p-Index From 2021 - 2026
12.639
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Cakrawala Pendidikan SAINSMAT Jurnal Nalar Pendidikan Jurnal Pendidikan Sains Journal of Education and Learning (EduLearn) Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Prosiding Seminar Biologi Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan JOIV : International Journal on Informatics Visualization Seminar Nasional Pendidikan IPA Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika BIOEDUKASI Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi International Journal of Natural Science and Engineering JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Wahana Sekolah Dasar Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Studies in Learning and Teaching Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat BIOLOVA Journal of Research in Instructional PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Prisma Sains: Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) SAINSMAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Research and Development in Education (RaDEn) Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Journal of Science and Education Research Jurnal Medika: Medika JPM Pambudi Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Kemampuan Representasi Peserta Didik SMP pada Materi Interaksi Mahluk Hidup dengan Lingkungan Chaifa, Dian Emma; Diantoro, Markus; Mahanal, Susriyati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.433 KB)

Abstract

Konsep IPA dapat tersajikan dalam berbagai format representasi, seperti verbal, grafik, gambar, matematik, grafis, simulasi komputer dan demonstrasi nyata (Kohl & Finkelstein, 2006).Kemampuan multi-representasi artinya kemampuan peserta didik dalam menggunakan, menafsirkan dan memahami sebuah konsep dalam berbagai bentuk representasi. Kemampuan representasi penting dalam memahami dan menalar di bidang sains. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui profil kemampuan representasi peserta didik SMP pada materi interaksi mahluk hidup dengan lingkungan. Penelitian dilakukan di SMPN 2 MandeKabupaten Cianjur, pada kelas VIIC Tahun Pelajaran 2016/2017.Penelitian menggunakan instrumen tes multi-representasi yang terdiri dari 25 soal uraian dan modifikasi. Analisis jawaban peserta didikdidasarkan pada rubrik skoring dan hasil wawancara. Hasil skoring kemudian di golongkan ke dalam 4 kategori yaitu terampil, cukup terampil, kurang terampil dan tidak terampil. Kemampuan representasi yang diujikan meliputi indikator verbal/menulis, membuat grafik, menafsirkangrafik, memodifikasi grafik, membuat gambar, menafsirkan gambardan memodifikasi gambar. Berdasarkan rata-rata skor tes,kemampuan representasi peserta didiktermasuk kategori kurang terampil sebanyak 40,74% dan tidak terampil sebanyak 50,25%.Berdasarkan indikator representasi,peserta didik banyak mengalami kesulitan pada saat menafsirkan grafik, membuat grafik, memodifikasi grafik dan memodifikasi gambar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pada skor rerata yang sama, tidak selalu menunjukkan kemampuan yang sama pada semua indikator representasi. Kemampuan representasi peserta didik dipengaruhi oleh pengalaman yang pernah diterimanya. Keunikan peserta didik menjadi bahan kajian tersendiri untuk penelitian lebih lanjut. Pentingnya kemampuan representasi mengisyaratkan perlunya mengintegrasikan pembelajaran yang melatih kemampuan representasi.
Keanekaragaman Makroalga di Daerah Intertidal Pantai Pasir Panjang Kabupaten Malang Oryza, Diandara; Mahanal, Susriyati; Saptasari, Murni
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.802 KB)

Abstract

Makroalga memiliki banyak manfaat diltinjau dari segi ekologis dan ekonomis. Dari segi ekologis, makroalga bermanfaat sebagai penyuplai bahan organik utama di perairan, menjaga kekokohan karang. Secara ekonomis makroalga dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan obatobatan. Data dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang menunjukkan bahwa potensi sumber daya luat seperti makroalga cukup melimpah pada enam kecamatan di Kabupaten Malang yaitu Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing wetan, Gedangan, Bantur, dan Donomulyo. Berdasarkan observasi yang dilakukan di beberapa pantai di Kabupaten Malang, Pantai Pasir Panjang yang berlokasi di Dusun Ngilyep Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo memiliki keanekaragaman makroalga yang cukup tinggi, belum pernah dieksplor sebelumnya dan berpotensi sebagai lokasi penelitian studi keanekaragaman makroalga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis makroalga yang ada di Pantai Pasir Panjang. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi untuk melakukan pelestarian dan pemanfaatan makroalga bagi peneliti lain maupun masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan objek penelitian berupa spesimen makroalga. Sampel penelitian ini dicuplik dari 55 plot dengan metode line transect. Plot yang digunakan berukuran 1x1 meter dengan panjang transek disesuaikan dengan kondisi intertidal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makroalga yang ada di Pantai Pasir Panjang terdiri dari 10 ordo yaitu Ulvales, Bryopsidales, Fucales, Ceramiales, Gigartinales, Corallinales, Palmarialess, Cladophorales, Gelidialles, Nemaliales dan 12 famili yaitu Ulvaceae, Halimedaceae, Caulerpaceae, Bryopsidaceae, Sargassaceae, Rhodomelaceae, Gigartinaceae, Carollinaceae, Palmariaceae, Cladophoraceae, Gelidiellaceae, dan Galaxauraceae. Makroalga yang ditemukan berjumlah 21 jenis dari 14 genus.
Pemanfaatan Tumbuhan Suku Poaeceae di Taman Hutan Raya R Soerjo sebagai Media Penunjang Identifikasi Wulandari, Desy Yanuarita; Saptasari, Murni; Mahanal, Susriyati
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1558.321 KB)

Abstract

Perubahan tuntutan kurikulum membuat bahan kajian yang ada perlu dilengkapi dan diperbarui sehingga capaian pembelajaran yang telah dirancang dapat tercapai maksimal. Matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan memiliki capaian pembelajaran yaitu mahasiswa dapat menguasai prinsip taksonomi, tata nama, klasifikasi tumbuhan berdasarkan ciri-cirinya serta menyusun sistem identifikasi tumbuhan berdasarkan penelitian di lapangan. Analisis kebutuhan yang dengan penyebaran angket kepada 53 mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang yang telah menempuh matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan ditemukan kesulitan belajar yang mereka alami yaitu sulit mencari referensi atau bahan dalam melakukan identifikasi tumbuhan, gambar yang terdapat dihandout kurang jelas, dan kesulitan dalam melakukan identifikasi. Solusi untuk mengatasi kesulitan belajar yang mereka alami yaitu memberikan media lain seperti buku ataupun bacaan tambahan yang dapat menuntun mahasiswa dalam proses identifikasi. Tujuan penelitian adalah melakukan identifikasi tumbuhan suku Poaceae yang ada di Taman Hutan Raya R. Soerjo dan mengembangkan media belajar berupa foto sebagai sarana dalam proses identifikasi tumbuhan suku Poaceae. Metode penelitian adalah metode deskriptif yakni menjelaskan bagian dari tumbuhan suku Poaceae.Pengambilan sampel dilakukan di Taman Hutan Raya R. Soerjo.Hasil penelitian berupa foto morfologi dari akar, batang, daun, dan juga bunga dari tumbuhan suku Poaceae. Bagian terpenting dari tumbuhan suku Poaceae yang berperan dalam proses identifikasi adalah struktur bunga tersusun sebagai bunga majemuk dengan satuan bunga berupa floret, floret tersusun dalam spikelet. Terdapat 12 spesies tumbuhan suku Poaceae yang telah teridentifikasi yaitu Paspalum conjugatum P.J. Bergius, Eleusin indica (L).Gaertn, Oplismenus compositus (L). P. Beauv, Sporobolus indicus (L). R.Br, Saccharum spontaneum L, Pennisetum purpureum Schumach, Imperata cylindrica (L).Raeusch, Paspalum dilatatum Poir, Eragrostis amabilis (L).Wight & Arn, Panicum sp, Eragrostis sp (1), Eragrostis sp (2).Identifikasi yang dilakukan tetap menggunakan buku acuan namun disertai dengan foto sebagai media penunjang tambahan dalam identifikasi tumbuhan suku Poaceae.
Inventarisasi Tumbuhan Paku Kelas Filicinae di Kawasan Watu Ondo sebagai Media Belajar Mahasiswa Pranita, Herdina Sukma; Mahanal, Susriyati; Sari, Murni Sapta
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.522 KB)

Abstract

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus. Tumbuhan paku di Indonesia memiliki keragaman jenis dan memiliki manfaat dalam memelihara ekosistem hutan, tanaman hias, sayuran, dan bahan obat-obatan.Keragaman tumbuhan paku digolongkan menjadi 4 kelas, salah satunya kelas Filicinae.Kelas Filicinae merupakan tumbuhan paku yang memiliki anggota spesies terbanyak.Keragaman jenis tumbuhan paku dapat diketahui melalui pendekatan taksonomi yang membutuhkan beberapa langkah kerja, salah satunya mengenai identifikasi tumbuhan.Berdasarkan analisis kebutuhan mengenai matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan yang diberikan pada Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang angkatan 2013 pada materi tumbuhan paku, didapatkan mahasiswa mengalami kesulitan mengidentifikasi tumbuhan paku. Dalam proses pembelajaran biologi mahasiswa dituntut menggunakan pendekatan kontekstual yaitu dengan memanfaatkan alam sekitar. Kesulitan identifikasi tumbuhan paku disebabkan oleh referensi berupa narasi dan gambar belum menunjukkan spesifikasi jenis tumbuhan paku yang jelas.Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tumbuhan paku di kawasan Watu Ondo dan menghasilkan produk bahan ajar berupa atlas. Metode penelitian dengan cara jelajah atau observasi lapang secara langsung, yaitu dengan menjelajahi setiap sudut lokasi yang dapat mewakili tipe-tipe tumbuhan. Metode ini jelajah dipilih karena metode sesuai dengan kondisi lapang yang sebenarnya.Hasil penelitian ditemukan 13 spesies tumbuhan paku melalui identifikasi susunan letak spora.Tumbuhan paku yang telah diidentifikasi disusun sebagai media belajar mahasiswa berupa koleksi foto.Foto koleksi tumbuhan paku digunakan untuk mempermudah mahasiswa dalam mengidentifkasi tumbuhan paku.
Potret Penguasaan Konsep Awal Mata Kuliah Protista Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Malang Saleh, Rahmat; Mahanal, Susriyati; Zubaidah, Siti; Setiawan, Deny
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.582 KB)

Abstract

Penguasaan konsep awal merupakan salah satu indikator keberhasilan belajar siswa sebelum menempuh proses pembelajaran. Penguasaan konsep awal sangat penting bagi mahasiswa sebagai tolok ukur langsung yang digunakan oleh guru/dosen untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang akan diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengungkap penguasaan konsep awal mata kuliah protista mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survey. Partisipan pada penelitian ini adalah mahasiswa Biologi semester genap tahun akademik 2019/2020 pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang sebanyak 60 orang. Data penelitian diperoleh dari pretest pada mata kuliah Protista. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur penguasaan konsep awal mata kuliah protista mahasiswa yaitu berupa tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep awal mata kuliah protista mahasiswa Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang berada pada kategori sangat rendah.
Motivasi Membaca Mahasiswa Biologi Universitas Negeri Makassar Saenab, Sitti; Zubaidah, Siti; Mahanal, Susriyati; Lestari, Sri Rahayu
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2020: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.606 KB)

Abstract

Membaca merupakan aktivitas utama dalam proses pembelajaran karena membentuk kemampuan berpikir mahasiswa. Namun, dalam membaca diperlukan motivasi. Motivasi menjadi faktor penting dalam kesuksesan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi membaca mahasiswa biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan sampel sebanyak 72 mahasiswa tahun akademik 2018/2019. Instrumen yang digunakan adalah angket Motivation Reading Questionnaire (MRQ) yang terdiri dari 54 item. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya motivasi membaca mahasiwa biologi berada pada kategori baik. Temuan penelitian mengindikasikan perlunya menerapkan berbagai strategi sebagai upaya dalam meningkatkan motivasi membaca mahasiswa, salah satunya mengembangkan model pembelajaran.
Enhancing Students’ Health Literacy Through PBL-CMM: An Innovative Approach in High School Biology Education Salim, Fitrah Amalia; Mahanal, Susriyati; Susanto, Hendra; Hardianto, Hardianto; Kusmahardhika, Noviansyah
JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP) Vol 9 No 2 (2025): JEP (Jurnal Eksakta Pendidikan)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jep/vol9-iss2/1053

Abstract

The enhancement of students’ health literacy represents a pivotal element in preparing them to confront contemporary health challenges. Accordingly, this study evaluates the impact of a combined problem-based learning and collaborative mind mapping (pbl-cmm) framework on improving students’ capacities for health literacy. Conducted with 110 senior high school students in Parepare, Indonesia, this quasi-experimental study employed a pretest–posttest non-equivalent control group design focused on the excretory and reproductive system topics in biology. Three groups were compared: PBL-CMM, PBL only, and conventional learning. Health literacy was measured through the Biology-Related Health Test (BRHT) and the Health Literacy Questionnaire (HLQ), which were developed based on four literacy dimensions: access, understand, appraise, and apply. The ANCOVA results revealed that students in the PBL-CMM group achieved significantly higher health literacy scores (corrected mean = 77.70) than those in the PBL (65.09) and conventional groups (56.20), p < .05. Similarly, the BRHT scores showed consistent patterns (PBL-CMM = 78.17; PBL = 70.26; Conventional = 65.95). The findings suggest that the PBL-CMM model is effective in fostering comprehensive health literacy through collaborative, problem-centered learning strategies. Future research is recommended to apply this model across diverse educational contexts, larger student populations, and different subject areas to examine its broader applicability and long-term impact on students’ critical thinking and decision-making in health-related issues
Kajian Etnobotani Tradisi Ruwah Rosul : Praktik Ritual Masyarakat Kediri Sebelum Upacara Adat Pernikahan Indraswari, Ratna Afieh; Sholehah, Anisa Putri; Istiqomah, Roisah Maulidatunnisa Al; Achmad, Derryl Jevani; Muhaimin, Fahrul Ghani; Pitaloka, Karin Anindita Widya; Mahanal, Susriyati
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.878

Abstract

This study aims to document and preserve the local knowledge of the people of Duwet Village, Kediri Regency, regarding the use of plants in the Ruwah Rosul tradition, which is carried out before traditional wedding ceremonies. This study uses a qualitative descriptive method with the determination of key informants (traditional leaders) through purposive sampling, followed by snowball sampling of additional informants (people who practice the tradition). Data collection was carried out through interviews, observations, and documentation, which were then validated using triangulation techniques. The data were analyzed descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study found 10 types of plants dominated by shrubs, with flowers being the most widely used part of the plant in each ritual arrangement. Each plant has a philosophical meaning that represents the values of prayer, hope, and harmony in life. Most species have not been evaluated for their conservation status (Not Evaluated), but conservation practices have been carried out by the community through cultivation in their yards. This study provides a new contribution by integrating aspects of ethnobotany, cultural symbolism, and local conservation into a single framework for analyzing the Ruwah Rosul tradition.
Studi Etnobotani Tumbuhan Anti-Penyakit Kulit dalam Sistem Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Jeruk Purut, Pasuruan Laili, Dewi Sofiatul; Refdiana, Heni; Amelia, Najwa Rofisa; Muhaimin, Fahrul Ghani; Pitaloka, Karin Anindita Widya; Mahanal, Susriyati
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.880

Abstract

This study aims to document and preserve local knowledge about the use of medicinal plants for skin diseases used by the community of Jeruk Purut Village, Pasuruan Regency. The research method used is a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Key informants were determined using purposive sampling, followed by snowball sampling to expand information from additional informants. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study identified 14 plant species from 11 families used by the community to treat skin diseases, including acne, tinea versicolor, dermatitis, scabies, and ringworm. Leaves are the most widely used part of the plant due to their secondary metabolite content, which is effective as an antibacterial, antifungal, and anti-inflammatory agent. Processing is done traditionally through pounding, boiling, cutting, grating, or heating, and applied by rubbing, sticking, compressing, or drinking. The conservation status of most species is classified as Not Evaluated, indicating limited data and the need for further research as a basis for assessing extinction risk. These findings emphasize the importance of preserving local knowledge and the need for further research to ensure the sustainable use of medicinal plants.
Etnobotani Tumbuhan Ritual dalam Tradisi Tosan Aji Madakaripura : Eksplorasi Pengetahuan Lokal Masyarakat di Singosari, Malang Marella, Fannia Zulfa; Fitriani, Fika; Christina, Vicke Indriani; Muhaimin, Fahrul Ghani; Pitaloka, Karin Anindita Widya; Mahanal, Susriyati
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.881

Abstract

This study aims to document and preserve the local knowledge of the Singosari community, Malang Regency, East Java in utilizing plants for the Tosan Aji Madakaripura tradition. A qualitative descriptive approach was used in this study, where data were collected through semi-structured interviews, observation, and documentation. Key informants were determined using a purposive sampling technique, then additional informants were selected using snowball sampling. The data obtained were then analyzed descriptively with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there were 25 plant species from 19 families dominated by tree habitus with the most widely used part being the trunk for carving and extracting. Plants used in this tradition have different philosophical meanings that reflect the reasons for their use in the tradition. The conservation status of most plants is included in the category of least concern, meaning that their populations are still stable, and there are conservation efforts by the community through cultivation. The implementation of the Tosan Aji Madakaripura tradition demonstrates that various plant species are not only used practically but also possess philosophical meanings that represent the relationship between humans and nature. This finding emphasizes that traditional plant use must be balanced with conservation-based management to maintain the sustainability of biological resources.
Co-Authors A. D. Corebima A. D. Corebima A. Irma Suryani Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Abdul Gofur Achmad, Derryl Jevani Adriana Gandasari Agung Wibowo Agung Witjoro Ainun Magfirah Alif Rofiqotun Nurul Alimah Aloysius Duran Corebima Aloysius Duran Corebima Aloysius Duran Corebima Aloysius Duran Corebima Aloysius Duran Corebima Aloysius, Duran Corebima Amelia, Najwa Rofisa Amin, Astuti Muhammad Ananda, Oriny Tri Anandita, Galuh Ajeng Ratri Anastasya, Ananda Rifta Andi Muharni Any Fatmawati Aprilyani Aprilyani Arbin Janu Setiyowati, Arbin ARDIAN ANJAR PANGESTUTI Arif Hidayat Arman Abu Bakar Asham Bin Jamaluddin Astuti Muh. Amin Aynin Mashfufah Azizah, Firda Evi Azizul Ghofar Candra Wicaksono Balqis Balqis Balqis Balqis Bella, Aurelia Laudya Benediktus Ege Benediktus Ege Betty Lukiati Chaifa, Dian Emma Choirunisa, Nindiana Choirunnisa', Lely Chokchai Yuenyong Christina, Vicke Indriani Cipeta, Hermas Rudiansyah Claresia Tsany Kusmayadi Dahlia Dahlia Damopolii, Insar Dasuha, Johanna Kartika Adventina P. Deny Setiawan Deny Setiawan Desy Putri Rahmawati Desy Yanuarita Wulandari Dharmawati Dharmawati Diandara Oryza Didin Syafruddin Diego Pradana Diego Pradana Diego Pradana, Diego Duran Corebima Aloysius Duran Corebima Aloysius Dwi Listyorini Dyah Ayu Eka Fitriana Edi Sulistiyono Edi Sulistiyono Enik Setiyawati Ericka Darmawan Erviana, Rifdah Hanani Fahmi, M Iqbal Najib Farahita, Senja Dewi Faridha, Haidir Algi Gaffar Farqiyatur Ramadhan Farqiyatur Ramadhan Farqiyatur Ramadhan Fatchur Rohman Fatia Rosyida Fatia Rosyida Fatma, Yulya Febblina Daryanes Febblina Daryanes Fiqih Zahra Firda Awalia Putri Firdausya, Syifa Nabila Fitrah Amalia Salim Fitriani, Fika Gofur , Abdul H. Hardianto Hadi Suwono Hadi Suwono Haidir Algi Gaffar Faridha Hamdani . HARDIANTO - Hardianto Hardianto Hayuana, Wachidah Hendra Susanto Hendrikus Julung Hendrikus Julung Herawati Susilo Herdina Sukma Pranita Herdiyanti, Aulinisa Gita Hidayat, Mohamad Rifki Yoshimi Hidayati Maghfiroh Hikmah Buroidah Hudayah, Nurul Husna, Nur Fadhilla Lailatul I Gede Sudirgayasa I Gede Sudirgayasa I Gusti Ayu Rai I Made Sudiana I Putu Oktap Indrawan I Putu Oktap Indrawan Ibrohim Ilham Madjid Ilma, Zidni Nafi’atul Imaniah, Yukabad Noor Indraswari, Ratna Afieh Intan Nurnilam Intan Nurnilam Sari Intan Nurnilam Sari Irma Dahlia Yuliskurniawati Irma Lismayani Istamar Syamsuri Istamar Syamsuri, Istamar Istiqomah, Roisah Maulidatunnisa Al Jannah, Iftakhul Kalimatul Jati, Rindang Sike Nurindra Kasana, Auliya Maulida Kharisma, Nafi' Windy Kharisma, Nafi’ Windy Kharomah, Sindi Kharomah, Sinta Khikmaturrosyida, Nabila Kholisotun, Charisma Mayang Kistantia Elok Mumpuni Kumalasari, Lina Kuni Mawaddah Kusmahardhika, Noviansyah Laili, Dewi Sofiatul Lia Yuliati Liah Badriah Maghfiroh, Hidayati Maghfiroh, Kalimatul Mahmud Mahmud Mahmud, Dini Rosyada Manalu, Marison Sudianto Maratus Sholihah Mardian, Anggraini Marella, Fannia Zulfa Markus Diantoro Markus Iyus Supiandi Markus Iyus Supiandi Markus Iyus Supiandi Markus Iyus Supiandi Mar’atus Sholihah Mawardi Mawardi Mimien Henie Irawati Mirawati, Baiq MISTIANAH MISTIANAH Miswandi Tendrita Mochammad Imron Awalludin Mochammad Iqbal Muh. Wahyudi Jasman Muhaimin, Fahrul Ghani Muhammad Asy'ari Muhammad Athoillah Muhammad Saefi Muhammad Syamsussabri Muharni, Andi Mukti, Windy Rosyada Murni Sapta Sari Murtini, *Iin Mustaqim Mustaqim Mustikasari, Ayu Chandra Mustikasari, Vita Ria N Siti Nofita Sari Naafi Aisya Nasir, Nur Indah Ririn Fitriani Nataria Wahyuning Subayani Ni Putu Sri Ratna Dewi Nining Purwati Nisa Nur Zakiyah Nisrinadevi, Chita Aura Suko Noviansyah Kusmahardhika Novita Yanuartanti Noviyanti, Nurul Ika Nur Hayati Nur Umami Rosidah Nuramalia, Evi Sintia Nurul Ika Noviyanti Oriny Tri Ananda Oryza, Diandara Paembonan, Dayinta Rombe Pangesti, Novi Andrilia Paramitha Cahyani Parno Pitaloka, Karin Anindita Widya Pramudya, Syvangi Dwi Pranita, Herdina Sukma Prihatnawati, Yayuk Pt Yulyana Grisnawati Artha Putra, Ade Fandy Ardiyansyah Putri Nuur Masita Putri, Nadya Apriyani Putri, Riri Rahmadani Putri, Salma Aulia Qolbi, Salsabila Asshifa Rafi, Naufal Sulthan Rahmat Saleh Rahmawati, Windi Rahmi Masita Ramadhan, Bramantara Haikal Ramadhan, Muhamad Justitia Ramadhania, Irma Nur Ramadhina, Cahya Silvika Ranti Nur Fa’idah Ratna Ekawati Ratnani, Dewa Ayu Sri Ratnapuri, Adisti Refdiana, Heni Rohman , Fatchur Romadhon, Baqtiar Rizki Safitri, Bella Salim, Fitrah Amalia Samsul Bahri Samsul Bahri Saputro, Uung Gondo Saraswati, Retno Ayu Sari, Intan Nurnilam Sari, Ray Tunjung Serafin Tanti Nita Setiawati, Erika Shila Avila Sholehah, Anisa Putri Sholihah, Mar'atus Sholihah, Mar’atus Siti Imroatul Maslikah Siti Nur Arifah Siti Zubaidah Siti Zubaidah Siti Zubaidah Sitoresmi Prabaningtyas Sitti Saenab Sitti Saenab Sitti Saenab, Sitti Sofia Ery Rahayu Sri Rahayu Sri Rahayu Lestari Sri Rahayuningsih Sri Sukaesih Sri Wahyuni Sugeng Utaya Suhadi Suhadi Sulfa, Devi Mariya Sulisetijono Sulisetijono Sulisetijono Sulistyowati, Ika Supriyono Koes Handayanto Supriyono Supriyono Susantia, Diah Ayu Putri Sutopo Sutopo Tarwiyani Tarwiyani Tarwiyani Tarwiyani, Tarwiyani Tesa Manisa Tri Maniarta Sari Triastono Imam Prasetyo Umie Lestari Vebriani, Fanda Widianti, Amanda Melia Putri Witanto, Anas Bagaskara Wulandari, Desy Yanuarita Wulandari, Fidellawati Yulianti, Erni Yulya Fatma Yusella, Yeni Yuslinda Anisa Yusniarni, Nadhia Salma Zaen, Pranadya Ananta Lesta Zahra Firdaus Zahra, Fiqih Zahrah, Natasya Adiba Zenia Lutfi Kurniawati, Zenia Lutfi Zuhriyatur Rosyidah