p-Index From 2021 - 2026
7.682
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Matematika Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Jurnal Pendidikan Sains Journal of Education and Learning (EduLearn) Journal on Mathematics Education (JME) Journal on Mathematics Education (JME) AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Research and Advances in Mathematics Education Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan JPPM (JURNAL PENELITIAN DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA) AKSIOMA Al-Jabar : Jurnal Pendidikan Matematika NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA IndoMath: Indonesia Mathematics Education Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Communications in Science and Technology JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) International Journal on Emerging Mathematics Education MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran AXIOM : Jurnal Pendidikan dan Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Prima: Jurnal Pendidikan Matematika SIGMA Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Math Educa Journal Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Media Pendidikan Matematika International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA International Journal of Humanities and Innovation (IJHI) Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Al Hikmah: Journal of Education Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Jurnal Pendidikan Progresif Media Pendidikan Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LUAS DAN KELILING SEGITIGA DAN SEGIEMPAT Dyah Ayu Pramoda Wardhani; Subanji Subanji; Abdul Qohar
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.128 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i9.6771

Abstract

Analogical reasoning is the process of drawing conclucions using similarity properties and relationship structure of known source problem to be applied to target problem. The goal of this research was to describe eight grade students analogical reasoning in solving problem about area and perimeter of triangle and rectangles. The approach used in this research is qualitative approach with descriptive research.The results of this research indicate that the analogical reasoning of high ability students going well.There are several obstacle are got by medium student groups in the mapping process.Analogical reasoning of lower ability students indicate that the subject could not understand a given problem.Penalaran analogi adalah proses penarikan kesimpulan dengan menggunakan kesamaan sifat dan struktur hubungan dari permasalahan sumber untuk diaplikasikan pada permasalahan target. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah luas dan keliling segitiga dan segiempat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penalaran analogi siswa kemampuan tinggi terjadi dengan baik. Penalaran analogi siswa kelompok sedang cenderung terjadi cukup baik. Ada beberapa hambatan yang dialami siswa kelompok sedang, yaitu pada proses mapping. Penalaran analogi siswa kemampuan rendah menunjukkan bahwa subjek tidak dapat memahami masalah yang diberikan.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penerapan Pendekatan Realistic Mathematics Education Berbantuan Media Manipulatif Origami Nur Fitri Amalia; Subanji Subanji; Sri Untari
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i8.12681

Abstract

Abstract: This classroom action research aims to describe the success of the RME approach assisted by origami manipulative media to improve the critical thinking skills of VA class students at SDN 1 Patrang Jember. The study was conducted in two cycles. The research subjects were VA class students. Based on research in the first cycle showed that: (1) learning by teachers reached 89.7% and by students reached 88.5% (2) students' critical thinking skills reached 76.8%. The data in the first cycle have not yet reached the criteria for success of the action, so that improvements are made to the second cycle. In the second cycle showed that (1) teacher learning reached 95.9% and by students reached 93.2%, (2) students' critical thinking skills reached 88.9%. So it can be concluded that the RME approach assisted by origami manipulative media can improve students' critical thinking skills.Abstrak: Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberhasilan pendekatan RME berbantuan media manipulatif origami meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VA SDN 1 Patrang Jember. Penelitian dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VA. Berdasarkan penelitian siklus I menunjukkan bahwa (1) pembelajaran oleh guru mencapai 89,7% dan oleh siswa mencapai 88,5% (2) kemampuan berpikir kritis siswa mencapai 76,8%. Data siklus I tidak mencapai kriteria tindakan yang berhasil, sehingga dilaksanakan perbaikan dalam siklus II. Data siklus II menunjukkan (1) pembelajaran guru mencapai 95,9% dan oleh siswa mencapai 93,2%, (2) kemampuan. berpikir kritis siswa mencapai 88,9%. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME berbantuan media manipulatif origami mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Proses Berpikir Siswa Perempuan Bergaya Kognitif Intuitif Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Khalimatus Syuhriyah; Cholis Sa’dijah; Subanji Subanji
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 4: APRIL 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i4.14721

Abstract

Abstract: This study aims to describe the thinking process of female students with intuitive cognitive style in solving mathematic problems. This study uses a qualitative approach. This study was implemented at one of the State Junior High Schools in Pamekasan Regency, Madura by online in April 2020. The instruments in this study were a cognitive style questionnaire, test questions and interview quides. Subject were selected by giving The Cognitive Style Inventory. From the results of the questionnaire, 1 female student who has an intuitive cognitive style was selected as the subject. This study was conducted by giving 2 mathematical problems that have been validated by 2 supervisors and a validator. Then proceed with conducting interviews with the subject. Subject’ answers were than analyzed using Polya’s completion step and thinking process through the APOS stages. The results showed that female students with an intuitive cognitive style solved the problem is not detail step by step. Subject have gone through the action, processes, and schemes stages in solving mathematic problems.Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan proses berpikir siswa perempuan bergaya kognitif intuitif dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Pamekasan, Madura pada bulan April 2020 secara daring. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket gaya kogntif, soal tes dan pedoman wawancara. Subjek dipilih dengan memberikan angket The Cognitive Style Inventory. Dari hasil angket tersebut dipilih satu siswa perempuan yang memiliki gaya kognitif intuitif sebagai subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan dua masalah matematika yang berbeda yang telah divalidasi oleh dua dosen pembimbing dan seorang validator. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan wawancara kepada subjek yang telah dipilih. Jawaban subjek kemudian dianalisis menggunakan langkah penyelesaian Polya dan prose berpikir melalui tahapan APOS. Hasil penelitian menyatakan bahwa siswa perempuan bergaya kognitif intuitif menyelesaikan masalah dengan kurang detail langkah per langkah. Subjek telah melalui tahap aksi, proses, objek dan skema dalam menyelesaikan masalah matematika.
BERPIKIR MATEMATIS KOMEDIAN DALAM MENGONSTRUKSI BAHAN KOMEDI: STUDI KASUS PADA STAND UP COMEDY INDONESIA Abdurrahim Arsyad; Subanji Subanji; Santi Irawati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.1, Januari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.889 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i1.6745

Abstract

Mathematical thinking has been studied by many researchers in different contexts. Lesh & English (2005) conduct a study about the connection between the someone’s success and his/her mathematical thinking ability. Shmakov & Hannula (2010) study about the creative thinking of students based on the fun mathematics teaching process, Young (2013) uses improv comedy to help the learning activities in class, and the finding of Nicewonder (2001) shows that introducing comedy during mathematics class in any given level could help students understanding the material and also could make mathematics become more fun. Basically, comedy uses the pattern of setup – punchline formula which offers expectation and gives unexpected surprise. In this matter, the thinking process known as assimilation – accomodation creates the condition equilibrium and disequilibrium. Furthermore, to analyze the mathematical thinking happens, the researcher conducts a research on Stand Up Comedy Indonesia. In short, mathematical thinking used by the comedians is an implicational logical pattern. A condition of “if” is as the setup while a condition of “then” is as the punchline. Different techniques of punchline used by different comedians are based on their stage persona which covers language, background, and the sensitivity of comedy.Berpikir matematis telah dikaji oleh banyak peneliti dengan konteks yang berbeda-beda. Lesh & English (2005) melakukan penelitian tentang hubungan kesuksesan seseorang terhadap kemampuan berpikir matematis, Shmakov & Hannula (2010) meneliti tentang kreativitas berpikir siswa dari pembelajaran matematika yang menyenangkan, Young (2013) menggunakan komedi improv untuk membantu kegiatan belajar mengajar, dan penelitian dari Nicewonder (2001) mengungkapkan bahwa mengenalkan komedi di kelas matematika pada jenjang mana pun dapat membantu siswa untuk mengerti dan membuat matematika menjadi menyenangkan. Pada dasarnya komedi menggunakan pola setup – punchline, menawarkan harapan dan memberikan kejutan. Hal ini di dalam proses berpikir dikenal dengan proses asimilasi – akomodasi, yang menciptakan kondisi equilibrium dan disequilibrium. Selanjutnya, untuk mengkaji proses berpikir matematis yang terjadi, dilakukan penelitian terhadap Stand Up Comedy Indonesia. Secara singkat, berpikir matematis yang digunakan oleh komedian adalah pola logika implikasi. Kondisi “jika” sebagai setup, dan kondisi “maka” sebagai punchline. Teknik punchline yang berbeda digunakan oleh setiap komedian sesuai dengan persona panggung yang meliputi gaya bahasa, latar belakang, dan sensitivitas komedi.
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share terhadap Pemahaman Konsep dan Motivasi Belajar Miftachus Sururoh; Punaji Setyosari; Subanji Subanji
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.971 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11779

Abstract

Abstract: This research was aimed to know the difference of understanding the concept and motivation of student learning which is taught by Think Pair Share model in the experimental class and the students who are taught by the group work model in the control class. This study used quasi experimental design with nonequivalent control group design using pretest-postest test scores. Research data obtained through test and motivation questionnaire in the form of statement. The results showed that (1) there is a significant understanding of concept concepts between students who learn through Think Pair Share learning with students who learn through cooperative learning without syntax, (2) there is a difference of understanding of the concept significantly between high motivation and low motivation students, and (3) interaction between learning model and learning motivation to understanding student concept.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model Think Pair Share pada kelas eksperimen dan siswa yang dibelajarkan dengan model kerja kelompok pada kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan rancangan nonequivalent control group dengan menggunakan nilai tes berupa pretest-postest. Data penelitian diperoleh melalui tes dan angket motivasi yang berupa pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang belajar melalui pembelajaran Think Pair Share dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran kooperatif tanpa sintaks, (2) perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara siswa yang motivasinya tinggi dengan yang motivasinya rendah, dan (3) interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap pemahaman konsep siswa.
PROSES REPRESENTASI SIMBOL MATEMATIKA PADA PROSES BERMAIN ANAK TK Ari Kusuma Sulyandari; Subanji Subanji; Sri Mulyati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.646 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i11.7778

Abstract

This study aims to determine the representation of children in kindergartens of the objects and symbols of numbers 1 to 10 when playing activities. So the mathematical activity in appropriate with the child's development. This study uses qualitative descriptive by Moleong. The collection of data through observation, interviews, photo and recording. To check the validity of researchers used data triangulation of data sources, theory and methodology. Results of the study is that children need visual in process representation. They need to understand the concept of visualization when many objects, counting objects, understand the numbers 1 to 10. Children are not able to think abstractly. Representation of children has not been perfect. Method of learning in kindergarten helps learning to count and recognize numbers. Especially if done with playing.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses representasi anak TK pada simbol matematika bilangan asli 1 sampai 10 pada proses bermain sehingga pembelajaran matematika sesuai dengan perkembangan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi berupa foto serta perekaman. Teknik analisis data yang digunakan pada saat penelitian adalah analisis deskriptif untuk mengecek keabsahan peneliti menggunakan data triangulasi sumber data, teori, dan metodologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia TK membutuhkan visual dalam aktivitas representasi. Anak-anak membutuhkan bantuan visual saat memahami konsep banyak benda, menghitung benda, memahami bilangan 1 sampai 10. Hal ini dikarenakan anak usia TK masih belum dapat berpikir secara abstrak sehingga representasi anak usia TK masih belum sempurna. Penggunaan metode pembelajaran tematik terpadu di TK mempermudah pembelajaran berhitung dan mengenal angka terlebih jika dilakukan dengan bermain.
Pelaksanaan Pendidikan Literasi Finansial pada Siswa Sekolah Dasar Viving Laila; Syamsul Hadi; Subanji Subanji
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i11.13016

Abstract

Abstract: This study discusses how to implement financial literacy education in elementary school students. Financial literacy education is a person's activity in applying, understanding and managing information to make financial decisions. Financial literacy education can be taught early to provide knowledge and skills in improving financial well-being. This study uses a descriptive qualitative approach to describe the activities of teachers and students in the implementation of financial literacy education in elementary schools. This study shows that the implementation of financial literacy education can provide positive attitudes for students to participate in production activities and motivate students to save. Teachers can teach financial literacy education in accordance with the basic competencies that already exist in subjects such as mathematics and social studies. Teachers can teach the material the role of the economy in an effort to improve the lives of the people by introducing the type of business and doing activities to make a work and sell it.Abstrak: Penelitian ini membahas tentang bagaimana melaksanakan pendidikan literasi finansial pada siswa sekolah dasar. Pendidikan literasi finansial merupakan aktivitas seseorang dalam mengaplikasikan, memahami, dan mengelola informasi untuk membuat suatu keputusan finansialnya. Pendidikan literasi finansial dapat diajarkan sejak dini untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kesejahteraan finansialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam pelaksanaan pendidikan literasi finansial di sekolah dasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan literasi finansial dapat memberikan sikap positif siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan produksi dan memotivasi siswa untuk menabung. Guru dapat mengajarkan pendidikan literasi finansial sesuai dengan kompetensi dasar yang sudah ada pada mata pelajaran, seperti Matematika dan IPS. Guru dapat mengajarkan materi peran ekonomi dalam upaya menyejahterakan kehidupan masyarakat dengan mengenalkan jenis usaha serta melakukan kegiatan membuat sebuah karya dan menjualnya.
Analisis Pemahaman Konsep Segiempat Siswa Melalui Pembelajaran Problem Posing Berbasis Advance Organizer Ana Fitriah; Subanji Subanji; Santi Irawati
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 2: FEBRUARI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i2.14447

Abstract

Abstract: This study aims to describe the students’ understanding of quadrilateral concept through problem posing based on advance organizer. The teacher makes a map of quadrilateral concept to facilitate student understanding. Followed by problem posing learning which has three steps. Accepting, students receive material. This activity to find out whether students can provide examples and non-examples of rectangular concepts. Posing, students submit problems. When creating problems, students need to choose the right procedure to get the right results. Third step, solve the problem. This activity to see whether the concepts used can solve problems or not and students can rewrite concepts or not.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep segiempat siswa melalui pembelajaran problem posing berbasis advance organizer. Guru membuat peta konsep segiempat untuk mempermudah pemahaman siswa. Dilanjutkan dengan pembelajaran problem posing, terdapat tiga langkah pembelajaran yaitu accepting, siswa menerima materi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah siswa dapat memberikan contoh dan non contoh dari konsep segiempat. Posing, siswa mengajukan permasalahan. Ketika membuat masalah, siswa perlu memilih prosedur yang tepat agar memperoleh hasil yang benar. Langkah ketiga, menyelesaikan soal. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat apakah konsep yang digunakan dapat memecahkan masalah atau tidak dan siswa dapat menulis ulang konsep atau tidak.
MISKONSEPSI PADA PENYELESAIAN SOAL ALJABAR SISWA KELAS VIII BERDASARKAN PROSES BERPIKIR MASON Karolin Natalia T; Subanji Subanji; I Made Sulandra
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.10, Oktober 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.472 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i10.6942

Abstract

Misconception is one of the common problem in understanding the concepts of mathematics and answering questions test of mathematics. Misconseption must be minimalized because the conceptual knowledge is one aspects knowledge within the competency of students of junior high school. Each students has different thinking process in answering questions test of mathematics. There are three stages of thinking process stated by mason whereas entry phase, attack, and review. Thus, this study was aimed to describe misconception in answering algebra question of eightth grade student based on masons' thinking process. The subjects of this research were two students of grade eight chosen based on the result of test of understanding concept completed by CRI. The result of this study shown that based on the thinking process stated by mason, students experinced misconception only at phase attack when equalling the denominator, algebra manipulation and operational of equal tribe.Kesalahan konsep (Miskonsepsi) adalah salah satu jenis kesalahan dalam memahami konsep-konsep matematika dan dalam menyelesaikan soal matematika. Miskonsepsi harus diminimalisir karena pengetahuan konseptual adalah salah satu aspek pengetahuan yang ada dalam kompetensi siswa tingkat SMP/MTs/SMPLB dan sederajat. Setiap siswa memiliki proses berpikir yang berbeda-beda dalam menyelesaikan soal matematika. Ada 3 fase proses berpikir yang dikemukakan oleh Mason, yaitu fase entry, fase attack, dan fase review. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan mendeskripsikan miskonsepsi pada penyelesaian soal aljabar siswa kelas VIII berdasarkan proses berpikir Mason. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas VIII yang dipilih berdasarkan hasil tes pemahaman konsep yang dilengkapi dengan CRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 tahap proses berpikir mason, siswa mengalami miskonsepsi hanya pada tahap attack, yaitu pada saat menyamakan penyebut, manipulasi aljabar, dan mengoperasikan suku sejenis.
PROSES METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH ALJABAR BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO Wasti Tampi; Subanji Subanji; Sisworo Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.365 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i11.7962

Abstract

This study describes the metacognition process of students in problem solving of algebra based on the SOLO taxonomy. This study used a qualitative approach with descriptive research. The results of this study suggest that the metacognition process of students that occurs in problems solving of algebra at the levels of unistructural, multistructural, relational and extended abstract includes the process: metacognitive awareness, metacognitive evaluating, and metacognitive regulating.Penelitian ini mendeskripsikan proses metakognisi siswa dalam pemecahan masalah aljabar berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses metakognisi siswa yang terjadi dalam pemecahan masalah terkait dengan aljabar pada level unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract mencakup proses metacognitive awareness, metacognitive evaluating, dan metacognitive regulating.  
Co-Authors 'Adna, Syita Fatih Abdul Haris Rosyidi Abdul Haris Rosyidi Abdur Rahman As’ari Abdur Rohim, Abdur Abdurrahim Arsyad Afin Nur Latifa Agung Prasetyo Abadi Agus Prianto Ahmad Farid Haebah Akbar Sutawidjadja Akbar Sutawidjaja Akbar Sutawidjaja, Akbar Alhikma, Nur Alaviyah Alif Mudiono Alip Rahmawati Zahrotun Nisak Alyani, Nabila Nur Amalia Silwana Ana Fitriah ANDRIANI, RULI Anggraini Dwi Ikhwani Anggraini, Elisa Anjali, I Gusti Agung Shomia Ari Kusuma Sulyandari Aribowo, Bayu Exsanty Arif Rahman Hakim Arifah Adlina Rashahan Astuti, Ririn Novia Aulia Nadia Sari Barep Yohanes Bhakti Setya Budi Budi, Bhakti Setya Cholis Sa’dijah Chusnul Ma'rifah Chusnul Ma'rifah Daroini, Mustain Bagus Deni Hamdani Dian Kurniati Didimus Nuham, Didimus Dimas Femy Sasongko Dwiyana Dwiyana Dwiyana Dwiyana Dyah Ayu Pramoda Wardhani Dyah Triwahyuningtyas Dyah Triwahyuningtyas Edy Bambang Irawan Eka Resti Wulan Eko Waluyo Elli Kusumawati Endang Trinoviawati Erry Hidayanto Evidiasari, Serli Fadhil Zil Ikram Feriyanto Feriyanto Hamdani, Deni Hamdani, Deni Hery Susanto Hery Susanto Hidayati, Vivi Rachmatul I Ketut Suada I Made Sulandra I Nengah Parta Iffanna Fitrotul Aaidati Ika Santia Indah Syafitri T Indriati Nurul Hidayah Intan Sari Rufiana Ipung Yuwono Iqbal Ramadani Irawati, Santi Irna Natalis Sanit Ishmatul Maula, Ishmatul Ismatul Maula Jennah, Mufliatul Kadek Adi Wibawa Karolin Natalia T Khair, Muhammad Sa'duddien Khalimatus Syuhriyah Laelinatul Choeriyah Laelinatul Choeriyah Laily Wijayanti Utami Lamowa, Rachmad Abubakar Lestary, Ratnah Lydia Lia Prayitno Lydia Lia Prayitno, Lydia Lia Makbul Muksar Malik, Fatus Atho'ul Manyunu, Muhamatsakree Martha Lestari Miftachus Sururoh Mohammad Dadan Sundawan Mufidha, Nurul Muhamatsakree Manyunu Muhammad Ainur Rizqi Muhammad Irfan Muhammad Irfan Muniroh Novisa Nabilah Mansur Nathasa Pramudita Irianti Nathasa Pramudita Irianti, Nathasa Pramudita Netti, Syukma Netti Syukma Ningtyas, Yoga Dwi Windy Kusuma Ninik Mutianingsih, Ninik Novi Nurhayati Novisa, Muniroh Nur Fitri Amalia Nur Hasan Nur Indah Permata Sari Nurul Mufidha Nury Azkiya Umamy Permadi, Hendro Punaji Setyosari Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto, Purwanto Puspita Ayu Damayanti Putri Ariningtyas Putri, Nanda Azzahra Qohar, Abd. Rashahan, Arifah Adlina Refni Adesia Pradiarti Risa Utaminingsih Rizky Nova Damayanti Ruli Andriani Rustanto Rahardi Sa’dijah, Cholis Sandie Sartati, Setiawan Budi Satriya Adika Arif Atmaja Satriya Adika Arif Atmaja Sa’dijah, Cholish Selly Meinda Dwi Cahyaningsih Serli Evidiasari Serli Evidiasari Setiawan Budi Sartati Silwana, Amalia Sisworo Sri Mulyati Sri Mulyati Sri Subarinah Sri Untari Suci Yuniati Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukorianto Sukorianto Sukoriyanto Suryaningrum, Christine Wulandari Susiswo Sutawdjaja, Akbar Sutawidjadja, Akbar Swasono Rahardjo Swasono Raharjo Swastika, Galuh Tyasing Syamsiar, Syamsiar Syamsul Hadi Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri Syamsuri, Syamsuri Syarifudin Syarifudin Taufiq Hidayanto Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Umamy, Nury Azkiya Umardiyah, Fitri umi faizah Viving Laila Wahyu Santoso Wahyuningtiyas, Kharisma Wardhani, Indah Setyo Wasti Tampi Wasti Tampi Wulan Anindya Wardhani Yandi Raharjo, Eko Yanna Purwitaningsih Yoga Dwi Windy Kusuma Ningtyas Yoggy Febriawan Yundari, Yundari