p-Index From 2021 - 2026
29.635
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Eklesiologi Digital dan Banalitas Spiritualitas dalam Kepemimpinan Kristen Pastoral: Tantangan Gereja di Era Disrupsi Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar; Arifianto, Yonatan Alex
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 2 (2026): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi - Mei 2026 (Still in Progre
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philoxenia.v4i2.41

Abstract

This study aims to analyse the dynamics of digital ecclesiology and the banality of spirituality in Christian pastoral leadership in an era of disruption, highlighting the impact of technological transformation on the depth of faith and contemporary church practices. The method employed is descriptive qualitative research through a literature review, examining various theological texts, academic journals, and relevant sources to gain a comprehensive understanding of the phenomenon. The findings indicate that the development of the digital space has driven the expansion of church ministry, yet simultaneously given rise to a tendency towards instant, consumerist, and superficial spirituality. Pastoral leadership faces a serious challenge in maintaining a balance between digital relevance and theological depth amidst the dominance of algorithmic logic. These findings underscore the need for a critical and integrative reconstruction of digital ecclesiology through a leadership approach rooted in the values of authentic spirituality. In this way, the church can preserve its theological identity whilst responding to change in an adaptive and transformative manner. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika eklesiologi digital dan banalitas spiritualitas dalam kepemimpinan Kristen pastoral di era disrupsi, dengan menyoroti dampak transformasi teknologi terhadap kedalaman iman dan praktik gerejawi kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, dengan mengkaji berbagai literatur teologis, jurnal ilmiah, dan sumber relevan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan ruang digital mendorong perluasan pelayanan gereja, namun sekaligus memunculkan kecenderungan spiritualitas yang instan, konsumtif, dan dangkal. Kepemimpinan pastoral menghadapi tantangan serius dalam menjaga keseimbangan antara relevansi digital dan kedalaman teologis di tengah dominasi logika algoritma. Temuan ini menegaskan perlunya rekonstruksi eklesiologi digital yang kritis dan integratif melalui pendekatan kepemimpinan yang berakar pada nilai spiritualitas autentik. Dengan demikian, gereja dapat mempertahankan identitas teologisnya sekaligus merespons perubahan secara adaptif dan transformatif.
Resiliensi Iman Generasi Strawberry terhadap FoMO: Pendekatan Teologi Berdasarkan 1 Petrus 5:7 Stephen, Raymond Hessel; Arifianto, Yonatan Alex
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 1 (2026): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - April 2026 (This Issue is Stil
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/m6prbm77

Abstract

The rapid development of the digital age has shaped new social patterns and behaviours among the younger generation, particularly the Strawberry Generation, who have grown up with intense exposure to social media and information technology. This phenomenon has given rise to the Fear of Missing Out (FoMO), which causes anxiety, a sense of insecurity, and even concerns about self-actualisation, and thus has the potential to weaken their spiritual resilience. The lack of contextual pastoral and theological strategies to address FoMO poses a significant challenge for the faith formation of this generation. This study aims to analyse the development of the Strawberry Generation’s faith resilience in the face of FoMO through a theological approach based on 1 Peter 5:7. The research method employs a descriptive qualitative approach involving literature review and theological exegetical hermeneutical analysis. The findings indicate that the theological analysis and exegesis of 1 Peter 5:7 provide a strong foundation for the development of the Strawberry Generation’s faith resilience. An understanding of FOMO within this generation clarifies the psychological and spiritual challenges they face in the digital context. Narrative theology, combined with digital pastoral strategies, has proven effective in guiding and strengthening their faith resilience. Thus, the integration of narrative theology and digital pastoral practices can serve as a contextual, relevant, and practical model for faith formation among young people in the digital age. Abstrak Perkembangan pesat era digital telah membentuk pola sosial dan perilaku baru pada generasi muda, khususnya Generasi Strawberry, yang tumbuh dengan paparan intens terhadap media sosial dan teknologi informasi. Fenomena ini memunculkan Fear of Missing Out (FoMO), yang menyebabkan kecemasan, rasa tidak aman bahkan kuatir akan aktualisasi, dan   sehingga berpotensi melemahkan resiliensi iman mereka. Kurangnya strategi pastoral dan teologis yang kontekstual untuk menghadapi FoMO menjadi persoalan signifikan bagi pembinaan iman generasi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembentukan resiliensi iman Generasi Strawberry terhadap FOMO melalui pendekatan teologi berbasis 1 Petrus 5:7. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan analisis hermeneutic eksegesis teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teologis dan eksegesis 1 Petrus 5:7 memberikan landasan kuat bagi pembentukan resiliensi iman Generasi Strawberry. Pemahaman FoMO pada generasi ini memperjelas tantangan psikologis dan spiritual yang mereka hadapi dalam konteks digital. Teologi naratif yang dipadukan dengan strategi pastoral digital terbukti efektif dalam membimbing dan memperkuat ketahanan iman mereka. Dengan demikian, integrasi teologi naratif dan praktik pastoral digital dapat menjadi model pembinaan iman yang kontekstual, relevan, dan aplikatif bagi generasi muda di era digital.
Mendekonstruksi Narasi Transhumanisme: Refleksi Teologis untuk Formasi Iman Generasi Z Agus Arda Setiawan Telaumbanua; Yonatan Alex Arifianto; Elisa Nimbo Sumual
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.282

Abstract

Transhumanism promises a life without limits, enhanced intelligence, and even immortality, increasingly influencing Generation Z's perspective in shaping their identity and spirituality. This study aims to analyze the influence of transhumanist narratives on Generation Z's worldview within the context of their identity as God's creation, and to develop relevant theological reflections to strengthen Generation Z's faith formation amid the challenges of digital culture and contemporary technological ideologies. A qualitative research method based on literature review was used in this study, exploring theological sources, the Bible as the primary source, books, articles, and internet websites. The results of the study indicate that transhumanism obscures the essence of humanity as God's creation, reduces spiritual identity to a mere technological enhancement project, and offers false salvation outside of Christ's redemptive work. Theological reflection rooted in the doctrines of creation, the incarnation of Christ, and the resurrection affirms that human identity is determined by one's relationship with God, not by technological autonomy. This study concludes that the church and Christian faith education must be present in a contextual and prophetic manner in guiding Generation Z to reject the transhumanist narrative and grow in true faith. AbstrakTranshumanisme menjanjikan kehidupan tanpa batas, peningkatan kecerdasan, dan bahkan keabadian, yang kian memengaruhi cara pandang Generasi Z dalam membentuk identitas diri dan spiritualitas mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh narasi transhumanisme terhadap pola pikir Generasi Z dalam konteks identitasnya sebagai ciptaan Allah, serta menyusun refleksi teologis yang relevan untuk memperkuat formasi iman Generasi Z di tengah tantangan budaya digital dan ideologi teknologi masa kini. Metode penelitian kualitatif berbasis studi pustaka digunakan dalam penelitian ini dengan mengeksplorasi sumber-sumber teologi, Alkitab sumber utama, buku, artikel dan website internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transhumanisme mengaburkan hakikat manusia sebagai ciptaan Allah, mereduksi identitas spiritual menjadi proyek peningkatan teknologis semata, dan menawarkan keselamatan palsu di luar karya penebusan Kristus. Refleksi teologis yang berakar pada doktrin penciptaan, inkarnasi Kristus, dan kebangkitan, menegaskan bahwa identitas manusia ditentukan oleh relasi dengan Allah, bukan oleh otonomi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja dan pendidikan iman Kristen harus hadir secara kontekstual dan profetis dalam membimbing Generasi Z agar mampu menolak narasi transhumanisme serta bertumbuh dalam iman yang sejati.Kata Kunci: Teknologi, Transhumanisme, Generasi Z, Imago Dei, Kristus
Co-Authors Abel, Angela Adi Sujaka Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Agus Arda Setiawan Telaumbanua Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Desi Wisari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa Nimbo Sumual Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina Jepina Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Richardo Nainggolan Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Stephen, Raymond Hessel Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi