Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF PROFESSIONAL BENEFITS ON TEACHER PERFORMANCE AT SMA NEGERI 3 BARRU Hasan, Kamaruddin; Muhlisah, Nurul; Ainun Naqya, Nur
Meraja journal Vol 5 No 3 (2022): Vol 5 No 3, November 2022
Publisher : P3M Stia Al Gazali Barru and Meraja media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33080/mrj.v5i3.227

Abstract

[Full Paper] to pdf Copyright (c) 2022 The Visual journal
Manajemen Issue Dalam Proses Politik di Aceh Saidaturrahmah, Saidaturrahmah; Samosir, Hasrat Efendi; Hasan, Kamaruddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i2.14733

Abstract

Aceh, as a special autonomous province in Indonesia, has garnered national and international attention due to its long-standing history intertwined with conflict and peace. The political process in Aceh is closely tied to various complex issues that impact its stability, socio-economic development, and the relationship between the central government and Aceh. This scholarly article aims to analyze issue management in the political process in Aceh, with a focus on the post-MoU Helsinki 2005 period. In this article, the author discusses how political issues, such as special autonomy, identity, and issues related to the Aceh Governance Law (UUPA), influence Aceh's politics and its relationship with the central government. How issue management can be applied in the context of Aceh's politics to ensure political stability and sustainable development. This article employs a qualitative method with data collection techniques through literature review. The discussion has covered the definition of the issue, focusing on key political issues in Aceh, such as special autonomy, identity, and UUPA-related issues. The steps in issue management in Aceh's politics, including dialogue, community participation, institutional strengthening, effective communication, advocacy, and evaluation. Issue management is key to handling these political issues and achieving stability and sustainable development in Aceh.
IDENTITAS DAN PENCIPTAAN DIRI DI ERA DISRUPSI DIGITAL Husna, Asmaul; Hasan, Kamaruddin; Arifin, Awaluddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v5i1.11590

Abstract

Among the younger generation, the use of social media is unavoidable. In the era of digital disruption characterized by rapid technological change, changing online culture, and dominant social media, the concept of digital identity has become important. This research aims to find out how individuals and social media play a role in shaping the digital identity of the younger generation and how these individuals manage and maintain their self-image online in the era of digital disruption. This research is also to find out how digital identity impacts the mental health of the younger generation. This research uses a qualitative descriptive analysis research method with data collection techniques through literature study and interviews. From the research results, the author found that social media plays a major role in shaping the digital identity and self-creation of the younger generation and making them known to many people. They can shape their self-image according to what they want and how they want to be seen by others. However, they also have to adjust the pros and cons before posting something on social media. This is done as an effort to form and maintain a positive self-image as a digital identity on social media. Apart from that, digital identity also affects their mental health if they are cut off from internet access because it will have an impact on decreasing the number of views and incomeDi kalangan generasi muda, penggunaan media sosial tidak dapat dihindari. Era disrupsi digital yang ditandai oleh perubahan teknologi yang cepat, budaya daring yang berubah, dan media sosial yang dominan, maka konsep identitas digital menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana individu dan media sosial berperan membentuk identitas digital generasi muda serta bagaimana cara individu tersebut mengelola dan merawat citra diri mereka secara daring di era disrupsi digital. Penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana identitas digital berdampak pada kesehatan mental generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literature dan wawancara. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa media sosial berperan besar dalam membentuk identitas digital dan penciptaan diri generasi muda dan membuat mereka dikenal oleh banyak orang. Mereka dapat membentuk citra diri sesuai dengan yang diinginkan dan cara mereka ingin dipandang oleh orang lain. Namun mereka juga harus menyesuaikan baik buruknya sebelum memosting sesuatu di sosial media. Hal itu dilakukan sebagai upaya membentuk dan merawat citra diri yang positif sebagai identitas digital di sosial media. Selain itu, identitas digital juga berpengaruh pada kesehatan mental mereka jika terputus dengan akses internet karena akan berdampak pada menurunnya jumlah views dan pemasukan.
CITRA POSITIF LAKI-LAKI BATAK DALAM FILM NGERI-NGERI SEDAP (Analisis Semiotika Roland Barthes) Sagala, Ronal Arpandi; Hasan, Kamaruddin
Jurnal Jurnalisme Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the mass media industry, films can perpetuate stereotypes about certain ethnic groups. For example, the Batak tribe is often described as a tough and strict tribe, especially towards men. The film 'Ngeri-Ngeri Sedap' released in 2022 is the latest example of this, depicting family conflict in a Batak family. This research analyzes the film 'Ngeri-Ngeri Sedap' using Roland Barthes' semiotic analysis, focusing on aspects of Denotation, Connotation and Myth. Other important values are Hamoraon (wealth), Hagabeon (offspring), and Hasangapon (honor). The film "Ngeri-Ngeri Sedap" depicts these characteristics through its characters, showing how the Batak cultural values instilled by parents make Batak boys appear tough. The aim of this research is to provide a deeper understanding of the image of men. Batak men depicted in the film. This film analysis includes every scene and shot, as well as related articles about the customs and culture of the Batak tribe. This analysis aims to reveal how stereotypes of the Batak tribe are depicted in films and how this depiction impacts the audience's perception of their ethnic identity
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MELALUI SPEECH CODE DAN CODE SWITCHING Rauzawahyudi, Uje; Candrasari, Ratri; Anismar, Anismar; Hasan, Kamaruddin
Jurnal Jurnalisme Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Komunikasi Antarbudaya Melalui Speech Code Dan Code Switching (Studi di Gampong Paya Laba Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan). Gampong Paya laba merupakan merupakan desa dengan keragaman Bahasa yang berasal dari 3 suku berbeda antara lain suku Aneuk Jamee, Kluet dan Aceh. Masyarakatnya hidup harmonis meskipun dalam perbedaan latar belakang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana proses komunikasi sesama masyarakat dengan latar belakang Bahasa dan suku yang berbeda serta bagaimana upaya masyarakat menjaga keharmonisan dalam keragaman bahasa dan suku melalui komunikasi. Penelitian ini menggunakan teori Speech Code dan Code Switching. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwasanya terdapat 60 Speech Code  yang di gunakan dalam komunikasi yang kemudian di pisahkan menjadi 2 yaitu kode yang mempunya arti halus dan kode yang berarti kasar, namun baik Speech Code maupun Code Switching, penggunaannya  di bedakan ke dalam 5 ranah yaitu ranah keluarga, pergaulan masyarakat, Pendidikan, pemerintahan dan ranah agama. Pada situasi komunikasi kelompok, masyarkat gampong Paya Laba melakukan Situational code-switching yaitu menyesuaikan dengan situasi yang sedang berlangsung Ketika harus beralih Bahasa. Meskipun pada umumnya masyarakat berlatar belakang suku Aneuk Jamee, mereka juga menguasai bahasa Aceh dan bahasa Kluet. Penelitian ini menyarankan untuk Majelis Adat Aceh (MAA) dan dinas pariwisata Aceh selatan untuk dapat menjaga kelestarikan bahasa daerah serta dapat menjaga keharmonisan bermasyarakat di wilayah aceh selatan secara keseluruhan tanpa ada konflik antarbudaya layaknya gampong Paya Laba.
Optimalisasi Start Up Bisnis Entrepreneurs Mahasiswa dan Milenial Kota Lhoksemawe Aceh Hasan, Kamaruddin; Arifin, Awaludin; Husna, Asmaul; Muchlis, Muchlis; Zahari, Zahari; Jafaruddin, Jafaruddin; Zulfadli, Zulfadli
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan keterampilan StartUp Bisnis Entrepreneurs kalangan Mahasiswa Universitas Malikussaleh. Pengabdian melibatkan mahasiswa yang akan dan sedang menjalankan bisnis startup baik di dalam maupun luar Kampus. Melalui startup bisnis dengan digital entrepreneurship memberikan pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa untuk dapat memulai, mengelola, mengembangkan usaha dengan memanfaatkan digitalisasi. Memilih menjadi entrepreneur startup era digital, merupakan pilihan dan solusi yang tepat. Menjadi digital entrepreneur dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan. Mahasiswa akan memahami, menjalankan, mengembangkan bisnis startup untuk dapat meminimalisir kegagalan usaha, mau mengambil resiko untuk menjadi lebih sukses, tentu tidak perlu ragu untuk memulai bisnis di era kemudahan teknologi digital. Metode pengabdian dengan proses observasi, need assesment, wawancara, focus group discustion (FGD), pelatihan, monitoring evaluasi dan pendampingan. Hasil pengabdian ini mampu memotivasi, meningkatkan pemahaman, mempengaruhi minat untuk melakukan bisnis start up. Terdapat ada tiga sektor startup yaitu sektor on demand service berbasis sociopreneur, sektor e-commerce dan sektor public service. Faktor pendorog mahasiswa dalam mendirikan startup antara lain motivasi sosial ekonomi, lapangan pekerjaan, kesempatan peluang bisnis dan pemberdayaan. Tantangan dalam menjalankan startup yaitu paradigma masyarakat, komitmen tim, ekosistem startup, pendanaan termasuk kemampuan pemanfaatkan teknologi digital. Pengembangan startup bisnis tidak perlu menunggu tua, kalau bisa sukses usia muda, kenapa harus ditunda. Bagaimana sukses di usia muda yang cerdas mencari peluang dan giat dalam berusaha sehingga apa yang diimpikan dan dianggap mustahil oleh banyak orang berhasil dicapai oleh anak muda mahasiswa. Memang, setiap menit muncul start up digital baru dengan fitur yang hampir sama antara satu dengan yang lain. Maka keterampilan, inovasi, ide-ide kreatif, keberanian dan kreativitas yang cenderung dimiliki mahasiswa yakin mampu diaplikasikan.
Development of a Group Guidance Service Model Based on Segulaha Cultural Values to Improve the Character of Junior High School Students Andi Agustan Arifin; Syamsul Bachri Thalib; Kamaruddin Hasan
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 10 Number 2 August 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v10i2.65147

Abstract

This research is a development research which aims to find out: (1) Description of the need for a group guidance service model based on segulaha cultural values in improving the character of junior high school students in Ternate City, (b) Design of a group guidance service model based on segulaha cultural values in improving the character of junior high school students in Ternate City, (c) Validity, practicality and effectiveness of the segulaha cultural values-based group guidance service model in improving the character of junior high school students in Ternate City. The type of research is Research and Development with the ADDIE model. Data collection was carried out by using questionnaires, observations, feasibility and practicality assessment sheets. The data obtained was then analyzed using qualitative and quantitative statistics. The results of the research show that a group counselling service model is needed in improving character education based on cultural values. The model designs created are outlined in model books and guidebooks for group guidance services based on cultural values to improve student character. The model developed is valid, feasible and practical to be continued in supporting group guidance services based on cultural values as well as improving the character of junior high school students. The results of the analysis of the effectiveness of the segulaha cultural values-based group guidance service model in improving the character of junior high school students were very effective. This is based on the results of the pretest and posttest which have increased.
Penerapan Pendekatan STEAM Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V Sekolah Dasar Haderiah Haderiah; Kamaruddin Hasan; Heriyanti Alamsyah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v2i1.30041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V UPT SD Negeri 76 Pinrang, dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V UPT SD Negeri 76 Pinrang tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa 12 orang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Data hasil penelitian diperoleh melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan peningkatan proses dan hasil belajar dari siklus I ke siklus II dengan masing-masing memperoleh nilai dari aspek guru pada siklus I 67% dan siklus II 87% sedangkan aspek siswa pada siklus I 62% dan siklus II 80%, serta hasil ketuntasan belajar siklus I 67% dengan nilai rata-rata 70 dan siklus II ketuntasan belajar mencapai 80% dengan nilai rata-rata 81. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V UPT SD Negeri 76 Pinrang. Kata Kunci: STEAM; Hasil Belajar, IPA
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SD Siti Taspiah; Kamaruddin Hasan; Heryanti Alamsyah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v1i2.26299

Abstract

Penelitian ini bertujuan  meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam satu siklus. Tempat penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Tambakbulusan 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Tambakbulusan 1 yang berjumlah 13 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan presentase siswa pada pra siklus dengan hasil belajar siswa dikatakan tuntas yaitu mencapai Kreteria Ketuntasan Minimal yang telah ditentukan yaitu lebih dari atau sama dengan 75. Penelitian ini telah menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, pada pra siklus 23 % atau sebanyak 3 siswa yang memperoleh nilai lebih dari Kreteria Ketuntasan Minimal. Pada siklus 1 mengalami peningkatan menjadi 92% atau sebanyak 12 siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar. Kata Kunci: Hasil Belajar; Matematika; Problem Based Learning.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas III di SD Negeri 1 Gebangmekar Tin Herlina; Kamaruddin Hasan; Nur Sofiatul Lailiyah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v2i3.30559

Abstract

Untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Gebangmekar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dibagi ke dalam dua siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, tes dan dokumentasi pada pelaksanaan proses pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas III dapat ditingkatkan dengan model Problem Based Learning. Terbukti dari penilaian kelompok siswa terdapat peningkatan pada siklus I rata-rata nilai 60 - 70, dan hasil pada siklus II rata-rata nilai 80 - 100. Model Problem Based Learning ini dapat dilaksanakan oleh guru SD karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengubah pemikiran siswa belajar adalah hal yang menyenangkan. Kata kunci: Problem Based Learning; Hasil Belajar.
Co-Authors ,k, Adnan ., nurul pajeriya A. Agustan Arifin A. Ariyadi Abd. Hakim Abd. Kadir A abdul malik Abdullah Achmad Noerkhaerin Putra Adi Irwandi adnan,K Adnan,K Ahyar Ainun Naqya, Nur Ainun Nurul Fadillah Akmal, Fitria Alamsyah, Heriyanti Alfatih, Ainun Najib Amal, Riski Anisa Utami Anismar Anismar Annisa Utami Arifin, Awaluddin Asmaul Husna Asrianda Asrianda Asyura, Rifqa Awaluddin Muin, Awaluddin Awaludin Arifin Ayu Lestari Ayuni, Putri Bahri, Halida Cahya Ramadhan, Saskia Cut Adyna , Cut Adyna Deni Dwi Nur Hidayat eni, suci Fajar Fajar Fitri, Dwi Furqan Furqan, Furqan Haderiah Haderiah Haderiah Hairuddin Hairuddin Hasan Sazali Hasman, Nurul Muhlishah Heriyanti Alamsyah Heryanti Alamsyah Ila Israwaty Ila Israwaty Indriani Ismail, Muchlis Isti Adelia IZZAH, NURUL Jafaruddin Jafaruddin, Jafaruddin Khusnul Phathona KN, Jamiati Latri Aras, Latri Lukman Ali Lukman Ali, Lukman Lukman Lukman M.Ali, M.Ali Mahmud, Suriadi Masriadi Masriadi Misbahuddin Darwis Muchlis Muchlis Muh Irfan Muh. Idris Jafar Muhammad Asrul Sultan, Muhammad Asrul Muhammad Irfan Muhammad Yusuf Yunus Muhammad, Mukmin Muhibuddin Muhlisah, Nurul Mukmin Muhammad Muslimin Muslimin Nur Afni Safarina, Nur Afni Nur Annisa Putri S Nur Sofiatul Lailiyah NurHasanah NurHasanah Nurul Mukhlisa nurul mukhlisa Putri Ayu Lestary Putri Nuryani Rahmawati Patta Rais, Rahmi Ramadhana, Saskia Cahya Rasda, M. Rasmi Djabba, Rasmi Ratri Candrasari, Ratri Rauzawahyudi, Uje Rismah Risqi Mutmainnah Mansur Rizki Yunanda RR. Ella Evrita Hestiandari Safuwan, Safuwan Sagala, Ronal Arpandi Saidaturrahmah, Saidaturrahmah Salsabila, Unik Hanifah Samosir, Hasrat Efendi Shasliani Shasliani Siti Taspiah Suhadjerah, Suhadjerah Syamsul Bachri Thalib Syarif, Naufal Qadri Syarifah Chairunnisak Syawaluddin, Ahmad Tin Herlina turrahmi, rafika Ummu Kaltsum SC Usman Wawan Krismanto Yuli Santri Isma Yulia Yusdalifa Ekayanti Yunus Yusnadi, Yusnadi Zahari, Zahari Zainal, Zaid Zulfadli Zulfadli