p-Index From 2021 - 2026
8.623
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Cakrawala Pendidikan Litera Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan KEMBARA Lentera Pustaka Edukasi: Jurnal Pendidikan QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Bibliotika : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual IJoLE: International Journal of Language Education Jurnal Ilmiah Lingua Idea ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Journal of Humanities and Social Studies ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Educatio FKIP UNMA Jurnal Paedagogy Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Didaktika: Jurnal Kependidikan Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Jurnal ABM Mengabdi Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka JOP Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Pedagogi
Claim Missing Document
Check
Articles

Development of a Gamification-Based Problem-Based Learning Model to Enhance Speed Reading Skills of Fifth-Grade Elementary School Students Adlani, Salsabillah; Andajani, Kusubakti; Anggraeni, Ade Eka
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 2. (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i2..12711

Abstract

Many students struggle with reading, and their skills have declined significantly due to learning loss observed in schools. Students find it difficult to comprehend text, lose focus, and show decreased motivation. Meanwhile, reading skills are crucial for students as they serve as the foundation of 21st-century competencies and support learning across all subjects. This condition demands learning innovations that not only train reading speed but also enhance motivation through interactive approaches. The objectives of study are : (1) to develop a Problem-Based Learning (PBL) model integrated with gamification for improving the speed reading skills of fifth-grade elementary students in the from of a teacher’s guidebook that is feasible for used, and (2) to test the validity of the model. The research employed a Research and Development (RD) method using the ADDIE model and was conducted at SDN 1 Gading Kembar, SDN 3 Asrikaton, and SDN 3 Saptorenggo. Research instruments included expert validation, implementation observation, students' response questionnaires, and speed reading tests. The results showed that expert validation reached 87.25% (very valid), model implementation achieved 93% (vary practical), and effectiveness was indicated by an increase in reading speed from 121 words per minute (wpm) to 185 wpm with an N-Gain of 0.52 (moderated).The study concludes that the gamified PBL model is effective in improving both students’ speed reading skills and their motivation. This is supported by gamification elements (points, levels, challenges, leaderboards) and the PBL syntax, which foster collaboration, problem-solving, and active learning engagement.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran dengan Bantuan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pengajar dan Calon Pengajar BIPA Muzaki, Helmi; Susanto, Gatut; Andajani, Kusubakti; Widyartono, Didin; Suherjanto, Indra; Dewi, Bintang Cahyaningtyastuti Aisyah; Nardiawan, Lailin Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.552

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengajar dan calon pengajar BIPA dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan media pembelajaran. Pelatihan diikuti oleh 32 peserta dan dilaksanakan melalui empat tahap: persiapan, lokakarya, pendampingan intensif, serta evaluasi. Peserta dikenalkan pada konsep AI, etika penggunaannya, dan praktik pembuatan media interaktif menggunakan aplikasi seperti Veed.IO, Plotagon, Adobe Express AI, Renderforest, Gemini, dan Invideo.ai. Produk yang dihasilkan meliputi video, animasi kosa kata, dan presentasi multimedia yang mendukung pengajaran BIPA. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata kebermanfaatan sebesar 87, kemudahan penggunaan 83, dan niat untuk menggunakan AI 83, yang mengindikasikan penerimaan positif terhadap teknologi ini. Umpan balik peserta juga menyoroti peningkatan literasi digital, kreativitas, dan kesadaran etis dalam penggunaan AI, dengan penekanan pada pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai budaya. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam mendorong integrasi AI secara berkelanjutan dalam pembelajaran BIPA, sekaligus memperkuat kemampuan guru dalam menyajikan materi yang menarik, interaktif, dan bermakna bagi penutur asing.
Kesalahan Berbahasa Indonesia oleh Penutur Asing dalam Akun YouTube Tomohiro Yamashita Ainie, Lisa Zahro; Andajani, Kusubakti
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.3219

Abstract

Kesalahan berbahasa merupakan penyimpangan pada penggunaan bahasa baik dari segi tulisan maupun ujaran. Fokus penelitian ini mendeskripsikan pola kesalahan berbahasa Indonesia pada pelafalan kata, pembentukan kata, dan penyusunan kalimat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia yang terjadi pada Tomohiro Yamashita merupakan peristiwa yang pasti terjadi ketika seorang pelajar bahasa pertama kali mempelajari bahasa baru. Kesalahan berbahasa ini menandakan bahwa Tomohiro Yamashita berada dalam fase peralihan bahasa Jepang ke bahasa Indonesia. Kesalahan berbahasa Indonesia pada pelafalan kata ditemukan sebanyak tiga kategori yaitu: (a) perubahan fonem, (b) penghilangan fonem dan (c) penambahan fonem. Kesalahan berbahasa Indonesia pada pembentukan kata ditemukan sebanyak empat kategori yaitu: (a) penghilangan afiks , (b) penggunaan afiks yang tidak tepat, (c) pergantian morf, dan (d) penyingkatan morf. Kesalahan berbahasa Indonesia pada penyusunan kalimat ditemukan dalam pembentukan frasa dan dalam penyusunan kalimat. Penyebab kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh Tomohiro Yamashita adalah pengaruh bahasa pertama dan masa belajar yang singkat.
Pengembangan media pembelajaran virtual reality (VR) untuk mengenalkan budaya lokal Malang ke pembelajar BIPA Muzaki, Helmi; Susanto, Gatut; Andajani, Kusubakti; Widyartono, Didin; Akhsani, Ilham; Moorthy, Thilip Kumar
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1324

Abstract

Learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) is closely related to cultural learning. Language acquisition requires not only fluency, but also an understanding of its cultural context. However, introducing culture to BIPA learners, especially through traditional media, such as images or textbooks, can make learning less effective and interesting. This study aimed to develop virtual reality (VR)-based learning media to introduce local Malang culture to foreign speakers. This study used the four-stage development method designed by Thiagarajan. Four stages are defined: design, development, and dissemination. The VR media were validated by BIPA experts and tested on seven learners from China, Taiwan, Vietnam, and Yemen. The product trial results show that the visual and audio quality received a score of (81.6), ease of use (80), VR's ability to provide a realistic experience of Malang cultural life (84), VR's ability to increase interest in learning Indonesian culture (85), VR's ability to increase cultural knowledge (82.5), suitability to needs (81.2), and VR's effectiveness as a cultural learning medium (82.5). This study confirms that VR is an engaging and effective tool for introducing local culture to BIPA students in line with their needs and expectations, especially those who are familiar with immersive technology.
Student perceptions of the use of VR to introduce Malang local tourism and culture Muzaki, Helmi; Gatut Susanto; Kusubakti Andajani; Afiyahtun Isnaeni; Ilham Akhsani; Thilip Kumar Moorthy
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2025): December (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v12i4.88958

Abstract

This study investigates students’ perceptions of the use of Virtual Reality (VR) as a learning medium for introducing tourism and local culture in Malang. This research employed a quantitative descriptive design involving 23 first-semester students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire (1–5) consisting of 17 statements that measured learning effectiveness, educational value, tourism introduction, cultural understanding, and the development of knowledge and skills. The results indicate that students demonstrated highly positive perceptions of VR implementation, with an overall mean score of 4.34. The highest score was obtained in the aspect of local tourism introduction (M = 4.46), followed by local cultural understanding (M = 4.41) and learning effectiveness (M = 4.37). These findings show that VR provides an immersive and engaging learning experience that enhances students’ understanding of tourism and local culture. Therefore, it is recommended that educators and institutions further integrate and develop VR as an innovative technology-based learning strategy to enrich educational practices.
Pengembangan Model Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Menulis Teks Laporan Hasil Observasi bagi Siswa SMK Lutfiah Aini; Kusubakti Andajani; Martutik
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3213

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran investigasi kelompok untuk meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi (LHO) siswa SMK dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap Define dilakukan melalui wawancara dengan guru bahasa Indonesia, analisis silabus, RPP, serta hasil tulisan siswa untuk memetakan kesulitan konkret dalam menulis teks LHO. Tahap Design meliputi perancangan sintaks model (orientasi dan penentuan fokus observasi, perencanaan investigasi, pengumpulan data, analisis dan penyusunan laporan, presentasi hasil, serta refleksi), sistem sosial, prinsip reaksi, dan sistem pendukung berupa RPP, LKPD, bahan ajar, serta rubrik penilaian teks LHO, infografis, dan presentasi. Tahap Develop mencakup validasi ahli pembelajaran dan ahli materi, revisi produk, serta uji coba terbatas pada 36 siswa kelas X SMK. Tahap Disseminate direncanakan melalui diseminasi ke forum MGMP dan publikasi ilmiah, namun penelitian ini dilaporkan sampai pada tahap uji coba terbatas. Instrumen yang digunakan meliputi angket validasi ahli, angket kepraktisan guru, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respons siswa, serta rubrik penilaian teks LHO, infografis, dan presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan sangat layak (validasi ahli pembelajaran 82% dan ahli materi 83%), sangat praktis (penilaian guru 84% dan keterlaksanaan 96%), dan efektif meningkatkan kemampuan menulis teks LHO. Nilai rata-rata menulis teks LHO meningkat dari 72,3 menjadi 84,85 dengan peningkatan 17,4%, ketuntasan klasikal naik dari 67% menjadi 100%, sedangkan rata-rata kualitas teks LHO, infografis, dan presentasi masing-masing mencapai 86,1; 83,6; dan 80,7. Respon siswa sangat positif dengan skor rata-rata 4,23 (84,6%). Model investigasi kelompok terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis LHO sekaligus mengembangkan keterampilan sosial dan kolaboratif siswa.
Kearifan Lokal Bantaeng dalam Teks Eksposisi: Analisis Kebutuhan Siswa dan Implikasinya pada Pengembangan Bahan Ajar Kiki Reski Kiki; Nurhadi Nurhadi; Kusubakti Andajani
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14446

Abstract

Pembelajaran menulis teks eksposisi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide dan mengintegrasikan kearifan lokal sebagai tema tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng sebagai dasar pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan relevan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan survei terhadap 36 siswa kelas X.10 SMA di Kabupaten Bantaeng. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur dengan 10 pertanyaan yang mencakup aspek pemahaman konsep, pengalaman menulis, kesulitan yang dihadapi, minat terhadap kearifan lokal, dan kebutuhan akan bahan ajar. Data dianalisis secara deskriptif dengan perhitungan persentase untuk setiap aspek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa (100%) memiliki pemahaman konseptual tentang teks eksposisi, namun sebagian besar (72,2%) mengalami kesulitan dalam menemukan ide menulis. Meskipun 72,2% siswa pernah menulis teks eksposisi secara umum, hanya 36,1% yang pernah menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal. Minat siswa terhadap kearifan lokal Kabupaten Bantaeng sangat tinggi (94,4%), dan 97,2% siswa merasa pembelajaran menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal akan lebih menarik. Sebagian besar siswa (83,3%) menyatakan bahwa buku teks yang digunakan saat ini belum memadai untuk mendukung pembelajaran menulis teks eksposisi. Selain itu, 97,2% siswa memiliki orientasi yang tinggi terhadap kebermanfaatan karya tulis untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, dan 88,9% siswa setuju dengan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan untuk pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng. Tingginya minat siswa terhadap kearifan lokal dan ketidakpuasan terhadap bahan ajar yang ada memperkuat urgensi pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa dasar empiris untuk pengembangan bahan ajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal.
Kesopanan dalam Berujar: Upaya untuk Meningkatkan Etika Berbahasa Madura Pada Siswa Sdi Mabdaul Falah Fahrus Refendi; Kusubakti Andajani; Moch. Syahri
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyimpangan bahasa yang dilakukan murid kepada gurunya di sekolah dasar. Kajian ini menerapkan metode kualitatif. Data penelitian yang digunakan berupa tuturan antara murid kepada guru di kelas VI berupa pelanggaran maksim ketidaksopanan di SDI Mabdaul Falah. Adapun tahapan-tahapan pengumpulan data sebagai berikut: (1) mengumpulkan data yang sesuai (2) mereduksi data yang relevan (3) menyajikan data (4) menarik kesimpulan. Penelitian ini memastikan analisis dilakukan secara menyeluruh dan relevan. Penelitian ini menghasilkan enam temuan maksim yaitu: (1) kebijaksanaan (2) kedermawanan (3) penghargaan (4) kesederhanaan (5) permufakatan (6) kesimpatisan. Peneliti mengklasifikasi dan menyaring dalam setiap maksim ada dua contoh data serta pemaparannya. Jadi, total peneliti memperoleh sebanyak 12 data dari 6 maksim.Berdasarkan permasalahan yang telah dikaji. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter dan etika berbahasa murid di sekolah dasar. Ditemukannya pelanggaran terhadap enam maksim kesantunan menunjukkan perlunya perhatian lebih dari guru, orang tua, dan pembuat kebijakan pendidikan terhadap pembelajaran etika komunikasi sejak dini.
Communication Strategies in Delivering Educational Messages on Song Lyrics “Lamunan” and “Lestari” Eka Butsiawan; Roekhan Roekhan; Kusubakti Andajani
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 6 (2024): Journal of Pedagogi - December
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/jpst3346

Abstract

This research focuses on two songs by Wahyu F. Giri, "Lamunan" and "Lestari," which are popular on various music platforms. The study aims to explore the communication strategies used to convey educational messages in the song lyrics. Employing a pragmatic approach, the research analyzes the lyrics through observation and qualitative methods. The findings reveal that "Lamunan" delivers messages of loyalty, patience, love, and self-reflection, while "Lestari" emphasizes natural beauty, eternal love, loyalty, and tranquility. The communication strategies identified include repetition, audience recognition, factual delivery, and persuasion. These strategies enhance the songs' appeal and effectively impart educational values. Beyond their musicality, the songs teach listeners to appreciate relationships, the beauty of nature, and the pursuit of happiness. This study highlights how music can serve as a medium for education, embedding important values within engaging and emotionally resonant content, making it both enjoyable and meaningful for listeners.
Mengeksplorasi Suara Guru di Sulawesi Selatan: Panduan Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerpen Berbasis Nilai Budaya Bugis Rayhan Adi Anggara; Didin Widyartono; Kusubakti Andajani
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13678

Abstract

Story writing materials grounded in Bugis cultural values. The research addresses students' difficulties in idea formulation, plot development, diction, and lack of confidence in writing short stories, compounded by limited relevant textbooks. The study aims to describe teachers' concrete needs, strategies for integrating cultural content, and to formulate guidelines for developing contextual and relevant teaching materials. Using a qualitative method with interviews involving three Indonesian language teachers in South Sulawesi, data were analyzed thematically to uncover their views and experiences. The findings highlight four key areas: (1) student difficulties in short story writing; (2) textbook limitations; (3) the potential of utilizing Bugis culture as a contextual and relevant element in teaching materials; and (4) the urgency of leveraging digital technology as a learning support tool. These findings affirm that teachers respond positively to integrating Bugis cultural values and digital technology into short story writing instruction. This integration can enrich content, strengthen student character, and make learning more relevant to students' daily lives. Thus, this research contributes to the development of contextual teaching materials that appreciate local wisdom, emphasizing the urgency of a culture-based approach in Indonesian language learning. However, this study is limited by the number of participants and requires further comprehensive material development, validation, and field testing.
Co-Authors - Martutik A. Syukur Ghazali A. Syukur Ghazali, A. Syukur Abduh, Amirullah Ade Eka Anggraini Adlani, Salsabillah Adzrool Idzwan Ismail Afiyahtun Isnaeni Ainie, Lisa Zahro Akhsani, Ilham Aldiri Septian Syafiudin Aldy Bagaskara Alif Nursukma Putra Alifia Cahyaningtyas Aritra Amalia Nurma Dewi Anang Santoso Andi Asari Andoko Andoko, Andoko Anggraeni, Ade Eka Aptia Ardiasri Arda Purnama Putra Aripriharta - Ariva Luciandika Asri Ismail Azizan, Yoga Rifqi Azizatuz Zahro Dawud Dawud Dermawan, Taufik Dewi Ariani Dewi, Bintang Cahyaningtyastuti Aisyah Didin Widyartono Dimas Andika Putra Dwi Ariana Irawati Dwi Ariana Irawati Dwi Listyorini Dwi Novita Ernaningsih Eka Butsiawan Endah Tri Priyatni Endang Sri Andayani Fachry Abda El Rahman Fahrus Refendi Fendy Yogha Pratama Florensia Ellena Putri Dewanthy Gatut Susanto Hanafi Almas Harsono Harsono Helmi Muzaki Hengki Tri Hidayatullah Heni Dwi Arista Heri Suwignyo Himmatun Ilmiah S Horng, Gwo Jiun Iffatul Khoiroh Iffatul Khoiroh Ilmiah S, Himmatun Imam Agus Basuki Imam Suyitno Imam Suyitno Indra Suherjanto Iqlima Pratiwi Ivana, Laili Ivena Violensia Izhhar Amala Zein Jamiatul Asyah Kiki Reski Kiki Kirana, Adinda Kidung Kusmiati Kusmiati Kusumaningrum, Rosiana Winda Lexmana, Moch. Nanda Indra Lisa Zahro Ainie Lutfiah Aini Lutfiah Aini Manavavee Mamah Martutik Maulidia, Rizky Moch. Syahri Moh. Safii Moorthy, Thilip Kumar Muh. Arafik Nandang Mufti Nardiawan, Lailin Puspita Nina Septia Rahmawati Nur Aisyah Sefrianah Nur Hadi Nurchasanah Nurhadi Nurul Azizah Peni Dyah Anggari Prastio, Bambang Putra, Natanael Ricky Rahajeng Shafira Raihanah Wiwaha Rahmawati, Ida Yeni Rahmayanti, Riszky Rayhan Adi Anggara Restining Anditasari Retno Wulandari Rifqi Hayyinul Ula Rina Rizki Amalia Risaldi, Dedi Riski, Akhmad Afrizal Riszky Rahmayanti Robby Hidajat Roekhan Roekhan Rully Aprilia Zandra Septiani Rosyidah Siti Aisyah Slamet Arifin Sri Untari Suyono Suyono Syafiudin, Aldiri Septian Syahri, Moch. Thilip Kumar Moorthy Tia Puspita Sari Titik Harsiati Toti Laksana Bhirawa Ummah, Maslakhatu Nurul Violensia, Ivena Wahyudi Siswanto Wika Nurma Hidayatul Nafi'ah Yeni Dwi Rahayu Ningtyas Yeni Yusella Yoga Rifqi Azizan Yuni Pratiwi Zeni Istiqomah Zephaniah Gavrila Bela Puspita