p-Index From 2021 - 2026
12.056
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) WAPFI (Wahana Pendidikan Fisika) EDUSAINS International Journal of Nusantara Islam Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN FISIKA AL BIRUNI JPS Unimus Edufisika: Jurnal Pendidikan Fisika Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Journal of Teaching and Learning Physics JPPPF (Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika) JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Science and Physics Education Journal (SPEJ) Jurnal Pendidikan Fisika dan Keilmuan (JPFK) KONSTAN - JURNAL FISIKA DAN PENDIDIKAN FISIKA JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) EduReligia : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Islamika: Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan Kappa Journal DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Jurnal Fisika dan Terapannya Journal of Classroom Action Research Optika : Jurnal Pendidikan Fisika Kulidawa Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) JIPB (Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi) Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Journal of Technomaterial Physics Experiment: Journal of Science Education INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU FISIKA Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan (JPSP) Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo JIFP (Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya) Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia Jurnal Ilmu Kehutanan SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak AL-KHAZINI: JURNAL PENDIDIKAN FISIKA Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Charm Sains : Jurnal Pendidikan Fisika Physics and Science Education Journal (PSEJ) Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Sains Indonesia (Indonesian Journal of Science Education) Lontar Physics Today Proceeding Seminar Nasional IPA Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA Papanda Journal of Mathematics and Sciences Research Jurnal Ilmu Fisika dan Terapannya (JIFTA) Journal of Environment and Sustainability Education Abdurrauf Journal of Islamic Studies Jurnal Polimesin SEARCH: Science Education Research AGROLAND: The Agricultural Sciences Journal Mitra Sains Indonesian Journal of Forestry Research IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peran Model Praktikum Problem Solving Laboratory dan Higher Order Thinking Labotarory dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 Hasanah, Ayuning Nur; Malik, Adam
Edusainstika: Jurnal Pembelajaran MIPA Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/je.v5i1.12225

Abstract

This study was conducted with the aim of analyzing the role of the Problem Solving Laboratory (PSL) and Higher Other Laboratory (HOTLab) activity models in improving 21st century skills. The method used is literature review or library research, which is a series of studies related to literature collection methods or research whose research object is a variety of library information, namely a review of studies that have been conducted previously regarding the role of the Problem Solving Laboratory and Higher Other Thinking Laboratory practicum models in improving 21st century skills. 21st century skills refer to a set of abilities that are considered important for one's success in the current era of information and globalization. The analysis of the role of Problem Solving Laboratory (PSL) and Higher Other Thinking Laboratory (HOTLab) activity models in 21st century learning provides important insights into how these two models contribute to developing the skills necessary for success in the modern era, namely: development of critical skills, facilitation of collaborative learning, enhancement of problem solving skills, relevance to current and future challenges and facilitation of independent learning. The Problem Solving Laboratory (PSL) is specifically designed to assist students in developing problem solving skills and the Higher Order Thinking Laboratory (HOTLab) is designed to enhance critical thinking skills. PSL and HOTLab are not only conventional learning facilities, but also platforms that enable students to develop 21st century skills essential for success in today's information age and globalization.
PROBLEM SOLVING LABORATORY DALAM PENDIDIKAN SAINS: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH Aditya, Dinaldhi Muhammad; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan Problem Solving Laboratory (PSL) dalam pendidikan sains sebagai pendekatan untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa, yang dianggap penting dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad 21. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui identifikasi dan analisis artikel dari database seperti Scopus dan Google Scholar menggunakan kata kunci “problem solving laboratory”, “science education”, dan “problem solving skills”. Dari 10 artikel yang lolos seleksi, ditemukan bahwa PSL secara konsisten mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam merumuskan masalah, merancang dan mengevaluasi eksperimen, serta merefleksikan proses pemecahan masalah secara ilmiah. PSL juga terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa dan penguatan kerja kolaboratif dalam konteks laboratorium. Hasil ini menunjukkan bahwa PSL merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam pendidikan sains, sehingga penting untuk diintegrasikan dalam kurikulum serta didukung oleh pelatihan guru yang memadai. Selain itu, pengembangan lebih lanjut dalam bentuk laboratorium digital atau virtual direkomendasikan guna memperluas jangkauan dan efektivitas implementasi.
DISKURSUS MULTI REPRESENTASI DALAM PEMBELAJARAN SAINS: PENDEKATAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS BERDASARKAN METODE SLR Cariki, Cariki; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Fokus utama dari studi ini adalah melakukan pemetaan dan analisis terhadap perkembangan kajian mengenai diskursus multi representasi dalam pembelajaran sains sebagai sebuah pendekatan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Temuan ini menguatkan bahwa model pembelajaran yang berbasis multi representasi dan melibatkan interaksi diskursif dapat menjadi pendekatan strategis dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam mata pelajaran sains yang menuntut pemahaman konsep secara kompleks.bahwa model Diskursus Multi Representasi (DMR) memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran sains.
STRATEGI INOVATIF PENDIDIKAN IPA: PENERAPAN HOTS DAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI ERA DIGITAL Chairunnisa, Chairunnisa; putri, Meissy Nuraini; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digital menuntut pembaruan dalam pendekatan pembelajaran IPA agar lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi inovatif dalam pendidikan IPA, khususnya penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dan pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi literatur review terhadap 15 artikel ilmiah terbitan tahun 2020–2025 yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan HOTS dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah siswa. Sementara itu, pembelajaran kontekstual membantu siswa mengaitkan konsep IPA dengan situasi nyata, sehingga meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar. Integrasi teknologi digital, kurikulum merdeka, serta penggunaan media pembelajaran interaktif menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi strategi ini. Temuan ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengembangan perangkat ajar berbasis HOTS dan konteks digital.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) pada Mata Pelajaran IPA terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Khoir, Fikri Abdul; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah upaya sadar untuk mewujudkan budaya warisan dari satu generasi ke generasi lainnya. Dengan pendidikan, generasi ini menciptakan sebagai model pendidikan untuk generasi sebelumnya. Dengan demikian pendidikan adalah segala daya upaya dan semua usaha untuk membuat masyarakat dapat mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia,serta memiliki keterampilan yang diperlukan masyarakat dan negaraPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Berbagai model dan pendekatan pembelajaran menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. bahwa penggunaan model pembelajaran berbasis masalah yang dikombinasikan dengan pertanyaan Socratik mampu mendorong siswa untuk menguasai konsep-konsep esensial IPA secara mendalam. Siswa tidak hanya diajak untuk menyelesaikan masalah yang kompleks (ill-structured problems), tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis melalui rangkaian pertanyaan konseptual dan reflektif. Berdasarkan hasil kajian literatur yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan sangat penting dan perlu diperhatikan dalam berbagai pendekatan pembelajaran.
Studi Literatur Efektivitas Penggunaan Komik Edukasi sebagai Media Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas Syafaah, Firda; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika di tingkat Sekolah Menengah Atas sering dianggap sulit dan kurang menarik karena materinya bersifat abstrak dan teoritis. Salah satu solusi inovatif yang dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan komik edukasi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tren, efektivitas, serta potensi penggunaan komik dalam pembelajaran fisika di SMA melalui metode studi literatur. Sebanyak 20 artikel terpilih dari database Google Scholar, ScienceDirect, dan Publish or Perish, diterbitkan antara tahun 2021–2025, dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa komik mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Komik digital, interaktif, dan berbasis kearifan lokal juga menunjukkan potensi besar untuk mendukung pembelajaran kontekstual dan inklusif. Diperlukan kolaborasi antarpendidik dan desainer media untuk mengembangkan komik fisika yang relevan, menarik, dan tepat guna bagi siswa abad ke-21.
Peran Pembelajaran Fisika dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kepedulian Lingkungan: Tinjauan Literatur Afifah, Gina; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan fisika tidak hanya membantu siswa memahami konsep, tetapi juga dapat membentuk kepribadian mereka, seperti pemikiran kritis dan kepedulian terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana pembelajaran fisika berkontribusi pada penciptaan dua elemen penting tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini akan menggunakan berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang relevan. Metode yang digunakan untuk melakukan tinjauan literatur sistematis tentang karya ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Fokusnya adalah pembelajaran fisika yang kontekstual, berbasis lingkungan, dan berorientasi pada kemampuan abad ke-21. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan kesadaran lingkungan siswa ditingkatkan melalui pembelajaran fisika yang berkaitan dengan masalah lingkungan seperti polusi udara, efisiensi energi, dan pemanasan global. Oleh karena itu, pembelajaran fisika memiliki peran strategis dalam menciptakan pendidikan sains yang berkelanjutan dan membantu mencapai Visi Indonesia Emas 2045.
