p-Index From 2021 - 2026
7.281
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Geography Humaniora Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan INFORMASI Litera Jurnal Komunikasi Sosiohumaniora Jurnal YIN YANG Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) FRANCISOLA LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Lingua Cultura Al-Ulum Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Rubikon: Journal of Transnational American Studies Poetika: Jurnal Ilmu Sastra Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Urban Society´s Arts Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Mozaik Humaniora ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA ANDHARUPA Empirisma; Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Journal of Language and Literature Jurnal Orientasi Baru Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra Al-Albab Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pemikiran Sosiologi LEKSIKA k@ta Lire journal (journal of linguistics and literature Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings International Journal of Interreligious and Intercultural Studies Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Pariwisata Terapan IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Khazanah Sosial Jantra Journal of Social Studies (JSS) JURNAL KOMUNIKASI DAN BISNIS Jurnal Kajian Seni Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Jurnal Wanita dan Keluarga Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Widyaparwa SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities Libraria: Ilmu Perpustakaan dan Informasi The Indonesian Journal of Socio-Legal Studies BAHASTRA Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature) Jurnal Kawistara Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society LINGUISTS : JOURNAL OF LINGUISTICS AND LANGUAGE TEACHING
Claim Missing Document
Check
Articles

RESISTENSI DAN NEGOSIASI INDIVIDU SEBUAH KAJIAN IDENTITAS TERHADAP NOVEL GRAFIS PERSEPOLIS KARYA MARJANE SATRAPI Sandya Rani Yunita; Wening Udasmoro
Jurnal Kawistara Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.889 KB) | DOI: 10.22146/kawistara.22942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk resistensi dan strategi bertahan serta bentuknegosiasi seorang individu dalam menghadapi persoalan identitas sebagai dampak dari revolusi Islamdi Iran dan kemelut perang yang tercermin dalam novel grafis berbahasa Prancis Persepolis karyaMarjane Satrapi. Kajian dilakukan dengan menggunakan teori identitas dan agensi Giddens untukmengungkapkan agen-agen yang berpengaruh dalam konstruksi identitas seorang individu dan dalambertindak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepolis merupakan karya novel grafis yangmengungkapkan pandangan kritis terhadap perubahan masyarakat Iran dan berkorelasi dengan sejarahrevolusi Iran serta perang Iran-Irak, (2) Persepolis merepresentasikan bentuk resistensi dan strategibertahan masyarakat Iran pada masa revolusi terjadi dan pada saat perang berkecamuk. Identitas padamasa tersebut merupakan simbol perlawanan dari individu yang terdominasi oleh tradisi, agama,perubahan radikal dalam masyarakat, nilai-nilai Barat, dan rezim pemerintah. (3) representasi identitasindividu yang mewakili budaya timur akan bernegosiasi dengan budaya barat sebagai budaya asingyang ditemuinya. Identitas tersebut akan selalu berproses dan dapat berubah terkait konteks sosial dankultural. Negosiasi individu dalam hal ini berkaitan dengan memori yang ingin ‘melupakan’ untukmemulai hidup baru namun juga ‘mengingat’ yang berkaitan dengan konteks historisnya.
Konstruksi Identitas Niqabis melalui Selfie Instagram Diana Safinda Asran; Wening Udasmoro
Jurnal Kawistara Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.57865

Abstract

The media has long been used by certain religious communities to introduce their culture in society. Like the veiled Muslim group on Instagram which is called the niqabis. Automatically the existence of the niqabis is getting closer to society and is reaping significant popularity. Now the niqab is not only an attribute of religion, but also as part of an identity to a commodity of political economy. In this research, we will study further how niqabis use posts, especially selfies to construct their identity through Instagram, as done by @diananurliana and @wardahmaulina_. Diana Nurliana and Wardah Maulina are influencers and have consistently built their identity as niqabis. The analysis carried out on the two accounts shows that identity is formed through selfies with information. Both Diana and Wardah take advantage of eye gaze, frame size to corner to be prepared with the viewer. While the caption is used to provide information on photos and also as a space for expression and opinion. On the other hand, what is uploaded also aims to form subjectivity to create branding. Keywords: Identity; Instagram; Niqab; Niqabis; Selfie. 
Konstruksi Media terhadap Pemberitaan Kasus Perempuan Koruptor Hadiati E; Irwan Abdullah; Wening Udasmoro
Al-Ulum Vol. 13 No. 2 (2013): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.67 KB)

Abstract

Media bukanlah saluran yang bebas, karena tidak memberitakan apa adanya seperti yang sering digambarkan. Media justru mengkonstruksi realitas sedemikian rupa sehingga tidak jarang keluar dari konteksnya. Tidak mengherankan jika setiap hari secara terus-menerus dapat disaksikan bagaimana peristiwa yang sama diperlakukan secara berbeda oleh media. Salah satu pemberitaan media yang sangat sering muncul adalah persoalan korupsi yang melibatkan perempuan. Pemberitaan perempuan pelaku korupsi sangat sarat dengan kepentingan di luar substansi korupsi itu sendiri. Pemberitaan mengenai kasus korupsi yang melibatkan Gayus Tambunan dan Anggelina Sondakh misalnya, sangat berbeda penyajiannya. Gayus Tambunan selalu diposisikan sebagai orang yang cerdas, bisa menghadapi kasusnya, tegar, dan tidak disangkut-pautkan dengan persoalan domestiknya. Sementara pemberitaan Anggelina Sondakh selalu saja dikaitkan dengan kehidupan pribadinya.
The language construction of Muslims as the others in French contemporary discourses Wening Udasmoro
Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Vol 7, No 1 (2017): Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijims.v7i1.77-99

Abstract

This article intends to explain the Muslims position in French contemporary discourses. France is a secular country, based on the principle of laïcité (separation between religion and State). France is also the country with the largest Muslim population in Europe. Muslims’ positions, as with others’, cannot be separated from the varied discourses in everyday life disseminated through different vehicles such as the media, literature, and conversations in society. Talking about the discourse of otherness is important to strengthenthe argument that the social relation patterns in France, where there hasbeen tension between Muslims and the French people in recent years, are not simply political or social questions. They are also language constructions. The Bourdieusian perspective explains how social construction is closely connected to language construction. Fear of Muslims, on the one hand, is related to political and social tensions, but on the other hand it is also related to language consumption and the historically constructed othering process. Based on the above situation, this article asks: first, in contemporary French discourses, what stereotypes regarding Islam and Muslims are represented in everyday language? Second, in which context do these stereotypes appear? Third, how are the language effects of the stereotypes of otherness, which serve as mental models for positioning the Other, operatedas social practices? Artikel ini bermaksud untuk menjelaskan posisi Muslim dalam diskursus Prancis kontemporer. Prancis adalah negara sekular, berbasis pada prinsip laïcité (pemisahan antara agama dan negara). Prancis juga merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa. Posisi Muslim “sebagai liyan”, tidak dapat dipisahkan dari berbagai diskursus sehari-hari yang terdeseminasi lewat berbagai kendaraan, seperti media, sastra, dan percakapan sehari-hari dalam masyarakat. Berbicara mengenai diskursus liyan menjadi penting untuk memperkuat argumen bahwa pola-pola hubungan sosial di Prancis, dimana ada ketegangan antara Muslim dan orang Prancis non Muslim akhir-akhir ini, bukanlah sekedar persoalan politik dan sosial. Ada pula persoalan konstruksibahasa. Perspektif Bourdieusian menjelaskan bagaimana konstruksi sosial berhubungan erat dengan konstruksi bahasa. Ketakutan pada Muslim, di satu sisi, berhubungan erat dengan ketegangan politik dan sosial, namun di sisi lain, hal ini terkait pula dengan konsumsi dan konstruksi historis dalam proses peliyanan. Berdasarkan situasi di atas, beberapa pertanyaan diajukan: pertama, dalam diskursus Prancis kontemporer, stereotip apa yang terdapat dalam diskursus sehari-hari terhadap Islam dan Muslim? Kedua, dalam konteks apa diskursus ini muncul? Ketiga, bagaimana efek bahasa terkait dengan stereotipterhadap liyan, yang merupakan model mental dalam memosisikan liyan dalam praktik sosial tersebut?
PENGEMBARAAN SERAT CENTHINI DALAM CENTHINI LES CHANTS DE L’ÎLE À DORMIR DEBOUT DAN IA YANG MEMIKUL RAGANYA: INTERPRETASI, INOVASI DAN DISTORSI DALAM PENERJEMAHAN Wening Udasmoro
Sosiohumaniora Vol 14, No 1 (2012): SOSIOHUMANIORA, MARET 2012
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.984 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v14i1.5478

Abstract

Serat Centhini telah mengalami pengembaraan dalam proses penerjemahan. Dari teks Jawa kuno, serat tersebut dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Ia kemudian juga mengalami transliterasi ke dalam Bahasa Prancis setelah kemudian teks dari Bahasa Prancis tersebut dikembalikan ke dalam Bahasa Indonesia. Centhini menjadi mahakarya yang mengalami perjalanan interpretasi yang panjang, mengalami transformasi alih bahasa dan alih budaya serta proses pengaktualisasian pemikiran dan ide akibat campur tangan penerjemah ketika proses pengalihan bahasa tersebut terjadi. Yang menjadi persoalan, begitu mudahkah penerjemahan yang bertingkat tersebut dilakukan? Apabila penerjemahan dari satu teks saja memunculkan beragam distorsi, bagaiamana dengan penerjemahan multi tingkat ini? Interpretasi seperti apakah yang dilakukan penerjemah? Adakah inovasi dan distorsi yang terjadi sebagai hasil dari proses penerjemahan? Tujuan artikel ini adalah merunut pengembaraan penerjemahan Serat Centhini dengan fokus pada interpretasi, inovasi dan distorsi yang dilakukan oleh para penerjemah.
Politik Identitas Perempuan Pengguna Smartphone: Negosiasi, Apropriasi dan Resistensi Perempuan Dalam Dunia Serba Ambivalen Mite Setiansah; Wening Udasmoro; Ratna Noviani
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v13i2.1458

Abstract

The Subjectivity of Nawāl Al-Sa’dāwī: Critique on Gender Relations in Religious Construction in Adab Am Qillah Adab Work Yulia Nasrul Latifi; Wening Udasmoro; Juliasih J.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Vol 57, No 2 (2019)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.2019.572.257-286

Abstract

This writing examines three short stories in the short story anthology of Adab Am Qillah Adab by Nawāl Al-Sa’dāwī, namely: “Adab.Am Qillah Adab”, “al Umm al-Suwisriyyah al-Qātilah”, and “Qiṣṣah Fatḥiyyah al-Miṣriyyah”. The analysis focuses on Nawâl al-Sa’dâwî’s critique of religious constructions of gender relations. The subjectivity of Salvoj Žižek is the theory used and hermeneutics is the method of analysis. The purpose of the study is to find out the reasoning behind the radical acts of Al-Sa’dāwī over her rejection of patriarchal religious constructions in her three short stories. The result of the analysis shows that the literary work is the explanation of the radicalization of the author’s actions, Al-Sa’dāwī, as a subject. Such radicalization is her rejection of the needy Symbolic (patriarchal religion construction) as her attempt to escape the Symbolic. Al-Sa’dāwī continues to move because the subject is split and empty. Therefore, Al-Sa’dāwī makes an effort to seek full self-fulfillment to and approach The Real in order to kill the old tyrannical Symbolic and pick up the new Symbolic, which is the construction of a just religion and liberate women.[Tulisan ini mengkaji tiga cerpen dalam antologi cerpen Adab Am Qillah Adab karya Nawâl al-Sa’dâwî, yaitu: “Adab..Am Qillah Adab”, “al-Umm al-Suwisriyyah al Qātilah”, dan “Qiṣṣah Fatḥiyyah al-Miṣriyyah”. Analisis difokuskan pada kritik Nawāl Al-Sa’dāwī terhadap konstruksi agama atas relasi gender. Subjektivitas Salvoj Žižek adalah teori yang dipakai dan hermeneutik merupakan metode analisisnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan di balik tindakan radikal Al-Sa’dāwī atas penolakannya pada konstruksi agama yang patriarkis dalam tiga cerpennya. Hasil analisis menunjukkan bahwa karya sastra menjelaskan radikalisasi tindakan pengarang, Al-Sa’dāwī, sebagai sebuah subjek. Radikalisasi tersebut adalah penolakannya terhadap Yang Simbolik yang berkekurangan (konstruksi agama patriarkis) sebagai usahanya untuk melepaskan diri dari Yang Simbolik. Al-Sa’dāwī akan terus bergerak dikarenakan subjek itu terbelah dan juga kosong. Oleh sebab itu, Al-Sa’dāwī melakukan upaya untuk mencari pemenuhan dirinya secara terus-menerus dan mendekati The Real agar dapat membunuh The Symbolic lama yang tiranik dan menjemput The Symbolic baru, yaitu konstruksi agama yang adil dan membebaskan perempuan.]
Contesting the Social Spaces: Gender Relations of Literary Communities in Yogyakarta and Surakarta Wening Udasmoro; Saeful Anwar
Indonesian Journal of Geography Vol 51, No 3 (2019): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.36 KB) | DOI: 10.22146/ijg.44165

Abstract

This research seeks to map the gender relations within literary communities and their contestations in gaining social and financial capital in Yogyakarta and Surakarta social spaces. The presence of literary communities in these spaces, on the one hand, explains the local and specific self-identities of the communities, as well as their heterogeneity in gender relations. In particular, this research maps these communities' differences in expressions, trajectories (visions for the future), themes, narrations, language, and networks based on their gender relations. The Geographic Information System (GIS) method is used to map and explore the gender issues in these literary communities. By understanding the mapping of these literary communities, the dynamics of the social spaces used by these communities can be traced synchronically within a specific period. It can also be followed up when the database is used diachronically over time. This research finds that social spaces that enable open narration are insufficient to ensure the equality of women and men. Flexible domestic spaces for women are also necessary to ensure women to be active in creating the trajectory of the literary communities since they have capacities to do it.
Kebebasan dan Ketidakbebasan dalam Cerita Pendek “Tembok” Karya Jean-Paul Sartre Kajian Sosiologi – Hegemonis Wening Udasmoro
Humaniora Vol 10, No 1 (1998)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.984 KB) | DOI: 10.22146/jh.609

Abstract

Le Mur, atau dalam hal ini diterjemahkan dengan "Tembok" adalah cerita pendek karya seorang sastrawan sekaligus filsuf Prancis yang terkenal dengan perenungannya tentang eksistensialisme yaitu Jean-Paul Sartre. "Tembok" menjadi penyekat dua ruang sosiologis seperti yang telah dijelaskan dalam teori Karl Marx. Cerita ini berlatar kehidupan Spanyol sekitar tahun 30-an. Tokoh-tokoh yang bermain dalam cerita ini mewakili kelompok anarki dan kelompok militer.
MEMAHAMI KARAKTERISTIK UNCONSCIOUS FILOSOFI JAWA MELALUI TOKOH WAYANG BIMA Wening Udasmoro
Humaniora Vol 11, No 3 (1999)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.2 KB) | DOI: 10.22146/jh.669

Abstract

Wayang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan kandungan isinya . Ada dua unsur dasar dalam penampilan wayang yang keduanya menyimpan makna filosofis, yaitu unsur cerita dan unsur noncerita. Pada unsur cerita, seperti telah dijelaskan di atas, wayang memiliki perbedaan dengan cerita asalnya . Sebagai contoh, dalam cerita Mahabarata versi India tidak ditonjolkan peran anak keturunan Pandawa (Lal, 1992), sementara dalam cerita versi Jawa, dilakukan pengembangan cerita terhadap tokoh-tokoh keturunan Pahdawa yang tidak muncul dalam cerita sumbernya, seperti Gatotkaca, Antareja, Wisanggeni, dan sebagainya. Tokoh-tokoh Punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan sejak abad XVII Bagong) yang muncul di pertengahan cerita dalam adegan gara-gara (kondisi dunia dalam keadaan kacau), dianggap betul-betul bersifat Jawa karena tidak terdapat dalam epos di India (Magnis-Suseno, 1993) .
Co-Authors Achmad Fawaid, Achmad Agustin, Eva Akalili, Awanis Anak Agung Gede Sugianthara Andi Mustofa Andriani, Merry andriani, merry Anjani, Albertine Darasita Aprilia Firmonasari Aprillia Firmonasari Arifah Arum Candra Hayuningsih Aryanti, Ni Nyoman Sri Azmie, Alvia Marata B.R. Suryo Baskoro B.R. Suryo Baskoro Banawiratma, JB. Bannaga Taha Al-Zubair Hussen Cholil, Suhadi Danial Hidayatullah, Danial Dian Pratiwi Diana Safinda Asran Dicky Sofjan Dyah Mutiarin, Dyah Elly Prihasti W Endang Fatmawati Endang Fatmawati Eni Harmayani Eni Maharsi, Eni Euis Nurlaelawati Eva Agustin F.X Nadar faruk faruk Fauzan Hanif Febrianto, Anggit Fikha Nada Naililhaq FIRMONASARI, Aprillia Gayatri, Satya Genny Gustina Sari Gogor Bangsa Hadiati E Hadiati E Hadiati Erry Hanif, Fauzan Hayatul Cholsy Hussen, Bannaga Taha Al-Zubair I Dewa Putu Wijana I Gusti Ngurah Antaryama Ida Bagus Gede Aric Surya Lesmana Ida Purnama Sari Ida Rochani Adi Irwan Abdullah Irwan Irwan J. Susetyo Edy Yuwono JB Banawiratma JB. Banawiratma Jemali, Maksimilianus Juliasih J. June Cahyaningtyas Kafana Fityah Kayla Taqiyya Kamila Adnani Kamila Adnani, Kamila Leo Marai Lono L. Simatupang Madawat Madawat M, Rabiatul Margaretha Finna Calista Marsono Marsono Maurisa Zinira Merry Andriani Miftahul Huda Miftahul Huda Mite Setiansah Muhammad Agus Muljanto MUHAMMAD FAHMI Muhammad Najib Azca Mundi Rahayu Mutiah Amini Nadya Annisa Noer Naila Fauziah Najib Kailani NFN Mustika Noer, Nadya Annisa Nur Saktiningrum Nurwendah, Yusti Dwi Pujiharto Pujiharto Rahmatika Luthfiana Sholikhah Rahmawati, Risma Nur Ratna Noviani Ratna Noviani Resha Naura Safa Amelia Rizqia Nuur Maziyya Roberta Salsano Roberta Salzano Rohmawati, Wiwin Siti Aminah Roza Muliati Rr. Paramitha Dyah Fitriasari Rudi Ekasiswanto Ruhaida, Nana Saeful Anwar Saktiningrum, Nur Sal Murgiyanto Sal Murgiyanto, Sal Sandya Rani Yunita Setiadi Setiadi Setiadi Setiadi Siti Aisyah Yasmin Siti Machmiyah, Siti Sri Margana Sri Margana Sri Ratna Saktimulya Sri Roviana Subiyantoro Subiyantoro Subiyantoro Suhandano Suhandano Sulistyowati Sulistyowati Sulistyowati Sulistyowati Sulistyowati, NFN Susetyo, Jarwo Susiati Susiati Susiati, Susiati SYABANA, Rosidin ALI Tangguh Okta Wibowo Tesya Imanisa Setiadi Tri Astuti, Wulan Tri Indri Hardini Tri Mastoyo Jati Kesuma Uki Sukiman, Uki Utomo, Samuel Rihi Hadi Veithzal Rivai Zainal Wisma Nugraha Christianto Richardus Wiwid Nurwidyohening Wulan Nurrahma Azhari Wulan Tri Astuti Wulan Tri Astuti Yoachim Agus Tridiatno Yulia Nasrul Latifi Yulia Nasrul Latifi, Yulia Nasrul Yuniarti Sibuea