p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Aktualisasi Pemimpin Gereja menjaga Moral dan Integritas Umat dalam Menghadapi Tahun Politik Arifianto, Yonatan Alex; Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.27

Abstract

Abstract: Political years often bring problems and can also bring about internal church conflicts as well as horizontal conflicts between people. However, this is a challenge for society and also for the country, because it is related to sensitive political issues, diseases of democracy, and even the politics of dishonesty involving pastors and Christianity regarding choice and support. Therefore the lack of political education for Christianity can exacerbate the political situation and undermine democracy. Therefore, church pastors or church leaders need to be vigilant and try to deal with these problems wisely and responsibly. So that the morality and integrity of the pastor in facing the political year can be an example for God's congregation. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the morality and integrity of church leaders in facing the first 2024 political year church leaders can understand the nature of morality and integrity for politics so they can understand how the political paradigm and its influence on the church. Of course this is a reflection of the Bible's teaching of morality and integrity towards church leadership to be on the right path and in accordance with the basics of Biblical truth. So as to bring up the movement which is the value of the actualization of church leaders in politics as maintaining morale and integrity Abstrak: Tahun politik seringkali membawa persoalan dan bisa juga mendatangkan konflik internal gereja maupun konflik horizontal antar sesama. Namun hal itu merupakan tantangan bagi masyarakat dan juga negara, sebab terkait dengan adanya isu-isu politik yang sensitif, penyakit demokrasi, bahkan politik uang dan politik ketidakjujuran yang melibatkan para pemimpin gereja dan kekristenan, terkait pilihan dan dukungan sering terjadi. Maka dari itu kurangnya pendidikan politik bagi kekristenan dapat memperburuk situasi politik dan merusak demokrasi. Oleh karena itu, gembala jemaat atau pemimpin gereja perlu waspada dan berupaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Supaya moralitas dan integritas gembala dalam menghadapi tahun politik dapat menjadi teladan bagi jemaat Tuhan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa moralitas dan integritas pemimpin gereja dalam menghadapi tahun politik 2024 pertama para pemimpin gereja dapat mengerti akan hakikat moralitas dan integritas bagi politik sehingga dapat memahami bagiamana paradigma politik dan pengaruhnya Bagi gereja. Tentunya hal itu menjadi reflektif pengajaran Alkitab moralitas dan integritas terhadap kepemimpinan gereja untuk berada dijalan yang benar dan sesuai dengan dasar kebenaran Alkitabiah. Sehingga memunculkan gerekan yang menjadi nilai akan aktualisasi pemimpin gereja dalam perpolitikan sebagai menjaga moral dan integitas.
Empowering the Digital Generation:: the Role of Biblical Discipleship in Shaping Christian Identity and Countering Cultural Challenges Saptorini, Sari; Purnamasari, Citaning; Arifianto, Yonatan Alex
KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Parakletos Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69932/kardia.v3i1.48

Abstract

Abstract: The digital generation, particularly Millennials and Gen Z, faces an identity crisis driven by the influence of digital culture, moral relativism, and a lack of strong spiritual foundations. This crisis results in weakened Christian values in daily life, posing challenges in forming a steadfast identity amid globalization. This study explores how biblical discipleship shapes a strong Christian identity and equips the digital generation to face modern cultural challenges. Using a descriptive qualitative approach based on a literature review, this research analyzes the concept of biblical discipleship and its relevance in shaping spirituality and strengthening the faith resilience of the digital generation. The findings indicate that biblical discipleship, rooted in the teachings and example of Christ, fosters confidence, reinforces identity as children of God, and develops Christian character. Relevant discipleship strategies for the digital era, including the use of digital technology and contextual approaches, are necessary to enhance the effectiveness of church ministry. Furthermore, digital literacy and creative content in communicating the Gospel to young generations play a crucial role in strengthening Christian identity.   Abstrak: Generasi digital, terutama Millennials dan Gen Z, menghadapi tantangan berupa krisis identitas yang dipicu oleh pengaruh budaya digital, relativisme moral, dan minimnya fondasi spiritual yang kuat. Krisis ini berakibat pada lemahnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memunculkan tantangan dalam membentuk identitas yang teguh di tengah arus globalisasi. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemuridan berdasarkan Alkitab membentuk identitas Kristiani yang kuat dan membekali generasi digital menghadapi tantangan budaya modern.  Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, penelitian ini menganalisis konsep pemuridan Alkitabiah dan relevansinya dalam membentuk spiritualitas serta ketahanan iman generasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan alkitabiah, yang didasarkan pada ajaran dan teladan Kristus, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat identitas sebagai anak-anak Allah, dan mengembangkan karakter Kristen. Strategi pemuridan yang relevan untuk era digital, termasuk penggunaan teknologi digital dan pendekatan kontekstual, diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan gereja. Lebih lanjut, literasi digital dan konten kreatif dalam mengkomunikasikan Injil kepada generasi muda berperan penting dalam memperkuat identitas Kristiani.
Memprioritaskan Nilai-Nilai Agama: Membangun Etika Politik dalam Aktualisasi Kebijakan Publik Arifianto, Yonatan Alex; Joswanto, Andreas; Simon, Simon
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i2.144

Abstract

Politik bila digunakan untuk kemanusiaan sangat mulia, namun karena praktik yang saling menguntungkan antara oknum dengan berbagai masyarakat terkait kebijakan politik yang difokuskan pada agenda pribadi dan bukan kepada publik. Menjadi tidak mulia lagi karena agenda pribadi cenderung memperkaya diri. Tujuan dari penelitian ini supaya dapat memberikan paradigma bagi kekristenan untuk menekankan nilai agama dalam membangun etika politik supaya melahirkan kebijakan yang pro dengan masyarakat luas dan kemanusiaan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa penekanan terhadap membangun etika politik dalam aktualisasi kebijakan publik adalah, yang pertama perlunya penekanan akan kajian teoritik dan hakikat etika politik yang dapat memberikan pencerahan bagi politisi dan kekristenan dewasa ini. Selanjutnya aksentuasi nilai-nilai agama dalam etis teologis Kristen harus membawa pada perubahan terhadap segala kebijakan. Dan juga berperan pada menghargai akan nilai-nilai seperti kasih, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Yang terakhir perrlunya aktualisasi gereja dan kekristenan masa kini dalam membangun etika politik dan kebijakan publik. Yang mana nilai-nilai agama memberikan landasan etis yang kuat dalam merancang kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Meskipun tantangan dan perbedaan pendapat selalu ada, aksentuasi nilai-nilai agama dapat membantu memperkaya agenda-agenda politisi Kristen supaya dapat menncapai tujuan yang lebih baik dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berdaya.  ABSTRACTPolitics when used for humanity is very noble, but due to mutually beneficial practices between individuals and various communities related to political policies that are focused on personal agendas and not to the public. It is no longer noble because personal agendas tend to enrich themselves. The purpose of this research is to provide a paradigm for Christianity to emphasise religious values in building political ethics in order to give birth to policies that are pro to the wider community and humanity. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the emphasis on building political ethics in the actualisation of public policy is, first, the need for emphasis on theoretical studies and the nature of political ethics that can provide enlightenment for politicians and Christianity today. Furthermore, the accentuation of religious values in Christian theological ethics must lead to changes in all policies. It also contributes to the appreciation of values such as love, justice, and care for others. Finally, the need for actualisation of the church and Christianity today in building political ethics and public policy. Where religious values provide a strong ethical foundation in designing policies that aim to improve the quality of life of society as a whole. While challenges and disagreements are always present, the accentuation of religious values can help to enrich the ethics of public policy. Keywords : Prioritising religious values; Political ethics; Actualisation; Public policy
Studi Teologis Prinsip Penginjilan Paulus dalam 1 Korintus 9:16 Arifianto, Yonatan Alex; Oktavia, Kristien; Dwikoryanto, Matius I Totok
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 2, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v2i1.42

Abstract

Abstract: church that has the wrong mindset towards the principles and concepts of evangelism will experience things that cannot add new soul members to it, because the principles and concepts of mission are very important in church growth. So that the church enters into unhealthy competitive competition by stealing sheep or souls from other churches. The author by using a descriptive qualitative approach to this research can begin with text analysis so as to produce findings, among others: first, the responsibility and obligation of people who believe in God to evangelize. Second, Paul was willing to give up the rights for the sake of the gospel and third There is no reason to boast all for Christ. Because the gospel must be preached like Paul did, there is a solid basis for being in God's mission through the papa Paul built Abstrak: Gereja yang memiliki pola pikir yang salah terhadap prinsip dan konsep penginjilan maka akan mengalami hal yang tidak dapat menambahkan anggota jiwa baru kedalamnya, karena prinsip dan konsep misi sangat penting dalam pertumbuhan gereja. Sehingga gereja masuk dalam kompetisi persaingan yang tidak sehat dengan mencuri domba atau jiwa dari gereja lain. penulis mendeskripsikan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini dapat dimulai dengan analisa teks sehingga menghasilkan hasil temuan antara lain: pertama, Tanggung jawab dan keharusan orang yang percaya kepada Tuhan untuk Menginjil. Kedua Paulus rela melepaskan hak demi Injil dan ketiga Tidak ada alasan memegahkan diri semua bagi kristus. Sebab injil harus diberitakan seperti yang dilakukan oleh Paulus ada dasar yang kuat untuk berada dalam misinya Tuhan melalui setiap apa yang dibangun Paulus dalam memotivasinya.
The Unholy Fire and Theological Construction: Reflection for Today's Services: Api Asing dan Konstruksi Teologi: Reflektif Bagi Pelayanan Masa Kini Yonatan Alex Arifianto
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 1 No. 2 (2022): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today's life has been infiltrated by many models of service based on the wrong spirit and motivation among the church, God's servants and individual believers. The basis of service that is not in accordance with God's will is illustrated as an unauthorized fire in the story of Nadab and Abihu. This research intends to convey the meaning of unauthorized fire in today's service life. The research is also provide an understanding of  the action that  believers should do so that the mistakes of Nadab and Abihu are not repeated in today's service life. Qualitative approach method, with literature study and hermeneutic technique of biblical texts. The conclusion is that the ministry of believers today needs to reflect on the story of Nadab and Abihu to then evaluate the service, what fire is currently used as a spirit of service, a foreign fire or God's fire. The elements contained in the use of God's fire to be absolute to be applied in the ministry of believers include; First, holiness. Second, obedience. Third, humility . Fourth, responsibility.
Berbusana Dalam Etis Teologis Sebagai Upaya mereduksi nilai Liberalisme di era Globalisasi Rutdiana, Eldea Happy; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 2 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi (Juli 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i2.86

Abstract

Maraknya perkembangan paham liberalis dan perkembangan globalisasi yang tak terbendung di dunia, menyuguhkan pengaruh positif dan juga ancaman dalam setiap elemen kehidupan baik sosial, politik, ekonomi dan budaya. Fenomena yang tak terbendung ini juga berpengaruh pada orang percaya dalam perubahan penampilan melalui pemilihan model busana yang mengikuti arus paham liberais yang menitik bertakan pada kebebasa. Hal ini juga di perkeruh dengan penyatuan setiap masyarakat dunia menjadi komunitas global meskipu terpisah jarak wilayah yang jauh. Oleh sebab itu penulis ingin membahas tentang berbusana etis teologis upaya mereduksi liberalisme dan globalisasi, agar orang-orang percaya dapat selektif dalam mengikuti perubahan zaman dan trend busana yang ada. Melalu metode kulaitatif deskritif dengan pendekatan literatur studi pustaka memberikan hasil bahwa etis teologis gaya berbusana adalah dengan memilih busana dan aksesori yang tetap sopan dan tidak menjadi batu sandungan, karena bagi orang percaya harus mencerminkan Kristus melalui penampilannya sehingga menjadi kesaksian. Kebahagian orang percaya tidak berdasar pada pemenuhan keingin duniawi tetapi kebahagiaan sejati karena hidup dalam kebenaran Kristus.
Strategi Membangun Keluarga Muda yang Berkomitmen Melayani di Gereja Baptis Pengharapan Manado Paoki, Suzan Grace; Saptorini, Sari; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i1.167

Abstract

:  Young families are a strategic element in supporting the sustainability of church ministry. However, various challenges such as economic pressure, busy work, and limited relevant church programmes often hinder their active involvement. Pengharapan Baptist Church Manado faces similar challenges, where the presence of young families as drivers of ministry is not optimal. This research aims to identify strategies that the church can use in building the commitment of young families to serve on an ongoing basis. This research was conducted using a descriptive qualitative method with a literature study approach to describe which aims to describe and explain certain phenomena, situations, or problems based on existing data and information in scientific literature, articles, and other documents. Based on this research, the author draws the conclusion that effective strategies include, among others: strengthening the teaching of God's word, building close fellowship, diaconal service, effective leadership of the pastor and the adaptation of services in the digital era. This research is based on a case study at Pengharapan Baptist Church Manado and is also specifically designed to answer the needs of young families at Pengharapan Baptist Church Manado. This research is expected to make a significant contribution in supporting a relevant and sustainable ministry strategy, as well as a basis for further research related to evaluating the implementation of this strategy.AbstrakKeluarga muda merupakan elemen strategis dalam mendukung keberlanjutan pelayanan gereja. Namun, berbagai tantangan seperti tekanan ekonomi, kesibukan pekerjaan, dan keterbatasan program gereja yang relevan seringkali menghambat keterlibatan mereka secara aktif. Gereja Baptis Pengharapan Manado menghadapi tantangan serupa, dimana keberadaan keluarga muda sebagai penggerak pelayanan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang dapat digunakan gereja dalam membangun komitmen keluarga muda untuk melayani secara berkesinambungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur untuk mendeskripsikan yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena, situasi, atau masalah tertentu berdasarkan data dan informasi yang telah ada dalam literatur ilmiah, artikel, dan dokumen lainnya. Berdasarkan penelitian ini, penulis menarik kesimpulan bahwa strategi yang efektif meliputi antara lain: penguatan pengajaran firman Tuhan, membangun persekutuan yang erat, pelayanan diakonia, kepemimpinan gembala sidang yang efektif dan adanya adaptasi pelayanan di era digital. Penelitian ini dibuat didasarkan atas studi kasus pada Gereja Baptis Pengharapan Manado dan juga dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan keluarga muda di Gereja Baptis Pengharapan Manado. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung strategi pelayanan yang relevan dan berkelanjutan, sekaligus menjadi dasar untuk penelitian lanjutan terkait evaluasi implementasi strategi ini.
Deskriptif Kepemimpinan Kristen dalam Perspektif Filipi 2: 3-8 Sutono, Yohanes; Arifianto, Yonatan Alex; Loveano, Noel Yosan
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Ap-Kain Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i1.58

Abstract

Leadership in a church is very important. Leadership is a divine mandate given by God to His people. Leaders are directly responsible to God who gives authority. Leadership is very influential in the development and growth of the church. The mature church is one that follows the example of Christ. Leaders can lead the congregation to grow up and have the character of Christ. The problem that arises is that the leader cannot be an example in implementing leadership in Christ. Leaders are not carrying out their duties properly and act arbitrarily. Leaders do not have the heart to serve. In this discussion we follow the example of Jesus recorded at Philippians 2:3-8 regarding the heart that serves. This study uses descriptive literature, namely discussing descriptive Christian leadership in the perspective of Philippians 2:3-8. The formation of a leader's character from the Word of God which is the standard of living for Christians. The purpose of this paper is first, Christian leadership that has a serving heart can become a lifestyle. Second, Christian leaders who can impact everyone. Third, leaders who have the character of Christ.AbstrakSebagai pusat kehidupan orang percaya adalah Kristus. Tetapi dalam kenyataannya masih orang percaya tidak hidup berpusat kepada Kristus. Orang percaya adalah orang yang dipanggil untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan Kristen juga harus berpusat kepada Kristus. Kepemimpinan adalah sebuah mandat Ilahi yang diberikan Tuhan kepada umatNya. Pemimpin bertanggungjawab langsung kepada Tuhan yang memberi otoritas. Kepemimpinan sanggatlah berpengaruh dalam perkembangan dan pertumbuhan gereja. Gereja yang dewasa adalah gereja yang mengikuti teladan dari Kristus. Pemimpin dapat membawa jemaat untuk bertumbuh dewasa dan memiliki karakter Kristus. Persoalan yang muncul adalah pemimpin tidak dapat menjadi teladan dalam menerapkan kepemimpinan dalam Kristus. Pemimpin sudah tidak mengemban tugas dengan baik dan bertindak semena-mena. Pemimpin sudah tidak memiliki hati melayani. Dalam pembahasan artikel ini mengacu dan mengikuti keteladanan dari Yesus yang tercatat di Filipi 2:3-8 mengenai hati yang melayani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu membahas tentang deskriptif kepemimpinan Kristen dalam perspektif Filipi 2:3-8. Pembentukan karakter pemimpin dari Firman Tuhan yang menjadi standar hidup orang Kristen. Tujuan dari penulisan ini adalah pertama, kepemimpinan Kristen yang memiliki hati yang melayani dapat menjadi gaya hidup. Kedua, pemimpin Kristen yang dapat berdampak bagi semua orang. Ketiga, pemimpin yang memiliki karakter Kristus.
Peran Podcast dalam Penginjilan Digital, Upaya Gereja terhadap Misi dan Pembentukan Etis Teologis Jemaat di Era disrupsi Suseno, Aji; Arifianto, Yonatan Alex; Rahayu, Yohana Fajar
Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Vol 5, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - April 2025
Publisher : Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54403/rjtpi.v5i1.123

