p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pembelajaran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak yang Pasif Boni Boni; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.53

Abstract

Sunday school teachers must be an example for every child. Sunday school teachers must also be able to provide exciting teachings and involve children in learning so that passive children can participate in learning. Using descriptive qualitative methods, this research can be concluded that. Teachers in Sunday schools can create effective teaching methods that involve children in teaching, such as the question-and-answer method, to encourage children to be active in the learning process, enabling them to be enthusiastic in the teaching process. Sunday school is essential in teaching, helping, and encouraging children to understand what the Bible provides as the right way to live in Christ. Children can shape their attitudes, behavior, and character by following God's commands through the Word of God, taught by parents and Sunday school teachers in the Christian faith. AbstrakGuru sekolah Minggu harus menjadi contoh untuk setiap anak juga harus bisa memberikan pengajaran yang menarik anak dalam pembelajaran. agar anak yang pasif bisa ikut serta dalam pembelajaran. Metode kualitatif dan deskritif untuk penelitian ini dapat disimpulkan bahwa. Guru di sekolah Minggu dapat menciptakan metode pendekatan yang efektif di sekolah Minggu yang melibatkan anak-anak dalam pendekatan seperti metode pengajaran tanya jawab untuk mendorong anak aktif dalam proses belajar yang mendorong mereka untuk semangat dalam proses pengajaran. Sekolah Minggu adalah peran penting dalam mengajar dan mendorong anak-anak untuk memahami Alkitab yang berikan sebagai cara hidup yang tepat di dalam Kristus.  
Black Campaign Absalom dalam Refleksi Kepemimpinan Kristen: Sebuah Kajian Teologis 2 Samuel 15: 1-12 Yohana Fajar Rahayu; Yonatan Alex Arifianto
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.46

Abstract

Behavior that reasoned deceitfulness often occurs in today's leadership, using unconventional ways to rise and replace previous leadership positions. In the theological study of 2 Samuel 15: 1-12, there is a historical story about how a king's son wanted to coup his parents' leadership deceitfully, namely the black campaign. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that Christian leadership should answer the problem of leadership regeneration. So actions in the name of power, personal and group interests, with black campaigning behavior are not free to take advantage. Therefore, descriptive black campaigning in the frame of the Bible is a severe lesson regarding honesty and integrity of leadership, as well as being chivalrous to accept leadership calls naturally and based on the Bible. Christian leadership needs to see and study the historical story of Abslom's rebellion using the desire to rule over the kingdom with black campaign intrigue, which can be witnessed in 2 Samuel 15: 1-12. To bring out the value and essence of Christian leadership as a dedicated responsibility to be actualized. Therefore, Christian leadership reflects Absalom's leadership Against black campaigning as a theological study of equipping believers and Christian leadership to live righteously for this world.  AbstrakPerilaku yang bernalar keculasan sering terjadi dalam kepemimpinan dewasa ini, yaitu mengguna-kan cara yang tak lazim untuk naik dan mengantikan posisi kepemipinan terdahulunya. Dalam Kajian teologis 2 Samuel 15: 1-12 dinyatakan ada kisah historis bagaimana seorang anak raja yang ingin mengkudeta kepemimpinan orang tuanya dengan cara yang culas yaitu black campaign. Meng-gunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen seha-rusnya menjadi jawaban bagi persoalan regenerasi kepemimpinan. Supaya tindakan yang menga-tasnamakan kekuasaan baik kepentingan pribadi maupun golongan dengan tindakan prilaku black campaign tidak leluasa mengambil keuntungan. Oleh karena itu deskritif black campaign dalam bingkai Alkitab menjadi pembelajaran yang serius terkait kejujuran dan integritas kepemimpinan bersikap kesatria untuk menerima panggilan kepemimpinan secara natural dan berdasarkan Alki-tab. Kepemimpinan Kristen perlu melihat dan mempelajari historis kisah pemberontakan Absalom mengunakan keinginan menguasai kerajaan dengan intrik black campaign yang dapat disaksikan dalam 2 Samuel 15: 1-12. Sehingga memunculkan nilai dan hakikat kepemimpinan Kristen, sebagai tanggung jawab yang berdedikasi untuk diaktualisasikan. Oleh karena itu kepemipinan Kristen dari reflektif kepemimpinan Absalom terhadap black campaign sebagai sebuah kajian teologis memper-lengkapi orang percaya dan kepemimpinan Kristen untuk bersikap hidup benar bagi dunia ini.  
Pengembangan Kompetensi Sosial Guru Dalam Pelaksanaan Pembalajaran Jutela, Jutela; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan alex
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.267

Abstract

Developing teacher competency is the ability that teachers have in carrying out learning and delivering material to students so that students can understand all existing learning, become professional teachers who have the ability to teach, have lots of ideas and are creative when in class, using a way of delivering material. It is good for a teacher to develop competence to become a professional teacher in his field. The author used a descriptive qualitative method with a literature study approach in this study. The description in this study concludes the development of teachers' social competence in the process of implementing learning. This is done to develop teachers' social competence in the learning process so that they can be more effective in delivering material to students.AbstrakPengembangan kompetensi guru merupakan kemampuan yang dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran dan penyampaian materi kepada siswa sehingga siswa dapat memahami setiap pembelajaran yang ada, menjadi guru yang profesional mempunyai kemampuan dalam mengajar, memiliki banyak ide-ide dan kreatif ketika didalam kelas, dengan cara penyampaian yang materi yang baik perlunya seorang guru dalam mengembangkan kompetensi untuk menjadi guru yang profesional dalam bidangnya. Penulis menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dalam kajian ini. uraian dalam kajian ini menyimpulkan pengembangan kompetensi sosial guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kompetensi sosial guru terhadapat proses pelaksanaan pembelajaran agar dapat lebih efektif dalam menyampaikan materi kepada siswa.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Orang Dewasa Sibuea, Ezra Yani; Arifianto, Yonatan Alex; Rusmiati, Rusmiati
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.154

Abstract

Christian religious education is not education that only talks about children. Christian religious education in the aim of maturing faith is also needed in the world of adults who are faced with various decisions and problems of life and the demands of their lives. Therefore the strategy in learning Christian religious education for adults is important. There are many learning methods, but there are several learning methods for adults that can be used by educators and church administrators, namely the method Jesus also used in teaching. This study aims to describe the learning strategy of Christian religious education for adults with a qualitative approach. The data collection was carried out by conducting a study of library sources related to the discussion in this paper. The results of this study indicate that the learning strategies that Jesus previously used can also be used in teaching Christian religious education for adults.AbstrakPendidikan Agama Kristen bukanlah pendidikan yang hanya berbicara mengenai anak-anak saja. pendidikan Agama Krsiten dalam tujuannya mendewasakan iman juga diperlukan dalam dunia orang dewasa yang diperhadapkan oleh berbagai keputusan dan permasalahan hidup serta tuntutan kehidupannya. Maka dari itu strategi dalam pembelajran pendidikan agama Krsiten bagi orang dewasa merupakan hal yang penting. Ada banyak metode pembelajaran namun ada beberapa metode pembelajaran bagi orang dewasa yang bisa dipakai oleh pendidik maupun pengurus gereja yaitu metode yang juga dipakai oleh Yesus dalam memberikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai trategi pembelajaran pendidikan agama Krsiten bagi orang dewasa dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan kajian terhadap sumber-sumber pustaka yang berkaitan dengan pembahasan dalam tulisan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang dilakukan Yesus sebelumnya juga dapat dipakai dalam pembelajaran pendidikan agaram Kristen bagi orang dewasa.
Peningkatan Profesionalisme Guru Pada Proses Pembelajaran Penididikan Agama Kristen Di SMTK Harapan Bangsa Sungai Rengas, Kalimantan Barat Oktavianus, Oktavianus; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 6, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (Februari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v6i1.274

Abstract

Improving the professionalism of Christian religious education teachers is a crucial aspect in efforts to enhance the quality of Christian religious education in the school environment. Teacher professionalism encompasses various dimensions, including knowledge, skills, attitudes, and commitment to educational tasks. This research aims to investigate factors that can enhance the professionalism of Christian religious education teachers and its impact on student learning and development. This research method employs a qualitative approach, involving Christian religious education teachers from various educational levels. Data were collected through observation, interviews with teachers, and documentation. The research findings indicate that the improvement of professionalism among Christian religious education teachers at the Christian Theological High School Harapan Bangsa Sungai Rengas can be achieved through various strategies. Factors such as increased theological knowledge, development of teaching skills, participation in training and workshops, as well as the formation of a learning community among teachers, can positively contribute to teacher professionalism. Additionally, positive attitudes, high work ethics, and commitment to the development of student character are also key factors in enhancing the professionalism of Christian religious education teachers. The impact of this improvement in teacher professionalism is evident not only in the increased quality of Christian religious education but also in the moral and spiritual development of students. More professional teachers can create an inspirational learning environment, motivate students to develop spiritual values, and guide them in a deeper understanding of Christian religious teachings.AbstrakPeningkatan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen merupakan suatu aspek krusial dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama Kristen di lingkungan sekolah. Profesionalisme guru mencakup berbagai dimensi, termasuk pengetahuan, keterampilan, sikap, dan komitmen terhadap tugas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor yang dapat meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen serta dampaknya terhadap pembelajaran dan perkembangan siswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan guru-guru pendidikan agama Kristen dari berbagai tingkat pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen di Sekolah Menengah Teologi Kristen Harapan Bangsa Sungai Rengas dapat dicapai melalui berbagai strategi. Faktor-faktor seperti peningkatan pengetahuan teologis, pengembangan keterampilan mengajar, partisipasi dalam pelatihan dan workshop, serta pembentukan komunitas belajar antar guru dapat berkontribusi secara positif terhadap profesionalisme guru. Selain itu, sikap positif, etika kerja yang tinggi, dan komitmen terhadap pengembangan karakter siswa juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan profesionalisme guru pendidikan agama Kristen. Dampak dari peningkatan profesionalisme guru ini tidak hanya terlihat dalam peningkatan kualitas pembelajaran agama Kristen, tetapi juga dalam perkembangan moral dan spiritual siswa. Guru yang lebih profesional dapat menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, memotivasi siswa untuk mengembangkan nilai-nilai spiritual, dan membimbing mereka dalam memahami ajaran agama Kristen secara lebih mendalam.
Gereja Menyikapi Radikalisme di Era Disruptif Rahayu, Yohana Fajar; Utomo, Karyo; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 9, No 2: Juni 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v9i2.122

Abstract

Church and radicalism; An attitude and the role of the church in an era of disruption amid a state of radicalism is to go hand in hand with the church's challenge to rise to light and love. The problem of radicalism is not only a local problem on a small scale but a problem being fought over by world leaders and the church. As part of human life, the church is called out from darkness to become light and as God's mandate amid the world, which naturally fulfills prophecy after prophecy regarding the end times. Where love grows cold, and man becomes selfish. Therefore the church is required to be able to play a role in helping the problem of radicalism by imitating the attitudes and examples of Jesus and his Apostles. For harmony and peace to be the goal of the church to have an impact using descriptive qualitative methods with a literature study approach and looking at the phenomenology of the church's situation in society, it can be concluded that the church exists to side with the truth and prioritize love, so the true church knows the meaning of the essence of the church as light and to be a blessing for humans because the existence of radicalism as a challenge to the church will bring the attitude and responsibility of the church to follow Jesus' example to fight with love and challenge the church in an era of disruption amid radicalism. Abstrak Gereja dan radikalisme; Sebuah sikap dan juga peran gereja dalam era disrupsi di tengah keadaan radikalisme adalah berjalan selaras dengan tantangan gereja untuk bangkit menjadi terang dan kasih. Permasalahan radikalisme bukan hanya menjadi masalah lokal dalam skala kecil, namun menjadi masalah yang digumulkan oleh pemimpin dunia dan gereja. Gereja sebagai bagian dari kehidupan manusia yang dipanggil keluar dari kegelapan untuk menjadi terang dan juga sebagai mandataris Tuhan di tengah dunia yang secara natural menggenapi nubuatan demi nubuatan terhadap akhir zaman. Di mana kasih menjadi dingin dan manusia akan mementingkan dirinya sendiri. Oleh karena itu gereja dituntut untuk dapat berperan dalam membantu masalah radikalisme dengan meneladani sikap dan teladan dari Yesus dan para Rasulnya. Supaya kerukunan dan kedamaian menjadi tujuan gereja berdampak menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan melihat fenomenologi keadaan gereja ditengah masyarakat, dapat disimpulkan bahwa gereja hadir untuk berpihak kepada kebenaran dan mengutamakan kasih, maka gereja sejatinya mengetahui arti akan hakikat gereja sebagai terang dan menjadi berkat bagi manusia. Sebab adanya radikalisme sebagai tantangan gereja akan membawa sikap dan tanggung jawab gereja untuk mengikuti keteladanan Yesus memerangi dengan penuh kasih dan tantangan gereja dalam era disrupsi di tengah radikalisme.
Tradisi Hombo Batu dalam Masyarakat Suku Nias: Sebuah Perspektif Alkitab tentang Pelestarian Budaya Bawamenewi, Yunida; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 8, No 2: Juni 2022
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v8i2.63

Abstract

Each tribe and belief adopted from various regions has its own way of expressing its culture and beliefs, which can be seen from the way the community performs ritual events as a tradition in each tribe regarding the culture and beliefs they hold. The writing in this paper uses literature research where the research method is carried out with a descriptive qualitative approach and hopes that the people on Nias Island view every tradition that exists on Nias Island from a Christian point of view and can provide an understanding that every tradition on Nias Island, has a very beautiful and unique meaning, and invites the people of Nias to always maintain, develop and preserve the existing culture based on Bible truth.  AbstrakSetiap suku dan kepercayaan yang dianut dari berbagai daerah memiliki tata cara tersendiri dalam mengungkapkan kebudayaan dan kepercayaannya yang dapat dilihat dari cara masyarakat melakukan acara ritual sebagai tradisi di setiap suku yang menyangkut  kebudayaan dan kepercayaan yang dianut. Penulisan dalam paper ini, dengan menggunakan penelitian pustaka dimana metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan berharap masyarakat di Pulau Nias memandang setiap tradisi yang ada di Pulau Nias dari sudut pandang ke Kristenan serta dapat memberikan pemahaman bahwa setiap tradisi yang ada di Pulau Nias, memiliki makna yang sangat indah dan unik, serta mengajak masyarakat Nias untuk selau menjaga, mengembangkan dan melestarikan budaya yang ada berdasarkan pada kebenaran Alkitab. 
Pendidikan Kristiani Mereduksi Hegemoni Politik Identitas: Upaya Membangun Demokrasi dan Kebebasan Berpolitik Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 10, No 1: Desember 2023
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v10i1.132

Abstract

The phenomenon of identity politics has had a negative impact in the form of social segregation and conflict that has the potential to lead to division. The government urges all parties to maintain the unity and integrity of the nation through various means, one of which is launching a religious mode-ration program several years ago. Religion is considered essential and crucial in the issue of identity politics. This research aims to initiate the role of Christian education in reducing the hegemony of identity politics. By using descriptive analysis methods through literature studies from research results on identity politics and the essence of Christian education, a religious format is produced that can reduce the hegemony of identity politics. In conclusion, Christian education can be a way for the church to build a political paradigm with integrity and a democratic political situation. Abstrak Fenomena politik identitas telah memberikan dampak negatif berupa segregasi sosial hingga konflik yang berpotensi pada perpecahan. Pemerintah mendesak semua pihak agar memelihara kesatuan dan keutuhan bangsa melalui berbagai cara, yang salah satunya adalah meluncurkan program moderasi beragama beberapa tahun lalu. Agama dianggap penting dan krusial dalam perosalan politik identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menginisiasi peran pendidikan kristiani dalam mereduksi hegemoni politik identitas. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif melalui kajian literatur dari hasil penelitian tentang politik identitas dan esensi pendidikan kristiani, dihasilkan sebuah format beragama yang mampu mereduksi hegemoni politik identitas. Simpulannya, pendidikan kristiani dapat menjadi cara gereja membangun paradigma politik yang berintegritas dan situasi berpolitik yang demokratis.
Penderitaan Kristus dalam Formasi Spiritual yang Mengedukasi Orang Percaya Anjaya, Carolina Etnasari; Fernando, Andreas; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 8, No 1: Desember 2021
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v8i1.52

Abstract

Di balik penderitaan Tuhan Yesus sejatinya ada prinsip-prinsip dan  makna yang sangat penting untuk dipahami dan teladani. Pemahaman penderitaan Tuhan di kayu salib tidak hanya sebatas pada perkara penebusanNya atas dosa manusia dan bukti kasihNya kepada umat manusia, namun lebih daripada itu. Tujuan penelitian memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai makna penderitaan Kristus dari perspektif pendidikan Kristen. Bagaimana sikap dan responNya dalam menjalani rangkaian penderitaan merupakan fokus penelitian ini dan melaluinya  menjadi refleksi orang percaya tidak hanya sebatas ketika menghadapi penderitaan, namun dalam menjalani totalitas kehidupan.  Hasil penelitian ini adalah pemahaman bahwa serangkaian kisah penderitaan Kristus memiliki makna pendidikan bagi orang percaya. Melalui rangkaian pengalaman penderitaan Tuhan Yesus, orang percaya mendapatkan pendidikan  mengenai formula kehidupan yang harus dijalani umatNya secara total. Orang percaya mendapatkan teladan nyata bagaimana kehidupan harus dijalani dan karakter apa yang harus dimiliki agar berkenan padaNya. Secara garis besar formula tersebut sebagai berikut:  pertama, kasih kepada Tuhan dan sesama sebagai fondasi kehidupan. Kedua, hidup yang terus terhubung dengan Tuhan melalui doa dan firman Tuhan. Ketiga, perubahan pola pikir/akal budi dan penguasaan diri. Keempat, kekuatan bertahan dalam penderitaan. Kelima, pengampunan tanpa syarat. Keenam, rela melepaskan segala sesuatu- hidup tidak terikat dengan dunia. Ketujuh, kerendahanhati, melepaskan egoisme dan kepentingan diri. Kedelapan, bertanggungjawab secara total, berintegritas, rela berkorban, hidup penuh syukur  tanpa sungut-sungut  Kesembilan, percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan taat serta mengandalkanNya dalam segala perkara. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui kajian pustaka mengenai tema penderitaan dan penebusan Tuhan Yesus.
Peran Amanat Agung Terhadap Penyembah Watu Pinawetengan Taogan, Frischo Ridhoi; Suseno, Aji; Arifianto, Yonatan Alex
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v2i1.36

Abstract

Minahasa is one of the ethnic groups in North Sulawesi. Christians are the majority in the area. Along with the development of Christianity in Minahasa, it did not make the indigenous religious culture erased. One of the concerns is the ritual carried out at Watu Pinawetengan called "Kampetan". The ritual has a high appeal, because the ceremony is carried out by means of prayer, reading the Bible, there is a dance and the climax is where the ritual leader or ritual participant is possessed by ancestral spirits and speaks in the original Minahasa language, and someone else translates. The purpose of this ritual is the preservation of local culture, but the other purpose of the participants is to respect/worship and ask for protection to the ancestors. So in the ritual they wait for instructions from their ancestors to be obeyed and hope for healing in the ritual. Therefore, the church must be responsible for designing the structure of evangelism to them. The role of the church through the great mandate of Jesus Christ must be seen in this case. Therefore, the author uses a theological research method with a literature study model and examines Bible verses with the Hermeneutic Word Study model in Matthew 28:19-20 so that research results are obtained based on an analysis of existing data that the church must play a role through the role of the Great Commission in ministry to worshipers at Watu Pinawetengan yang inclined towards animism and syncretism. Worshiping ancestors is an act that violates God's law. Minahasa merupakan salah satu etnis di Sulawesi utara.  Pemeluk agama Kristen merupakan kaum mayoritas di daerah tersebut.  Seiring dengan perkembangan kekristenan di Minahasa, ternyata tidak membuat budaya agama pribumi terhapus.  Salah satu yang menjadi perhatian adalah ritual yang dilaksanakan di Watu Pinawetengan yang disebut “Kampetan”.  Ritual tersebut mempunyai daya tarik yang tinggi, karena upacara yang dilakukan dilaksanakan dengan cara berdoa, membaca alkitab, ada tarian dan puncaknya adalah dimana pemimpin ritual atau peserta ritual ada yang dirasuki roh leluhur dan berbicara dalam bahasa asli Minahasa, serta seorang yang lain menerjemahkan.  Tujuan ritual ini adalah pelestarian budaya lokal, tetapi tujuan lainnya dari para peserta adalah sebagai penghormatan/ penyembahan serta memohon perlindungan kepada leluhur.  Sehingga dalam ritual tersebut mereka menantikan instruksi-instruksi dari leluhur untuk ditaati dan berharap kesembuhan dalam ritual tersebut.  Oleh sebab itu, gereja harus bertanggung jawab untuk merancang bangun pewartaan injil kepada mereka.  Peran gereja melalui mandat agung Yesus Kristus harus terlihat dalam kasus ini.  Oleh sebab itu, penulis menggunakan metode penelitian teologis dengan model studi pustaka dan mengkaji ayat Alkitab dengan model Hermeneutika Studi Kata dalam nats Matius 28:19-20 sehingga diperolehlah hasil riset berdasarkan Analisa data yang ada bahwasannya gereja harus berperan melalui peran Amanat Agung dalam pelayanan terhadap penyembah di Watu Pinawetengan yang cenderung ke animisme dan sinkritisme.  Penyembahan kepada leluhur merupakan tindakan yang menyalahi hukum Allah.
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi