p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

AKTUALISASI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MODERASI BERAGAMA Hasudungan Sidabutar; Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto
Widyadewata Vol. 6 No. 1 (2023): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v6i1.110

Abstract

Fenomena disharmonisasi kehidupan beragama di Indonesia semakin meningkat dan bahkan menyentuh esensi kemanusiaan. Intoleran, fanatisme serta narasi-narasi tendensius pemicu konflik merupakan buah dari ketiadaan sikap moderat dalam pemahaman dan aktualisasi beragama. Guru PAK bertanggungjawab melahirkan generasi yang hidup dalam sikap moderat menjaga dan memelihara nilai-nilai kemanusiaan dalam bingkai keagamaan. Metode dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif melalui proses studi literatur dan observasi di lapangan. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan tanggungjawab guru PAK dalam hal penerapan moderasi beragama dan menarasikan cara bagaimana tanggungjawab tersebut dapat diterapkan secara langsung. Kesimpulan pada kajian ini adalah bahwa guru PAK perlu menyadari landasan metanarasi – empat grand story Alkitab sebagai pijakan moderasi beragama. Guru PAK juga memiliki tiga tanggungjawab dalam kehidupannya, yaitu sebagai pembelajar, pemelajar dan pelaku ajaran firman Tuhan. pertama, sebagai pembelajar untuk memberikan pembelajaran mengenai pemahaman moderasi beragama yang berpijak kepada metanarasi utama Alkitab sehingga proses pembelajaran tersebut berujung kepada kemuliaan Tuhan. Kedua, sebagai pemelajar berarti guru memiliki tanggungjawab untuk terus memelajari firman Tuhan bagi dirinya sendiri agar kekuatan hikmat Tuhan menuntun. Ketiga, sebagai pelaku ajaran wajib menjalankan pola beragama secara moderat dalam kehidupan pribadi. Sikap moderasi beragama dapat diekspresikan melalui kehidupan nyata keseharian baik dalam berelasi dengan sesama maupun dalam relasi media virtual
Peran Filsafat Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Potensi Manusia Saturnina Elisa; Yonatan Alex Arifianto; Ririn Utari
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 4, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v4i1.79

Abstract

This is article aims to Provide an understanding of the role of the philoshopy of Christian religious educational in enhancing human potential that already exists in humans. The potenials possessed by humsnd are physical potential (physical), spiritual potential (spiritual), and reason (mind). So to in increase the human potential that is owned, the philosophyof education which is currently growing day by day is growing so that as a result the potential of every human beingt can be developed and increased. Through the role of  Christian religious education philosophy in increasing human potential, using descriptive qualitative methods the researchers analyzes it with literature studies to be able to provide an understanding of the role of educational philosophy in increasing human potential in order to make an educational philosophy a good influence in developing an enhancing a human potential it self.  AbstrakArtikel ini bertujuan memberikan suatu pengertian mengenai peran filsafat pendidikan dalam meningkatkan potensi manusiawi yang secara lahiriah telah ada dalam diri manusia. Maka untuk meningkatkan potensi manusiawi yang dimiliki tersebut filsafat pendidikan yang dewasa ini semakin hari semakin berkembang sehingga hasilnya potensi yang dimiliki setiap manusiawi dapat dikembangkan dan semakin . Melalui peran filsafat pendidikan dalam meningkatkan potensi manusiawi, dengan metode kualitatif deskriptif peneliti menganalisis dengan studi pustaka untuk dapat memberikan suatu pemahaman mengenai peran filsafat pendidikan dalam meningkatkan potensi manusiawi agar dapat menjadikan suatu filsafat pendidikan sebagai pengaruh yang baik dalam mengembangkan dan meningkatkan suatu potensi manusiawi itu sendiri. Kata Kunci: filsafar, pendidikan agama Kristen, potensi manusia
Kecerdasan Spiritual sebagai Dasar Terbentuknya Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Carolina Etnasari Anjaya; Yonatan Alex Arifianto; Andreas Fernando
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 1: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v3i1.20

Abstract

This study aims to describe the role of spiritual intelligence in increasing the professionalism of Christian Religious Education teachers. The professionalism of Christian Religious Education teachers plays an important role in the success of giving birth to students with Christ's character. Spiritual intelligence is the result of an intimate and intense relationship with God. Through this research, the author conveys that through spiritual intelligence, God actually speaks and guides teachers in living their professional lives and responsibilities. The indicators of spiritual intelligence presented in this study help to understand how spiritual intelligence actually works. The research method used is qualitative. Collecting data using the method of observation and literature study. The results of the study concluded that when a teacher has spiritual intelligence, the ability to understand the nature of oneself is created, able to understand God's will so that the spirit to move his life is the Holy Spirit. Thus his existence both body and soul (all thoughts and feelings) is directed to become a teacher similar to the Lord Jesus Christ. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peranan kecerdasan spiritual dalam peningkatan profesionalitas guru pendidikan agama Kristen.  Profesionalitas pada guru PAK memegang berperan penting dalam keberhasilan melahirkan anak didik yang berkarakter Kristus. Kecerdasan spiritual merupakan hasil dari hubungan yang intim dan intens dengan Tuhan. Melalui penelitian ini penulis menyampaikan bahwa melalui kecerdasan spiritual, sejatinya Allah berbicara dan menuntun para guru dalam menjalani hidup dan tanggung jawab profesinya. Indikator-indikator kecerdasan spiritual yang dikemukakan dalam penelitian ini membantu memahami bagaimana sesungguhnya kecerdasan spiritual bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pengumpulan data menggu-nakan metode observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketika seorang guru memiliki kecerdasan spiritual maka tercipta kemampuan memahami hakikat diri, mampu memahami kehendak Tuhan sehingga spirit untuk menggerakkan hidupnya adalah Roh Kudus. Dengan demikian keberadaan dirinya baik tubuh dan jiwa (segenap pikiran dan perasaan) terarah untuk menjadi guru yang serupa dengan Tuhan Yesus Kristus.
Strategi Pendidikan Kristiani dalam Mempresentasikan Injil bagi Anak Sekolah Minggu Prasekolah Bulanda Agata; Yonatan Alex Arifianto
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 9, No 1: Desember 2022
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v9i1.99

Abstract

The world of children in preschool is when children are again in the phase of having fun and playing with the family and the outside environment. The preschool age, which is 3-6 years old, is when children enjoy playing while learning. This is a time when children need to be introduced to the education that begins with the knowledge of the truth of God's word from Sunday school activities and introduces them to basic education about the truth of the gospel from the Biblical story. The importance of this research is to cultivate spirituality early for children at preschool age; that is, since children are 3-6 years old, they need a good and correct spiritual life through preaching the gospel and presenting the gospel to children of preschool age. The need for Christian religious education for children at an early age where children need to be reached and introduced to the truth from God's word, to Christ, and children really need guidance from educators, whether they be Christian religious educators, Sunday school teachers or parents also need to play an important role in educating by introducing the truth of the stories in the Bible. Evangelism is one good strategy to reach children by presenting the gospel and the great message in preschool Sunday schools. The purpose of this writing is to find out that strategies in learning Christian religious education are very important for educators, especially for Sunday school teachers, to present the gospel and the great message for Sunday school children in ministry, bringing up creative ideas in teaching strategies. through Sunday school preschool.  Abstrak: Dunia anak-anak dimasa prasekolah merupakan masa di mana anak-anak lagi pada fase senang-senang dan bermain dengan lingkungan keluarga dan lingkungan luar. Diusia prasekolah yaitu umur 3-6 tahun ini adalah masa anak-anak senang dalam bermian sambil belajar. Masa ini adalah masa anak-anak perlu untuk dikenalkan akan pendidikan yang dimulai dar pengenalan akan kebenaran dari firman Tuhan dari kegiatan sekolah Minggu dan mengenalkan kepada mereka pendidikan dasar tentang kebenaran injil dari cerita Alkitab. Pentingnya penelitian ini adalah menumbuhkan kerohanian sejak dini bagi anak-anak diusia prasekolah yaitu sejak anak-anak berumur 3-6 tahun, mereka memerlukan kehidupan kerohanian yang baik dan benar melalui pemberitaan injil, mempresentasikan injil bagi anak-anak usia prasekolah. Perlunya pendidikan agama Kristen bagi anak-anak di usia dini di mana anak-anak itu perlu untuk dijangkau dan dikenalkan akan kebenaran dari firman Tuhan, kepada Kristus, dan anak sangat perlu pembinaan dari para pendidik entah itu pendidik agama Kristen, guru sekolah Minggu maupun orang tua juga perlu berperan penting untuk mendidik dengan mengenalkan akan kebenaran dari cerita yang ada didalam Alkitab. Penginjilan adalah salah satu strategi yang baik untuk dilakukan supaya bisa menjangkau anak-anak dengan mempresentasikan injil dan amanat agung disekolah Minggu prasekolah. Tujuan dari penulisan ini adalah mengetahui bahwa strategi dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen sangat penting untuk para pendidik terutama bagi guru sekolah Minggu untuk dapat mempresen-tasikan injil dan amanat agung bagi anak-anak sekolah Minggu dalam pelayanan, memunculkan akan ide-ide kreatif dalam strategi pengajaran melalui sekolah Minggu prasekolah. 
Pelayanan Holistik Melalui Strategi Entrepreneurship bagi Pertumbuhan Gereja Lokal Hardi Budiyana; Yonatan Alex Arifianto
Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 7, No 2: Juni 2021
Publisher : STT Iman Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47543/efata.v7i2.46

