p-Index From 2021 - 2026
25.826
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Bestuur 'ADALAH Hunafa: Jurnal Studia Islamika Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics) FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Jurnal Cita Hukum Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Hijri Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal ETTISAL Journal of Communication JOIV : International Journal on Informatics Visualization Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam Mandala: Jurnal Ilmu Hubungan Internasional NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Jurnal Hukum Samudra Keadilan Journal of Creativity Student Jurnal Justitia : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL JHR (Jurnal Hukum Replik) Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam Al Qisthas : Jurnal Hukum dan Politik Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology STAATSRECHT: Indonesian Constitutional Law Journal JOURNAL of LEGAL RESEARCH Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Mimbar Agama Budaya Islamic Banking : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Hunafa: Jurnal Studia Islamika Indonesia Sport Journal Indonesia Law Reform Journal (ILREJ) Al-Karim: International Journal of Quranic and Islamic Studies Jurnal Hukum Islam Mavisha: Law And Society Journal Al-Risalah Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Dame Journal of Law Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam Mizan: Journal of Islamic Law al Hairy | Journal of Islamic Law Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture)
Claim Missing Document
Check
Articles

The Relevance of Law Number 28 of 2004 concerning Foundations in the Development of Educational and Social Institutions in Indonesia Aji, Ahmad Mukri; Yunus, Nur Rohim; Mukri, Syarifah Gustiawati
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 11 No. 4 (2024): Winter Edition
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v11i4.45764

Abstract

Foundations have a strategic role in organising educational services and social activities in Indonesia. As a non-profit entity, foundations are expected to contribute to community development through professional and sustainable management of academic and social institutions. However, in practice, there are still many deviations in the management of foundations, especially related to governance, financial transparency, and asset protection. This study aims to analyse the relevance of Law Number 28 of 2004 concerning Foundations in supporting the development of educational and social institutions in Indonesia, with a focus on legal provisions, implementation in the field, and implementation challenges. This study uses a qualitative method with a legislative and conceptual approach. Data were collected through document studies of laws and regulations, scientific journals, and case studies of relevant educational and social foundations. The analysis was carried out descriptively-analystically to identify the effectiveness of the regulation and its suitability to the community's actual needs. The study results indicate that Law No. 28 of 2004 has provided a relatively solid legal framework in regulating the organisational structure of foundations, non-profit principles, and restrictions on conflicts of interest. However, there are still weaknesses in the implementation aspect, such as the lack of understanding of foundation administrators regarding legal obligations and weak oversight mechanisms. Therefore, it is necessary to revise several legal norms to be more responsive to educational and social needs, improve legal education for foundation managers, and strengthen the role of guidance by the Ministry of Law and Human Rights.Keywords: Foundation; Law No. 28 of 2004; education; social activities; governance.
STRATEGI PEMERINTAH INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN WARGA NEGARA BERSTATUS FOREIGN TERRORIS FIGHTER DI SURIAH Susilowati, Ida; Kusniawati, Kusniawati; Yunus, Nur Rohim; Amalia, Novi Rizka
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 8 No 2 (2023): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v8i2.1863

Abstract

Terorisme telah menjadi isu politik global yang mengancam keamanan negara-negara Asia Tenggara. Propaganda yang dilakukan oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) cukup mempengaruhi sebagian warga Indonesia, terlihat dari banyaknya WNI yang rela meninggalkan tanah airnya untuk bergabung dengan Foreign Terrorist Fighter (FTF) di Suriah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah Indonesia dalam menghadapi warga negaranya yang terjerat Foreign Terrorist Fighters (FTF) di Suriah. Jenis penelitian kualitatif ini menerapkan metode deskriptif analitis dengan teknik studi pustaka dalam mengumpulkan data penelitian serta mengidentifikasi fenomena yang terjadi melalui pendekatan politik luar negeri Indonesia. Strategi pemerintah Indonesia dalam menangani warga negaranya yang terjebak dalam Foreign Terrorist Fighters (FTF) di Suriah antara lain: menerapkan peraturan kebijakan pemerintah, melalui lembaga nasional, serta melakukan tindakan diplomasi dan kooperatif dengan berbagai pihak.
State Policies and Islamic Law Regarding Juvenile Punishment for Theft Suhendar, Suhendar; Yunus, Nur Rohim; Rezki, Annissa
Al-Jinayah : Jurnal Hukum Pidana Islam Vol. 9 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Islamic Criminal Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, Surabaya, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/aj.2023.9.1.57-75

