p-Index From 2021 - 2026
28.728
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen Khazanah Theologia
Claim Missing Document
Check
Articles

Etika Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pilar Dalam Membangun Karakter Siswa Yang Berlandaskan Nilai Kristiani Lende, Stefani Natalia; Arifianto, Yonatan Alex
EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62738/ej.v5i1.108

Abstract

Abstract: Character education has become a central issue in the world of modern education, given the rampant moral degradation among the younger generation, especially today's schoolchildren. In this context, Christian Religious Education has a strategic role as a means of fostering values and ethics rooted in the teachings of Christ. Unfortunately, the approach to religious education is often still cognitive and has not touched the dimensions of character building holistically. The phenomenon of weak integration between the teaching of faith and the formation of real behaviour in Christian schools shows the need for renewal in the pedagogical approach. This research aims to analyse how ethics in Christian Religious Education can serve as the main pillar in building students' character that reflects Christian values. This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach and curriculum document analysis. The results of the study show that the integration of the values of love, justice, humility, and responsibility in the learning process can strengthen the formation of Christian character. Ethics instilled through religious teaching becomes a moral foundation that guides students in making the right decisions amidst the challenges of the times. Therefore, Christian Religious Education not only forms the knowledge of faith, but also becomes an effective tool in growing a whole person with integrity.Keywords: Christian Religious Education, Ethics, Student Character, Christian Values, Moral Formation Abstrak: Pendidikan karakter menjadi isu sentral dalam dunia pendidikan modern, mengingat maraknya degradasi moral di kalangan generasi muda terutama naradidik sekolah dewasa ini. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Kristen memiliki peran strategis sebagai sarana pembinaan nilai dan etika yang berakar pada ajaran Kristus. Sayangnya, pendekatan pendidikan agama seringkali masih bersifat kognitif dan belum menyentuh dimensi pembentukan karakter secara holistik. Fenomena lemahnya integrasi antara pengajaran iman dan pembentukan perilaku nyata di sekolah-sekolah Kristen menunjukkan perlunya pembaruan dalam pendekatan pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana etika dalam Pendidikan Agama Kristen dapat berfungsi sebagai pilar utama dalam membangun karakter siswa yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan analisis dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara nilai kasih, keadilan, kerendahan hati, dan tanggung jawab dalam proses pembelajaran dapat memperkuat pembentukan karakter Kristiani. Etika yang ditanamkan melalui pengajaran agama menjadi landasan moral yang menuntun siswa dalam pengambilan keputusan yang benar di tengah tantangan zaman. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Kristen tidak hanya membentuk pengetahuan iman, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan pribadi yang utuh dan berintegritas.
PERAN PENDIDIKAN KRISTEN DALAM MEMBANGUN SPIRITUALITAS DAN KEDEWASAAN ANAK MUDA DI ERA DISRUPSI Tamu Ama, Ferdinandus; Lumingas, Gloria Gabriel; Arifianto, Yonatan Alex
Metanoia Vol 7 No 2 (2025): Metanoia Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v7i2.180

Abstract

Era disrupsi ditandai dengan perubahan besar akibat inovasi dan kemajuan teknologi yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, seperti sosial, budaya, Pendidikan, dan ekonomi. Kondisi ini memberikan tantangan bagi remaja milenial, seperti gaya hidup hedonis, tekanan sosial, dan krisis identitas. Akibatnya, banyak anak muda mengalami kecemasan dan lemahnya karakter rohani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis, seperti buku dan jurnal, untuk memahami peran Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk spiritualitas dan kedewasaan anak muda di era disrupsi. Pendidkan Agama Kristen berperan penting dalam membentuk karakter yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani, terutama dalam lingkungan keluarga sebagai unit sosial terkecil. Di tengah kemajuan teknologi digital, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh negative, seperti penyalahgunaan media sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif orang tua, gereja, dan Lembaga Pendidikan dalam memberikan bimbingan rohani. Pendidikan Agama Kristen bukan hanya penyampaian pengetahuan iman, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan spiritualitas yang kokoh. Dengan kerja sama antara keluarga, gereja, dan sekolah, anak muda dapat dibimbing menjadi pribadi yang beriman, bijaksana, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pendidikan Agama Kristen menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kedewasaan iman di tengah era disrupsi.
KODE ETIK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI KRISTEN PADA ANAK USIA DINI Sabuna, Jelita Lauren Cuning; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Metanoia Vol 7 No 2 (2025): Metanoia Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v7i2.198

Abstract

Kode etik guru pendidikan agama Kristen menjadi landasan moral dan profesional dalam mendidik anak usia dini berdasarkan nilai-nilai Kristen. Studi ini mengkaji implementasi nilai-nilai Kristen oleh Guru PAK sebagai pedoman untuk membentuk karakter anak usia dini. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana prinsip seperti nilai kekeristenan diterapkan dalam pengajaran, serta dampaknya terhadap perkembangan moral anak. Melalui pendekatan kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa Guru PAK menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Kristen secara efektif, terutama dalam konteks budaya yang beragam. Namun, penggunaan metode pembelajaran berbasis nilai yang kreatif membantu mengatasi kendala tersebut dan memaksimalkan dampak positifnya terhadap anak. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan khusus bagi Guru PAK untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Kristen di pendidikan anak usia dini. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi berbasis etika Kristen yang inklusif dan relevan bagi generasi mendatang.
Pastoral Konseling Bagi Generasi Muda yang Sedang Menghadapi Depresi di Era Disrupsi Baskoro, Paulus Kunto; Nugroho, Widhi Arief; Arifianto, Yonatan Alex
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 7 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v7i2.554

Abstract

Depresi merupakan masalah psikologi yang sering dirasakan dalam kehidupan generasi muda di era disrupsi. Masalah ini akan berakibat fatal dalam kehidupan generasi muda. Generasi muda kehilangan semangat, kehilangan harapan, merasa tidak berguna dan akhirnya bunuh diri jika tidak segera ditangani. Faktor perundungan dan kesepian yang menjadi penyebab anak-anak muda mengalami depresi. Pastoral konseling memiliki peran penting dalam mengatasi masalah ini. Anak-anak tersebut harus ditangani di dalam pastoral konseling secara kontinyu. Firman Tuhan memberikan beberapa solusi penting untuk membawa setiap generasi muda bisa memiliki daya juang yang tinggi, sehingga lepas dari sebuah depresi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif deskriptif. Tujuan dalam penelitian ini adalah Pertama, mengerti langkah-langkah praktis dalam sebuah pastoral konseling. Kedua, gereja dan orang tua memiliki cara yang efektif dalam menangani generasi muda yang sedang menghadapi depresi. Ketiga, generasi muda dapat sembuh dari depresi dan menjadi generasi muda yang tangguh.
Etika Guru PAK bagi Sikap Etis Politik Identitas Dalam Mereduksi Superioritas Wasari, Desi; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.806 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.6

Abstract

This study aims to describe the ethical paradigm and the role of the Christian Religious Education teacher profession in addressing identity politics with ethical actions in an effort to reduce superiority. The ethical attitude and professionalism of Christian Religious Education teachers play an important role in educating and instilling Christian values in students. So that it can reduce the superiority in identity politics that often occurs in community groups. Identity politics occurs when minority identity groups are excluded from majority identity groups. Therefore, through this research, the author conveys that through the ethical paradigm and the teaching profession of Christian Religious Education, it will actually help efforts in reducing the superiority of identity politics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the indicators of the paradigm and nature of ethics, as well as the role of the Christian Religious Education teacher presented in this study can assist the reader in understanding how the ethics and profession of Christian Religious Education teachers for the ethical attitude of identity politics in attempts to reduce superiority.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang paradigma etika dan peranan profesi guru Pendidikan Agama Kristen dalam menyikapi politik identitas dengan tindakan etis dalam upaya mereduksi superioritas. Sikap etis dan keprofesinalitas guru Pendidikan Agama Kristen sangat memegang peranan penting dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai kekristenan kepada peserta didik. Sehingga dapat mengurangi superioritas dalam politik identitas yang sering terjadi dalam kelompok masyarakat. Politik identitas terjadi ketika kelompok identitas minoritas dikesampingkan dari kelompok identitas mayoritas. Oleh karena itu, melalui penelitian ini penulis menyampaikan bahwa melalui paradigma etika yang etis dan profesi guru Pendidikan Agama Kristen maka sejatinya akan membantu upaya dalam mereduksi superioritas politik identitas. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka dapat disimpulkan bahwa Indikator-indikator paradigma dan hakikat etika, juga peran guru Pendidikan Agama Kristen yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat membantu pembaca dalam memahami bagaimana etika dan profesi guru Pendidikan Agama Kristen bagi sikap etis politik identitas dalam upaya mereduksi superioritas.
Tantangan Teologis dalam Memahami dan Mengatasi Ajaran Sesat Kontemporer: Tinjauan Terhadap Realitas Spiritual dan Peran Gereja Arifianto, Yonatan Alex; Nainggolan, Richardo; Sujaka, Adi
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 2, No 2 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Mei 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v2i2.34

Abstract

: In the era of globalization and digitalization, the massive amount of information and religious content challenges the church and Christianity. The understanding of truth distorted by heretics who teach heretical teachings in the contemporary era is increasingly complex, threatening the stability of society, the harmony of the Body of Christ, as well as the foundation of religious belief and individual spirituality. The purpose of this paper emphasizes that the church can maintain the unity and integrity of the Christian faith and protect its congregation from destructive and misleading influences. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the theological challenge of Christianity in understanding and overcoming heretics who teach heresies in the contemporary era.   In theological challenges in understanding and overcoming contemporary heresies as a review of spiritual reality and the role of the church. That is, the church and Christianity can analyze and understand the nature of contemporary heresy. Where heresy in a theological perspective on spiritual reality can have an impact on Christianity. so it is hoped that the role of the church in actualizing and the role of the church in overcoming heresy and providing in-depth education for church members.AbstrakDalam era globalisasi dan digitalisasi, yang massif akan informasi dan konten keagamaan menjadi tantangan akan gereja dan kekristenan. Pemahaman kebenaran yang diselewengkan oleh bidat yang mengajarkan  ajaran sesat di era kontemporer semakin kompleks, mengancam stabilitas masyarakat, kerukunan Tubuh Kristus, serta fondasi keyakinan agama dan spiritualitas individu. Tujuan dari penulisan ini menekankan bahwa  gereja dapat menjaga kesatuan dan integritas iman Kristen serta melindungi jemaatnya dari pengaruh yang merusak dan menyesatkan. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature  maka dapat disimpulkan bahwa Tantangan teologis kekristenan dalam memahami dan mengatasi para bidat yang mengajarkan ajaran sesat di era kontemporer.   Dalam tantangan teologis dalam memahami dan mengatasi ajaran sesat kontemporer sebagai tinjauan terhadap realitas spiritual dan peran gereja. Yaitu gereja dan kekristenan dapat menganalisis dan mengerti akan hakikat ajaran sesat kontemporerdewasa ini. Di mana ajaran sesat dalam perspektif teologis terhadap realitas spiritual dapat berdampak bagi kekristenan. sehingga diharapakan peran gereja dalam mengaktualisasi dan peran gereja dalam mengatasi ajaran sesat dan memnerikan edukasi mendalam bagi warga gereja.
Personal Branding dan Pemimpin Kristen: Kepemimpinan dalam era Internet Of Things Dwikoryanto, Matius I Totok; Arifianto, Yonatan Alex
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i2.232

Abstract

The main focus of this research is to explain how personal branding and Christian leaders: leadership in the internet of things era. The thing to remember is that the ambition to be famous is very easy to get in this era through social media, but the achievement to brand oneself must be in accordance with the norms and ethics that must be upheld. The research method used is in the form of descriptive qualitative research with a literature study approach. The purpose of this research is to provide input or ideas for Christian leaders so that they can promote themselves wisely and carefully in developing their leadership in the internet of things era. The conclusion of this research is that personal branding and Christian leaders as a leadership strategy in the era of the internet of things must be utilized as best as possible to reach out, serve, in pastoral care both online and face-to-face. So the first thing Christian leaders must understand is that the paradigm and nature of personal branding and its influence must be understood and actualized with the correct rules and norms. Christian leaders also know the boundaries and scope of Christian leadership. And of course Christian leaders can see opportunities for promotion of their leadership in accordance with humility as the basis for receiving God's grace and plans, of course, according to God's will and plan. So that Christian leaders can actualize Christian leadership in the internet of things era as a form of reaching out and serving those who are in an internet of things connection.AbstrakFokus utama penelitian ini adalah menjelaskan bagaimana personal branding dan pemimpin Kristen: kepemimpinan dalam era internet of things. Hal yang perlu diingat dalam kepemimpinan saat ini bahwa ambisi untuk terkenal tersebut didapat dengan sangat mudah di era digital saat ini melalui media sosial, namun pencapaian untuk membranding dirinya haruslah sesuai dengan norma dan etika yang harus dijunjung. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu berupa penelitian kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan masukan ide atau gagasan bagi para pemimpin Kristen supaya mereka  bijaksana dan penuh kehati-hatian dalam mempromosikan dirinya dengan benar di dalam pengembangan kepemimpinannya di era internet of things. Kesimpulan dari penelitian ini adalah personal branding dan pemimpin Kristen sebagai strategi kepemimpinan dalam era internet of things harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menjangkau, melayani, dalam pelayanan pastoral baik secara online maupun dalam keseharian tatap muka kepada khalayak ramai. Maka yang pertama para pemimpin Kristen haruslah mengerti bahwa paradigma dan hakikat personal branding dan pengaruhnya harus dimengerti dan diaktualisasikan dengan kaidah dan norma yang benar. Pemimpin Kristen juga mengetahi batasan dan ruang lingkup kepemimpinan Kristen. Dan tentunya pemimpin Kristen dapat melihat peluang promosi kepemimpinannya sesuai dengan kerendahan hati sebagai dasar untuk mendapat kasih karunia Allah dan tentunya sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan. Sehingga pemimpin Kristen dapat mengaktulisasi kepemimpinan Kristen di era internet of things sebagai bentuk untuk menjangkau dan melayani mereka yang berada dalam koneksi internet of things.
Membumikan Nilai dan Etika Politik Kristen dalam Teologi Titus 3:1-7 bagi Politikus Kristen Masa Kini Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim; Arifianto, Yonatan Alex; Indriana, Nining
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i2.323

Abstract

Many people of God feel reluctant or unwilling to discuss political ethics. Moreover, when Christians talk about politics, they will unilaterally stay away from it.  Because there is an assumption that Christianity should not be mixed with politics. Through this research, Christian politicians who are involved in politics can ground the values and ethics of Christian politics in the theology of Titus 3:1-7 for today's Christian politicians as a basis for building healthy political theological ethics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that grounding Christian political values and ethics in the theology of Titus 3:1-7 for today's Christian politicians requires an understanding and paradigm that Christian politicians can know the nature of politics and its interests. They can even understand the church and political challenges. So that politicians who live with integrity have attitudes and principles that are in accordance with Christian political values and ethics. Of course, Christian politicians must submit to the government and the law, which is to bring obedience in doing good deeds, not slander, not quarrel and be able to live in obedience. Not going astray, not being a slave to lust, not living in wickedness, not living in malice and hatred and certainly being able to appreciate grace. AbstrakBanyak umat Tuhan yang merasa sungkan atau tidak mau untuk membahas etika politik. Apalagi adanya orang Kristen bila berbicara tentang politik maka secara sepihak akan menjauhi hal tersebut.  Karena adanya anggapan bahwa kekristenan tidak boleh dicampuradukan dengan politik. Melalui penelitian ini maka politikus Kristen yang terjun dalam percaturan politik dapat membumikan nilai dan etika politik Kristen dalam teologi Titus 3:1-7 bagi politikus Kristen masa kini sebagai dasar dalam membangun etika teologis politik yang sehat. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka dapat disimpulkan membumikan nilai dan etika politik Kristen dalam teologi Titus 3:1-7 bagi politikus Kristen masa kini, diperlukan pengertian dan paradigma bahwa politikus Kristen dapat mengetahui hakikat politik dan kepentingannya. Bahkan mereka dapat memahami gereja dan tantangan politik. Supaya politikus yang hidup berintegritas memiliki sikap dan prinsip yang sesuai dengan nilai dan etika politik Kristen. Tentunya politikus Kristen harus tunduk kepada pemerintah dan hukum, yang memang untuk membawa ketaatan dalam melakukan perbuatan baik, tidak memfitnah, tidak bertengkar dan dapat hidup dalam Ketaatan. Tidak Sesat, tidak menjadi budak hawa nafsu, tidak hidup dalam kejahatan, tidak hidup dalam kedengkian dan keji serta kebencian dan tentunya dapat menghargai kasih karunia.
Model dan Strategi Pembelajaran Yesus berdasarkan Injil Sinoptik dan Implementasinya bagi Guru Pendidikan Agama Kristen Arifianto, Yonatan Alex; Budiyana, Hardi; Purwoto, Paulus
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2021): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v1i1.23

Abstract

The success of Christian religious education can be observed from the joint corporation between Christian religious education teachers and students and maximizing the teaching which is the goal. Therefore, the role of the teacher in building models and learning strategies for Jesus based on the synoptic Gospels can be applied in the learning process. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that teachers and all church leaders are expected to be able to convey the value of the Jesus Learning model and strategy for the congregation and students. Because the learning carried out by Jesus in developing spiritual values ​​and can be implemented is what is expected to be maximized in the teaching carried out. Because this is based first on the importance of Christian education, for the congregation's spirituality and for students who continue to aim and focus on Jesus as an example in learning. So that it can bring the role of Christian religious education teachers in learning to explore in studies in the Synoptic Gospels to obtain a Jesus Learning model. Keberhasilan pendidikan agama Kristen dapat dicermati dari koorporasi bersama antara guru Pendidikan Agama Kristen dan peserta didik serta memaksimalkan pengajaran yang yang menjadi tujuan tersebut. Oleh karena itu peran guru dalam membangun model dan strategi pembelajaran Yesus berdasarkan Injil sinoptik dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka didapatkan kesimpulan bahwa Guru dan seluruh pimpinan gereja sangat diharapkan dapat menyampaikan nilai dari model dan strategi pembelajaran Yesus bagi para jemaat maupun peserta didik. Sebab pembelajaran yang dilakukan oleh Yesus dalam mengembangkan nilai kerohanian serta dapat di implementasikan menjadi hal yang sangat diharapkan dapat dimaksimalkan dalam pengajaran yang dilakukan. Karena hal tersebut didasari pertama pentingnya pendidikan Kristen, bagi spiritual jemaat maupun peserta didik yang tetap mengarah dan berfokus kepada Yesus sebagai teladan dalam pembelajaran. Sehingga dapat membawa peran guru pendidikan agama Kristen dalam pembelajaran dapat mengeksplore dalam kajian dalam Injil sinoptik untuk didapatkan model Pembelajaran Yesus.
Perang Komentar dan Kekerasan Simbolik di Era Digital: : Formulasi Teologi Perdamaian sebagai Kerangka Etis dalam Pendidikan Agama Kristen Kontekstual Sumual, Elisa Nimbo; Arifianto, Yonatan Alex; Rahayu, Yohana Fajar
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i1.240

Abstract

Abstract: The development of digital technology has created new social spaces that not only expand access to communication but also give rise to a form of non-physical violence known as symbolic violence. In this context, comment wars on social media have become one of the manifestations of digital conflict, characterised by hate speech, stigmatisation, and polarisation of opinions. Unfortunately, this symbolic violence has received little attention in theological discourse or contemporary Christian religious education. The increasing phenomenon of digital verbal conflicts among students and religious communities indicates an ethical void that requires a theological and educational response. This study aims to formulate and examine a theology of peace that can be integrated into Christian religious education. Using a descriptive qualitative method with a social media analysis approach and literature review, it can be concluded that the paradigm related to the nature of symbolic violence in digital comment wars is important. So that the principles of peace theology in biblical values can be actualised in Christian Religious Education as an instrument of digital peace ethics. And, of course, as a formulation of an ethical framework for peace theology in the context of digital Christian education. Christian religious education has strategic potential as a means of character formation for peace in the digital age. Thus, this ethical framework is expected to strengthen the role of the church and school in creating a fair and humane digital culture. Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah menciptakan ruang sosial baru yang tidak hanya memperluas akses komunikasi, tetapi juga memunculkan bentuk kekerasan non-fisik yang dikenal sebagai kekerasan simbolik. Dalam konteks ini, perang komentar di media sosial menjadi salah satu manifestasi konflik digital yang sarat dengan ujaran kebencian, stigmatisasi, dan polarisasi opini. Sayangnya, kekerasan simbolik ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam diskursus teologis maupun pendidikan agama Kristen kontemporer. Fenomena meningkatnya konflik verbal digital di kalangan peserta didik dan umat beragama menandakan adanya kekosongan etis yang perlu direspons secara teologis dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengkaji teologi perdamaian yang dapat diintegrasikan ke dalam Pendidikan Agama Kristen. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisi media sosial dan studi pustaka. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya paradigma terkait hakikat kekerasan simbolik dalam perang komentar digital. Supaya prinsip-prinsip teologi perdamaian dalam nilai alkitabiah dapat diaktualisasikan dalam pendidikan agama Kristen sebagai instrumen etika perdamaian digital. dan tentunya sebagai formulasi kerangka etis teologi perdamaian untuk konteks pendidikan kristen digital. Pendidikan Agama Kristen memiliki potensi strategis sebagai sarana pembentukan karakter damai di era digital. Dengan demikian, kerangka etis ini diharapkan mampu memperkuat peran gereja dan sekolah dalam menciptakan budaya digital yang adil dan manusiawi.
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Meliska Putri Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi