p-Index From 2021 - 2026
30.987
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia GLOSSAIS: Jurnal Teologi & Pendidikan Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Kepemimpinan Gereja Kontemporer: Integrasi Teologi dan Nilai Kristen dalam Misiologi Irwan Revianto Rares; Aji Suseno; Yonatan Alex Arifianto
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 10, No 2 (2025): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2025
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v10i2.411

Abstract

The phenomenon of contemporary church leadership transformation shows a shift from a hierarchical leadership pattern to a more participatory, collaborative, and contextual model, in line with the demands of globalisation, technological advances, and the increasingly complex socio-cultural dynamics of congregations. This study aims to explore how the integration of theology and Christian values can strengthen church missiology in the context of modern leadership. The research method used is a descriptive qualitative approach through literature study, which concludes that Christian leadership theory remains relevant in the contemporary context when rooted in Christian values as an ethical and spiritual foundation. The transformation of church leadership structures in the digital age requires an adaptive and collaborative approach without neglecting theological principles. The integration of theology and Christian values in missiological strategies strengthens the direction of church ministry so that it remains contextual, sustainable, and oriented towards authentic faith formation and social impact. Whereby, the transformation of contemporary church leadership not only requires adaptation to external changes, but must also maintain theological foundations and Christian values as the main footing in missiology. AbstrakFenomena transformasi kepemimpinan gereja kontemporer menunjukkan adanya pergeseran pola kepemimpinan yang sebelumnya bersifat hierarkis menuju model yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan kontekstual, seiring dengan tuntutan globalisasi, kemajuan teknologi, serta dinamika sosial budaya jemaat yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi teologi dan nilai-nilai Kristen dapat memperkuat misiologi gereja dalam konteks kepemimpinan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dapat disimpulkan bahwa teori kepemimpinan Kristen tetap relevan dalam konteks kontemporer ketika berakar pada nilai-nilai Kristen sebagai fondasi etis dan spiritual. Transformasi struktur kepemimpinan gereja di era digital menuntut pendekatan adaptif dan kolaboratif tanpa mengabaikan prinsip teologis. Integrasi teologi dan nilai Kristen dalam strategi misiologi memperkuat arah pelayanan gereja agar tetap kontekstual, berkelanjutan, serta berorientasi pada pembentukan iman dan dampak sosial yang autentik. Dimana, transformasi kepemimpinan gereja kontemporer tidak hanya memerlukan adaptasi terhadap perubahan eksternal, tetapi juga harus mempertahankan fondasi teologi dan nilai Kristen sebagai pijakan utama dalam misiologi.
Sikap Dan Tanggung Jawab Orang Percaya Dalam Menyikapi Teologi Imanensi Yonatan Alex Arifianto; Alfons Renaldo Tampenawas; Deice Miske Poluan
Manna Rafflesia Vol. 8 No. 1 (2021): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.007 KB) | DOI: 10.38091/man_raf.v8i1.212

Abstract

The view of God which is reasoned logically and rationally brings the concept of God as an experience and not a transcendent person. Therefore, any form of immanence theology cannot be accepted as biblical teaching. Through a literature study approach, it is concluded that the existence of a transcendent and immanent God can counter the principles of immanence theology. God is present and actively participates in the world to give believers rest in the knowledge that no place or situation is too far away to be under God's protective hands. And moreover, God is present supernaturally and transcendentally far beyond human reason and logic, both in the form of religiosity that is built and one's relationship with the world.
SIKAP DAN TINDAKAN ORANG KRISTEN TERHADAP ANCAMAN POLITIK IDENTITAS DAN INTOLERANSI: SEBUAH KAJIAN TEOLOGI PRAKTIS Yonatan Alex Arifianto; Suhadi Suhadi; Samuel Purdaryanto
Manna Rafflesia Vol. 9 No. 2 (2023): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v9i2.311

Abstract

Abstrak: Persoalan bangsa yang besar lewat perselisihan yang menimbulkan disintegrasi bangsa secara horizontal sangat disayangkan terjadi di Indonesia. Namun hal itu terjadi karena masyarakat mau di adu domba dengan oknum serakah kekuasaan dengan mengorbankan kerukunan bertujuan mereduksi keberagaman dan kemajemukan bangsa. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab orang percaya atau gereja secara umum yang berada dalam fenomenologi politik identitas. Sejatinya orang percaya dapat menciptakan kerukunan dan memperkokohnya melalui sikap yang menjadi berkat dalam ruang publik. Hal itu juga selaras dengan apa yang dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh pejuang kemerdekaan yang tidak melihat latar belakang SARA. Begitu juga kemajemukan harus tetap dijaga dan dikawal dengan tindakan-tindakan setiap hari yang tidak pernah menyinggung sentimen berlebihan dari identitas manusia. Oleh karena itu saling menghargai dan menghormati menjadi cara tersendiri untuk memperkokoh kerukunan supaya bangsa besar atas nama Indoensia ini memberi rasa nyaman bagi generasi selanjutnya
KONSTRUKSI POLA HIDUP ORANG KRISTEN BERDASARKAN 1 PETRUS 4:7-11 DI ERA DIGITAL Agus Arda Setiawan Telaumbanua; Yonatan Alex Arifianto
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.217

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah secara drastis cara hidup manusia, termasuk dalam aspek spiritualitas orang percaya. Transformasi ini menuntut respons teologis yang kontekstual agar umat Kristen tetap hidup selaras dengan firman Tuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkonstruksi pemahaman teologis mengenai cara hidup orang Kristen berdasarkan 1 Petrus 4:7-11 dalam konteks digital. Dengan pendekatan kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengidentifikasi tiga prinsip utama yang digariskan oleh Petrus, yakni: hidup dalam penguasaan diri, hidup dalam kasih, dan hidup memuliakan Allah dengan karunia. Ketiga prinsip ini memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan etika dan spiritualitas di tengah disrupsi teknologi informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan diri menjadi dasar kehidupan doa dan kewaspadaan rohani di tengah distraksi digital; kasih menjadi nilai etis yang menuntun relasi digital umat; dan karunia digunakan secara bertanggung jawab untuk membangun tubuh Kristus melalui pelayanan digital yang bermakna. Dengan demikian, surat 1 Petrus memberikan kerangka teologis dan praktis bagi umat Kristen untuk hidup sebagai terang di tengah dunia digital yang kompleks.
KETIKA LAYAR MENGGANTIKAN MIMBAR: FIRMAN DALAM BAYANG-BAYANG TEKNOLOGI Reinhard Yehezkiel; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.256

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Kristen berinteraksi dengan Firman Tuhan, dari pengalaman audial dan komunal di ruang fisik menuju pengalaman visual yang terfragmentasi di layar digital, sehingga memunculkan persoalan teologis terkait otoritas mimbar, kedalaman spiritual, dan pemaknaan Firman yang kini dipengaruhi oleh algoritma serta pola konsumsi konten modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi teologis dari pergeseran penyampaian dan penerimaan Firman Tuhan dari mimbar fisik menuju media digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa mediasi layar dalam penyampaian Firman Tuhan menghadirkan tantangan serius terhadap pengalaman iman yang transenden, relasional, dan sakramental, karena interaksi melalui media digital berisiko mereduksi kedalaman spiritual menjadi konsumsi konten visual semata. Di sisi lain, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau jemaat lebih luas, memperkaya penyampaian pesan, dan menawarkan fleksibilitas interaksi, khususnya bagi generasi muda. Dengan pendekatan seimbang yang menjaga integritas teologis dan memperkuat persekutuan fisik maupun virtual, media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan kualitas pengalaman iman tanpa mengorbankan kedalaman spiritual.
Pancasila dan Etis Teologis sebagai Basis Kepemimpinan Kristen bagi Reintegrasi Iman dan Identitas Kebangsaan Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura; Yonatan Alex Arifianto
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 5 No. 2 (2025): Didasko: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/didasko.v5i2.213