Abstract

Holistic ministry is a comprehensive Christian ministry, which emphasizes the balance between spiritual and physical ministry. Holistic ministry is a service that is carried out as a whole, through the preaching of the gospel that can answer human needs spiritually and physically. One of the strategies used in the ministry of evangelism is to present Entrepreneurship teaching in Theological Colleges. Through a qualitative approach to literature and descriptive methods, the results show that entrepreneurs can equip and develop businesses or work in service places to be more successful in overcoming various problems faced by God's servants and congregations. In conclusion, Entrepreneurship is given to students with the aim of empowering their abilities and skills to develop natural resource businesses. AbstrakPelayanan holistik merupakan pelayanan Kristen yang bersifat menyeluruh, yang menekankan keseimbangan antara pelayanan rohani dan jasmani atau fisik. Pelayanan holistik merupakan pelayanan yang dilakukan secara utuh, melalui pemberitaan Injil yang dapat menjawab kebutuhan manusia secara rohani dan jasmani. Salah satu strategi yang dipakai dalam pelayanan penginjilan adalah dengan menyajikan pengajaran Entrepreneurship di Pergu-ruan Tinggi Teologi. Melalui pendekatan kualitatif literatur dan metode deskriptif, diperoleh hasil bahwa entrepreneur dapat membekali dan mengembangkan usaha atau kerja di tempat pelayanan agar lebih sukses dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh hamba Tuhan maupun jemaat. Kesimpulannya, Entrepreneurship diberikan kepada mahasiswa dengan tujuan memberdayakan kemampuan dan ketrampilan mengembangkan usaha sumber daya alam sekitar.
Membangun Kerukunan Antarumat Beragama dan Implikasinya bagi Misi Kristen Yonatan Alex Arifianto; Kalis Stevanus
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46817/huperetes.v2i1.44

Abstract

Indonesia is a pluralistic nation because it consists of various races, languages, cultures, and religions. Diversity has the potential for horizontal conflict in society. Jesus commanded that Christians manifest love for others as well as for themselves. Sincere love will create harmony and harmony with others regardless of the differences in it. This research uses a descriptive qualitative method through exploring literature related to the topic and using parallel biblical texts that describe how believers carry out their call to live in harmony and at the same time carry out a Christian mission to save those who do not believe in Christ. From this research, it is concluded that the Christian mission is the application of the love of Christ. Love is the basis in society to foster tolerance and mutual respect for the rights of everyone, including belief. This reality must change the paradigm and practice of modern Christian mission. Christian mission must stick to the Bible which affirms that faith in Christ is an absolute requirement of salvation. Therefore, there is no reason for the believer or the church not to carry out this missionary command by maintaining religious harmony so that it can be a blessing for those who do not know Christ.Indonesia adalah bangsa yang majemuk karena terdiri dari berbagai suku, bahasa, budaya dan agama. Kemajemukan memiliki potensi konflik horisontal di masyarakat. Yesus memerintahkan agar orang Kristen mewujudkan kasih kepada sesama seperti kepada diri sendiri. Kasih yang tulus akan menciptakan kerukunan dan keharmonisan dengan sesama tanpa memandang perbedaan yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui menggali literatur yang berkaitan dengan topik dan menggunakan teks-teks paralel Alkitab yang mendeskripsikan bagaimana orang percaya menjalankan panggilan untuk hidup rukun sekaligus mengemban misi Kristen untuk menyelamatkan mereka yang belum percaya pada Kristus. Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa misi Kristen adalah penerapan dari kasih Kristus. Kasih itu menjadi dasar dalam  bermasyarakat untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi dan saling menghormati hak-hak setiap orang termasuk berkeyakinan.  Realitas ini harus mengubah paradigma dan praktik dari misi Kristen modern. Misi Kristen harus tetap berpegang teguh pada Alkitab yang menegaskan bahwa iman dalam Kristus sebagai persyaratan mutlak keselamatan. Tetapi tidak ada alasan bagi orang percaya atau gereja untuk tidak menjalankan perintah misioner tersebut dengan tetap menjaga kerukunan beragama agar dapat menjadi berkat bagi orang yang belum mengenal Kristus.
Gembala dan Keteladanannya: Menepis Kritikan Isu Degradasi Moral Pemimpin Kristen Yonatan Alex Arifianto
EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Lentera Bangsa Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61390/euanggelion.v4i1.60

Abstract

Abstract: Shepherds often become scapegoats related to mental damage or moral degradation of their people or the personal shepherds themselves who fall into a life that cannot be an example. The issue of criticism about the moral degradation of Christian leaders slaps God's servants as shepherds in pastoral duties. It is undeniable that immoral and immoral often make headlines on national news portals. Therefore the author describes pastors and exemplary as an effort to be able to provide an understanding and paradigm about the importance of living by example. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach and narrative analysis of biblical texts, it can be concluded that pastors and exemplary dismissing criticism on the issue of moral degradation of Christian leaders is that first the pastor understands the paradigm and nature of the shepherd and the challenges, so that with the challenges the pastor provides exemplary values and ethical theological norms, so that he can actualize the role of Christian leaders with integrity in church or community life. So that improper leadership can be reduced by the morality of the shepherd and his example with integrity to build God's congregation to live in the footsteps of following a good example.Abstrak: Gembala sering menjadi kambing hitam terkait kerusakan mental atau degradasi moral umatnya ataupun personal gembala sendiri yang jatuh pada hidup yang tidak bisa menjadi teladan. Isu kritikan tentang degradasi moral pemimpin Kristen menampar pelayan Tuhan sebagai gembala dalam tugas pastoral. Memang tidak dipungkiri asusila dan amoral sering menjadi headline portal berita nasional. Oleh karena itu penulis mendeskripsikan gembala dan keteladanan sebagai upaya untuk dapat memberikan pemahaman dan paradigma tentang pentingnya hidup dalam keteladanan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literatur dan analisis naratif dari teks Alkitab, maka dapat disimpulkan bahwa gembala dan keteladanan dalam menepis kritikan isu degradasi moral pemimpin Kristen adalah pertama gembala mengerti paradigma dan hakikat gembala dan tantangannya, sehingga dengan adanya tantangan maka gembala memberikan keteladanan dalam nilai dan norma etis teologi, supaya dapat mengaktualisasi peran pemimpin Kristen yang berintegritas dalam kehidupan bergereja ataupun bermasyarakat. Sehingga kepemimpinan yang tidak benar dapat diperbaiki dengan moralitas gembala dan keteladannya yang berintegritas membangun jemaat Tuhan hidup dalam jejak mengikuti teladan yang baik.
Aktualisasi Pemimpin Gereja menjaga Moral dan Integritas Umat dalam Menghadapi Tahun Politik Yonatan Alex Arifianto; Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.104

Abstract

Abstract: Political years often bring problems and can also bring about internal church conflicts as well as horizontal conflicts between people. However, this is a challenge for society and also for the country, because it is related to sensitive political issues, diseases of democracy, and even the politics of dishonesty involving pastors and Christianity regarding choice and support. Therefore the lack of political education for Christianity can exacerbate the political situation and undermine democracy. Therefore, church pastors or church leaders need to be vigilant and try to deal with these problems wisely and responsibly. So that the morality and integrity of the pastor in facing the political year can be an example for God's congregation. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the morality and integrity of church leaders in facing the first 2024 political year church leaders can understand the nature of morality and integrity for politics so they can understand how the political paradigm and its influence on the church. Of course this is a reflection of the Bible's teaching of morality and integrity towards church leadership to be on the right path and in accordance with the basics of Biblical truth. So as to bring up the movement which is the value of the actualization of church leaders in politics as maintaining morale and integrity. Abstrak: Tahun politik seringkali membawa persoalan dan bisa juga mendatangkan konflik internal gereja maupun konflik horizontal antar sesama. Namun hal itu merupakan tantangan bagi masyarakat dan juga negara, sebab terkait dengan adanya isu-isu politik yang sensitif, penyakit demokrasi, bahkan politik uang dan politik ketidakjujuran yang melibatkan para pemimpin gereja dan kekristenan, terkait pilihan dan dukungan sering terjadi. Maka dari itu kurangnya pendidikan politik bagi kekristenan dapat memperburuk situasi politik dan merusak demokrasi. Oleh karena itu, gembala jemaat atau pemimpin gereja perlu waspada dan berupaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Supaya moralitas dan integritas gembala dalam menghadapi tahun politik dapat menjadi teladan bagi jemaat Tuhan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa moralitas dan integritas pemimpin gereja dalam menghadapi tahun politik 2024 pertama para pemimpin gereja dapat mengerti akan hakikat moralitas dan integritas bagi politik sehingga dapat memahami bagiamana paradigma politik dan pengaruhnya Bagi gereja. Tentunya hal itu menjadi reflektif pengajaran Alkitab moralitas dan integritas terhadap kepemimpinan gereja untuk berada dijalan yang benar dan sesuai dengan dasar kebenaran Alkitabiah. Sehingga memunculkan gerekan yang menjadi nilai akan aktualisasi pemimpin gereja dalam perpolitikan sebagai menjaga moral dan integitas.
Gembala Sidang dan Pendampingan Pastoral bagi Jemaat yang Mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga Andreas Danang Rusmiyanto; Yonatan Alex Arifianto
PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi Kependetaan Vol. 14 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Penyebaran Injil Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56438/pneuma.v14i1.87

