Articles
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF DAN REMEDIASI BERBASIS KOMPUTER PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR SMP KELAS VII
Nurul Kamar;
Sentot Kusairi;
Siti Zubaidah
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 4, No 2: December 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (456.751 KB)
|
DOI: 10.33394/j-lkf.v4i2.93
Formative assessments developed by teachers are generally conventional. One of the most common constraints on conventional formative assessment is the time to correct the test results long enough, especially for schools with large capacity classes. Therefore the teacher difficulties in providing direct feedback. This paper proposes a computer-based assessment product called ASFORDIASI BEKOM. The application is able to provide formative tests, feedback immediately after conducting tests, and provides remediation materials to help learners learn independently. The design of the study used the Dick & Carey (2001) research and development design which consists of four general stages: preliminary study, preparation, development, and effectiveness test. The study is limited to the third stage of development stage. Based on the validation and trial results of the product, BEKOM ASFORDIASI is considered feasible if used for learning especially on temperature material and calor grade VII SMP.
Bagaimana Perbandingan Penguasaan Konsep Siswa SMP dan SMA Pada Materi Listrik Arus Searah ?
Nafilah Husnaul Azizah;
Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24127/jpf.v10i2.4500
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan penguasaan konsep siswa di dua Sekolah Menengah Pertama dan satu Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Malang pada materi listrik arus searah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen soal berupa pilihan ganda sebanyak 10 butir soal yang diadaptasi dari Determining and Interpreting Resistive Electric Circuit Concepts Test (DIRECT). Subjek penelitian terdiri dari 33 siswa SMP dan 33 siswa SMA di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep siswa SMP dan siswa SMA dengan kategori penguasaan konsep tergolong baik untuk siswa SMP (72,72). Siswa SMA masih tergolong dalam kategori cukup (57,27). Dari hasil penelitian yang ditemukan ada beberapa kesulitan yang dialami oleh siswa pada konsep listrik arus searah yaitu kesulitan dalam mengilustrasikan konsep medan listrik pada rangkaian listrik dan kesalahan konsep mengenai arus. Penelitian ini berguna sebagai referensi untuk peneliti yang lain dalam melakukan penelitian tentang penguasaan konsep siswa sekolah menengah.
Analisis kebutuhan pengembangan formative feedback berbantuan komputer dengan butir soal pilihan ganda isomorfik pada materi gelombang siswa SMP kelas VIII
Jesisca Pratiwi;
Sentot Kusairi;
Erti Hamimi
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (917.041 KB)
|
DOI: 10.17977/um067v1i5p341–346
Penilaian merupakan suatu proses mengumpulkan dan mengolah suatu data atau informasi untuk mengukur suatu pencapaian dari proses dan hasil belajar. Penilaian dalam pembelajaran merupakan hal yang sangat penting, tanpa adanya penilaian guru tidak dapat mengetahui pencapaian belajar siswa dan tidak dapat mengetahui kesulitan belajar siswa pada suatu materi. Salah satu jenis penilaian pembelajaran yaitu penilaian formative. Penilaian formative memiliki peranan penting dalam mengevaluasi, membentuk kompetensi dan keterampilan siswa dalam proses pembelajaran melalui balikan yang diberikan. Pelaksanaan penilaian formative sering dianggap kurang efektif karena membutuhkan waktu dan perhatian tiap individu yang relatif lama serta feedback atau balikan tidak dapat diterima secara langsung oleh peserta didik. Penggunaan formatif feedback lebih efektif apabila dilakukan dengan bantuan komputer, selain itu penggunaan media dapat meningkatkan minat belajar siswa yang dapat mempengaruhi peningkatan pemahaman konsep siswa. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa pengembangan formative feedback berbantuan komputer dengan butir soal pilihan ganda isomorfik pada materi gelombang untuk siswa SMP kelas VIII yang layak dan valid digunakan sebagai media belajar siswa. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif merupakan metode dengan menggunakan studi literatur. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat membantu guru dalam proses penilaian hasil belajar siswa dan membantu siswa dalam memahami materi serta memudahkan dalam mengaplikasikan pada soal.
Pengembangan multimedia powerpoint berbasis problem solving untuk siswa kelas X MIA SMA
Agustin Fatmawati;
Sentot Kusairi;
Sutopo Sutopo
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (782.798 KB)
|
DOI: 10.17977/um067v1i7p502–516
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan multimedia powerpoint berbasis problem solving pada materi suhu dan kalor untuk siswa kelas X MIA SMA dan mengetahui kelayakan produk yang dibuat. Langkah-langkah pada penelitian ini yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, dan (7) revisi produk. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa nilai rata-rata validasi produk oleh ahli adalah 3,33, nilai rata-rata validasi soal dan pembahasan dari ranah materi secara keseluruhan 3,77 dan dari ranah konstruksi secara keseluruhan sebesar 3,50. Sedangkan berdasarkan hasil uji coba pemakaian ke siswa didapatkan hasil multimedia powerpoint berbasis problem solving dapat membuat siswa membuat lebih bersemangat dan lebih mudah memahami materi suhu dan kalor. Siswa tidak menemukan kendala yang berarti dalam menggunakan media pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dalam penelitian ini layak. Produk selanjutnya siap untuk diujikan skala luas
Analisis penguasaan konsep pada sub-materi fluida statis, siswa kelas XI SMAN 1 Lawang Tahun 2017/2018
Bayu Aji Kurniawan;
sentot Kusairi;
Parno Parno;
Agus Suyudi
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.445 KB)
|
DOI: 10.17977/um067v1i7p578–586
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep siswa kelas XI SMAN 1 Lawang pada sub-materi fluida statis. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, menggunakan instrumen tes. Dalam penelitian ini akan dilakukan sampel berjumlah 72 siswa kelas XI SMAN 1 Lawang tahun 2017-2018. Siswa akan diberi soal tes fluida statis sebanyak 14 butir soal pilihan ganda beralasan dan dikerjakan dalam waktu 60 menit. Skor rerata tes sebesar 43,3 pada skala 0-100, dengan persentase kebenaran sebesar 47 persen. Disaranakan siswa diberi lebih banyak praktikum serta pemahaman konsep fluida statis agar penguasaan pada materi ini menjadi lebih baik.
Pengembangan media pembelajaran video teranimasi pada materi elastisitas untuk siswa kelas X SMA
Efitra Nindy Frima Yonansa;
sentot Kusairi;
Purbo Suwasono
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 8 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (551.77 KB)
|
DOI: 10.17977/um067v1i8p639-648
Masalah yang sering terjadi pada pembelajaran fisika adalah tidak semua siswa dapat menangkap apa yang disampaikan oleh guru. Program remedial yang direncanakan oleh guru ternyata sering terkendala oleh keterbatasan waktu sehingga siswa perlu belajar mandiri. Upaya membuat ketertarikan siswa untuk belajar mandiri adalah memanfaatkan media pembelajaran yang bersifat audio visual dalam bentuk video teranimasi. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran video teranimasi pada materi elastisitas untuk siswa kelas X SMA. Penelitian ini menggunakan metode Borg and Gall dengan mengambil tujuh tahap meliputi analisis kebutuhan, perencanaan pembuatan rancangan produk, pengembangan bentuk produk awal, evaluasi ahli, melakukan uji coba kelompok kecil, revisi produk, dan hasil jadi produk. Produk hasil pengembangan terdiri atas empat file video yang masing-masing memuat pembukaan, materi inti, contoh soal dan pembahasan, uji diri siswa, penutup, petunjuk penggunaan untuk guru, dan petunjuk penggunaan untuk siswa. Analisis data berdasarkan data uji validasi dan uji coba terbatas secara keseluruhan diperoleh skor rata-rata sebesar 86,1 persen, sehingga memenuhi kategori layak.
PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN THINKING MAPS PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Lia Yulianti;
Sentot Kusairi;
Nuril Munfaridah
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 21, No 2 (2016): JPMIPA: Volume 21, Issue 2, 2016
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18269/jpmipa.v21i2.44268
Pembelajaran berbasis inkuiri telah terbukti sebagai jenis pembelajaran yang efektif meskipun penyesuaian masih diperlukan misalnya dengan penggunaan thinking maps sebagai alat pendukung pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis inkuiri dengan thinking maps pada pem-belajaran fisika. Model pembelajaran berbasis inkuiri dengan thinking maps dikembangkan dengan model 4D. Penelitian dilaksanakan di tiga SMA di Kota Malang-Jawa Timur. Siswa dibagi menjadi tiga kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dan panduan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh pembelajaran inkuiri dengan thinking maps memperoleh nilai tes yang lebih baik di-bandingkan dengan kelas kontrol. Selain itu, analisis jawaban siswa menunjukkan bahwa siswa memiliki ke-mampuan berpikir tingkat tinggi yang lebih baik dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol. Oleh karena itu, pembelajaran inkuri dengan thinking maps efektif untuk digunakan dalam pembelajaran fisika.ABSTRACT Inquiry-based learning has been proven to be one of the effective types of learning although adjustment is still needed, for example by using thinking maps as supplementary learning tool. The purpose of this research was to develop inquiry-based learning model with thinking maps for physics learning. Inquiry-based learning mo-del with thinking maps was developed with 4D model. Research was conducted at three high schools in Malang-East Java. Students were divided into three experimental and control classes. Instruments used were written test and interview guideline. Results showed that students who received inquiry learning with thinking maps achieved better test score than control classes. In addition, students’ answer analysis showed that they al-so have better higher-order thinking skills than students in the control class. Therefore, inquiry-based learning with thinking maps was found to be effective to use in physics learning.How to cite: Yuliati, L., Kusairi, S., Munfaridah, N. (2016). Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Thinking Maps Pada Pembelajaran Fisika, Jurnal Pengajaran MIPA, 21(2), 142-147.
Website-based formative feedback needs analysis in physics learning
Fauzia Dwi Sasmita;
Sentot Kusairi;
Khusaini Khusaini
Jurnal Kependidikan Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/jk.v7i1.58102
Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan formative feedback berbasis website pada pembelajaran fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan desain penelitian ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluating). Adapun artikel ini hanya berfokus pada tahapan analisis sebagai bagian dari studi pendahuluan. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah 485 orang peserta didik kelas XI program MIPA dan 13 orang guru fisika yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Data angket dianalisis dengan menghitung persentase angket respon dari guru maupun perserta didik. Adapun data wawancara dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan formative feedback berbasis website yang dimaksud memungkinkan: (a) adanya feedback yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan, (b) ditujukan kepada setiap peserta didik maupun secara kelompok, dan (c) berfokus tidakhanya pada kemampuan peserta didik, namun juga pada kelemahan yang mereka miliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu landasan perumusan pengembangan penilaian formative feedback berbasis website, terutama pada pembelajaran fisika.
OPTIMALISASI LAHAN SEMPIT UNTUK BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFLOCK
Sentot Kusairi;
Sujito Sujito
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2017): DEDICATION: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan dan kemampuan petani lele dalam mengoptimalkan pembenihan ikan lele dengan sistem bioflock. Target yang ingin dicapai adalah meningkatnya produktivitas ikan lele di Kelurahan Merjosari Kota Malang sehingga meningkatkan pendapatan petani lele. Tahapan yang dilakukan adalah diskusi dan sharing dengan masyarakat dan kelompok peternak lele pada tanggal 2 Juli 2017 di rumah salah satu peternak. Hasil diskusi dengan masyarakat dan kelompok peternak lele, seluruhnya sepakat bahwa budidaya ikan merupakan salah satu peluang usaha yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan. Hal ini didukung dengan prospek pasar yang bagus, yaitu daerah kuliner area kampus yang menyebabkan kebutuhan ikan sangat tinggi dan juga banyaknya pasar yang terus dibangun dan dikembangkan di Kota Malang. Pelatihan Budidaya lele sistem bioflock dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2015 di Kelurahan Merjosari Kota Malang. Materi pelatihan meliputi: Proses budidaya ikan lele. Mulai dari pengenalan budidaya ikan lele, kualitas air, pemahaman pakan, pemberian pakan, pemahaman penyakit dan pengobatan, induk dan bibit. Pelatihan pembuatan kolam bioflock dimaksudkan agar mitra mampu membuat kolam dengan menggunakan bahan plastik berdiameter 2 meter sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas. Tahapan berikutnya adalah penyebaran benih, penaburan benih ikan lele dan pendampingan pelaksanaan budidaya lele. Hasil yang dicapai pada saat ini masih membutuhkan tahapan berikutnya yang masih panjang.
Assessment of kinematic concepts comprehension: A systematic review
Akhmad Jufriadi;
Sutopo Sutopo;
Sentot Kusairi;
Sunaryono Sunaryono
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijere.v12i3.24546
A systematic study on the development of the assessment instrument of the concept of kinematics which is one of the basic concepts of physics has not yet been conducted. This systematic study reported the characteristics, quality, effectiveness, and efficiency of the instrument assessment regarding the concept of kinematics. This systematic review method has used a systematic approach based on the practical guidelines of systematic reviews by Petticrew and Roberts and has used PRISMA diagrams for the process of searching and selecting articles, who reviewed 12 articles published between 1985 and 2021. The research findings show that the instrument of concept mastery of kinematics using multiple-choice formats, while others combine the true-false and multiple-choice formats. Almost all instruments of mastery of the concept of widely used kinematics have reported validity assessment (content validity, construct validity) and internal consistency reliability. However, predictive validity, discriminatory validity, and temporal stability reliability have not been reported. Other results indicate that the development of further assessments must pay attention to five important aspects: the validity and reliability of instruments, the scopes and specificity of the concept of kinematics, the conformity with the intellectual level of students, the effectiveness and efficiency of instrument assessment, and the fulfillment of research gaps. This study can help educators and researchers choose and develop an appropriate instrument assessment to reveal students’ understanding of the concept of kinematics.