Abstract

Pluralistic and dynamic national life is related to the relationship between Christian faith and Pancasila values. This has an impact on leadership, which experiences complex ethical and spiritual tensions. Moral shifts and the weakening of public leaders' integrity indicate a dissonance between religious values and national spirit. Meanwhile, Christian theology is often perceived as purely spiritual, without active involvement in social and national spheres. The phenomenon of increasing identity fragmentation and moral crisis among Christian leaders emphasises the importance of reconstructing a theological basis that can integrate faith and nationalism into a single, comprehensive ethical horizon. This study aims to reinterpret Pancasila as a space for theological dialogue that shapes Christian leadership based on theological ethics for the reintegration of faith and national identity. Using qualitative methods with a literature study approach, it was concluded that Pancasila has the potential as a theological and ethical space that enables Christian leadership rooted in the values of justice and humanity. Theological ethics has proven to be a moral foundation that guides Christian leaders to integrate faith with social and national responsibilities. Thus, Pancasila-based Christian leadership serves as a means of reintegrating faith and national identity in the praxis of Indonesian public life.AbstrakKehidupan berbangsa yang plural dan dinamis, terkait relasi antara iman Kristen dan nilai-nilai Pancasila. Berdampak pada kepemimpinan yang mengalami ketegangan etis dan spiritual yang kompleks. Pergeseran moral dan melemahnya integritas pemimpin publik menunjukkan terjadinya disonansi antara nilai-nilai iman dan semangat kebangsaan. Sementara itu, teologi Kristen kerap dipersepsikan hanya bersifat spiritual, tanpa keterlibatan aktif dalam ruang sosial dan nasional. Fenomena meningkatnya fragmentasi identitas dan krisis moral di kalangan pemimpin Kristen menegaskan pentingnya rekonstruksi basis teologis yang mampu mengintegrasikan iman dan nasionalisme dalam satu horizon etis yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kembali Pancasila sebagai ruang dialog teologis yang membentuk  kepemimpinan Kristen berbasis etika teologis bagi reintegrasi iman dan identitas kebangsaan. Menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature maka disimpulkan bahwa bahwa Pancasila memiliki potensi sebagai ruang teologis dan etis yang memampukan kepemimpinan Kristen berakar pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Etika teologis terbukti menjadi fondasi moral yang menuntun pemimpin Kristen untuk mengintegrasikan iman dengan tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Dengan demikian, kepemimpinan Kristen berbasis Pancasila berperan sebagai sarana reintegrasi iman dan identitas kebangsaan dalam praksis kehidupan publik Indonesia.
Membumikan Nilai dan Etika Politik Kristen dalam Teologi Titus 3:1-7 bagi Politikus Kristen Masa Kini Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi; Yonatan Alex Arifianto; Nining Indriana
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i2.323

Abstract

Many people of God feel reluctant or unwilling to discuss political ethics. Moreover, when Christians talk about politics, they will unilaterally stay away from it.  Because there is an assumption that Christianity should not be mixed with politics. Through this research, Christian politicians who are involved in politics can ground the values and ethics of Christian politics in the theology of Titus 3:1-7 for today's Christian politicians as a basis for building healthy political theological ethics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that grounding Christian political values and ethics in the theology of Titus 3:1-7 for today's Christian politicians requires an understanding and paradigm that Christian politicians can know the nature of politics and its interests. They can even understand the church and political challenges. So that politicians who live with integrity have attitudes and principles that are in accordance with Christian political values and ethics. Of course, Christian politicians must submit to the government and the law, which is to bring obedience in doing good deeds, not slander, not quarrel and be able to live in obedience. Not going astray, not being a slave to lust, not living in wickedness, not living in malice and hatred and certainly being able to appreciate grace. AbstrakBanyak umat Tuhan yang merasa sungkan atau tidak mau untuk membahas etika politik. Apalagi adanya orang Kristen bila berbicara tentang politik maka secara sepihak akan menjauhi hal tersebut.  Karena adanya anggapan bahwa kekristenan tidak boleh dicampuradukan dengan politik. Melalui penelitian ini maka politikus Kristen yang terjun dalam percaturan politik dapat membumikan nilai dan etika politik Kristen dalam teologi Titus 3:1-7 bagi politikus Kristen masa kini sebagai dasar dalam membangun etika teologis politik yang sehat. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka dapat disimpulkan membumikan nilai dan etika politik Kristen dalam teologi Titus 3:1-7 bagi politikus Kristen masa kini, diperlukan pengertian dan paradigma bahwa politikus Kristen dapat mengetahui hakikat politik dan kepentingannya. Bahkan mereka dapat memahami gereja dan tantangan politik. Supaya politikus yang hidup berintegritas memiliki sikap dan prinsip yang sesuai dengan nilai dan etika politik Kristen. Tentunya politikus Kristen harus tunduk kepada pemerintah dan hukum, yang memang untuk membawa ketaatan dalam melakukan perbuatan baik, tidak memfitnah, tidak bertengkar dan dapat hidup dalam Ketaatan. Tidak Sesat, tidak menjadi budak hawa nafsu, tidak hidup dalam kejahatan, tidak hidup dalam kedengkian dan keji serta kebencian dan tentunya dapat menghargai kasih karunia.
Relevansi Pendidikan Kristen dalam Membentuk Resiliensi Iman Remaja Generasi Z terhadap Pemikiran Kristen Progresif dari Bingkai Teologi Kristen Yonatan Alex Arifianto; Elisa Nimbo Sumual; Yohana Fajar Rahayu
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i1.421

Abstract

Social changes and technological advancements, generation Z (Gen Z) teenagers face issues and challenges maintaining their Christian faith, especially with the emergence of progressive Christian thought that offers reinterpretations of traditional teachings that strongly deviate from doctrinal orthodoxy. This thinking often puts forward values of inclusivity such as including the view that salvation is not only limited to those who explicitly identify as Christians by believing in Jesus, but can also include individuals from other religious backgrounds or beliefs, as long as they live a life of love, kindness, and morality and there is also the value of relativism that has the potential to influence teenagers' faith beliefs. The purpose of this research is to make the relevance of Christian education in strengthening the resilience of Gen Z teenagers' faith against the influence of progressive Christian thought. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, which examines relevant literature on Christian education, faith resilience, and progressive Christian thought. It can be concluded that Christian education based on the teachings of the Bible can actually form the resilience of teenagers' faith against the influence of progressive Christianity. So it is necessary to understand progressive Christianity and its thinking, so that generation Z in the era of globalisation development, can receive teaching from Christian education and the importance of Gen Z teenagers' faith resilience. This starts from the strategic of Christian education in the integrity of teenagers' faith in the midst of the flow of progressive Christian thought and in the midst of the flow of thoughts that continue to develop but deviate. AbstrakPerubahan sosial dan kemajuan teknologi, remaja generasi Z (Gen Z) menghadapi persoalan dan tantangan mempertahankan iman Kristen mereka, terutama dengan munculnya pemikiran Kristen progresif yang menawarkan reinterpretasi ajaran tradisional yang sangat menyimpang dari doktrin ortodoksi. Pemikiran ini sering kali mengedepankan nilai-nilai inklusivitas seperti  mencakup pandangan bahwa keselamatan tidak hanya terbatas pada mereka yang secara eksplisit mengidentifikasi diri sebagai Kristen dengan percaya pada Yesus, tetapi juga dapat mencakup individu dari latar belakang agama atau keyakinan lain, selama mereka menjalani kehidupan yang penuh kasih, kebaikan, dan moralitadan juga ada nilai relativisme yang berpotensi memengaruhi keyakinan iman remaja. Tujuan dari penelitian ini supaya relevansi pendidikan Kristen dalam memperkuat ketahanan iman remaja Gen Z terhadap pengaruh pemikiran Kristen progresif. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang mengkaji literatur yang relevan mengenai pendidikan Kristen, resiliensi iman, dan pemikiran Kristen progresif. Dapat disimpulkan pendidikan Kristen yang berbasis pada ajaran Alkitab sejatinya dapat membentuk ketahanan iman remaja terhadap pengaruh Kristen progresif. Maka perlunya memahami Kristen progresif dan pemikirannya, sehingga generasi Z di era perkembangan Globalisasi, dapat menerima pengajaran dari pendidikan Kristen dan pentingnya  resiliensi iman remaja Gen Z. Hal ini dimulai dari  strategis Pendidikan Kristen dalam integritas iman remaja di tengah arus pemikiran  Kristen progresif dan di tengah arus pemikiran yang terus berkembang namun menyimpang.
Dampak Game Online terhadap Kecerdasan Spiritual Anak Pelajar Kristen: Perspektif Pendidikan Kristen Kontemporer Siswanto Siswanto; Yonatan Alex Arifianto; Nining Indriana
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.346

