p-Index From 2021 - 2026
12.579
P-Index
This Author published in this journals
All Journal RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Jurnal Geliga Sains: Jurnal Pendidikan Fisika Jurnal Pembelajaran Fisika Phi : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapan JPS Unimus Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika FKIP e-PROCEEDING Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Momentum: Physics Education Journal Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) KARST : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Academia Open Madaniya Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sinar Sang Surya: Jurnal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Pillar of Physics Education : Jurnal Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unram Journal of Community Service (UJCS) Journal of Science and Science Education (JoSSEd) Journal of Education Research Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya INTERNATIONAL JOURNAL OF EDUCATION, INFORMATION TECHNOLOGY, AND OTHERS Journal of Social Research Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Jurnal Pembelajaran Fisika Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Jurnal Basicedu Journal of Health, Education, Economics, Science, and Technology (J-HEST) Pancaran Pendidikan Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran JURNAL FISIKA PAPUA Cendikia Pendidikan Majority Science Journal Journal Innovation In Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Al-Marsus : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara JOP Jurnal Inovasi dan Teknologi Pendidikan Jurnal Ilmu Manajemen Dan Pendidikan Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan MIPA Jurnal Pendidikan Progresif JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Edumaspul: Jurnal Pendidikan Journal of Pedagogi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : FKIP e-PROCEEDING

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS SCIENTIFIC REASONING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMA PADA MATERI HUKUM NEWTON Elvin Noer Laily; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kurikum 2013, perlu adanya sumber belajar yang sesuai tuntutan kurikulum denganmempertimbangkan kebutuhan siswa misalnya LKS. Pembelajaran fisika terkadang kurangmengeksplorasi kemampuan berfikir atau bernalar sehingga menyebabkan hasil belajar fisika masihrendah. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk melatih kemampuan bernalar siswa, maka dikembangkanLKS berbasis scientific reasoning untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa di SMA. TujuanPenelitian ini adalah untuk: (1) Megidentifikasi validitas LKS berbasis scientific reasoning, (2)Mengidentifikasi keefektifan pembelajaran setelah menggunakan LKS berbasis scientific reasoning.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu R & D dengan model pengembangan Plomp yangterdiri atas: (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/kontruksi, (4) tes, evaluasi, dan revisi, (5)implementasi. Berdasarkan hasil analisis data rerata validasi ahli 4,025 dan validasi pengguna 4,35 yangdapat dikategorikan valid. Keefektifan ditinjau dari hasil belajar kognitif yang diperoleh dari uji cobaterbatas yang dilakukan pada 10 orang siswa kelas X SMA Negeri Pakusari. Hasil analisis data keefektifandiperoleh dari hasil pre-test dan post-test, sehingga dihasilkan rata-rata N-gain 0,45 yang dapatdikategorikan “sedang”. Sehingga dapat disimpulkan LKS berbasis scientific reasoning valid dan efektifdalam pembelajaran fisika.Kata kunci : LKS, Scientific Reasoning, Hasil Belajar
PENGARUH GUIDED INQUIRY BERBANTUAN PhET SIMULATIONS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 1 KENCONG Ilma Nafiatul Barokah; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran saja, namun bagaimana mengajak siswa menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman yang didapatkan. Pengetahuan yang didapatkan dari diri sendiri lebih mudah diingat oleh siswa daripada yang didapatkan dari orang lain. Hal ini diperlukan model pembelajaran yang efektif untuk mencapai kemampuan berpikir kritis. Guided inquiry melatih siswa untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dalam model pembelajaran ini siswa berperan aktif, sedangkan guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET simulations terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Kencong pada pokok bahasan gerak parabola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design dengan desain penelitian menggunakan posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMAN 1 Kencong, dengan sampel kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol dan X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen yang dipilih berdasarkan teknik cluster rundom sampling. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET simulations dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
MODEL GROUP INVESTIGATION DISERTAI PETA KONSEP PADA PEMBELAJARAN FISIKA Amelia Rahmawati; Sinnggih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 5 No 1 (2020): Prosiding Webinar Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, peningkatan hasil belajar siswa dan sikap ilmiah siswa serta respon siswa terhadap pengaplikasian model pembelajaran group investigation disertai peta konsep. Model pembelajaran Group Investigation menuntut peserta didik agar lebih aktif dan dapat melatih siswa berkomunikasi dengan baik. Sintaks model pembelajaran group investigation yaitu; mengidentifikasi topik dan membagi murid dalam kelompok, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, mempersiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan evaluasi. Peta konsep merupakan ilustrasi berupa bagan yang menidentifikasi sebuah konsep tunggal dihubungkan denga konsep tunggal yang sama. Dengan bantuan peta konsep pada proses pembelajaran fisika diharap dapat mempermudah siswa dalam penguasan konsep dasar materi yang diajarkan. Dengan demikian pembelajaran model Group Investigation disertai peta konsep dapat membantu siswa memahami konsep dasar materi untuk menumbuhkan kemampuan berfikir dalam menginvestigasi materi ataupun permasalah yang telah diberikan oleh guru siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SCIENTIFIC EXPLANATION SISWA SMA Teguh Wijayanto; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan penjelasan ilmiah (scientific explanation) adalah suatu kemampuan dalam bernalar yang dapat membantu siswa dalam memahami ilmu pengetahuan dalam hal penyelidikan ilmiah. Terdapat tiga komponen penting yang harus ada dalam penjelasan ilmiah. Komponen tersebut diantaranya klaim, bukti, dan penalaran. Fakta di lapangan membuktikan bahwa siswa memiliki tingkat scientific explanation rendah, dibuktikan dalam menjawab soal penjelasan dimana siswa masih belum bisa memberikan suatu bukti nyata dalam fenomena alam yang memperkuat penjelasan. Siswa cenderung tidak jelas dalam menyampaikan kesimpulan yang telah didapatkan melalui proses penyelidikan. Sehingga perlu adanya suatu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa. Kemampuan scientific explanation ini dapat diterapkan melalui pembelajaran berbasis penyelidikan yakni Inkuiri. Pembelajaran inkuiri secara terstruktur adalah suatu model pembelajaran inkuiri dengan level terendah sehingga dapat mudah diterapkan terhadap siswa yang belum pernah diberikan model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri terstruktur dapat melatih siswa untuk berpikir secara kritis dengan menemukan atau memecahkan sendiri tentang suatu permasalahan yang telah didapatkan dengan panduan guru. Pada penerapannya diperlukan suatu stimulus berupa LKPD sebagai sarana berlatih siswa dalam kegiatan pembelajaran, hal tersebut diterapkan untuk meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa. Implementasi model pembelajaran inkuiri terstruktur dapat meningkatkan kemampuan scientific explanation siswa.Kata Kunci: scientific explanation, inkuiri terstruktur, LKPD
MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DISERTAI PHET SIMULATIONS PADA PEMBELAJARAN FISIKA Fani Marcelina; Singgih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Advance Organizer merupakan suatu pendekatan konstruktivitis yang berprinsip pada orientasi peserta didik terhadap materi sebelum disampaikan di kelas. Model pembelajaran ini mengutamakan pada struktur kognitif siswa dimana struktur kognitif yang dikuasai seseorang merupakan faktor penentu apakah materi-materi baru yang akan dipelajari dapat bermakna atau tidak. Belajar bermakna adalah proses mengaitkan informasi baru yang telah didapat dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Dalam pembelajaran fisika, diperlukan adanya suatu kegiatan eksperimen/praktikum yang bertujuan agar siswa mampu menemukan sendiri dari permasalahn-permasalahan yang dihadapinya sehingga dapat melatih cara berpikir ilmiah dan siswa mampu menemukan sendiri bukti kebenaran dari apa yang sedang dipelajari. Untuk mengatasi keterbatasan alat praktikum dan tingkat efisiensi, maka PhET Simulations dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahn ini. PhET Simulations merupakan simulasi interaktif fenomena-fenomena fisis berbasis riset berupa software. Simulasi PhET menekankan pada hubungan fenomena nyata dengan ilmu yang mendasarinya. Dengan adanya simulasi PhET berupa software ini diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep fisika tanpa harus melakukan praktikum di laboratorium.Kata Kunci: Advance Organizer, PhET Simulations, Pembelajaran Fisika
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DISERTAI PETA BERPIKIR 3D PADA PEMBELAJARAN FISIKA Dika Rovitya Dewi; Singgih Bektiarso; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan sangat penting sebagai upaya dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran berbasis masalah, dimana permasalahan yang dihadirkan bersifat kontekstual dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Fisika merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan gejala alam yang diperoleh dari proses ilmiah dimana hasil pengamatan serta percobaan tentang alam dipakai sebagai dasar dalam mengkaji suatu konsep keilmuan tertentu. Belajar fisika berkaitan dengan penguasaan konsep-konsep dasar fisika. Peserta didik dituntut untuk bisa mengembangkan konsep tersebut melalui proses pembelajaran untuk mendapatkan konsep baru yang sesuai dengan pemahaman peserta didik. Peta berpikir 3D merupakan suatu peta yang di dalamnya menggabungkan ketiga aspek dimensi, seperti dimensi kognitif, metakognitif dan sosial yang masing-masing memiliki manfaat berbeda namun saling berkaitan. Peta Berpikir 3D mencakup beberapa komponen seperti gambar, informasi masalah, hubungan antar konsep beserta kata kuncinya serta hipotesa dari penalaran yang didapatkan dari penyelidikan. Kajian ini menekankan bahwa model Problem Based Learning disertai Peta Berpikir 3D dalam pembelajaran fisika diperlukan sebagai upaya dalam mengatasi kendala dalam penerapan model Problem Based Learning, selain itu model Problem Based Learning disertai Peta Berpikir 3D diharapkan dapat dijadikan sebagai inovasi agar kualitas pendidikan menjadi lebih baik.Kata Kunci : Problem Based Learning, Peta Berpikir 3D, Pembelajaran Fisika.
KAJIAN KINEMATIKA JALUR WISATA GUNUNG BROMO MELALUI SENDURO-LUMAJANG SEBAGAI E-SUPLEMEN BAHAN AJAR FISIKA SMA Intan Dwi Handayani; Singgih Bektiarso; Sri Astutik
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman modern seperti ini, pembelajaran yang ada di sekolah hendaknya mampu memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada. Salah satunya media elektronik seperti HP yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat khususnya siswa. Dengan fasilitas yang ada maka pembelajaran harusnya mampu membuat siswa menjadi lebih aktif. Pembelajaran tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sumber belajar kontekstual, artinya bahwa materi pada sumber belajar dikaitkan langsung dengan kondisi nyata untuk mendapatkan data-data real di lapangan. Namun pada faktanya masih banyak sumber belajar yang kurang meninjau dari data-data atau fakta langsung di lapangan, sehingga materi yang seharusnya membutuhkan pemahaman konsep dengan baik masih tergolong kurang dikembangkan, salah satunya materi fisika tentang kinematika gerak. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kinematika gerak yang memanfaatkan potensi lokal Gunung Bromo jalur Senduro-Lumajang untuk dijadikan buku suplemen atau buku penunjang di sekolah dalam bentuk elektronik yang disebut dengan e-suplemen bahan ajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa data-data besaran fisika tentang kinematika gerak, yaitu gerak lurus yang dilakukan pada dua lintasan, yaitu lintasan datar (kecepatan) dan lintasan miring atau menurun (kecepatan dan percepatan) untuk dikaji dan dijadikan bahan untuk pembuatan e-suplemen bahan ajar fisika berbasis potensi lokal.Kata Kunci: Pembelajaran Fisika, Kinematika Gerak, Suplemen Bahan Ajar
LEMBAR KERJA SISWA SCIENTIFIC EXPLANATION UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN PENJELASAN ILMIAH SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Mag’izah Werty Rochita Muliardi; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Scientific explanation merupakan merupakan kemampuan dalam menjelaskan ilmiah berdasarkanbukti yang ada melalui suatu tanggapan tertulis atau lisan terhadap pertanyaan yang mengharuskansiswa untuk menganalisis data dan menafsirkan data berkenaan dengan pengetahuan ilmiah.Pembelajaran dengan membimbing pemahaman siswa dalam kemampuan penjelasan ilmiah menjadikunci utama dalam pendidikan sains sebab siswa mampu berfikir kritis dalam memahami konsep danmembangun pengetahuan baru dengan mempelajari hubungan antara ide atau bukti yang dikumpulkanberdasarkan kenyataan. Maka dari itu, perlu dikembangkan LKS untuk membelajarkan fisika danscientific explanation Lembar kerja siswa scientific explanation menyajikan permasalahan denganpenyelesaian yang mengacu pada komponen-komponen scientific explanation. Permasalahan padalembar kerja siswa scientific explanation dengan memberikan dua pendapat yang saling bertentangandan penyelesaiannya dengan melibatkan jawaban awal (claim), didukung bukti (evidence), dandibenarkan oleh penalaran (reasoning) yang menjelaskan bagaimana bukti mendukung jawaban awal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja siswa scientific explanation untuk melatihkankemampuan penjelasan ilmiah siswa dalam pembelajaran fisika di SMA yang dikembangkanmendapatkan nilai validasi sebesar 4,16 dengan kategori valid.Kata kunci: Lembar kerja siswa, scientific explanation, penjelasan ilmiah, validasi
MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI TEKNIK PETA KONSEP DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Ayu Wulansari; Singgih Bektiarso; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran guided inquiry merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, dan analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Fakta dilapangan dalam pembelajaran guided inquiry siswa masih merasa kesulitan dalam proses pembelajaran. Untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajarannya maka disertai teknik peta konsep. Dimana teknik peta konsep dapat digunakan untuk mengungkapkan konsepsi, menyelidiki apa yang telah diketahui, menolong siswa mempelajari cara belajar, dan sebagai alat evaluasi. Adapun langkah-langkah pembelajaran guided inquiry yaitu mendapatkan perhatian dan menjelaskan proses inquiry, menyajikan permasalahan inquiry atau kejadian yang tidak sesuai, Meminta siswa merumuskan hipotesis untuk menjelaskan permasalahan atau kejadian, mendorong siswa untuk mengumpulkan data untuk menguji hipotesis, merumuskan penjelasan dan/atau kesimpulan, merefleksikan situasi bermasalah dan proses berpikir yang digunakan untuk menyelidiki. Dengan demikian, siswa dapat dengan memudah memahami materi kaitan konsep-konsep yang telah dipelajarinya.Kata kunci: model guided inquiry, pembelajaran fisika, peta konsep
LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI DISERTAI ARGUMENTATIVE PROBLEMS UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI SISWA SMA Fitri Febianti Dewi; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Argumen adalah suatu pernyataan disertai dengan alasan yang komponennya meliputi klaim (kesimpulan, proposisi, atau pernyataan), data (bukti yang mendukung klaim), bukti (penjelasan tentang kaitan antara klaim dan data), dukungan (asumsi dasar yang mendukung bukti), kualifikasi (kondisi bahwa klaim adalah benar), dan sanggahan (kondisi yang menggugurkan klaim). Argumentasi penting untuk mengembangkan keterampilan menganalisis dan terlibat dalam argumen yang dapat mengkonstruksi penjelasan ilmiah, mengembangkan keterampilan kritis dan mengevaluasi berbagai alternatif. Meskipun argumentasi ilmiah sangat penting untuk siswa namun jarang diikutsertakan dalam pembelajaran fisika di kelas. Para siswa seringkali diminta untuk mengumpulkan data kemudian memahami suatu fenomena berdasarkan data tersebut ketika mereka terlibat dalam argumentasi ilmiah di kelas. Pembelajaran fisika berbasis inkuiri mampu memfasilitasi siswa dalam belajar berargumen. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah pada Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mampu melatih kemampuan argumentasi siswa. Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuiri disertai argumentative problems merupakan suatu alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan argumentasi siswa melalui pemberian permasalahan-permasalahan yang bersifat argumentatif dan menuntut penyelesaian dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
Co-Authors A Djoko Lesmono Adawiyah, Vania Robiatul Adi Fadila, Wildan Adinda Della Widya Asiska Aditya Kurniawan Agus Abdul Gani Agus Abdul Gani, Agus Agus Abdul Ghani Agus Tina Sari Agustiningsih Agustiningsih Ahmad Ahmad Ahmad Fauzan Ainiyah, Ummi Zahrotul Aisha Ariestya Nanda Aisyah Ali Aisyah Ali Aji Bagus Maulana Saputra Akhmad Kadir Akhmad Kadir Albertus Djoko Lesmono Albertus Djoko Lesmono, Albertus Djoko Alda Rahma Islamey Felita Alex Harijanto Alfariza, Syafira Alfia Ulfa Ali, Aisyah Alifah, Ihsaniatun Nur Alifia Aminingrum Alivinda Aulia Safira Musyarofah almaidah almaidah Amalia Nurdina Sari Amelia Rahmawati Andini Septya Ningrum Andriani Novit Anggi Wulan Sekar Tanjung Anggraeni, Nadiah Putri Anisa Eka Mauladhani Anna Ika Putri Kurniawan Annisa Febriana Sukma Aprillia Putri Pratiwi Ari Gita Prahmana Putra Arinda Maharani Arini Latifa Arini Latifa, Arini Aris Singgih Budiarso Arita Fajar Damasari Ariyani, Retno Arju Mutiah Auldry Fransje Walukow Auldry Fransje Walukow Aulia, Salsabila Tazkia AYU WULANSARI Ayuningtiyas, Linda Aziz, Ayu Munawaroh Bagus Yusuf Ilhamsyah Balya Aulia Assiddiqi Bambang Putra Kurniawan Bambang Soepeno Bambang Supriadi Bambang Supriadi Bea Hana Siswati Belinda Puspitaningrum Berlian Marsha Malihah Cahayati, Era Cendy Eka Erlinawati Chandhani, Erika Divian Chindy Beauty Sapbrina Dayang Nur Aqila Dea Ananda Yulia Agustin Defina Saghy Marspinta Denintya Sari Desyandri Desyandri Devi Aprilia Nurvirani Devita Sari Dewa Ayu Desinta Dewi Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Rohmatul Izzati Diah Indri Lestari Dian Indah Hariani Diana Erista Ferli Dika Rovitya Dewi Dina Helianti Eka Inggritiya, Sefti Elok Faiqotul Himah Elok Faiqotul Himah, Elok Faiqotul Elsa Indah Laksamana Elvin Noer Laily Erica Meilia Safitri Erlia Narulita Erlia Narulita Erlia Narulita Erma Karlina Ervan Prasetyo Ervinatus Tri Wulansari F K Ayu Anggraeni Fani Marcelina Faradila, Alifa Faradila, Putri Farhan Arif Wahyudi Fatimah, Umi Fatkur Mujib Febriyanti, Melisa Putri Firlya Ika Septiviana Fitiria Wahyu Maharani Fitri Febianti Dewi Fitria Rizqiatus Syafa'ah Fitriya Ichda Setiyawati Friska Rindiani Gallung Angga R. Gallung Angga R., Gallung Galuh Melinda Safitri Gita Indah Pratiwi Hairlinda Arini Agustin Handayani, Rifati Dina Handayani, Rif’ati Dina Harirotul Lathifah Hita Mara Cecilia I Ketut Mahardika Ika Nur Aini Alfianti Ike Lusi Meilina Ilma Nafiatul Barokah Inayatus Soleha Indah Ayu Safitri Ine Febrianti Intan Dwi Handayani Ira Wanda Rahyuni Pitri Irmawati, Rery Isma Choiruhi Izzatul Lutfiyah Izzha Mayzy Az-zahra Putri Jennis Ayu Wulandari Jessica Dwi Putri Andriana Kaneishia, Sabrina Kendid Mahmudi Khafidar Rochim, Wildan Jamil Kinarsih, Retno Enggar Kuntari Dwi Meitikosari Kurnia Mas Rahmawati Lailatul Haniyah Lailatul Nuraini Lajuardi, Arini Maulidiya Lely Yuliyanti Lenny Puspitasari Lintang Pascaeka Lisa Nesmaya Listyany Yunia Saroh Lubna Lubna Luffianti, Linda Nadia M. Isa Fakhri Mafaza Nuris Sabeta Mag’izah Werty Rochita Muliardi Maharani, Arinda Maharika, Mayang Mariska Yudha Amindri Mariya Silfiana Rofiqoh Mariya Silfiana Rofiqoh, Mariya Silfiana Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maryani Maya Sinta Ayu Septriningsih Maylinda Nur Azizah Meydi1, Sheilla Fallerina Mila Nurfaniyah Moch. Dimas Reza Mohamad Fikri Muhammad Hasan Muzammil Muntaqiyah, Inayatul Mustikarani, Tinon Nabilah Fahmiah Nadhifah, Ainiyatun Nala Kurinta Netta Wahyu Ariany Netty Berliana Herman Nila Mutia Dewi Ninik Megawati Novelensia ETP Novia Nur Widia Novit, Andariani Nur Azizatul Jannah Nur Faizah Nuril Martha Anggraeni Nuriman Nuriman Nurlia Fitasari Nurridha Rahmania Yusuf Pangestuti, Shallya Magistra Paramitra, Monica Dewi Perdana, Dimas Halim Pitaloka, Ami Widya Prabandari, Audri Mely Pramudya Dwi Aristya Putra Prastowo, Sri Handono Budi Pratiwi, Anisa Septi Prihandono , Trapsilo Puji Utami Puput Aprilia Eka Sari Putri Faradila Putri Indah Ramadhani Putri, Fidia Alhikmah Qodariyah, Niyar Ana Ratna Hapsari Rayendra Wahyu Bachtiar Renisa Kusuma Dewi Retno Enggar kinasih Revaldy Bisma Saiylendra Ria Inayatush Shofiah Ridho Alfarisi Rifqoh Putri Purfiyansyah Rif’ati Dina Handayani Rika Lestari Rike Aji Santoso Rike Dwi Wulandari Rio Dermawan Rista Setiani Rizal Wijayanto RIZKI PUTRI WARDANI Roifatul Masruroh Roifatul Masrusoh Rosa Fahriatus Zahro Rusdiana, Ike Sabrina, Sabrina Kaneishia Safina Aulia Sani Safitri, Riya Salsabila Tazkia Aulia Sayyidatun Najah Sa’diyah, Nurhalimatus Sefanda, Sakti Kalisa Sefti Eka Inggritiya Sekar Langit Dwi Arini Selvi Nur Lailiyah Setiawan, Antonius Hendy Sheilla Fallerina Meydi Sherly Eka Putri Damayanti Silviana Nur Hamidah Sinta Nuriyah Siscawati Rizki Lasmo Siti Silfi Farhana SRI ASTUTIK Sri Astutik Sri Astutik Sri Wahyuni Sri Wahyuni Subiki Subiki Subiki Sudarti Sudarti . Sudarti . Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sudarti Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumardi Sumarjono Sumarjono Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno Supeno, S Tania Ardiani Taufik, Nur Trapsilo Prihandono Trapsilo Prihandono Trias Rizqi Febrianti Ulfa Riski Aryanti Umi Fatimah Uswatun Hasanah Wahyu Muldayani Wahyudi, Farhan Arif Wakhidyah, sasti Handayani Walidatudz Dzikro Walukow, Auldry Fransje Wardah Nibras Salsabila Wicaksono, Iwan Wiji Rahayu Wildan Adi Fadila Wulandari, Febby Putri Yessi Gusmardin Yessy Novita Sari Youlanda Prizca Ramadhina Yuliske Yuliske Yuni Rahmawati Yushardi Yushardi Zevi Hofifah Zevi Hofifah, Zevi