Articles
Screening Behavioural Disorders of Children Affected by Screentime with Real Computer Vision Technology
Firdaus, Zahrina alyani;
Naufal, Adnan Faris;
Andhini, Nur Intan Lia Putri;
Rizky , Aisyah Shabrina;
Rahmania, Ifitita Nayla;
Asyifa. , Nabila Kultsum
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 6 No. 2 (2025): Integrating Local Wisdom into Sustainable Physiotherapy Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Introduction: In the development cycle of early childhood, several internal and external factors can influence changes such as disruption, delay or improvement. One of the external factors highlighted in this study is the application of screen time. Screen time in early childhood is highly recommended not to exceed 1 hour/day. This study aims to analyse the impact of screen time on behavioural disorders in the communication and personal social aspects of children aged 0-3 years at the Menur 6 Kartasura Children's Posyandu, using computer vision technology to monitor children's behaviour. Methods: The study used a quantitative study with a cross-sectional design. Statistical tests used the T-test. The number of samples is the total of the population aged 1-3 years as many as 24 respondents. The instruments used were interviews and observations with the ASQ-3 guidelines that had been developed in the form of computer real vision technology. Results: The results of the study showed that in the communication aspect there were 6 children in the category of needing stimulus and 18 children in the normal category, while in the personal social aspect there were 7 children in the category of needing stimulus and 17 others in the normal category. The analysis test of excessive screen time application is related to behavioural disorders, such as addiction, delayed language development, and social-emotional disorders. Conclusion: However, for behavioural aspects such as communication and personal social, there is no relationship between them. This finding emphasises the importance of parents' role in managing children's screen time to support optimal development.
Monopoly exercise (Monocise) sebagai inovasi permainan berbasis edukasi
Pristianto, Arif;
Ridwan, Yumnariffa Ulayya;
Naufal, Adnan Faris
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33474/jp2m.v6i3.23294
Sedentary lifestyle yang semakin meningkat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada remaja. Exercise atau latihan fisik adalah aktivitas yang dilakukan secara terencana dan berulang guna meningkatkan kebugaran serta menjaga kesehatan tubuh. Manfaat exercise mencakup peningkatan daya tahan tubuh, kebugaran jantung, dan pencegahan berbagai penyakit tidak menular. Namun, rendahnya kesadaran dan motivasi dalam melakukan exercise menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan inovasi permainan edukatif MONOCISE (Monopoly Exercise) yang menggabungkan konsep exercise dengan mekanisme permainan monopoli. Permainan ini dirancang untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa dalam melakukan exercise secara rutin. Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 2 Sukoharjo menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan observasi, penyuluhan, diskusi kelompok, serta implementasi permainan MONOCISE. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 75% setelah mengikuti sesi edukasi dan permainan. MONOCISE terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk berlatih fisik secara rutin guna menjaga kebugaran tubuh. Diharapkan inovasi ini dapat membantu siswa menerapkan kebiasaan hidup sehat dan mengurangi risiko penyakit akibat gaya hidup sedentari.
Optimalisasi Konsumsi Tablet Fe dan Aktivitas Fisik dalam Mencegah Anemia pada Ibu Hamil untuk Menekan Risiko Stunting
Manun, Arumi Lulul;
Susilo, Taufik Eko;
Rahman, Farid;
Pristianto, Arif;
Naufal, Adnan Faris;
Fatmarizka, Tiara
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ibu hamil yang mengalami anemia mempunyai kemungkinan risiko yang lebih besar untuk melahirkan anak yang stunting. Penurunan kadar zat besi yang cukup dalam tubuh selama kehamilan dapat membahayakan pertumbuhan janin dan status kesehatan ibu secara menyeluruh. Penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk menilai efektivitas sosialisasi Mengenai pentingnya asupan tablet Fe dan aktivitas fisik dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil mengenai pencegahan anemia dan risiko stunting. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan metode pengujian pre-test dan post-test tanpa adanya kelompok control. Partisipan penelitian berjumlah 20 wanita hamil yang aktif berpartisipasi dalam kelas khusus untuk ibu hamil di Posyandu Desa Dukuh terletak di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Intervensi berupa sosialisasi dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil meningkat secara signifikan setelah intervensi dilakukan, dengan nilai p < 0,001 pada semua kategori yang diuji (anemia, konsumsi zat besi, dan aktivitas fisik). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai konsumsi tablet Fe dan aktivitas fisik memberikan hasil yang baik dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap pencegahan anemia dan stunting. Oleh karena itu, intervensi berbasis edukasi perlu diterapkan dalam skala yang lebih luas guna menurunkan angka stunting di Indonesia.
HUBUNGAN DISTRIBUSI LEMAK TERHADAP KEMIRINGAN KURVA TULANG BELAKANG PADA ANAK USIA 8-12 TAHUN
Rizqi, Muhammad Ziddan;
Naufal, Adnan Faris
Jambura Health and Sport Journal Vol 7, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37311/jhsj.v7i2.31501
Distribusi lemak tubuh berpotensi memengaruhi postur tubuh, termasuk kelengkungan tulang belakang. Anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun berada dalam masa pertumbuhan yang rentan terhadap gangguan postural, seperti kelainan pada kurva tulang belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara distribusi lemak tubuh dengan derajat kemiringan kurva tulang belakang pada anak usia 8–12 tahun. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan melibatkan 109 siswa dari MI Muhammadiyah Gonilan. Pengukuran distribusi lemak tubuh dilakukan dengan menggunakan skinfold caliper, sedangkan kemiringan kurva tulang belakang diukur menggunakan skoliometer melalui Adam’s Forward Bend Test. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman sesuai hasil normalitas. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan antara ketebalan lemak tubuh dan tingkat kemiringan kurva tulang belakang (r = 0,193; p 0,05). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara distribusi lemak tubuh dan kemiringan kurva tulang belakang pada anak usia 8–12 tahun. Pemantauan distribusi lemak tubuh sejak dini tetap penting untuk mencegah potensi gangguan postural pada anak-anak.
Pemberdayaan Orang Tua Siswa TK Puncangan 1 dalam Pemahaman Postur Anak melalui Aplikasi Scoliometer Digital
Olivia, Septina;
Naufal, Adnan Faris
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gangguan postur seperti skoliosis sering terjadi pada anak-anak akibat kebiasaan duduk lama dengan posisi yang tidak tepat. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan guru tentang pentingnya postur tubuh sehat serta mengenalkan alat digital sederhana untuk mendeteksi kelainan postur. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi pendeteksi postur pada anak-anak di TK Aisyiyah Pucangan 1. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dan kemampuan menggunakan alat deteksi secara mandiri. Program ini memperkuat kolaborasi antara orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam menjaga tumbuh kembang anak secara optimal.
THE EFFECT OF BODY MASS INDEX ON SCOLIOSIS IN CHILDREN AGE 4-6 YEARS IN THE KARTASURA REGION
Naufal, Adnan Faris;
Azizi, Laili Rahmawati
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhammadiyah (JarFisMU)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/jar.v3i2.22584
Background: Scoliosis is an S or C-shaped spinal deformity that can occur in early childhood. The prevalence of scoliosis in the world reaches 4.5%. The occurrence of scoliosis can be caused by various risk factors, one of which is body mass index. Body mass index is a measurement to identify nutritional status by measuring body weight and height. Objective: To obtain sources of information regarding the influence of body mass index on scoliosis in children aged 4-6 years. Method: This research uses a quantitative observational analytical research design with a causal relationship research approach. The sample population was 583 children. The sampling technique used probability sampling, namely proportional random sampling and a research sample of 86 children was obtained based on inclusion, exclusion and dropout criteria. Body mass index measurement identifies criteria based on age and gender with a Z-score. Scoliosis measurement using a scoliometer. Results: The binary logistic regression test stated that there was a significant influence between body mass index on scoliosis with a p-value of 0.047 (p<0.05). Conclusion: It can be concluded that there is a significant influence of body mass index on scoliosis in children aged 4-6 years with a role of 8.3% in increasing the scoliosis curve.
LATIHAN FISIK DAN PEMBATASAN KALORI MERUBAH TIPE SERAT OTOT RANGKA
Naufal, Adnan Faris;
Zein, Renny Hidayati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan : Kami menguji pengaruh dari pemberian latihan fisik dan pembatasan kalori dalam peningkatan protein PGC-1? pada otot rangka mencit jantan. Latihan fisik yang diberikan menggunakan runingweal yang dibuat khusus untuk mencit. Pemberian pembatasan kalori diberikan dengan cara mengurangi sebanyak 30% dari jumlah makanan yang biasa dimakan mencit setiap harinya. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kadar protein PGC-1? pada otot rangka mencit yang diberikan latihan fisik dan pembatasan kalori. Metode : 28 mencit jantan berusia 6 minggu dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol, Latihan Fisik (LF), Pembatasan Kalori (PK) dan Latihan Fisik + Pebatasan Kalori (LF+PK). Penelitian dilakukan selama 8 minggu dan analisa protein PGC-1? menggunakan teknik laboratorium ELISA. Analisa data menggunakan SPSS versi 21.0. Hasil : Setelah 8 minggu mencit diberikan latihan fisik dan pembatasan kalori, hasilnya menunjukan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada rerata kadar PGC-1? disetiap kelompok (p> 0,05) dengan mengguankaan uji Anova. Kesimpulan : Terdapat perbedaan peningkatan konsentrasi protein PGC 1 ? pada otot rangka mencit jantan yang diberikan latihan fisik dan pembatasan kalori.
Pengaruh Baby Massage dan Baby Spa (Solus per Aqua) terhadap Motorik Kasar Bayi Usia 4-6 Bulan
Naufal, Adnan Faris;
Artika, Prilliya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Baby massage adalah sentuhan / pijat pada bayi yang dapat memberikan kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi. Baby Spa (Solus per aqua) adalah stimulasi yang bermanfaat bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Bermain air atau berenang akan melatih otot-otot bayi berkembang dengan sangat baik, sendi tumbuh optimal, pertumbuhan berat badan dan panjang badan akan meningkat, dan tubuh akan menjadi fleksibel. Mengetahui perbedaan pengaruh baby massage dan baby spa terhadap peningkatan motorik kasar bayi usia 4 – 6 bulan di bidan praktek mandiri wulan singopuran. Metode penelitian menggunakan pendekatkan quasi eksperimental dengan desain penelitian pre dan post test. Sempel penelitian adalah bayi usia 4 – 6 bulan dengan jumlah 20 bayi, 10 kelompok perlakuan baby massage dan 10 perlakuan baby spa (solus per aqua). Penelitian ini dilakukan secara rutin 1 minggu 1 kali selama 4 kali dengan durasi 20-30 menit. Dari hasil uji paired sample t- test pada hasil pre test dan post test nilai motorik kasar dengan GMFN (Gross Motor Function Measure) menggambarkan bahwa kelompok baby massage dan kelompok baby spa mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan motorik kasar bayi usia 4-6 bulan, karena nilai p = 0,000 yang berarti p < 0,05 jadi Ha diterima. Dan hasil uji independent t-test yang tujuannya untuk mengetahui perbandingan peningkatan motorik kasar pada kelompok baby massage dan kelompok baby spa, hasil menunjukkan bahwa pada kelompok baby massage nilai p = 0,562 berarti Ha ditolak. Sedangkan pada kelompok baby spa nilai p = 0,562 berarti Ha ditolak. Ada pengaruh pemberian perlakukan baby massage dan baby spa terhadap peningkatan motorik kasar bayi usia 4-6 bulan dan tidak ada perbedaan pengaruh perlakuan baby massage dan baby spa terhadap peningkatan motorik kasar bayi usia 4-6 bulan di PMB Wulan Singopuran.
Penggunaan Media Edukasi Touch Me Baby (Sentuh Aku Sayang) Untuk Meningkatkan Kontraksi Otot Tangan Dan Mengurangi Hipotonus Pada Komunitas Difabel Tasikmadu Karanganyar
Naufal, Adnan Faris;
Hidayat, Syarif;
Raihani, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Difabel adalah suatu kehilangan atau ketidaknormalan baik psikologis, fisiologis maupun kelainan struktur atau fungsi anatomis. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi cacat (difabel), diantaranya adalah penyebab lahir atau bawaan dari lahir, pada umumnya yang menyebabkan seorang anak bisa terlahir cacat adalah kurangnya nutrisi yang diterima oleh kandungan. Program pengabdian masyarakat ini ada tiga belas pasien menderita difabel. Pasien diminta untuk memainkan alat Touch Me Baby dengan level-level yang telah ditentukan untuk dapat mengahasikan luaran yang diharapkan. Luaran utamanya adalah isi perubahan data dari hasil program yang telah dilaksanakan yaiu dapat meningkatkan fungsi gerak motorik pada tangan. Luaran sampingannya adalah komunitas difabel dapat mandiri dan menjadi pelopor untuk terus bergerak Subjek dapat memainkan alat Touch Me Baby secara tepat dengan mengikuti instruksi yang telah diberikan sebelumnya. Dengan hasil yang diperoleh adanya peningkatan signifikan pada kekuatan kontraksi otot tangan. Touch Me Baby merupakan program yang dapat meningkatkan kontraksi otot tangan dan mengurangi hipotonus pada komunitas difabel.
Edukasi Dan Analisa Postur Pada Anak di TPA Amanda Desa Gonilan
Naufal, Adnan Faris;
Ardiani, Savilla Dara;
Widodo, Agus;
Safitri, Amaliyah Hana;
Marlis, Dinik Ayundya;
Oktaviana, Riast Eka;
Triyani, Lusi Amalia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan latihan edukasi kesehatan yang dilakukan pada anak-anakTPA Amanda Gonilan diikuti oleh sekitar 30 anak pada pertemuanpertama dengan usia 6-12 tahun. Kegiatan awal diisi denganpengenalan dan screening foot print sebagai pemeriksaan flat footdan didapatkan data dari 30 anak TPA 19 diantaranya menderita flatfoot. Penentuan flat foot menggunakan perhitungan clark’s angle,dengan rata-rata sudut 19-20 derajat dan mengukur keseimbangananak dengan kondisi flat foot. Setelah didapatkan data anak yangmengalami flat foot dilakukan diskusi ddengan pengurus TPAAmanda Gonilan terkait perizinan latihan pada keluarga anak yanghasilnya tiap anggota komunitas terbagi menjadi 2 kelompok untukmelakukan perizinan door to door ke tiap anak. Dari 19 anak yangmenderita flat foot hanya 8 diantaranya yang bisa mengikutiprogram latihan, permasalahan perizinan yang tidak diberikankeluarga terkait lokasi latihan, kesibukan anak, ataupun dari anakitu sendiri tidak kooperatif dalam kunjungan