Abstract

The development of an increasingly sophisticated era certainly has an impact on children, both positive and negative impacts. Due to the absence of maximum direction and assistance to children, children can at any time do disgraceful acts. When children are involved in the crime of theft, they will be faced with the law and processed. Therefore, there is a need for special guidance and assistance from parents and parties whose status and roles have been recognized as external companions for these children. In this research, the writer uses descriptive qualitative research method with normative juridical research type. The analysis was conducted to determine the form of state and Islamic protection against children who are perpetrators of the crime of theft. The results of the study state that the judge can give a decision on the case of a child crime case of theft. However, legal protection is needed for children who do not commit the crime of theft, considering that they are still underage and still need to be given more maximum attention and guidance. The state protects children because their future is also the future of the state. Every level of society in Indonesia is obligated to provide moral support and guarantee that children in dispute with the law are not excluded from the social environment and society, and that they continue to obtain an appropriate education so that their futures are secure. So that youngsters affected by this law do not feel alienated, continued enjoyment of the nation's youth is possible.
The Application of Legal Policy Theory and its relationship with Rechtsidee Theory to realize Welfare State Yunus, Nur Rohim; Anggraeni, RR Dewi; Rezki, Annissa
BULETIN ADALAH Vol. 3 No. 1 (2019): Keadilan Hukum & Pemerintahan
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v3i1.15623

Abstract

Politik hukum satu negara berbeda dengan politik hukum negara yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan latar belakang kesejarahan, pandangan dunia (world-view), sosio-kultural, dan political will dari masingmasing pemerintah. Dengan kata lain, politik hukum bersifat lokal dan partikular (hanya berlaku dari dan untuk negara tertentu saja), bukan universal. Namun bukan berarti bahwa politik hukum suatu negara mengabaikan realitas dan politik hukum internasional.
Filsafat Pilar Kebangsaan Indonesia Yunus, Nur Rohim
BULETIN ADALAH Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i1.31357

Abstract

Pembangunan suatu negara bangsa membutuhkan satu atau lebih pilar yang kuat, agar masyarakat yang tinggal di dalamnya dapat merasa nyaman, aman, tenteram, dan sejahtera, bebas dari segala macam gangguan dan bencana. Dalam bentuk sistem kepercayaan atau landasan filosofis, pilar-pilar negara-bangsa berwujud seperangkat konsep, prinsip, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat negara-bangsa yang bersangkutan. Ini adalah gagasan, prinsip, dan nilai yang dianggap mampu menjadi dasar bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, bangsa, dan negara.
NKRI Sebagai Pilar Kebangsaan Indonesia Yunus, Nur Rohim
BULETIN ADALAH Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i2.31358

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan, sebaliknya bentuk negaranya adalah republik. Alasan mengapa negara Indonesia disebut negara kesatuan Republik Indonesia adalah karena meskipun negara Indonesia terdiri dari banyak pulau, masih dianggap sebagai satu negara dan negara adalah satu kesatuan yang dikenal sebagai Indonesia. Karena peristiwa proklamasi ini, bangsa Indonesia berhasil mendirikan negara, sekaligus mendeklarasikannya ke dunia luar (bangsa lain), dan sejak saat itu berdirilah negara baru, negara kesatuan Republik Indonesia. Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat dipisahkan dari proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Pilar Kebangsaan Indonesia Yunus, Nur Rohim
BULETIN ADALAH Vol. 5 No. 3 (2021)
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i3.31360

Abstract

Landasan Nasional Pancasila dan HUT RI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Bhinneka Tunggal Ika dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hal ini sejalan dengan unsur-unsur yang terkandung dalam lambang negara Indonesia. Garuda dengan kepala menoleh ke kanan, perisai berbentuk hati yang tergantung di leher garuda dan semboyan yang tertulis di pita yang dipegang garuda adalah tiga komponen yang membentuk lambang negara, sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Tahun 1951 Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2009. Ungkapan "BHINNEKA TUNGGAL IKA" dicetak dalam bahasa Jawa Kuno pada pita dengan huruf latin. Ini adalah moto Kebangsaan Indonesia.
UUD 1945 sebagai Pilar Kebangsaan Indonesia Yunus, Nur Rohim
BULETIN ADALAH Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i4.31361

Abstract

Pemerintahan Republik Indonesia saat ini menganut Undang-Undang Dasar yang tercermin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Di Indonesia, UUD RIS berlaku sejak 27 Desember 1949, dan UUDS 1950 berlaku di Indonesia sejak 17 Agustus 1950. Pemulihan UUD 1945 disahkan dengan Keputusan Presiden tanggal 5 Juli 1959. Hal itu kemudian diakui DPR pada 22 Juli 1959. Ketika negara Indonesia pertama terbentuk, salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan keadilan sosial yang lebih besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam rumusan ini, fokusnya bukan pada kepentingan individu, tetapi pada kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai Pilar Kebangsaan Indonesia Yunus, Nur Rohim
BULETIN ADALAH Vol. 5 No. 5 (2021)
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i5.31362

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup di Indonesia mengandung seperangkat cita-cita luhur yang harus dihayati dan dihayati oleh setiap warga negara Indonesia sebagai kompas untuk mengarungi kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Tidak hanya itu, sila-sila Pancasila harus tertanam dalam tatanan masyarakat Indonesia agar Pancasila dapat menjadi simbol bangsa Indonesia dan rakyatnya. Pancasila merupakan dasar utama pembangunan karakter bangsa Indonesia karena memiliki tempat dan tujuan yang fundamental baik bagi bangsa Indonesia maupun rakyat Indonesia. Dalam perannya sebagai landasan, Pancasila berfungsi sebagai acuan, dan sekaligus tujuan dalam proses pembangunan karakter bangsa.
Agama sebagai Pilar Kebangsaan Indonesia Yunus, Nur Rohim
BULETIN ADALAH Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : UIN Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v5i6.31364

Abstract

Agama merupakan pedoman hidup keseharian rakyat Indonesia. Tanpa agama maka seseorang tidak dapat hidup sebagai warga negara Indonesia, karena jiwa bangsa Indonesia adalah masyarakat religious yang percaya akan adanya Tuhan yang Maha Esa. Oleh karenanya pandangan hidup masyarakat Indonesia harus dilandasi dengan semangat beragama yang mengajarkan kebeneran dan toleransi terhadap pemeluk agama lain.
Co-Authors A Salman Maggalatung, A Salman Abbas Sofwan Matlail Fajar abd rahman dahlan Abdurahman Abdurrahman Abdurrauf Abdurrauf Abu Tamrin Achmad Irwan Hamzani Afidah Wahyuni, Afidah Afrinal Afrinal Ahmad Fadli Fathurrohman Ahmad Mukri Aji Al-Fatih, Solahudin Aliyeva Patimat Shapiulayevna Aliyeva Patimat Shapiulayevna Aliyeva Patimat Shapiulayyevna Ananda Mardhotillah Andri Gunawan Andri Gunawan Anggraeni, RR Dewi Anggraeni, RR. Dewi Annissa Rezki Annissa Rezki Annissa Rezki Annissa Rezki Annissa Rezki Annissa Rezki Aravik, Havis Arif Mohamad Azhar Annas Arrois, Syaiful Makhi Ula Asep Syarifuddin Hidayat, Asep Syarifuddin Atep Abdurofiq Atep Abdurofiq, Atep Azizah Azizah BAMBANG ALI KUSUMO Desi Purnama Dianna Primadianti Dien Noviany Rahmatika Disemadi, Hari Sutra Dwi Putri Cahyawati, Dwi Putri Dwi Sulastyawati Dwi Sulastyawati Dwi Sulastyawati Dwi Sulastyawati, Dwi Faiqatul Husna Faiqatul Husna Fathinuddin Fathinuddin Fifik Wiryani Fina Raihani Fitria Esfandiari Fitriyani Zein Fitriyani Zein Frida Aprillia Wahjudi Gilang Rizki Aji Putra Gilang Rizki Aji Putra Hamlan Andi Baso Malla Harisah, Harisah Havis Arafik Helvis, Helvis Hikmatiar, Erwin Ida Susilowati Ika Ika Atikah Imam Fachruddin Imam Fachruddin Indithohiroh, Rosa Intana Sari, Tiara Irfan Hielmy Karmawan Karmawan Karmawan karmawan karmawan Khaeruddin Yusuf Kusniawati, Kusniawati Latipah Nasution Latipah Nasution Mahmudi, Abdul Halim Malla, Hamlan Andi Baso Mara Sutan Rambe Mesraini Mesraini Muhamad Soleh Muhamad Soleh Muhammad Ali Hanafiah Selian Muhammad Ishar Helmi, Muhammad Ishar Muhammad Nasser Muhammad Sholeh MUHAMMAD SHOLEH Muhammad Sholeh Mukhlas, Umlina Muttaqin, Ahmad Izza Najih, Mokhammad Nasution, Latipah Noor Prasetyo, Said Novi Rizka Amalia Nur Oktaviana, Ulfah Nur Putri Hidayah Nurul Ummah Putra, Gilang Rizki Aji Rahmad Lubis Rahmad Lubis Rahmi Agustin Raihani, Fina Ratna Herlina Refly Setiawan Refly Setiawan Rezki, Annissa Rohmah, Siti Ngainnur Rosdiana Rosdiana Rulia Feriera Saptaning Ruju Paminto Sholahuddin Al-Fatih SIAGIAN, AMRIZAL Siti Marwiyah Siti Ngainnur Rohmah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Siti Romlah Siti Romlah Siti Romlah Sofwan, Abbas Suhendar Suhendar Suhendar Suhendar, Suhendar Surya Anoraga Syarifah Gustiawati Mukri Taryono Taryono Taryono Taryono Tavia Yuga Ayutia Trini Diyani Trini Diyani Umlina Mukhlas Wicaksono, Galih Wasis Yan Kahnovich Yunasril Ali Yusman Yusman Yusman, Yusman Yusuf, Khaeruddin Zahrotunnimah Zahrotunnimah Zein, Fitriyani