Abstract

Gembala jemaat adalah orang yang dipercaya dan mendapat mandat dari Tuhan untuk menggembalakan kawanan domba Allah. Oleh karena kepercayaan Tuhan tersebut, seorang gembala wajib memperhatikan pertumbuhan iman, dan menjaga serta menolong jemaat dalam kehidupan keluarga. Paper jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi redaksional dari berbagai sumber literatur. Informasi dari berbagai sumber tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lengkap dan memberikan deskripsi yang relevan dan proporsional. Perhatian gembala kepada jemaat yang dipercayakan sangat berdampak besar dalam pertumbuhan iman. Pada ada saat jemaat mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pendampingan gembala menjadi kekuatan yang sangat dibutuhkan untuk bertahan menghadapi dan mengatasinya. Peristiwa itu, sangat mempengaruhi secara psikologis dan psikis dari korban KDRT yang sebagian besar dialami oleh seorang istri atau wanita. Kiranya penelitian ini memberikan sumbangsih bagi pelayanan para gembala jemaat yang saat ini mendapat mandat untuk menggembalakan jemaat dan juga secara lebih luas bagi setiap orang percaya.
Playing Victim dan Manipulasi Kebenaran: Analisis Teologis dalam Pembacaan Reflektif Kejadian 3:1-24 Andreas Sese Sunarko; Yonatan Alex Arifianto
Jurnal Teologi Gracia Deo Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46929/graciadeo.v6i1.84

Abstract

Playing victim behavior is the action of those who blame themselves on others and position themselves as victims. This contradictory sense of responsibility is widespread in everyday life. Therefore, this article aims to provide a new understanding and paradigm regarding playing victims that contradicts God's truth.Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that playing victims in manipulating the truth is a theological reflection in reading Genesis 3:1-24; first, Christianity must understand the nature of playing victims and its impacts. Genesis 3:1-24 shows how humans blame others or circumstances to avoid responsibility for their mistakes. This also emphasizes the importance of playing the victim in theological ethics and Christian faith. Theological reflection, humility, and an attitude of responsibility in honesty through recognizing mistakes and confessing sins are not to play the victim. Jesus also taught us to live in love. Furthermore, in a theological reflective context, it helps identify the role of the Garden of Eden story and the issue of truth manipulation in the "playing victim" attitude that is actualized in human life. Therefore, the role of Christianity in the actualization of life without suffering victims becomes a role that is responsible for personal actions and decisions to live in honesty and responsibility and dare to admit mistakes.  AbstrakPerilaku playing victim merupakan tindakan merekayang melemparkan kesalahannya kepada orang lain dan memosisikan dirinya sebagai korban. Hal yang bertolak belakang akan rasa bertanggung jawab ini marak di lingkungan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan paradigam baru terkait playing victim yang tidak sejalan dengan kebenaran Allah. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa playing victim dalam manipulasi kebenaran: reflektif teologis dalam pembacaan kejadian 3:1-24, pertama keristenan harus memahami hakikat playing victim dan dampaknya. Sebab dalam Kejadian 3:1-24 memperlihatkan bagaimana manusia  cenderung untuk menyalahkan orang lain atau keadaan sebagai upaya untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan mereka. Maka hal ini juga menekankan pentingnya playing victim dalam etis teologis dan iman Kristen. Di mana refleksi teologis dan kerendahan hati serta sikap dalam bertanggung jawan dalam kejujuran melalui pengenalan kesalahan dan pengakuan atas dosa untuk tidak playing victim. Juga diajarkan Yesus untuk hidup dalam kasih. Selanjutnya dalam konteks reflektif teologis membantu mengidentifikasi peran kisah taman eden dan persoalan manipulasi kebenaran dalam sikap "playing victim" yang diaktualisasikan dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu peran kekristenan dalam aktualisasi hidup tanpa palying victim menjadi peran yang bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan pribadi untuk hidup dalam kejujuran dan tanggung jawab yang berani mengakui kesalahan. 
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi