p-Index From 2021 - 2026
30.987
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia GLOSSAIS: Jurnal Teologi & Pendidikan Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Teologis dalam Memahami dan Mengatasi Ajaran Sesat Kontemporer: Tinjauan Terhadap Realitas Spiritual dan Peran Gereja Arifianto, Yonatan Alex; Nainggolan, Richardo; Sujaka, Adi
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Mei 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v2i2.34

Abstract

: In the era of globalization and digitalization, the massive amount of information and religious content challenges the church and Christianity. The understanding of truth distorted by heretics who teach heretical teachings in the contemporary era is increasingly complex, threatening the stability of society, the harmony of the Body of Christ, as well as the foundation of religious belief and individual spirituality. The purpose of this paper emphasizes that the church can maintain the unity and integrity of the Christian faith and protect its congregation from destructive and misleading influences. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the theological challenge of Christianity in understanding and overcoming heretics who teach heresies in the contemporary era.   In theological challenges in understanding and overcoming contemporary heresies as a review of spiritual reality and the role of the church. That is, the church and Christianity can analyze and understand the nature of contemporary heresy. Where heresy in a theological perspective on spiritual reality can have an impact on Christianity. so it is hoped that the role of the church in actualizing and the role of the church in overcoming heresy and providing in-depth education for church members.AbstrakDalam era globalisasi dan digitalisasi, yang massif akan informasi dan konten keagamaan menjadi tantangan akan gereja dan kekristenan. Pemahaman kebenaran yang diselewengkan oleh bidat yang mengajarkan  ajaran sesat di era kontemporer semakin kompleks, mengancam stabilitas masyarakat, kerukunan Tubuh Kristus, serta fondasi keyakinan agama dan spiritualitas individu. Tujuan dari penulisan ini menekankan bahwa  gereja dapat menjaga kesatuan dan integritas iman Kristen serta melindungi jemaatnya dari pengaruh yang merusak dan menyesatkan. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  maka dapat disimpulkan bahwa Tantangan teologis kekristenan dalam memahami dan mengatasi para bidat yang mengajarkan ajaran sesat di era kontemporer.   Dalam tantangan teologis dalam memahami dan mengatasi ajaran sesat kontemporer sebagai tinjauan terhadap realitas spiritual dan peran gereja. Yaitu gereja dan kekristenan dapat menganalisis dan mengerti akan hakikat ajaran sesat kontemporerdewasa ini. Di mana ajaran sesat dalam perspektif teologis terhadap realitas spiritual dapat berdampak bagi kekristenan. sehingga diharapakan peran gereja dalam mengaktualisasi dan peran gereja dalam mengatasi ajaran sesat dan memnerikan edukasi mendalam bagi warga gereja.
Personal Branding dan Pemimpin Kristen: Kepemimpinan dalam era Internet Of Things Dwikoryanto, Matius I Totok; Arifianto, Yonatan Alex
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i2.232

Abstract

The main focus of this research is to explain how personal branding and Christian leaders: leadership in the internet of things era. The thing to remember is that the ambition to be famous is very easy to get in this era through social media, but the achievement to brand oneself must be in accordance with the norms and ethics that must be upheld. The research method used is in the form of descriptive qualitative research with a literature study approach. The purpose of this research is to provide input or ideas for Christian leaders so that they can promote themselves wisely and carefully in developing their leadership in the internet of things era. The conclusion of this research is that personal branding and Christian leaders as a leadership strategy in the era of the internet of things must be utilized as best as possible to reach out, serve, in pastoral care both online and face-to-face. So the first thing Christian leaders must understand is that the paradigm and nature of personal branding and its influence must be understood and actualized with the correct rules and norms. Christian leaders also know the boundaries and scope of Christian leadership. And of course Christian leaders can see opportunities for promotion of their leadership in accordance with humility as the basis for receiving God's grace and plans, of course, according to God's will and plan. So that Christian leaders can actualize Christian leadership in the internet of things era as a form of reaching out and serving those who are in an internet of things connection.AbstrakFokus utama penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana personal branding dan pemimpin Kristen: kepemimpinan dalam era internet of things. Hal yang perlu diingat dalam kepemimpinan saat ini bahwa ambisi untuk terkenal tersebut didapat dengan sangat mudah di era digital saat ini melalui media sosial, namun pencapaian untuk membranding dirinya haruslah sesuai dengan norma dan etika yang harus dijunjung. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu berupa penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan masukan ide atau gagasan bagi para pemimpin Kristen supaya mereka  bijaksana dan penuh kehati-hatian dalam mempromosikan dirinya dengan benar di dalam pengembangan kepemimpinannya di era internet of things. Kesimpulan dari penelitian ini adalah personal branding dan pemimpin Kristen sebagai strategi kepemimpinan dalam era internet of things harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjangkau, melayani, dalam pelayanan pastoral baik secara online maupun dalam keseharian tatap muka kepada khalayak ramai. Maka yang pertama para pemimpin Kristen haruslah mengerti bahwa paradigma dan hakikat personal branding dan pengaruhnya harus dimengerti dan diaktualisasikan dengan kaidah dan norma yang benar. Pemimpin Kristen juga mengetahi batasan dan ruang lingkup kepemimpinan Kristen. Dan tentunya pemimpin Kristen dapat melihat peluang promosi kepemimpinannya sesuai dengan kerendahan hati sebagai dasar untuk mendapat kasih karunia Allah dan tentunya sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan. Sehingga pemimpin Kristen dapat mengaktulisasi kepemimpinan Kristen di era internet of things sebagai bentuk untuk menjangkau dan melayani mereka yang berada dalam koneksi internet of things.
Model dan Strategi Pembelajaran Yesus berdasarkan Injil Sinoptik dan Implementasinya bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Arifianto, Yonatan Alex; Budiyana, Hardi; Purwoto, Paulus
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2021): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v1i1.23

Abstract

The success of Christian religious education can be observed from the joint corporation between Christian religious education teachers and students and maximizing the teaching which is the goal. Therefore, the role of the teacher in building models and learning strategies for Jesus based on the synoptic Gospels can be applied in the learning process. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that teachers and all church leaders are expected to be able to convey the value of the Jesus Learning model and strategy for the congregation and students. Because the learning carried out by Jesus in developing spiritual values ​​and can be implemented is what is expected to be maximized in the teaching carried out. Because this is based first on the importance of Christian education, for the congregation's spirituality and for students who continue to aim and focus on Jesus as an example in learning. So that it can bring the role of Christian religious education teachers in learning to explore in studies in the Synoptic Gospels to obtain a Jesus Learning model. Keberhasilan pendidikan agama Kristen dapat dicermati dari koorporasi bersama antara guru Pendidikan Agama Kristen dan peserta didik serta memaksimalkan pengajaran yang yang menjadi tujuan tersebut. Oleh karena itu peran guru dalam membangun model dan strategi pembelajaran Yesus berdasarkan Injil sinoptik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka didapatkan kesimpulan bahwa Guru dan seluruh pimpinan gereja sangat diharapkan dapat menyampaikan nilai dari model dan strategi pembelajaran Yesus bagi para jemaat maupun peserta didik. Sebab pembelajaran yang dilakukan oleh Yesus dalam mengembangkan nilai kerohanian serta dapat di implementasikan menjadi hal yang sangat diharapkan dapat dimaksimalkan dalam pengajaran yang dilakukan. Karena hal tersebut didasari pertama pentingnya pendidikan Kristen, bagi spiritual jemaat maupun peserta didik yang tetap mengarah dan berfokus kepada Yesus sebagai teladan dalam pembelajaran. Sehingga dapat membawa peran guru pendidikan agama Kristen dalam pembelajaran dapat mengeksplore dalam kajian dalam Injil sinoptik untuk didapatkan model Pembelajaran Yesus.
Perang Komentar dan Kekerasan Simbolik di Era Digital: : Formulasi Teologi Perdamaian sebagai Kerangka Etis dalam Pendidikan Agama Kristen Kontekstual Sumual, Elisa Nimbo; Arifianto, Yonatan Alex; Rahayu, Yohana Fajar
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i1.240

Abstract

Abstract: The development of digital technology has created new social spaces that not only expand access to communication but also give rise to a form of non-physical violence known as symbolic violence. In this context, comment wars on social media have become one of the manifestations of digital conflict, characterised by hate speech, stigmatisation, and polarisation of opinions. Unfortunately, this symbolic violence has received little attention in theological discourse or contemporary Christian religious education. The increasing phenomenon of digital verbal conflicts among students and religious communities indicates an ethical void that requires a theological and educational response. This study aims to formulate and examine a theology of peace that can be integrated into Christian religious education. Using a descriptive qualitative method with a social media analysis approach and literature review, it can be concluded that the paradigm related to the nature of symbolic violence in digital comment wars is important. So that the principles of peace theology in biblical values can be actualised in Christian Religious Education as an instrument of digital peace ethics. And, of course, as a formulation of an ethical framework for peace theology in the context of digital Christian education. Christian religious education has strategic potential as a means of character formation for peace in the digital age. Thus, this ethical framework is expected to strengthen the role of the church and school in creating a fair and humane digital culture. Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah menciptakan ruang sosial baru yang tidak hanya memperluas akses komunikasi, tetapi juga memunculkan bentuk kekerasan non-fisik yang dikenal sebagai kekerasan simbolik. Dalam konteks ini, perang komentar di media sosial menjadi salah satu manifestasi konflik digital yang sarat dengan ujaran kebencian, stigmatisasi, dan polarisasi opini. Sayangnya, kekerasan simbolik ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam diskursus teologis maupun pendidikan agama Kristen kontemporer. Fenomena meningkatnya konflik verbal digital di kalangan peserta didik dan umat beragama menandakan adanya kekosongan etis yang perlu direspons secara teologis dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengkaji teologi perdamaian yang dapat diintegrasikan ke dalam Pendidikan Agama Kristen. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisi media sosial dan studi pustaka. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya paradigma terkait hakikat kekerasan simbolik dalam perang komentar digital. Supaya prinsip-prinsip teologi perdamaian dalam nilai alkitabiah dapat diaktualisasikan dalam pendidikan agama Kristen sebagai instrumen etika perdamaian digital. dan tentunya sebagai formulasi kerangka etis teologi perdamaian untuk konteks pendidikan kristen digital. Pendidikan Agama Kristen memiliki potensi strategis sebagai sarana pembentukan karakter damai di era digital. Dengan demikian, kerangka etis ini diharapkan mampu memperkuat peran gereja dan sekolah dalam menciptakan budaya digital yang adil dan manusiawi.
Peran Kode Etik dan Integritas Guru PAK dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Christina, Shintia; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 2 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i2.390

Abstract

Kode etik dan integritas guru pendidikan agama Kristen memegang peran fundamental dalam membentuk karakter peserta didik. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual yang diajarkan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepatuhan terhadap kode etik dan integritas guru pendidikan agama Kristen berkontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai kristiani. Dengan metode kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai aspek etika profesi guru pendidikan agama Kristen serta implikasinya terhadap perkembangan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan integritas tinggi mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung internalisasi nilai-nilai moral, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Dengan demikian, pembentukan karakter peserta didik tidak hanya terjadi melalui pengajaran teoritis, tetapi juga melalui keteladanan dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kode etik dan integritas guru PAK dalam membentuk karakter peserta didik serta mengidentifikasi strategi efektif dalam penerapannya. Kebaharuan pada penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang menghubungkan kode etik, integritas guru, dan pembentukan karakter peserta didik secara langsung, menawarkan perspektif baru dalam pendidikan agama Kristen.
Reflektif Teologi Digital di Era Pasca Pandemi dan Post-Truth:: Strategi Edukasi Iman dan Kritik terhadap Kultur Digital Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
Jurnal Salvation Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v6i1.58

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology, especially in the wake of the Covid-19 pandemic, has prompted churches and theological institutions to adapt their ministry and faith education to the digital space. However, this transformation brings not only opportunities but also serious challenges, particularly in terms of spiritual shallowness, stagnation of faith communities, and the emergence of instant religious consumption models. Concurrently, the post-truth era has given rise to an epistemological crisis, where subjective feelings, relativism, and personal or communal opinions are trusted more than objective truth, including in matters of faith. The flood of hoax content, theological disinformation, and the influence of digital platforms on faith understanding have become key concerns in the dynamics of digital religious life. This study aims to theologically examine the expansion of digital theology in responding to this crisis through strategies of faith education and criticism of digital culture. Using a descriptive qualitative method based on literature review, It can be concluded that the understanding of digital theology as a contextual response in the post-pandemic era is presented as digital faith education within the paradigm shift in theological learning. Despite the post-truth crisis and theological challenges, this serves as a pathway for theological criticism of digital culture to build faith education and digital spirituality. Thus, the church is challenged to be present as light and salt in the digital space as an agent of truth and restoration. Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat, terutama pasca-pandemi Covid-19, telah mendorong gereja dan institusi teologi untuk mengadaptasi pelayanan dan pendidikan iman ke dalam ruang digital. Namun, transformasi ini tidak hanya membawa peluang, tetapi juga tantangan serius, terutama dalam hal pendangkalan spiritualitas, stagnasi komunitas iman, dan munculnya model konsumsi religius yang instan. Bersamaan dengan itu, era post-truth telah melahirkan krisis epistemologis, di mana nilai perasaan subjektif dan relaitiv serta opini persoanal maupun komunal lebih dipercaya daripada kebenaran objektif, termasuk dalam perkara iman. Fenomena membanjirnya konten hoaks, disinformasi teologis, dan pengaruh Flatform digtital terhadap pemahaman iman menjadi perhatian utama dalam dinamika kehidupan beragama digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis ekspansi teologi digital dalam merespons krisis tersebut melalui strategi edukasi iman dan kritik terhadap kultur digital. Menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka,. Maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman akan teologi digital sebagai respons kontekstual di era pasca-pandemi, dihadirkan sebagai pendidikan iman digital dalam perubahan paradigma pembelajaran teologis. walaupun adanya krisis post-truth dan tantangan teologis menjadi jalan bagi kritik teologis terhadap kultur digital membangun edukasi iman dan spiritualitas digital. Dengan demikian, gereja ditantang untuk hadir secara nyata dalam terang dan garam di ruang digital sebagai agen kebenaran dan pemulihan.
Strategi Pembelajaran Peningkatan Keterampilan Berpikir Melalui Pembelajaran PAK kepada Siswa Remaja Mulus, Mulus; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 1 (2025): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - July 202
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thinking ability of adolescent students is an important aspect of a meaningful and deep learning process. In the midst of challenging times, students are required not only to understand the material, but also to be able to think critically, logically, and reflectively. Unfortunately, the learning process in the classroom is often still teacher-centered and has not fully directed students to actively think independently. This phenomenon can be seen in the low ability of students to express opinions and analyze daily life problems from the perspective of the Christian faith. This research aims to develop an effective Christian Religious Education (PAK) learning strategy in improving the thinking skills of adolescent students through interactive, reflective, and contextual approaches. Using a descriptive qualitative research method using observation, interview, and documentation techniques on teachers and students, this study evaluates the effectiveness of learning strategies that encourage students' active participation in discussions and case studies to improve their understanding of Christian faith values as well as decision-making skills. The novelty of this research lies in the integration of learning methods that are oriented towards the development of critical and reflective thinking skills through an experiential approach and real-life case studies. This approach not only enriches students' understanding of the PAK material but also encourages them to connect Christian values with the challenges of everyday life more deeply. Thus, appropriately designed PAK learning strategies can be an effective means of building a critical, reflective, and responsible mindset.
Pendidikan Kristiani bagi Penyandang Disabilitas: Konstruksi Teologis Pendidikan Kristiani Humanis dan Inklusif dalam Pemenuhan Hak Pendidikan Arifianto, Yonatan Alex; Darius, Darius
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 2: Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i2.279

Abstract

It cannot be denied that the existence of people with disabilities often experiences discrimination in all areas, including in the world of education. People with disabilities should be part of human life and must be appreciated and respected. However, at the reality level, people with disabilities still often receive inhumane treatment and negative stigma. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that Christian education can provide protection and freedom of rights, to receive equal rights in education for people with disabilities, as well as help the development of spirituality and Christian character for people with disabilities. So, Christian education must provide an understanding of the fulfillment of educational rights for everyone; this is a message about the nature of disability to be fought for. Furthermore, Christian education and educational equality are synergistic and cannot be separated. The construction of disability theology in Biblical dogmatics must optimize the church and Christian education in fulfilling the educational rights of disabilities. AbstrakEksistensi penyandang disabilitas tidak dapat pungkiri sering mengalami diskriminasi di degala lini, termasuk dalam dunia pendidikan. Penyandang disabilitas seharusnya bagian dari kehidupan manusia yang harus dihargai dan dihormati. Namun pada tataran realita, para penyandang disabiltas masih sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan stigma negatif. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa di mana Pendidikan Kristen dapat memberikan perlindungan dan kebebasan hak, untuk menerima hak yang sama dalam pendidikan kepada para penyandang disabilitas, serta membantu perkembangan kerohanian dan karakter Kristen bagi penyandang disabilitas. Maka pendidikan Kristen harus memberikan pemahaman terhadap pemenuhan hak pendidikan kepada semua orang, hal itu menjadi pesan dari hakikat disabilitas untuk diperjuangkan. Selanjutnya pendidikan kristen dan kesetaraan pendidikan adalah sinergisitas dan integral yang tidak dapat dipisahkan. Karena kontruksi teologi disabilitas dalam dogmatika Alkitabiah haruslah dapat mengoptimalisasi gereja dan pendidikan Kristen dalam pemenuhan hak pendidikan disabilitas.   
Peran Gembala Menanamkan Nilai Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk Arifianto, Yonatan Alex
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.877 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.11

Abstract

Harmony is important for the harmony of life in a pluralistic society, although in the process of harmony that occurs there are still many leaders who do not place their role in instilling the value of harmony to the congregation or the believers they lead. From this problem the authors use the literature research method with a descriptive quantitative approach with answer how the role of shepherds in instilling the value of harmony. The conclusion from the results of the discussion of this article is that harmony first becomes a unifying pillar in a pluralistic society, then shepherds and congregations are part of a plural society, and the value and view of the Bible on harmony and finally the importance of harmony must be inculcated. Abstrak Kerukunan adalah hal yang penting bagi kebersaman hidup dalam masyarakat majemuk, walaupun dalam proses kerukunan yang terjadi masih banyak pemimpin yang tidak menempatkan perannya dalam menanamkan nilai kerukunan kepada jemaat atau orang percaya yang dipimpin.dari persoalan tersebut penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menjawab bagaimana peran gembala dalam menanamkan nilai kerukunan. Kesimpulan dari hasil pembahasan artikel ini adalah yang pertama kerukunan menjadi tiang pemersatu dalam masyarakat mejemuk, lalu gembala dan jemaat bagian dari masyarakat majemuk, dan nilai dan pandangan Alkitab terhadap kerukunan serta yang terakhir adalah pentingnya kerukunan yang harus ditanamkan.
Peran Pendidikan Agama Kristen sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di Sekolah Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.78

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah. Bullying sering kali muncul akibat kurangnya kesadaran moral dan hubungan sosial yang harmonis. Penanaman nilai-nilai kasih, pengampunan, keadilan, dan toleransi yang diajarkan dalam Alkitab dapat membentuk karakter siswa yang berempati dan menghargai sesama, serta meningkatkan kesadaran akan martabat manusia yang diciptakan sesuai citra Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran Pendidikan Agama Kristen dalam pencegahan bullying di sekolah melalui pendekatan spiritual dan nilai moral berbasis ajaran Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui teladan guru, doa, renungan, dan pembinaan rohani, Pendidikan Agama Kristen dapat menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan damai. Penanaman nilai-nilai Kristen berperan dalam membentuk karakter siswa yang memiliki moralitas tinggi dan dapat mengurangi terjadinya bullying. Manfaat penelitiannya, dalam pendidikan Agama Kristen menawarkan solusi holistik dalam mencegah bullying dan membangun komunitas sekolah yang bebas dari kekerasan.
Co-Authors Abel, Angela Adi Sujaka Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Agus Arda Setiawan Telaumbanua Aji Suseno Aji Suseno Aji Suseno Alfons Renaldo Tampenawas Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Deice Miske Poluan Desi Ratnasari Desi Wasari Desi Wisari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa Nimbo Sumual Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Irwan Revianto Rares Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jeffry Cartouche Laseduw Jepina Jepina Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Marvian Pali Hinggi Ranja Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Nining Indriana Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Raymond Hessel Stephen Raymond Hessel Stephen Reinhard Yehezkiel Rejoice Leny Simatupang Richardo Nainggolan Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Ruhut Parningotan Tambunan Ruhut Parningotan Tambunan Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Siswanto Siswanto Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Theresa Dian Christi Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi