Articles
Teknik cognitive defusion: penerapan intervensi konseling untuk meningkatkan percaya diri siswa
Wahyu Nanda Eka Saputra;
Hardi Prasetiawan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (37.888 KB)
|
DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1835
AbstrakPercaya diri merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan untuk menunjang prestasi akademik siswa. Hal ini akan memberikan penguatan pada diri siswa untuk dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing. Salah satu teknik konseling yang dapat digunakan untuk meningkatkan percaya diri adalah cognitive defusion. Teknik cognitive defusion adalah suatu teknik konseling yang digunakan untuk mengurangi pikiran negatif dengan mengubah konteks masalah yang terjadi. Pengubahan ini dilakukan dengan cara pengubahan bahasa dalam pikiran konseli. Bahasa tersebut berperan sebagai stimulus yang dapat mengubah tingkah laku.Kata Kunci: Percaya Diri, Teknik Cognitive Defusion AbstractSelf-confidence is one aspect that needs to be developed to support students' academic achievement. This will provide reinforcement in students themselves to be able to develop optimally in accordance with their respective potential. One of the counseling techniques that can be used to boost of self-confidence is cognitive defusion. The technique of cognitive defusion is a counseling technique used to reduce negative thoughts by changing the context of the problem. This change is done by changing the language in the mind of the counselee. The language acts as a stimulus that can change behavior.Keywords: Self-Confidance, Cognitive Defusion Technique
PENTINGNYA SINERGI ANTARA TENAGA KONSELOR, PENDIDIK, DAN ORANGTUA DI SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Prima Suci Rohmadheny;
Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Anak usia dini merupakan individu yang memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat serta fundamental. Mereka memiliki tahap pencapaian perkembangan di setiap usianya dan tidak menutup kemungkinan selama perkembangannya mereka menghadapi permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menangani permasalahan tersebut.Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dibutuhkan untuk membantu anak usia dini yang mengalami permasalahan secara individual, baik itu keterlambatan perkembangan maupun anak-anak yang cerdas-berbakat (gifted&talented). Ahli yang dapat memberikan layanan BK disebut dengan konselor, sehingga tenaga konselor sangat dibutuhkan bukan hanya tingkat SMP dan SMA tetapi juga di tingkat prasekolah agar mereka mendapat intervensi yang tepat sejak dini. Namun demikian, konselor tidak dapat bekerja sendiri. Tenaga konselor harus bersinergi dengan pendidik dan orangtua.Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hendaknya membangun kemitraan bersama tiga elemen penting, yaitu tenaga konselor, pendidik, dan orangtua. Ketiganya harus bersinergi untuk menangani permasalahan anak. Lembaga PAUD direkomedasikan untuk bekerjasama dengan unit layanan BK di Perguruan Tinggi terdekat untuk mewujudkan sinergi tiga elemen tersebut, sedangkan penyelenggara program studi BK serta program profesi konselor hendaknya menyiapkan para lulusan agar memiliki kompetensi pula dalam menangani anak usia dini.
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KELOMPOKBERMAIN CENDEKIA KIDS SCHOOL MADIUN DAN IMPLIKASINYA PADA LAYANAN KONSELING
Wahyu Nanda Eka Saputra;
Indah Setianingrum
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.207 KB)
Setiap individu berpotensi mengalami masalah. Anak usia dini adalah salah satuindividu yang memiliki potensi memiliki masalah. Salah satu masalah pada anakusia dini adalah perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halusberkaitan dengan perkembangan kemampuan dalam menggunakan jari-jaritangan untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti gerakan dalam menjimpit,menggenggam, menulis, memotong, menggunting, dan lain-lain. Permasalahanperkembangan motorik halus ditemukan pada anak usia 3-4 tahun di KelompokBermain Cendekia Kids School Madiun. Anak mengalami masalah dalammengerjakan kolase dan menyusun balok. Salah satu usaha yang bisadilaksanakan adalah melakukan layanan bimbingan dan konseling. Layananbimbingan dan konseling yang dapat diterapkan adalah layanan konsultasi danbimbingan dengan metode bermain.
PENDIDIKAN KEDAMAIAN: PELUANG PENERAPAN PADA PENDIDIKAN TINGKAT DASAR DI INDONESIA
Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.419 KB)
Indonesia adalah salah satu bangsa yang memiliki latar belakang budaya yang beragam, sehingga berpotensi dihadapkan konflik yang bersifat multidimensional. Kondisi tersebut membutuhkan suatu usaha yang intensif, salah satunya pendidikan kedamaian. Pada praktik pendidikan kedamaian, tugas pendidik tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga harus berusaha menumbuhkan nilai-nilai kedamaian pada peserta didik. Pendidikan kedamaian tidak hanya dapat diimplementasikan di pendidikan tingkat menengah dan tinggi, tetapi juga sangat mungkin untuk diimplementasikan pada pendidikan tingkat dasar.
PLAY THERAPY BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PELUANG IMPLEMENTASI TEKNIK KONSELING DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Santi Widiasari;
Indah Susiati;
Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.876 KB)
Anak usia dini adalah individu yang berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek. Pada tahap ini, anak usia dini berpotensi mengalami masalah yang menghambat perkembangannya dan perlu dientaskan. Salah satu teknik yang bisa dilaksanakan adalah dengan menerapkan play therapy. Usaha tersebut dapat dilaksanakan dengan mengusung kearifan lokal Indonesia. Kearifan lokal yang bisa digunakan adalah berbagai macam permainan tradisional, seperti engklek, gobak sodor, dan dakon.
Effectiveness of cognitive restructuring technique to reduce academic pracrastination of vocational high school students
Wahyu Nanda Eka Saputra
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.091 KB)
|
DOI: 10.23916/002017025510
Academic procrastination is a serious problem among student. Academic procrastination refers to delaying in doing assignments and preparing for examinations until the last period of examination time and submission date of assignments. To solve this problem we could use cognitive restructuring technique. The purposes of this research are to gain the description of academic procrastination decrease by implementing the cognitive restructuring technique. This research used a single subject research as the research design. The type of the single subject research which used in this research is multiple baselines. The result of this research shows that academic procrastination had significant decrease by implementation the cognitive restructuring technique. This research gives advice for two parts. First, it will be better if counselor implement the cognitive restructuring technique to decreasing academic procrastination. Second, it will be better if stakeholder of school gives support to counselor for implementation the cognitive restructuring technique to decrease academic procrastination.
PEACE GUIDANCE: TRAINING FOR SCHOOL COUNSELLORS AT PREVENTING TENDENTION TO AGGRESSION FOR STUDENTS
Agus Supriyanto;
Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 2 No 02 (2021): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36728/jpf.v2i02.1528
Abstrak Agresi pelajar saat kondisi covid-19 berpengaruh besar pada proses pendidikan. Sekolah sebagai garda depan membutuhkan alternatif untuk menumbuhkan kedamaian diri siswa. Konselor sekolah memiliki layanan bimbingan perdamaian alternatif. Artikel ini bertujuan untuk mengimplementasikan program panduan perdamaian untuk mengurangi agresivitas siswa selama pandemi Covid-19. Metode pelayanan terdiri dari lima metode yaitu penyuluhan, lokakarya, pendampingan, penugasan mandiri, dan simulasi. Sasaran program adalah siswa dan konselor sekolah. Hasil pelaksanaan program diukur melalui instrumen kecenderungan agresi siswa yaitu pelaksanaan bimbingan perdamaian melalui kegiatan FGD bersama guru dan pimpinan sekolah. Kemudian penyuluhan terkait agresi dan pendidikan perdamaian kepada konselor sekolah. Lokakarya konseling perdamaian klasik dan layanan pendampingan dan layanan bimbingan kelompok perdamaian menggunakan metode sinkron dan asinkron untuk konselor sekolah. Hasil lokakarya dan pendampingan perdamaian ini, konselor dapat menerapkan bimbingan perdamaian kepada mahasiswa. Konselor melaksanakan bimbingan perdamaian dan berdampak pada penurunan agresi siswa secara signifikan dengan skor 57,97> posttest 52,55 dan nilai signifikansi 0,000 <0,05. Bimbingan perdamaian direkomendasikan untuk diujicobakan secara ekstensif untuk mengembangkan kedamaian diri siswa terkait dengan kenyataan: kehidupan sehari-hari atau masyarakat luas.
Self-Regulated Learning Siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta: Kedua Orang Tua Berpengaruhkan?
Wahyu Nanda Eka Saputra;
Irvan Budhi Handaka;
Dita Kurnia Sari
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jp.v4n1.p7-11
Hasil belajar yang maksimal merupakan salah satu pencapaian yang diharapkan oleh siswa, termasuk orang tuanya. Namun, berbagai masalah tentang belajar siswa di sekolah menjadi masalah yang masih dialami oleh siswa. Sebagai contohnya siswa yang enggan melakukan proses belajar yang mandiri dan bahkan siswa cenderung belajar jika dikendalikan oleh guru di sekolah. Permasalahan tersebut tergolong siswa yang kurang mampu mengoptimalkan keterampilan self-regulated learning. Salah satu yang mengindikasi dan mempreduksi tingkat self-regulated learning adalah keberadaan kedua orang tua di rumah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat self-regulated learning berdasarkan siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal tidak bersama kedua orang tuanya. Penelitian ini melibatkan jumlah sampel sebanyak 415 siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel terdiri dari 143 siswa tidak tinggal bersama orang tuanya dan 272 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Tingkat self-regulated learning diukur menggunakan skala self-regulated learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor self-regulated learning siswa SMK yang tinggal dengan kedua orang tuanya dengan siswa siswa yang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini seyogyanya menjadi dasar bagi konselor untuk meningkatkan self-regulated learning siswa dengan melibatkan unsur internal pada diri siswa buka unsur eksternal pada diri siswa seperti peran orang tua.
Evaluasi Model Discrepancy: Salah Satu Model Evaluasi Program Konseling
Wahyu Nanda Eka Saputra
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.579 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.081.03
Konseling adalah jantung hati layanan bimbingan dan konseling. Pentingnya layanan konseling merupakan sebuah peluang dan sekaligus tantangan. Peluang dalam hal ini, konselor memiliki peluang yang besar jika mampu mengimplementasikan program konseling dengan baik untuk mengentaskan masalah siswa. sekaligus tantangan, konselor tidak bisa dihindarkan dari kebiasan konselor yang mengimplementasikan program konseling yang tidak sesuai dengan standar. Pentingnya program konseling ini, tentunya membutuhkan satu usaha untuk menilai keberhasilan program konseling. Salah satunya adalah dengan melaksanakan evaluasi. Tipe evaluasi yang bisa digunakan adalah evaluasi dengan model discrepancy. Makalah ini akan mendeskripsikan evaluasi model discrepancy untuk melihat kesenjangan performa program konseling dengan standar yang ditentukan.
Acceptance and commitment therapy: the new wave of cognitive behavior therapy
Wahyu Nanda Eka Saputra;
Santi Widiasari
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol 1, No 1 (2016): SCHOULID
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.762 KB)
|
DOI: 10.23916/schoulid.v1i1.28.1-5
Cognitive behavior therapy (CBT) is one of the major counseling theories today. However, reliability of this theory has received criticism from other theories, which claim to cognitive interventions do not provide added value on behavioral interventions. The theory criticized and showed dissatisfaction with the practice of CBT is the theory of Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Furthermore, ACT is known to a new generation of CBT.ACT is one of the new counseling approach that can be applied to school counselors to deal with the issues of students in the school.