Abstract

The development of internet of thoughts technology, in an era of increasingly massive digital disruption, the church faces new problems in delivering the message of the Great Commission. Where busyness and the internet that changes the culture of communication becomes a new opportunity in digital mission. One of the tools that is now increasingly popular is podcasts, a medium that allows evangelism to be carried out more flexibly and accessibly. The role of podcasts in digital evangelism is becoming increasingly relevant given the high internet penetration and people's preference for audio content consumption. This study aims to examine how churches utilise podcasts as a tool to support evangelistic missions and theological ethical formation of congregations in the midst of changing times. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach and content analysis of podcasts uploaded on digital platforms.  The conclusions of the findings of this study indicate that digital mission is actually in the order of the Great Commission. and the role of podcasts in digital evangelism provides new opportunities for wider and deeper evangelism, expanding the reach of the gospel message among all audiences. This is what educates the church in building a culture of mission and forming digital ethics. although there is an influence of digital evangelism on the mission of the church, the formation of digital ethics in evangelism. this is an opportunity and challenge in digital evangelism through podcasts. In addition, podcasts are also an important tool in shaping theological understanding and church ethics that are more relevant in this era of disruption.  Therefore, the church can utilise podcasts as a medium that is adaptive to cultural and technological changes, strengthening the relevance of evangelistic mission in a changing world.AbstrakPerkembangan teknologi internet of Thinks, di era disrupsi digital yang semakin massif, gereja menghadapi persoalan baru dalam menyampaikan pesan  Amanat Agung. Di mana kesibukan dan internet yang merubah budaya komunikasi menjadi peluang baru di misis digital. Salah satu sarana yang kini semakin populer adalah podcast, sebuah media yang memungkinkan penginjilan dilakukan secara lebih fleksibel dan aksesibel. Peran podcast dalam penginjilan digital menjadi semakin relevan mengingat penetrasi internet yang tinggi dan preferensi masyarakat terhadap konsumsi konten audio. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana gereja memanfaatkan podcast sebagai alat untuk mendukung misi penginjilan dan pembentukan etis teologis jemaat di tengah perubahan zaman. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis konten podcast yang diupload di platform digital.  Adapaun kesimpulan dari temuan  penelitian ini menunjukkan bahwa sejatinya digital misi dalam perintah Amanat Agung. dan peran podcast dalam penginjilan digital memberikan peluang baru untuk penginjilan yang lebih luas dan mendalam, memperluas jangkauan pesan Injil di kalangan semua audiens. Hal inilah yang menjadi edukasi jemaat dalam membangun budaya misi dan membentuk etika digital. walaupun adanya pengaruh penginjilan digital terhadap misi gereja pembentukan etika digital dalam penginjilan. ini menjadi kesempatan dan tantangan dalam penginjilan digital melalui podcast. Selain itu, podcast juga menjadi sarana penting dalam membentuk pemahaman teologis dan etika gereja yang lebih relevan di era disrupsi ini.  Maka itu gereja dapat memanfaatkan podcast sebagai media yang adaptif terhadap perubahan budaya dan teknologi, memperkuat relevansi misi penginjilan dalam dunia yang terus berubah.
Dampak Game Online terhadap Kecerdasan Spiritual Anak Pelajar Kristen: Perspektif Pendidikan Kristen Kontemporer Siswanto, Siswanto; Arifianto, Yonatan Alex; Indriana, Nining
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i1.346

Abstract

Dalam era digital, secara khusus game online telah menjadi bagian integral dari kehidupan generasi dewasa ini, termasuk anak pelajar Kristen. Penggunaan game online ini memunculkan perhatian mengenai dampaknya terhadap kecerdasan spiritual anak. Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengkaji bagaimana game online memengaruhi pembentukan karakter, nilai moral, dan perkembangan kecerdasan spiritual peserta didik Kristen. Pendidikan Kristen, yang menekankan pembentukan iman dan moralitas, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi digital secara positif. Oleh karena itu, penting untuk memahami sejauh mana game online dapat berperan dalam mendukung atau menghambat perkembangan kecerdasan spiritual dalam pendidikan agama. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari game online terhadap kecerdasan spiritual anak pelajar Kristen, serta untuk memberikan wawasan tentang bagaimana game online dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan Kristen kontemporer. Menggunakan metode  kualitatif deskritif dengan pendekatan sstudi literature dengan menganalisis literatur dan sumber-sumber ilmiah yang relevan mengenai pengaruh game online terhadap perkembangan moral dan spiritual anak dalam konteks pendidikan Kristen. Maka didapat kesimpulannya, kekristenan harus dapat memahami bahwa peran Kecerdasan Spritual dalam diri Anak didik Kristen perlu diperhatikan dan ternyata ada pengaruh game online terhadap kecerdasan spiritual anak pelajar kristen. selanjutnya kekristenan berani memberikan implikasi kedalam pendidikan Kristen kontemporer dalam menghadapi penggunaan game online. Oleh karena itu, pendidikan Kristen perlu lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi digital, dengan tetap menjaga nilai-nilai iman yang fundamental dalam pembentukan karakter dan kecerdasan spiritual anak.
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi