Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep biologi Hafizah, Hafizah; Agustina, Elya; Annisa, Majidah; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Imellia, Hanny; Norhidayati, Norhidayati; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Learning Outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament (TGT) learning model. This study used the True Experimental Design method with the Posttest-Only-Control-Design form and the Classroom Action Research method. The data collection technique used in this study was to give posttest questions after completing the learning process in the experimental class and control class on Biodiversity material. While Classroom Action Research uses data collection techniques in the form of observation, measurement and documentation. This research uses descriptive statistical analysis techniques. The results concluded that the learning outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament learning model on students obtained an average class score of 84.90. The control class with conventional learning (discussion method) on Biodiversity material obtained a class average score = 82.35. While in the Classroom Action Research method, the average posttest value of student learning outcomes in cycle I was 70.35 and cycle II was 82.50. Cooperative Learning type Teams Games Tournament (TGT) Biodiversity material in both research methods shows that learning outcomes and student activity have increased or influenced.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hasil Belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan bentuk desain Posttest-Only-Control-Design dan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan soal posttest setelah selesai proses pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam materi Keanekaragaman Hayati. Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengukuran dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hasil belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament pada peserta didik memperoleh nilai rata-rata kelas 84,90. Kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional (metode diskusi) pada materi Keanekaragaman Hayati memperoleh nilai rata-rata kelas = 82,35. Sedangkan pada metode Penelitian Tindakan Kelas, nilai rata-rata posttest hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 70,35 dan siklus II sebesar 82,50. Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) materi Keanekaragaman Hayati pada kedua metode penelitian tersebut menunjukan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan atau berpengaruh.
Meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada sistem reproduksi melalui pembelajaran kooperatif dan debat Putri, Kania Nabilah; Agustina, Noor Fithri; Noorhasanah, Noorhasanah; Simbolon, Putri Stephanie; Rahmawati, Rahmawati; Ni’mah, Laili; Hasmi, Yulita; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the process and learning outcomes of students in the reproductive system material at SMA Negeri 8 Banjarmasin by using the Jigsaw and debate cooperative learning methods. The problems faced are the low understanding of students towards bioethics and minimal participation in discussions because the lecture method used does not actively involve students. The solution offered is to integrate the debate method to deepen the understanding of bioethics and increase student participation. This study is a Classroom Action Research (CAR) with two cycles for the debate method and three cycles for cooperative learning. Data collection techniques include pre-test, post-test, observation, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in student activity and understanding of bioethics material. In the cooperative method, classical completeness increased from 47.22% in cycle I to 86.11% in cycle III, while in the debate method, completeness increased from 65.52% in cycle I to 89.15% in cycle II.  The conclusion of this study is that cooperative learning and debate methods effectively improve students' learning processes and outcomes, especially in understanding the concept of bioethics in the reproductive system material. The use of interactive methods also has a positive impact on students' social skills and critical thinking. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada materi sistem reproduksi di SMA Negeri 8 Banjarmasin dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan debat. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap bioetika dan minimnya partisipasi dalam diskusi karena metode ceramah yang digunakan tidak melibatkan siswa secara aktif. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengintegrasikan metode debat untuk memperdalam pemahaman bioetika serta meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus untuk metode debat dan tiga siklus untuk pembelajaran kooperatif. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aktivitas siswa serta pemahaman materi bioetika. Pada metode kooperatif, ketuntasan klasikal meningkat dari 47,22% di siklus I menjadi 86,11% di siklus III, sementara pada metode debat, ketuntasan meningkat dari 65,52% di siklus I menjadi 89,15% di siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran kooperatif dan debat secara efektif meningkatkan proses dan hasil belajar siswa, terutama dalam pemahaman konsep bioetika pada materi sistem reproduksi. Penggunaan metode yang interaktif juga memberikan dampak positif pada keterampilan sosial dan berpikir kritis siswa.
Meningkatkan hasil dan minat belajar peserta didik menggunakan LKPD elektronik dengan nearpod berbasis PbM pada materi hormon dalam reproduksi manusia Aisyah, Aisyah; Putra, Aminuddin Prahatama; Rezeki, Amalia
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 1 (2024): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve students' learning outcomes and interest using e-LKPD with PBM-based nearpod on hormone material in human reproduction. The research method used was PTK (Classroom Action Research) with two cycles, each consisting of two meetings. The results showed (1) (a) Teacher and student activities were in the excellent category, (b) Student learning outcomes on the pretest and posttest n-gain test results obtained an n-gain value of 0.89 with a high category, (c) the use of e-LKPD with nearpod-based PBM obtained an average percentage in accordance with the minimum completeness criteria, (d) affective and psychomotor learning outcomes showed an increase with good and very good categories, (2) the results of student learning interest obtained a high category on each indicator. Teachers must ensure the use of smartphones during the learning process only for learning and explain the use of e-LKPD with nearpod at each meeting so that learning outcomes and student interest are maximized.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan minat belajar peserta didik menggunakan e-LKPD dengan nearpod berbasis PBM pada materi hormon dalam reproduksi manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan dua siklus masing-masing dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) (a) Aktivitas guru dan peserta didik masuk dalam kategori sangat baik, (b) Hasil belajar peserta didik pada hasil uji n-gain pretest dan posttest didapatkan nilain n-gain 0,89 dalam kategori tinggi, (c) penggunaan e-LKPD dengan nearpod berbasis PBM memperoleh presentase rata-rata sesuai kriteria ketuntasan minimal, (d) hasil belajar afektif dan psikomotorik menunjukkan peningkatan dengan kategori baik dan sangat baik, (2) hasil pada minat belajar peserta didik memperoleh kategori yang tinggi dalam setiap indikatornya. Guru harus memastikan penggunaan smartphone selama proses pembelajaran hanya untuk belajar dan menjelaskan penggunaan e-LKPD dengan nearpod di setiap pertemuan agar hasil dan minat belajar peserta didik tercapai dengan maksimal.
Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan Muhaimin, Ahmad; Azizah, Nur; Mahmudah, Rifatul; Nabila, Rini Salma; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Widiati, Rahmi; Rosmalina, Indah
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning materials are generally difficult to understand, so a teacher strategy is needed to deliver the material more interestingly. One strategy that can be done is the application of the inquiry approach. The inquiry approach focuses on the activities of students in seeking and finding information, so that learning is more meaningful. This study aims to determine the effect of applying learning with an inquiry approach in an effort to improve students' understanding of environmental pollution material.  The application of inquiry learning is made as interesting as possible to make it easier for students to understand the learning material. The research conducted was classroom action research with two cycles through a comparison of two studies. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, field notes and documentation. The results of this study are in the form of qualitative data analysis by describing and analyzing data from observations of learning outcomes and student activities. Experiment 1 shows that getting student learning outcomes in cycle I amounted to 58% and cycle II increased by 96%. While the results of experiment 2 showed that the learning outcomes of students in cycle I were 40% then increased in cycle II to 86%. In addition, there was also an increase in learner activity, namely in journal I by 85% while journal II by 86%.  This can be seen in the learning process, a conducive classroom situation, a positive classroom atmosphere with students who dare to ask questions and discuss, creating a pleasant learning climate, growing a sense of responsibility, good cooperation and student learning participation is quite good. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of learning with an inquiry approach can increase students' understanding and activity on environmental pollution material.Materi pembelajaran IPA umumnya sulit untuk dipahami, sehingga diperlukan strategi guru dalam menyampaikan materi tersebut dengan lebih menarik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penerapan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri berfokus pada aktivitas   peserta didik dalam mencari dan menemukan informasi, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.  Penerapan pembelajaran inkuiri dibuat semenarik mungkin untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus melalui perbandingan dua penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pencatatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan dan menelaah data hasil observasi hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Percobaan 1 menunjukkan bahwa mendapatkan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 58% dan siklus II mengalami peningkatan sebanyak 96%. Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 86%. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yakni pada jurnal I sebesar 85% sedangkan jurnal II sebesar 86%.  Hal ini dapat dilihat pada proses pembelajaran, situasi kelas yang kondusif, suasana kelas yang positif dengan peserta didik yang berani bertanya dan berdiskusi, menciptakan iklim belajar yang menyenangkan, tumbuhnya rasa tanggung jawab, terjalin kerjasama yang baik dan partisipasi belajar peserta didik cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.
Pengaruh metode peta konsep pada hasil belajar dan berpikir kritis peserta didik mata pelajaran biologi Aprillita, Gina; Maharani, Pramesti Diah Sulistya; Wulandari, Putri; Zuhrah, Siti Nadzifah; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Lestari, Ayu; Rahmi, Baiti
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low level of student understanding and participation in Biology subjects encourages the need for innovation in learning strategies, one innovation that can be applied is the concept map learning method. This research aims to improve students' learning outcomes and critical thinking in Biology subjects using the Concept Map method. The problems faced are students' low understanding of Biology Subjects and low student participation in discussions. The solution offered is to use the Concept Map Learning Method to make it easier for students to understand learning and hone students' critical thinking. The research method used was Quasi Experimental, the sample in this research was all students in class XII Science at State High Schools in Banjarmasin, the population was taken using the Random Sampling technique. The research consisted of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the data processing stage. The data collection technique was carried out by providing questions describing tests on learning outcomes and critical thinking skills at the beginning of learning (pretest) and at the end of learning (post-test). The tests given to the experimental and control classes obtained different results, the average posttest score was 73.8 for the experimental class and 65.9 for the control class. The average critical thinking ability of experimental class students who use the Concept Map Learning Method in biology learning is higher than that of the control class who use conventional methods. The conclusion of this research is that the Concept Map Method has an effect on improving students' learning outcomes and critical thinking.Rendahnya pemahaman dan partisipasi siswa dalam mata pelajaran Biologi, mendorong perlunya inovasi dalam strategi pembelajaran, salah satu inovasi yang dapat diterapkan yaitu metode pembelajaran peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis Peserta Didik dalam dalam mata Pelajaran Biologi dengan metode Peta Konsep. Masalah yang dihadapi yaitu rendahnya pemahaman siswa terhadap Mata Pelajaran Biologi serta rendahnya partisipasi Peserta didik dalam diskusi. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan menggunakan Metode Pembelajaran Peta Konsep untuk mempermudah siswa dalam memahami pembelajaran dan mengasah cara berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII IPA pada SMA Negeri di Banjarmasin, pengambilan populasi dilakukan dengan menggunakan teknik Random Sampling. Penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap pengolahan data, teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal uraian tes hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis pada awal pembelajaran (pretest) dan akhir pembelajaran (post-test). Tes yang diberikan pada kelas eksperimen dan kontrol di peroleh hasil yang berbeda, untuk kelas eksperimen nilai rata-rata sebesar 73,8 dan untuk kelas kontrol sebesar 65,9. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen yang menggunakan Metode Pembelajaran Peta Konsep dalam pembelajaran biologi lebih tinggi dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metode Peta Konsep berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dan berpikir kritis Peserta Didik.
Penerapan e-LKPD berbasis Quizizz pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan melalui model pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik Selvia, Salna; Putra, Aminuddin Prahatama; Halang, Bunda
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classroom action research was conducted in 2 cycles. This research aims to (1) improve learning outcomes through the application of quizizze based e-LKPD in class X students of SMAN 13 Banjarmasin and (2) improve critical thinking skills through the application of quizizzebased e-LKPD in class X students of SMAN 13 Banjarmasin. The sample of this study was 33 students in class X-4 SMAN 13 Banjarmasin. Data analysis techniques through four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection stages. The results of this study showed an increase in product cognitive learning outcomes of students in cycle I 0.47 and in cycle II 0.98, process cognitive learning outcomes through quizizzebased e-LKPD work and poster work in cycle I obtained an average of 75.63 and 13.50, in cycle II obtained an average of 87.50 and 18.25, the results of students' critical thinking skills in cycle I obtained an average of 50.24 and in cycle II obtained an average of 80.91. The results showed an increase in cycle II. Therefore, it can be concluded that the application of quizizz-based e-LKPD is effective in improving learning outcomes and critical thinking abilities of class X students on ecosystem material and environmental change through a problem-based learning model. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan 2 siklus. Penenlitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan hasil belajar melalui penerapan e-LKPD berbasis quizizz pada peserta didik kelas X SMAN 13 Banjarmasin dan (2) meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penerapan e-LKPD berbasis quizizz pada peserta didik kelas X SMAN 13 Banjarmasin. Sampel penelitian ini sebanyak 33 orang peserta didik di kelas X-4 SMAN 13 Banjarmasin. Teknik analisis data melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif produk peserta didik pada siklus I 0,47 dan pada siklus II 0,98, hasil belajar kognitif proses melalui pengerjaan e-LKPD berbasis quizizz dan pengerjaan poster pada siklus I memperoleh rata-rata 75,63 dan 13,50, pada siklus II memperoleh rata-rata 87,50 dan 18,25, hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik pada siklus I memperoleh rata-rata 50,24 dan pada siklus II memperoleh rata-rata 80,91. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan e-LKPD berbasis quizizz efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan melalui model pembelajaran berbasis masalah.
Meningkatkan hasil belajar siswa tentang sistem peredaran darah dengan pembelajaran kooperatif tipe CIRC dan TGT Wahyuni, Andina; Atmaja, Gilang Tri; Khasanah, Khayatun; Maulida, Novi Apriani; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Hartati, Deffi; Khatimah, Husnul
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cooperative learning offers a promising alternative for improving student understanding. CIRC method (Cooperative Integrated Reading and Composition) and TGT (Teams Games Tournaments) are two types of cooperative learning designed to increase student engagement through collaboration and active interaction. This research aims to explore the application of the CIRC and TGT methods in teaching the human circulatory system, as well as analyzing their impact on the learning outcomes of class XI science students. This research consisted of 2 cycles with 5 meetings. The first cycle was held in 3 meetings, while the second cycle was held in 2 meetings. Cycle 2 is carried out based on the results of reflection from cycle 1. There are several experts who put forward action research models with different charts, but in general there are four stages that are commonly followed, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Analysis of research data which is classified as quantitative data in the form of learning completeness results obtained from pre-test and post-test results is carried out descriptively, namely by calculating classical completeness and individual completeness. Cooperative learning types TGT and on the concept of the human circulatory system at SMAN Banjarmasin are effective in improving student learning outcomes. This can be seen from the lower percentage increase in classical completion in cycle 2 from cycle 1. However, TGT showed a more significant increase in classical completion than CIRC in cycle 2.Pembelajaran kooperatif menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dan TGT (Teams Games Tournaments) merupakan dua tipe pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui kolaborasi dan interaksi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode CIRC dan TGT dalam pengajaran sistem peredaran darah manusia, serta menganalisis dampaknya terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan 5 kali pertemuan. Siklus pertama dilaksanakan 3 kali pertemuan, sedangkan siklus kedua dilaksanakan 2 kali pertemuan. Siklus 2 dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi dari siklus 1. Beberapa ahli menyusun model penelitian tindakan dengan berbagai bagan, namun umumnya terdapat empat tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Analisis data hasil penelitian yang tergolong data kuantitatif berupa hasil ketuntasan belajar yang diperoleh dari hasil pretes dan postes dilakukan secara deskriptif, yakni dengan menghitung ketuntasan klasikal dan ketuntasan individual. Pembelajaran kooperatif tipe TGT dan CIRC pada konsep sistem peredaran darah manusia di SMAN Banjarmasin efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari persentase kenaikan ketuntusan klasikal pada siklus 2 dari siklus 1 yang lebih rendah. Namun, TGT menunjukkan peningkatan ketuntusan klasikal yang lebih signifikan dibandingkan CIRC pada siklus 2.
Studi komparatif strategi pembelajaran matriks & quick on the draw (QD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa Azhari, Muhammad Hafizh; Safitri, Nabella Putri Rama; Norhafizah, Norhafizah; Ulanhar, Salma Nida; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Sari, Normila; Roziah, Mida Laisani
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The learning outcomes of students in the concepts of the circulatory system at MTsN Anjir Muara Kota Tengah and the locomotor system at SMP Negeri 1 Takisung have shown low completeness, below the standard of ≤ 60% and 42.30%, respectively. To address this issue, this study implemented two innovative methods: the cooperative learning model Quick on The Draw and the memory matrix strategy, aiming to improve learning outcomes, student activity, teacher activity, and responses to both methods. The Quick on The Draw cooperative learning model was conducted in two cycles, each consisting of two meetings. Results indicated that this method successfully enhanced student learning outcomes, with classical completeness increasing from 72.72% in cycle I to 90.91% in cycle II. Student engagement improved significantly, as evidenced by increased participation in reading, discussions, and answering questions. Teacher management of learning also improved from a "fairly good" to a "good" category, with 100% of students expressing that the method made learning more engaging and enjoyable. Similarly, the memory matrix strategy was implemented in two cycles, showing a 7.3% increase in learning outcomes, with average scores rising from 83.03 to 87.92. Student activities in reading, discussing, and summarizing improved, although teacher guidance decreased. Overall, both methods proved effective in enhancing student learning outcomes and creating a more active and enjoyable learning environment.Hasil belajar siswa pada pembelajaran konsep sistem peredaran darah di MTsN Anjir Muara Kota Tengah dan sistem gerak di SMP Negeri 1 Takisung menunjukkan ketuntasan yang masih rendah, yaitu di bawah standar, yaitu ≤ 60% dan 42,30%. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menerapkan dua metode inovatif: pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw dan strategi matrik ingatan, dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas siswa, aktivitas guru, serta respon terhadap kedua metode tersebut. Pembelajaran kooperatif tipe Quick on The Draw dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, dengan ketuntasan klasikal meningkat dari 72,72% pada siklus I menjadi 90,91% pada siklus II. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, terlihat dari peningkatan dalam membaca bahan ajar, berdiskusi, dan aktif menjawab pertanyaan. Respon siswa terhadap pembelajaran ini sangat positif, dengan 100% menyatakan setuju bahwa metode ini membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan. Di sisi lain, strategi matrik ingatan juga menunjukkan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 7,3%, dengan nilai rata-rata meningkat dari 83,03 menjadi 87,92. Secara keseluruhan, kedua metode pembelajaran ini terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.
Penggunaan peta konsep untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem respirasi manusia Hakim, Akhmad Nur; Nurmiati, Nurmiati; Nurmina, Nurmina; Sulistiani, Sulistiani; Nadiya, Zulfa; Masrah, Masrah; Pitriyani, Pitriyani; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biology learning has complex concepts so that many students have difficulty remembering these concepts. This study aims to determine the use of learning strategies using concept maps as an effort to improve student learning outcomes so that there is mastery of the concept of the human respiratory system material. The concept map that has been designed focuses on meaningful learning so that students can more easily understand and remember the material taught. The research conducted was in the form of classroom action research by looking at the comparison of the two studies conducted for two cycles. Each cycle consists of stages of planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques were carried out with tests, observations and rubrics. The results of this study were in the form of an analysis of students' cognitive learning. Experiment 1 showed that in cycle I there was an increase in understanding of 87.13% and in cycle II there was an increase in understanding of the concept of 90.36%. While the results of experiment 2 showed that in cycle I there was an increase of 85.30% and in cycle II there was an increase of 92.5%. In addition to increasing learning outcomes, it turns out that concept maps also have an effect on increasing student activity. This can be seen during the learning process, students are more active in seeking information and more enthusiastic in expressing their opinions.  Based on the results of the study, it can be concluded that learning using concept maps can improve learning outcomes and student activities on the human respiratory system material.Pembelajaran biologi memiliki konsep yang kompleks sehingga banyak peserta didik yang mengalami kesulitan untuk mengingat konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan strategi pembelajaran menggunakan peta konsep sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga terjadi penguasaan konsep materi sistem respirasi manusia. Peta konsep yang telah dirancang berfokus pada pembelajaran yang bermakna agar peserta didik lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diajarkan. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian tindakan kelas dengan melihat perbandingan kedua penelitian yang dilakukan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi dan rubrik. Hasil penelitian ini berupa analisis belajar kognitif peserta didik. Pada percobaan 1 menunjukkan siklus I terjadi peningkatan pemahaman  sebesar 87,13% dan pada siklus II terjadi peningkatan pemahaman konsep sebesar 90,36%.  Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan pada siklus I terjadi peningkatan sebesar 85,30% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 92,5%. Selain terjadi peningkatan hasil belajar, ternyata peta konsep juga berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas peserta didik. Hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran peserta didik lebih aktif mencari informasi dan lebih antusias dalam mengemukakan pendapatnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik pada materi sistem respirasi manusia.
Optimalisasi pembelajaran sumber daya alam melalui interaksi keterampilan sains dan pendekatan problem solving Marniyanti, Marniyanti; Auliyani, Novia; Saajidah, Saajidah; Munirah, Sabrina; Putra, Aminuddin Prahatama; Zaini, Muhammad; Fajeriadi, Hery; Hernawati, Hernawati; Yulinda, Ratna
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Due to non-interactive and boring teaching, many students face difficulties in understanding the concept of natural resources. This research aims to improve the learning process of natural resources through the interaction of science skills and problem solving approach. This learning involves problem solving to encourage students to be more active and understand the material more deeply. The research used the Classroom Action Research (PTK) method implemented in two cycles on grade V elementary school students in South Kalimantan. The research procedure was designed in two cycles, where each cycle consisted of one lesson with an effective duration of four lesson hours, plus additional learning time agreed with the teacher. The results showed a significant improvement in students' concept understanding and problem solving ability from the first cycle to the second cycle. In addition, it was found that teachers' activities in guiding students also improved, although there were still some aspects that needed to be improved. The problem solving approach proved effective in improving student engagement and learning outcomes, as well as encouraging the development of critical and analytical thinking skills. The scientific impact of this study shows that the problem solving approach is generally effective in increasing student engagement in learning, although there are some aspects of guidance that need to be improved by teachers to ensure the sustainability of improved learning outcomes. Based on this research, it can be concluded that the application and problem solving approach in Natural Resources learning can be an effective alternative to improve student learning outcomes.Akibat pengajaran yang tidak interaktif dan membosankan, banyak siswa menghadapi kesulitan untuk memahami konsep sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran sumber daya alam melalui interaksi keterampilan sains dan pendekatan problem solving. Pembelajaran ini melibatkan problem solving mendorong siswa untuk lebih aktif dan memahami materi secara lebih mendalam. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas V SD di Kalimantan Selatan. Prosedur penelitian dirancang dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari satu kali pembelajaran dengan durasi efektif empat jam pelajaran, ditambah waktu belajar tambahan yang disepakati bersama guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa dari siklus pertama ke siklus kedua. Selain itu, ditemukan bahwa aktivitas guru dalam membimbing siswa turut mengalami peningkatan, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Pendekatan problem solving terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa, serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Dampak ilmiah dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan problem solving secara umum efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, meskipun ada beberapa aspek bimbingan yang perlu diperbaiki oleh guru untuk memastikan keberlanjutan peningkatan hasil belajar. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan dan pendekatan problem solving dalam pembelajaran Sumber Daya Alam dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Co-Authors Agustina, Elya Agustina, Noor Fithri Aisyah Aisyah Alfiannoor, Muhammad Amalia Mardhatillah Amalia Rezeki Ambarwati, Upik Anang Kadarsah Anang Kadarsah, Anang Andi Ichsan Mahardika Anni Nurliani Annisa, Majidah Annisa, Sholihatun Aprillita, Gina Apsari, Lisa Arianto Arianto Arnopen Kristina Atiek Winarti Atmaja, Gilang Tri Audia, Arfa Veni Aulia Ajizah Aulia Rahmah Auliyani, Novia AYU LESTARI Ayu Mursita Ayu Wulandari Azhari, Muhammad Hafizh Azmi, Jihan Bunda Halang Bunda Halang Candrikaningtyas, Sofia Damayanti, Rudiah Danang Biyatmoko Deffi Hartati Dewi Alfianti Dewi Dewantara, Dewi Dewi Susanti Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono, Dharmono Dyah Febria Wardhani Eka Wati Eko Suhartono Emma Rosana Febriyanti Fahmi Fahmi Fazriah, Hikmatul Febrian, Muhammad Rifqy Febrianti, Gerhana Fransisca Aurora, Zevira Gusti, Muhammad Abdi Hakim, Akhmad Nur Hanny Imellia Hardiansyah Hardiansyah Hartika, Naurasyifa Inasya Deby Hasmi, Yulita Heri Budi Santoso Hernawati Hernawati Herry Setiawan Hery Fajeriadi Huridah, Muliya Husin, Gt. Muhammad Irhamna Husnul Khatimah Ibrahim, Sayed Indah Rosmalina Irianti, Riya Irmayanti, Aulia Isra Melliyanti Putri Jainab, Jainab Julita Hotmaida Br Solin Kadarsah , Anang Kaspul Kaspul Khair, Muhammad Sa'duddien Khasanah, Khayatun Lisda, Lia Jumiati Lumban Tobing, Fitri Ani Luthfiana Nurtamara M Arsyad M. Arsyad, M. Maharani, Pramesti Diah Sulistya Mahrudin Mahrudin Mahrudin Mahrudin Marniyanti, Marniyanti Masrah Masrah Maulana Khalid Riefani Maulida, Novi Apriani Maulita Permata Sari Miftahul Jannah Muhaimin, Ahmad Muhammad Faisal Riza Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Munirah, Sabrina Mustika Wati, Mustika Nabila, Rini Salma Nada Salsabila Nadia Rahmita Sari Nadiya, Zulfa Nahadi Nia, Dewi Ayu Aldilla Ni’mah, Laili Noor Fajriah, Noor Noorhasanah, Noorhasanah Noorhidayati Noorhidayati Norhafizah, Norhafizah Norhidayati, Norhidayati Normila Sari, Normila Nur Azizah NUR FITRIANI Nur Riyani Nurmauli Dina Nurmiati Nurmiati Nurmina Nurmina, Nurmina Nurtamara, Luthfiana Nurul Hidayati Utami Nurwijayanti Octa Belawati Otari, Widiati Hairina Pamuji, Rizky Pandiangan, Rany Masriana Pitriyani Pitriyani PUTRI WULANDARI Putri, Kania Nabilah Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah Maulida Rahmawati, Rahmawati Rahmi Saputri, Rahmi Rahmi, Baiti Ramadhan, Muhammad Nazhief Rania Rahima Ratna Yulinda RIFATUL MAHMUDAH Rina Sari Rio Rajamia Harlinson Rizaldi, Muhammad Rizki Amalia Putri Roziah, Mida Laisani Rusmansyah Rusmansyah, Rusmansyah RUWAIDA, ULYA Saajidah, Saajidah Safitri Safitri Safitri, Nabella Putri Rama Safitri, Yulina Salsabilla, Nisvie Nur Santana Purba, Harja Saputra, Novan Alkaf Bahraini Selvia, Salna Simbolon, Putri Stephanie Siti Fathya Annida Siti Fatimah Siti Muthia Rahmah Slamet, Zahra Anindya Putri Soendjoto, M. Arief Solly Aryza Sri Amintarti Sri Ayu Wahyuni, Sri Ayu Sugeng Santoso Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Suratno Suratno Suyidno Suyidno Syahmani Syahmani Syihabuddin Syihabuddin Tiara Ayuningtyas Tri Setyowati Ulanhar, Salma Nida Wahyuni, Andina Wardhani, Dyah Febria Widiati, Rahmi Wiranda, Nurruddin Wulandari, Evi Yasmine Khairunnisa Yogo Dwi Prasetyo Yudi Firmanul Arifin Yuli, Yuli Yuliani Astuti Yulyana, Puspa Zaimuariffudin Shukri bin Nordin Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zuhrah, Siti Nadzifah