Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Dalam Menjalankan Keinginan Agar Tujuannya Tercapai Dita Putri Agustiyarini; Imelda Miftahul Syarof; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.194

Abstract

Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebuah penelitian yang berjudul “Mengapa Passion Tidak Cukup” oleh Fellexandro Ruby dari Channel Youtube TEDx Talks. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengamati catatan melalui pengumpulan sumber data yang diperoleh atau ditemukan dalam literatur, membaca, dan mencatat. Menurut hasil penelitian ini membahas tentang Passion dan Ikigai, dimana Passion sangat berpengaruh dalam mengubah bentuk karakter dan meningkatkan kualitas diri ke tahap yang lebih baik dalam diri kita, selain itu Ikigai juga memiliki harapan, karena Ikigai dapat menginspirasi masyarakat Jepang dalam kehidupannya sehari-hari.
Bahaya Positif Thinking? Adilla Cahya Yuniar; Marwiyatul Atfal; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.203

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja sisi negative Positive Thingking dari channel youtube podcast TEDx Talks yang berjudul “The Danger Of Positive Thinking”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan simak catat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil Studi ini menjelaskan bahwa Berfikir positif adalah hal yang luar biasa, tetapi itu bisa membawa kita ke dalam masalah besar jika kita terlalu berlebihan dalam berpositif thinking. Akan ada bahaya yang dapat timbul jika dalam setiap segi kehidupan kita, selalu dianggap baik-baik saja, atau selalu berpikir positif. Istilah bahaya selalu berpikir positif ini disebut dengan toxic positivity. Toxic positivity adalah sebuah frasa yang merujuk pada sebuah konsep untuk terus merasa dan berpikir positif. Dengan kata lain, kita hanya memfokuskan segala hal yang terjadi di dalam hidup kita pada hal-hal yang baik-baik saja dan menolak, menyangkal, atau membuang apa pun yang dapat memicu perasaan negatif. Secara sederhana, contoh toxic positivity adalah ketika kita sedang merasa sedih, marah, atau berkabung, dan sedang dalam usaha untuk bercerita kepada orang lain, tetapi malah mendapatkan ungkapan seperti, "Jangan sedih, semua pasti akan baik-baik saja."
Relasi dalam Kehidupan Sehari-hari Telaah Singkat Pemikiran Harits Aufaa Abyan Diana Septyawati; Putri Rizky Apriani; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.207

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif dari seorang mahasiswa Harits Aufaa Abyan dari channel Youtube TEDx Talks yang berjudul “networking”. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menyimak video yang disampaikan oleh harits aufaa abyan. Hasil studi ini menjelaskan tentang pentingnya membangun dan memperluas hubungan dengan orang lain. Studi ini juga menyebutkan bahwa networking dalam kehidupan sehari-hari itu sangat penting, terutama dalam mengembangkan karir. Networking adalah suatu hal yang banyak digunakan di kalangan dunia kerja dalam memperluas relasi, dan umumnya dapat digunakan untuk mencari peluang kerja atau berbagi informasi. Networking juga dapat menentukan suatu keberhasilan seseorang untuk meraih kesuksesan dan dapat menambah informasi.
The Parable of The Mexican Fisherman: Ambang Batas Merasa Cukup Eka Septi Hartiyani; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.208

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif Eka Septi Hartiyani dari channel youtube 1 Hari Sukses yang berjudul “The Parable of The Mexican Fisherman: Kapan Kamu Merasa Cukup?”. Pada studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskrptif dengan mencatat karena sumber data yang diperoleh dengan menyimak narasi lisan. Hasil studi ini menjelaskan tentang The Parable of The Mexican Fisherman adalah sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang nelayan dan seorang investor bank. Kisah ini mengajarkan kita untuk menemukan keseimbangan dalam hidup, menghargai apa yang kita miliki saat ini, dan meraih kebahagiaan dengan cara yang sederhana. Manusia tidak pernah merasa cukup, selalu ingin lebih dan lebih lagi. Mengejar prestasi, materi, jabatan, kesuksesan, hingga terkadang lupa mensyukuri atas apa yang sudah mereka miliki saat ini. Artikel ini mengingatkan kita bahwa jangan sampai kamu terlambat menyadari, jika hal-hal paling indah tidak akan pernah bisa dibeli dengan materi. Jangan berpikir uang dapat menyelesaikan segalanya demi uang. Hidup itu sederhana, hanya saja kita bersikeras membuatnya rumit.
Akal Sehat: Sudahkah Kita Memilikinya? Sheila Martasya; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami sudut pandang Sabrang Mowo Damar Panuluh dari channel Youtube CakNun.com yang berjudul “Arti ‘Sehat’ dalam ‘Akal Sehat’”. Dalam studi ini penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dan deskriptif dengan cara simak catat sebab sumber data penelitian yang didapat dengan cara menyimak sebuah narasi secara lisan. Studi ini menerangkan mengenai makna sehat dalam konsep akal sehat. Secara umum, sehat merujuk pada kondisi keadaan yang baik, optimal, dan berfungsi dengan baik, baik itu dalam kesehatan fisik, mental, emosional, maupun sosial. Sedangkan akal sehat merujuk pada kemampuan seseorang untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, serta kemampuan untuk memilih tindakan yang tepat. Penelitian ini berawal dari sebuah pertanyaan apa nuansa dan makna akal sehat. Akal sehat memiliki makna penting dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan untuk berpikir sehat dan menggunakan akal sehat dalam memproses informasi dan membuat keputusan yang tepat sangat penting dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan, termasuk dalam menghadapi masalah kesehatan atau dalam menjalani kehidupan sehari-hari secara umum.
Telaah Singkat Fenomena Tentang Bystander Effect Erik Kurniawan; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari tentang Bystander Effect: dari channel youtube “1 Hari Sukses” yang berjudul Bystander Efect: Seberapa Besar Rasa Empatimu?. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu metode yang dilakukan dengan Teknik simak dan catat karena sumber informasi yang diambil dengan menyimak narasi lisan. Hasil penelitian ini menjelaskan tentang sebuah fenomena dalam psikologi sosial ketika seseorang membutuhkan pertolongan tetapi orang di sekitarnya tidak ada yang membantu. Bystander effect menunjukkan bahwa kehadiran orang lain dapat menghambat seseorang untuk membantu sesamanya yang sedang berada dalam kesulitan.
Konsep Pendidikan: Kajian singkat menurut perspektif Anies Rasyid Baswedan Adelia Angelia Gultom; Nur Halimah; Meilanta Rantina; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v2i2.219

Abstract

The goal of this research is to find out the thoughts and perspectives of Anies Rasyid Baswedan from the SDIT AL MU'MIN TV YouTube channel entitled "The Concept of Education". In this study, the writer used a qualitative descriptive method that observed and recorded because the source of the data was obtained by listening to oral narratives. The results of this study explain that education is a process of habituation. This learning also states that education does not form but grows, which directly encourages changes in a person's abilities, both changes in the quality of cognitive, affective and psychomotor abilities. his life as a person, a professional worker, a citizen and a citizen and a creature of God. Learning begins with the event of organizing accessions in conveying the concept of education. Education is about the future in preparing and growing a new generation. This means that education is an effort to realize teaching and learning activities and the learning process actively to develop their potential.
Mengapa Seseorang Memilih Perilaku Nolep Annis Fitria; Gunawan Santoso; Meilanta Rantina; Masduki Asbari
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.228

Abstract

Nolep adalah singkatan sekaligus plesetan dari istilah dalam Bahasa Inggris yaitu "no life".Menurut laman Detik Jabar, istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ansos (anti sosial yaitu enggan bersosialisasi), kurang bergaul, dan cenderung tidak memiliki kesibukan apa-apa. Sesuai dengan namanya, orang-orang dengan perilaku nolep biasanya lebih banyak menganggur di rumah dan jarang punya teman. Mereka biasanya sulit buat mendapat teman dan lebih suka sendirian. Biasanya, orang dengan karakter nolep ini lebih memilih untuk di rumah sambil nonton drama atau main game ketimbang harus keluar untuk bertemu dengan orang lain. Mereka umumnya menganggap keberadaan mereka itu tidak begitu penting dan lebih memilih untuk menyendiri. Berada dalam keramaian bisa membuat mereka risih dan tidak nyaman. Dalam era digital yang terus berkembang, kehidupan sosial telah mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu fenomena yang muncul adalah "nolep", singkatan dari "mengasingkan diri dari kehidupan sosial." Nolep merujuk pada gaya hidup di mana seseorang memilih untuk mengurangi atau bahkan menghindari interaksi sosial dalam lingkup offline maupun online. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang fenomena nolep, alasan seseorang memilih mengisolasi diri secara sosial, serta dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan hubungan interpersonal. Mengapa Seseorang Memilih Nolep.
Negara Kesatuan Republik Indonesia Tidak Dapat Diubah: Membangun Pendidikan Multikultural Hilda Novianti; Gunawan Santoso; Astari Zahra; Ajmah Najibah
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i3.232

Abstract

Negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) merupakan negara yang di kenal sebagai nusantara yang artinya Negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari sabang sampai merauke, dan didiami oleh ratusan juta penduduk. NKRI dikenal juga sebagai Negara yang memiliki keragaman budaya, ras, suku, dan agama yang berbeda – beda sehinga tercermin dalam satu ikatan “ Bhineka tunggal ika “ yang artinya “walaupun berbeda tetap satu jua “. Indonesia mengalami beberapa kali pergantian bentuk Negara, mulai dari tanggal 6-15 desember 1949, terbentuklah republik Indonesia serikat (RIS), kemudan tanggal 27 desember 1949 Belanda men gikuti kedaulatan Indonesia berubah menjadi Negara serikat, bangsa Indonesia bertekad untuk mengubah RIS menjadi Negara kesatuan republik indonesia. Pada 17 agustus 1950 . RIS secara resmi dibubarkan dan indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan . tujuan NKRI adalah seprti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu pada alinea ke 4 yang berbunyi “melindungi segenp bangsa Indonesia dan seluruh tumpah drah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan keteriban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial “. Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, Indonesia menjadi Negara yang berdaulat dan berhak untuk mebntuk nasib dan tujuannya sendiri. Bentuk Negara yang dipilih oleh para pendiri bangsa adalah Negara kesatuan republik inonesia. Dalam perjalan sejarah ada upaya untuk menggantikan bentuk Negara, tetapi upaya itu tidak bertahan lama dan selalu digagalkan oleh rakyat. Higga sampai sekarang ini Negara kesatuan itu tetap dipertahankan. Kita sebagai generasi penerus wajib turut serta dalam usaha membela Negara, menjaga sikap, dan perilaku dalam mempertahankan NKRI.
Sisi Lemah Spesialis: Haruskah Menjadi Generalis? Hajar Hamidah; Masduki Asbari; Raihan Qodri; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mana yang lebih unggul diantara seorang spesialis atau seorang generalis. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode simak catat yang didukung dengan metode kualitatif. Metode simak catat adalah metode menyimak video yang telah direkomendasikan oleh Dosen matakuliah terkait, lalu hasil simak tersebut ditransformasikan ke dalam sebuah narasi tertulis. Metode kualitatif atau studi pustaka (library research) adalah pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Hasil analisis singkat dari penelitian ini adalah passion dapat ditemukan ketika seseorang telah mempelajari banyak hal tentang apa yang dia sukai. Setelah menemukan suatu bidang yang disukai, kebanyakan orang cenderung fokus pada satu bidang, ini disebut spesialis. Namun, untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, solusi hadir dari orang yang memiliki kapasitas dalam banyak bidang, karena dia mampu untuk melihat sisi yang tidak terlihat oleh seorang spesialis. Maka generalis lebih unggul daripada spesialis.
Co-Authors 29Neneng Aan Supiati Aan Supiati Aat Nurhayati Aay Aisiyah Abdillah Abdul Aziz Abdul Aziz Hatapayo Abdul Aziz Hatapayo Abih Gumelar Acep Achda Fitriah Ade Surya Erofiana Adelia Angelia Gultom Adelia Septa Kusuma Adellia Rosita Aulia Adhisty septia hidayat Adilah Syafiyah Adilah Syafiyah Ramadhani Adilla Cahya Yuniar adilla cahya yuniar adinda Adinda Herlia Putri adinda putri darmanto Adinda Putri Darmanto Adinda Rizkyta Dinda adit kurniyawan Ageng Puji Pangestu Agitha Rizky Aldiansyah Agung Purwanto Agung purwanto Agus Purwanto Agus Suradika Agus Suradika Agus Suradika Agustina Ahmad Azhar azhar Ahmad Fadly Ahmad Fikrie Azmi Ahmad Japar Sodik Ahmad Muzakki Ahmad Muzaqi Zaqi Ahmad Razan Ahmad Suryadi Ahmad Susanto Ahmad Suyudi Ahmad Suyudi Ahmad Syamsuadi Ahmad Syariuddin Ahmad Yani Aida Sumardi Aim Abdul Karim Aim Abdulkarim aisyah tania amanda Ajmah Najibah Akhyumita Dea Suminar Alfi Fadliya Putri Mahya alfi fadliya putri mahya alfi Alia Zulfa Ramadanti Alia Zulfa Ramadanti Alia Alika Atha Amani Allya Azizatul Fadhilah Almaira Putri Almaira Putri Almirah Nur Sakiinah Almirah nur sakiinah mira Alustri Darmawati Alvira Prasasti Vira Alya Nurul Aeny Alya Amalia Ambo Tuo Amril Ananda Nur Aulia Ananda Nur Aulia Andi Afif Alwajih Andi Sukri Adam Angela Alya Rachman Rachman Anita Bosawer Annis Fitria Annisa Damayanti Annisa Qotrunnada Sofyana Hamzah Annisa Tsamratul Fuadah Annisah Nabilah Ari Metalin Eka Puspita Ari Metalin Ika Puspita Ari Metalin Ika Puspita Arif Aprilia Kartini Arif Aziz Firmansyah Arifin Djati Arsyadina Trishna Marsella Asep Hendrayana Astari Zahra Aulia Safira Septiana Aulia Sartika Aura Wijayanti ayu dwi ayu dwi zam zam khumairo Ayu Metalin Ika Puspita Santoso Ayu Yuniar Anggo Ayub Gunawan Ayub Gunawan Gunawan Azmi Ramadhania Azmi Ramadhania Azra Alya Sakinah Baiq Dina Erika Wardiningtias Baqiyatul Fakhmi Bobi Erno Rusadi Bunga Seftya Nur Indah Bunyamin Maftuh Chantika Mukti Ardi Cholichul Hadi Dadi Mulyadi Nugraha Darmita Wuriani Dea Permata Dela safitri Desi Rahmayani Ihsan Nulfadli Desi Rahmayani Nurul Aifha Desiana Duwith Destira Ayu Permana Deswita Kartika Devi Marlita Anggraini Dewi Puji Lestari Dewi Puji Lestari Dewi Dewiana Novitasari Dhilla Adhika Prawesti Diana Septyawati Difa Rafidatul Aisy Dina Dwi Fatmawati Dina Dina Ichsanurrahmah dina ichsanurrahmah Dinda Apriliyani Dinda Khomsaini Syawhas Dinda Putri Kamilah Esih Sukaesih Dira Lestari Dita Putri Agustiyarini Dwi Ajeng Prasasti Dwi Fitriani Dwi Meliyana Dwi Susanti Eddy Irsan Siregar Edi Kusnaedi Edi Ribowo Edi Ribowo eka bella anindia Eka Puteri Ramadhanti Eka Septi Hartiyani Eka Sunarsih Elfirza Elva Susanti Erik Kurniawan Eta Yunilestari Etik Murtini Eva Monalisa Vebri Kusuma Eva Monalisa Vebry Kusuma Fadlian Rafa Prawira Faisal Aljundi Faiz Muharrom Falikah Hayatun Nufus Farah Addina Syafa Farcham Mulloh farcham muloh Farrasya Zubaer Fatharani Zahrah Fatimah Febiansyah Febri Prihatin Febri Prihatin Ferdinal Lafendry Ferdy Eka Putra Fikri Nurfajri Filosophia Azzahra Filosophia Azzahra Azzahra Finna Fidyah Ramadhani Firly Audia Futeri Firna Afifatun Nuha Mahruroji Fitri Awaliyah Fitri Yati Fitria Wulansari Fitriani Rumelan Frischa Amalia Imanda Ghaitsa Geifira Ghaitsa Geifira Sofa Gunawan Wibisono habiba maruapey Hadi Haryanto Haevina Aulia Rizqy hafaz fazlur hafazfazlur Haikal Azrasabiy Hajar Hamidah Hajirah Halimah Hana Nurhasanah Hani Alifa Muhammad Mansyur Hanif Fadli Yanuar Hanif Fadli Yanuar Hanif Padli Yanuar Hanifah Adibah Rahmah Hany Aulia Syahada Syahada Hendra Setyawan Henni Mikawati herdhianto galuh saputro galuh Hermawan, Cecep Maman Hidriana Hidriana Hilda Dwi Cahyani Hilda Novianti Hilmiyatu Zahra Hilwa Hidayah Assaadih Hodijah safitri ida royana Iftiyah Safitri Iim Abdul Karim Iin Ikhsan Muhamad Mudjenan Ikhwatul Mujahadah Imam Muhtadin Imam Wahyudin imam wahyudin wahyu Imas Yulistia Imelda Miftahul Syarof Inah Inayah Adhani Khoirroni Indah Cicilia Inrayani Inrayani Intan Arsyah Utami Bitan Intan Khairasyani Intan Maharani Intan Nisrina Kamilah Intan Nisrina Kamilah Intan Trisila  Iran Purnawan Irega Gelly Gera Irham Mahfud Irhamni Irhamni Irmi Yunika Irsyam Fajar Attaulah Irsyam Fajar Attaulloh Irsyam Ismah Ismalia Eka Ismiatul Hasanah Istibsarotul Amalia Iswadi Ishak Alwi Iswan Iswan Ivan Mahdavikia Iwan Syah Jalinus Jarmi Jarmi Jelita Ayu Melani Jelita Ayu Melani Jernih Wati Zai jihan alifah hind jihan Jodi Wahyudi Jodi Wahyudi Joko Pramono Joswin Simaremare Juani Prianti Juriah Juryati Kania Novaliani Ahmad ibrahim Karsono Kasno Kayla Syifa Syabilla Keysa Najmi Salma Herdani Keysa Najmi Salma Herdani Klara Iswara Sukmawati Kunto Wijaya kurniawan - Kuswantoro La Dauwi Laila Ningtyas Laila Nurhidayah Larasati Ramadhana Lathifah Wahyu Rahmadhani Lativa Qurrotaini Lestari, Mas roro Diah Wahyu Lilis Handayani Lilis Handayani N Riyanti Lilis Handayani N. Listari Widodo Liya Pransiska Liya Pransiska Lutfi Lutfia Gunarsih M. Ripan Jamil Maghrifa Kafka Razaqa Kafka Majenih Mamun Murod Mansyur Hidayat Mardiani Marfa Azzahra Tyara Latifa Mariska Dwi Amanda Marselina Consita Bete Fahik Marsidi Marsiyah MARTINI Marwiyatul Atfal Marwiyatul Atfal Masduki Asbari Masduki Asbari Masngud kudori Matlahu Chahyadi Maulida Lia Rahmah Maya Zahra Aulia Ma’mun Murod Mei Riska Indriana Meilanta Rantina Meizir Akhmadi Akhmadi Melanie Dwi Metha Abidah Ardelia Milda Nur Risma Abdah Mira Mariani Mochamad Fikri Baihaqi Mochammad Ja’far Sodiq Mohammad Syaifuddin Mohammed El-Abid Muhamad Afriza Aprilian Muhamad Chairudin Muhamad Fauzan Muhamad Sofian Hadi Muhamad Sugiono Muhammad Dava dava Muhammad Fadli Maulana Maulana Muhammad Guntur Muhammad Guntur Himawan Muhammad Lutfi Hasan Muhammad Nuur Fauzaan Muhammad Raihan Muhammad Raihan Raihan Muhammad Rifai Ramadhani Muhammad Saddam Fahrezi Muhammad Usman Munawar Mutiara Wijayanti Nabila Febiyanti Nabila Hapsari Nabila nabilah chairunisah nabilahmaya nabilla kairunisa Nada Hurriyah Nadia Dewi Firdaus Nadisya Rachelia Hatta Nadya Amelia Putri Firman Naila Fairuza Fairuza Nanik Natiqotul Istiqomah Natiqotul Istiqomah Naufal Naura Ghazia Apriatna Naura Izzah Mustika Nia Octavia Rachmadani Nidar Yusuf Nifin Abdullah Al Jabri Nisa Destiana Nisa Niswah Zahrotul Jannah Noer Adila Azzahra Nova Aulia Choerunnisa Novi Mega Lestari Novia Azzahra Nugraha, Dadi Mulyadi Nur Asiah Nur Avifah Dwi Apriliani Nur Halimah Nur Indah Hermayanti Nur Kholifah Alviana Nur Laili Nur Pangesti Utami Putri Nur Wahidah Nuraini indah putri Nurfajriyanti Nurlela Warwey Nursafa Azzahra Safa Azzahra Nursalim Nurul Dwi Tsoraya Nurwahidah OKTA ROSFIANI Pingkan Setia Handayani Prasetya, Agus Prizka Ade Aulia Purwati Wulandari Putri Adelia Putri Ayu Romadhotin Putri Nur Ainni Putri Rizky Apriani Putri Sa'adah Rachmania Naura Adysti Rachmawati Fauziyatul Putri Radita Ayudya Rafi Arvansyah Rafli Firdaus Rafli Mochammad Rafli Firdaus Rafzan Rahmaleli sakinah Rahmaleli Sakinah Rahman Rahman Rajab Rahmita Nurul Muthmainnah Raihan Arsyad Firdausy Asbari Raihan Qodri Raisyal Fiqri Perdana Sasmita Rd. Heri Solehudin Resinta karimah Resti Nuraeni restu lestari lestari Restu M Hasbylah Retno Primantiko Retno Primantiko Rida Wulandari Ridho Salyo Ridwan toro Rifda Choirunnisa Rika Okta Muthmainnah Rikky Erlangga Ramadhan Rivaldy Hermansyah Rizka Amalia Bintang Rizka Aulia Rizki Makhfud Nur’ atsani Rizky Budi Prasetyo Rizky Meilia Junsap Roni Patinasarani Ronius Pirade Rosa Nilla Nurjannah Roudlotul Jannah Sabilah Amelia safira aulia adisti Safira Az Zahra Safira Az Zahra Safira Az Zahra Sakha Dzikrullah Salamah Hujaimah Salismiati Ghozali Salma Putri Amanda Salma Sabika salma sabika salma Salwa Azzahrah Salwa Azzahrah Sapriya Sari Lenita Christi Sasa Fiolanisa Sasa Fiolanisa Sasa Satiya Fadil Mahesa Satiya Fadil Mahesa Fadil septi aulia fadli Setiawati setiyaningsih, dewi Shafira Nurul Shara Ayu Pramitha Shayla Ayuningtias Sheila Anindita Sheila Martasya Shella Meiliza Shella Meiliza Satar Shella Meiliza Sri Wartati Shinta Listiani Shofi Nisrina Amani Silma Kafia Elsaif Silvi Lestari Silvia Silvia Damayanti Sinta Ayu Siska Kusumawardani Siti Aminah Saing Siti Aminah Saing Siti Barkah Siti Juriyatun Toyibah Siti Maisaroh Siti Nur Kharunissa Siti Rohanah Siti Tasniah Herniati Siti ‘Aisah Sodikin Sodikin Sodikin Solehun Sonia Firnanda Supatmi Sri Imawati Sri Imawati Sri Immawati Sri Sunarti Sri Utami Srianah Sriyanti Rahmatunisa Supadmi Supatmi Supry Hariyanti Suratno Suryadi Nomi Susilahati Susilahati Sutini Suwardono Suwardono Syahira Shinta Hanjani Syahira Shinta Hanjani Hendro Mustofa Syarifah Nur Aini Syifa Galih Syifa Maghfira Azzahra Tantri Wenny Sitanggang Tato Saputro Tevian Edi Candra Tia Artika Mul'aini Tiara Fitri Nalindra Alia Choirunnisa Tiara Nur sabila Titin Sujanah Tri Atiiqoh Agus Salim tri endang Tri Laksono Tri Ulan Dari Tri Wahyuningtias Tugiman Tuti Lestari Tuti Lestari Tya Ayu Erianti Ulfiatul Muizzah Unik Setianingsih valia niswa dzahrotudina Vera Dwi Apriliani Vera Dwi Apriliani Acep Virda Nurlita Vita Alawiyah Wawan Widiyasari, Ririn Winarsih winarsih winarsih WINATA, WIDIA Wisnu Winata wisra linda Yayuk Purwati Yoga Aditia Ragil Yosea Bagus Armando Yusrina Nadiya Zahira Zahra Syafitri Atmadja Zahra Tsaniyatun Naafi'i Jamiil Jamiil Zahrah Rizka Wulandari Zahratul Aini Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyah Zahrotul Fitriyyyah Zahro Zen Zen, Muhammad ‘Aisyah Naurah Salsabila