Abstract

Dalam era digital, secara khusus game online telah menjadi bagian integral dari kehidupan generasi dewasa ini, termasuk anak pelajar Kristen. Penggunaan game online ini memunculkan perhatian mengenai dampaknya terhadap kecerdasan spiritual anak. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengkaji bagaimana game online memengaruhi pembentukan karakter, nilai moral, dan perkembangan kecerdasan spiritual peserta didik Kristen. Pendidikan Kristen, yang menekankan pembentukan iman dan moralitas, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital secara positif. Oleh karena itu, penting untuk memahami sejauh mana game online dapat berperan dalam mendukung atau menghambat perkembangan kecerdasan spiritual dalam pendidikan agama. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari game online terhadap kecerdasan spiritual anak pelajar Kristen, serta untuk memberikan wawasan tentang bagaimana game online dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan Kristen kontemporer. Menggunakan metode  kualitatif deskritif dengan pendekatan sstudi literature dengan menganalisis literatur dan sumber-sumber ilmiah yang relevan mengenai pengaruh game online terhadap perkembangan moral dan spiritual anak dalam konteks pendidikan Kristen. Maka didapat kesimpulannya, kekristenan harus dapat memahami bahwa peran Kecerdasan Spritual dalam diri Anak didik Kristen perlu diperhatikan dan ternyata ada pengaruh game online terhadap kecerdasan spiritual anak pelajar kristen. selanjutnya kekristenan berani memberikan implikasi kedalam pendidikan Kristen kontemporer dalam menghadapi penggunaan game online. Oleh karena itu, pendidikan Kristen perlu lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital, dengan tetap menjaga nilai-nilai iman yang fundamental dalam pembentukan karakter dan kecerdasan spiritual anak.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membina Moral Siswa dari Latar Belakang Keluarga Fatherless Ruhut Parningotan Tambunan; Theresa Dian Christi; Yonatan Alex Arifianto
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 6 No. 1 (2026): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - July 202
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/grafta.v6i1.117

Abstract

The increasing number of students from fatherless families affects students’ moral formation, character, and spiritual development. The absence of a father figure reduces role modeling, supervision, and guidance, thereby increasing vulnerability to identity crises, deviant behavior, and weak Christian moral development. Christian Religious Education teachers play a strategic role in fostering students’ morality through exemplary behavior, spiritual guidance, and restorative educational relationships. This study aims to analyze the role of Christian Religious Education teachers in holistically fostering the morality of students from fatherless families. The study employs a descriptive qualitative approach using literature review and content analysis of relevant scientific literature. The results indicate that teachers serve as moral guides, spiritual mentors, and role models of Christian character through pastoral guidance, reflective learning, and educational relationships that strengthen students’ identity, integrity, and moral resilience. This study proposes the Restorative Christian Moral Formation (RCMF) Model, which integrates relational acceptance, spiritual mentoring, biblical character formation, collaborative care, and transformative moral practice as a framework for restorative moral formation. This model contributes both conceptually and practically to strengthening the moral formation of students from fatherless families within the context of contemporary Christian Religious Education. Abstrak Meningkatnya jumlah siswa dari keluarga fatherless memengaruhi pembentukan moral, karakter, dan perkembangan spiritual peserta didik. Ketiadaan figur ayah mengurangi keteladanan, pengawasan, serta pendampingan sehingga meningkatkan kerentanan terhadap krisis identitas, perilaku menyimpang, dan lemahnya perkembangan moral Kristiani. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peran strategis membina moral siswa melalui keteladanan, pendampingan spiritual, dan relasi edukatif yang restoratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam membina moral siswa berlatar belakang keluarga fatherless secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan analisis isi terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pembimbing moral, mentor spiritual, dan teladan karakter Kristiani melalui pendampingan pastoral, pembelajaran reflektif, serta relasi edukatif yang memperkuat identitas, integritas, dan ketahanan moral siswa. Penelitian menawarkan Model Restorative Christian Moral Formation (RCMF) yang mengintegrasikan relational acceptance, spiritual mentoring, biblical character formation, collaborative care, dan transformative moral practice sebagai kerangka pembinaan moral restoratif. Model ini berkontribusi secara konseptual dan praktis dalam memperkuat pembinaan moral siswa fatherless pada konteks Pendidikan Agama Kristen kontemporer.
Co-Authors Abel, Angela Adi Sujaka Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Agus Arda Setiawan Telaumbanua Aji Suseno Aji Suseno Aji Suseno Alfons Renaldo Tampenawas Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Deice Miske Poluan Desi Ratnasari Desi Wasari Desi Wisari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa Nimbo Sumual Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Irwan Revianto Rares Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jeffry Cartouche Laseduw Jepina Jepina Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Marvian Pali Hinggi Ranja Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Nining Indriana Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Raymond Hessel Stephen Raymond Hessel Stephen Reinhard Yehezkiel Rejoice Leny Simatupang Richardo Nainggolan Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Ruhut Parningotan Tambunan Ruhut Parningotan Tambunan Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Siswanto Siswanto Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Theresa Dian Christi Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi