisata Geosite Sipincur yang ada di Humbang Hasundutan. Promosi sangat penting dalam mengembangkan pariwisata di suatu daerah. Situs geografis Sipinsur merupakan objek wisata berupa taman pelestarian alam dan alam pemandangan yang menampilkan pemandangan Danau Toba, bangunanbangun menarik sebagai tempat menikmati pemandangan dan tempat berkumpul bersama keluarga dan lebih kerennya lagi dikelilingi oleh hutan pinus yang makin menjadi daya tarik bagi pengunjung. Sipinsur Geosite merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Humbang Hasundutan dan kawasan ini masih dikelola oleh Pemerintah Daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah Wisata Geosite Sipincur Humbang Hasundutan dan mengetahui daya tarik apa aja yg dimiliki wisata ini sehingga menjadi wisata unggulan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dimulai dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan mulai melakukan strategi promosi demi memikat daya tarik penggunjung dan memperkenalkan keindahan Wisata Geosite Sipincur yang memeng tidak bisa dipungkiri dengan melalui kegiatan periklanan dengan menggunakan media cetak seperti pembuatan brosur, leaflet, buku pariwisata, stiker, koran dan peta pariwisata. Kabupate Humbang hasundutan juga boleh mempromosikan melalui media elektronik oleh pembuatan acara pada siaran televisi di TV lokal yaitu TV One Sumatera Utara, TV Kabel seperti: RMTV, CNN, Day TV dan Efarina TV. Iklan juga menggunakan radio seperti Pelita Batak dan Anugerah serta membuat website dan akun media social (Facebook). Untuk media luar ruang dengan memasang baleho dan spanduk. Promosi strategi melalui kegiatan kehumasan dilakukan dengan mengadakan sosialisasi dan diskusi tentang sapta pesona.
Daya Tarik Wisata Pantai Jai Jai Raok Sebagai Alternatif Wisata di daerah Kuantan Singingi
Alkis Saputra;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.715 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.109
Pantai jai jai raok adalah salah satu destinasi wisata unggulan di kawasan kuantan singingi, destinasi ini mulai diperkenalkan pada awal tahun 2020. Daerah Kuantan Singingi mempunyai begitu banyak wisata yang bagus dan sangat menarik untuk dikunjungi. Salah satunya objek wisata lokal yang menjadi alternatif tempat untuk berlibur masyarakat sekitar bahkan masyarakat dari luar kota. Destinasi ini berupa hamparan pasir di aliran sungai batang kuantan. Objek wisata ini juga menyajikan berbagai spot foto dan wahana yang menyenangkan bagi pengunjung tentu dengan sistem keamanan yang ketat dan pengawasan rutin dari pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan sebagai gambaran tentang indahnya kawasan pantai jai-jai raok serta bagaimana pengembangan dari pengelola objek wisata agar tetap bisa bersaing dan menjadi daya tarik wisata lokal yang bisa dibanggakan masyarakat sekitar. Informasi dan data yang didapat menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan memanfaatkan metode analisis deskriptif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari dokumentasi, survey lapangan,pengamatan, dan wawancara mendalam dengan pihak pengelola serta wisatawan. Peningkatan daya tarik wisata bisa dilakukan dengan memaksimalkan lahan kawasan pantai dan sungai, mengelola dan merawat berbagai wahana dan fasilitas pelengkap serta pengadaan pendukung protokol kesehatan yamg sesuai arahan pemerintah.
Menelusuri Bangunan Megah Berarsitektur Riau-Melayu: Anjung Seni Idrus Tintin di Kota Pekanbaru
Santa Yunita Br. Lubis;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.683 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.110
Kota Pekanbaru adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki beranekaragam bangunan yang bisa dijadikan ikon wisata. Bangunan-bangunan bersejarah maupun wisata di Kota Pekanbaru cenderung berarsitektur megah dengan corak khas melayu. Anjung Seni Idrus Tintin adalah salah satu bangunan megah yang berdiri di Kota Pekanbaru. Anjung Seni Idrus Tintin didirikan pada tahun 2007. Nama bangunan ini diambil dari nama seorang seniman kenamaan Riau yaitu Idrus Tintin yang terkenal melalui drama atau teater dan puisinya. Idrus Tintin lahir di Rengat, Indragiri Hulu, pada tanggal 10 November 1932. Variable yang digunakan dalam penelitian ini adalah Anjung Seni Idrus tintin dengan metode jenis kualitatif.
Wisata Religi Makam Tuan Guru Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari Penyabar Agama Islam Di Indragiri Hilir
Selfi Husvina;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.478 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.112
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui siapa Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari, untuk mengetahui proses perkembangan penyebaran Islam di Indragiri Hilir, untuk mengetahui apa saja peranan Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari dalam penyebaran agama Islam di Indragiri Hilir. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan mengenai ajaran yang telah dikembangkan oleh Syeik Abdurrahman Siddiq Al-Banjari di Indragiri Hilir hingga kepelosok desa. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif adalah suatu metode yang tidak menggunakan angka dalam pengumpulan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya. Hasil dari penelitian ini adalah Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari merupakan seorang ulama besar di Indragiri. Dalam perkembangan Islam di Indragiri, pada masa pemerintahan Sultan Mahmud diangkatlah Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari ini sebagai Mufti Kerajaan Indragiri. Peranan ajaran Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari bagi masyarakat Indragiri Hilir dapat dilihat dari usaha-usaha yang dilakukan beliau baik dalam bidang yang dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat maupun dalam bidang pendidikan dan dakwah, yang telah membawa perubahan yang sangat besar sekali bagi masyarakat Indragiri khususnya di Riau. Pada tahun 1930 tepatnya 10 Maret, Syeikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari ini meninggal dunia, Makam Tuan Guru Syeikh Abdurrahamn Siddiq Al-Banjari ini pun sering didatangi oleh masyarakat dari berbagai pelosok desa. Kini makamnya menjadi wisata religi bahkan setiap tahun diadakan Haulan Besar
Pangke Gombak, Tradisi Dalam Adat Khitanan Di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Riau
Dea Nanda Sartika;
Yuliantoro Yuliantoro;
Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.634 KB)
|
DOI: 10.31004/innovative.v1i2.119
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Riau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Adat Istiadat atau kebiasaan yang dilakukan oleh Orang Melayu di Kecamatan Peranap yang biasa di sebut dengan Pangke Gombak (memotong rambut) pada acara khitanan. Proses acara khitanan ini biasanya dimulai dari berarak tabak ke rumah Mak Bako (saudara perempuan dari Ayah) di siang hari oleh pengantin atau anak yang akan di khitan. Kemudian dilanjutkan oleh proses Pangke Gombak oleh Ninik Mamak, Tengganai, dan Sanak Family. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada malam hari tepatnya sesudah Isya. Pangke Gombak ini dilakukan dengan cara para Ninik Mamak, Tengganai dan Sanak Family dipanggil secara berurutan dengan menggunakan pantun oleh Tokoh Adat yang ada. Kemudian, para Tokoh Adat yang dipanggil memercikan air tepung tawar yang sudah disediakan ke atas kepala anak yang akan di khitan. Setelah itu Tokoh Adat akan memotong rambut anak yang disebut dengan Pangke Gombak.
Systematic Review of Integration of Local History in History Education in Indonesia Based on Learning Technology
Asyrul Fikri;
Almasdi Syahza;
Zetra Hainul Putra
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 2 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v15i2.2364
The study's overarching objective is to examine how learning technology is being used to include local history in Indonesian history classrooms. Well-known for its ability to help students better understand national history by incorporating local perspectives. This research employed a meta-analysis based on a systematic review. The research's journal data was culled from the Scopus and Sinta databases. The research method used is the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) method. The author uses this method because the research protocol of the PRISMA method is detailed and complete, which allows for avoiding subjective bias in conducting a literature review. This study only uses a literature review without conducting a direct field study. From the search results of Scopus-indexed articles using publish and perish (2017-2022) with the keywords "local history learning," Sinta indexes eight articles through Google Scholar with the keywords "Local History Learning" 23 articles are obtained. Papers that apply to learning technology-based local history learning have two articles indexed by Scopus and ten articles by Sinta. Technology-based learning is a must in learning history to face globalisation in the era of society 5.0. Thus, technology-based learning of local history makes learning history more meaningful, effective, and efficient. Limitations of research on the articles used are only Scopus indexed using publish and perish (2017-2022) and indexed Sinta. So, in the future, it can be updated by analysing articles that contain new research results.