MOBILE LEARNING BERBANTUAN SMART APPS CREATOR DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Pramadiana, Seva; Malik, Adam
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile learning adalah pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar secara fleksibel melalui perangkat digital. Salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Smart Apps Creator (SAC), yang memungkinkan pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan mobile learning berbantuan Smart Apps Creator (SAC) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran fisika. Penulisan artikel ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk menelaah literatur terbitan tahun 2016–2025 yang diperoleh dari database Scopus dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa fokus pada mobile learning, penggunaan SAC, pembelajaran fisika, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan SAC dalam mobile learning dapat meningkatkan keterlibatan belajar, memfasilitasi pembelajaran mandiri, serta mendorong peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi, dan membuat keputusan berdasarkan konsep fisika. Tantangan utama yang ditemukan dalam penerapan media ini adalah kurangnya literasi teknologi guru dan keterbatasan perangkat di sekolah. Sebagai solusi, pelatihan guru dan integrasi bertahap media digital ke dalam kurikulum menjadi rekomendasi yang penting. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang strategi pembelajaran fisika yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan abad ke-21.
Meningkatkan Kekuatan Penyelidikan: Memahami Resistivitas di Kelas Fisika: Penerapan Hukum Ohm dalam Pembelajaran Berbasis Kelas Aprillya, SonjaWidya; Hafidudin, Ahmad; Nisa, Wifa Alifatun; Mutia, azrisa; Malik, Adam
EduFisika: Jurnal Pendidikan Fisika Vol 10 No 2 (2025): EduFisika: Jurnal Pendidikan Fisika Volume 10 Nomor 2 August 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59052/edufisika.v10i2.45507

Abstract

Abstracts This study aims to explore the effectiveness of inquiry-based learning in improving students’ conceptual understanding of electrical resistivity within the context of physics education. Many students struggle to comprehend the relationship between resistance, length, and cross-sectional area of conductors, often due to abstract instruction and a lack of hands-on experience. To address this, a classroom-based experimental activity was designed where students investigated resistivity using Ohm’s Law and direct measurements of voltage and current. The participants, consisting of tenth-grade science students, conducted experiments using wires of varying dimensions and calculated resistivity values. Pretest and posttest assessments were administered to evaluate conceptual gains, and the results showed a moderate to high increase in understanding based on normalized gain (N-gain) scores. The findings highlight that inquiry-based methods enable students to engage in authentic scientific practices such as observation, data collection, and analysis. The novelty of this study lies in its integration of low-cost, accessible experiments into structured inquiry learning, proving that conceptual depth can be achieved without sophisticated equipment. The results suggest that applying inquiry-based strategies in physics classrooms can enhance students’ scientific literacy, problem-solving abilities, and critical thinking, contributing to meaningful and effective science education.
Peran dan implementasi kegiatan laboratorium tradisional dan inquiry dalam penguatan keterampilan abad 21 pada pembelajaran sains Lesmana, Elkis Tri; Malik, Adam
Papanda Journal of Mathematics and Science Research Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Nomor 2 September 2025
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratory activities play a crucial role in science education, especially in enhancing critical thinking, problem-solving, and creativity, which are essential 21st-century skills. This article examines the essence, competency values, the development of practicum models, and recent research findings on the use of traditional (cookbook/verification) and inquiry laboratories in science education. The study uses 40 recent references, including international and national journals published between 2020-2024 and dissertations. The findings indicate that inquiry-based practicum activities are more effective in fostering higher-order thinking skills compared to traditional models.
Co-Authors Aan Hasanah Abdul Rahman Abdul Rauf Achmad Samsudin Ade Yeti Nuryantini Adeng Muchtar Ghazali Adeng Muchtar Ghazali Aditya, Dinaldhi Muhammad Afifah, Gina Agnia, Dini Agustin, Alfan Raihan Agustina, Tri Wahyu Ahsanur Rifqi Ahyar Ahyar Akbarjono, Ali Akhbar Amar Amrullah Andi Rohendi Nugraha Andi Rohendi Nugraha Anugrah, Dea Rizky Anwar, Wafiq Fadhilah Aprillya, Sonja Widya Aprillya, SonjaWidya Arief Sudhartono Arman Maiwa Asa, Syukur Aulia, Nanda Ayu Febrianti, Dilla Ayuna, Nadia Ayuwistira, Siti Aisyah Azmar, Azmar Batubara, Nadia Chairy Berutu, Syanti Laura Budiman, Singgih Panita Budiman Cahya, Afrilia Dwi Cariki, Cariki Chaerul Rochman Chaerul Rochman Chairunnisa Chairunnisa D. Mulhayatiah Dedi Junaedi Dedi Kuntadi Denia Maulani Hindasah Dewi Salsabila, Luthfiah Dewi, Anggun Kurnia Diah Mulhayatiah Diah Rahmawati Diana Fitriwati Dinda Mutiara Ananda El Rachman, Rifelda Fanka Endah Kurnia Y Ernita Susanti Fadhilah, Janatun Fahrurrozi, Akmal Fauziah, Asti Fitri, Raya Idul Fitria, Yanti Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fuadah, Aufa Samrotul Golar Golar Gunawan, Anisa Mutmainah Hafidudin, Ahmad Hafizh, Rafi Maulana Abdul Hamzari Hamzari Hanifah, Suvi Hasanah, Ayuning Nur Hasniah Aliah Hendra Pribadi Hidayah, Pikiyatul Hijar, Yul Hilma Indayanti, Aneu Nandya Isnaini, Nurul Azizatul Izzatulhaq, Azmi Aziz Janna, Amila Ashabul Juliani, Tia kesuma, guntur Khoir, Fikri Abdul Konit Istiqomah, Ikmal Krisnamurti, Reza Mahendra kuntadi, Dedi Kusuma Wardani, Ayu Latifah, Ayi Lesmana, Elkis Tri Lestari, Aprilia Dwi Lestari, Wulan Lubis, Hilda Zahra Mahmudah, Ifa Rifatul Makiyah, Yanti Sofi Millah, Roprop Latiefatul muflihah muflihah Muflihah Muflihah Mugiri, Widiastuti Ledgeriani Muhammad Agum Heryawan Muhammad Algi Al-Hanafi Muhammad Ali Muhammad Minan Chusni Muhammad Minan Chusni Muhammad Ziddan Rachman Mujib Ubaidillah Muntahaa Karmini, Sya’iidah Mutia, azrisa Mutiara, Diana Vijar Nabila, Ghina Nadia Nuri Silmiah Naharuddin Naharuddin Nasrudin, Dindin Nasution, Muhammad Fauzan Azhar Naswa Nurhaliza, Ulfi Nawallaili Musyayaroh Nisa, Wifa Alifatun Nugraha, Andi Rohendi Nugraha, Rahmat Ramdan Nugroho, Dinar Ade Nur Edy Nur Rosyidah, Anis Nuraeni, Yani Nurdin Nurdiyanto Nurdiyanto Nurdiyanto Nurdiyanto, Nurdiyanto Nurullah, Muhammad Nusyirwan Nusyirwan Pantoro, Habibullah Saladin Polem, Muhammad Pramadiana, Seva Priatna, Rapi Putri, Fuzi Nurfauzia Sugiharto Putri, Havita Santana putri, Meissy Nuraini Qiqi Yuliati Zaqiah, Qiqi Yuliati qurro taayun, hanifah Rachman, Muhammad Ziddan Rafli Hakam Sepudin Rahayu Kariadinata Rahayu Kariadinata Rahmat, Yadi Rahmawati, Amalia Darozatun Ramdani Wahyu Sururie Rena Denya Agustina Rifda Arifa Hanifah Rifelda Fanka El Rachman Rizqi Al Fajri Rochman, Chaerul Rochman, Choirul Rofi'ah Al-Zahro, Rd Indah Rohana, Rahma Aulia Rosyida, Nadya Ilma Rufi'i Rustiani, Eka Astria S. Nurhasanah Saepudin, Rafli Hakam SAFITRI, SANI Salsabila Mustopa Salsabila, Luthfiah Dewi Salwa Mulya Insani Sani Safitri Saoqibillah, Lutfi Setiawan, Yusuf Singgih, Singgih Panita Budiman Sipayanti, Sipayanti Siti Robiatus S Siti Zakiah Annasir Darajat Sofa, Geitsha Kirana Sohibah, Siti Sri Koimah Sri Prihatini Subastian, Halil Sudirman Daeng Massiri Suhartini, Andewi Susanti, Seni Suseno, Raihan Nazrey Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Syafaah, Firda Syafaatunnisa, Shopiah Syarifudin, Ahmad Sya’iidah Muntahaa Karmini Tanjung, Sapna Tia Juliani Tri Cahyanto tri wahyu agustina Trissanggrah Nirmala Desinta Tryana Hafilda Tuti Haryanti, Tuti Uswatun Khasanah Utami Pemuji Lestari Vitriani Vitriani Warsih, Dewinta Wati Susilawati Wati Susilawati, Wati Widayana, Sela Putri Widiastuti Ledgeriani Mugiri Widya, Dinna Wulandari, Reksahati Yani Nuraeni YANTO YANTO Yeni Novita Yul Hizhar Yulia Sukmawardani, Yulia Yuliani Yuliani Yuningsih, Endah Kurnia Zahra Aulia Alifa Zakwandi, Rizki