p-Index From 2021 - 2026
9.046
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains) Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Jurnal Pendidikan Sains Jurnal Pengajaran MIPA EDUSAINS Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Jurnal Pembelajaran Fisika Jurnal Pendidikan Fisika FKIP UM Metro JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika FKIP e-PROCEEDING Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika) JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Journal of Physics: Theories and Applications Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Momentum: Physics Education Journal Indonesian Journal of Chemistry Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA JCES (Journal of Character Education Society) JPF : JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Integrasinya COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Jurnal Pembelajaran Sains Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasuari: Physics Education Journal (KPEJ) PrimaryEdu - Journal of Primary Education Lensa : Jurnal Kependidikan Fisika Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal for Social Responsibility Jurnal Riset Pendidikan Fisika Pillar of Physics Education : Jurnal Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Indonesian Community Journal Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Social Work and Science Education Jurnal Pendidikan MIPA Magister Scientiae Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Senior High School Students' Problem-Solving Skill on Static Electricity Based on Gender Nurul Atqiya; Dibyaratna Sy.; M. Pathurrozi; Sentot Kusairi
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v9i2.9670

Abstract

This research aimed to identify differences in problem solving skill between male and female students. The research subjects were 50 students (21 male and 29 female) who were taken by random sampling technique from two high schools in Malang. The research instrument was adapted from problem solving instruments of Maries & Singh (2018). The data was analyzed by statistic descriptive and Kruskall Wallis test (p-value <0.05). The results showed that overall, there was no significant difference between male and female students (p-value>0.05). However male students performed better than female students on preparing the action (p-value<0.05). The results of this research can be a consideration and input for practitioners of education to improve the quality of education, especially in Indonesia.
Simple Harmonic Motion Conceptual Mastery in Online Multimedia Assisted Guided Inquiry Learning Hawin Marlistya Priswayani; Sentot Kusairi; Nandang Mufti
Jurnal Pendidikan Sains Vol 9, No 4: December 2021
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v9i4.15100

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the students’ mastery concepts of Simple Harmonic Motion on Guided Inquiry learning assisted by online multimedia. The study involved 36 students of class X natural science of SMA Negeri 4 Jember. A multiple-choice test was used to measure mastery concepts and was conducted before and after learning. The data obtained were then analyzed using a mixed-method with an embedded experiment design. The results showed that the increase in students' concept mastery was influenced by the guided inquiry learning model assisted by online multimedia. Based on the effect size value, the learning carried out has an effect on the strong effect category. The average increase in students' mastery of concepts is in the high category.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan penguasaan konsep siswa pada pembelajaran guided inquiry berbantuan multimedia online. Penelitian ini melibatkan 36 siswa kelas X IPA SMA Negeri 4 Jember. Tes pilihan ganda beralasan digunakan untuk mengukur skor penguasaan konsep siswa serta dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran. Data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan mixed method dengan desain embedded experiment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penguasaan konsep siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran guided inquiry berbantuan multimedia online. Berdasarkan nilai effect size, pembelajaran yang dilakukan memberikan efek pada kategori strong effect. Rata-rata peningkatan penguasaan konsep siswa berada pada kategori tinggi. 
Distributed Scaffolding Influences in Inquiry Learning on High Order Thinking Skills Muji Sobirin; Supriyono Koes . H; Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan Sains Vol 6, No 4: December 2018
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.029 KB) | DOI: 10.17977/jps.v6i4.11806

Abstract

Abstract: The study aims to investigate the effect of distributed scaffolding in inquiry learning to higher order thinking skills (HOTS) of students, especially on optical geometry subject. This study used a quasi-experimental design with pretest and posttest control group design. The study used 10 multiple choices with open-ended questions. The data were analyzed using ANCOVA. The results showed that higher order thinking skills of students learned by inquiry learning with distributed scaffolding better than the control class. Every inquiry stage which integration with scaffolding train student to organize prior knowledge with new knowledge. Further research can deepen qualitatively about the thinking process of students in learning Physics with distributed scaffolding.Key Words: higher order thinking skills (HOTS), distributed scaffolding, inquiryAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh scaffolding terdistribusi dalam pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa, pada pokok bahasan optik geometri. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest control group design. Instrumen penelitian untuk mengukur HOTS berbentuk pilihan ganda beralasan sebanyak 10 soal. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Ancova. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri disertai scaffolding terdistribusi lebih baik dari pada kelas kontrol. Setiap tahapan inkuiri yang terintegarasi bersama scaffolding melatih siswa untuk berpikir pemecahan masalah yang komplek. Penelitian lanjutan dapat memperdalam secara kualitatif tentang proses berpikir siswa dalam pembelajaran Fisika dengan scaffolding terdistribusi.Kata kunci: keterampilan berpikir tingkat tinggi, scaffolding terdistribusi, inkuiri
PENGEMBANGAN DAN PENYETARAAN INSTRUMEN TES KINEMATIKA GERAK LURUS DENGAN METODE LINEAR Hafid Suyuti; Sentot Kusairi; Sutopo Sutopo
Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.966 KB) | DOI: 10.17977/jps.v4i1.8176

Abstract

Abstract: Implementation of asessment often takes several sets of questions. However, different tests will have a different difficulty indices even they were constructed on the same indicators. Equating or score converting in every test must be done to ensure the tests in same scale of measurement. Development of test instruments includes several steps: create multiple choice question base on students response of open ended question; consultation with experts to validation of contents, individual try out to asssess aspects of language comprehension, limited field try out to assess the feasibility of items parameter and field try out to determine the convertion coefficients. In this study, equating method used is linear equating. According to the least error of equating is suggested using scoring conversion in test B (Y) to test A (X). Equation of convertion for first year highshool is: X* = 1,064 Y + 0,015, for second year is X* = 0,834 Y + 0,455, and for third year is Y* = 0,991 Y – 0,147.Key words: test instrument, kinematics, straight motion, equating Abstrak: Pelaksanaan penilaian membutuhkan beberapa set soal yang berbeda untuk mengukur kemampuan yang sama. Soal-soal tersebut memiliki tingkat kesukaran yang berbeda dan didasarkan pada kisi-kisi yang sama. Penyetaraan skor antar soal perlu dilakukan untuk memastikan set-set soal berada dalam skala pengukuran yang sama. Pengembangan dan penyataraan instrumen tes meliputi tahapan pengembangan soal pilihan ganda yang didasarkan pada respon siswa pada soal uraian, validasi isi, uji coba perorangan aspek pemahaman bahasa, lapangan terbatas untuk menilai kelayakan soal dan uji coba lapangan untuk menentukan koefisien-koefisien penyetaraan dengan metode penyetaraan penyetaraan linear. Dengan memperhatikan nilai kesalahan baku penyetaraan yang terkecil disarankan proses konversi skor dilakukan dari skor soal kode B (Y) ke skor kode A (X) dengan persamaan konversi untuk kelas X adalah X* = 1,064 Y + 0,015. Untuk kelas XI persamaan konversinya adalah X* = 0,834 Y + 0,455. Untuk kelas XII persamaan konversinya adalah Y* = 0,991 Y – 0,147Kata Kunci: instrumen tes, kinematika, gerak lurus, penyetaraan
Profil Miskonsepsi Siswa SMA pada Materi Pembelajaran Suhu dan Kalor Silfia Maftuhatun Ni’mah; Sentot Kusairi; Edi Supriana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 5: MEI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i5.12415

Abstract

Abstract: This research was aimed to compare senior high school misconception with different class level on heat and temperature. This study used a survey method with subjects of class XI and XII as many as 68 high school students in Kediri. The instrument used is in the form of two-tier items as many as 11 questions. Student responses to items are categorized into three scientific knowledge, errors, and misconceptions. The results of the study showed that grade XI students experienced a misconception of 54% and class XII students of 63%. Most students experience misconceptions in the concept of thermal equilibrium. This research needs to be followed up with various efforts to overcome misconceptions in physics learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengomparasikan miskonsepsi siswa SMA dengan jenjang kelas berbeda pada suhu dan kalor. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan subjek siswa kelas XI dan kelas XII sebanyak 68 siswa SMA di wilayah Kediri. Instrumen yang digunakan berupa butir soal two-tier tentang suhu dan kalor sebanyak 11 soal. Respon siswa terhadap butir soal dikategorikan menjadi tiga, yaitu pengetahuan ilmiah, kesalahan, dan miskonsepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI mengalami miskonsepsi sebesar 54% dan siswa kelas XII sebesar 63%. Sebagian besar siswa mengalami miskonsepsi pada konsep kesetimbangan termal. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti dengan berbagai upaya untuk mengatasi miskonsepsi dalam pembelajaran fisika.
Analisis Kemampuan Penalaran Ilmiah pada Pembelajaran Interactive Demonstration disertai Formative Assessment Demara Balqis; Sentot Kusairi; Edi Supriana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.13010

Abstract

Abstract: This research aims to analyze the students scientific reasoning ability in physics learning. The sample was 32 students of 10th grade in Public Senior High School 7 Malang. The instrument test is two tiers with 13 questions. The result shows that there are differences between students scientific reasoning score before and after interactive demonstration learning with formative assessment. In pretest, the students scientific reasoning scores were low, 25 students were at level of concrete reasoning and 9 students were at initial transition level. When the posttest, scientific reasoning score has increased, 10 students at concrete reasoning level, 15 students at the initial transition level, 8 students are at final transition level, and 1 student reach the level at formal reasoning level. Teacher need to give the innovative learning strategies that can improve student’s scientific reasoning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran ilmiah siswa pada pembelajaran interactive demonstration disertai formative assessment. Sampel yang digunakan yaitu 34 siswa pada kelas X IPA di SMA Negeri 7 Malang. Instrumen yang digunakan berupa tes Two Tiers dengan 13 pertanyaan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara penalaran ilmiah siswa sebelum dan setelah dilakukan pembelajaran interactive demonstration disertai formative assessment. Pada saat pretest skor penalaran ilmiah siswa rendah yaitu 25 siswa berada pada tingkat penalaran konkret dan sembilan siswa berada pada tingkat transisi awal. Saat posttest skor penalaran ilmiah mengalami peningkatan yaitu 10 siswa pada tingkat penalar konkret, 15 siswa pada tingkat transisi awal, 8 siswa berada tingkat transisi akhir hingga ada seorang yang mencapai tingkat penalaran formal. Guru perlu memberikan strategi pembelajaran inovatif yang dapat memperbaiki penalaran ilmiah siswa.
Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA dalam Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl) pada Materi Fluida Statis Wahyu Pramudita Sari; Arif Hidayat; Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 6: JUNI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.211 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i6.11155

Abstract

Abstract: Creative thinking skills can develop well through Project Based Learning (PjBL). The purpose of this study was export student’s creative thinking skills in PjBL on static fluid materials. The subjects were 32 students of XMIPA D2 SMAN 9 Malang. The research method used was Mixed Methods Embedded Experimental Model. The results: (1) there were differences student’s creative thinking skill before and after PjBL on static fluid material significantly; (2) students’s creative thinking skill have a positive change when posttest with increasing percentage of achievement of indicator of creative thinking skill consist of elaboration, originality, fluency, and flexibility.Abstrak: Keterampilan berpikir kreatif dapat berkembang dengan baik melalui Project Based Learning (PjBL). Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi keterampilan berpikir kreatif siswa dalam PjBL pada materi fluida statis. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas XMIPA D2 SMAN 9 Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Methods Embedded Experimental Model. Hasil penelitian (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah PjBL pada materi fluida statis secara signifikan; (2) keterampilan berpikir kreatif siswa mengalami perubahan positif pada saat posttest dengan peningkatan persentase ketercapaian indikator keterampilan berpikir kreatif  terdiri dari elaboration, originality, fluency, dan flexibility.
nalisis Penguasaan Konsep Hukum Newton tentang Gerak pada Implementasi Pembelajaran Berbasis Scientific Approach disertai Formative Assessment Rhischa Assabet Shilla; Sentot Kusairi; Arif Hidayat
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.383 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i8.11485

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the mastery concepts of Newton's laws of motion on the implementation of scientific-based learning approach with formative assessment. The study involved 27 students of class X natural science natural science of State Senior High School 1 Mumbulsari. The learning process is designed to use the five essential elements of formative assessment integrated into the scientific approach. Student's mastery concepts is measured using a test Forces Concept Inventory (FCI). The tests given before and after the learning. Data were analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that the learning strategies have an influence on students' mastery concepts with strong category effect. The resulting increase in score mastery concepts students after learning that are in the low category. Students experience increased levels penguasaaan low towards the concept of being the impulsive force indicator and increased the level of mastery of the concept of the low to the high on the track indicator objects based on the legal concept of first newton. Overall score indicator mastery concepts of Newton's laws of motion increased. However, there are two indicators decreased scores namely the mplications constant force and first newton law (without force). The decline in scores due to students experiencing misconceptions on the indicator acceleration.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis penguasaan konsep hukum newton tentang gerak pada implementasi pembelajaran berbasis scientific approach disertai formative assessment. Penelitian melibatkan 27 siswa kelas X MIPA 1 SMA Negeri Mumbulsari. Proses pembelajaran dirancang menggunakan lima elemen esensial formative assessment yang diintegrasikan ke dalam scientific approach. Penguasaan konsep siswa diukur menggunakan tes Forces Concept Inventory (FCI). Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tersebut memiliki pengaruh terhadap penguasaan konsep siswa dengan kategori strong effect. Hasil peningkatan skor penguasaan konsep siswa sebelum dan setelah pembelajaran berada pada kategori rendah. Siswa mengalami peningkatan level penguasaan konsep dari rendah menuju sedang pada indikator gaya impulsif dan mengalami peningkatan level penguasaan konsep dari rendah menuju tinggi pada indikator lintasan benda berdasarkan konsep hukum I Newton. Secara keseluruhan, skor indikator penguasaan konsep hukum newton tentang gerak mengalami peningkatan, kecuali dua indikator yaitu implikasi gaya konstan (percepatan kostan) dan Hukum I Newton (tanpa gaya). Penurunan skor diakibatkan siswa mengalami kesalahan konsep pada konsep prasyarat yaitu percepatan.
Kemampuan Memecahkan Masalah Rangkaian Arus Searah Pada Pembelajaran Berbasis Masalah Disertai Penilaian Formatif Ari Hindriyani; Sentot Kusairi; Lia Yuliati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 9: SEPTEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i9.14003

Abstract

Abstract: This study was aimed at identifying the ability and direct current circuit through problem based learning with formative assessment. The research design used in this study was mixed method with embedded experimental design. The research subjects were the odd semester students of XII MIPA at MAN Kota Pasuruan in the academic year of 2019/2020 with direct current circuit material. The subjects were selected using purposing sampling technique. The data were analyzed using quantitative method with Descriptive Statistical Test, Normality Test and Effect Size Test, and using qualitative method. The results of paired t-test showed a significance indicating that Problem Based Learning with Formative Assessment gave better. The results of the N-gain score was in the medium category. The Effect size gave a strong influence. The data shows that Problem Based Learning with Formative Assessment gave a positive impact on the problem solving mastery of Direct Current Circuit.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan dan rangkaian listrik arus searah pada pembelajaran berbasis masalah disertai asesmen formatif. Rancangan Penelitian ini menggunakan mixed method dengan desain embedded experimental. Subjek penelitian ini adalah peserta didik MAN Kota Pasuruan kelas XII-MIPA Tahun Pelajaran 2019/2020 pada materi rangkaian arus searah. Pemilihan subjek dengan teknik Purposive sampling. Penelitian dilakukan secara kuantitaif dengan Uji statistic Deskriptif, Uji Normalitas, dan Uji effect size. Hasil penelitian menunjukan kemampuan memecahkan masalah Rangkaian Arus Searah dengan hasil yang lebih baik serta memberikan pengaruh yang kuat. Hal ini menunujukan bahwa Pembelajaran Berbasis  Masalah Disertai Penilaian Formatif memberikan dampak yang positif terhadap Kemampuan Memecahkan Masalah Rangkaian Arus Searah.
Potensi Berpikir Kreatif Siswa SMA Elok Faiqatul Himmah; Supriyono Koes Handayanto; Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 1: JANUARI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i1.14380

Abstract

Abstract: This study aims to determine the potential of the creative thinking abilities of Pamekasan high school students in work and energy. This research method uses descriptive methods with research subjects consisting of 175 students. The test used is an essay about 4 questions with a reliability value of 0.6. The results showed that the potential for students' creative thinking abilities was quite creative with a percentage of 48%. The flexible thinking indicator gets the highest score of 89% and the elaboration of thinking gets the lowest percentage of 26%. This shows that students can produce various ideas in other uses, but still have difficulty detailing their ideas. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kemampuan berpikir kreatif siswa SMA Pamekasan pada materi usaha dan energi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri dari 175 siswa. Instrument yang digunakan berupa empat soal uraian dengan koefisien reliabilitas 0,6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kemampuan berpikir kreatif siswa tergolong cukup kreatif dengan persentasenya 48%. Adapun indikator berpikir luwes mendapatkan skor tertinggi yaitu 89% dan berpikir elaborasi mendapatkan persentase terendah yaitu 26%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu dalam menghasilkan berbagai ide-ide dalam pemanfaatan lainnya, namun masih kesulitan merinci idenya.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abu Zainuddin Abu Zainuddin Achmad Faizul Musyaffa Adam, Dian Awaluddin Adiguna, Sapta Afrianus Gelu Agnes Fitriana Agus Budiyono Agus Suyudi Agustin Fatmawati Ahmad Dahlan Ahmad Ilmar Ahmad Suryadi, Ahmad Ahmad Taufiq Ahmad Yadaeni Akhmad Jufriadi Alfianti Nur Laili Ali, Marlina Alvi Hasanati Amaliah, Nur Utami Amin Mustajab Amin, Rais Muktamar Ana Lailaul Fitriyah Anggraeni, Anggian Anggraining Widiningtyas Anggraining Widinintyas Anggreni Indika Seprapti Ani Rahmawati Ani Rahmawati Ardiana Hanatan Ari Hindriyani Arif Hidayat Arif Hidayat Arinal Haqqo Arrosyid, Abdur Rohman Wahid Artanti, Kafa Pramitha Anggraini Indhira Asim . Atsnaita Yasrina Azzahidah, Mutammimatul 'Abidah Baiq Rizkia Ayu Latifa Balqis Balqis Bambang Kuswandi Basri, Nur Akhyar Bayu Aji Kurniawan Cahayana, Monika Ruth Choirun Nisah Alifiyah Chusniyah, Dina Asmaul Daeng, Firza Farahdiba Dewi Amiroh Dian Farida Rosanti Dibyaratna Sy. Dinda Taruna Nagara Dini Mahirotul Aulia Dionisius Bukifan Diraya, Inayatun Dita Setya Arini Dyne Rizki Puspitasari Efitra Nindy Frima Yonansa Elisa, Nur Elok Faiqatul Himmah Endang Purwaningsih Eny Latifah, Eny Erni Yulianti Ernila Siringo Ringo Ernila Siringoringo Erti Hamimi F.B. Bayon Sukma Faizah, Revnika Fatah Kurniawan Fauzan Sulman Fauzia Dwi Sasmita Fauziatul Fajaroh Fitriana, Agnes Fitriyah, Ana Lailatul Frederikus Ngongo Gelu, Afrianus Gepi Sartianis Hadi S Hadi S, Hadi Hafid Suyuti Hapsoro, Cahyo Aji Hari Wisodo, Hari Haris Mahmudi HARIYANTO HARIYANTO Hartatiek Hasanati, Alvi Hawin Marlistya Priswayani Hellmy Nur Pratama Annuari Putri Hena Dian Ayu Herawati, Lya Rizka Heriyanto Heriyanto Herwinarso . Hestiningtyas Y. Pratiwi Ilmar, Ahmad Imroatul Mufidah, Imroatul Ina Yuliana Intan Ekananda Kirana Intan Kusumawati Irawan, Ivan Danar Aditya Iwan Setiawan Jamhari Jamhari Jane Koswojo Jane Koswojo Jesisca Pratiwi Jusniar Kamar, Nurul Khusaini Khusaini, Khusaini Koes, Supriono Kua, Maria Yuliana Kurniawan, Bakhrul Rizky Kusumawati, Astrini Dewi Lari Andres Sanjaya Latifa, Baiq Rizkia Ayu Leny Suryaning Astutik Lia Yulianti Lia Yuliati Lia Yuliati Lia Yuliati Lia Yuliati Lia Yuliati, Lia M. Pathurrozi Mahmuda Noviyani Maria Claudia Sodakain Markus Diantoro Marsandi Marsandi Marsandi Marsandi, Marsandi Mensah, Bismark Mimi Rohazal Yaumi Mogi, Theresia Mohamad Amin Muhamad Bahar Sofiuddin Muhammad Irsyadul Ibad Muhammad, Helmi Muhardjito Muhardjito Muji Sobirin Munthalib Muntholib Nadiyah El-Haq Diyanahesa Nafilah Husnaul Azizah Nafisah, Arrika Wifqotu Lailin Nandang Mufti Nasikh Nesi, Yustinus Maksimilianus Dhey Nisa’, Khoirun Nita Nur Aini Nizami Asnawi Nora Indrasari Nur Azizah Nur Diana Rosyidah Nur Lailatin Nisfah Nur Utami Amaliah Nuril Munfaridah, Nuril Nurul Atqiya Nurul Hidayat Nurul Kamar Nurwijayanti Pandango, Oktavina Parno Parno Parno Pentang, Jupeth Toriano Prabowo, Eri Setyo Pratama, Rahmadhani Prawitasari, Prawitasari Prima Warta Santhalia Priyadi, Rian Puji Rahayu Ningsih Purbo Suwasono Putri Dwi Sundari Putri Risky Hardita Putri, Hellmy Nur Pratama Annuari Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu, Putri Rasyid, Fauziah Ratih Niela Wulandari Ratika Sekar Ajeng Ananingtyas Revnika Faizah Rhischa Assabet Shilla Ria Musa&#039;adah Rian Priyadi Rindu Rahmatiah Risdia Rina Rohmayanti Riski Fitri Damayanti Rizkyanti, Elta Rohmiati, Dyah Palupi Sabilal Rosyad Safitri, Yustina Saiya, Selvina Visbad Salsabila Indana Zulfa Sanusi, Dirga Kaso Sartika Dewi Lukitawanti Sasmita, Fauzia Dwi Sembiring, Rinawati Silfia Maftuhatun Ni’mah Silvi Rosiva Rosdiana Sintia Arianti Siti Helmyati Siti Imtinan Siti Zubaidah Siti Zubaidah Siti Zulaikah Slamet Arifin Sofia Azhari Sofia Azhari Sri Nurul Wahidah S. Sri Rahayu Sri Rahmawati Suci Nora Julina Putri Sugiyanto, Sugiyanto Suhadi Ibnu Sujito . Sujito Sujito Sulur Sumarli, Sumarli Sunaryono Sunaryono Sunaryono, Sunaryono Supriana, Edi Supriyono Koes H. Supriyono Koes Handayanto Surayatum Muchoyimah Suryaningsasi Suryaningsasi Susanti, Shinta Dewi Sutopo Sutopo Sutopo Sutopo Syaiful Rizal Wicaksono Syamsidah Tatsar, Mohammad Zaky Tomy Andre Ansyah Tomy Suganda Tsania Nur Diyana Wahyu Pramudita Sari Wartono Wartono Wicaksono, Indro Wulan Anna Pertiwi Wulandari, Ratih Niela Yessi Affriyenni Yoga Prawendra Yuliana, Aulia Siska Yuliana, Ina Zahrotul Ula Irma Zaitul Harizah Zubair, Sakinah