p-Index From 2021 - 2026
7.322
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Konselor Humanitas: Indonesian Psychological Journal Journal of Education and Learning (EduLearn) KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) JURNAL FOKUS KONSELING Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Psikopedagogia Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling Jurnal Counsellia Jurnal CARE BAGIMU NEGERI : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling JURNAL KONSELING GUSJIGANG JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) Community Empowerment LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat ASEAN Journal of Empowering Community JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Prosiding University Research Colloquium Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Pedagogy and Education Science Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah dan Pesantren Ta'dib Bagimu Negeri : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Professional Teacher Education Jurnal Eksplorasi Bimbingan dan Konseling Jurnal Ilmu Bimbingan dan Konseling (BIKOLING) IJoCE: Indonesian Journal of Counseling and Education EMPATI : Jurnal Bimbingan dan Konseling Buletin Konseling Inovatif Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Claim Missing Document
Check
Articles

Teknik cognitive defusion: penerapan intervensi konseling untuk meningkatkan percaya diri siswa Wahyu Nanda Eka Saputra; Hardi Prasetiawan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.888 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v7i2.1835

Abstract

AbstrakPercaya diri merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan untuk menunjang prestasi akademik siswa. Hal ini akan memberikan penguatan pada diri siswa untuk dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing. Salah satu teknik konseling yang dapat digunakan untuk meningkatkan percaya diri adalah cognitive defusion. Teknik cognitive defusion adalah suatu teknik konseling yang digunakan untuk mengurangi pikiran negatif dengan mengubah konteks masalah yang terjadi. Pengubahan ini dilakukan dengan cara pengubahan bahasa dalam pikiran konseli. Bahasa tersebut berperan sebagai stimulus yang dapat mengubah tingkah laku.Kata Kunci: Percaya Diri, Teknik Cognitive Defusion AbstractSelf-confidence is one aspect that needs to be developed to support students' academic achievement. This will provide reinforcement in students themselves to be able to develop optimally in accordance with their respective potential. One of the counseling techniques that can be used to boost of self-confidence is cognitive defusion. The technique of cognitive defusion is a counseling technique used to reduce negative thoughts by changing the context of the problem. This change is done by changing the language in the mind of the counselee. The language acts as a stimulus that can change behavior.Keywords: Self-Confidance, Cognitive Defusion Technique
PENTINGNYA SINERGI ANTARA TENAGA KONSELOR, PENDIDIK, DAN ORANGTUA DI SATUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Prima Suci Rohmadheny; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang memiliki potensi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat serta fundamental. Mereka memiliki tahap pencapaian perkembangan di setiap usianya dan tidak menutup kemungkinan selama perkembangannya mereka menghadapi permasalahan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menangani permasalahan tersebut.Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dibutuhkan untuk membantu anak usia dini yang mengalami permasalahan secara individual, baik itu keterlambatan perkembangan maupun anak-anak yang cerdas-berbakat (gifted&talented). Ahli yang dapat memberikan layanan BK disebut dengan konselor, sehingga tenaga konselor sangat dibutuhkan bukan hanya tingkat SMP dan SMA tetapi juga di tingkat prasekolah agar mereka mendapat intervensi yang tepat sejak dini. Namun demikian, konselor tidak dapat bekerja sendiri. Tenaga konselor harus bersinergi dengan pendidik dan orangtua.Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hendaknya membangun kemitraan bersama tiga elemen penting, yaitu tenaga konselor, pendidik, dan orangtua.  Ketiganya harus bersinergi untuk menangani permasalahan anak. Lembaga PAUD direkomedasikan untuk bekerjasama dengan unit layanan BK di Perguruan Tinggi terdekat untuk mewujudkan sinergi tiga elemen tersebut, sedangkan penyelenggara program studi BK serta program profesi konselor hendaknya menyiapkan para lulusan agar memiliki kompetensi pula dalam menangani anak usia dini.
PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KELOMPOKBERMAIN CENDEKIA KIDS SCHOOL MADIUN DAN IMPLIKASINYA PADA LAYANAN KONSELING Wahyu Nanda Eka Saputra; Indah Setianingrum
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.207 KB)

Abstract

Setiap individu berpotensi mengalami masalah. Anak usia dini adalah salah satuindividu yang memiliki potensi memiliki masalah. Salah satu masalah pada anakusia dini adalah perkembangan motorik halus. Perkembangan motorik halusberkaitan dengan perkembangan kemampuan dalam menggunakan jari-jaritangan untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti gerakan dalam menjimpit,menggenggam, menulis, memotong, menggunting, dan lain-lain. Permasalahanperkembangan motorik halus ditemukan pada anak usia 3-4 tahun di KelompokBermain Cendekia Kids School Madiun. Anak mengalami masalah dalammengerjakan kolase dan menyusun balok. Salah satu usaha yang bisadilaksanakan adalah melakukan layanan bimbingan dan konseling. Layananbimbingan dan konseling yang dapat diterapkan adalah layanan konsultasi danbimbingan dengan metode bermain.
PENDIDIKAN KEDAMAIAN: PELUANG PENERAPAN PADA PENDIDIKAN TINGKAT DASAR DI INDONESIA Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.419 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu bangsa yang memiliki latar belakang budaya yang beragam, sehingga berpotensi dihadapkan konflik yang bersifat multidimensional. Kondisi tersebut membutuhkan suatu usaha yang intensif, salah satunya pendidikan kedamaian. Pada praktik pendidikan kedamaian, tugas pendidik tidak hanya sekedar mengajar, tetapi juga harus berusaha menumbuhkan nilai-nilai kedamaian pada peserta didik. Pendidikan kedamaian tidak hanya dapat diimplementasikan di pendidikan tingkat menengah dan tinggi, tetapi juga sangat mungkin untuk diimplementasikan pada pendidikan tingkat dasar. 
PLAY THERAPY BERBASIS KEARIFAN LOKAL: PELUANG IMPLEMENTASI TEKNIK KONSELING DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Santi Widiasari; Indah Susiati; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.876 KB)

Abstract

Anak usia dini adalah individu yang berada pada tahap perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai aspek. Pada tahap ini, anak usia dini berpotensi mengalami masalah yang menghambat perkembangannya dan perlu dientaskan. Salah satu teknik yang bisa dilaksanakan adalah dengan menerapkan play therapy. Usaha tersebut dapat dilaksanakan dengan mengusung kearifan lokal Indonesia. Kearifan lokal yang bisa digunakan adalah berbagai macam permainan tradisional, seperti engklek, gobak sodor, dan dakon.
Effectiveness of cognitive restructuring technique to reduce academic pracrastination of vocational high school students Wahyu Nanda Eka Saputra
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.091 KB) | DOI: 10.23916/002017025510

Abstract

Academic procrastination is a serious problem among student. Academic procrastination refers to delaying in doing assignments and preparing for examinations until the last period of examination time and submission date of assignments. To solve this problem we could use cognitive restructuring technique. The purposes of this research are to gain the description of academic procrastination decrease by implementing the cognitive restructuring technique. This research used a single subject research as the research design. The type of the single subject research which used in this research is multiple baselines. The result of this research shows that academic procrastination had significant decrease by implementation the cognitive restructuring technique. This research gives advice for two parts. First, it will be better if counselor implement the cognitive restructuring technique to decreasing academic procrastination. Second, it will be better if stakeholder of school gives support to counselor for implementation the cognitive restructuring technique to decrease academic procrastination.
PEACE GUIDANCE: TRAINING FOR SCHOOL COUNSELLORS AT PREVENTING TENDENTION TO AGGRESSION FOR STUDENTS Agus Supriyanto; Wahyu Nanda Eka Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 2 No 02 (2021): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v2i02.1528

Abstract

Abstrak Agresi pelajar saat kondisi covid-19 berpengaruh besar pada proses pendidikan. Sekolah sebagai garda depan membutuhkan alternatif untuk menumbuhkan kedamaian diri siswa. Konselor sekolah memiliki layanan bimbingan perdamaian alternatif. Artikel ini bertujuan untuk mengimplementasikan program panduan perdamaian untuk mengurangi agresivitas siswa selama pandemi Covid-19. Metode pelayanan terdiri dari lima metode yaitu penyuluhan, lokakarya, pendampingan, penugasan mandiri, dan simulasi. Sasaran program adalah siswa dan konselor sekolah. Hasil pelaksanaan program diukur melalui instrumen kecenderungan agresi siswa yaitu pelaksanaan bimbingan perdamaian melalui kegiatan FGD bersama guru dan pimpinan sekolah. Kemudian penyuluhan terkait agresi dan pendidikan perdamaian kepada konselor sekolah. Lokakarya konseling perdamaian klasik dan layanan pendampingan dan layanan bimbingan kelompok perdamaian menggunakan metode sinkron dan asinkron untuk konselor sekolah. Hasil lokakarya dan pendampingan perdamaian ini, konselor dapat menerapkan bimbingan perdamaian kepada mahasiswa. Konselor melaksanakan bimbingan perdamaian dan berdampak pada penurunan agresi siswa secara signifikan dengan skor 57,97> posttest 52,55 dan nilai signifikansi 0,000 <0,05. Bimbingan perdamaian direkomendasikan untuk diujicobakan secara ekstensif untuk mengembangkan kedamaian diri siswa terkait dengan kenyataan: kehidupan sehari-hari atau masyarakat luas.
Self-Regulated Learning Siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta: Kedua Orang Tua Berpengaruhkan? Wahyu Nanda Eka Saputra; Irvan Budhi Handaka; Dita Kurnia Sari
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4, Nomer 1, April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v4n1.p7-11

Abstract

Hasil belajar yang maksimal merupakan salah satu pencapaian yang diharapkan oleh siswa, termasuk orang tuanya. Namun, berbagai masalah tentang belajar siswa di sekolah menjadi masalah yang masih dialami oleh siswa. Sebagai contohnya siswa yang enggan melakukan proses belajar yang mandiri dan bahkan siswa cenderung belajar jika dikendalikan oleh guru di sekolah. Permasalahan tersebut tergolong siswa yang kurang mampu mengoptimalkan keterampilan self-regulated learning. Salah satu yang mengindikasi dan mempreduksi tingkat self-regulated learning adalah keberadaan kedua orang tua di rumah siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat self-regulated learning berdasarkan siswa yang tinggal bersama kedua orang tuanya dengan siswa yang tinggal tidak bersama kedua orang tuanya. Penelitian ini melibatkan jumlah sampel sebanyak 415 siswa SMK Muhammadiyah di Kota Yogyakarta yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Sampel terdiri dari 143 siswa tidak tinggal bersama orang tuanya dan 272 siswa tinggal bersama kedua orang tuanya. Tingkat self-regulated learning diukur menggunakan skala self-regulated learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata skor self-regulated learning siswa SMK yang tinggal dengan kedua orang tuanya dengan siswa siswa yang tidak tinggal dengan kedua orang tuanya. Hasil penelitian ini seyogyanya menjadi dasar bagi konselor untuk meningkatkan self-regulated learning siswa dengan melibatkan unsur internal pada diri siswa buka unsur eksternal pada diri siswa seperti peran orang tua.
Evaluasi Model Discrepancy: Salah Satu Model Evaluasi Program Konseling Wahyu Nanda Eka Saputra
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 1 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.579 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.081.03

Abstract

Konseling adalah jantung hati layanan bimbingan dan konseling. Pentingnya layanan konseling merupakan sebuah peluang dan sekaligus tantangan. Peluang dalam hal ini, konselor memiliki peluang yang besar jika mampu mengimplementasikan program konseling dengan baik untuk mengentaskan masalah siswa. sekaligus tantangan, konselor tidak bisa dihindarkan dari kebiasan konselor yang mengimplementasikan program konseling yang tidak sesuai dengan standar. Pentingnya program konseling ini, tentunya membutuhkan satu usaha untuk menilai keberhasilan program konseling. Salah satunya adalah dengan melaksanakan evaluasi. Tipe evaluasi yang bisa digunakan adalah evaluasi dengan model discrepancy. Makalah ini akan mendeskripsikan evaluasi model discrepancy untuk melihat kesenjangan performa program konseling dengan standar yang ditentukan.
Acceptance and commitment therapy: the new wave of cognitive behavior therapy Wahyu Nanda Eka Saputra; Santi Widiasari
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol 1, No 1 (2016): SCHOULID
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.762 KB) | DOI: 10.23916/schoulid.v1i1.28.1-5

Abstract

Cognitive behavior therapy (CBT) is one of the major counseling theories today. However, reliability of this theory has received criticism from other theories, which claim to cognitive interventions do not provide added value on behavioral interventions. The theory criticized and showed dissatisfaction with the practice of CBT is the theory of Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Furthermore, ACT is known to a new generation of CBT.ACT is one of the new counseling approach that can be applied to school counselors to deal with the issues of students in the school.
Co-Authors Adi Atmoko Afriyani, Afriyani Agungbudiprabowo, Agungbudiprabowo Agungbudiprabowo, Agungbudiprabowo Agus Ria Kumara Agus Supriyanto Alfianti, Nadila Alhadi, Said Alif Mu&#039;arifah Alif Muarifah Alimah, Shofi Roudhotul Aliyah Rasyid Baswedan Anwar Sutoyo Arif Budi Prasetya Ariffrianto, Febri Augusto Da Costa Augusto Da Costa Augusto Da Costa, Augusto Babay Baqiyatussolihat Baqiyatussolihat, Babay Budi Astuti Claudy Desya Wiretna Costa, Augusto Da Denik Wirawati, Denik Dewi Afra Khairunnisa Dian Artha Kusumaningtyas Dika Nur Widagdo Dita Kurnia Sari Dita Kurnia Sari Dody Hartanto Dwi Fatmawati, Dwi Dwi Isnawati Ediyanto Ediyanto Ediyanto Elya Rukhana Emiyani, Nurul Farid Suryanto Faridah, Ayumi Faturrahman Fauziah, Mufied Handaka, Irvan Handaka, Irvan Budhi Handayani, Dra Nur Hanifah, Nadiah Hanipah, Mia Hardi Prasetiawan Hardi Prasetiawan, Hardi Hardi Santosa Hardiyanti, Nita Qisthi Herdiansyah, Diki Hilhamsyah Indah Setianingrum Indah Susiati Indra Bangkit Komara, Indra Bangkit Irvan Budhi Handaka Irvan Budhi Handaka, Irvan Budhi Jaladin, Rafidah Aga Mohd Kawai, Norimune Khabibah, Febriyanti Umi Khairunnisa, Dewi Afra Khoirunnisa, Dewi Afra Kurniawan, Maulana Ichsan Kurniawan, Setyo Adi M. Ramli Mahanani, Sari Martika Laely Munawaroh Moh. Irma Sukarelawan Mohamad, Zhooriyati Sehu Mu'arifah, Alif Mufied Fauziah Muhammad Syahriandi Adhantoro Mulawarman Mulawarman Munawaroh, Martika Laely mungin eddy wibowo, mungin eddy Murein Miksa Mardhia Musfirah Musfirah Muya Barida, Muya Muyana, Siti Muyana, Siti Nadiah Hanifah Normawati Normawati, Normawati Nugraha, Ariadi Nur Azizah Nur Handayani Nur Hidayah Nur Hidayah Nurani, Wike Nurchairunnissa, Gefira Nurlita Hendiani Panji Nur Fitri Yanto Prasetya, Akhmad Fajar Prasetyo, Ahmad Arif Prima Suci Rohmadheny Pujiati Suyata Purwadi Purwadi Purwadi Purwadi Putri, Dhia Adinda Ramadhani, Annisa Raudia Utami Riati, Hanan Risansyah, Risma Rita Ika Izzaty Rohmatus Isnaini Rosi Sekar Sari Palupi Said Alhadi Said Alhadi Said Alhadi Said Alhadi Said Alhadi, Said Salleh Amat Santi Widiasari Santi Widiasari, Santi Sawai, Rezki Perdani Setyowati, Aprilia Shopyan Jepri Kurniawan Siti Muyana Siti Muyana Siti Partini Suardiman Siti Rohimatul Auliyah Sri Hartini Sri Lestariningsih Sri Purwanti Sri Rahayu Utami Suharsimi Arikunto Sumini Sumini, Sumini Suparman Suryanto, Farid Taqwa, Dita Imtisal Tri Winarni Triskova, Navy Glenda Utami, Sri Rahayu Waharjani Wahyudi, Amien Widagdo, Dika Nur Widodo Widodo Wiretna, Claudy Desya Wiretna, Claudy Desya Yulia Ayriza Yuliyanti Indriani Rahayu Zela Septikasari, Zela Zhooriyati Sehu Mohamad Zuyina, Risna