p-Index From 2021 - 2026
8.507
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal NERS MEDISAINS Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keperawatan Padjadjaran JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Indonesian Journal of Medicine Nurse and Health: Jurnal Keperawatan International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Journal of Health Sciences Jurnal Respirasi (JR) Medical Technology and Public Health Journal Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Critical Medical and Surgical Nursing Journal Pediomaternal Nursing Journal Psychiatry Nursing Journal (Jurnal Keperawatan Jiwa) Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Indonesian Journal of Global Health research Babali Nursing Research Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam Kesehatan Community Empowerment FUNDAMENTAL AND MANAGEMENT NURSING JOURNAL Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prosiding University Research Colloquium Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi Keparahan Kanker Serviks dan Keteraturan Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Nurul Maurida; Tintin Sukartini; Retno Indarwati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v10i3.488

Abstract

Cervical cancer is currently a global health problem. One of cervical cancer prevention is perform early detection. The purpose of this study was to analyze the relationship between women’s perceived severity of cervical cancer and the regularity of early detection of cervical cancer. The research design was cross sectional. The research subject were women aged 30-50 years in working area of the Kalisat community health center in Jember Regency East Java as much as 92 womens with inclusion criteria was women who had been married for more than 3 years.The sampling technique was simple random sampling. The research instrument used questionare that has been tested for reliability validity. The results showed that most of respondents have poor perceived of severity (63%) and most of respondents have poor regularity of early detection (74%). The result of spearman rank test analysis showed that there was a relationship between women’s perceived severity of cervical cancer and the regularity of early detection of cervical cancer with p value = 0.000. Women need an intervention to improve their perceived severity of cervical cancer so that they can prevent cervical cancer with regular early detection Keywords: perceived severity; cervical cancer; early detection ABSTRAK Kanker serviks saat ini merupakan masalah kesehatan global. Salah satu kanker serviks adalah melakukan deteksi dini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi perempuan tentang keparahan kanker serviks terhadap keteraturan melakukan deteksi dini kanker serviks. Design penelitian adalah cross sectional. Subyek penelitian adalah perempuan usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kalisat di Kabupaten Jember Jawa Timur sebanyak 92 perempuan dengan kriteria inklusi perempuan yang telah menikah lebih dari 3 tahun. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi keparahan kanker serviks yang kurang (63%) dan sebanyak besar responden memiliki keteraturan melakukan deteksi dini kanker serviks yang kurang (74%). Hasil uji spearman rank test menunjukkan ada hubungan antara persepsi perempuan tentang keparahan kanker serviks terhadap keteraturan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan nilai p=0.000. Perempuan memerlukan suatu intervensi untuk meningkatkan persepsi mereka tentang keparahan kanker serviks agar perempuan dapat melakukan pencegahan kanker serviks dengan deteksi dini secara teratur. Kata kunci: persepsi keparahan; kanker serviks; deteksi dini
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Dokumentasi Keperawatan: A Systematic Review Sholihin Sholihin; Tintin Sukartini; Aria Aulia Nastiti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11301

Abstract

Background: Nursing documentation is the most important part of the nursing profession, providing structured, consistent and effective communication to give quality services to patients based on professional and legal standards. Objective: To identify scientific evidence about the factors that influence the quality of nursing documentation. Methods: This systematic review was compiled based on study of literature from various journal data bases in the last 5 years, including Scopus, Sciencedirect, Proquest, and Google Scolar by conducting a comprehensive review using the PRISMA guidelines. Keywords used were "nursing documentation" OR "Standard Nursing Language" OR "quality of nursing documentation" AND "Quality Diagnosis Intervention Outcome". The articles used to compile this systematic review were 13 original articles on data base identification. Results : the factors affecting the quality of documentation were the level of knowledge, abilities, facilities, patient and nurse ratios, workplace climate, leadership and organizational models, training in nursing process standards, nursing language standards and accreditation. Conclusion: The quality of documentation increased when the affecting factors were improved. Suggestion: This systematic review can be used as a guideline in implementing nursing documentation in hospitals with the aim of producing quality nursing documentation. Keywords: nursing documentation; quality ABSTRAK Latar Belakang: Dokumentasi keperawatan merupakan bagian terpenting pada profesi keperawatan, menyediakan komunikasi secara terstruktur, konsisten dan efektif untuk memberikan pelayanan yang berkualitas pada pasien berdasarkan standar profesional dan legal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bukti ilmiah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dokumentasi keperawatan. Metode: Systematic review ini disusun berdasarkan studi literatur dari berbagai data base jurnal pada 5 tahun terakhir, meliputi Scopus, Science Direct, Proquest, dan Google scholar dengan melakukan review secara komprehensif menggunakan pedoman PRISMA. Kata kunci yang digunakan "nursing documentation" OR "Standard Nursing Language" OR "quality of nursing documentation" AND "Quality Diagnosis Intervention Outcome". Artikel yang digunakan untuk menyusun systematic review ini berjumlah 13 artikel original pada. Hasil: Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dokumentasi adalah tingkat pengetahuan, kemampuan, fasilitas, rasio pasien dan perawat, iklim tempat kerja, model kepemimpinan dan organisasi, pelatihan standar proses keperawatan, standar bahasa keperawatan dan akreditasi. Kesimpulan: Kualitas dokumentasi meningkat apabila faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut ditingkatkan dan diperbaiki. Saran: Systematic review ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan dokumentasi keperawatan di Rumah Sakit dengan tujuan menghasilkan dokumentasi keperawatan yang berkualitas. Kata kunci: dokumentasi keperawatan; kualitas
Karakteristik Pasien Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Makassar Nur Arifah; Tintin Sukartini; Harmayetty Harmayetty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10401

Abstract

The case of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) has become a threat to world health security. MDR / RR-TB causes 230,000 deaths in 2017 and most cases and deaths occur in Asia including Indonesia. MDR-TB cases that fail or are lost to treatment are one of the problems controlling MDR-TB because they can be a source of spread of treatment-resistant Mycobacterium Tuberculosis. This study aims to describe the characteristics of MDR-TB patients undergoing treatment at Makassar Hospital. This study uses qualitative studies with a phenomenological approach. The participants in this study were 18 people using purposive sampling. The study was conducted in February until April 2019. The results of this research show that there are no gender differences and productive age is more at risk of MDR-TB. Low education levels do not guarantee the risk of transmission of MDR-TB depends on the willingness to be able to obtain health information such as the internet or conventional information (leaflets or health education). The duration of treatment makes participants unable to work because they have to focus on routine treatment every day for up to 18-20 months. Families living with patients have a greater risk of contracting but are a source of patient support for completing treatment. description of patient characteristics can be a source of data to find out groups at risk of infection so that they can develop MDR-TB prevention interventions that are right on target. Keywords: characteristics; multidrug tuberculosis; qualitative. ABSTRAK Kasus MDR-TB menjadi ancaman keamanan kesehatan dunia. MDR/RR-TB menyebabkan 230.000 kasus kematian 2017 dan sebagian besar kasus dan kematian terjadi di Asia termasuk Indonesia. Kasus MDR-TB yang gagal atau mangkir dari pengobatan menjadi salah satu masalah pengendalian MDR-TB karena dapat menjadi sumber penyebaran Mycobacterium Tuberculosis yang resisten terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan karakteristik pasien MDR TB yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Makassar. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 18 orang dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada februari hingga april 2019. Hasil penelitioan ini menunjukkan bahwa tidak adaperbedaan jenis kelamin sedangkan partisipan usia produktif lebih beresiko MDR-TB. Tingkat pendidikan rendah tidak menjamin resiko penularan MDR-TB tergantung kemauan untuk dapat memperoleh informasi kesehatan seperti internet ataupun informasi konvensional (leaflet atau penyuluhan kesehatan). Lamanya pengobatan membuat partisipan tidak dapat bekerja karena harus fokus dengan pengobatan rutin setiap hari hingga 18-20 bulan. Keluarga yang tinggal bersama penderita memiliki resiko yang lebih besar untuk tertular tetapi menjadi sumber dukungan pasien untuk dapat menyelesaikan pengobatan. gambaran karakteristik pasien dapat menjadi sumber data untuk mengetahui kelompok beresiko terinfeksi sehingga dapat mengembangkan intervensi pencegahan kejadian MDR-TB yang tepat sasaran Kata kunci: karakteristik; multidrug resistant tuberculosis; kualitatif.
Strategi Koping Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien TB Paru Yuly Abdi Zainurridha; Tintin Sukartini; Harmayetty Harmayetty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk218

Abstract

Most tuberculosis germs attack the lungs, but can also affect other organs. Factors that allow a person exposed to tuberculosis bacteria are the concentration of sparks in the air and the length of time inhaled the air. The purpose of this study is to describe coping strategies for adherence to taking medication from pulmonary TB patients. This type of research was descriptive. The study population was all pulmonary TB patients in RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo from May to June 2019, with a population size of 102 people. The sample size was 100 patients selected by purposive sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires and focus group discussions, then analyzed descriptively. In general, the results of the study indicate that coping potential and future expectations are high, social support obtained by TB patients is good, and their coping strategy is effective. Keywords: tuberculosis; taking medication; coping strategies; adherence
Efektivitas Group Based Educational Program Terhadap Self Efficacy dan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Diabetes Mellitus: A Systematic Review Nita Tri Septiana; Tintin Sukartini; Padoli Padoli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12119

Abstract

Background: Group-Based Education Program (GBEP) is an intervention to improve self efficacy and treatment adherence in diabetes mellitus patients. Objective: To explain the effectiveness of group-based education programs on self-efficacy and treatment adherence in patients with diabetes mellitus. Methods: The database used in this studied was Scopus, Springerlink, and PubMed was limited to the last 5 years of publication from 2015 to 2019, full-text article and in English. The keywords used were "group-based education programs" AND "self efficacy" AND "treatment adherence" AND "diabetes mellitus”. This systematic review uses 12 articles according to the inclusion criteria. Results: GBEP has had effectiveness to increase self efficacy and treatment adherence by stimulating cognitive, perceptions, norms, beliefs and spiritual. Conclusion: GBEP has a significant effect in increasing self efficacy and treatment adherence in diabetes mellitus patients. Keywords: group based educational program; self efficacy; treatment adherence; diabetes mellitus ABSTRAK Latar belakang: Group Based Educational Program (GBEP) merupakan intervensi edukasi berbasis kelompok untuk meningkatkan self efficcy dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus. Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas group based educational program terhadap self efficacy dan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus. Metode: Database yang digunakan dalam studi ini adalah Scopus, Springerlink dan Pubmed terbatas publikasi 5 tahun terakhir dari 2015 hingga 2019, full text article, dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “group based educational program” AND“self efficacy”AND “treatment adherence” AND “diabetes mellitus. Systematic review ini menggunakan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: GBEP memiliki efektivitas pada self efficacy dan kepatuhan pengobatan dengan menstimulasi kognitif, persepsi, norma, kepercayaan, dan spiritual, sehingga meningkatkan keyakinan dan kemampuan menjalankan pengobatan sesuai rekomendasi. Kesimpulan: GBEP signifikan dapat meningkatan self efficacy dan kepatuhan pengobatan pasien diabetes mellitus. Kata kunci: group based educational program; self efficacy; treatment adherence; diabetes mellitus
Nausea-Vomiting and Anorexia in Post-Chemotherapy Patients Gustini Gustini; Tintin Sukartini; Ilya Krisnana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10315

Abstract

Introduction: Some studies show that post-chemotherapy cancer patients experience nausea vomiting and anorexia, in RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo also found difficulties with nausea vomiting and anorexia. Aims: To the study was to prevent vomiting of nausea and anorexia in cancer patients after chemotherapy. Methods: 60 post-chemotherapy cancer patients who experienced nausea vomiting and anorexia were included in a crosssectional study. The selected subject fulfills the criteria. Study inclusion: Patients diagnosed with cancer in the Lontara 2 Chemotherapy Room. Patients who have received chemotherapy, adjuvant chemotherapy and additional chemotherapy, are ≥ 21 years old. Nausea and vomiting were measured using the INVR questionnaire and anorexia using a history of anorexia questionnaire. Data were analyzed using descriptive analysis. Results: based on the characteristics of respondents nausea and anorexia vomiting distributed 41-50 years, female sex, secondary school education, working as a housewife, cycles 1-4 times. Conclusion: Cancer patients after chemotherapy experience vomiting of nausea and anorexia. Nausea vomiting is caused by the effects of chemotherapy drugs which stimulate the digestive system, causing moderate and severe nausea and anorexia. Keywords: nausea; vomiting; anorexia; cancer; chemotherapy ABSTRAK Pendahuluan: Beberapa studi menunjukkan pasien kanker pasaca kemoterapi mengalami mual muntah dan anoreksia, di RSUP Dr. wahidin Sudirohusodo juga ditemukan mengalami mual muntah dan anoreksia. Tujuan: untuk mengidentifikasi mual muntah dan anoreksia pada pasien kanker pasca kemoterapi. Metode: 60 pasien kanker pasca kemoterapi yang mengalami mual muntah dan anoreksia dilibatkan dalam penelitian crosssectional. Mual muntah dinilai menggunakan kuesioner INVR dan anoreksia menggunakan kuesioner riwayat anoreksia. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil: berdasarkan karakteristik responden yang mengalami mual muntah dan anoreksia mayoritas berusia 41-50 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan sekolah menengah atas, bekerja sebagai IRT, siklus kemoterapi 1-4 kali. Kesimpulan: Mayoritas pasien kanker pasca kemoterapi mengalami mual muntah dan anoreksia. Mual muntah ini terjadi karena efek obat kemoterapi dapat meransang sistem gastrointestinal yang menyebabkan terjadinya mual muntah sedang dan berat serta mengalami anoreksia. Kata kunci: mual; muntah; anoreksia; kanker; kemoterapi
Gambaran Perilaku Pengawas Minum Obat (PMO) Terhadap Sikap, Kepatuhan Minum Obat Dan Kualitas Hidup Pasien TB Paru I Kadek Dwi Swarjana; Tintin Sukartini; Makhfudli Makhfudli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12110

Abstract

Tuberculosis (TB) is a bacterial infectious disease that has received global attention. Indonesia is the country with the third-highest burden of tuberculosis in the world, after India and China, every 30 seconds one person is infected with tuberculosis, and an average of 13 people die every hour. treatment and lack of discipline for patients with pulmonary tuberculosis areare strongly influenced by the Drug Drinking Supervisor. This study aims to provide an overview of the behavior of supervisors taking medication (PMO) on attitudes, adherence, and quality of life of pulmonary TB patients. This study used a descriptive observational method with a cross-sectional design. The sampling method in this study was purposive sampling with 70 respondents. The results of the study revealed that respondents 45.7 had a sufficient attitude, 61.4% were in the obedient category and 64.3% of the majority was sufficient. Based on this, it is hoped that the support and motivation for supervisors to take medication can improve attitudes, compliance, and quality of life for pulmonary TB patients. Keywords: pulmonary TB; attitude; compliance; quality of life; madication supervisor ABSTRAK Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi bakteri yang telah menjadi perhatian global. Indonesia adalah negara dengan beban TBC tertinggi ketiga di dunia, setelah India dan China, setiap 30 detik satu orang tertular Tuberkulosis, dan rata-rata 13 orang meninggal setiap satu jam, Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah perilaku tidak patuh penderita terhadap pengobatan sehingga penyebab kegagalan pengobatan dan kurang kedisiplinan bagi penderita TB Paru sangat dipengaruhi oleh Pengawas Minum Obat. penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perilaku pengawas minum obat (PMO) terhadap sikap, kepatuhan dan kualitas hidup pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Metodel sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan responden penelitian sebanyak 70 responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa responden 45.7 memiliki sikap cukup, 61.4% kategori patuh dan kualitas hidup responden 64.3 % mayoritas cukup. Berdasarkan hal tersebut di harapkan dukungan dan motivasi pengawas minum obat untuk dapat meningkatkan sikap, kepatuhan dan kualitas hidup pasien TB Paru. Kata kunci: TB paru; sikap; kepatuhan; kualitas hidup; pengawas minum obat
Terapi Non Farmakalogis untuk Mengurangi Kecemasan pada Pasien Kanker dengan Kemoterapi: A Systematic Review Andrik Hermanto; Tintin Sukartini; Esti Yunitasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11401

