p-Index From 2021 - 2026
8.648
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Konselor Humanitas: Indonesian Psychological Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) JURNAL FOKUS KONSELING Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Psikopedagogia Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Counsellia Jurnal CARE BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) JURNAL KONSELING GUSJIGANG JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Indonesian Journal of Educational Counseling GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Community Empowerment LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat ASEAN Journal of Empowering Community JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Prosiding University Research Colloquium Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Pedagogy and Education Science Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah dan Pesantren Buletin Edukasi Indonesia Ta'dib Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Professional Teacher Education Jurnal Eksplorasi Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmu Bimbingan dan Konseling (BIKOLING) IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education EMPATI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Buletin Konseling Inovatif Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA SINERGI ANTARA TENAGA KONSELOR, PENDIDIK, DAN ORANGTUA DI SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Prima Suci Rohmadheny; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat serta fundamental. Mereka memiliki tahap pencapaian perkembangan di setiap usianya dan tidak menutup kemungkinan selama perkembangannya mereka menghadapi permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menangani permasalahan tersebut.Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dibutuhkan untuk membantu anak usia dini yang mengalami permasalahan secara individual, baik itu keterlambatan perkembangan maupun anak-anak yang cerdas-berbakat (gifted&talented). Ahli yang dapat memberikan layanan BK disebut dengan konselor, sehingga tenaga konselor sangat dibutuhkan bukan hanya tingkat SMP dan SMA tetapi juga di tingkat prasekolah agar mereka mendapat intervensi yang tepat sejak dini. Namun demikian, konselor tidak dapat bekerja sendiri. Tenaga konselor harus bersinergi dengan pendidik dan orangtua.Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hendaknya membangun kemitraan bersama tiga elemen penting, yaitu tenaga konselor, pendidik, dan orangtua.  Ketiganya harus bersinergi untuk menangani permasalahan anak. Lembaga PAUD direkomedasikan untuk bekerjasama dengan unit layanan BK di Perguruan Tinggi terdekat untuk mewujudkan sinergi tiga elemen tersebut, sedangkan penyelenggara program studi BK serta program profesi konselor hendaknya menyiapkan para lulusan agar memiliki kompetensi pula dalam menangani anak usia dini.
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KELOMPOKBERMAIN CENDEKIA KIDS SCHOOL MADIUN DAN IMPLIKASINYA PADA LAYANAN KONSELING Wahyu Nanda Eka Saputra; Indah Setianingrum
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.207 KB)

Abstract

Setiap individu berpotensi mengalami masalah. Anak usia dini adalah salah satuindividu yang memiliki potensi memiliki masalah. Salah satu masalah pada anakusia dini adalah perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halusberkaitan dengan perkembangan kemampuan dalam menggunakan jari-jaritangan untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti gerakan dalam menjimpit,menggenggam, menulis, memotong, menggunting, dan lain-lain. Permasalahanperkembangan motorik halus ditemukan pada anak usia 3-4 tahun di KelompokBermain Cendekia Kids School Madiun. Anak mengalami masalah dalammengerjakan kolase dan menyusun balok. Salah satu usaha yang bisadilaksanakan adalah melakukan layanan bimbingan dan konseling. Layananbimbingan dan konseling yang dapat diterapkan adalah layanan konsultasi danbimbingan dengan metode bermain.
PENDIDIKAN KEDAMAIAN: PELUANG PENERAPAN PADA PENDIDIKAN TINGKAT DASAR DI INDONESIA Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.419 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu bangsa yang memiliki latar belakang budaya yang beragam, sehingga berpotensi dihadapkan konflik yang bersifat multidimensional. Kondisi tersebut membutuhkan suatu usaha yang intensif, salah satunya pendidikan kedamaian. Pada praktik pendidikan kedamaian, tugas pendidik tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga harus berusaha menumbuhkan nilai-nilai kedamaian pada peserta didik. Pendidikan kedamaian tidak hanya dapat diimplementasikan di pendidikan tingkat menengah dan tinggi, tetapi juga sangat mungkin untuk diimplementasikan pada pendidikan tingkat dasar. 
PLAY THERAPY BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PELUANG IMPLEMENTASI TEKNIK KONSELING DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Santi Widiasari; Indah Susiati; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.876 KB)

Abstract

Anak usia dini adalah individu yang berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek. Pada tahap ini, anak usia dini berpotensi mengalami masalah yang menghambat perkembangannya dan perlu dientaskan. Salah satu teknik yang bisa dilaksanakan adalah dengan menerapkan play therapy. Usaha tersebut dapat dilaksanakan dengan mengusung kearifan lokal Indonesia. Kearifan lokal yang bisa digunakan adalah berbagai macam permainan tradisional, seperti engklek, gobak sodor, dan dakon.
PEACE GUIDANCE: TRAINING FOR SCHOOL COUNSELLORS AT PREVENTING TENDENTION TO AGGRESSION FOR STUDENTS Agus Supriyanto; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 2 No 02 (2021): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v2i02.1528

Abstract

Abstrak Agresi pelajar saat kondisi covid-19 berpengaruh besar pada proses pendidikan. Sekolah sebagai garda depan membutuhkan alternatif untuk menumbuhkan kedamaian diri siswa. Konselor sekolah memiliki layanan bimbingan perdamaian alternatif. Artikel ini bertujuan untuk mengimplementasikan program panduan perdamaian untuk mengurangi agresivitas siswa selama pandemi Covid-19. Metode pelayanan terdiri dari lima metode yaitu penyuluhan, lokakarya, pendampingan, penugasan mandiri, dan simulasi. Sasaran program adalah siswa dan konselor sekolah. Hasil pelaksanaan program diukur melalui instrumen kecenderungan agresi siswa yaitu pelaksanaan bimbingan perdamaian melalui kegiatan FGD bersama guru dan pimpinan sekolah. Kemudian penyuluhan terkait agresi dan pendidikan perdamaian kepada konselor sekolah. Lokakarya konseling perdamaian klasik dan layanan pendampingan dan layanan bimbingan kelompok perdamaian menggunakan metode sinkron dan asinkron untuk konselor sekolah. Hasil lokakarya dan pendampingan perdamaian ini, konselor dapat menerapkan bimbingan perdamaian kepada mahasiswa. Konselor melaksanakan bimbingan perdamaian dan berdampak pada penurunan agresi siswa secara signifikan dengan skor 57,97> posttest 52,55 dan nilai signifikansi 0,000 <0,05. Bimbingan perdamaian direkomendasikan untuk diujicobakan secara ekstensif untuk mengembangkan kedamaian diri siswa terkait dengan kenyataan: kehidupan sehari-hari atau masyarakat luas.
Self-Regulated Learning Siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta: Kedua Orang Tua Berpengaruhkan? Wahyu Nanda Eka Saputra; Irvan Budhi Handaka; Dita Kurnia Sari
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p7-11

Abstract

Hasil belajar yang maksimal merupakan salah satu pencapaian yang diharapkan oleh siswa, termasuk orang tuanya. Namun, berbagai masalah tentang belajar siswa di sekolah menjadi masalah yang masih dialami oleh siswa. Sebagai contohnya siswa yang enggan melakukan proses belajar yang mandiri dan bahkan siswa cenderung belajar jika dikendalikan oleh guru di sekolah. Permasalahan tersebut tergolong siswa yang kurang mampu mengoptimalkan keterampilan self-regulated learning. Salah satu yang mengindikasi dan mempreduksi tingkat self-regulated learning adalah keberadaan kedua orang tua di rumah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat self-regulated learning berdasarkan siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal tidak bersama kedua orang tuanya. Penelitian ini melibatkan jumlah sampel sebanyak 415 siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel terdiri dari 143 siswa tidak tinggal bersama orang tuanya dan 272 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Tingkat self-regulated learning diukur menggunakan skala self-regulated learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor self-regulated learning siswa SMK yang tinggal dengan kedua orang tuanya dengan siswa siswa yang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini seyogyanya menjadi dasar bagi konselor untuk meningkatkan self-regulated learning siswa dengan melibatkan unsur internal pada diri siswa buka unsur eksternal pada diri siswa seperti peran orang tua.
Evaluasi Model Discrepancy: Salah Satu Model Evaluasi Program Konseling Wahyu Nanda Eka Saputra
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.579 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.081.03

Abstract

Konseling adalah jantung hati layanan bimbingan dan konseling. Pentingnya layanan konseling merupakan sebuah peluang dan sekaligus tantangan. Peluang dalam hal ini, konselor memiliki peluang yang besar jika mampu mengimplementasikan program konseling dengan baik untuk mengentaskan masalah siswa. sekaligus tantangan, konselor tidak bisa dihindarkan dari kebiasan konselor yang mengimplementasikan program konseling yang tidak sesuai dengan standar. Pentingnya program konseling ini, tentunya membutuhkan satu usaha untuk menilai keberhasilan program konseling. Salah satunya adalah dengan melaksanakan evaluasi. Tipe evaluasi yang bisa digunakan adalah evaluasi dengan model discrepancy. Makalah ini akan mendeskripsikan evaluasi model discrepancy untuk melihat kesenjangan performa program konseling dengan standar yang ditentukan.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Penyesuaian Diri dengan Teknik Problem Based Learning Siswa Kelas 7.G SMP N 1 Jumapolo Rosi Sekar Sari Palupi; Wahyu Nanda Eka Saputra; Nur Handayani
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.554 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5541

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa melalui Teknik Problem Based Learning yang dilakukan pada siswa kelas 7.G SMP N 1 Jumapolo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan” yang dilakukan dalam rangkaian guna memecahkan masalah. penelitian ini mengkaji permasalahan penyesuaian diri yang ada pada kelas 7.G SMPN 1 Jumapolo tergolong masih rendah. Selanjutnya diberikan tindakan berupa penerapan layanan bimbingan klasikal menggunakan metode pramblome based learning. Penelitian ini dilakukan kelas 7.G SMPN 1 Jumapolo. Peserta didik ini mengalami masalah terkait penyesuaian diri. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu diperoleh peningkatan nilai yang signifikan, dengan hasil rata-rata pra siklus 52%, siklus I: 56 %, siklus II: 75%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal metode problem based learning dalam upaya meningkatkan penyesuaian diri kelas 7.G SMPN 1 Jumapolo terdapat adanya peningkatan
Self-Regulated Learning Siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta: Kedua Orang Tua Berpengaruhkan? Wahyu Nanda Eka Saputra; Irvan Budhi Handaka; Dita Kurnia Sari
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.667 KB) | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p7-11

Abstract

Hasil belajar yang maksimal merupakan salah satu pencapaian yang diharapkan oleh siswa, termasuk orang tuanya. Namun, berbagai masalah tentang belajar siswa di sekolah menjadi masalah yang masih dialami oleh siswa. Sebagai contohnya siswa yang enggan melakukan proses belajar yang mandiri dan bahkan siswa cenderung belajar jika dikendalikan oleh guru di sekolah. Permasalahan tersebut tergolong siswa yang kurang mampu mengoptimalkan keterampilan self-regulated learning. Salah satu yang mengindikasi dan mempreduksi tingkat self-regulated learning adalah keberadaan kedua orang tua di rumah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat self-regulated learning berdasarkan siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal tidak bersama kedua orang tuanya. Penelitian ini melibatkan jumlah sampel sebanyak 415 siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel terdiri dari 143 siswa tidak tinggal bersama orang tuanya dan 272 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Tingkat self-regulated learning diukur menggunakan skala self-regulated learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor self-regulated learning siswa SMK yang tinggal dengan kedua orang tuanya dengan siswa siswa yang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini seyogyanya menjadi dasar bagi konselor untuk meningkatkan self-regulated learning siswa dengan melibatkan unsur internal pada diri siswa buka unsur eksternal pada diri siswa seperti peran orang tua.
Konseling Kreatif Berfokus Solusi: Integrasi Seni Kreatif dalam Konseling Berfokus Solusi Wahyu Nanda Eka Saputra
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.899 KB)

Abstract

Dunia Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan serius, utamanya dari sudut pandang masalah yang dihadapi oleh siswa. Beragamnya masalah siswa, seperti masalah kebiasaan belajar, kecanduan game online, sampai perilaku kriminal menuntut pihak sekolah dan yang terkait memiliki program strategis agar siswa dapat keluar dari masalahnya. Secara spesifik, konselor menjadi ujung tombak keberhasilan sekolah dalam membantu siswa keluar dari masalahnya, utamanya dengan layanan konseling. Konselor dapat mengoptimalkan salah satu pendekatan konseling, yaitu konseling berfokus solusi dengan seni kreatif, seperti imagery, seni visual, maupun permainan tradisional. Integrasi konseling berfokus solusi dengan seni visual ini dinamakan konseling kreatif berfokus solusi, diharapkan dapat mendorong siswa memiliki keterlibatan lebih dalam proses konseling sehingga konseli dapat melaksanakan proses konseling yang bermakna. Makalah ini akan membahas perlunya integrasi konseling berfokus solusi dengan seni kreatif, sehingga dapat menjadi rujukan konselor untuk mengimplementasikan konseling kreatif berfokus solusi di seting sekolah.
Co-Authors Adi Atmoko Afriyani, Afriyani Agungbudiprabowo, Agungbudiprabowo Agungbudiprabowo, Agungbudiprabowo Agus Ria Kumara Agus Supriyanto Alfianti, Nadila Alhadi, Said Alif Mu&#039;arifah Alif Muarifah Alimah, Shofi Roudhotul Aliyah Rasyid Baswedan Anwar Sutoyo Aprilinsia, Vinny Arif Budi Prasetya Ariffrianto, Febri Augusto Da Costa Augusto Da Costa Augusto Da Costa, Augusto Ayumi Faridah Babay Baqiyatussolihat Baqiyatussolihat, Babay Budi Astuti Caraka Putra Bhakti Claudy Desya Wiretna Costa, Augusto Da Denik Wirawati, Denik Dewi Afra Khairunnisa Dian Artha Kusumaningtyas Dika Nur Widagdo Dita Kurnia Sari Dita Kurnia Sari Djajuli, Salsa Puspita Dwi Dody Hartanto Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Isnawati Ediyanto Ediyanto Ediyanto Elya Rukhana Emiyani, Nurul Farid Suryanto Faridah, Ayumi Faturrahman Fauziah, Mufied Handaka, Irvan Handaka, Irvan Budhi Handayani, Dra Nur Hanifah, Nadiah Hanipah, Mia Hardi Prasetiawan Hardi Prasetiawan, Hardi Hardi Santosa Hardiyanti, Nita Qisthi Herdiansyah, Diki Hilhamsyah Indah Setianingrum Indah Susiati Indra Bangkit Komara, Indra Bangkit Irvan Budhi Handaka Irvan Budhi Handaka, Irvan Budhi Jaladin, Rafidah Aga Mohd Juwita Sukmaningsih Kawai, Norimune Khabibah, Febriyanti Umi Khairunnisa, Dewi Afra Khoirunnisa, Dewi Afra Kurniawan, Maulana Ichsan Kurniawan, Setyo Adi Lia, Anisa Rahma M. Ramli Mahanani, Sari Mahira, Anya Ahda Mahmuda Ma'arif Martika Laely Munawaroh Moh. Irma Sukarelawan Mohamad, Zhooriyati Sehu Mu'arifah, Alif Mufied Fauziah Muhammad Ainur Rofiq Muhammad Syahriandi Adhantoro Mulawarman Mulawarman Munawaroh, Martika Laely mungin eddy wibowo, mungin eddy Murein Miksa Mardhia Musfirah Musfirah Muya Barida, Muya Muyana, Siti Muyana, Siti Nadiah Hanifah Normawati Normawati, Normawati Nugraha, Ariadi Nur Azizah Nur Handayani Nur Hidayah Nur Hidayah Nurani, Wike Nurchairunnissa, Gefira Nurlita Hendiani Panji Nur Fitri Yanto Pranata, Dian Prasetya, Akhmad Fajar Prasetyo, Ahmad Arif Prima Suci Rohmadheny Pujiati Suyata Purwadi Purwadi Purwadi Purwadi Purwadi Putri, Dhia Adinda Qudsiyah, Siti Nurul Hajirotul Ramadhani, Annisa Raudia Utami Riati, Hanan Risansyah, Risma Rita Ika Izzaty Rohmatus Isnaini Rosi Sekar Sari Palupi Said Alhadi Said Alhadi Said Alhadi Said Alhadi Said Alhadi, Said Salleh Amat Santi Widiasari Santi Widiasari, Santi Sawai, Rezki Perdani Setyo Adi Kurniawan Setyowati, Aprilia Setyowati, Aprilya Shopyan Jepri Kurniawan Siti Muyana Siti Muyana Siti Partini Suardiman Siti Rohimatul Auliyah Sri Hartini Sri Lestariningsih Sri Purwanti Sri Rahayu Utami Sri Tutur Martaningsih Suharsimi Arikunto Sumini Sumini, Sumini Sunarsih, Nemi Suparman Suryanto, Farid Taqwa, Dita Imtisal Tri Winarni Triskova, Navy Glenda Utami, Sri Rahayu Waharjani Wahyu Surya Al Fikri Wahyudi, Amien Widagdo, Dika Nur Widodo Widodo Wiretna, Claudy Desya Wiretna, Claudy Desya Yulia Ayriza Yuliyanti Indriani Rahayu Zela Septikasari, Zela Zhooriyati Sehu Mohamad Zuyina, Risna