Articles
PENGEMBANGAN RPP DAN LKPD BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DENGAN MEMERHATIKAN BEBAN KOGNITIF SISWA MATERI BANGUN RUANG SEDERHANA KELAS IV SD
Eko Waluyo;
Cholis Sa’dijah;
Subanji Subanji
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.12, Desember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (504.369 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i12.8248
In a studying, involving students in finding a material concepts of mathematics, students will be easier to understand the material. The material studied mathematics in real-world objects with the involvement of primary school students to pay attention to students' cognitive load. Through the guidance of teachers, students will be easier to find a concept. In this paper discussed the development of the RPP and LKPD based Realistic Mathematics Education by taking into account the students' cognitive load material simple geometry fourth grade. The model of development used Plomp models with five phases. The results of development RPP and LKPD is valid, practical and effective.Dalam suatu pembelajaran, dengan melibatkan siswa dalam menemukan suatu konsep materi matematika, siswa akan lebih mudah untuk memahami materi. Materi matematika dalam dipelajari dengan melibatkan obyek dunia nyata siswa sekolah dasar dengan memerhatikan beban kognitif siswa. Melalui bimbingan guru, siswa akan lebih mudah dalam menemukan konsep. Dalam tulisan ini dibahas pengembangan RPP dan LKPD berbasis Realistic Mathematics Education dengan memerhatikan beban kognitif siswa materi bangun ruang sederhana kelas IV SD. Model pengembangan yang digunakan model Plomp dengan lima fase. Hasil pengembangan RPP dan LKPD ini valid, praktis, dan efektif.
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA SISWA KELAS V SDN BALONGGEMEK 1 JOMBANG
Yoggy Febriawan;
Subanji Subanji;
Syamsul Hadi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.23 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i9.6742
This research was conducted with the aim to describe how the guided inquiry learning in mathematics for elementary school students in Class V. The descriptive qualitative research is used as the design of this study. The data collection procedures such as observasion, interviews and documentation is used. Analysis of the data used in this study is an interactive analysis. In the learning activities, there are using three components of the data analysis: data reduction, data presentation and verification. Based on the data analysis, it was concluded that the fifth grade teacher at SDN Balonggemek 1 Jombang has been applied the guided inquiry learning in Mathematics, even though the application of guided inquiry learning is not fulfill a proximately.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran inkuiri terbimbing pada mata pelajaran matematika untuk siswa Sekolah Dasar Kelas V. Rancangan penelitian pada penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan prosedur pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis interaktif. Pembelajaran ini terdapat tiga komponen analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan analisis data, didapatkan hasil bahwa guru kelas V di SDN Balonggemek 1 Jombang sudah menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing pada mata pelajaran matematika dengan cukup baik, walaupun dalam penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing belum berjalan secara maksimal.
Defragmentasi Struktur Berpikir Siswa Impulsif dalam Memecahkan Masalah Geometri
Puspita Ayu Damayanti;
Subanji Subanji;
Sukoriyanto Sukoriyanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 3: MARET 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v5i3.13239
Abstract: This study aims to describe the defragmentation process of impulsive student’s thinking structures in solving geometry problems. This research was conducted on two students of 9th grade of SMPN 1 Puncu. The research data were obtained throught the providing of MFFT and problem solving tests. The result of this research showed that the defragmentation of students mistakes in providing initial ideas for problem solving was done throught cognitive conflict, scaffolding, and disequilibration. Defragmentation to form knowledge schemes and bring up schemes that already owned to solve the problems were done throught disequilibration and level 2 of scaffolding (explaining, reviewing, restructuring). Defragmentation to practice students to do reflection was done throught level 1 of scaffolding (environmental provisions).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses defragmentasi struktur berpikir siswa impulsif dalam memecahkan masalah geometri. Penelitian ini dilakukan pada dua siswa kelas IX SMPN 1 Puncu. Data penelitian diperoleh melalui pemberian MFFT dan tes pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa defragmentasi kesalahan siswa dalam memberikan gagasan awal untuk pemecahan masalah dilakukan melalui konflik kognitif, scaffolding, dan disekuilibrasi. Defragmentasi untuk membentuk skema pengetahuan dan memunculkan skema yang sudah dimiliki untuk memecahkan masalah dilakukan melalui disekuilibrasi dan scaffolding level 2 (explaining, reviewing, restructuring). Defragmentasi untuk melatih siswa melakukan refleksi dilakukan melalui scaffolding level 1 (environmental provisions).
Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal Cerita Terkait Teorema Pythagoras
Nur Hasan;
Subanji Subanji;
Sukorianto Sukorianto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 4: APRIL 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i4.12264
Abstract: This research was aimed to describing the mistakes made by the eighth grade students of SMPN 2 Tiris in Probolinggo district in solving the story problems related to the Pythagorean Theorem. Three subjects were selected to solve the story problem of the Pythagorean Theorem then interviewed. The analysis used was based on conceptual error, procedural and calculation. The results showed that in the conceptual stage the subject made a mistake in drawing a right triangle and determining the sloping side. Procedural errors are made, namely the subject makes a withdrawal of the root in the right segment even though in the left side is still a square. While at the calculation stage the subject made a mistake in determining the results of the square root and the difference so that it was wrong in the final result.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII SMPN 2 Tiris Kabupaten Probolinggo dalam menyelesaikan soal cerita terkait Teorema Pythagoras. Tiga subjek dipilih untuk menyelesaikan soal cerita Teorema Pythagoras kemudian diwawancara. Analisis yang digunakan berdasarkan kesalahan konseptual, prosedural, dan komputasi. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap konseptual subjek melakukan kesalahan dalam menggambar segitiga siku-siku dan menentukan sisi miringnya. Kesalahan prosedural yang dilakukan yaitu subjek melakukan penarikan akar pada ruas kanan padahal di ruas kiri masih bentuk kuadrat. Pada tahap penghitungan subjek melakukan kesalahan dalam menentukan hasil akar kuadrat dan selisih sehingga salah dalam hasil akhir.
Gesture Anak Autis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Penjumlahan Bilangan Bulat
Rizky Nova Damayanti;
Subanji Subanji;
Cholis Sa’dijah
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12690
Abstract: Children with autism spectrum disorders or ASD are one of the developmental disorders of the nerves that are characterized by social and communication definitions. Developmental abnormalities in the nerve will affect brain development and child communication. Therefore, when children communicate, a gesture will emerge as a sign the child is communicating to convey the message. Based on this, researchers will conduct research on child gestures that arise in solving math problems. Gesture that appears will be recorded using a camera so that it will be known what gesture appears in the child. The study was conducted on two moderate autistic children with different levels but the same material. This study resulted in the gesture of an autistic child appearing in solving a mathematical problem as a gesture of conformity and incompatibility. Where the suitability of the corresponding gesture shown by the child is like pointing and counting. Whereas for gesture mismatch shows the child turns to another object, calculates with different hand gestures and points but not to solve the problem.Abstrak: Anak dengan gangguan spektrum autisme atau ASD adalah salah satu kelainan perkembangan pada saraf yang ditandai oleh definisi sosial dan komunikasi. Kelainan perkembangan pada saraf tersebut akan memengaruhi perkembangan otak dan komunikasi anak. Oleh karena itu, ketika anak berkomunikasi, maka akan muncullah gesture sebagai tanda anak berkomunikasi untuk menyampaikan pesan. Berdasarkan hal tersebut peneliti akan melakukan penelitian tentang gesture anak yang muncul dalam menyelesaikan soal matematika. Gesture yang muncul akan direkam menggunakan kamera sehingga akan diketahui gesture apa yang muncul pada anak. Penelitian dilakukan pada dua anak autis sedang dengan jenjang tingkatan yang berbeda tetapi materi yang sama. Penelitian ini menghasilkan bahwa gesture anak autis yang muncul dalam menyelesaikan soal matematika merupakan gesture kesesuaian dan ketidaksesuaian. Dimana kesesuaian berisi gesture yang sesuai ditunjukkan anak, seperti menunjuk dan menghitung. Sementara itu, untuk ketidaksesuaian gesture menunjukkan anak menoleh ke objek lain, menghitung dengan gesture tangan yang berbeda dan menunjuk, tetapi bukan untuk menyelesaikan soal.
PROSES BERPIKIR SISWA TUNANETRA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI TEORI PEMROSESAN INFORMASI
Indah Syafitri T;
Subanji Subanji;
Dwiyana Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.7, Juli 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (693.297 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i7.6528
This study is a qualitative and placed in UPT SMPLBN Kota Pasuruan. Subjects in this study is a blind student of class IX of the school year 2015/2016. The results showed that the thinking of blind students starts from the stimulus, stimulus in the form of problem enter into the sensory registers of blind students through the sense of tactile and auditory, and into short-term memory after previously through a phase of selective attention and perception, in the short-term memory old information in the form of concepts that are needed in solving the problem called from long-term memory (retrieval), when information leaves short-term memory, there are two possibilities occur that information will lead to long-term memory (encoding) and or will be forwarded towards the environment in the form of responses/answers to students.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan bertempat di UPT SMPLBN Kota Pasuruan. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang siswa tunanetra dari kelas IX tahun ajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa tunanetra dimulai dari adanya stimulus, stimulus berupa soal masuk ke dalam sensory register siswa tunanetra melalui indra perabaan dan indra pendengaran, kemudian memasuki short-term memory setelah sebelumnya melalui tahap selective attention dan perception, dalam short-term memory informasi lama berupa konsep-konsep yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah dipanggil dari long-term memory (retrieval), ketika informasi meninggalkan short-term memory, ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu informasi akan menuju ke long-term memory (encoding) dan atau akan diteruskan menuju lingkungan berupa respon/jawaban siswa.
PROSES BERPIKIR SISWA BERDASARKAN KERANGKA KERJA MASON
Wulan Anindya Wardhani;
Subanji Subanji;
Dwiyana Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (966.552 KB)
|
DOI: 10.17977/jp.v1i3.6152
The determine of this study is explain the thinking process of high and low performing students in solving mathematical problems, so classified in qualitative research. The data collection is done by the provision of initial tests, giving the final test, and interviews with the study subjects after solving mathematical problems. The results showed that high-ability student fulfills the know, want, and introduce at the stage of entry. In the attack phase fulfills the try, maybe, and why. At this stage of the reviews meet the check and reflect aspects. Low-ability students meet aspects know and want the entry stage. In the attack phase fulfills the try and do a review on the stage of mathematical problem solving.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa berkemampuan tinggi dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika, sehingga tergolong dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes awal, pemberian tes akhir, dan wawancara terhadap subjek penelitian setelah menyelesaikan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memenuhi aspek know, want, dan introduce pada tahap entry. Pada tahap attack memenuhi aspek try, maybe, dan why. Pada tahap review memenuhi aspek check dan reflect. Siswa berkemampuan rendah memenuhi aspek know dan want pada tahap entry. Pada tahap attack memenuhi aspek try dan tidak melakukan tahapan review pada penyelesaian masalah matematika.
STUDI KUANTITATIF: PERUBAHAN KEYAKINAN MAHASISWA TENTANG MATEMATIKA SEBELUM DAN SAAT KULIAH DI POLITEKNIK
Arif Rahman Hakim;
Ipung Yuwono;
Subanji Subanji;
Swasono Raharjo
JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2016): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 9 Nomor 1 Februari 2
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.625 KB)
|
DOI: 10.30870/jppm.v9i1.980
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan keyakinan mahasiswa tentang matematika dari sebelum kuliah hingga saat kuliah di Politeknik. Juga untuk mengetahui hubungan keyakinan tersebut dengan kinerja matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif ditambah dengan sedikit pengambilan data kualitatif. Sampel sebanyak 71 mahasiswa diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan mahasiswa tentang matematika baik sebelum maupun saat kuliah di Politeknik adalah “positif rendah”. Mayoritas mahasiswa (84,5%) keyakinannya tentang matematika berubah. Juga keyakinan tersebut berkorelasi positif dengan kinerja matematika, pada tingkat signifikansi 1% dan koefisien korelasi Pearson 0.474.
ANALISIS KESALAHAN NEWMAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NILAI MUTLAK DAN SCAFFOLDING-NYA
Bhakti Setya Budi;
Toto Nusantara Nusantara;
Subanji Subanji Subanji;
Susiswo Susiswo Susiswo
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
Publisher : Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpm.v11i2.24732
This study aims to describe the types of errors made by students in solving questions of absolute value and scaffolding based on the Newman error analysis stage. The research method used is descriptive qualitative method. The research subjects are students of class X MA Miftahul Huda Kepanjen. Sampling with purposive sampling technique. Data obtained from the results of student tests, interviews and the scaffolding process. Based on the results of the study there were 81.25% reading errors, while transformation errors were 37.5%, and process skills were 28.13%. From this research it can be concluded that the types of mistakes made by students are reading inaccuracies, comprehension errors, transformation errors, process skill errors and encoding errors. While the form of scaffolding conducted is explaining, reviewing, restructuring and developing conceptual thinking
Studi etnomatematika pada makanan tradisional Cilacap
Laelinatul Choeriyah;
Toto Nusantara;
Abd. qohar;
Subanji -
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Etnomatematika merupakan kajian matematika dalam perspektif budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap etnomatematika pada masyarakat Karesidenan Banyumas, khususnya Cilacap. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode etnografi. Analisis data yang digunakan adalah model triangulasi yang terdiri dari reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan matematika digunakan oleh masyarakat ketika mereka membuat makanan tradisional. Keunikannya adalah masyarakat tidak mengenali bentuk secara matematis. Jika terkait dengan matematika sekolah terkait dengan geometri, dimana pola pembentukannya menghasilkan bidang matematika pada bangun datar yang sangat matematis.Kata kunci: etnomatematika, geometri, makanan tradisional