p-Index From 2021 - 2026
28.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Jurnal Teologi Berita Hidup Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Gamaliel Teologi Praktika Khazanah Theologia The Way: Jurnal Teologi dan Kependidikan Manna Rafflesia Khazanah Theologia PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi Praktika Didache: Journal of Christian Education Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Matheteuo TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial, dan Budaya KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen Real Coster ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Shalom: Jurnal Teologi Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI REAL DIDACHE: Journal of Christian Education MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen Widyadewata: Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Jurnal Missio Cristo Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen EUANGGELION: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen Jurnal Teologi Rahmat EULOGIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Khamisyim : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Claim Missing Document
Check
Articles

KETIKA LAYAR MENGGANTIKAN MIMBAR: FIRMAN DALAM BAYANG-BAYANG TEKNOLOGI Yehezkiel, Reinhard; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.256

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Kristen berinteraksi dengan Firman Tuhan, dari pengalaman audial dan komunal di ruang fisik menuju pengalaman visual yang terfragmentasi di layar digital, sehingga memunculkan persoalan teologis terkait otoritas mimbar, kedalaman spiritual, dan pemaknaan Firman yang kini dipengaruhi oleh algoritma serta pola konsumsi konten modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi teologis dari pergeseran penyampaian dan penerimaan Firman Tuhan dari mimbar fisik menuju media digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa mediasi layar dalam penyampaian Firman Tuhan menghadirkan tantangan serius terhadap pengalaman iman yang transenden, relasional, dan sakramental, karena interaksi melalui media digital berisiko mereduksi kedalaman spiritual menjadi konsumsi konten visual semata. Di sisi lain, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau jemaat lebih luas, memperkaya penyampaian pesan, dan menawarkan fleksibilitas interaksi, khususnya bagi generasi muda. Dengan pendekatan seimbang yang menjaga integritas teologis dan memperkuat persekutuan fisik maupun virtual, media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan kualitas pengalaman iman tanpa mengorbankan kedalaman spiritual.
Juru Bahasa Isyarat dalam Gereja untuk Mendukung Inklusi Worek, Natalia Yevonne; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.392

Abstract

Abstract: Church services in Indonesia still face challenges in providing equal access to communication for deaf congregations, mainly because worship services are generally verbal and are not yet fully supported by alternative means of communication. These limitations often marginalise deaf friends from the full liturgical experience, resulting in their participation not being as optimal as that of other congregants. This situation demonstrates that the need for truly inclusive services is increasingly urgent for churches to address and implement. The growing use of sign language interpreters in various churches indicates an initial awareness of this issue, but it is not yet fully supported by comprehensive research. This study aims to analyse the role of sign language interpreters in strengthening liturgical inclusion for deaf congregations in church settings. The research method used is a descriptive qualitative study, which concludes that the presence of sign language interpreters not only facilitates understanding of worship but also strengthens deaf congregations' sense of belonging to the church community. Other findings indicate that integrating interpreters into the liturgical service structure significantly improves the quality of spiritual communication. This study emphasises the importance of the church's commitment to promoting inclusive and equitable services for all congregations. Abstrak: Pelayanan gereja di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akses komunikasi yang setara bagi jemaat tuli, terutama karena ibadah umumnya berbasis verbal dan belum sepenuhnya didukung oleh sarana komunikasi alternatif. Keterbatasan ini menyebabkan teman tuli sering terpinggirkan dari pengalaman liturgis yang utuh, sehingga partisipasi mereka tidak seoptimal jemaat lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelayanan yang benar-benar inklusif semakin mendesak untuk diperhatikan dan diimplementasikan oleh gereja. Fenomena meningkatnya penggunaan juru bahasa isyarat di berbagai gereja menunjukkan adanya kesadaran awal, namun belum seluruhnya didukung oleh penelitian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran juru bahasa isyarat dalam memperkuat inklusi liturgis bagi jemaat tuli di lingkungan gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif, maka dapat disimpulkan bahwa  keberadaan juru bahasa isyarat tidak hanya memfasilitasi pemahaman ibadah, tetapi juga memperkuat rasa memiliki jemaat tuli terhadap komunitas gerejawi. Temuan lain menunjukkan bahwa integrasi penerjemah ke dalam struktur pelayanan liturgi meningkatkan kualitas komunikasi spiritual secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya komitmen gereja dalam memajukan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat.
Manajemen Konflik dalam Komunitas Sel di Gereja Lokal: Upaya Gembala dalam Membangun Pastoral Sehat Momongan, Jefri; Arifianto, Yonatan Alex; Boiliu, Esti Regina
Jurnal Salvation Vol. 6 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v6i2.65

Abstract

Abstract: Conflict management within cell groups in local churches is an important aspect of maintaining the quality of congregational development, especially when relational dynamics give rise to tensions that can hinder spiritual growth. Conflicts arising from differences in character, communication patterns, or theological understanding often develop into latent problems if not managed through an appropriate pastoral approach. In addition, the lack of cell leadership capacity to anticipate and handle conflicts often worsens the congregation's overall pastoral condition. The phenomenon of increasing hidden conflicts in cell communities shows that the pastoral mentoring structure is not yet fully capable of responding to the complexity of inter-member relationships. This study aims to analyse the role of pastors in implementing constructive conflict management to foster a healthy pastoral culture within the local church. The research method used is a qualitative study, so it can be concluded that the active involvement of pastors as pastoral mediators is able to create a safe space for dialogue for relationship restoration. In addition, the application of theological principles regarding reconciliation strengthens the effectiveness of conflict management in cell communities. This study also emphasises that the development of cell group leaders through a systematic pastoral approach is an important factor in building a healthy and sustainable church ecosystem. Abstrak: Manajemen konflik dalam komunitas sel di gereja lokal merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas pembinaan jemaat, terutama ketika dinamika relasional memunculkan ketegangan yang dapat menghambat pertumbuhan rohani. Konflik yang muncul akibat perbedaan karakter, pola komunikasi, maupun pemahaman teologis sering kali berkembang menjadi persoalan laten apabila tidak dikelola melalui pendekatan pastoral yang tepat. Selain itu, kurangnya kapasitas kepemimpinan sel dalam mengantisipasi dan menangani konflik kerap memperburuk kondisi pastoral jemaat secara keseluruhan. Fenomena meningkatnya konflik tersembunyi dalam komunitas sel menunjukkan bahwa struktur pendampingan pastoral belum sepenuhnya mampu merespons kompleksitas relasi antaranggota. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran gembala dalam menerapkan manajemen konflik yang konstruktif guna membangun budaya pastoral yang sehat di lingkungan gereja lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif, maka dapat disimpulkan bahwa keterlibatan aktif gembala sebagai mediator pastoral mampu menciptakan ruang dialog yang aman bagi pemulihan relasi. Selain itu, penerapan prinsip teologis mengenai rekonsiliasi memperkuat efektivitas manajemen konflik dalam komunitas sel. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pembinaan pemimpin sel melalui pendekatan pastoral yang sistematis menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem gereja yang sehat dan berkelanjutan.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEBAGAI STRATEGI MISIOLOGIS: PERAN GEMBALA DALAM MEMBENTUK NALAR TEOLOGIS JEMAAT BERMISI DAN TANGGUH TERHADAP INTOLERANSI Suseno, Aji; Rahayu, Yohana Fajar; Arifianto, Yonatan Alex
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.218

Abstract

Dalam era globalisasi yang sarat dengan perpindahan budaya dan ideologi membawa ketegangan sosial dan keberagaman identitas, gereja menghadapi tantangan serius dalam membentuk jemaat yang tangguh secara teologis. Intoleransi yang berkembang baik secara terselubung maupun terang-terangan menjadi ancaman bagi masyarakat sosial dan kesaksian iman Kristen. Namun banyak jemaat mengalami krisis nalar teologis yang membuat mereka mudah terjebak dalam fanatisme sempit atau pasif terhadap realitas sosial. Fenomena meningkatnya polarisasi dan radikalisme berbasis agama di ruang publik dan digital mempertegas urgensi pembentukan daya tangkal iman yang kokoh dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan Agama Kristen dapat digunakan sebagai strategi misiologis oleh gembala dalam membentuk nalar teologis jemaat yang tangguh menghadapi intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa perlunya reaktualisasi peran gembala dalam konteks misiologis gereja masa kini maka pendidikan agama kristen sebagai strategi pembentukan nalar teologis dan juga nalar teologis sebagai daya tahan jemaat terhadap intoleransi. Sehingga gembala dapat mengintegrasi pendidikan Kristen, misiolog, tentunya gembala berperan penting sebagai pendidik iman yang membekali jemaat untuk memahami, merespons, dan menyikapi intoleransi secara teologis dan misioner
PENGEMBANGAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI STANDAR PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA DIGITAL Adu, Esterina Yunita; Arifianto, Yonatan Alex
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.283

Abstract

Pada era digital sekarang ini, profesionalisme guru dihadapkan dengan sebuah tantangan. Guru dituntut untuk tidak hanya menguasai materi, namun juga perlu memiliki literasi digital yang kuat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengindentifikasi tantangan serta hambatan literasi digital yang sedang dihadapi oleh guru pendidikan agama Kristen yang profesional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini di temukan bahwa profesionalisme guru pendidikan agama Kristen di era digital melingkupi kemampuan pedagogis, penguasaan teknologi serta dimensi etika dan relasi. Tantangan yang dihadapi adalah dengan adanya risiko distaksi digital, penyebaran berita palsu serta kesenjangan digital. Lalu peluangnya yaitu adanya akses materi yang lebih dalam serta metode pembelajaran yang lebih interaktif. Kolaborasi yang terjadi antara guru dan orang tua serta komunitas merupakan sebuah kunci dalam mendukung profesionalisme seorang guru pendidikan agama Kristen. Dengan demikian, penelitian ini berimplikasi pada perlunya mengembangkan kompetensi dari guru pendidikan agama Kristen secara terus-menerus, serta pelatihan dalam penggunaan teknologi dan juga pengintegrasian nilai-nilai Kristiani agar guru pendidikan agama Kristen dapat menjadi teladan yang membimbing dengan efektif dalam derasnya arus informasi digital.
Pendidikan Agama Kristen sebagai Instrumen Pencegahan Phubbing pada Remaja Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 2 (2026): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of digital technology in the 21st century has presented both opportunities and challenges for young people. Social media and mobile devices have become an integral part of their daily lives, but on the other hand, they have the potential to degrade the quality of face-to-face interactions. Education in the digital age needs to respond to these changes with relevant strategies so that the character building of young people is not neglected. The phenomenon of phubbing, which is the behaviour of ignoring others in direct interaction because of a greater focus on mobile phones, has an impact on the mental health, social relationships, and spirituality of adolescents. The purpose of this study is to examine the role of Christian Religious Education as an instrument for preventing phubbing behaviour through the instilling of values of love, empathy, and digital ethical awareness. The research method used a descriptive-analytical approach, concluding that phubbing is a behaviour of ignoring social interaction due to focus on digital devices, which can be prevented through the application of moral education. Moral education is an important foundation in shaping adolescents' awareness to avoid the negative impacts of phubbing on mental and spiritual health. In addition, Christian Religious Education teachers play a strategic role in instilling digital ethics, so that awareness and control of phubbing behaviour can be achieved. The novelty of this research lies in the integration of the concept of digital ethics with theological values in Christian Religious Education as a preventive approach to phubbing behaviour, which not only emphasises general morality but also the formation of spiritual and relational awareness in the use of digital technology. Abstrak Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat pada abad ke-21 telah menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi kehidupan remaja. Media sosial dan perangkat gawai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian mereka, namun di sisi lain memunculkan potensi degradasi kualitas interaksi tatap muka. Pendidikan di era digital perlu merespons perubahan ini dengan strategi yang relevan agar pembentukan karakter remaja tidak terabaikan. Fenomena  phubbing sebagai perilaku mengabaikan orang lain dalam interaksi langsung karena lebih fokus pada ponsel, yang berdampak pada kesehatan mental dan relasi sosial serta spiritualitas remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Kristen sebagai instrumen pencegahan perilaku phubbing melalui penanaman nilai-nilai kasih, empati, dan kesadaran etis digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis maka dapat disimpulkan bahwa phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat fokus pada perangkat digital yang dapat dicegah melalui penerapan pendidikan moral. Pendidikan moral menjadi dasar penting dalam membentuk kesadaran remaja agar terhindar dari dampak negatif phubbing terhadap kesehatan mental dan spiritual. Selain itu, guru Pendidikan Agama Kristen memegang peran strategis dalam menanamkan etika digital, sehingga kesadaran dan pengendalian perilaku phubbing dapat tercapai. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep etika digital dengan nilai-nilai teologis dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatan preventif terhadap perilaku phubbing, yang tidak hanya menekankan aspek moralitas umum tetapi juga pembentukan kesadaran spiritual dan relasional dalam penggunaan teknologi digital.
Transformasi Partisipasi dan Pengalaman Spiritual Penyembahan Gereja di Era Digital: Analisis Teologis Pemanfaatan Media Sosial Meliska Putri Rahayu; Yonatan Alex Arifianto
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 9 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v9i1.131

Abstract

Digital transformation has significantly altered worship practices within church life, particularly in the way congregants express their faith and participate in worship. Advances in communication technology have driven a shift from physical worship towards more flexible virtual spaces. These changes call for deep theological reflection to ensure that worship practices remain rooted in the essential principles of the Christian faith. The phenomenon of the increasing use of social media in church worship indicates that the digital space has become an integral part of the congregation’s spiritual life. Online worship through live streams, spiritual content, and digital interaction significantly expands the reach of the church’s ministry. However, this phenomenon also presents challenges in the form of distractions, a decline in the quality of engagement, and a tendency towards a consumerist approach to worship. The research findings indicate that digital worship retains its theological legitimacy as long as the relationship of faith, active participation, and orientation towards God are maintained. Furthermore, social media serves as a strategic tool for expanding ministry and building an inclusive community of faith. However, an adaptive pastoral approach is required to preserve the spiritual depth of the congregation. This study aims to analyse the transformation of participation and spiritual experience in digital worship practices from a theological perspective. The method employed is a qualitative approach through a literature review. In conclusion, digital transformation presents both opportunities and challenges for the church in maintaining a balance between innovation and the theological essence of worship. The church is called upon to develop strategies that are contextual and rooted in faith. Thus, digital worship can become an effective means for spiritual growth and the expansion of the church’s ministry.
Co-Authors Abel, Angela Adithia, Wahyu Prima Adu, Esterina Yunita Agata, Bulanda Aji Suseno Aji Suseno Andreas Danang Rusmiyanto Andreas Fernando Andreas Fernando Andreas Joswanto Andreas Joswanto Andreas Sese Sunarko Andrias Kemal Bulo Andrias Pujiono Andrias Pujiono Anjaya, Carolina Etnasari Anton Santoso Ari Suksmono Hertanto Ate, Norbertus Mawo Barus, Mariani Bawamenewi, Yunida Berliana Ourisa Febrian Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Boni, Boni Brian Rivan Assa Budiana, Benniardi Andreas Budiyana, Hardi Bulanda Agata Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Carolina Etnasari Anjaya Christian Bayu Prakoso Dandel, Fredrik Daniel Supriyadi Daniel Supriyadi Darius Darius Desi Ratnasari Desi Wasari Dewi, Ester Yunita Dicky Dominggus Dominius, Fransiskus Dwikoryanto, Matius I Totok Edwin Edwin Elisa, Saturnina Ester Berlian Haan Ester Putri Setiyowati Etni Grace Andi Yusuf Eunike Anggraeni Susilo Eunike Anggraeni Susilo Fati Aro Zega Felia Limbong Fereddy Siagian Fernando, Andreas Gideon Rusli Gloria Tupamahu Hadi, Sukarno Hana Hana Hanny Setiawan Hardi Budiyana Harianto, GP Hasudungan Sidabutar Heppy Yohanes Imanuel Nuban Indarsih, Titi Indriana, Nining Indrianto Indrianto Inge Gunawan Ita Lintarwati J, Valentina Dwi Kuntari Jepina, Jepina Jerrymia Heaven Johanes Paryono Joseph Christ Santo Joswanto, Andreas Jutela Jutela, Jutela Kalensang, Priscilla Cantia Kalis Stevanus Kanafi, Kanafi Kharisda Mueleni Waruwu Korina Sanosa Kowal, Roike R. Kristien Oktavia Kristina, Ariana Kuntari , Valentina Dwi Langi, Elsjani A Lende, Stefani Natalia Limbong, Felia Listari Listari Loveano, Noel Yosan Lumingas, Gloria Gabriel Mangetek, Adriano Markuat Mega Mega Meliani Konda Betu Meliska Putri Rahayu Mesirawati Waruwu Momongan, Jefri Mooy, Venida Jeliati Mulus, Mulus Nainggolan, Richardo Neni Viani Neni Viani Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim Nikolaos Nikolaos Nikolaos, Nikolaos Novianti, Rizka Nugroho, Widhi Arief Okris Pitay Oktavia, Kristien Oktavianus Oktavianus Pantow, Frangky Paoki, Suzan Grace Paulus Karaeng Lembongan Paulus Kunto Baskoro Paulus Purwoto Perangin Angin, Yakub Hendrawan Poerti Poerti Poluan, Deice Miske Pongoh, Fanli Feydi Priyantori Widodo Pujiono, Andrias Purnama, Ferry Purnamasari, Citaning Rahayu, Yohana Fajar Rares, Irwan Revianto Rejoice Leny Simatupang Rini, Wahju Astjarjo Ririn Utari Rusmiati Rusmiati Rutdiana, Eldea Happy S Siswanto Sabuna, Jelita Lauren Cuning Samuel Purdaryanto Saptorini, Sari Sarah Andrianti Sari Saptorini Sari Saptorini Saturnina Elisa Saturnina Elisa Sembiring, Lena Anjarsari Setiyowati, Ester Putri Shintia Christina Sibuea, Ezra Yani Sihite, Franseda Simatupang, Rejoice Leny Simon Simon Simon Simon Simon Simon Soinbala, Nusriwan Chrismanto Sonya, Margaretha Sri Lina Betty Lamsihar Simorangkir Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suhadi Suharijono, Jirmia Dofi Sujaka, Adi Sumiwi, Asih Rachmani Endang Sumiyati Sumiyati Sumual, Elisa Nimbo Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura, Suryadi Nicolaas Napoleon Suryadi, Devina Herfiantika Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Suseno, Aji Sutono, Yohanes Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tampenawas, Alfons Renaldo Tamtomo, Setya Budi Tamu Ama, Ferdinandus Tan Lie Lie Tanhadi, Billy Pebrio Taogan, Frischo Ridhoi Telaumbanua, Agus Arda Setiawan Tenny Tenny Thomas Prajnamitra Tilaar, Bonny Bruce Tiwa, Jerry F. Tiwa, Jerry Fanny Toisuta, Jakson Sespa Tri Astuti Yeniretnowati Triposa, Reni Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Utomo, Karyo Vena Melinda Tiladuru Viani, Neni Wahju Astarjo Rini Wakkary, Adriaan M. F. Wasari, Desi Wicaksono, Aditya Putra Pangestu Widodo, Priyantoro Worek, Natalia Yevonne Wulan Agung Wulan Agung Wulan Agung Yahya yahya Yakub Hendrawan Perangin Angin Yakub Hendrawan Perangin Angin Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yeniretnowati, Tri Astuti Yohana Fajar Rahayu Yohana Fajar Rahayu Yohanes Hadi Wibowo Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi Yudi Hendrilia Yudi Santoso Yunida Bawamenewi