Articles
Efektivitas Learning Cycle 3E Berkonteks Socioscientific Issues terhadap Pemahaman Konsep dan Penjelasan Ilmiah Siswa Sekolah Dasar
Dita Setya Arini;
Sri Rahayu;
Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i11.14154
Abstract: This study aims to determine the effectiveness of the 3E learning cycle model in the context of socioscientific issues on conceptual understanding and scientific explanations of grade V students on science content. This study used a quasy experimental approach with posttest only control group design. The subjects of this study were fifth grade students in two public schools in Kalipare sub-district, namely SDN A and SDN B. The research instruments consisted a conceptual test of 20 multiple choice questions (α Cronbach’s = 0,842) and 5 scientific explanation test with essay questions (α Cronbach’s = 0,882). The answers of scientific explanations are categorized using SOLO Taxonomy and tested by Cohen Kappa. Data analysis using ANOVA, Post Hoc further test and effect size. Product moment correlation test is used to see the correlation between understanding concepts and scientific explanations. The results of the study show that the 3E learning cycle model has socioscientific issues contexts that are effective in improving students' understanding of concepts and scientific explanations. Correlation analysis between understanding concepts and scientific explanations has a positive correlation.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model learning cycle 3E berkonteks socioscientific issues terhadap pemahaman konsep dan penjelasan ilmiah siswa kelas V pada muatan IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy eksperimental dengan posttest only control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di dua sekolah negeri kecamatan Kalipare, yaitu SDN A dan SDN B. Instrumen penelitian terdiri dari tes pemahaman konsep 20 soal pilihan ganda dan 5 soal essay tes penjelasan ilmiah. Jawaban penjelasan ilmiah dikategorikan menggunakan Taksonomi SOLO dan diuji Cohen Kappa. Analisis data menggunakan uji ANOVA, uji lanjut Post Hoc, dan effect size. Uji korelasi product moment digunakan untuk melihat hubungan antara pemahaman konsep dan penjelasan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model learning cycle 3E berkonteks socioscientific issues efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan penjelasan ilmiah siswa. Analisis korelasi antara pemahaman konsep dan penjelasan ilmiah memiliki hubungan positif.
Pengaruh Scientific Approach Berbantuan Penilaian Formatif terhadap Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI Perempuan pada Materi Elastisitas
Sabilal Rosyad;
Markus Diantoro;
Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 10: OKTOBER 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i10.14134
Abstract: This study aims to determine the effect of the application of a scientific approach assisted by formative assessment of the motivation and results of physics learning students of class XI. The study used a quasi-experimental research design. The study involved 69 students of class XI. The experimental group received treatment in the form of a scientific approach with formative assessment, while the control class used the lecture method varied with assessment in the form of group assignments. The research instrument used a questionnaire to measure learning motivation and multiple choice tests to measure learning outcomes. The results showed that the formative-assisted approach to scientific learning models influenced learning motivation and physics learning outcomes in class XI students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan scientific approach berbantuan penilaian formatif terhadap motivasi dan hasil belajar fisika siswa kelas XI. Penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu. Penelitian melibatkan 69 siswa kelas XI. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakukan berupa pendekatan scientific disertai penilaian formatif, sementara kelas kontrol menggunakan metode ceramah bervariasi disertai penilaian berupa tugas kelompok. Instrumen penelitian menggunakan angket untuk mengukur motivasi belajar dan tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran scientific approach berbantuan penilaian formatif berpengaruh terhadap motivasi belajar dan hasil belajar Fisika pada siswa kelas XI.
EFIKASI-DIRI SISWA PADA MODEL SIKLUS BELAJAR 5E TERINTEGRASI PEER INSTRUCTION
Putri Dwi Sundari;
Parno Parno;
Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 9: September 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.903 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i9.10005
Self-efficacy is an aspect of self-regulation that supports individual success. Teachers must design appropriate learning to improve students' self-efficacy. The purpose of this study is to analyze students' self-efficacy on 5E learning cycle model integrated peer instruction. Mixed-method research with embedded experimental design was conducted to 33 students. Research instrument is self-efficacy questionnaire with reliability 0,95. Quantitative data on self-efficacy was analyzed using paired t-test, while qualitative data was analyzed by reduction results of student interviews. Results showed that students' self-efficacy improved after learning. Students have confidence in linking physics concepts with other concepts of science, investigating, and using physics concepts in daily-life phenomena.Efikasi-diri merupakan aspek pengaturan-diri yang menunjang keberhasilan individu. Guru berperan merancang pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan efikasi-diri siswa. Penelitian bertujuan menganalisis efikasi-diri siswa pada model siklus belajar 5E terintegrasi peer instruction. Penelitian mixed-method dengan desain embedded experimental ini melibatkan 33 siswa kelas X. Instrumen penelitian berupa angket efikasi-diri dengan reliabilitas 0,95. Data kuantitatif efikasi-diri dianalisis menggunakan paired t-test, sementara data kualitatif dianalisis dengan mereduksi hasil wawancara siswa. Hasil penelitian menunjukkan efikasi-diri siswa meningkat setelah pembelajaran. Siswa memiliki keyakinan dalam mengaitkan konsep fisika dengan konsep ilmu lainnya, melakukan investigasi, dan menggunakan konsep fisika pada fenomena di kehidupan sehari-hari.
Kesulitan Mahasiswa Dalam Memahami Konsep Kinematika Gerak 1 Dimensi
Abu Zainuddin;
Sentot Kusairi;
Siti Zulaikah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 1: JANUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.577 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i1.11854
Abstract: This study aims to reveal the difficulties of students in understanding the concept of 1 Dimensional motion kinematics. The research subjects were 38 undergraduate students of UNESA Physics Education semester V class A. The research method used a survey using instruments in the form of 20 reasoned multiple choice questions on the topic of Newtonian Mechanics. In this article the discussion is focused on questions number 2 and number 4 because it indicates the difficulties of students in understanding the concept of 1-dimensional kinematics. From the results of the analysis of the reasons for student answers it is known that students experience difficulties, namely, difficulties in distinguishing position, displacement or distance; difficulty interpreting negative acceleration and is always considered a slowdown.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep kinematika gerak 1 Dimensi. Subjek penelitian adalah 38 mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNESA semester V kelas A. Metode penelitian menggunakan survei dengan menggunakan instrumen berupa 20 soal pilihan ganda beralasan pada topik Mekanika Newton. Pada artikel ini pembahasan difokuskan pada soal nomor 2 dan nomor 4 karena mengindikasikan kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep kinematika 1 dimensi. Dari hasil analisis alasan jawaban mahasiswa diketahui bahwa mahasiswa mengalami kesulitan yakni, kesulitan dalam membedakan posisi, perpindahan atau jarak; kesulitan memaknai percepatan negatif dan selalu dianggap sebagai perlambatan.
Penguasaan Konsep Siswa pada Model Pembelajaran Interactive Demonstration disertai Formative Feedback
Suryaningsasi Suryaningsasi;
Sentot Kusairi;
Hari Wisodo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.332 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11772
Abstract: This research was aimed to analyze the mastery of the concept of pressure on interactive demonstration learning model with formative feedback. The study involved 45 students of class VIII SMP Negeri 2 Rembang. The learning process is designed using the interactive learning demonstration stages in which it integrates with formative feedback. Tests form two-tiers as a measure of mastery of student concepts given before and after learning. The test results were analyzed qualitatively and quantitatively. The result of the analysis shows that the learning has an influence on the mastery of student concept with very strong category (very strong). The result of the improvement of students' master comprehension score before and after learning is in the medium category. Students experience an increased level of mastery of the concept from low to high on cognitive indicators of inhibiting (C1), and an increase in concept mastery level from low to moderate on understanding indicators (C2). Overall score indicator mastery of the concept of pressure. In the cognitive indicators of understanding (C3) and analysis (C4) has increased in the low category.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguasaan konsep tekanan pada model pembelajaran interactive demonstration disertai formative feedback. Penelitian ini melibatkan 45 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Rembang. Proses pembelajaran dirancang menggunakan tahapan-tahapan pembelajaran interactive demonstration yang didalamnya terintegrasikan dengan formative feedback. Tes bentuk two-tiers sebagai alat ukur penguasaan konsep siswa yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil tes dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut memiliki pengaruh terhadap penguasaan konsep siswa dengan kategori sangat kuat (very strong). Hasil peningkatan skor penguasaan konsep siswa sebelum dan setelah pembelajaran berada pada kategori sedang. Siswa mengalami peningkatan level penguasaan konsep dari rendah menuju tinggi pada indikator kognitif mengingat (C1), dan mengalami peningkatan level penguasaan konsep dari rendah menuju sedang pada indikator memahami (C2). Secara keseluruhan, skor indikator penguasaan konsep tekanan. Pada indikator kognitif memahami (C3) dan analisis (C4) mengalami peningkatan yang masih dalam kategori rendah.
PENGUASAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERARGUMENTASI SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN INKUIRI BERBASIS ARGUMEN
Mahmuda Noviyani;
Sentot Kusairi;
Mohamad Amin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 7: JULI 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (507.052 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i7.9692
Mastery of concepts and students argue are related to each other. This study aims to see the correlation between conceptual mastery and students' argument ability in science learning with argument based inquiry application. Data obtained from the results of pretest and postest conducted on 39 students of class VII A Taman Dewasa Probolinggo City. The result of concept and students' argumentation ability score showed correlation on medium criterion that is 0, 40—0,59. The correlation result was obtained from the correlation of mean score of the students to the concept mastery of 7.12 and the mean score of students' argument ability from the two categories were 21.02 and 17.07.Penguasaan konsep dan kemampuan berargumentasi siswa adalah hal yang saling terkait satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara penguasaan konsep dan kemampuan berargumentasi siswa dalam pembelajaran IPA dengan penerapan inkuiri berbasis argumen. Data diperoleh dari hasil pretest dan postes yang dilaksanakan terhadap 39 siswa kelas VII A Taman Dewasa Kota Probolinggo. Hasil analisis skor penguasaan konsep dan skor kemampuan berargumentasi siswa menunjukkan adanya korelasi pada kriteria sedang, yaitu 0, 40— 0,59. Hasil korelasi didapatkan dari korelasi skor rata-rata siswa untuk penguasaan konsep sebesar 7,12 dan skor rata-rata kemampuan argumentasi siswa dari dua kategori, yaitu 21,02 dan 17,07.
Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XII pada Materi Fluida Statis
Ahmad Yadaeni;
Sentot Kusairi;
Parno Parno
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 3: MARET 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.53 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v3i3.10657
This study aims to describe the mastery of the concept and students' science process skills of static fluid materials. Descriptive research method. The study was conducted on 162 students of SMAN 1 Masbagik. The multiple choice test research instrument is 35 questions. 23 Concept Mastery Questions and 12 Science Process Skills Materials. The result of the test shows that the mastery of the concept and science process skill of students is still low with the average score mastery of concept 13,81 on the scale 0—23 and the average score of students science process skill is 6,47 on the scale 0—12.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa materi fluida statis. Metode penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada 162 siswa SMAN 1 Masbagik. Instrumen penelitian tes pilihan ganda sebanyak 35 soal. 23 soal penguasaan konsep dan 12 soal materi keterampilan proses sains. Hasil tes menunjukkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa masih rendah dengan skor rata-rata penguasaan konsep 13,81 pada skala 0—23 dan skor rata-rata keterampilan proses sains siswa adalah 6,47 pada skala 0—12.
PENGUASAAN KONSEP FLUIDA STATIS DALAM PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN PENILAIAN FORMATIF
Nita Nur Aini;
Sentot Kusairi;
Markus Diantoro
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 10: Oktober 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.472 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v2i10.10088
The purpose of this study was to describe the process of implementing collaborative learning with formative assessment on static fluid materials and diagnosing the mastery of students' static fluid concepts in collaborative learning with formative assessment. So far, the study of static fluid is limited to experimenting and producing students who are unable to solve concrete problems. This research uses mixed methods method. The results showed that collaborative learning with formative assessment consisting of five phases has been successfully implemented in students well and showed positive results on mastery of student concepts. Percentage of mastery of student concept with scientific knowledge category has increased. Conversely students with misconceptions, positive misconceptions, and negative misconceptions decline.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran kolaboratif dengan penilaian formatif pada materi fluida statis dan mendiagnosis penguasaan konsep fluida statis siswa dalam pembelajaran kolaboratif dengan penilaian formatif. Selama ini pembelajaran tentang fluida statis sebatas melakukan percobaan dan menghasilkan siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal berbentuk konsep. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif dengan penilaian formatif yang terdiri atas lima fase telah berhasil diimplementasikan pada siswa dengan baik dan menunjukkan hasil yang positif terhadap penguasaan konsep siswa. Persentase penguasaan konsep siswa dengan kategori pengetahuan ilmiah mengalami kenaikan. Sebaliknya siswa dengan miskonsepsi, miskonsepsi positif, dan miskonsepsi negatif menurun.
Penguasaan Konsep Siswa pada Materi Fluida Statis Dalam Pembelajaran STEM Disertai E-Formative Assessment
Zahrotul Ula Irma;
Sentot Kusairi;
Lia Yuliati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 6: JUNI 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i6.13638
Abstract: This study aims to explore students’ conceptual understanding of static fluid in STEM with e-formative assessment learning. The study uses embedded experimental design methods. It involved 30 students of XI grade high school in Sidoarjo. The pretest and posttest instruments consisted of 10 reasoning multiple chooise questions with reliability is 0.629. Wilcoxon test results is p = .000 with an average posttest higher than pretest shows that there is significant difference between students' conceptual understanding of before and after learning. The effect size value is 0.88. Students’ conceptual understanding of each indicator is also discussed.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penguasaan konsep siswa pada materi fluida statis dalam pembelajaran STEM disertai e-formative assessment. Penelitian menggunakan mixed method desain embedded experimental. Penelitian melibatkan 30 siswa kelas XI SMA di Sidoarjo. Instrumen pretest dan posttest berupa 10 soal penguasaan konsep pilihan ganda disertai alasan dengan reliabilitas 0,629. Hasil uji Wilcoxon sebesar p=.000 dengan rata-rata posttest lebih tinggi daripada pretest menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep siswa sebelum dan sesudah pembelajaran. Nilai effect size sebesar 0,88 menunjukkan bahwa pembelajaran STEM disertai e-formative assessment berpengaruh sedang terhadap penguasaan konsep. Penguasaan konsep siswa setiap indikator juga akan dibahas.
Profil Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA dalam Kasus Grafik Kinematika Satu Dimensi
Intan Ekananda Kirana;
Sentot Kusairi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 3: MARET 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.298 KB)
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i3.12113
Abstract: This study aims to examine students' critical thinking skills on a one-dimensional kinematics graph. This quantitative descriptive model involved 51 final semester students and 32 early semester students. The test instrument was in the form of two description questions with 4 indicators of critical thinking skills, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results show that students have critical thinking skills in the low category, with the average score of the final semester students being slightly higher than the average grade of the early semester students. Students have difficulty determining the instantaneous speed of the graph of the time and displacement position of the time velocity graph.Abstrak: Penelitian ini bertujuan menguji kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada grafik kinematika satu dimensi. Model deskriptif kuantitatif ini melibatkan 51 mahasiswa semester akhir dan 32 mahasiswa semester awal. Instrumen tes berupa dua soal uraian dengan empat indikator kemampuan berpikir kritis, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori rendah, dengan nilai rata-rata mahasiswa semester akhir sedikit lebih tinggi dari pada nilai rata-rata mahasiswa semester awal. Mahasiswa kesulitan menentukan kecepatan sesaat dari grafik posisi waktu dan perpindahan dari grafik kecepatan waktu.