Abstract

Background: Anxiety will affect the cancer patient's physiology and decrease the body's immune system, so that intervention is needed to alleviate anxiety. Objective: To find out various non-pharmacalogical therapies to reduce anxiety in cancer patients with chemotherapy. Method: The database used in this study was scopus, proquest and pubmed were limited to the last 5 years of publication from 2016 to 2020, full-text article and in english. The keywords used were "cancer" and "anxiety". This systematic review uses 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: nonpharmacological management of cancer patients to reduce anxiety includes music therapy, autogenic training, mindfulness programs, virtual reality, guided imagery and progressive muscle training. Non-pharmacalogical therapy functions to reduce anxiety in cancer patients with chemotherapy and reduce various kinds of side effects such as anaemia, thrombocytopenia, leucopenia, nausea and vomiting, alopecia (hair loss), stomatitis, allergic reactions, neurotoxic, and extravasation (discharge of vesicle or irritant drugs to the patient) subcutaneous tissue resulting in pain, tissue necrosis, and tissue ulceration). Keywords: cancer; anxiety; nonpharmacologic therapy ABSTRAK Latar belakang: Cemas akan mempengaruhi psikologis pasien kanker dan menurunkan sistem imun tubuh, sehingga dibutuhkan intervensi yang dapat meringankan kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui berbagai macam terapi non farmakalogis untuk mengurangi kecemasan pada pasien kanker dengan kemoterapi. Metode: Database yang digunakan dalam studi ini adalah Scopus, Proquest dan Pubmed terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari 2016 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “cancer” AND “anxiety”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi Hasil: Tatalaksana nonfarmakologi pada pasien kanker untuk mengurangi cemas antara lain meliputi terapi musik, latihan autogenik, minfullnes program, virtual reality, guided imagery dan latihan otot progresif. Terapi non farmakalogis berfungsi untuk mengurangi kecemasan pada pasien kanker dengan kemoterapi dan mengurangi berbagai macam efek samping seperti anemia, trombositopenia, leucopenia, mual dan muntah, alopesia (rambut rontok), stomatitis, reaksialergi, neurotoksik, dan ekstravasasi (keluarnya obat vesikan atau iritan ke jaringan subkutan yang berakibat timbulnya rasa nyeri, nekrosis jaringan, dan ulserasi jaringan). Kata kunci: kanker; kecemasan; terapi nonfarmakologi
Faktor Resiliensi Pasien Amputasi: A Systematic Review M Ruli Maulana; Tintin Sukartini; Sylvia Dwi Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12117

Abstract

Introduction: Someone who has a physical disability will certainly affect mental health. Therefore we need the ability to be able to adapt so that it can restore the quality of life. Objective: To analyze resilience factors in post-amputation patients. Methods: The database used in this study were Scopus, SAGE, and Cambridge and limited to the last 5 years of publication from 2016 to 2020, full-text articles, and in English. The keywords used were "Resilience" AND "Factor AND Amputation". This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: From the 10 articles, it was found that there were several resilience factors in post-amputation patients, namely factors psychological factors such as the ability to hold emotions, physical factors, medical factors, coping adaptation factors, cognitive factors of flexibility (ability to solve problems), optimism factors, social support factors, environmental involvement factors in establishing positive relationships with others, love factors and family support, find meaning, goals and planning perspectives for the future, utilizing personal values and self character. High levels of resilience in post-amputation patients can overcome the threat to support the ability of individuals to adapt and develop positivel. Conclusion: there are several factors in increasing the resilience or resilience of patients after amputation so that they can get up quickly from adversity. Suggestion: Resilience can be used to help someone in dealing with and overcoming difficult situations and can be used to maintain and improve their quality of life. Keywords: resilience; factor; amputation ABSTRAK Pendahuluan: Sesorang yang mengalami kecacatan fisik tentu akan membawa pengaruh pada kesehatan mental. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan untuk dapat beradaptasi sehingga mampu mengembalikan kualitas hidup. Tujuan: Untuk menganalisis factor resiliensi pada pasien pasca amputasi. Metode: Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, SAGE dan Cambridge terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari 2016 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “Resilience” AND “Factor AND Amputation”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Dari 10 artikel didapatkan hasil bahwa ada beberapa faktor resiliensi pada pasien pasca amputasi yaitu faktor psikologis seperti kemampuan menahan emosi, faktor fisik , faktor medis, faktor adaptasi koping, faktor kognitif fleksibilitas (kemampuan memecahkan masalah), faktor optimisme, faktor dukungan sosial, faktor keterlibatan dilingkungan dalam menjalin hubungan yang positif dengan orang lain, faktor cinta dan dukungan keluarga, menemukan makna, tujuan dan perspektif perencanaan untuk masa depan, memanfaatkan nilai-nilai pribadi dan karakter diri. Tingkat resiliensi yang tinggi pada pasien pasca amputasi dapat mengatasi ancaman dalam rangka menyokong kemampuan individu untuk beradaptasi dan berkembang secara positif. Simpulan: ada beberapa faktor dalam meningkatkan resiliensi atau ketahan pasien pasca amputasi agar dapat segera bangkit dari keterpurukan. Saran: Resiliensi dapat digunakan untuk membantu seseorang dalam menghadapi dan mengatasi situasi sulit serta dapat digunakan untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci: resiliensi; faktor; amputasi
Hubungan Crisis Mental Health Emergency dan Psychological First Aid dengan Kesiapan Psikologis Masyarakat Menghadapi New Normal Infeksi Coronavirus 2019 Diah Priyantini; Nursalam Nursalam; Tintin Sukartini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12316

Abstract

The COVID-19 pandemic continues to increase and has transformed into a troubling case for many people to cause mass paranoia, it is necessary to be psychologically prepared to face the new normal era. The purpose of this study was to analyze the relationship between crisis mental health emergency and psychological first aid with the psychological readiness of the community. The design of this study was a quantitative study with a cross sectional approach. A sample of 521 respondents was taken using a convenience sampling technique which was carried out by the study in July 2020. The independent variables of the study were mental health emergency and psychological first aid, while the dependent variable was the psychological readiness of the community. The instruments used were a crisis mental health emergency questionnaire, psychological first aid and Social Psychological Survey of COVID-19. The data were analyzed using the SPSS version 22.0 statistic tested by Spearman rho. The results of the study showed that mental health emergency crisis and psychological first aid had a significant relationship with psychological readiness. Based on the test results, the p value for crisis mental health emergency was 0.017 and psychological first aid was 0.012, both p values were less than 0.05, so the H0 hypothesis was rejected. The strength of the correlation in the mental health emergency crisis showed a result of 0.61, which was a strong relationship, while the psychological first aid variable showed a result of 0.83, which was a very strong relationship. The psychological readiness of the community is closely related to the mental health crisis and the psychological readiness of the community in facing COVID-19. Keywords: coronavirus disease 2019; psychological first aid; mental health crisis ABSTRAK Pandemi COVID-19 terus mengalami peningkatan dan telah menjelma menjadi kasus yang membuat resah bagi banyak orang hingga menimbulkan paranoid massal, perlu untuk dilakukan kesiapan psikologis dalam menghadapi era normal baru. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis hubungan crisis mental health emergency dan psychological first aid dengan kesiapan psikologis masyarakat. Desain dari penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 521 responden diambil menggunakan tekhnik convenience sampling yang dilaksanakan penelitian pada Bulan Juli 2020. Variabel independent penelitian adalah crisis mental health emergency dan psychological first aid, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan psikologis masyarakat. Instrumen yang digunakan adalah crisis mental health emergency questionnaire, psychological first aid dan Social Psychological Survey of COVID-19. Data kemudian dianalisis menggunakan statistic SPSS versi 22.0 yang diuji dengan Spearman rho. Hasil penelitiana menunjukkan bahwa crisis mental health emergency dan psychological first aid memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan psikologis. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan nilai p untuk crisis mental health emergency adalah 0,017 dan psychological first aid adalah 0,012, kedua nilai p kurang dari 0,05 sehingga hipotesis H0 ditolak. Kekuatan korelasi pada crisis mental health emergency menunjukkan hasil 0,61 yaitu hubungan yang kuat, sedangkan pada variabel psychological first aid menunjukkan hasil 0,83 yaitu memiliki hubungan yang sangat kuat. Kesiapan psikologis masyarakat sangat erat hubungannya dengan kondisi krisis Kesehatan mental dan kesiapan psikologis masyarakat dalam menghadapi COVID-19. Kata kunci: coronavirus disease 2019; psychological first aid; mental health crisis
Co-Authors Abdul Aziz Alimul Hidayat Abidah, Aqmarina Abu Bakar Abu Bakar Abu Bakar Achmad Fauzi Adi Sukrisno Aesthetica Islamy Afiyah, R. Khairiyatul Agnes Sevelina Anggraeni Agung Waluyo Agus Santoso Budi Ahmad Zaini Arif Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Akbar Tukan, Ramdya Akbar, Dian Rahmadin Aldri Frinaldi Alfi Rahmawati Mufidah Amilia, Yunita Amin Rahmawati Purwaningrum Andrik Hermanto Anggraeni, Feny Dwi Anggraheni Anggraheni Anis Fauziah Apriyani Puji Hastuti Argo Winoto Aria Aulia Nastiti Arie Sunarno Arief, Yuni Sufyanti Arifal Aris Arina Qona'ah Arofiati, Fitri Asroful Hulam Zamroni Ayatulloh, Daviq Azhadin, Rizki Nur Bayu Febriandhika Hidayat Candra Panji Asmoro, Candra Panji Choliq, Maulivia Idham Damayanti, Elvi Kurnia Danche, Daniel Nong Daniel Happy Putra Darmawan, Luh Gede Wirani Riskayanti Dee, Theodehild M. Theresia Deni Yasmara Desi Susilawati, Desi Dian Retno Pratiwi Dianita, Eka Mei Didit Supriyanto Dluha Maf’ula Dodik Hartono Dorman, Johanes Eban B. Dwi Maryuni Dwi Puji Lestari, Dwi Puji Ede Surya Darmawan Ede Surya Darmawan Edy Purwanto Eka Mishbahatul Mar'ah Has Elida Ulfiana Elin Hidayat Elok Faradisa Elyk Dwi Mumpuningtias Eppy Setiyowati Erna Melastuti, Erna Erwansyah, Rio Ady Esti Yunitasari Eti Rahmawati Fajrillah Kolomboy Faridatul Istibsaroh Fathmy Fitriany Soulissa Febrina Ramadhani S.Kep Ferry Efendi Fiqih Ardi Pradana Firda Yusniar Firman M. Safri Firmanti, Tria Anisa Fitri Haryanti Fitria, Mawaddah Gabby Novikadarti Rahmah Gunarti, Tri Gustini Gustini Hakim Zulkarnain Handira Nadhifatul Aini Handira Nadhifatul Aini Harigustian, Yayang Harmayetty, Harmayetty Hasanudin Hasanudin Hasanudin Hasanudin Hasymi, Yusran Hayatus Sa'adah Ayu Lestari Hein Thu Hendarti, Gracia Angelina Hendrik Prayitno Luawo Hepta Nur Anugrahini Herdina Mariyanti Hery Sasongko Hidanah, Sri Hidayat Arifin Huda, Nuh Husna Ardiana I Kadek Dwi Swarjana I Kadek Dwi Swarjana I Komang Leo Triandana Arizona I Komang Leo Triandana Arizona Ifada Nur Rohmaniah Ifada Nurrohmaniah Ika Nur Pratiwi Ika Yuni Widyawati Ilya Krisnana, Ilya Indah Azhari Indarwati , Retno Ira Purnamasari irmawan andri nugroho Irmawan Andri Nugroho Isdaryanti, Lisa Ismail, Fachril Iwan Widia Sasmita Iwan Widia Sasmita Jaka Surya Hakim Joel Rey Ugsang Acob Joko Suwito Joni Haryanto Jujuk Proboningsih, Jujuk JUNIARI, NI MADE Khamida, Khamida Khatijah Lim Abdullah Khoirunisa, Navisa Koestanti S, Emy Kondwani Joseph Banda Kristiawati Kristiawati Kristiawati Kristiawati Kurniawan, Ardhiles Wahyu Kurniawati, Ninuk Dian Kusmiati Kusmiati Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Lailatun Ni'mah Laili, Nadia Rohmatul Laily Hidayati Latuperissa, Glorya Riana Lia Fadlilah Lie Liana Fuadiati Lilik Maslachah Luwarsih, Hesti Warastuti M Noor Ifansyah M Ruli Maulana M Ruli Maulana Made Mahaguna Putra Majid, Dul Makhfudli Makhfudli Mardiana Mardiana Maria Fatima Koa Marina, Navy Sealsi Adinda Prisca Masita Widiyani Mau Leon, Fransiska Mau Leon, Fransiska Fabiola Melan Mone Meo, Christina Marina Merry K. Waruwu Metasari, Dia Mirzanah, Syafaatun Misutarno Misutarno Misutarno Misutarno, Misutarno Moch Dadang Suharno Mohammad Arifin Noor Muhammad Amin Muhammad Hadi Murdiyanti, Dewi Muzhidah Muzhidah Nabila, Shanaz Leka Nadatien, Ima Nadya Wahyu Pratiwi Nandani Alifah Natalia Christin Tiara Revita Natalia Christin Tiara Revita Nihayati, Hanik Endang Ninuk Dian K Nita Tri Septiana Noor, Muhammad Arifin Nora Dwi Purwanti Nur Arifah Nur Arifah Astri Nur Hidayati Nurhidayah, Kiki Fajar Nursalam . Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Nursanti, Irna Nurul Maurida Nurul Ramadhani Yaner Padoli Padoli Padoli Padoli Padoli, Padoli Praba Dian Rahmawati Prabawati, Dewi Pradita Ayu Fernanda Prakoso, Wisnu Guntur Primalova Septiavy Estiadewi Priyantini, Diah Purwati, Nyimas Heny Qona’ah, Arina Qothrunnadaa, Azka R Endro Sulistyono Rani Putri Haji Soleman Ratna Sitorus Ratna Sitorus Ratu Izza AM Rifky Octavia Pradipta Rio Ady Erwansyah Ririn Probowati RISKA WAHYUNI Risma Wahyuningtyas Roesardhyati, Ratna Rosyid, Alfian Nur Rr Soenarnatalina M Rr Soenarnatalina M Rr Soenarnatalina M, Rr Soenarnatalina M S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safrullah, Safrullah Sahrir Ramadhan Sari, Purwanti Serengga, I Made Dwi Budhiasa Ari Setiawan, Philia Sholihin Sholihin Silvia Farhanidiah Singgih, Singgih Sirikanok Klankhajhon Siti Maimuna Siti Nur Hasina Soamole, Idham Soares, Domingos Sri Purwanti Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono Sriyono, Sriyono - Suarilah, Ira Sudarmaji, Wikan Purwihantoro Suharyono Suharyono Suhendra Agung Wibowo Suherni Susilowati Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati, Rani Sulistiawati, Rani Dwi Sulistyorini Sulistyorini Sultoni, Ahmad Mufid Sumail Sumail Sunadi, Apri Sunarko Setyawan Suprihati , Endang Supriyanto Supriyanto Susanti, Ika Adelia Susanti, Inta Suyanto Suyanto Swarjana, I Kadek Dwi Syahri, Alfi Syaifurrahman Hidayat Sylvia Dwi Wahyuni Tabik, Albertina Dete Tadi, Tadi Tisel, Yulmira Maria Tiyas Kusumaningrum Totok Indarto Tuti Nuraini Ubudiyah, Masunatul Vivi Meiti Berhimpong Wahyu Hidayati Wahyuni, Erna Dwi Widya Paramita Lokapirnasari Windarti Rumaolat Ximenes, Herminia Yani Indah Sari Yanny Trisyani Yanuar Aga Nugraha Yogo Apriyanto Yohana Agustina Sitanggang Yuliani Puji Lestari Yulis Setiya Dewi Yuly Abdi Zainurridha Yustanti, Audy Savira Zamroni, Asroful Hulam Zay Yar Tun