Online Learning Models in The Era and Post-Pandemic COVID-19
Asyrul Fikri;
Firdaus LN;
Hadriana Hadriana;
Sumarno Sumarno
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 8, No 1 (2023): Volume 8 Number 1 March 2023
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.779 KB)
|
DOI: 10.26737/jetl.v8i1.3406
Pandemic COVID-19 has shifted education from face-to-face teaching to online-based distance learning. Educators must prepare strategic steps in responding to this transition to achieve learning objectives. To implement an online learning system, learning strategies and models that meet online learning demands must be made. For this reason, this study aims to analyze the online learning model in the era and post-pandemic COVID-19. Literature research methods are used in this study. Data sources were obtained by collecting relevant literature such as books, journals or scientific articles related to the topic: (i) Pandemic COVID-19; (ii) learning model; and (iii) online learning—analysis technique using content analysis. The results showed four appropriate learning models used in the online learning process: ICT -based learning models, problem-based learning models, blended learning models, and module-based learning models. The four learning models can support a distance learning system, increase student independence, improve digitalization skills and discipline, and increase student collaboration.
Berdirinya Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Di Pekanbaru (2003-2019)
Sindy Farzana Lutfia Purbasara;
Bunari Bunari;
Asyrul Fikri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.347 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2750
Organisasi sosial PSMTI merupakan salah satu organisasi etnis Tionghoa yang berada di Pekanbaru, dimana organisasi ini mewadahi pendapat dan aspirasi-aspirasi dari etnis Tionghoa. Organisasi sosial PSMTI di Pekanbaru berdiri pada tahun 2003. Dalam penelitian ini membahas mengenai: (1) awal mula dan latar belakang berdirinya PSMTI di Pekanbaru; (2) peranan PSMTI dalam bidang sosial, budaya, dan pendidikan; (3) tanggapan masyarakat sekitar dengan adanya organisasi PSMTI . pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode sejarah, yang dimana metode sejarah memiliki 4 tahap, yaitu: (1) Heuristik; (2) Kritik sumber; (3) Interpretasi; (4) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor pendorong orang Tionghoa datang ke Indonesia yang pertama adalah alasan ekonomi, dimana cina pada akhir abad ke-19 mengalami masalah ledakan penduduk, dan pertengahan abad ke-19 munculnya permasalahan yang mempengaruhi melonjaknya angka kemiskinan, kerusuhan dan keresahan sosial, diperburuk lagi oleh sistem kekaisaran cina yang hampir hancur, faktor pendorong yang kedua yaitu alasan politik.
Dinamika Kehidupan Sosial Ekonomi Kelompok Tani Sayur Mustang Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru (2000-2015)
Rasyid Nur Ramadhan;
Ahmal Ahmal;
Asyrul Fikri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.374 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3540
Kelompok tani Mustang merupakan salah satu kelompok tani yang berada di Kecamatan Marpoyan Damai yang melakukan usahatani sayur di lahan milik Lanud (Landasan Angkatan Udara). Selama ini kelompok tani Mustang bertani dengan memanfaatkan lahan milik Lanud yang memiliki total luas lahan sebesar ± 4.4 Ha yang dibagi menjadi 20 petakan yang rata-ratanya memiliki luas sebesar ± 0.22 Ha. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui awal terbentuknya kelompok tani sayur Mustang. 2) Untuk mengetahui bagaimana perkembangan kelompok tani sayur Mustang pada tahun 2000-2015. 3) Untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial ekonomi kelompok tani sayur Mustang pada tahun 2000-15. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah. Kelompok Tani Mustang memulai pertanian sejak pertama kali dibentuk pada 18 Desember 2000. Dalam perjalanannya dinamika tahun 2000 -2015 kelompok tani sayur Mustang mengalami perkembangan banyak sekali perubahan yang terjadi seperti sosial dan ekonomi. Namun dengan kegigihan akhirnya mereka bisa memasuki dekade keberhasilan dengan pendapatan yang besar pada tahun 2015.